HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
E. Keterbatasan Penelitian
Dari berbagai upaya yang dilakukan masih terdapat beberapa hal yang belum dapat dicapai dikarenakan beberapa hal sebagai berikut:
1. Penelitian ini hanya dilaksanakan pada pokok bahasan garis dan sudut, sehingga belum bisa digeneralisasikan pada pokok bahasan lain.
2. Model pembelajaran yang digunakan siswa masih kurang beragam, hanya terbatas pada model pembelajaran generatif.
66
3. Penelitian dilakukan hanya 8x pertemuan, sehingga pengaruh pembelajaran matematika dengan model pembelajaran generatif terhadap kemampuan komunikasi matematik siswa menjadi kurang maksimal
4. Pengontrolan variabel dalam penelitian ini hanya mengukur aspek kemampuan komunikasi matematik siswa, sedangkan aspek lain tidak dikontrol.
67
A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pembelajaran matematika dengan model pembelajaran generatif terhadap kemampuan komunikasi matematik siswa di SMP Madani Depok diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Pencapaian nilai rata-rata indikator kemampuan komunikasi matematika siswa yang proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran generatif dari yang paling tinggi adalah 1) kemampuan menyatakan ide secara tertulis dalam memberikan jawaban permasalahan matematik, 2) kemampuan memodelkan permasalahan matematik secara benar kemudian melakukan
perhitungan untuk mendapatkan solusi secara lengkap dan benar, 3) kemampuan menyatakan ide matematik dalam bentuk gambar.
2. Pencapaian nilai rata-rata indikator kemampuan komunikasi matematik siswa yang proses pembelajarannya menggunakan pembelajaran konvensional dari yang paling tinggi adalah 1) kemampuan menyatakan ide matematik dalam bentuk gambar, 2) kemampuan menyatakan ide secara tertulis dalam memberikan jawaban permasalahan matematik, 3) kemampuan memodelkan permasalahan matematik secara benar kemudian melakukan perhitungan untuk mendapatkan solusi secara lengkap dan benar.
3. Kemampuan komunikasi matematik siswa yang proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran generatif lebih baik daripada siswa yang proses pembelajarannya menggunakan pembelajaran konvensional. Nilai rata-rata pada setiap indikator kemampuan komunikasi matematik kelas eksperimen selalu lebih tinggi dibanding kelas kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran generatif berpengaruh positif terhadap kemampuan komunikasi matematik siswa.
68
B. SARAN
Terdapat beberapa saran penulis terkait penelitian ini, diantaranya: 1) Berdasarkan hasil penelitian bahwa pembelajaran matematika dengan model
pembelajaran generatif mampu meningkatkan kemampuan komunikasi matematik siswa, sehingga model pembelajaran tersebut dapat menjadi salah satu alternatif dalam pembelajaran matematika.
2) LKS sebagai bahan ajar yang digunakan dalam penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber informasi mengenai perkembangan kemampuan komunikasi matematik siswa untuk meningkatkan pemahaman terhadap konsep yang dipelajari. Guru dapat membuat Lembar Kerja Siswa yang lebih menarik dan konstruktif dalam berbagai pokok bahasan matematika lain.
3) Penelitian terhadap model pembelajaran generatif ini direkomendasikan untuk dilanjutkan dengan aspek penelitian yang lain pada kajian yang lebih luas, misalnya pada materi, subjek, atau kemampuan matematik yang ditelitinya.
69
pascasarjana UPI Bandung, Bandung, 2011, h. 57, tidak dipublikasikan Arikunto, Suharsimi. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara,
2006
Astuti, Reni. “Kemampuan Komunikasi Matematik dan Kemandirian Belajar
Matematika antara Siswa yang Belajar Menggunakan Model Reciprocal Teaching dengan Pendekatan Metakognitif dan Siswa yang Belajar
Menggunakan Pembelajaran Biasa”. Disertasi pada Sekolah Pascasarjana UPI Bandung: 2009, tidak dipublikasikan
Balitbang. “TIMSS (Trends In International Mathematics And Science
Study”), Tersedia di: http://litbang.kemdikbud.go.id/detail.php?id=214.
Diakses: 25 juni 2012 pkl 19.45
Bistari BsY, Pengembangan Kemandirian Belajar Berbasis Nilai Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematik, Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 1. Januari 2010:11-23, h. 14
Diane, Ronis. 2009. Pengajaran Matematika sesuai Cara Kerja Otak. Jakarta. Macanan Jaya Cemerlang hal 118
Diba, Farah dkk, “Pengembangan Materi Bilangan Berdasarkan Pendidikan matematika Realistik Untuk Siswa Kelas V sekolah Dasar”, Jurnal Pendidikan Matematika Volume 3, No. 1 Januari 2009, h. 34. (tersedia pada: http://eprints.unsri.ac.id/788/1/4_GANJIL_FARAH_DIBA.pdf, diakses 21 Oktober 2012)
70
Fachrurazi, Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Dan Komunikasi Matematis Siswa Sekolah Dasar, Edisi Khusus No. 1, Agustus 2011 ISSN 1412-565X, h. 81
Heris, Hendriana. “Peningkatan Pemahaman dan Komunikasi Matematik Siswa Sekolah Menengah Pertama Melalui Pembelajaran dengan Menggunakan
Pendekatan Metaphorical Thinking”. Tesis UPI Bandung: 2009. tidak dipublikasikan
Howard, dkk. Highlights from Pisa 2009: Performance of US 15-year-old Students in Reading, Mathematics, and Science Literacy in an International Context. US: NCES, 2010
Irianto, Bansu. “Menumbuhkembangkan Kemampuan Pemahaman dan Komunikasi Matematika Siswa SMA Melalui Strategi Think Talk Write”, Disertasi UPI: Bandung, 2003. tidak dipublikasikan
Isjoni, Cooperative Learning Efektivitas Pembelajaran Kelompok, (Bandung : ALFABETA, 2007), h. 31.
Isrok’atun. “Pembelajaran Matematika dengan Strategi Kooperatif Tipe Student
Achievement Divisions untuk meningkatkan kemampuan komunikasi
matematik siswa”. tersedia
di:http://file.upi.edu/direktori/jurnal/pendidikan_dasar/nomor_12-oktober_2009/pembelajaran_matematika_dengan_strategi_kooperatif_tipe _student_teams_achievement_divisions_untuk_meningkatkan_kemampua n_komunikasi_matematik_siswa.pdf, diakses pada 22 September 2012 pkl.14.00
J.S. Badudu dan Sutan, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan,1994) h. 854
Kadir, Statistika Untuk penelitian Ilmu-ilmu sosial, (Jakarta: PT. Rosemata Sampurna, 2010), h. 111
Kathleen C and Christine C C. Reading, Writing, & Inquiry in the Science Classroom Grade 6-12. USA: Corwin Press, 2009
Lince, Ester, Prestasi Sains dan matematika siswa Indonesia menurun, 2012, tersedia di: (http://edukasi.kompas.com/read/2012/12/14/09005434), diakses pada18 Mei 2013 pkl. 20.00
Lusiana, dkk., Penerapan Model Pembelajaran Generatif (MPG) untuk Pelajaran Matematika di Kelas X SMA Negeri 8 Palembang, Jurnal Pendidikan Matematika Volume 3. No. 2 Desember 2009, h. 30 (tersedia di: http://eprints.unsri.ac.id/821/1/3_Lusiana_29-47.pdf diakses 19 juli 2012)
Mahmudi, Ali. Komunikasi Dalam Pembelajaran Matematika, Mipmipa Unhalu. 8, 2009
Natawidjaja, Rochman dkk., Rujukan Filsafat dan Praksis Ilmu Pendidikan, (Bandung: UPI PRESS, 2008), cet. 1, h. 682
National Council of Teachers of Mathematics (NCTM). Principles and Standards for School Mathematics. Reston,VA: NCTM, 2000
Nursyamsiah, “Penerapan Model Pembelajaran Generatif Untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Siswa SMA”, Skripsi pada pascasarjana UPI Bandung, Bandung, 2010, tidak dipublikasikan
Sanjaya, Wina. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta:Kencana, 7, 2010
Satriawati, Gusni, Pembelajaran dengan Pendekatan Open Ended untuk Meningkatkan Pemahaman dan Kemampuan Komunikasi Matematik Siswa SMP, Algoritma Vol. 1, 2006. h. 111
72
Shadiq, Fadjar. Kemahiran Matematika. Yogyakarta:Departemen Pendidikan Nasioanal, 2009
---.“Laporan Hasil Seminar dan Lokakarya Pembelajaran Matematika”
Tersedia di http://fadjarp3g.files.wordpress.com/2008/06/07-lapsemlok_limas_.pdf, diakses pada 18 juli 2012 pkl 11.00
Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung:Alfabeta, 2010
Suhartini. “Implementasi Pendekatan Open-Ended untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikas Matematik Siswa”, Skripsi UPI Bandung, 2010. tidak dipublikasikan
Suherman,Erman dkk. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Jurusan Pendidikan MatematikaFakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengethuan Alam Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung: JICA-UPI, 2003
Suparno, Paul, Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius, 1997
Surapranata, Sumarna. Analisis, Validitas, Reliabilitas dan Interpretasi Hasil Tes. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 3, 2006
Suwangsih. Erna dan Tiurlina, Model Pembelajaran Matematika, (Bandung: UPI PRESS, 2006), h. 8.
Suyono, dkk., Belajar dan Pembelajaran, (Bandung: Remaja Rosdakarya Offset, 2011)
Whardani. S, dan Rumiati, “Instrumen Penilaian Hasil Belajar Matematika SMP: Belajar dari PISA dan TIMMS, (Yogyakarta: PPPPTK Matematika, 2011), h. 12
Yumiati dan Puryanti, “Dampak Model Pembelajaran Generatif Dengan Pendekatan Open Ended Pada Peningkatan Kemampuan Berfikir Kreatif Siswa SMP Pamulang”, aFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Terbuka, 2010, h. 9
74 Lampiran 1
Sekolah : SMP Madani Depok Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : VII/2 Tahun Pelajaran : 2012/2013 Alokasi Waktu : 2 x 40 menit Materi : Garis dan Sudut