• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI PENJAMIN MUTU

6.1 Ketentuan Tentang Publikasi Ilmiah

6.1 Ketentuan tentang Publikasi Ilmiah

c. Dalam upaya meningkatkan penjaminan terhadap kekayaan intelektual, mencegahterjadinya plagiarisme, dan meningkatkan mutu riset, mahasiswa harus menuliskan hasil penelitiannya dalam bentuk artikel ilmiah.

d. Mahasiswa program sarjana menyerahkan bukti penerimaan artikel yang siapatau sudah dipubli kasikan(printoutdan softfile)ke program studi dan telah disetujui pembimbing untuk diterbitkan dijurnal lokal UIM melalui Open jurnal system (OJS).

BAB VII

CUTI AKADEMIK DAN PENGAKTIFAN STATUS PERKULIAHAN MAHASISWA

7.1 Izin Berhenti Sementara Kuliah (Cuti Akademik)

Untuk mengantisipasi adanya mahasiswa yang mendapat hambatan studi sehingga harus berhenti kuliah untuk sementara waktu UIM memberlakukan kebijakan cuti akademik, dengan ketentuan sebagai berikut.

a. Berhenti sementara kuliah (cuti akademik) adalah masa tidak mengikuti kegiatan akademik pada waktu tertentu selama dalam rentang masa studi sesuai dengan jenjang pendidikan yang diikuti mahasiswa.

b. Izin berhenti sementara kuliah diberikan sebanyak-banyaknya untuk jangka waktu 2 semester baik secara berurutan maupun tidak berurutan.

c. Mahasiswa dapat mengajukan izin berhenti sementara kuliahdengan membayar biaya administrasi yang telah ditetapkan.

d. Mahasiswa yang tidak melakukan pembayaran biaya pendidikan dan tidak mengajukan berhenti sementarakuliah (cutiakademik) sesuai dengan jadwal diberikesempatan untuk mengajukan cuti akademik dalam waktu paling lama 30h ari kerjasejakawal perkuliahan. Mahasis wayang tidak memenuhi ketentuan ini dinyatakan mengundurkan diri.

e. Permohonan izin berhenti sementara kuliah diajukan dengan ketentuan bahwa pemohon

a) masih terdaftar sebagai mahasiswa UIM yang dibuktikan dengan b) bukti pembayaran biaya pendidikan pada semester berjalan;

c) tidak berstatus sebagai mahasiswa penerima beasiswa, ikatan dinas, atau tugas belajar;

d) mendapatkan persetujuan dari dosen PA; dan e) masih memiliki masa studi

g. Masa cuti akademik tidak diperhitungkan sebagai masa studi.

h. Mahasiswa yang memenuhi syarat akan memperoleh Surat Izin berhenti sementara kuliah dari rektor c.q. wakil rektor bidang akademik dan wakil rektor bagian kemahasiswaan.

i. Surat izin berhenti sementara kuliah tersebut digunakan sebagai dasar untuk mengaktifkan kembali status kemahasiswaan pada semester berikutnya.

j. Selama dalam masa izin berhenti sementara kuliah, mahasiswa tidak mendapatkan layanan akademik.

7.1.1 Prosedur Izin Berhenti Sementara Kuliah (Cuti Akademik)

1) Mahasiswa yang mengajukan permohonan cuti harus melampirkan 1 lembar fotokopi surat izin berhenti sementara kuliah (cuti akademik)

2) Surat izin berhenti sementara kuliah diverifikasi dan diparaf secara berurutan oleh Kepala administrasi Akademik dan kaprodi.

3) Surat izin berhenti sementara kuliah ditandatangani oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan.

4) setelah mendapat rekomendasi dari wakil rector bidang akademik dan kemahasiswaan, Rektor UIM menerbitkan surat persetujuan ctu akademik.

5) Petugas administasri akademik menginput status cuti dan nomor surat izin berhenti sementara kuliah dalam SIAKAD.

6) Surat izin berhenti sementara kuliah diberikan kepada mahasiswa yang bersangkutan dan ditembuskan kepada prodi, orang tuama hasiswa,dan unit terkait lainnya.

7.1.2 Pengaktifan Status Kemahasiswaan setelah Berhenti 1) Sementara Kuliah(Cuti Akademik)

2) Mahasiswa yang telah menghabiskan masa cuti akademiknya wajib melakukan aktivasidengan ketentuan sebagai berikut.

a. Masapengaktifan kembali status kemahasiswaan sesuai dengan kalender akademik, sebelum semester berikutnya dimulai.

b. Proses aktivasi dilakukan di administrasi Akademik.

c. Mahasiswa wajib menunjukkan suratizin berhenti sementara kuliah kepada pihak administrasi Akademik.

d. Petugas loket administrasi Akademik

e. Administrasi akademik melaporkan kepada Wakil rector bidang akademik.

f. Wakil rektor bidang akademik mengajukan kepada Rektor untuk mendapatkan persetujuan. mengaktifkan kembali status kemahasiswaan dalam SIAKAD dan melaporkannya kepada administrasi Keuangan.

g. Administrasi Keuangan menyampaikan data mahasiswa tersebut kepada bank penerima setoran.

h. Mahasiswa melakukan pembayaran biaya pendidikan.

i. Mahasiswa melakukan bimbingan akademik dan kontrak kuliah.

BAB VIII

PENYERAHAN IJAZAH/SERTFIKAT, KEGIATAN WISUDA DAN PEMBATALAN GELAR AKADEMIK

8.1 Penyerahan Ijazah dan/atau Sertifikat serta Kegiatan Wisuda

Setelah memenuhi semua persyaratan kelulusan, mahasiswa mengikuti wisuda dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Mahasiswa yang telah menyelesaikan ujian akhir program dan dinyatakan lulus selanjutnya mengikuti penyerahan ijazah dan/atau sertifikat dalam wisuda.

2. Mahasiswa dapat melakukan wisuda secara in absentia (tidak hadir di tempat/acara wisuda) dengan memenuhi prosedur yang telah ditetapkan.

3. Mahasiswa mendaftarkan diri untuk diwisuda setelah memenuhi seluruh persyaratan akademik, antara lain telah menyelesaikan revisi tugas akhir/skripsi paling lambat 1 bulan sebelum pelaksanaan wisuda.

4. Pendaftaran dan pelaksanaan

5. aan wisuda dilakukan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.

6. Alumni dapat mengajukan permohonan terjemahan ijazah, transkrip akademik, dan/atau sertifikat kompetensi (kependidikan/ nonkependidikan) dalam bahasa Inggris jika diperlukan dengan membayar biaya administrasi di administrasi Akademik. Mahasiswa mengisi formulir permohonan yang disediakan di loket administrasi Akademik dengan melampirkan fotokopi ijazah, transkrip akademik, dan/atau sertifikat kompetensi yang dilegalisasi.

8.2 Pembatalan Status Kemahasiswaan dan Gelar

Dalam kondisi tertentu mahasiswa dapat dibatalkan status kemahasiswaannya, kelulusannya, dan gelar akademiknya.

8.2.1 Pembatalan Status Kemahasiswaan

Mahasiswa UIM dapatdibatalkan status kemahasiswaannya apabila:

a. Tidak melakukan registrasi administrasi pada waktu yang telah ditentukan;

namun demikian, mahasiswa yang masih memilikihak cuti akan dinyatakan cuti akademik apabila yang bersangkutan mengajukan permohonan cuti dengan

menepati batas waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan ketentuan terkait izin berhenti sementara kuliah.

b. melakukan tindak pidana sesuai dengan putusan pengadilan;

c. terbukti melakukan pelanggaran akademik (seperti plagiarisme) yang telah ditetapkan dengan Keputusan Rektor berdasarkan rekomendasi wakil rektor bidang kemahasiswaan;

d. terbukti melakukan pelanggaran moral (seperti seks beb asa tau penggunaan narkoba) yang telah ditetapkan dengan Surat Keputusan Rektor berdasarkan rekomendasi wakil rektor bidang kemahasiswaan;

e. melanggar kaidah perilaku (ruleof conduct) mahasiswa yang berat sesuai dengan ketentuan yang berlaku

f. tidak berhasil mencapai prestasi akademik yang di persyaratkan; atau

g. Mahasiswa yang menyatakan mengundurkan diri atau dinyatakan drop out oleh Universitas hanya dapat mendaftar kembali ke program studi lain, dengan ketentuan bahwa semua mata kuliah yang telah diperolehnya tidak diakui.

8.2.2 Pembatalan Gelar Akademik

Gelar akademik lulusan UIM dapat dibatalkan apabila terbukti di kemudian hari lulusan melakukan pelanggaran akademik menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku, seperti tindak plagiarism dan pemalsuan nilai prestasi akademik.

BAB VIII PENUTUP

Keberhasilan implementasi Pedoman Penyelenggaraan program studi ini sangat bergantung pada pengetahuan, pemahaman, kesadaran, dan upaya yang sungguh-sungguh dari semuapihak dilingkungan UIM. Pedoman ini akan dijadikan sebagai acuan standar pendidikan dan dalam menjalankan program pendidikan di seluruh prodi yang ada dilingkungan UIM

Dokumen terkait