• Tidak ada hasil yang ditemukan

F. Manfaat Penelitian

3. Mata Pelajaran Fiqih di MTs

a. Pengertian Bidang Studi Fiqih MTs

Pada tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs), mata pelajaran fiqih merupakan salah satu bagian dari mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang diarahkan untuk menyiapkan peserta didik agar mereka bisa mengenal. memahami dan mengamalkan syariat Islam yang kemudian menjadi dasar pandangan hidupnya dalam bermasyarakat. Fiqih menurut Zakiah Daradjat ialah “Ilmu yang menerangkan hukum-hukum syariat Islam yang diambil dari dalil-dalilnya yang terperinci”.40

Di dalam ilmu fiqih ini ada sistem norma yang gunanya adalah untuk mengatur kehidupan manusia, yakni kehidupan yang

39

Hamalik, Op.Cit, h.231

40

Zakiah Daradjat, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1995), h. 78.

hubungannya antara manusia dengan Allah, dan antara sesama manusia dengan makhluk lainnya. Di mana hal tersebut bersumber dari Al-Qur’an dan hadits. Sedangkan mata pelajaran fiqih dalam kurikulum Madrasah Tsanawiyah merupakan bimbingan untuk mengetahui ketentuan-ketentuan syariat Islam. Pembelajaran fikih diarahkan untuk mengantarkan peserta didik dapat memahami pokok-pokok hukum Islam dan tata cara pelaksanaannya untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menjadi muslim yang selalu taat menjalankan syariat Islam secara kaaffah (sempurna).41

b. Tujuan Pembelajaran Studi Fiqih di MTs

Berdasarkan Peraturan Menteri Agama RI No. 02 Tahun 2008 tentang Standar Kelulusan dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah, mata pelajaran fiqih di Madrasah Tsanawiyah bertujuan untuk:

1) Mengetahui dan memahami pokok-pokok hukum Islam dalam mengatur ketentuan dan tata cara menjalankan hubungan manusia dengan Allah yang diatur dalam fiqih ibadah dan hubungan manusia dengan sesama yang diatur dalam fiqih mu’amalah.

2) Melaksanakan dan mengamalkan ketentuan hukum Islam dengan benar dalam melaksanakan ibadah kepada Allah dan ibadah sosial. Pengalaman tersebut diharapkan menumbuhkan ketaatan menjalankan hukum Islam, disiplin dan tanggung jawab sosial yang tinggi dalam kehidupan pribadi maupun sosial.42

c. Ruang Lingkup Mata Pelajaran Fiqih di MTs

Berdasarkan Peraturan Menteri Agama RI No. 02 Tahun 2008 tentang Standar Kelulusan dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah, ruang lingkup mata pelajaran fiqih di Madrasah Tsanawiyah meliputi ketentuan pengaturan hukum Islam dalam menjaga keserasian, keselarasan, dan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah SWT dan hubungan manusia dengan sesama manusia. Adapun ruang lingkup mata pelajaran Fikih di Madrasah Tsanawiyah meliputi :

41

Peraturan Menteri Agama RI No. 02 Tahun 2008 tentang Standar Kelulusan dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah, (Jakarta: Media Pustama Mandiri, 2009), Cet. I, h. 45.

42

1) Aspek fikih ibadah meliputi: ketentuan dan tatacara taharah, salat fardu, salat sunnah, dan salat dalam keadaan darurat, sujud, azan dan iqamah, berzikir dan berdoa setelah salat, puasa, zakat, haji dan umrah, kurban dan akikah, makanan, perawatan jenazah, dan ziarah kubur.

2) Aspek fikih muamalah meliputi: ketentuan dan hukum jual beli, qirad, riba, pinjam-meminjam, utang piutang, gadai, dan borg serta upah.43

d. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

Adapun Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran Fiqih di kelas VIII (MTs) meliputi :

1) Semester 1

Tabel 2.1

SK-KD Kelas VIII Semester 1 Tingkat Madrasah Tsanawiyah STANDAR

KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR

1. Melaksanakan tata cara sujud di luar salat

1.1 Menjelaskan ketentuan sujud syukur dan tilawah

1.2 Mempraktikkan sujud syukur dan tilawah

2.Melaksanakan tata cara puasa

2.1 Menjelaskan ketentuan puasa 2.2 Menjelaskan macam-macam puasa 3.Melaksanakan tata cara

zakat

3.1 Menjelaskan ketentuan zakat fitrah dan zakat maal

3.2 Menjelaskan orang yang berhak menerima zakat

3.3 Mempraktikkan pelaksanaan zakat fitrah dan maal

2) Semester 2

Tabel 2.2

SK-KD Kelas VIII Semester 2 Tingkat Madrasah Tsanawiyah STANDAR

KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR

1.Memahami ketentuan pengeluaran harta di luar

1.1Menjelaskan ketentuan-ketentuan shadaqah, hibah dan hadiah

43

Peraturan Menteri Agama RI No. 02 Tahun 2008 tentang Standar Kelulusan dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah, (Jakarta: Media Pustama Mandiri, 2009), Cet. I, h. 91

STANDAR

KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR

zakat 1.2Mempraktikkan sedekah, hibah dan hadiah

2.Memahami hukum Islam tentang haji dan umrah

2.1Menjelaskan ketentuan ibadah haji dan umrah

2.2Menjelaskan macam-macam haji 2.3Mempraktikkan tatacara ibadah haji

dan umrah 3.Memahami hukum Islam

tentang makanan dan minuman

3.1Menjelaskan jenis-jenis makanan dan minuman halal

3.2Menjelaskan manfaat mengkonsumsi makanan dan minuman halal

3.3Menjelaskan jenis-jenis makanan dan minuman haram

3.4Menjelaskan bahaya mengkonsumsi makanan dan minuman haram 3.5Menjelaskan jenis-jenis binatang

yang halal dan haram dimakan B. Hasil Penelitian yang Relevan

Berikut ini adalah hasil kajian (review) dari laporan hasil-hasil penelitian sebelumnya yang sesuai dengan masalah atau tema pokok yang peneliti ajukan. 1. Keefektifan Metode Debat Aktif dalam Pembelajaran Diskusi pada Siswa

Kelas X SMA Negeri 1 Kotawinangun oleh Nurchabibah, (2012)

Dari hasil uji statistik dapat diperoleh nilai uji-t dan uji scheffe. Hasil penghitungan uji-t menunjukkan bahwa skor t hitung lebih besar dari t tabel (th : 2,006 > tt : 1,994) pada taraf signifikansi 5% dan db 78 dengan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,048 pada taraf signifikansi 5%. Hasil penghitungan uji scheffe menunjukkan F hitung lebih besar daripada skor F tabel (Fh : 4,025 > Ft :3, 96) dengan db 78 dan pada taraf signifikansi 5%. Hal ini menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan yang signifikan antara keterampilan diskusi siswa yang mendapat pembelajaran diskusi dengan menggunakan metode debat aktif dengan siswa yang mendapat pembelajaran diskusi tanpa menggunakan metode debat aktif, dan (2)

pembelajaran diskusi dengan menggunakan metode debat aktif lebih efektif daripada pembelajaran diskusi tanpa menggunakan metode debat aktif. 44

2. Metode Diskusi Debat Teknik Itemized Response untuk Meningkatkan Hasil Belajar PKN Siswa Kelas X UPW SMK PGRI 1 Singaraja oleh Ni Nyoman Juliani (2013).

Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan nilai rata-rata hasil belajar PKn siswa dari 66,3 dengan ketuntasan belajar secara klasikal 68% pada siklus I menjadi sebesar 76,4 dengan ketuntasan belajar secara klasikal 91,8% pada siklus II. Kendala yang dihadapi dalam penerapan metode pembelajaran ini yaitu sulitnya memilih materi yang didebatkan, kreatifitas siswa dalam memecahkan masalah pro kontra, jumlah siswa dalam penerapan teknik itemized response.

Solusi yang dilakukan dalam meminimalisir kendala-kendala yang dihadapi adalah menyiapkan diri dengan baik sebelum mengikuti pelajaran,hanya siswa yang belum aktif diberikan perlakuan teknik itemized response45.

Kesimpulan pada penelitian ini adalah bahwa metode debat dapat lebih efektif dan menjadikan siswa lebih aktif, kritis dan kreatif. Maka dari itu penulis ingin mencoba menggunakan metode advokasi yang mana hampir sama atau sering di identikan dengan metode debat, yang membedakan hanyalah metode advokasi lebih menekankan kepada kerja sehingga metode advokasi diharapkan bisa menjadi nilai lebihnya dan bisa menjadi penyempurna dari metode debat tersebut.

Dokumen terkait