KETENTUAN UMUM KONTRAK
KETENTUAN UMUM KONTRAK DEFINISI & INTERPRETASI
G. 01 (1) Definisi
Apabila di dalam Ketentuan Umum Kontrak dan atau di dalam Dokumen Kontrak yang lain digunakan istilah-istilah dan atau singkatan-singkatan dan atau kata-kata seperti di bawah ini, maka maksud dan artinya harus ditafsirkan sebagai berikut:
1. Kontrak : Adalah perjanjian kontrak berikut lampirannya yang terdiri dari Penawaran, Ketentuan Khusus Kontrak dan Ketentuan Umum Kontrak, Spesifikasi Khusus dan Umum, gambar dan dokumen hasil pengadaan, serta dokumen lainnya yang ditetapkan dalam Dokumen Kontrak.
2. Pekerjaan Konstruksi : Adalah seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya, yang meliputi pekerjaan permanen dan pekerjaan sementara.
3. Dokumen Kontrak dan Peraturan/Ketentuan Yang Mengikat
: Adalah dokumen yang menjadi dasar pelaksanaan pekerjaan yang terdiri dari Adendum (bila ada), Surat Perjanjian, Surat Penawaran Ketentuan Khusus Kontrak Ketentuan Umum Kontrak, Spesifikasi Khusus, Spesifikasi Umum, Gambar-gambar, Dokumen lainnya (Jaminan-jaminan, Surat Penunjukan, Laporan Hasil Pengadaan) dan Berita Acara yang timbul selama periode kontrak.
4. Pengguna Jasa : Pengguna Jasa adalah Pejabat Perusahaan yang berwenang dalam proses persiapan dan pelaksanaan kontrak pengadaan barang/jasa mulai dari menandatangani Surat Penunjukan Pelaksana Pekerjaan, Surat Perintah Mulai Kerja, Kontrak, Berita Acara Serah Terima Lahan, Adendum Kontrak, Berita Acara Serah Terima Pemeliharaan dan Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan, dan bertanggung jawab atas pelaksanaan kontrak di lingkungan perusahaan.
5. Pemimpin proyek/Kepala satuan tugas (Kasatgas)
: Adalah orang yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa sebagai pihak yang mewakili
Pengguna Jasa dalam pelaksanaan Kontrak, yang berwenang dan bertanggungjawab untuk mengendalikan Pekerjaan dari segi Biaya, Mutu, Waktu, terpenuhi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), dan Tertib Administrasi. dalam Dokumen Kontrak dan Peraturan/
Ketentuan lain yang mengikat, dan bertanggung jawab terhadap hasil Pekerjaan yang dilaksanakannya.
7. Kepala Pelaksana/
General Superintendent
: Adalah orang yang ditunjuk oleh Penyedia Pekerjaan Konstruksi sebagai wakil Penyedia Pekerjaan Konstruksi dalam pelaksanaan Kontrak, yang berkewajiban melaksanakan Pekerjaan sesuai ketentuan dalam Dokumen Kontrak dan Peraturan/
Ketentuan lain yang mengikat, dan bertanggung jawab terhadap hasil Pekerjaan yang dilaksanakannya.
8. Konsultan Pengawas : Adalah Penyedia Jasa Konsultansi Konstruksi, yang berkewajiban melaksanakan Pengawasan Pekerjaan sesuai ketentuan dalam Dokumen Kontrak dan Peraturan/Ketentuan lain yang mengikat, dan bertanggung jawab terhadap hasil Pekerjaan yang dilaksanakannya.
9. Kepala Pengawas : Adalah Representatif Pemimpin proyek/Kasatgas, yang bertugas melakukan pengawasan terhadap pekerjaan Penyedia Pekerjaan Konstruksi dari segi biaya, mutu, waktu dan ketentuan serta kewajiban Penyedia Pekerjaan Konstruksi lainnya agar sesuai dengan ketentuan dalam Dokumen Kontrak.
10. Konsultan Perencana : Adalah Penyedia Jasa Perencana, yang berkewajiban melaksanakan Pekerjaan Desain untuk ruas dimaksud yang telah ditunjuk oleh Penyedia Jasa / PIHAK KEDUA.
11. Sub Penyedia Pekerjaan Konstruksi atau Pemasok Bahan/Material
: Adalah Penyedia Barang/Jasa Usaha Kecil/Koperasi Kecil yang memenuhi kriteria sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang yang berlaku tentang Usaha Kecil, atau Penyedia Barang/Jasa spesialis.
12. Panitia Serah Terima Pekerjaan
: Adalah Tim yang dibentuk oleh Pengguna Jasa untuk melaksanakan proses Serah Terima Sementara/Akhir Pekerjaan.
13. Spesifikasi : Adalah bagian dari Dokumen Kontrak yang terdiri dari Spesifikasi Umum dan Spesifikasi Khusus jika ada.
14. Gambar Rencana : Adalah Gambar-gambar hasil rencana teknik akhir/desain yang telah disetujui secara tertulis oleh Pemimpin proyek/Kasatgas serta gambar-gambar semacam lainnya yang disediakan atau disetujui secara tertulis oleh Pemimpin proyek/Kasatgas.
15. Gambar Kerja (Shop Drawing)
: Adalah gambar detil yang dibuat oleh Penyedia Pekerjaan Konstruksi berdasarkan gambar rencana untuk memudahkannya dalam melaksanakan pekerjaan yang disetujui secara tertulis oleh Konsultan Pengawas dan diketahui oleh Pemimpin proyek/Kasatgas.
16. Gambar Terlaksana (As Built Drawing)
: Adalah gambar yang selalu dibuat secara kumulatif berdasarkan hasil kemajuan bulanan pekerjaan nyata dan sudah harus menjadi gambar yang lengkap sebelum Serah Terima Sementara/Serah Terima Akhir. Gambar ini dibuat dan didasarkan pada hasil nyata yang terbangun di lapangan.
17. Disetujui : Adalah persetujuan secara tertulis dari persetujuan lisan sebelumnya, atau berarti persetujuan tertulis termasuk seperti yang disebutkan di atas.
18. Instruksi : Adalah perintah tertulis resmi, atau perintah tertulis tidak resmi yang selanjutnya ditegaskan secara resmi, yang dikeluarkan oleh Pemimpin proyek/Kasatgas atau Konsultan Pengawas kepada Penyedia
Jasa sesuai dengan Ketentuan Umum Kontrak yang meminta pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan Kontrak.
19. Perintah : Adalah perintah tertulis yang dikeluarkan oleh Pemimpin proyek/Kasatgas dan diterima oleh Penyedia Pekerjaan Konstruksi, yang mencakup instruksi-instruksi tambahan, variasi kuantitas atau perubahan terhadap pekerjaan.
20. Jenis Pembayaran : Adalah satuan pekerjaan yang dijabarkan secara khusus dimana Harga Satuan atau Upah ditetapkan dalam daftar Kuantitas dan Harga, sehingga pembayaran dilakukan kepada Penyedia Pekerjaan Konstruksi sesuai dengan jumlah satuan pekerjaan yang telah dikerjakan.
21. Harga Satuan : Adalah harga pasti dan tetap dari setiap jenis pembayaran yang dijabarkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga yang disampaikan oleh Penyedia Pekerjaan Konstruksi dalam Dokumen Penawaran Harga dengan Total Harga Penawaran bersifat mengikat.
22. Harga Satuan Timpang Adalah harga satuan penawaran di atas 110% dari harga satuan dalam Harga Perkiraan Sendiri dan dinyatakan dalam Berita Acara Harga Satuan Timpang yang ditandatangani oleh Panitia Pengadaan dan Penawar.
23. Pekerjaan Permanen : Adalah suatu bagian dari pekerjaan sebagaimana disyaratkan dalam Kontrak yang harus diselesaikan oleh Penyedia Pekerjaan Konstruksi dan diterima oleh Pengguna Jasa.
24. Pekerjaan Sementara : Adalah segala macam pekerjaan sementara yang dibutuhkan dilapangan untuk mendukung pelaksanaan, dan penyelesaian Pekerjaan Permanen.
25. Peralatan Kontruksi (Construction Plant)
: Adalah segala mesin-mesin, peralatan atau barang-barang yang diperlukan di dalam atau untuk pelaksanaan, penyelesaian atau pemeliharaan Pekerjaan atau Pekerjaan Sementara, tetapi tidak termasuk
didalamnya material lainnya yang akan dipergunakan untuk mewujudkan seluruh atau sebagian dari Pekerjaan Permanen.
26. Bahan : Adalah segala macam barang (kecuali instalasi mesin) yang dimaksudkan untuk membentuk atau merupakan bagian dari pekerjaan permanen, termasuk bahan pasokan yang harus dipasok oleh Penyedia Pekerjaan Konstruksi berdasarkan kontrak.
27. Produk : Adalah bahan, mesin, peralatan dan perlengkapan tetap yang merupakan bagian dari Pekerjaan Permanen tetapi tidak termasuk bahan, mesin dan perlengkapan yang digunakan untuk menyiapkan, mengangkut dan memasang Pekerjaan yang biasanya dimaksudkan sebagai Peralatan Konstruksi, Perlengkapan dan Bahan.
28. Lapangan : Adalah lahan dan tempat, pada, di bawah, di dalam atau di mana Pekerjaan akan dilaksanakan dan lahan atau tempat lain yang disediakan oleh Pengguna Jasa untuk tujuan Pekerjaan di dalam Kontrak bersama dengan tempat lain tersebut yang mungkin secara khusus ditunjukkan dalam Kontrak yang merupakan bagian dari lapangan.
29. Ruang Milik Jalan : Adalah sejalur tanah tertentu yang dibatasi dengan tanda batas ruang milik jalan, yang dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan keluasan keamanan penggunaan jalan dan diperuntukan bagi ruang manfaat jalan, pelebaran jalan, dan penambahan jalur lalu-lintas dimasa akan datang serta kebutuhan ruangan untuk pengamanan jalan.
30. Ketentuan Umum Kontrak (KUK)
: Adalah dokumen yang berisi syarat-syarat dan ketentuan administrasi kontrak dan administrasi pekerjaan yang sifatnya umum.
31. Ketentuan Khusus Kontrak (KKK)
: Adalah dokumen yang berisi syarat-syarat dan ketentuan administrasi kontrak dan administrasi pekerjaan yang sifatnya khusus, dokumen ini juga menjelaskan, menambah dan atau mengurangi/
menghilangkan dari apa yang telah disebutkan dalam dokumen Ketentuan Umum Kontrak.
32. Serah Terima Lokasi Kerja
: Adalah proses penyerahan lokasi pekerjaan, seluruhnya atau sebagian, dari Pengguna Jasa kepada Penyedia Pekerjaan Konstruksi yang dinyatakan dalam Berita Acara, yang dilakukan pada masa diantara penandatanganan kontrak dan terbitnya SPMK.
33. Tanggal Dasar : Adalah tanggal yang ditetapkan dalam kontrak untuk menetapkan Index Nol (Zero Index) yaitu pada tengah jangka waktu pelaksanaan konstruksi Kontrak Awal.
34. Tanggal
Penandatanganan Kontrak
: Adalah tanggal ditandatanganinya kontrak oleh Pengguna Jasa dan Penyedia Pekerjaan Konstruksi, sebagaimana disebutkan dalam Surat Perjanjian, dan merupakan dimulainya masa ikatan secara hukum antara Para Pihak yang menandatanganinya.
35. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK)
: Adalah pemberitahuan tertulis dari Pengguna Jasa kepada Penyedia Pekerjaan Konstruksi yang diantaranya berisi tanggal untuk memulai Pekerjaan.
36. Tanggal Mulai Pekerjaan : Adalah tanggal yang diyatakan oleh Pengguna Jasa dalam Surat Perintah Mulai Kerja, yang merupakan tanggal dimulainya Pelaksanaan Konstruksi.
37. Serah Terima Sementara (Provisional Hand Over)
: Adalah proses serah terima pekerjaan yang didahului dengan pemeriksaan hasil pekerjaan, atas prestasi Penyedia Pekerjaan Konstruksi dalam menyelesaikan pekerjaan konstruksi sesuai kontrak, pada akhir masa pelaksanaan konstruksi, yang dinyatakan dalam Berita Acara.
38. Serah Terima Akhir (Final Hand Over)
: Adalah proses serah terima pekerjaan yang didahului dengan pemeriksaan hasil pemeliharaan/performa (bila ada), atas prestasi Penyedia Pekerjaan Konstruksi dalam menyelesaikan pemeliharaan/
performanya (bila ada) sesuai kontrak,
pada akhir pelaksanaan pemeliharaan/
performanya (bila ada), yang dinyatakan dalam Berita Acara.
39. Kontrak Gabungan : Adalah bentuk imbalan untuk pekerjaan konstruksi yang merupakan gabungan antara lump sum dan harga satuan/harga konstruksi yang pembiayaannya dilakukan terlebih dahulu oleh Penyedia Pekerjaan Konstruksi.
41. Sertifikat Bulanan : Adalah dokumen yang disusun untuk mendukung keabsahan pembayaran atas hasil pekerjaan konstruksi yang dihasilkan oleh Penyedia Pekerjaan Konstruksi untuk setiap periode bulanan.
42. Termin : Adalah cara pembayaran atas hasil pekerjaan konstruksi yang dihasilkan oleh Penyedia Pekerjaan Konstruksi untuk setiap periode bertahap sebagaimana disepakati didalam kontrak.
43. Jaminan Pelaksanaan : Adalah jaminan yang disediakan oleh Penyedia Pekerjaan Konstruksi untuk pelaksanaan konstruksi, sebagai tanggungan untuk menjamin pelaksanaan pekerjaan konstruksi sesuai dengan kontrak.
44. Jaminan Uang Muka : Adalah jaminan yang disediakan oleh Penyedia Pekerjaan Konstruksi sebagai tanggungan untuk menjamin penerimaan pembayaran uang muka.
45. Jaminan Pemeliharaan : Adalah jaminan yang disediakan oleh Penyedia Pekerjaan Konstruksi sebagai tanggungan untuk menjamin hasil pemeliharan pekerjaan sesuai kontrak.
Sejumlah yang dipersyaratkan dalam kontrak yang diambil dari uang retensi.
46. Jaminan Performa : Adalah jaminan yang disediakan oleh Penyedia Pekerjaan Konstruksi pada masa performa sebagai tanggungan untuk
menjamin hasil pekerjaan yang memerlukan performa. Sejumlah yang dipersyaratkan dalam kontrak yang diambil dari uang retensi.
G.01 (2) Bentuk Tunggal dan Jamak
Kata yang bermakna tunggal juga bisa mempunyai arti jamak dan sebaliknya bila konteks kalimatnya menghendaki demikian.
G.01 (3) Judul atau Catatan
Judul atau Catatan dalam ketentuan Umum Kontrak ini tidak boleh dianggap menjadi bagian dari isinya atau digunakan untuk menafsirkan isi tersebut dalam Kontrak ini.
G.01 (4) Biaya
Kata “Biaya” harus dianggap meliputi biaya overhead baik di dalam atau di luar lapangan.
G.01 (5) Korespondensi
Dalam hal timbul kebutuhan untuk berkorespondensi antara Pengguna Jasa / Wakil Pengguna Jasa dengan Penyedia Pekerjaan Konstruksi / Wakil Penyedia Pekerjaan Konstruksi dapat diantar, dikirim atau disampaikan ke alamat penerima sebagaimana dinyatakan dalam Ketentuan Khusus Kontrak (KKK)
PEMIMPIN PROYEK/KASATGAS DAN KONSULTAN PENGAWAS