• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data

2. Ketelitian Kerja

1 Kedisiplinan Kerja

1. Bekerja tepat waktu

2. Berada di tempat kerja sebelum perusahaan memulai kegiatannya 3. Menggunakan waktu istirahat

sesuai yang di tetapkan

4. Mentaati tata-tertib perusahaan

5. Pulang tepat pada waktunya

1 2 4 3,5,6,9, 10 8 7 2 Ketelitian Kerja

1. Berhati-hati dalam bekerja

2. Hasil yang memuaskan (sesuai ukuran dan mutu).

3. Menunjukkan kepada atasan jika ada peralatan yang rusak.

4. Berusaha memperbaiki peralatan yang rusak.

5. Menunjukkan kepada atasan jika ada barang yang rusak sewaktu di buat. 1,3 4,9 5,6 8 2,10 7

Kerja 2. Memiliki harapan untuk sukses. 3. Merasa gembira di tempat kerja. 4. Berusaha mengatasi kesulitan

yang terdapat dalam pekerjaan. 5. Menerima tawaran untuk kerja

lembur.

6. Tidak menunda pekerjaan

4,6,7 5 3 9 1 8

E. Populasi dan Sampel

Menurut Masri Singarimbun dan Sofyan Effendi(1982 : 108) Populasi adalah jumlah keseluruhan dari unit analisa yang ciri-cirinya akan diduga. Dalam penelitian menggunakan populasi keseluruhan untuk di analisa dan bukan sampel. Dikarenakan karyawan pada bagian tenun tidak melebihi 100 orang. Maka penelitian adalah penelitian populasi sasaran. Populasi sasaran merupakan seluruh karyawan bagian produksi yaitu tenun menjadi sampel.

F. Data yang Dicari

Untuk dapat mengetahui hubungan antara faktor-faktor semangat kerja maka data yang dicari adalah:

1. Data mengenai semangat kerja karyawan bagian produksi pada perusahaan. Data ini meliputi identitas responden, kedisiplinan kerja, ketelitian kerja, dan kegairahan kerja.

2. Data tentang produktivitas kerja karyawan rata-rata perhari yang dicapai karyawan perusahaan.

3. Data lain yang dapat membantu kelengkapan dalam penelitian.

G. Teknik Pengumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data yang akan dipergunakan oleh peneliti yaitu :

1. Wawancara

Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab secara langsung tentang data mengenai gambaran umum perusahaan dan data lain yang mendukung analisa data.

2. Kuesioner

Kuesioner adalah teknik pengumpulan data dengan memberi daftar pertanyaan kepada responden yang berhubungan kedisiplinan, ketelitian,kegairahan, dan produktivitas kerja.

3. Dokumentasi

Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan mencatat atau mengutip data yang ada dalam perusahaan. Teknik dokumantasi bertujuan untuk memperoleh data, catataan serta arsip yang dapat mendukung analisa data.

H. Pengujian Instrumen Penelitian 1. Uji Validitas

Validitas suatu tes adalah sustu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan (Arikunto, 1998: 160).

Pengujian instrumen penelitian dilakukan untuk mengetahui valid dan reliabel tidaknya dari instrumen penelitian, dan juga untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Pengujian ini dilakukan agar kesimpulan yang ditarik tidak menyimpang

Validitas didefinisikan sebagai ukuran suatu kecermatan suatu tes melaksanakan fungsinya, atau dengan kata lain validitas adalah sifat yang menunjukkan adanya persesuaian antara alat ukur dengan tujuan yang akan diukur. Semakin tinggi validitas suatu alat pengukur, semakin tepat pula pengukur itu mengenai sasarannya. Untuk mengukur validitas digunakan Program SPSS Versi 11.0. Dalam pengujian validitas ini dicari koefisiensi validitas/kesahihan butir pertanyaan. Diperoleh hasil koefisien korelasi, dan diuji dengan taraf signifikansi 5%

2. Uji Reliabilitas

Reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Instrumen yang baik tidak akan bersifat tendensius mengarahkan responden untuk memilih jawaban-jawaban

tertentu, (Arikunto, 1998: 170). Untuk menguji reliabilitas butir dalam kuisioner dalam penelitian ini digunakan teknik koeffisien alpha, dengan formula (Arikunto, 1998: 193). rtt = ⎪⎭ ⎪ ⎬ ⎫ ⎪⎩ ⎪ ⎨ ⎧ − ⎭ ⎬ ⎫ ⎩ ⎨ ⎧ −

2 1 2 1 1 σ σb k k Keterangan : rtt = reabilitas instrumen

k = banyaknya butir pertanyaan

= jumlah varians butir

2 b σ = varians total 2 t σ

Setelah rtt diperoleh, kemudian dikonsultasikan dengan r tabel dengan jumlah n sampel, pada taraf signifikansi 5%. Instrumen handal jika rtt > r tabel.

I. Teknik Analisis Data 1. Uji Prasyarat Analisis

a. Uji Normalitas

Sebelum memasuki analisa data dilakukan uji normalitas data dengan kolmogorov-smirnov, yaitu tingkat kesesuaian antara distribusi harga sampel (skor yang di observasi) dengan suatu distribusi teoritis tertentu. Uji Ini menetapkan suatu titik dimana teoritis yang diobservasi

mempunyai perbedaan terbesar, artinya distribusi yang diamati benar-benar merupakan observasi suatu sampel random dari distribusi teoritis.

Tes kolmogorof smirnov memusatkan perhatian pada penyimpangan ( deviasi ) terbesar. Harga Fo (x) – Sn (x) terbesar dinamakan deviasi maksimum. Adapun rumus uji kolmogorof smirnov untuk uji normalitas (Sidney, 1997: 51) adalah sebagai berikut :

D = Maksimum |Fo(x) –Sn (x)| Keterangan :

D = Deviasi maksimum

Fo = Fungsi distribusi frekuensi komulatif yang ditentukan Sn = Distribusi frekuensi komulatif yang di observasi

Berdasarkan asumsi di atas cara menghitung koefisien-koefisien menggunakan bantuan program SPSS (Statistic Product and Service Solution) dengan alasan untuk mengetahui seberapa kuat pengaruh antara variabel x terhadap variabel y.

b. Uji Linieritas

Untuk mengetahui bahwa hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat merupakan hubungan yang linear maka harus diadakan pengujian liearitas. Untuk uji linearitas antara masing-masing ubahan bebas dengan terikat digunakan F tes. Adapun rumus yang digunakan adalah :

F tes =

RKError amaan RKKetidaks

Keterangan :

RKKetidaksamaan : kuadrat rerata ketidaksamaan

RKError : Kuadrat rerata error ( Agus Rianto,1998:203) Kriteria keputusan, apabila F hitung lebih kecil dari F tabel maka hubungan fungsional antara variabel bebas dan terikat adalah linier. Sebaliknya apabila F hitung lebih besar dari F tabel maka kedua variabel tidak ada hubungan yang linier.

2. Pengujian Hipotesis

Teknik analisa data yang digunakan untuk menguji H1 sampai H3 yaitu menggunakan analisa korelasi product moment, dengan formula sebagai berikut, (Arikunto, 1998: 256); rxy :

( )( )

( ) ( )

⎭ ⎬ ⎫ ⎩ ⎨ ⎧ ⎭ ⎬ ⎫ ⎩ ⎨ ⎧

∑ ∑

∑ ∑

∑ ∑ ∑

2 2 2 2 Y Y N X X N Y X XY N keterangan N : jumlah responden

X : jumlah skor variabel bebas

Y : jumlah skor variabel terikat

2

X : jumlah kuadrat skor variabel bebas

Y2 : jumlah kuadrat skor variabel terikat

XY : jumlah perkalian X dan Y

rxy : koeffisien korelasi variabel bebas dan variabel terikat

Pada hakekatnya nilai korelasi dapat bervariasi dari – 1 hingga 1. Bila r = 0 : berarti tidak ada hubungan

r = 1 : kedua variabel mempunyai hubungan yang sempurna dan positif (hubungan sangat kuat dan positif)

r = -1 : antara kedua variabel mempunyai hubungan yang sempurna dan negatif (hubungan sangat kuat dan negatif)

Untuk mengetahui hasil perhitungan tersebut signifikan atau tidak. Langkah pengujian adalah :

1) Ditentukan hipotesanya,yaitu: Hipotesis nol

Ho : p = 0 tidak ada hubungan antara kedisiplinan kerja dengan produktivitas kerja karyawan.

Ho : p = 0 tidak ada hubungan antara ketelitian kerja dengan produktivitas kerja karyawan.

Ho : p = 0 tidak ada hubungan antara kegairahan kerja dengan produktivitas kerja karyawan.

Hipotesis Alternatif

Ha : p ≠0 ada hubungan antara kedisiplinan kerja dengan produktivitas kerja karyawan

Ha : p ≠0 ada hubungan antara ketelitian kerja dengan produktivitas kerja karyawan

Ha : p ≠0 ada hubungan antara kegairahan kerja dengan produktivitas kerja karyawan

2) Dipilih level signifikansi yaitu = 0,05 dengan dk = ( n-2 ) 3) Statistik dengan uji t dengan rumus :

t = 2 1 2 r n r − − 4) Kriteria pengujian :

Ho diterima apabila : t hitung < t tabel Ho ditolak apabila : t hitung > t tabel

Untuk menguji H4 yaitu apakah ada hubungan antara faktor-faktor semangat kerja dengan produktivitas kerja karyawan dengan menggunakan analisis korelasi ganda dengan formula sebagai berikut (Sutrisno, 2000; 33):

Ry (1,2,3) =

+

+

2 3 3 2 2 1 1 Y Y X a Y X a Y X a Keterangan :

Ry(1,2,3) = Koeffisien korelasi antara variabel Y dan variabel X1,X2,X3

a1 = koeffisien variabel bebas X1

a3 = koeffisien variabel bebas X3

X1Y = jumlah perkalian X1 dan Y

X2Y = jumlah perkalian X2 dan Y

X3Y = jumlah perkalian X3 dan Y

∑Y = kuadrat variabel terikat

2

X1 = variabel bebas 1 X2 = variabel bebas 2 X3 = variabel bebas 3

Untuk mengetahui hasil perhitungan itu signifikan atau tidak, langkah pengujian signifikansi adalah :

1) Ditentukan dulu hipotesanya,yaitu : Hipotesis nol

Ho : p = 0 tidak ada hubungan antara faktor semangat kerja dengan produktivitas kerja

Hipotesis Alternatif

Ha : p ≠ 0 tidak ada hubungan antara faktor semangat kerja dengan produktivitas kerja karyawan

2) Dipilih level signifikan = 0,05 dengan derajat kebebasan (db) m lawan N-m-1

3) Kriteria pengujian :

Ho diterima apabila : F hitung < F tabel Ho ditolak apabila : F hitung > F tabel

BAB IV

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A. Sejarah Singkat Perusahaan

Perusahaan Pertenunan Santa Maria berlokasi di daerah Boro, Kelurahan Banjarasri, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo. Perusahaan terletak dalam satu komplek Biara Bruder FIC, Panti Asuhan, dan SMP Pangudi Luhur Kalibawang. Perusahaan tersebut di dirikan oleh BruderYoe Sue pada tahun 1938. Sampai tahun 1950 usaha ini masih merupakan usaha kecil-kecilan, produksinya masih relative kecil dan belum stabil. Tujuan mula-mula untuk mencukupi kebutuhan sandang, khususnya bagi karya misi dalam lingkungan Yayasan Pangudi Luhur dan untuk menampung tenaga kerja atau membantu tenaga-tenaga drop out sekolah dari masyarakat sekitarnya. Pada tahun 1950 perusahaan mendirikan gedung dan secara resmi beroperasi sebagai perusahaan pertenunan. Selanjtnya perusahaan ini menggunakan nama “Pertenunan Santa Maria “. Perusahaan ini berlindung dibawah Yayasan Pangudi Luhur yang pada waktu itu berkantor pusat di jalan Panembahan Senopati No 16 Yogyakarta, Sekarang berganti nomor menjadi 18.

Pada operasinya yang pertama, Perusahaan pertenunan Santa Maria memperkerjakan 20 orang karyawan dan menggunakan 10 buah alat tenun bukan mesin ( ATBM ) yang terdiri atas :

2 mesin jakar 2 mesin karenrole

2 mesin wavile 2 mesin karohnaik

Dari tahun ke tahun perusahaan terus berkembang walaupun agak tersendat-sendat, karena memang tujuan utama perusahaan ini bukan mencari keuntungan semata. Adapun tujuan utama perusahaan adalah menciptakan lapangan kerja di daerah Boro, mencukupi kebutuhan sandang bagi karya misi di Indonesia pada umumnya, memperoleh keuntungan yang kemudian digunakan untuk membiayai usaha sosial, menjaga kelangsungan hidup perusahaan dan memungkinkan perusahaan guna mengadakan pembelanjaan intern sebagai usaha ekspansi.

Pimpinan perusahaan dipegang oleh seorang Bruder. Bruder pemimpin ini bertanggung-jawab penuh pada yayasan. Kepemimpinan di perusahaan ini sepintas mirip dengan perusahaan perseorangan, karena pimpinan bertanggung jawab penuh atas jalannya perusahaan dan bawahan bertanggung-jawab pada pimpinan. Perbedaannya dengan perusahaan perseorangan hanyalah pada pimpinan yang masih harus bertanggung-jawab pada yayasan.

Pada tahun 1953 Bruder Yoe Sue di pindahtugaskan, sehingga pimpinan perusahaan otomatis digantikan oleh seorang bruder yang lain yang bertugas di Boro. Pada waktu itu penggantinya adalah Bruder Pachomeus. Dengan pimpinan Bruder Pachomeus ini perusahaan terus berkembang. Tahun 1960 perusahaan menambah peralatan dengan 2 buah karenrole, sehingga jumlah peralatan menjadi 12 buah.

Perusahaan menambah peralatan tenun lagi pada tahun 1977 dan jumlahnya menjadi 21 buah. Tetapi penambahan pada tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena penambahan ini merupakan pengoperan dari sekolah teknik Yayasan Pangudi Luhur, Sehingga penambahan ini tidak ada perhitungan biaya. Pengoperan ini terjadi karena ada peraturan dari pemerintah, bahwa untuk sekolah kejuruan tingkat pertama, harus dijadikan sekolah menengah umum. Hal ini berlaku juga bagi sekolah teknik yang lokasinya satu komplek dengan pertenunan dan sampai sekarang masih ada yaitu SLTP Pangudi Luhur. Pada tahun 1985 terjadi pergantian pimpinan yaitu dari Bruder Pachomeus kepada Bruder Marcelinus. Bruder Marcelinus pada tahun 1993 dalam tugasnya dibantu oleh Bruder Thomas selama dua tahun. Kemudian karena kesehatan Bruder Marcelinusyang agak terganggu, Bruder Thomas kembali lagi pada tahun 1998 sebagai pelaksana segala kegiatan yang berkaitan dengan perusahaan sampai sekarang . Untuk saat ini perusahaan memiliki 26 alat tenun bukan mesin yang terdiri atas :

1 mesin jakar 2 mesin wavile 3 alat besar ( role ) 8 mesin karohnaik 12 mesin karenrole

Selain mesin utama perusahan juga memiliki : 3 mesin kelos

10 mesinkaspel

B. Struktur Organisasi

Struktur organisasi merupakan perwujudan yang menunjukkan hubungan antara fungsi-fungsi didalam setiap anggota organisasi melaksanakan tugasnya. Stuktur organisasi yang disusun sesuai dengan tujuan perusahaan, sumber daya yang dimiliki, serta lingkungan akan sangat membantu dalam pencapaian tujuan perusahaanyang diharapkan.

Didalam struktur organisasi terdapat pembagian yang jelas, baik mengenai kedudukan, wewenang, tugas maupun tanggung-jawab setiap bagian atau jabatan, sehingga tidak akan terjadi kesimpang siuran dalam pelaksanaan kegiatan perusahaan.

Struktur Organisasi Perusahaan Pertenunan Santa Maria Boro adalah sebagai berikut :

1. Pimpinan Perusahaan

Pimpinan bertugas mengelola perusahaan secara keseluruhan dan pimpinan bertanggung jawab langsung kepada Yayasan Pangudi Luhur.

2. Bagian Administrasi Tugasnya :

- Mencatat seluruh peristiwa yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan termasuk rencana dan pelaksanaan dari kebijaksanaan perusahan.

3. Bagian Gudang Tugasnya :

- Mengawasi persediaan barang, baik barang jadi barang setengah jadi, maupun bahan baku.

- Mengukur dan menyimpan hasil produksi dalam gudang. - Menghitung dan mempersiapkan pengiriman barang. - Melaporkan jumlah persediaan barang.

- Mengawasi barang hasil produksi.

4. Bagian Produksi Tugasnya :

- Memelihara kelancaran alat, memperbaiki alat jika terjadi kerusakan. - Merencanakan jenis dan jumlah barang yang akan diproduksi.

- Menentukan standar kualitas dan kuantitas pemakaian bahan baku. - Mengadakan penyelidikan terhadap perkembangan produk, seperti

kemungkinan dipakainya bahan-bahan baru tanpa mengurangi kualitas produk.

5. Bagian Pembelian Tugasnya :

- Menentukan dan melakukan pembelian bahan baku dan barang-barang lain yang dibutuhkan perusahaan

6. Bagian Penjualan Tugasnya :

- Menerima pesanan pembelian

- Mencatat transaksi penjualan hasil produksi

7. Mandor ( kepala bagian personalia ) Tugasnya :

- Melaksanakan pengadaan karyawan

- Mengadakan pengawasan terhadap karyawan - Membagi pekerjaan / tugas kepada karyawan - Membina hubungan baik antar karyawan - Menangani upah karyawan

8. Karyawan Tugasnya :

- Mengerjakan pembuatan selimut, seragam, handuk, ,serbet dan lain-lain sampai menjadi produk yang siap dipasarkan.

Secara lengkap dan untuk memperjelas struktur organisasi Perusahaan maka penulis berikan bagan struktur organisasi di halaman berikut ini :

Gambar 1

Bagan Struktur Oganisasi

Sumber: Perusahaan Pertenunan Santa Maria Boro

Dalam menjalankan tugasnya pimpinan dibantu oleh 6 orang yang berkedudukan sebagai kepala di bagiannya, hanya di sini bagian administrasi berada di atas tetapi tidak membawahi kelima bagian yang dibawahnya hanya sebagai perantara bagian lain untuk melapor pada pimpinan. Jadi bagian gudang,bagian penjualan dan lainnya tidak bertanggung-jawab kepada bagian administrasi. Tugas masing-masing bagian sudah dipisahkan secara jelas, namun keenamnya juga saling mengetahui dan saling mengerti tugas bagian

Yayasan Pangudi Luhur

Pimpinan Perusahaan

Bagian Administrasi

Bag. Produksi

Bag. Gudang Bag.Pembelian

Karyawan Mandor

lain sehingga apabila salah satu berhalangan, maka yang lain dapat menggantikan.

C. Personalia

Seperti juga aspek-aspek yang lain, aspek personalia perlu direncanakan, diorganisasi, diarahkan, dikoordinasi dan diawasi dengan baik. Aspek personalia ini terdiri dari pengadaan karyawan, pelatihan,dan pengembangan karyawan. Bila aspek-aspek tersebut dikelola dengan baik maka tujuan perusahaan dapat tercapai sesuai yang diharapkan.

Salah satu faktor yang dapat menunjang produktivitas yang tinggi adalah kedisiplinan kerja, ketelitian kerja serta kegairahan kerja atau suasana kerja yang baik. Pimpinan perusahaan dituntut untuk dapat mengelola karyawannya, sesuai dengan keinginan dan kebutuhan karyawan maupun tujuan dari perusahaan.

1. Jumlah Tenaga Kerja

Dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja perusahaan memperoleh dan mempergunakan tenaga kerja yang berasal dari daerah sekitarnya. Perusahaan sampai saat ini mempunyai tenaga kerja sebanyak 66 orang yang terdiri dari 45 pria dan 21 orang wanita. Jumlah tenaga kerja ini terbagi atas:

a. Pimpinan perusahaan b. Kepala Bagian Administrasi

c. Kepala Bagian Gudang d. Kepala Bagian Produksi e. Kepala Bagian Personalia f. Kepala Bagian Penjualan g. Mandor h. Karyawan Adapun rinciannya: - Bagian kelos 4 - Bagian polet 8 - Bagian hani 8 - Bagian tenun 33

2. Syarat Menjadi Karyawan

Untuk mendapatkan tenaga kerja, perusahaan tidak menuntut persyaratan yang berlebihan. Lulusan Sekolah Dasar dapat diterima di perusahaan ini sebagai karyawan dan diprioritaskan yang masih bujangan . Setelah diseleksi dan diterima, karyawan baru tersebut diberi latihan yang berlangsung ditempat kerja.

3. Jam Kerja Karyawan

Perusahaan melakukan aktivitas perusahaannya selama 7 jam setiap harinya yaitu dari jam 07.00 sampai dengan 14.00 dari hari Senin sampai hari Sabtu, sehingga karyawan bekerja selama 6 x 7 jam = 42 jam

dikurangi istirahat selama 15 menit, yaitu jam 09.45 sampai 10.00 setiap minggunya.

4. Sistem Pengupahan

Sistem pengupahan yang digunakan oleh perusahaan adalah sebagai berikut :

a. Upah bulanan : upah yang diberikan kepada pegawai kantor, dalam hal ini mandor, kepala gudang, kepala administrasi, kepala produksi, dan pimpinan perusahaan.

b. Upah harian : upah yang diberikan kepada karyawan pabrik

c. Upah lembur : upah yang diberikan kepada karyawan pabrik apabila terjadi kerja lembur

5. Jaminan Sosial

Jaminan sosial yang diberikan perusahaan kepada karyawan adalah sebagai berikut :

a. Asuransi tenaga kerja / astek (kecelakaan kerja, kematian dan tabungan hari tua yang dapat diambil setelah umur 55 tahun), yang di kelola sendiri.

b. Tunjangan kesehatan sebesar 75 % untuk karyawan dan 40 % untuk keluarganya. Tunjangan ini diberikan jika ada kuitansinya dari dokter atau rumah sakit.

c. Rekreasi dan retret setiap 2 tahun. d. Satu setel pakaian setiap satu tahun.

D. Produksi

Perusahaan menghasilkan beberapa produk, yaitu : selimut, kain seragam, serbet, handuk, kain sprei, kain pel, kain kasur, dan kain seragam. Tetapi yang paling banyak diproduksi adalah selimut, pel dan serbet. Maka untuk pembahasan selanjutnya penulis hanya hanya membahas pada produk kain selimut, seragam, pel, dan serbet. Perusahaan dalam membuat produk tersebut membutuhkan bahan baku dan bahan pembantu. Adapun bahan-bahan yang digunakan untuk prosek produksi adalah sebagai berikut :

1. Bahan Baku : a. Benang tenun ukuran 20 / s b. Benang tenun ukuran 42 / 2 2. Bahan Pembantu : a. Wenter

b. Kaporit

c. Larutan TRO ( Turkey Red Oil ) d. Kanji

Semua bahan yang digunakan tersebut dibeli dari dalam negeri. Untuk bahan baku khususnya benang semenjak Bruder Thomas mengambil alih pimpinan, tidak lagi membeli dari Pasar Klewer Solo melainkan dari daerah Sukoharjo. Sedangkan bahan pembantu diambil dari Yogyakarta. Untuk mencapai efesiensi dan efektivitas perusahaan perlu menentukan standar.

Produksi yang dapat dicapai perusahaan pada kapasitas normal sebanyak 975 buah selimut untuk setiap bulannya. Adapun standar ukuran untuk produk selimut yaitu 200 cm x 120 cm. Proses produksi dilaksanakan secara terus-menerus tetapi berdasarkan pesanan. Hal ini dilakukan dengan maksud untuk melayani pembelian sewaktu-waktu dan mengisi persediaan barang jadi di gudang. Adapun proses produksi yang berlangsung adalah sebagai berikut:

1. Proses produksi selimut Proses I : Tahap Pemutihan

Tahap pemutihan berlangsung di dapur. Mula-mula benang direndam dalam larutan TRO ( Turkey Red Oil ) kurang lebih selama 15 menit, larutan ini sebagai pelumas yang membuat zat pewarna menjadi ratapada seluruh bagian benang. Setelah direndam dalam larutan TRO benang dicuci. Selanjutnya benang dikerjakan menurut rencana, artinya apabila benang akan dibuat putih, maka benang direndam dalam larutan pemutih selama kurang lebih 30 menit. Apabila benang akan dibuat berwarna, maka direndam dalam larutan pewarna sesuai kebutuhan. Selanjutnya benang dimasukkan ke dalam karutan kanji agar benang menjadi kuat dan mudah dalam proses produksi. Proses terakhir dalam tahap ini adalah pengeringan. Benang yang sudah direndam dalam larutan kanji kemudian dikeringkan pada panas matahari dan selanjutnya di masukkan ke dalam gudang.

Proses II : Tahap Penenunan

Penenunan kain selimut memerlukan dua jenis benang yaitu benang pakan yang berposisi melintang pada kain dan benang lusi yang berposisi membujur pada kain.

a. Benang Pakan

Benang pakan yang digunakan adalah benang dengan ukuran 20/s, akan tetapi benang ukuran 20/s dapat juga digunakan sebagai benang lusi. Benang pakan digulung pada alat yang disebut palet. Penggulungan benang pada palet dibentuk dengan ukuran sedemikian rupa sehingga dapat di masukkan dalam teropong dan pada gilirannya nanti akan bertemu dengan benang lusi pada alat tenun.

b. Benang Lusi

Benang lusi adalah benang yang berposisi membujur pada kain tenun. Benang yang digunakan sebagai kain lusi adalah benang ukuran 20/s. Adapun langkah-langkah dalam mempersiapkan benang lusi adalah : - Benang lusi digulung pada kelos, gulungan ini disebut benang

kelos, berbentuk silinder yang dibuat membesar bagian tengahnya. - Proses selanjutnya adalah menghani skermalen yaitu proses

penggulungan benang kelos ke silinder hani.

- Gulungan hani selanjutnya di pindahkan ke boom lusi yaitu alat berbentuk silinder besar yang merupakan bagian dari alat tenun. - Pencucukan, boom lusi yang sudah terisi benang tersebut dipasang

pencucukan, selanjutnya memasang benang pakan, dengan demikian proses penenun.

Proses III : Tahap Finishing

Setelah selesai hasilnya diserahkan kepada mandor diukur sesuai dengan standar. Proses terakhir adalah memotong selimut sesuai dengan ukuran dan menjahit setiap ujung selimut tersebut. Setelah dijahit produk selimut tersebut sudah menjadi barang jadi dan siap untuk diserahkan kepada pemesan.

2. Proses Produksi Seragam

Adapun urutan proses produksi seragam adalah sebagai berikut : Proses I : Tahap Pemutihan

Tahap pemutihan berlangsung didapur. Mula-mula benang direndam dalam larutan TRO ( Turkey Red Oil ) kurang lebih selama 15 menit, larutan ini sebagai pelumas yang membuat zat pewarna menjadi rata pada seluruh bagian benang. Setelah direndam dalam larutan TRO benang di cuci. Selanjutnya benang dikerjakan menurut rencana, artinya apabila benang akan dibuat putih, maka benang direndam dalam larutan pemutih selama kurang lebih 30 menit. Apabila benang akan dibuat berwarna, maka benang direndam dalam larutan pewarna sesuai kebutuhan. Selanjutnya benang dimasukkan ke dalam karutan kanji agar benang menjadi kuat dan mudah dalam proses produksi. Proses terakhir dalam tahap ini adalah pengeringan. Benang yang sudah direndam dalam

larutan kanji kemudian dikeringkan pada panas matahari dan selanjutnya di masukkan ke dalam gudang.

Poses II : Tahap Penenunan

Penenunan kain memerlukan dua jenis benang, yaitu benang pakan yang berposisi melintang dengan ukuran 20/s dan benang lusi yang berposisi membujur dengan ukuran 42/2. Benang pakan digulung pada alat yang disebut palet. Penggulungan pada palet dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat dimasukkan dalam teropong, dan pada gilirannya nanti dapat bertemu dengan benang lusi. Sedang untuk mempersiapkan benang lusi sama dalam memproduksi selimut.

Proses III : Tahap Finishing

Setelah penenunan selesai, hasilnya diserahkan pada mandor dan diukur sesuai dengan standar. Proses terakhir adalah menjahit ujung kain agar benang tidak lepas. Setelah di jahit produk kain seragam sudah

Dokumen terkait