• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Keterbatasan Penelitian

Hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada keluarga partisipan didapatkan hasil kategori tentang kepuasan keluarga tentang pelayanan di IGD dan kesan keluarga yang mendampingi partisipan terhadap pelayanan petugas dan fasilitas yang tersedia di ruang IGD diperoleh informasi tentang persepsi mereka saat mendampingi pasien.

Dari Delapan partisipan terdapat tujuh yang mengungkapakn bahwa mereka mendapatkan pelayanan yang baik selama di IGD. Sedangkan satu partisipan yang lain juga mengatakan pelayanan yang diterima baik,namun menurutnya belum maksimal. Kesan keluarga partisipan tentang semua petugas IGD dan fasilitas yang tersedia terdapat Enam partisipan yang mengungkapkan tentang pelayanan secara keseluruhan semuanya tidak ada masalah, Dua Keluarga partisipan yang lain mengungkapkan secara

keseluruhan pelayanan yang diberikan cukup baik namun dirasa perlu ada tenaga terampil yang khusus dalam memberikan tindakan. Selain itu perlu di tingkatkan lagi pelayanannya khususnya untuk tenaga dokter yang dianggap masih kurang. Hal ini sesuai dengan pernyataan (Setiawati, 2008) bahwa diperlukan keterlibatan keluarga dalam pelayanan kesehatan karena keluarga dipandang sebagai sumber ya ng kritis untuk untuk menyampaikan masalah kesehatan baik berupa pujian atau masukan kepada petugas. Keluarga dianggap sangat berperan dalam tahapan-tahapan perawatan,pencegahan,pengobatan sampai rehabilitatif.

Penelitian ini masih memiliki banyak keterbatasan dan kekurangan mengingat peneliti sendiri adalah seorang pemula maka tekhnik wawancara yang digunakan dirasa belum sempurna dan belum maksimal untuk dikaji lebih dalam.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan hasil dari penelitian tentang persepsi pasien dan keluarganya tentang pelayanan di ruang IGD RSUD Kabupaten Majene. Tema pertama yang muncul pada hasil wawancara yaitu tentang respon petugas ketika pasien tiba di IGD yang terdiri atas Dua kategori yakni penyambutan petugas ketika pasien tiba di IGD dan komunikasi petugas dalam menanyakan keluhan dari pasien sebelum dilakukan tindakan. Semua partisipan mengatakan bahwa secara keseluruhan respon penerimaan yang di berikan oleh petugas saat mereka datang cukup baik. Komunikasi juga dilakukan kepada pasien dengan terlebih dahulu menanyakan keluhan yang dirasakan untuk keperluan pemberian tindakan selanjutnya. Tema kedua tentang tindakan penanganan petugas terhadap pasien yang terdiri dari dua kategori yakni pemberian tindakan mandiri oleh petugas dan tindakan kolaborasi dengan dokter.

Partisipan mengungkapkan tentang pemberian tindakan mandiri yang dilakukan oleh perawat dengan melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital dan pemberian tindakan kolaborasi berupa pemasangan infus. Tema ketiga tentang pendapat pasien setelah menerima pelayana n dari petugas yang terdiri dari dua kategori yakni kepuasan pasien ditinjau dari petugas IGD dan kepuasan pasien secara keseluruhan selama berada di rumah sakit. Partisipan mengungkapkan kepuasan pelayanan di IGD cukup memuaskan dan tidak ada masalah

42

begitupun untuk kepuasan pasien secara keseluruhan semua tidak ada masalah. Tema keempat yaitu pendapat keluarga yang mendampingi pasien yang terdiri dari kepuasan keluarga yang mendampingi pasien dan kesan keluarga terhadap pelayanan petugas dan fasilitas yang tersedia di ruang IGD.

Keluarga partisipan mengungkapkan penilaian pelayanan yang dianggap baik begitupun untuk kesan keluarga partisipan tentang petugas dan fasilitas yang tersedia cukup baik dan tidak ada masalah.

B. Saran

Hasil penelitian, pembahasan, dan kesimpulan maka peneliti merekomendasikan beberapa hal yaitu:

1. Bagi instansi tempat penelitian agar setiap tahun ditetapkan program pelatihan dan pengembangan pegawai yang me nyeluruh supaya dapat mempertahankan bahkan lebih meningkatkan kualitas pelayanan petugas yang lebih terampil yang bertugas di IGD.

2. Bagi peneliti selanjutnya agar lebih meningkatkan pengetahuan tentang penelitian kualitatif dan kemampuan dalam wawancara mendalam karena banyak hal yang dapat dikembangkan lagi dalam penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

Agusta, I. (2009). Pengumpulan analisis data kualitatif Colaizzi .pdf diakses tanggal 10 maret 2012, http://ivanagusta.files.wordpress.com/2009/04/ivan- Bungin,B.2007.Penelitian kualitatif .Jakarta: Prenada media group.

Bungin,B. 2003. Analisis data penelitian kualitatif.Jakarta: PT Rajagrafindo persada.

Emzir. (2010) Metode penelitian kualitatif:analisa data edisi 1.Jakarta. Rajawali pers

Deli, T. (2009). Pengaruh persepsi pemimpin Rumah Sakit tentang mutu Instalasi Gawat Darurat terhadap pelaksanaan akreditasi. Tesis diterbitkan. Medan:

Program studi magister ilmu kesehatan masyarakat Universitas S umatera Utara

Departemen kesehatan Republik Indonesia. 2007. Laporan akreditasi Rumah Sakit. Jakarta: Komisi Akreditasi Rumah Sakit

Diah, A. (2009). Kepuasan pasien rawat inap terhadap pelayanan perawat di RSUD Tugurejo Semarang. Tesis diterbitkan. Semarang: Program studi magister promosi kesehatan. Universitas Diponegoro

Haryatun, N., & Sudaryanto, A. (2008). "Perbedaan waktu tanggap tindakan keperawatan pasien cedera kepala kategori 1-5 di Instalasi Gawat Darurat RSUD DR.Moewardi" Berita ilmu keperawatan, vol .1. No 2, p. 69

Hidayat, A. a. (2007). Metode penelitian keperawatan dan tekhnik analisa data.

Jakarta: Salemba Medika.

Kamus besar bahasa Indonesia (2005), defenisi pengalaman,diakses tanggal 10 Maret 2012, <http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=144602>

Mubarak, at all. (2009). Ilmu keperawatn komunitas teori dan aplikasi Salemba medika. Jakarta

Muhammad nuralim mallapasi & Khalid Saleh. Buku panduan basic trauma cardiac life support.Makassar:Brigade siaga bencana Makassar

Mulyati, G. (2009). Hubungan antara persepsi pasien terhadap asuhan keperawatan dengan kepuasan pasien di unit rawat inap rumah sakit haji

Medan. skripsi tidak diterbitkan, Medan : Fakultas kesehatan masyarakat Universitas Sumatera utara.

Ngalim, P.M. (2006). Pengalaman dan teknik evaluasi pengajaran. Remaja Rosdakarya: Bandung.

Notoatmodjo, D. (2002). Metode penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka cipta.

Nursalam.(2001).Proses dan dokumentasi keperawatan. Konsep dan praktik.

Jakarta: Salemba medika

Nursalam.(2008).Konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan edisi 2. Surabaya:Salemba medika

Oman, K, Koziol J & Scheetz, L. (2008) Panduan belajar keperawatan emergensi. EGC: Jakarta

Paula krisanty, S. et al (2009). Asuhan keperawatan gawat darurat. Jakarta timur:

Tim keperawatan dan kebidanan.

Pedoman etik penelitian kesehatan, prinsip etika umum, diakes tanggal 14 Februari 2012, <http://www.knepk.litbang.depkes.go.id/knepk/pro-tentang.htm>

Poerwandari, E.K. (2005) Pendekatan kualitatif untuk penelitian perilaku manusia. Edisi 3. Jakarta: Perfecta LPSP3. Fakultas psikologi Universitas Indonesia

Saryono & Anggraeni,M.D. (2010). Metodologi penelitian kualitatif dalam bidang kesehatan. Nuha medika: Yogyakarta

Setiawati, (2008). Statistik kesehatan PT.Raja Grafindo Persada Jakarta.

Sri, S. (2009). Kebijakan perlindungan hukum pidana terhadap korban tindak pidana di bidang medis. Tesis diterbitkan, Semarang: Program magister ilmu hukum Universitas Diponegoro

Sugiyono. (2010). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&B. Bandung:

Sugiyono. (2005).Memahami penelitian kualitatif,Alfabeta: Bandung

SpB-KBD, P. D. et al (2007). Buku panduan basic trauma and cardiac life support. Jakarta: Tim Yayasan Ambulans Gawat Darurat 118.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009, Tentang Rumah Sakit, Presiden Republik Indonesia, Jakarta, Tanggal 28 Oktober 2009.

Dokumen terkait