• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. KAJIAN PUSTAKA

5. Keterampilan motorik kasar anak

Perkembangan motorik kasar anak usia 5-7 tahun masuk pada tahap gerak dasar (fundamental movement phase). Pada tahap ini, anak-anak perlu menguasai keterampilan gerak dasar yang meliputi keterampilan lokomotor dan keterampilan manipulatif. Berikut penjelasan keterampilan gerak dasar yang perlu dikuasai anak:

a. Keterampilan lokomotor

Gallahue, dkk. (2012: 223) dan Gabbard (2014: 290-301) menyatakan keterampilan lokomotor meliputi berlari (running), melompat (horizontal jumping), berjengket (hopping), skipping, leaping, galloping, dan sliding. Keterampilan lokomotor yang dipilih dalam penelitian ini, yaitu keterampilan berlari dan melompat. Berikut ini penjelasan dari keterampilan berlari dan melompat.

1) Keterampilan berlari

Gallahue, dkk. (2012: 225) menyatakan bahwa berlari adalah gerak lokomotor yang melibatkan badan condong ke depan dengan kaki bergerak secara bergantian sebagai pijakan. Sumantri (2004: 75) menjabarkan bahwa gerakan berlari merupakan perkembangan dari gerakan berjalan. Gerakan dasar anggota tubuh pada saat berlari menyerupai gerakan berjalan. Perbedaannya terletak pada irama ayunan langkah pada lari lebih cepat dan saat-saat kedua kaki tidak menginjak tanah. Pada usia antara 5 sampai 6 tahun, keterampilan berlari pada umumnya sudah dikuasai oleh anak, sehingga mampu menggunakan keterampilan berlari itu secara efektif dalam aktivitas bermain.

Perkembangan keterampilan berlari menunjukkan 4 tahapan. Tahap 1 disebut juga dengan tahap permulaan atau initial stage. Keterampilan berlari pada tahap permulaan menunjukkan ciri-ciri, yaitu: (a) lengan diangkat, (b) langkah kaki melebar ke samping dan pendek dengan lutut diangkat tinggi, dan (c) kaki mendarat datar. Tahap 2 dan tahap 3 disebut juga tahap menuju mahir atau emerging stage. Keterampilan berlari pada tahap 2 menunjukkan ciri-ciri, yaitu: (a) lengan diangkat setinggi pinggang dan (b) badan tetap tegak. Tahap belari pada tahap 3 menunjukkan ciri-ciri, yaitu (a) gerakan tangan dan kaki bergerak berlawanan dan (b) lengan lurus (Gallahue, dkk., 2012: 224-226)

Keterampilan berlari anak usia 5 sampai 7 tahun (kelompok B) berada pada tahap 4. Tahap 4 pada keterampilan berlari merupakan tahap

mahir. Gallahue, dkk. (2012: 224-227) menyatakan bahwa keterampilan berlari tahap 4 dapat dikuasai anak laki-laki sekitar usia 4 tahun dan anak perempuan sekitar usia 5 tahun. Keterampilan berlari pada tahap 4 menunjukkan ciri-ciri, yaitu: (a) kaki mendarat pada jari kaki atau tumit, (b) tangan dan kaki bergerak berlawanan, (c) siku ditekuk, dan (d) badan mulai condong ke depan sekitar 10o saat berlari untuk menambah kekuatan dan kecepatan.

Tahap 1

Tahap 2

Tahap 3

Tahap 4

Gambar 1. Tahapan keterampilan berlari menurut Gallahue, dkk. (2012: 226-227) 2) Keterampilan melompat (horizontal jumping)

Melompat adalah suatu gerak lokomotor yang melayang dan mendarat menggunakan kedua kaki secara bersamaan. Melompat

merupakan keterampilan yang memerlukan kekuatan otot, koordinasi berbagai anggota tubuh, dan keseimbangan dinamis. Ada tiga fase melompat, yakni fase persiapan dimana posisi tubuh bersiap untuk melompat; fase produksi kekuatan dimana tubuh menghasilkan kekuatan yang diperlukan untuk melayang; dan fase penyelesaian dimana tubuh mendarat dan mengurangi kekuatan (Gallahue, dkk., 2012: 233).

Perkembangan keterampilan melompat memiliki 4 tahapan. Tahap 1 pada keterampilan melompat disebut juga dengan tahap permulaan atau

initial stage. Keterampilan melompat pada tahap 1 menunjukkan ciri-ciri, yaitu: (a) cenderung melompat secara vertikal daripada horisontal, (b) lengan diayunkan ke belakang saat mendarat untuk mengerem, dan (c) kaki tidak diluruskan saat melompat. Tahap 2 dan tahap 3 disebut juga tahap menuju mahir atau emerging stage. Keterampilan melompat pada tahap 2 menunjukkan ciri yakni lengan diayunkan seperti sayap (Gallahue, dkk., 2012: 224).

Keterampilan melompat anak usia 5 sampai 7 (kelompok B) tahun berada pada tahap 3. Gallahue, dkk. (2012: 234) menyatakan bahwa keterampilan melompat tahap 3 dapat dikuasai anak laki-laki dan anak perempuan sekitar usia 6 tahun. Pada tahap 3, anak melompat dengan ciri-ciri meliputi: (a) lengan diayunkan ke depan dengan siku berada di depan badan, (b) lengan ditarik setinggi kepala, dan (c) kaki lurus saat melompat. Keterampilan melompat tahap 4 disebut dengan tahap mahir (proficient

stage). Tahap ini memiliki ciri-ciri, yakni: (a) mengayunkan tangan sampai di atas kepala dan (b) tangan dan kaki lurus saat melompat.

Tahap 1

Tahap 2

Tahap 3

Tahap 4

Gambar 2. Tahapan keterampilan melompat menurut Gallahue, dkk. (2012: 235) b. Keterampilan manipulatif

Gabbard (2014: 302-320) menyatakan keterampilan manipulatif meliputi melempar (catching), melempar (throwing), menendang (kicking), memukul (striking), memantul (dribbling), dan climbing. Gallahue, dkk. (2012: 191) menyatakan bahwa keterampilan manipulatif meliputi menangkap (catching), melempar (throwing), menendang (kicking), punting, dan memukul (striking). Keterampilan manipulatif yang dipilih dalam

penelitian ini, yaitu keterampilan melempar dan menangkap. Berikut ini penjelasan beberapa keterampilan melempar dan menangkap.

1) Keterampilan melempar

Gallahue, dkk (2012: 191-192) menyatakan bahwa melempar adalah gerak manipulatif kompleks yang melibatkan interaksi dari koordinasi berbagai bagian tubuh untuk mentransfer kekuatan pada bola. Sumantri (2004: 87) berpendapat bahwa melempar adalah gerakan mengarahkan satu benda yang dipegang dengan cara mengayunkan tangan ke arah tertentu. Gerakan ini dilakukan dengan menggunakan kekuatan tangan dan lengan serta memerlukan koordinasi beberapa unsur gerakan pada bahu, togok, dan kaki. Kemampuan melakukan gerakan melempar akan terus berkembang dan pada usia 6-6,5 tahun bentuk gerakan sudah baik.

Perkembangan keterampilan melempar memiliki 5 tahapan. Tahap 1 pada keterampilan melempar disebut juga dengan tahap permulaan atau initial stage. Tahap 1 ditujukkan pada anak usia 2-3 tahun. Keterampilan melempar pada tahap 1 menunjukkan ciri-ciri, yaitu: (a) tangan mengayunkan bola secara vertikal, (b) kaki tidak bergerak, dan (c) badan tidak berputar. Tahap 2 sampai tahap 4 disebut dengan tahap menuju mahir (emerging stage). Keterampilan melempar tahap 2 menunjukkan ciri-ciri, yakni: (a) tangan mengayunkan bola secara horisontal, (b) melempar seperti ketapel, serta (c) pinggul, badan, dan bahu berputar (Gallahue, dkk., 2012: 192-193).

Pada tahap 3, gerakan melempar anak masih ipsilateral, yakni badan bertumpu pada kaki dan tangan dengan sisi yang sama. Keterampilan melempar anak usia 5 sampai 7 tahun (kelompok B) berada pada tahap 4. Keterampilan melempar tahap 4 dapat dikuasai anak laki-laki dan anak perempuan sekitar 6,5 tahun. Pada tahap 4, gerakan melempar sudah berubah menjadi kontralateral, yaitu melangkahkan kaki yang berlawanan dengan tangan untuk melempar. Keterampilan melempar tahap 5 disebut dengan tahap mahir (proficient stage). Ciri-ciri tahap ini meliputi: (a) mengayunkan tangan seperti busur, dan (b) gerakan melempar kontralateral (Gallahue, dkk., 2012: 192-193).

Tahap 1

Tahap 2

Tahap 3

Tahap 4

Tahap 5

2) Keterampilan menangkap

Gallahue, dkk. (2012: 203) menyatakan menangkap adalah gerak manipulatif yang bertujuan untuk mempertahankan kepemilikan terhadap suatu objek. Sumantri (2004: 89) memaparkan bahwa keterampilan menangkap berkembang sejalan dengan kemampuan anak untuk menaksir kecepatan dan jarak benda yang akan ditangkap serta ketepatan reaksi gerak tangan. Anak semakin mampu bergerak menyesuaikan posisi tubuh dan tangannya sesuai dengan benda yang akan ditangkap. Pada usia 5 sampai 6 tahun, gerakan menangkap semakin baik tetapi untuk menguasai gerak ini dengan baik baru dicapai usia lebih kurang 6 tahun.

Perkembangan keterampilan menangkap memiliki 5 tahapan. Pada tahap 1 sampai 3, menangkap menggunakan bola besar. Pada tahap 4 dan 5, menangkap menggunakan bola kecil. Keterampilan menangkap tahap 1 disebut juga dengan tahap permulaan atau initial stage. Keterampilan menangkap tahap 1 memiliki ciri-ciri, yaitu: (a) gerakan tangan yang tertunda, (b) tangan lurus di depan badan lalu gerakan menggayung bola ke dada, (c) kaki tidak bergerak (Gallahue, dkk., 2012: 192).

Tahap 2 sampai tahap 4 disebut dengan tahap menuju mahir atau

emerging stage. Ciri-ciri keterampilan menangkap pada tahap 2, yaitu: (a) tangan melingkari bola, (b) bola dipeluk di dada, dan (c) kaki tidak bergerak atau kaki bergerak satu langkah. Ciri-ciri menangkap tahap 3,

yakni: (a) tangan menangkap dari bawah bola dan (b) kaki bergerak satu langkah untuk mendekati bola (Gallahue, dkk., 2012: 192).

Keterampilan menangkap anak usia 5 sampai 7 tahun (kelompok B) berada pada tahap 4. Keterampilan menangkap tahap 4 dapat dikuasai anak laki-laki sekitar usia 6 tahun dan anak perempuan sekitar 5 tahun. Pada tahap 4, anak dapat menangkap bola dengan kedua tangan saja apabila lemparan bola diarahkan pada badan anak (antara bahu sampai pinggang). Anak kemungkinan tidak bisa menangkap bola apabila lemparan bola diarahkan di luar badan anak. Selain itu, saat menangkap, reaksi gerakan kaki anak hanya diam saja atau terbatas satu langkah saja (Gallahue, dkk., 2012: 205).

Keterampilan menangkap tahap 5 disebut dengan tahap mahir atau proficient stage. Anak dapat menguasai keterampilan menangkap tahap 5 pada usia 76 bulan untuk perempuan dan 82 bulan untuk laki-laki. Ciri-ciri menangkap tahap 5, yakni: (a) dapat menggerakkan seluruh badannya untuk menangkap bola dan (b) menangkap bola dengan kedua tangan saja (Gallahue, dkk., 2012: 205).

Tahap 1

Tahap 2

Tahap 3

Tahap 4

Tahap 5

Gambar 4. Tahapan keterampilan menangkap menurut Gallahue, dkk. (2012: 205-206)

Dari penjabaran di atas dapat disimpulkan bahwa keterampilan lokomotor yang dimaksud pada penelitian ini meliputi berlari dan melompat. Keterampilan manipulatif yang dimaksud pada penelitian ini meliputi melempar dan menangkap.

Dokumen terkait