PENGARUH AKUNTANSI KONSERVATISMA TERHADAP RETURN SAHAM
E. Kesimpulan dan Saran
Berdasarkan pembahasan atas hasil pengujian hipotesis dengan regresi linear sederhana pada bab IV, maka dapat diambil kesimpulan bahwa variabel akuntansi konservatif (CONNAC) tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada tingkat keyakinan 95 persen, dengan nilai t hitung sebesar 1,492 lebih kecil dari t tabel sebesar 2,06 dan tingkat signifikansi sebear 0,148 lebih besar dari 0,05. Hal ini juga diperkuat oleh korelasi antar variabel-variabel yang diteliti, dimana ditunjukkan bahwa nilai r-nya berkisar antara 0,20-0,399 yaitu sebesar 0,2859 yang menyatakan bahwa terdapat tingkat hubungan yang rendah, sedangkan variasi return saham 8,2 persen dijelaskan oleh variasi akuntansi konservatisma, dan sisanya 91,8 persen dijelaskan oleh faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam penelitian ini. Ini berarti bahwa hipotesis yang dikemukakan yang menyatakan bahwa akuntansi konservatif berpengaruh terhadap return saham tidak terbukti dan sebaiknya untuk lebih menyempurnakan skripsi ini diberikan tambahan variabel lain dan data diperluas.
Saran yang dapat diberikan adalah pihak manajemen perusahaan sebaiknya memperhatikan segala informasi, rumor maupun berita yang terkait dengan saham yang dipegang, sehingga dapat menentukan waktu yang tepat dalam menentukan saat membeli dan menjual saham yang dimiliki dan akhirnya mendapatkan return saham yang positif.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, Kamaruddin. 2004. Dasar-dasar Manajemen Investasi dan Portofolio. Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta
Anonim. 2004. Analisis Pengaruh Pengaruh Pertumbuhan Perusahaan dan Kepermanenan Arus Kas dalam Penentuan Pembayaran Dividen Meningkat. Simposium Nasional Akuntansi (SNA), 7:h:1-24.
Anonim. 2005. Pengaruh Variabel-variabel Fundamental dan Teknikal Terhadap Harga Saham. Jurnal Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi-Universitas Malang.
Anwer, Bruce, Richard, dan Mary Stanford-Harris. 2001. The Role of Accounting Conservatism in Mitigating Bondholder-Shareholder Conflicts over Dividend Policy and in Reducing Debt Costs. The Accounting Review, 8(4):h:867-890. Belkaouli A.R. 2006. Teori Akuntansi. Edisi ke 5. Jakarta: Salemba Empat.
Dahlia Sari. 2004. Hubungan antara Akuntansi Konservatif dengan Konflik Bondholders-Shareholders Seputar Kebijakan Dividen dan Peringkat Obligasi Perusahaan. Simposium Nasional Akuntansi (SNA), 6:h:1-23, Denpasar.
Eka Pradnyawati. 2004. Pengaruh Komponen Arus Kas dan Laba Akuntansi terhadap Return Saham pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEJ. Skripsi Sarjana Jurusan Akuntansi pada Fakultas Ekonomi Universitas Udayana
Ghozali, Imam. 2001. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Edisi ke 1. Semarang: Universitas Diponogoro.
Hartono, Jogiyanto. 2000. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Edisi ke 2. Yogyakarta: BPFE.
Martalia. 2005. Hubungan Akuntansi Konservatif dengan Kebijakan Dividen dan Pertumbuhan Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Skripsi Sarjana Jurusan Akuntansi pada Fakultas Ekonomi Universitas Udayana
Marzuki. 2000. Metodelogi Riset. Cetakan Ke 7. Yogyakarta: BPFE Nata Wirawan. 2002. Statistik 2. Edisi Ke 2. Denpasar: Keraras Emas
Pandji Anoraga dan Piji Pakarti. 2003. Pengantar Pasar Modal. Edisi Revisi. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Putri Rahayu. 2005. Hubungan Akuntansi Konservatisma dengan Kebijakan Dividen, Leverage, dan Pertumbuhan Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta. Skripsi Sarjana Jurusan Akuntansi pada Fakultas Ekonomi Universitas Udayana
Ratna Dewi. 2003. Pengaruh Konservatisma Laporan Keuangan Terhadap Earnings Respon Coefficient. Simposium Nasional Akuntansi (SNA), 6:h: 507- 525.
Sekar Mayangsari dan Wilopo. 2002. Konservatisma Akuntansi, Value Relevance dan Discretionary Accruals: Implikasi Empiris Model Feltham-Ohlson (1996). Jurnal Riset Akuntansi, 5:h:291-309.
Suharli, Michell. 2005. Studi Empiris terhadap Dua Faktor yang Mempengaruhi Return Saham pada Industri Food & Beverages di Bursa Efek Jakarta. Dalam Jurnal Akuntansi & Keuangan, 7(2):h:99-116.
Susi dan Rudi Setiawan. 2003. Analisis Pengaruh Rasio Profitabilitas terhadap Harga Saham Industri Barang Konsumsi yang Tergabung dalam Indeks LQ 45 yang Go Public di Bursa Efek Jakarta. Dalam Jurnal Akuntansi, 8(1), Bandar Lampung.
Tandelilin, Eduardus. 2001. Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio. Edisi 1. Yogyakarta: BPFE
Universitas Udayana, Tim Peneliti. 2005. Buku Pedoman Penulisan Usulan Penelitian, Skripsi dan Mekanisme Pengujian. Denpasar: Fakultas Ekonomi Universitas Udayana.
Implementing Cooperative Learning Model Type Numbered Head Together (NHT) to Improve Activities and Learning Outcomes of Math
of Ninth Year (IX A) Student Semester 2 at SMP Negeri 1 Mengwi in academic year 2013/2014
I Made Artamayasa
Guru SMP Negeri 1Mengwi, Badung ABSTRACT
Class Action Research (PTK) is aimed (1) to increase the activity of class IX students of SMP Negeri 1 Mengwi A school year 2013/2014 in mathematics through the implementation of Cooperative Learning Model Numbered Head Together (NHT), (2) for improved its results IXA grade students learn math SMP Negeri 1 Mengwi school year 2013/2014 through the implementation of Cooperative Learning Model Numbered Head Together (NHT).
This study subjects IXA grade students of SMP Negeri 1 Mengwi in the second semester of academic year 2013/2014, amounting to 32 people consisting of 19 women and 13 men.
Data from this study were collected using a test, and to analyze the resulting data used descriptive analysis. Data obtained from the results of the implementation of this study show that (1) the implementation of cooperative learning model type Numbered Head Together (NHT) in mathematics learning in class IX A Mengwi SMP Negeri 1 school year 2013/2014 can improve students' learning activities (2) Application of the model Cooperative learning Type Numbered Head Together (NHT) in mathematics learning in class IX A SMP Negeri 1 Mengwi 2013/2014 school year can improve students' mathematics learning outcomes. The results showed an increase of preliminary data on average only reaches 72.41 class, in the first cycle increased to 75.59 and the second cycle increased to 84.22.
Based on the findings and discussion of the results of this study can be put forward the following suggestions. (1) With this model may provide a model that is easy, effective in the management of classroom learning. (2) In order to obtain a better quality of learning in school then the manager changed the conventional classroom setting into a dynamic class, easy to set up in accordance with the pattern of the desired learning.
Keywords: Cooperative Learning Model Type NHT, mathematics learning outcomes
PENDAHULUAN
Menurut Hudoyo (dalam Kusuma Yudha, 2008:16), ”belajar matematika, siswa perlu memahami konsep-konsep dan struktur-struktur yang terdapat dalam bahasan yang dipelajari serta mencari hubungan-hubungan antara konsep-konsep dan struktur-struktur tersebut”. Oleh karena itu, siswa harus memahami konsep- konsep sebelum memiliki keterampilan dalam memecahkan soal. Ini berarti bahwa pemahaman konsep yang kuat akan sangat membantu siswa dalam memahami suatu pokok bahasan matematika.
Metode ceramah yang digunakan guru berdampak tidak baik pada hasil belajar siswa. Hal ini tercermin dari masih banyaknya siswa yang harus menempuh program remedial untuk mencapai ketuntasan hasil belajarnya. Rendahnya hasil belajar siswa dapat dilihat dari rata-rata nilai ulangan tengah semester 2 siswa di SMP Negeri 1 Mengwi tahun Pelajaran 2013/2014.
Nilai ulangan tersebut menunjukkan bahwa dari 32 siswa, 14 siswa atau 43,75 % siswa memiliki rata-rata nilai ulangan UAS belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 77. Sehingga ketuntasan klasikalnya sebesar 56,25%. Hal ini disebabkan oleh rendahnya daya tangkap siswa terhadap penjelasan guru dan bahkan terdapat beberapa siswa yang kurang aktif dalam belajar matematika. Melihat fenomena tersebut, “pemilihan upaya pembelajaran yang akan memberi peluang tercapainya tujuan yang optimal, baik dari segi hasil belajar, hasil kerja (produk), maupun proses belajar perlu dilakukan” (Abimanyu, 2009:36). Oleh karena itu, perlu diterapkan suatu sistem pembelajaran yang melibatkan peran siswa secara aktif dalam kegiatan belajar mengajar guna meningkatkan hasil belajar matematika di setiap jenjang pendidikan. Salah satu model pembelajaran yang melibatkan peran siswa secara aktif adalah model pembelajaran kooperatif.
Model pembelajaran kooperatif sangat cocok diterapkan pada pembelajaran matematika karena dalam mempelajari matematika tidak cukup hanya mengetahui dan menghafal konsep-konsep matematika, tetapi juga dibutuhkan suatu pemahaman serta kemampuan menyelesaikan persoalan matematika dengan baik dan benar. Melalui model pembelajaran ini, siswa dapat mengemukakan pemikirannya, saling bertukar pendapat, saling bekerja sama jika ada teman dalam kelompoknya yang mengalami kesulitan. Salah satu model pembelajaran kooperatif yang cocok untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran matematika adalah pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT).
Dari uraian di atas, maka dianggap perlu untuk melakukan penelitian dengan judul “Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IX A Semester 2 di SMP Negeri 1 Mengwi Tahun Pelajaran 2013/2014”.
Berdasarkan latar belakang tersebut ,rumusan masalah dalam penelitian yang akan dilakukan adalah sebagai berikut. (1) Apakah Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan aktivitas siswa Kelas IX A SMP Negeri 1 Mengwi tahun pelajaran 2013/2014 pada mata pelajaran matematika? (2) Apakah Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa Kelas IX A SMP Negeri 1 Mengwi tahun pelajaran 2013/2014?
Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan aktivitas siswa Kelas IX A SMP Negeri 1 Mengwi tahun pelajaran 2013/2014 pada mata pelajaran matematika melalui Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) dan untuk meningkakan hasil belajar matematika siswa Kelas IXA SMP Negeri 1 Mengwi tahun pelajaran 2013/2014 melaui Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT). Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut. (1)Memberikan informasi kepada guru matematika mengenai model pembelajaran kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT), sehingga dapat diterapkan sesuai dengan situasi dan kondisi di sekolahnya (2) Memberikan sumbangan pemikiran tentang implementasi model pembelajaran kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT), sehingga dapat diimplementasikan atau dikembangkan dalam KBM dalam rangka meningkatkan kualitias proses dan hasil belajar (3)
Memberikan kontribusi yang positif terhadap perkembangan kreativitas pembelajaran Matematika dan dapat dijadikan acuan bagi pelaksanaan penelitian- penelitian yang relevan.
Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dalam kelompok kecil yang bekerja bersama-sama untuk memaksimalkan penguasaan tentang materi yang dipelajari siswa serta terjadi proses saling membantu di antara anggota-anggota kelompok. Untuk menciptakan kelompok kerja yang efektif, guru perlu menyusun tugas sedemikian rupa, sehingga setiap anggota kelompok harus menyelesaikan tugasnya sendiri agar yang lain bisa mencapai tujuan mereka. Numbered Head Together (NHT) atau penomoran berpikir bersama merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan sebagai alternatif terhadap struktur kelas tradisional. Pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menekankan pada struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan memiliki tujuan untuk
meningkatkan penguasaan akademik. Kerangka berpikir yang digunakan adalah dengan karakteristik yang dimiliki oleh model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT), siswa akan lebih tertarik dalam mengikuti pembelajaran di kelas karena siswa tidak hanya terpaku mendengarkan penjelasan yang diberikan guru, tetapi siswa dapat berdiskusi dan bersama-sama memecahkan persoalan matematika dengan siswa lain. Melalui proses inilah, siswa akan menjadi lebih aktif.. Selain itu, siswa juga dapat bertukar pikiran dengan siswa lain dalam mendiskusikan permasalahan yang diberikan sehingga siswa yang satu dengan siswa yang lainnya dapat belajar menyatukan berbagai pendapat yang berbeda dalam sebuah kelompok.