B. Keteguhan Rekat Bambu Lapis
2. Keteguhan Rekat Sejajar Serat Lapisan Inti
Nilai keteguhan rekat sejajar serat lapisan inti berkisar antara 6.64 kg/cm2 (pada kombinasi A dengan perekat PVAc) sampai dengan 32.90 kg/cm2 (pada kombinasi A dengan perekat epoxy). Nilai rata-rata total sebesar 20.70 kg/cm2. Nilai rata-rata untuk setiap perlakuan dapat diamati pada histogram keteguhan rekat sejajar serat permukaan inti yang ditampilkan secara diagramatis pada Gambar 13. data hasil pengamatan dan perhitungan selengkapnya dapat diamati pada Lampiran 2.
Gambar 13. Histogram Keteguhan Rekat Sejajar Serat Lapisan Inti 31.77 24.62 14.18 12.21 0 10 20 30 40 N ila i Ke te g uhan Re ka t Rekat (kg/c m 2) K1EP K2EP K1PV K2PV Perlakuan
Histogram Keteguhan Rekat Sejajar Serat Lapisan Inti
Keterangan :
K1EP = kombinasi A perekat epoxy K1PV = kombinasi A perekat PVAc K2EP = kombinasi B perekat epoxy K2PV = kombinasi B perekat PVAc
Hasil analisis ragam (Lampiran 12) menunjukkan bahwa perekat memberikan pengaruh yang sangat nyata pada selang kepercayaan 95%. Sedangkan kombinasi lapisan mau pun interaksi antara kedua faktor tidak memberikan pengaruh sama sekali.
Uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa perekat epoxy sangat berbeda dengan perekat PVAc. Hal ini disebabkan perekat epoxy memberikan nilai kekuatan rekat yang lebih tinggi dibandingkan dengan perekat PVAc seperti terlihat pada Gambar 13 diatas. Diduga karena lebih tingginya kadar air bambu lapis dengan perekat PVAc menyebabkan kekuatan rekatnya menjadi lebih rendah dibandingkan dengan perekat epoxy. Hal ini karena perekat PVAc memiliki sifat daya tahan air yang lemah. Disamping itu, bentuk contoh uji ikut memengaruhi keteguhan rekat yang dihasilkan. Berbeda dengan keteguhan rekat sejajar serat, pada bilah penyusun bambu lapis keteguhan rekat sejajar serat lapisan inti mudah lepas. Karena pada dasarnya, bambu lapis yang dihasilkan tersusun atas bilah-bilah bambu yang pada saat proses perekatan tidak dilakukan perekatan sisi yang mengakibatkan lapisan terluar bambu lebih mudah lepas.
Jika dibandingkan antara keteguhan rekat sejajar serat permukaan dan sejajar serat lapisan inti, maka keteguhan rekat sejajar serat permukaan memberikan hasil yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan oleh bentuk contoh uji keteguhan rekat bambu lapis dimana pada keteguhan rekat sejajar serat permukaan, pergeseran beban yang terjadi searah dengan arah serat sumbu memanjang bambu lapis di lapisan terluar sehingga hasil rekatan yang terbentuk tidak mudah putus.
C. Keteguhan Lentur Statis
MOE menunjukkan rasio antara tegangan lentur pada material terhadap deformasi yang ditimbulkan oleh tegangan tersebut. Sedangkan MOR menunjukkan tegangan yang dibutuhkan untuk menyebabkan patahnya material yang diuji saat pembebanan (Janssen, 1990). Rangkuman nilai keteguhan lentur bambu lapis tertera pada Tabel 6.
Tabel 6. Nilai keteguhan lentur statis bambu lapis
Perlakuan
Keteguhan Lentur Bentang Sejajar Serat Permukaan (kg/cm2)
Keteguhan Lentur Bentang Sejajar Serat Lapisan Inti (kg/cm2)
MOE MOR MOE MOR
K1 Epoxy 210064.89 1236.39 25394.52 355.99 K2 Epoxy 157152.58 922.06 20747.91 336.29 K1 PVAc 157215.38 803.39 22196.73 347.11 K2 PVAc 128438.31 613.31 20680.30 287.37 1. Keteguhan Lentur Bentang Sejajar Serat Permukaan
Hasil perhitungan nilai kekakuan (MOE) bentang sejajar serat permukaan berkisar antara 127.8 x103 kg/cm2 (pada kombinasi B dengan perekat PVAc) sampai dengan 211.7x103 kg/cm2 (pada kombinasi A dengan perekat epoxy). Nilai rata-rata total seluruh perlakuan sebesar 163.2x103 kg/cm2. Nilai rata-rata masing-masing perlakuan ditampilkan secara diagramatis pada
Gambar 14. Sedangkan nilai pengamatan semua perlakuan selengkapnya dapaya diamati pada Lampiran 2.
Gambar 14. Histogram MOE Bentang Sejajar Serat Permukaan
MOE berhubungan langsung dengan jumlah serat, dimana pada batang bambu nilai parameter ini menurun dari bagian terluar ke bagian dalam batang (Janssen, 1990). Pada penelitian ini, alasan yang dikemukan di atas cukup terbukti. Bambu yang memiliki ketebalan lebih besar cenderung memiliki nilai kekakuan yang lebih tinggi pula sebagaimana tertera pada Gambar 14 Selain jumlah serat, kadar air juga dapat memengaruhi nilai kekakuan. Adanya penurunan kadar air bambu akan mengakibatkan kenaikan nilai kekakuan. Jika dihubungkan dengan besaran nilai kadar air, panel bambu dengan perekat PVAc memiliki kadar air yang lebih besar dibandingkan panel dengan perekat epoxy. Hal dapat menyebabkan keteguhan lentur panel bambu dengan perekat PVAc lebih rendah dibandingkan dengan panel bambu menggunakan perekat epoxy.
Hasil analisis ragam untuk nilai MOE (Lampiran 13) menunjukkan perekat dan kombinasi lapisan memberikan pengaruh yang sangat nyata pada selang kepercayaan 95%. Uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa perekat epoxy sangat berbeda dengan PVAc dengan epoxy memberikan nilai MOE yang lebih tinggi dari PVAc. Uji lanjut Duncan untuk kombinasi lapisan menunjukkan kombinasi A sangat berbeda dengan kombinasi B dengan kombinasi A memberikan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan kombinasi B.
Hasil perhitungan nilai keteguhan patah (MOR) bentang sejajar serat permukaan berkisar antara 555.99 kg/cm (pada kombinasi B dengan perekat PVAc) sampai dengan 1263.72 kg/cm (pada kombinasi A dengan perekat epoxy). Nilai rata-rata total seluruh perlakuan sebesar 893.79 kg/cm. Nilai rata-rata masing-masing perlakuan tersaji secara diagramatis pada histogram MOR bentang sejajar serat permukaan yang tertera pada Gambar 15. Sedangkan nilai pengamatan semua perlakuan selengkapnya tersaji pada Lampiran 2.
210.1 157.2 157.2 128.4 0 50 100 150 200 250 Nilai MOE (x10 3 k g /c m 2) K1EP K2EP K1PV K2PV Perlakuan
Histogram MOE Bentang Sejajar Serat Permukaan
Keterangan :
K1EP = kombinasi A perekat epoxy K1PV = kombinasi A perekat PVAc K2EP = kombinasi B perekat epoxy K2PV = kombinasi B perekat PVAc
Gambar 15. Histogram MOR Bentang Sejajar Serat Permukaan
Hasil analisis ragam (Lampiran 14) menunjukkan perekat dan kombinasi lapisan memberikan pengaruh yang sangat nyata pada selang kepercayaan 95%. Uji lanjut Duncan menunjukkan perekat epoxy berbeda dengan perekat PVAc. Hal ini disebabkan karena perekat epoxy memberikan nilai keteguhan patah yang lebih tingi dibandingkan dengan perekat PVAc. Dari hasil uji lanjut Duncan, diketahui bahwa kombinasi A berbeda dengan kombinasi B. Hal ini juga disebakan karena kombinasi A memberikan nilai kekuatan patah yang lebih tinggi dibandingkan dengan kombinasi B.
Sedangkan nilai keteguhan lentur (MOE dan MOR) bentang sejajar serat permukaan yang dipersyaratkan oleh SNI tercantum pada Tabel 4.
Tabel 7. Nilai Standard SNI Keteguhan Lentur Bentang Sejajar Serat Permukaan
Ketebalan (mm) MOE (kg/cm2) MOR (kg/cm2)
10 62x103 247
11 58.5x103 233.5
Nilai keteguhan lentur (MOE mau pun MOR) sejajar serat permukaan bambu yang dihasilkan semuanya memenuhi standard SNI.
2. Keteguhan Lentur Bentang Sejajar Serat Lapisan Inti