METODOLOGI PENELITIAN
E. Keterbatasan Peneliti
Dalam penelitian ini, peneliti mengalami keterbatasan dalam penelitian seperti:
1. Penelitian ini hanya ditunjuk pada pelajaran Fiqih pada pokok bahasan hukum Islam tentang makanan dan minuman, sehingga belum bisa digeneralisir pada pokok bahasan lain.
2. Kondisi siswa sempat bingung dengan proses pembelajaran menggunakan metode Advokasi, karena siswa belum terbiasa dengan pembelajaran seperti itu.
3. Alokasi waktu yang kurang sehingga diperlukan kesiapan dan pengaturan kelas yang baik.
4. Kontrol terhadap subjek penelitian hanya meliputi variable, metode pembelajaran, dan hasil belajar siswa.
66
A. Kesimpulan
Dari hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Fikih dengan metode Advokasi yang dalam pelakasanaanya identik dengan metode debat, penggunaan media debat sebagai media pembelajaran, media gambar dan pemetaan kursi duduk siswa mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII MTs Al-Huda Bekasi Timur. Melalui metode advokasi dengan langkah dasar pelaksanaan debat yaitu: menganalisis karakteristik siswa dan tujuan pembelajaran di awal proses akan memudahkan peneliti untuk memilih suatu topik debat berdasarkan pertimbangan dari aspek kebermaknaannya, tingkatan siswa, relevansinya dengan kurikulum, dan minat para siswa. Dalam implementasi metode advokasi, penggunaan media debat dan penggunaan media visual pada siswa dapat dengan mudah memahami materi tentang arti keputusan bersama yang berdampak pada hasil belajar yang meningkat, selain itu dapat menarik perhatian siswa sehingga membuat pembelajaran lebih efektif, efisien, dan menarik. Siswa terlihat lebih aktif, lebih berani untuk tampil didepan kelas, menjadikan siswa lebih terampil, kreatif dan mudah untuk memecahkan masalah dari suatu topik permasalahan. Dengan pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan, siswa juga mampu mengerjakan soal dengan tepat, cermat, dan tepat. Siswa juga dapat menunjukkan motivasi belajar yang tinggi, serta adanya rasa senang, kegairahan, dan ketertarikan dalam belajar Fikih lebih antusias.
Kelebihan dari metode advokasi ini diantaranya siswa lebih aktif dan kreatif dalam menyampaikan pendapat dan dalam mempertahankan pendapat tersebut, lebih terlihat kerja sama tim dan kekompakan yang baik dari masing-masing klompok, membiasakan siswa berbicara di depan orang banyak.
Adapun kekurangan dari metode advokasi tersebut diantaranya tidak semua materi pelajaran bisa dipakai dengan menggunakan metode advokasi, harus bisa memilih topic yang bisa diperdebatkan, tidak semua siswa bisa aktif untuk
mengungkapkan pendapat, tidak semua siswa mau ikut serta, memakan waktu untuk membereskan kursi dan meja sehingga waktu pelajaran menjadi berkurang karna terpakai untuk itu
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di kelas VIII-I MTs Al-Huda Bekasi Timur, bahwa metode pembelajaran Advokasi dapat meningkat hasil belajar fiqih siswa. Hasil belajar fiqih siswa meningkat setelah diterapkannya metode pembelajaran Advokasi, hal ini dapat dilihat dari nilai hasil belajar pada postest siklus I dan siklus II. Pada siklus I hasil belajar siswa mamperoleh rata-rata mencapai 72,9 dan pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 82,6.
Dengan demikian secara statistik terjadi peningkatan yang signifikan pada prosentase hasil belajar siswa sebelum dilakukan tindakan dengan sesudah dilakukan tindakan tindakan baik pada siklus I dan siklus II.
Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode Advokasi dapat meningkatkan hasil belajar Fikih pada siswa kelas VIII-I MTs Al-Huda Bekasi Timur.
B. Implikasi
Penelitian ini telah menunjukkan bahwa pembelajaran aktif dengan menggunakan metode Advokasi berpengaruh dalam meningkatkan hasil pembelajaran siswa MTs Al-Huda Bekasi Timur khususnya pada mata pelajaran fiqih. Dengan demikian penggunakan metode pembelajaran yang relevan dengan mata pelajaran yang diberikan kepada siswa menjadi salah satu komponen utama untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Penerapan metode Advokasi pada proses pembelajaran dapat dijadikan salah satu solusi untuk mengurangi permasalahan siswa dalam memahami dan mengingat mata pelajaran Fiqih yang selama ini mereka anggap membosankan, hal ini juga dapat dimungkinkan untuk diterapkan dalam mata pelajaran lain di MTs Al-Huda Bekasi Timur dan sekolah lainnya.
Hasil penelitian ini memberikan beberapa implikasi, antara lain: (a) Metode sangat berpengaruh besar dalam pengajaran, dengan metode hasil belajar
bisa baik atau bahkan sebaliknya, sering kita jumpai seorang guru menguasai materi tetapi gagal dalam memberikan pembelajaran kepada siswa karena ia tidak menggunakan metode yang tepat untuk memberikan pemahaman kepada siswa; (b) Pembelajaran Fiqih akan lebih menyenangkan jika siswa melibatkan diri sepenuhnya untuk menggali kreatifitas mereka dalam berbicara dan menganalisis suatu maslah ketika belajar dengan menggunakan metode Advokasi; (c) dibutuhkan pelatihan untuk menciptakan inovasi-inovasi baru dalam menerapkan metode pembelajaran agar memudahkan dan memotivasi guru-guru guna mengimplementasikan metode pembelajaran yang sesuai di kelas.
C. Saran
Berdasarkan tindak lanjut dari penelitian ini maka penulis memberikan beberapa saran, diantaranya sebagai berikut:
1.
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi refleksi bagi para pendidik untuk dapat menemukan, menerapkan model, strategi, maupun metode pembelajaran yang tepat untuk dapat diterapkan dalam proses pembelajaran dan dapat menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan di kelas.2.
Guru yang akan menggunakan pendekatan pembelajaran dengan menerapkanmetode Advokasi sebaiknya memberi pemahaman mengenai cara kerja metode Advokasi kepada siswa terlebih dahulu supaya mereka dapat menciptakan kreatifitas belajar dan memperoleh penguasaan materi secara mudah serta menyenangkan.
3.
Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, maka disarankan ada penelitian lanjut yang meneliti tentang pembelajaran dengan menggunakan metode Advokasi pada pokok bahasan lain atau bahkan subjek yang berbeda.69
A.T, Rusyan. Meningkatkan Mutu Kegiatan dalam proses Belajar Mengajar di Sekolah Dasar, Jakarta: PT. Kartanegara, Cetakan 2, 1999.
Sofyan, Ahmad. dkk. Evaluasai Pembelajaran Ipa Berbasis Kompetensi. Jakarta: UIN Jakarta Press. Cetakan ke-1. 2006.
Arikunto, Suharsimi. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi revisi), Jakarta: Bumi Aksara. Cetakan Ke-9. 2009
Chatib, Munif. Gurunya Manusia: Menjadikan Semua Anak Istimewa dan Semua Anak Juara, Bandung: Kaifa, cetakan ke-12, 2013.
Dalyono, M. Psikologi Pendidikan, Jakarta: PT. Rineka Cipta, cetakan ke-3, 2005. Dananjaya, Utomo. Media Pembelajaran Aktif, Bandung: PT Penerbit Nuansa,
cetakan ke-1. 2010
Daradjat, Zakiah. Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, Jakarta: Bumi Aksara, 1995.
Departemen Pendidikan Nasional, UU Sikdiknas No. 20 : Tahun 2003, Jakarta: Pusat Data dan Informasi Pendidikan Balitbang Depdiknas, 2006.
Fathurrohman, Pupuh dan Sobry Sutikno, Strategi Belajar Mengajar, Bandung: PT Refika Aditama, Cetakan ke-3, 2009.
Hamalik, Oemar. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara, 2011.
Indrawati dan Wanwan Setiawan, Pembelajaran Aktif , Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan Untuk Guru SD. Bandung: PPPPTK IPA. 2009.
Irwanto, Dkk, Psikologi Umum. Jakarta: PT Prenhallino, 2002.
Iskandar. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Gaung Persada Press, 2011.
Jihad, Asep dan Abdul Haris. Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo, 2010.
Khon, Abdul Majid. Hadis Tarbawi Hadis-Hadis Pendidikan, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2012.
Kunandar. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta : PT Rajawali Pers, 2010.
Kusuma, Wijaya dan Dedi Dwitagama, Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT. Indeks, 2009.
Majid, Abdul. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosda karya, Cetakan ke-7, 2011.
Narbuko, Cholid dan Abu Achmadi. Metodologi Penelitian, Jakarta: Bumi Aksara, 2004
Peraturan Menteri Agama RI No. 02 Tahun 2008 tentang Standar Kelulusan dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah. Jakarta: Media Pustama Mandiri. Cetakan I, 2009.
Purwanto. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009.
Sanjaya, Wina. Pembelajran Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi, Jakarta: Prenada Media Group, Cet. 3, 2008
Silberman, Melvin L. Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung : Nusamedia, 2011
Sundayana, Rostina. Statistika Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta, 2014 Suralaya, Fadhilah. Psikologi Pendidikan dalam Perspektif Islam, Ciputat: UIN
Jakarta Press. Cetakan 1. 2005
Syah, Muhibbin. Psikologi Belajar. Jakarta: Logos wacana ilmu, 2001
... Psikologi Pendidikan: Dengan pendekatan Baru, Bandung: PT.Remaja Rosda Karya, cetakan ke-17, 2011
Uno, Hamzah B. Perencanaan Pembelajaran, Jakarta: Bumi Aksara, 2011.
Zurinal dan Wahdi Sayuti. Ilmu Pendidikan Pengantar & Dasar-dasar Pelaksanaan Pendidikan. Jakarta : UIN Press, 2006.
Lampiran 1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN