Kesimpulan
Keberhasilan Singapura untuk menjadikan kotanya sebagai Kota Taman (Garden City) bertumpu pada terciptanya ruang-ruang alami yang teduh dalam kota yang menyatu melalui Park Connector Network (PCN). Melalui fasilitas ruang terbuka publik ini penduduk Singapura dapat menikmati keseluruhan taman-taman kota melalui koridor taman sehingga mereka menjadi dekat dengan alam, dan tersedia peluang untuk rekreasi bagi penduduknya (seperti jogging, bermain sepatu roda, dan bersepeda). Keberhasilan ini terkait erat dengan upaya dan konsistensi dari Pemerintah Singapura, melalui NParks dan URA, dalam mengelola dan memelihara taman-taman kota.
Design Branch sebagai konsultan arsitektur lanskap dalam badan NParks (konsultan internal) bertugas merencanakan dan merancang taman kota di Singapura. Design Branch ini mulai menerapkan standar kerja ISO 9001 sejak Februari 2006, dimana standar kerja ISO 9001 ini menekankan pada proses penghasilan suatu produk perancangan. Tujuan penerapan standar kerja ISO 9001 adalah agar manajemennya terstruktur dengan baik dan andal (certified), disain yang dihasilkan lebih bermutu, dan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. Konsistensi antara perencanaan dan pelaksanaan adalah kunci keberhasilan NParks, Design Branch dalam perencanaan dan perancangan pembangunan taman kota di Singapura.
Teknik perancangan West Garden Alexandra Park Connector ini terdiri dari enam tahapan kegiatan, yaitu Design Workflow Planning, Design Research & Site Analysis, Strategic Design, Concept Development, Detail Development dan
Tender Drawing Management. Tahapan kerja ini merupakan tahapan yang dapat memberikan solusi terbaik dan tepat untuk menyelesaikan masalah disain (tapak, kebutuhan klien, anggaran).
Agar dapat mengakomodasi berbagai kepentingan stakeholders yang beragam, Design Branch melakukan sosialisasi mengenai perkembangan proyek untuk menyamakan persepsi, serta melakukan beberapa modifikasi disain untuk
menyesuaikan dengan perkembangan kondisi yang ada di lapangan dan alokasi anggaran yang tersedia.
Saran
Mengingat pengembangan kota taman memerlukan waktu yang tidak pendek dan dana yang tidak sedikit maka koherensi perencanaan dan konsistensi pelaksanaan dan pemeliharaan yang terjadi di Singapura diharapkan dapat dijadikan pelajaran oleh para perumus kebijakan di Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan pertamanan kota, seperti Dinas Pertamanan Kota.
Dalam mempersiapkan standar kerja menuju ISO 9001, suatu lembaga/perusahaan seyogyanya melibatkan partisipasi aktif seluruh stakeholders
termasuk masyarakat luas, baik secara langsung maupun tidak langsung, agar hasilnya dapat memuaskan dan meningkatkan kepercayaan para stakeholders
terhadap kinerja lembaga/pemerintah tersebut.
Karena National Parks Board merupakan suatu wadah yang bermanfaat untuk belajar, memperluas wawasan dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan (state of the arts) keprofesian dibidang arsitektur lanskap, maka dirasa perlu bagi mahasiswa Departemen Arsitektur Lanskap IPB untuk melakukan kegiatan magang lanjutan, baik di divisi Park Development (Design Branch) atau di berbagai divisi lainnya.
119
Kesimpulan
Singapura merupakan salah satu kota dengan model lanskap dan bentang alam yang relatif lengkap (pulau, kota, negara, lingkungan alami dan modern, dataran-pesisir) dan berhasil membangun kotanya sebagai kota taman dengan menciptakan ruang teduh dalam kota yang menyatu melalui Park Connector Network (PCN). Dengan kemudahan ini penduduk Singapura dapat menikmati satu taman-ke-taman lainnya sehingga menjadi dekat dengan taman dan alam, dan peluang atau kesempatan untuk rekreasi bagi penduduknya, seperti jogging, bermain sepatu roda, dan bersepeda meningkat. Keberhasilan ini tidak lepas dari upaya serius dan konsisten Pemerintah Singapura melalui NParks dan URA dalam mengelola dan memelihara RTH kota.
NParks sebagai institusi pengembang, pengelola dan pedukung ketersediaan taman.-taman di Singapura memiliki struktur organisasi yang komprehensif dengan memisahkan kegiatan perencanaan dan ma najemen sumberdaya dari kegiatan operasional, dan untuk jaminan mutu NParks menerapkan standar kerja ISO di setiap cabang divisinya. Design Branch yang bertugas sebagai konsultan arsitektur lanskap dalam merencanakan dan merancang taman kota Singapura mulai menerapkan standar kerja ISO 9001 sejak Februari 2006. Sistem Kerja dalam divisi Design Branch diatur dalam suatu sistem yang terdiri dari enam proses (tahap) yang harus dilalui, yaitu Design Workflow Planning, Design Research & Site Analysis, Strategic Design, Concept Development, Detail Development dan Tender Drawing Management. Kekonsistenan antara perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan RTH sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan, membuat kinerja NParks khususnya Design Branch berjalan dengan baik dan efektif.
Sesuai dengan program ’Healthy Life’ pemerintah Singapura pada tahun 2000, NParks memiliki tugas untuk menyatukan seluruh taman-taman yang ada dengan Park Connectors. Pada saat ini Design Branch sedang menangani proyek
West Garden Alexandra Park Connector. Teknik perancangannya ini disesuaikan dengan letaknya yang berada di area permukiman dimana terdapat juga sekolah dan bengkel kerja, maka konsep dari West Garden ini adalah taman untuk semua umur (kanak-kanak, remaja, dewasa dan orang tua), berbagai kegunaan (bersantai, rekreasi, kesehatan dan interaksi sosial) dan profesi (pemukiman, pendidikan, bisnis dan kesehatan), sehingga West Garden ini nantinya dapat mengakomodasi kebutuhan berbagai pengguna dan ikatan komunitas di lingkungan sekitar.
Proyek West Garden ini memiliki beberapa kendala seperti keterlambatan waktu penyelesaian proyek, kemudian terjadinya miskoordinasi antara pihak NParks dan PUB yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan disain, selain itu juga terdapat masalah teknis seperti adanya struktur bangunan pada tapak yang dapat membahayakan pengguna. Untuk menanggulangi hal- hal tersebut maka
Design Branch menerapkan ISO 9001 sebagai standar kerjanya, dengan tujuan agar manajemennya terstruktur dengan baik, disain yang dihasilkan lebih bermutu dan memiliki kualitas manajemen yang bersertifikat.
Pelajaran yang dapat ditarik dari kegiatan ini adalah bahwa untuk dapat menikmati kenyamanan seperti sekarang, Pemerintah Singapura merintis pembangunan kota taman sejak 1965. Adanya kemauan politik (political-will) yang kuat dari pemerintah Singapura dalam membangun kota taman secara serius dan konsisten, didukung oleh partisipasi aktif seluruh masyarakat (stakeholders), merupakan contoh baik untuk diadaptasi oleh pemerintah kota-kota di Indonesia agar penduduknya dapat kembali dekat dan mencintai alam, khususnya taman kota.
Saran
1. Perencanaan dan pengembangan RTH, khusunya kota taman seyogianya melibatkan partisipasi aktif seluruh stakeholders yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung sedemikian sehingga semua pihak merasa ‘memiliki’ taman dan bersedia memeliharanya.
121
2. Mengingat pengembangan kota taman memerlukan waktu yang tidak pendek dan harga yang tidak murah maka koherensi perencanaan dan konsistensi pelaksanaan dan pemeliharaan harus dapat dijaga.
Guna menjalin hubungan lebih dekat dengan masyarakat, sehingga rasa memiliki masyarakat akan taman meningkat, NParks mengelola RTH secara transparans dalam artian masyarakat dapat mengakses laporan tahunan NParks dengan bebas, terbuka dan gratis. Dengan demikian masyarakat dapat mengetahui rencana dan program pembangunan RTH jangka panjang, menengah, dan pendek sehingga dapat ikut berpartisipasi membantu pemerintah untuk mewujudkannya.
Proyek West Garden APC Extension ini merupakan proyek multidisiplin yang melibatkan berbagai stakeholders seperti PUB, URA dan LTA (Land Transport Authority) dan town council setempat. Dalam pelaksanaannya terjadi masalah akibat adanya miskoordinasi antara pihak NParks dan PUB, pada area
Qweenstown Entrance Plaza (NP/2006/2743/LA/P004) terdapat kotak concrete
setinggi ± 1000mm akibat dari sambungan new water pipe yang dikerjakan oleh PUB dan hal ini tidak terdapat pada disain West Garden APC Extension. Dengan memodifikasi kotak tersebut menjadi bangku taman, maka bentukan kotak tersebut tersamarkan sehingga masalah dapat terselesaikan, selain itu pengguna dapat menggunakannya untuk duduk.
Sistem kerja ini dibuat secara terperinci dengan banyak melakukan cek dan ricek dimaksudkan untuk memperkecil terjadinya kesalahan sehingga kepuasan stakeholders relatif dapat terpenuhi, karena Nparks sebagai lembaga pemerintah lebih memfokuskan kepada pengembangan taman yang mencari keuntungan sosial (memuaskan stakeholders) dan bukan mencari keuntungan finansial.
Sejak Februari 2006 NParks khususnya Design Branch berusaha memperbaiki sistem kerjanya menuju standar kerja ISO 9001 agar menjadi lebih baik. Sistem kerja pada saat ini masih dalam tahap penyempurnaan yang tidak menutup adanya penambahan dan perbaikan, selain itu agar tahapan penyempurnaan sistem kerja ini sesuai dengan standar ISO 9001, Design Branch
juga berkonsultasi kepada konsultan ISO 9001.
ISO 9001 adalah seri standar internasional untuk kualitas pengelolaan yang dikembangkan oleh Geneva berdasarkan International Organization for Standarization (ISO) tahun 1987. Pengembangan ini dilakukan untuk membantu perusahaan/lembaga dalam mendisain, mengembangkan dan menjalankan sistem pengelolaan berkualitas secara efektif.
Sistem Kerja dalam divisi Design Branch diatur dalam suatu sistem yang terdiri dari enam proses (tahap) yang harus dilalui, yaitu :
Sistem kerja ini dibuat secara terperinci dengan banyak melakukan cek dan ricek dimaksudkan untuk memperkecil terjadinya kesalahan sehingga kepuasan stakeholders relatif dapat terpenuhi, karena Nparks sebagai lembaga pemerintah lebih memfokuskan kepada pengembangan taman yang mencari keuntungan sosial (memuaskan stakeholders) dan bukan mencari keuntungan finansial.
123
Gambar 8. Lokasi Proyek Alexandra Park Connector Extension
Strategic design park connector ini diharapkan (1) dapat menciptakan gaya hidup baru dan sebagai garis baru kehidupan, (2) menghubungkan taman di kota dan (3) menjadikan park connector fokus baru di lingkungan ketetanggaan.
untuk meningkatkan kualitas sumberdaya mahasiswa dalam hal tanggungjawab, cara berpikir, pengembangan pengetahuan, keterampilan, profesionalisme, disiplin dan efisiensi kerja
Park Connector Network (PCN) merupakan sebuah sistem penghubung seluruh taman kota yang ada di Pulau Singapura. Selain berfungsi sebagai koridor taman- taman kota di Singapura, PCN juga berfungsi sebagai areal rekreasi tambahan untuk kegiatan seperti jogging, bermain sepatu roda, dan bersepeda.
Park connector ini tereletak di areal pemukiman, sehingga fasilitas yang disediakan ditujukan untuk mengakomodasi penggunanya yang dari berbagai usia (kanak-kanak, remaja, dewasa dan orang tua). Dalam pemetaannya juga disesuaikan dengan kondisi sekitar tapak, di dekat sekolah diletakan fasilitas untuk pelajarnya dan pada area HDB diletakan fasilitas untuk pengguna yang tinggal di HDB tersebut. Selain itu terdapat rest stop facilities dengan selang tertentu, agar pengguna dapat beristir ahat dari aktifitas yang dilakukan sebelumnya.
Sesuai dengan letak park connector ini di areal pemukiman, maka konsep yang dikembangkan adalah taman untuk semua umur (kanak-kanak, remaja, dewasa dan orang tua), berbagai kegunaan (bersantai, rekreasi, kesehatan dan interaksi
125
sosial) dan profesi (pemukiman, pendidikan, bisnis dan kesehatan), diharapkan ruang taman dapat memenuhi ketenangan, memenuhi kebutuhan, berbagai pengguna dan ikatan komunitas.
Strategic design park connector ini diharapkan (1) dapat menciptakan gaya hidup baru dan sebagai garis baru kehidupan, (2) mkenghubungkan taman di kota dan (3) menjadikan park connector fokus baru di lingkungan ketetanggaan.
Tata guna lahan di sekitar West garden APC mayoritas diperuntukkan sebagai pemukiman penduduk, Housing and Development Board (HDB), kemudian terdapat juga sekolah (Qweenstown Primary School, Qweenstown Kindergarten Good Shepherd) dan bengkel kerja. Selain itu disekitar tapak terdapat juga area untuk komersial dan bisnis.
Pengguna tapak (major user) diantisipasi berasal dari masyarakat yang tinggal di sekitar tapak dimana sekitar tapak juga akan dijadikan kawasan pengembangan bagi perumahan. Walaupun banyak plot dari lahan yang masih kosong, tapi di masa yang akan datang akan digunakan sebagai bagian dari pengembangan kawasan perumahan.
Selain area perumahan, juga terdapat beberapa lembaga (yang akan dibangun dimasa yang akan datang), yaitu primary and secondary schools, gereja, mesjid, area perdagangan dan park connector lainnya yang akan menyediakan jumlah pengguna yang cukup besar bagi Alexandra park connector. Sehingga diharapkan dengan dibuatnya AlexandraPark Connector Extension ini diharapkan dapat mengakomodasi semua kebutuhan aktifitas luar ruang di sekitar tapak.
Park Connector Network (PCN) merupakan sebuah sistem penghubung seluruh taman kota yang ada di Pulau Singapura. Selain berfungsi sebagai koridor taman- taman kota di Singapura, PCN juga berfungsi sebagai areal rekreasi tambahan untuk kegiatan seperti jogging, bermain sepatu roda, dan bersepeda.
NParks dalam mengemban tugasnya untuk mengembangkan, mengelola, dan mendukung ketersediaan taman.-taman di Singapura sebagai sumberdaya yang berharga dalam rekreasi, konservasi, penelitian dan pendidikan, dan meningkatkan image Singapura sebagai kota taman ini membentuk tiga departemen yakni Planning and Resource Management Department, Operations department, dan Garden by the bay. Kemudian untuk merencanakan dan merancang taman kota Singapura, NParks memiliki konsultan arsitektur la nskap intern Design Branch yang merupakan cabang dari divisi Pengembangan Taman (Parks Development Division). Kejelasan pembagian tugas dan garis perintah pada struktur organisasi NParks khususnya Design Branch serta kekonsistenan antara perencanaan dan pelaksanaan program kegiatan pembangunan RTH dengan misi dan visi yang telah ditetapkan, membuat kineja NParks berjalan dengan baik dan efektif. Kemudian itu untuk menempa hubungan lebih dekat dengan masyarakat, menonjolkan rasa memiliki dari taman, NParks mengelola RTH secara transparan, masyarakat dapat mengakses laporan tahunan NParks dengan bebas, terbuka dan gratis, sehingga masyarakat dapat mengetahui rencana program pembangunan RTH jangka panjang, menengah, dan pendek dan ikut berpartisipasi membantu pemerintah untuk mewujudkannya.
Design Branch dalam tahapan kerjanya menggunakan standar kerja ISO 9001 yang mengadaptasi proses perancangan Simond (1983), Booth (1990) dan Hill (1995). Selain itu dengan standar kerja ISO 9001, sistem pendokumentasian semua asip harus tersusun dengan baik, rapi dan mudah dicari, hal ini sangat membantu apabila tejadi pergantian pekerja seperti pergantian arsitek lanskap yang terjadi pada proyek West Garden APC Extension.
Pada proyek West Garden APC Extension mahasiswa dapat belajar cara bekerja pada suatu lembaga arsitektur lanskap, sehingga dapat meningkatkan kualitas sumberdaya manusia nya dalam hal tanggungjawab, profesionalisme, disiplin dan efisiensi kerja. Selain itu mahasiswa juga dapat mempelajari pemecahan masalah yang biasa terjadi di lapang yakni terjadinya miskomunikasi
127
dengan badan pemerintah lainnya yang ikut membantu kelangsungan suatu proyek dengan memodifikasi bentuk???????????????????.
Saran
3. Keberhasilan NParks dalam mempertahankan konsep kota sebagai kota taman dirasa cukup baik, sehingga diharapkan dapat menjadi masukan bagi kota-kota di Indonesia
4. Perlu dilakukan kegiatan magang selanjutnya di NParks untuk meningkatkan kualitas sumberdaya mahasiswa dalam hal tanggungjawab, cara berpikir, pengembangan pengetahuan, keterampilan, profesionalisme, disiplin dan efisiensi kerja
Metode magang ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, dalam hal tanggung jawab, profesionalisme, disiplin dan efisiensi kerja. Dalam suatu perusahaan, kegiatan yang dilakukan dapat memberikan, memperoleh, meningkatkan serta mengembangkan pengetahuan, keterampilan, produktivitas, disiplin, sikap kerja, dan etos kerja, hal ini dikarenakan pelaksanaannya lebih mengutamakan praktek daripada teori.
Sehingga mahasiswa selain menerapkan pengetahuan tehnis dan keterampilan yang dikuasai dari bangku kuliah, juga dapat belajar bagaimana bekerja secara nyata dalam suatu perusahaan yang bersifat dinamis, dengan mempelajari cara mereka berpikir, skill yang dimiliki serta cara bekerja dan berkarya, yang dapat menjadi masukan dalam menambah ilmu, wawasan dan keterampilan dalam bidang arsitektur lanskap secara efisien dan efektif.
Antara perencanaan dan pelaksanaan program kegiatan pembangunan RTH sering kali melenceng jauh dari misi dan visi yang telah ditetapkan sehingga tak heran jika kemudian muncul kasus-kasus korupsi yang menyeret para pejabat teras di Dinas Pertamanan.
NParks merupakan lembaga pemerintah yang bertugas untuk mengembangkan, mengelola, dan mendukung ketersediaan taman-taman di Singapura sebagai sumberdaya yang berharga dalam rekreasi, konservasi, penelitian dan pendidikan, dan meningkatkan image Singapura sebagai Kota Taman. Dalam menangani RTH, NParks memiliki struktur organisasi yang terbagi menjadi tiga departemen yakni Planningand Resource Management Department,
Operations department, dan Garden by the bay. Planning and Resource Management Department adalah departemen yang menangani perencanaan dan pengelolaan sumberdaya Singapura, operations department menangani pengoperasian taman-taman milik Nparks yang ada di Singapura. Bidang ini meliputi pengembangan dan pengelolaan semua taman yang telah ada maupun yang sedang direncanakan dan Garden by the bay adalah departemen yang khusus menangani pengembangan Garden by the Bay. Kemudian untuk merencanakan dan merancang taman kota Singapura, NParks memiliki konsultan arsitektur lanskap intern Design Branch yang merupakan cabang dari divisi Pengembangan
Taman (Parks Development Division). Kejelasan pembagian
baca
wejangan perush
tugas ini membuat kineja NParks berjalan dengan efektif, selain itu untuk menempa hubungan lebih dekat dengan masyarakat, menonjolkan rasa memiliki dari taman, NParks mengelola RTH secara transparan, masyarakat dapat mengakses laporan tahuna n NParks dengan bebas, terbuka dan gratis, sehingga masyarakat dapat mengetahui rencana program pembangunan RTH jangka panjang, menengah, dan pendek dan ikut berpartisipasi membantu pemerintah untuk mewujudkannya.Design Branch dalam tahapan kerjanya mengadaptasi proses perancangan Simond (1983), Booth (1990) dan Hill (1995). Kemudian untuk memperbaiki kualitas sistem manajemennya NParks khususnya Design Branch menerapkan sistem kerjanya sesuai standar kerja ISO 9001. Dengan ISO 9001 ini Design Branch dapat menangani masalah yang terjadi seperti masalah penyusunan arsip yang tidak tersusun dengan baik
129
.
Tahapan kerja ini dibuat secara terperinci dengan banyak melakukan cek dan ricek dimaksudkan untuk memperkecil terjadinya kesalahan sehingga kepuasan stakeholders relatif dapat terpenuhi, karena Nparks sebagai lembaga pemerintah lebih memfokuskan kepada pengembangan taman yang mencari keuntungan sosial (memuaskan stakeholders) dan bukan mencari keuntungan finansial.
5. 1. 5. Jadwal Kerja Alexandra Park Connector Network
Dalam mengerjakan sebuah proyek, jadwal kerja sangat diperlukan sebagai pedoman dalam menyelesaikan tahapan kerja agar penyelesaian proyek tersebut dapat efektif (tepat waktu) dan efisien. Pada proyek Alexandra Park Extension jadwal kerjanya adalah sebagai berikut:
Tabel 3. Jadwal Proyek Alexandra Park Connector Extension.
TAHAP KEGIATAN (Stages) WAKTU PENYELESAIAN
(Completion Date)
Project Start
Design Research & Site Analysis Strategic Design
Concept Development Detail Development Tender Calling Tender Awarded
Detail Development – C&S and M&E Site Commence Work
24 Agustus 2004 10 Desember 2004 20 September 2005 15 Desember 2005 10 Februari 2006 17 April 2006 26 Mei 2006 16 Juni 2006 16 Juni 2006
Construction in Progess Site Inspection Site Handover 16 Juni – 16 Februari 2006 23 Februari 2006 23 Maret 2007
Proyek ini direncanakan diselesaikan dalam waktu tiga tahun tujuh bulan yakni, dimulai dari tanggal 24 agustus 2004 dan direncanakan untuk selesai pada tanggal 23 Maret 2007 namun pada kenyataannya proyek tersebut mengalami keterlambatan sehingga penyelasaian akhir proyek tersebut akan berubah dari jadwal yang telah ditetapkan. Pada saat penulis mengakhiri magang (16 Juni 2006) tahapan proyek masih berada pada tahap Detail Development, sebagaimana tampak pada tabel bahwa saat tersebut proyek seharusnya sudah pada tahap Detail Development-C&S and M&S. Ini berarti untuk menyelesaikan Detail Development tersebut telah mengambil waktu untuk tiga tahap proyek berikutnya, atau dengan kata lain penyelesaian proyek tidak efektif dan efsien.
Keterlambatan jadwal proyek tersebut berkaitan dengan sistem pengarsipan data. Sistem pengarsipan data ini dapat menjadi masalah jika tidak dikelola dengan baik, karena ketika terjadinya pergantian pekerja seperti pergantian arsitek lanskap yang menangani proyek West Garden APC Extension
ini, maka arsitek lanskap baru yang mendapatkan pengalihan proyek ini akan merasa bingung jika arsip data penting yang berkenaan dengan WestGarden APC
Extension tersebut tidak tersusun secara baik dan rapi, yang akhirnya menyebabkan arsitek lanskap baru tersebut harus mengumpulkan data yang dibutuhkannya tersebut dari awal kembali.
Dengan diterapkannya ISO 9001 diharapkan dapat menyelesaikan masalah tersebut karena semua dokumen harus disusun dengan baik dan rapi baik
hardcopy maupun softcopy-nya dan disimpan pada tempat yang telah disediakan sehingga memudahkan pencarian suatu data.
Sistem kerja pada saat ini masih dalam tahap penyempurnaan yang tidak menutup adanya penambahan dan perbaikan, selain itu agar tahapan penyempurnaan sistem kerja ini sesuai dengan standar ISO 9001, Design Branch
131
ISO 9001 adalah seri standar internasional untuk kualitas pengelolaan yang dikembangkan oleh Geneva berdasarkan International Organization for Standarization (ISO) tahun 1987. Pengembangan ini dilakukan untuk membantu perusahaan/lembaga dalam mendisain, mengembangkan dan menjalankan sistem pengelolaan berkualitas secara efektif.
Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan RTH merupakan kunci keberhasilan
pembangunan kota taman Singapura. Dalam laporan tahunan NParks yang dibuat sangat menarik penuh foto, grafik, dan tabel yang komunikatif, serta dapat diakses publik secara bebas, terbuka, serta gratis, kita dapat mengetahui rencana program pembangunan RTH jangka panjang, menengah, dan pendek, kekurangan dan keberhasilan program yang dicapai per tahun, komposisi dan luasan komponen RTH terkini, hingga laporan keuangan dengan gamblang. Bahkan, sejak September 2002, para stakeholder RTH telah membentuk The Park Watch yang bertujuan memberdayakan masyarakat dalam pembangunan dan pengelolaan RTH secara bersama dan sederajat.
Pada tanggal 1 Juli 1996 dua lembaga disatukan kembali sekali lagi, yaitu PRD dan Nparks, dengan visi yang lebih menantang. Melalui efek sinergis dari penyatuan dua bisnis yang saling melengkapi, NParks bertujuan untuk menciptakan lingkungan taman di seluruh pulau di mana orang Singapura tinggal, bekerja dan bermain.
NParks menge lola 1763 ha taman, taman bermain, taman penghubung (Park Connectors) dan ruang terbuka, dan 3326 ha daerah konservasi. Penghijauan pada jalan adalah tulang punggung dari program kota taman, dan lembaga ini mengelola lebih dari 4200 ha penghijauan di pinggir jalan dan tanah negara yang kosong. NParks juga memiliki/menangani Kebun Raya Singapura, Taman Fort Canning, dan dipercaya untuk mengelola daerah konservasi alam (Nature Reserves).
NParks bertanggung jawab dalam melindungi dan mendukung taman alami – konservasi alam (Nature reserves), daerah konservasi sungei Buloh dan
Pulau Ubin sebagai suaka (sanctuary) bagi wildlife, untuk konservasi flora dan