• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Kesimpulan

Setelah membahas permasalahan yang berkenaan dengan pemberian insentif dan kemudahan penanaman modal oleh pemerintah daerah Provinsi Sumatera Utara ditinjau dari Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Utara Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Penanaman modal atau investasi terbagi atas penanaman modal langsung dan penanaman modal tidak langsung. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal mengatur tentang penanaman modal langsung (direct investment) Hal ini secara eksplisit diatur di dalam Pasal 2 UU Penanaman Modal yang juga dijelaskan dalam penjelasannya. Di dalam UU Penanaman Modal tersebut juga mengatur tentang bidang usaha Penanaman Modal yakni di Pasal 12 yang kemudian di delegasikan ke dalam Peraturan Perpres Nomor 44 Tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup dan Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal serta pelayanan perizinan dan nonperizinan di bidang penanaman modal yang diatur di dalam Pasal 25 UU Penanaman Modal yakni harus melalui Pelayanan Terpatu Satu Pintu. Selain itu UU Penanaman Modal juga menjelaskan tentang Hak dan Kewajiban bagi investor sehingga posisi investor sebagai subjek hukum menjadi lebih terjamin. Investor juga akan

diberikan fasilitas-fasilitas pendukung sebagaimana yang diatur di dalam 18 hingga Pasal 24 UU Penanaman Modal yang berfungsi sebagai pendorong investor menanamkan modalnya.

2. Otonomi Daerah memberikan kewenangan kepada daerah untuk menjadi lebih mandiri dalam hal pembangunan ekonominya. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 saling berkolaborasi dalam hal pemberian kewenangan kepada daerah untuk mengatur regulasi tersendiri di bidang penanaman modal sesuai dengan iklim di daerah masing-masing. Selain itu lahirnya Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2008 tentang Pedoman Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal di Daerah, Serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2012 tentang Pedoman Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal di Daerah, menjadi dasar hukum lahirnya peraturan daerah di bidang penanaman modal. PP dan Permendagri Pedoman Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal tersebut memerintahkan terhadap peraturan daerah di bidang penanaman modal dalam hal pemberian insentif dan kemudahan penanaman modal sekurang-kurangnya memuat: pertama, tata cara pemberian insentif dan pemberian kemudahan; kedua, kriteria pemberian insentif dan pemberian kemudahan; ketiga, dasar penilaian pemberian insentif dan pemberian kemudahan; ketiga jenis usaha atau kegiatan penanaman modal yang diprioritaskan memperoleh insentif dan kemudahan; keempat, bentuk insentif dan kemudahan yang dapat diberikan; dan kelima, pengaturan pembinaan dan pengawasan.

3. Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Utara Nomor 2 Tahun 2015 merupakan implikasi langsung dari PP dan Permendagri Pedoman Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal di Daerah. Tujuan dari terbentuknya Perda tersebut ialah untuk menarik dan merangsang investor agar bersedia menanamkan modalnya di Provinsi Sumatera Utara. Beragam bentuk insentif dan kemudahan di berikan apabila penanam modal dapat memenuhi 3 kriteria sebagaimana yang diatur di dalam Pasal 19 Perda Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal. Bentuk insentif tersebut dapat berupa pengurangan, keringanan atau pembebasan pajak daerah dan/atau retribusi daerah, sedangkan bentuk kemudahan yang diberikan dapat berupa penyediaan data dan informasi peluang penanaman modal, penyediaan sarana dan prasarana, pemberian bantuan teknis dan/atau percepatan pemberian izin.

Untuk jenis usaha yang mendapatkan prioritas dalam memperoleh insentif ialah seperti industri yang mengolah Produk Unggulan Dalam Negeri (PUD) dan/atau industri pemanfaatan limbah domestik, serta jenis usaha yang terbuka dengan persyaratan di bidang penanaman modal. Insentif dan kemudahan tersebut dapat diperoleh setelah permohonan tertulis diajukan kepada Gubernur, yang kemudian akan dinilai oleh Tim Verifikasi Penilaian.

Apabila mendapatkan persetujuan, maka Gubernur akan menetapkannya melalui Keputusan Gubernur, sedangkan apabila permohonan ditolak, maka Gubernur akan mengembalikan berkas permohonan tersebut kepada si pemohon.

B. Saran

Berdasarkan pengamatan penulis selama proses pengerjaan skripsi pemberian insentif dan kemudahan penanaman modal di daerah ditinjau dari Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Utara Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman modal, maka ada beberapa saran yang dapat penulis berikan yaitu:

1. Setelah pemerintah mengetahui bahwa penanaman modal langsung lebih menguntungkan negara maupun daerah penerima modal karena dapat memberikan (multiplier effect) hendaknya pemerintah lebih gencar dalam menarik minat investor agar pertumbuhan ekonomi dapat lebih merata dan tersedianya lapangan pekerjaan dan berbagai manfaat lainnya yang tidak di dapatkan dari penanaman modal tidak langsung. Pemerintah harus lebih memperhatikan apa yang dibutuhkan oleh penanaman modal terutama dalam mengatasi masalah-masalah yang sering menghambat minat investor menanamkan modalnya.

2. Pemerintah daerah harus lebih memperhatikan dalam membuat peraturan daerah, terutama dalam bidang penanaman modal. Agar peraturan daerah yang dibuat tidak berakhir dengan dicabut oleh Kementrian Dalam Negeri seperti peraturan daerah lainya. Untuk peraturan daerah pemberian insentif dan kemudahan penanaman modal, sebaiknya pemerintah daerah lebih memperhatikan ketentuan yang diatur di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2008 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2012 tentang Pedoman Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal.

3. Lahirnya Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Utara Nomor 2 Tahun 2015 tidak serta merta menyelesaikan kebutuhan Provinsi Sumatera Utara akan kebutuhan penanaman modal. Sebaiknya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara lebih memperhatikan faktor lain yang dapat menghambat investor untuk menanamkan modalnya, seperti website Badan Penanaman Modal dan Promosi Sumatera Utara yang tidak dapat dibuka, selain aturan seperti Peraturan Gubernur dan Keputusan Gubernur di bidang penanaman modal yang tidak dapat diakses dan tidak jelas. Hal-hal kecil seperti ini dapat menurunkan minat investor menanamkan modalnya karena minimnya informasi sehingga dapat mengakibatkan investor menjadi malas menanamkan modalnya. Selain itu diharapkan agar Tim Verifikasi Penilaian dapat benar-benar teliti dalam menentukan apakah pemohon insentif dan kemudahan benar-benar telah melaksanakan kriteria yang dipersyaratkan untuk mendapatkan insentif dan kemudahan penanaman modal, agar penanaman modal di Provinsi Sumatera Utara dapat berjalan sesuai dengan harapan dan visi misi Provinsi Sumatera Utara untuk menjadi provinsi yang berdaya saing dapat tercapai.