BAB II KAJIAN TEORETIK
C. Keterampilan Dasar Mengajar Guru
3. Keterampilan Menjelaskan
Berikut ini beberapa definisi menjelaskan menurut para ahli. Brown, G. menjelaskan adalah upaya memberikan pemahaman tentang suatu masalah kepada orang lain. Singh, Y.K. dan Sharma, M.S.A. menjelaskan adalah rangkaian pernyataan yang saling terkait yang dibuat oleh guru dalam rangka
meningkatkan pemahaman para siswa tentang ide-ide dan konsep. Menurut Barnawi dan M. Arifin (2015:133) keterampilan menjelaskan merupakan keterampilan membuat permasalahan menjadi lebih jelas.
Berdasarkan definisi yang dipaparkan oleh para ahli dapat disimpulakan bahwa menjelaskan adalah rangkaian pernyataan yang memberikan pemahaman ataupun pengertian kepada orang yang membutuhkan informasi sehingga informasi yang didapatkan tersebut lebih jelas.
b. Tujuan menjelaskan
Menjelaskan bukan membuat siswa menghafal materi yang disampaikan melaikan membantu siswa untuk mengerti apa yang sedang dipelajari. Menurut Marno & M. Idris 2009 dalam Barnawi dan M. Arifin (2015:134) mengemukakan tujuan penggunaan keterampilan menjelaskan dalam proses pembelajaran yaitu guna:
1) Membimbing pikiran siswa dalam memahami konsep, prinsip, dalil, dan hukum-hukum yang menjadi bahan pelajaran;
2) Memperkuat struktur kognitif yang berhubungan dengan bahan pelajaran;
4) Membantu memudahkan siswa dalam mengasimilasi dan mengakomodasi konsep;
5) Mengkomunikasikan ide dan gagasan kepada siswa; 6) Melatih siswa mandiri dalam mengambil keputusan;
7) Melatih siswa berpikir logis apabila penjelasan guru kurang sistematis.
Keterampilan menjelaskan selalu digunakan untuk memberikan pemahaman kepada orang lain dalam hal ini memberikan pemahaman kepada siswa. Dalam proses menjelaskan tentunya melibatkan guru, materi yang mau dijelaskan dan juga kepada siapa materi akan dijelaskan.
Penjelasan yang efektif harus direncanakan dengan baik dan disajikan dengan teknik-teknik yang tepat. Menurut Barnawi dan M. Arifin (2015:134) ada dua komponen yaitu: 1) Perencanaan
Perencanaan perlu di rencanakan dengan baik dengan memerhatikan isi materi dan kondisi siswa. Isi materi perlu dianalisis terlebih dahulu apakah ada istilah- istilah yang sulit dipahami atau tidak. Isi materi perlu diketahui dengan jelas mengenai hubungan di antara unsur-unsur, perbedaan, sifat saling menunjang dan sebab akibat. Isi materi perlu diketahui secara jelas apakah susunan materinya bersifaat induktif atau deduktif. Selain materi
perlu diperhatikan kondisi siswa baik dari aspek usia, dan juga tugas perkembangannya, jenis kelamin, kemampuan, kesiapan siswa, ketertarikan, latar belakang, sosial budaya, bakat, maupun lingkungan belajar siswa.
2) Penyajian penjelasan
Penyajian materi perlu disajikan dengan teknik yang tepat agar mudah dipahami. Guru dapat menjelaskan dengan cara mengembangkan: orientasi/pengarahan, bahasa yang sederhana, penggunaan contoh atau ilustrasi, pemberian tekanan pada bagian-bagian pokok, dan penerimaan umpan balik dari siswa.
Penjelasan yang baik ialah penjelasan yang berkesan atau bermakna bagi siswa, penjelasan yang bermakna dapat dilakukan apabila guru senantiasa memegang prinsip-prinsip menjelaskan materi. Prinsip-prinsip menjelaskan materi yang dimaksud sebagai berikut:
1. Penjelasan diberikan pada awal, tengah, atau akhir yang tergantung pada keperluan atau dapat juga diselingi dengan tanya jawab.
2. Penjelasan harus relevan dengan tujuan pembelajaran.
3. Penjelasan diberikan bila ada pertanyaan dari siswa atau direncanakan sebelumnya.
4. Penjelasan materinya harus bermakna bagi siswa 5. Penjelasan harus disesuaikan dengan latar belakang,
karakteristik dan kemampuan siswa. c. Jenis-jenis menjelaskan
Penjelasan dapat dikategorikan menjadi tiga jenis yaitu sebagai berikut:
a) Penjelasan interpretive adalah penjelasan yang bersifat memberikan klarifikasi, mencontohkan, atau menafsirkan arti dari suatu istilah. Penjelasan ini menjawab pertanyaan “apa...?”
b) Penjelasan Decriptive adalah penjelasan yang menjelaskan suatu proses atau struktur. Penjelasan ini menjawab pertanyaan “Bagaimana...?
c) Penjelasan reason giving adalah penjelasan yang menawarkan alasan atau penyebab terjadinya fenomena. Penjelasan ini menjawab pertanyaan “Mengapa...?”
Dalam menjelaskan terdapat lima tahap yang saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya. Kelima tahap tersebuat yaitu:
a) Pengkajian awal
Pengkajian awal merupakan kegiatan yang perlu dilakukan oleh seorang guru, dengan melakukan kajian awal guru dapat mengetahui apa yang peserta didik
butuhkan, sehingga apa yang disampaikan dapat menyentuh pada sasaran. Kajian awal kepada orang yang mendengarkan ataupun peserta didik meliputi empat aspek yaitu, apa yang belum siswa ketahui, apa yang sudah siswa ketahui, kemampuan siswa untuk memahami materi yang akan disampaikan guru; dan potensi dampak emosional dari materi yang akan disampaikan guru.
b) Perencanaan dan persiapan
Dalam merencanakan dan mempersiapkan penjelasan ada beberapa kegiatan yang saling berkaitan, dimana guru perlu menentukan tujuan baik tujuan kognitif, afektif maupun psikomotorik. Guru perlu mengidentifikasi materi yang mau disampaikan serta mengaitka antara isi materi dan tujuan.
Menurut Beagrie dalam Rasto (2015:59) guru perlu membuat “peta konsep” agar memberikan penjelasan yang baik dan terarah tahap demi tahap kepada siswa. Dengan ini guru perlu mengorganisasikan materi dengan menentukan (1) elemen kunci, (2) keterkaitan dari elemen- elemen kunci tersebut, (3) struktur penjelasan kepada siswa. Dan mengatur sumber daya yang meliputi sarana dan prasarana yang digunakan dalam proses menjelaskan materi pelajaran.
d. Efektivitas menjelaskan
Pada dasarnya penjelasan baik secara sederhana maupun secara kompleks hanya memiliki satu tujuan yaitu agar siswa dapat memahami apa yang ada dalam pelajaran ataupun
memahami apa yang disampaikan oleh guru. Dalam memberikan penjelasan guru perlu memenuhi kriteria-kriteria dari penjelasan itu sendiri sehingga siswa dapat memahami materi yang disampaikan. Beberapa kriteria yang perlu diperhatikan oleh guru dalam memberikan penjelasan kepada siswa menurut para ahli dikategorikan kedalam empat kelompok yaitu penjelasan yang terstruktur, jelas, ringkas, dan menarik.
Penjelasan yang terstruktur merupakan penjelasan yang memiliki struktur yang jelas baik dalam penataan materi yang sistematis maupun pada penyampaian materi yang sistematis pula. Dengan penjelasan tahap demi tahap dari hala-hal yang sederhana hingga sampai pada hal-hal yang kompleks sangat membantu siswa dalam memahami materi yang disampaikan.
Kriteria menjelaskan berkaitan dengan kejelasan, volume suara dari guru, serta artikuasi dan juga intonasi selama memberikan penjelasan. Dengan volume suara yang dapat didengar oleh siswa dan intonasi yang tidak monoton dapat menarik perhatian dan antusias siswa dalam mengikuti pelajaran. Dalam memberikan penjelasan perlu memperhatikan materi yang mau disampaikan. Jika materi yang mau disampaikan banyak, maka sebagai seorang guru perlu menjelaskan dengan secara ringkas sehingga tidak menimbulkan
kejenuhan atau kebosanan bagi siswa dalam mendengarkan materi yang disampaikan.