BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
E. Keterbatasan Penelitian
Penelitian yang dilakukan oleh peneliti memiliki keterbatasan dalam
berbagai hal diantaranya:
1. Dalam melakukan penelitian, peneliti hanya mengambil populasi di
MTs Negeri 1 Kota Cirebon dengan sampel guru-guru dalam rumpun
PAI sebanyak 14 orang guru.
2. Penelitian ini terbatas oleh waktu pada akhir tahun ajaran 2018/2019
110 BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini,
maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Kemampuan Literasi Digital Guru dalam Rumpun PAI di MTs Negeri
1 Kota Cirebon tahun ajaran 2018/2019 berdasarkan hasil analisis skor
ideal maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar yakni dengan jumlah 78,58% responden menyatakan “baik”, sebagian kecil yakni dengan jumlah 21,42% menyatakan “cukup”, dan sisanya 0% responden menyatakan “kurang”.
2. Mutu Pembelajaran di MTs Negeri 1 Kota Cirebon tahun ajaran
2018/2019 berdasarkan hasil analisis skor ideal maka dapat
disimpulkan bahwa seluruhnya yakni dengan jumlah 100% responden menyatakan “baik” kemudian sisanya 0% responden menyatakan “cukup dan kurang”.
3. Pengaruh Kemampuan Literasi Digital Guru dalam Rumpun PAI
terhadap Mutu Pembelajaran di MTs Negeri 1 Kota Cirebon tahun
ajaran 2018/2019 memiliki nilai t hitung sebesar 4,280 dengan
signifikansi 0,05. Dan koefisien Determinasi (Rsquare) sebesar 0,604 atau sebesar 60,4 % kemampuan literasi digital guru dapam mempengaruhi
dijelaskan oleh sebab atau faktor yang lain yang tidak diteliti dalam
penelitian ini.
B. Saran-saran
Berdasarkan simpulan di atas, maka peneliti menyampaikan saran-saran
sebagai berikut:
1. Bagi Penulis
Semoga dapat memberikan pengalaman dalam melakukan penelitian
tentang masalah yang terjadi sekaligus memberikan wawasan baru yang
belum diketahui sebelumnya tentang literasi digital dan dapat
menerapkannya dalam kehidupan.
2. Bagi Guru
Semoga dengan adanya penelitian ini guru akan lebih mempunyai
inovasi dan kreativitas yang baru dalam dunia pendidikan.
3. Bagi Lembaga
Semoga dengan adanya penelitian ini diharapkan agar dapat
memfasilitasi sarana dan prasarana yang dapat menunjang keberhasilan
dalam pembelajaran.
4. Bagi peneliti selanjutnya
Dalam penelitian ini hanya membahas tentang literasi digital terhadap
mutu pembelajaran. Peneliti hanya mengambil aspek dari rumpun PAI,
penelitian lain juga dapat meneliti selain mata pelajaran PAI. Objek
dalam rumpun PAI. Disarankan bagi peneliti selanjutnya dapat
membahas literasi digital terhadap mutu pembelajaran dari segi model
pembelajaran, strategi guru dalam mengajar, kemampuan siswa dalam
menggunakan literasi digital dan penguasaan materi dalam
pembelajaran. Bagi peneliti selanjutnya dapat mengambil objek tidak
hanya guru tetapi juga dapat melibatkan siswa sehingga menciptakan
DAFTAR PUSTAKA
Akbar M. Firman, dan Filia Dina Anggaraeni., Teknologi Dalam Pendidikan:
Literasi Digital dan Selfdirected Learning pada Mahasiswa Skripsi.
Universitas Sumatera Utara, Jurnal Indigenous Vol. 2 No. 1 2017.
Alim Muhammad, Pendidikan Agama Islam: Upaya Pembentukan Pemikiran dan
Kepribadian Muslim. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011.
Al-Munziri Imam, Ringkasan Shahih Muslim. Bandung: Jabal, 2013.
An Teknik Jitu Menyusun Skripsi, Tesis & Disertasi. Yogyakarta: Immortal
Publisher, 2010.
Anwar Muhammad, Menjadi Guru Profesional, Jakarta: Prenadamedia Group, 2018.
Arikunto Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta, 2013.
Bella Elpira, Pengaruh Penerapan Literasi Digital Terhadap Peningkatan
Pembelajaran Siswa Di SMP Negeri 6 Banda Aceh, Universitas Islam Negeri
Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh. Tidak dipublikasikan.
Casta, Dasar-dasar Statistik Pendidikan. Cirebon: STAI Bunga Bangsa Cirebon, 2014..
Dit. PSMA Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Pandual Implementasi
Kecakapan Abad 21 Kurikulum 2013 Di Sekolah Menengah Atas.
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017.
Dyna Herlina S, Membangun Karakter Bangsa Melalui Literasi Digital.
Herdhita Vidya Kharisma, Literasi Digital Di Kalangan Guru Di SMA Kota
Surabaya, Universitas Airlangga Surabaya. Tidak dipublikasikan.
Hesty Rofiana Dewi, “Peningkatan Mutu Pembelajaran Aqidah Akhlak dalam Membentuk Kepribadian Siswa di MTsN Bandung Tunggangung”, Skripsi pada IAIN Tulungagung Bandung: 2016.
Hidayatulloh Agus, dkk., At-Thayyib Al-Qur’an Transliterasi Per Kata dan
Terjemah Per Kata. Bekasi: Kementrian Agama RI, Cipta Bagus Segara,
2011. http://gln.kemdikbud.go.id/glnsite/infografis-literasi-digital http://gln.kemdikbud.go.id/glnsite/infografis-literasi-digital https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/literasi%20digital https://kbbi.kata.web.id/kemampuan/ https://kbbi.web.id/guru https://kbbi.web.id/mutu
https://www.kemdikbud.go.id
https://www.wartaekonomi.co.id/read204390/hadapi-industri-40-literasi-digital-untuk-generasi-milenial-dinilai-penting.html
Juliana Kurniawati Siti Baroroh, Literasi Media Digital Mahasiswa Universitas
Muhammadiyah Bengkulu.
Kemendikbud., Materi Pendukung Literasi Digital. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017.
Muhamad Lalu, dan Nurul W., Integrasi Pendidikan Islam dan Sains: Rekonstruksi
Paradigma Pendidikan Islam. Ponorogo: Uwais Inspirasi Indonesia, 2018.
Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Menengah Atas., Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016.
Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Menengah Pertama. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016.
Qory Qurratun A’yuni, Literasi Digital Remaja di Kota Surabaya, Universitas Airlangga Surabaya.
Republika Indonesia, Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan
Dosen. Sekretariat Negara Jakarta.
Rianawati, Implementasi Nilai-nilai Karakter Pada Mata Pelajaran Pendidikan
Agama Islam (PAI) Di Sekolah dan Madrasah. Pontianak: IAIN Pontianak
Press, 2014.
Riduwan dan Sunarto, Pengantar Statistik untuk Penelitian Pendidikan, Sosial,
Ekonomi, Komunikasi, dan Bisnis. Bandung: Alfabeta, 2014.
Rukajat Ajat, Manajemen Pembelajaran. Yogyakarta: Deepublish, 2018.
Rusman, Belajar & Pembelajaran: Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana, 2017.
Ruth MA Widianti, Catatan Kecil Pengawas Sekolah di Tanah Papua. Yogyakarta: Deepublish, 2017.
Satgas Gerakan Literasi Sekolah Kemendikbud, Desain Induk Gerakan Literasi
Sekolah, Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018.
Suardi Moh., Belajar & Pembelajaran. Yogyakarta: Deepublish, 2018. Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta, 2016.
Sulaiman, Belajar & Pembelajaran: Untuk Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti. Cirebon: STAI Bunga Bangsa Cirebon, 2014.
Sulaiman, Merancang Pembelajaran Abad 21: Dalam Konteks Implementasi
Suprihatiningrum Jamil. Guru Profesional: Pedoman Kinerja, Kualifikasi, &
Kompetensi Guru. Jogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2016.
Syafaruddin, dkk., Pendidikan & Pemberdayaan Masyarakat. Medan: Perdana Publishing, 2012.
Syaripudin Acep, dkk., Kerangka Literasi Digital. Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, 2018.
Tim Pengembang Ilmu Pendidikan FIP-UPI, Ilmu dan Aplikasi Pendidikan, Imperian Bhakti Utama, Cet. II, 2007.
Tokan P Ratu Ile, Manajemen Penelitian Guru. Jakarta: Grasindo, 2016.
Umar Husein, Desain Penelitian MSDM dan Perilaku Karyawan, Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2010.
Umar, Pengantar Profesi Keguruan, Depok: Raja Grafindo, 2019.
Wasisto Dwi DS Agus., Penjaminan Mutu Proses Pembelajaran Di Satuan
SURAT PENGANTAR
Kepada : Yth. Bpk/Ibu Guru
MTs Negeri 1 Kota Cirebon
Assalamu’alaikum wr. Wb.
Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, maka perlu adanya penelitian mengenai berbagai faktor dari dalam maupun dari luar guna menjadikan pendidikan di Indonesia menjadi berkualitas. Sehubungan hal tersebut saya mencoba mengadakan penelitian dengan judul:
“PENGARUH KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL GURU DALAM RUMPUN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) TERHADAP MUTU PEMBELAJARAN DI MTS NEGERI 1 KOTA CIREBON”
Saya memohon kesediaan waktu Bpk/Ibu guru untuk mengisi angket terlampir, keberhasilan penelitian ini tergantung dari kesungguhan Bpk/Ibu guru dalam menjawab pertanyaan yang sesuai dengan keadaan Bpk/Ibu guru yang sebenarnya dengan jujur. Apapun jawaban Bpk/Ibu akan saya jamin kerahasiaanya.
Akhirnya atas kesediaan Bpk/Ibu guru mengisi angket ini saya mengucapkan terimakasih.
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Cirebon, Mei 2019
Peneliti
PETUNJUK PENGISIAN ANGKET
1. Tulislah identitas Bpk/Ibu pada tempat yang telah disediakan 2. Bacalah dengan seksama setiap butir soal yang tersedia
3. Berilah tanda ceklis () pada salah satu kolom jawaban angket 4. Keterangan: SS : Sangat Setuju S : Setuju KS : Kurang Setuju TS : Tidak Setuju IDENTITAS RESPONDEN Nama : ... Guru Mapel : ...
No Pernyataan Jawaban Angket
SS S KS TS
1. Guru harus mampu menggunakan teknologi informasi dan komunikasi berbasis digital
2. Penguasaan guru dalam menggunakan media digital sangat baik
3. Keterbatasan dalam kemampuan penggunaan teknologi membuat guru tidak menggunakan media digital selama pembelajaran misalnya proyektor, dsb.
4. Penggunaan media digital membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga guru jarang menggunakan media digital selama pembelajaran misalnya proyektor, dsb. 5. Pembelajaran dengan menggunakan media digital sering
dilakukan di kelas karena sangat menarik
6. Pembelajaran dengan menggunakan media digital di kelas sering dilakukan karena membuat siswa antusias dalam belajar
7. Penggunaan media digital harus dengan beretika bersikap bijak dan bertanggungjawab
8. Guru mampu mengakses, memahami, dan menggunakan media digital secara cerdas
9. Penggunaaan media digital memudahkan guru mencari informasi secara efektif dan efisien
10. Penggunaaan media digital memudahkan guru
memperoleh pengetahuan baru secara efektif dan efisien 11. Penggunaaan media digital dalam pembelajaran
memudahkan guru dalam menyampaikan materi
12. Literasi digital membuat guru lebih mudah dalam mencari sumber belajar atau referensi lain di internet
13. Penggunaaan literasi digital memudahkan guru dalam mengajar
14. Penggunaaan media digital dalam pembelajaran memudahkan siswa dalam mengeksplor potensi
15. Era globalisasi menuntut guru untuk melek teknologi
16. Ketersediaan sarana dan prasarana sekolah cukup memadai 17. Kegiatan Literasi sekolah memperoleh dukungan yang
baik oleh warga sekolah
18. Program literasi yang ada di sekolah dapat dilakukan oleh seluruh warga sekolah
19. Kemampuan guru dalam menggunakan web browser seperti penggunaan google, chrome, mozila firefox, internet explorer meliputi pencarian dan pengunduhan termasuk baik
20. Dalam menggunakan internet memudahkan guru untuk mencari berbagai informasi secara luas menjadi lebih mudah
21. Guru secara aktif membangun komunikasi melalui media digital seperti jejaring sosial, blog, gmail menjadi lebih mudah
22. Penguasaan dalam menggunakan Ms. Word, Excel, Powerpoint dll. termasuk baik
23. Pergeseran dari sistem konvensional menjadi era digital saat ini membawa kita untuk selalu meng update informasi apapun berbasis digital
24. Kemampuan guru menguasai teknologi berbasis digital dalam pembelajaran termasuk baik
25. Tidak pernah merasa puas, selalu memperbaiki diri serta terus belajar agar dapat bersaing di era globalisasi
26. Siswa dapat berpikir tingkat tinggi yakni dengan menganalisis berbagai informasi atau bahan bacaan terkait isu-isu aktual berbasis digital
27. Siswa lebih aktif dan kreatif dalam menuangkan ide atau gagasannya dalam sebuah tulisan atau jurnal ilmiah. 28. Dengan menggunakan media digital memudahkan guru
dalam mencari bahan bacaan atau referensi guna menunjang proses pembelajaran dengan efektif dan efisien 29. Literasi Digital memudahkan guru dalam mencari
30. Dengan menggunakan media digital guru dapat dengan mudah mencari sumber bacaan atau referensi tambahan menggunakan ebook dengan mudah dan dapat menghemat biaya
31. Penggunaan media digital memudahkan guru dalam berkomunikasi dan memperluas jaringan
32. Buku digital atau elektronik dapat mengurangi jumlah kertas yang digunakan sehingga tidak akan banyak pencemaran lingkungan
33. Pelatihan literasi digital oleh tenaga pendidik dapat meningkatkan kemampuan dalam menggunakan teknologi 34. Tenaga pendidik di mudahkan dengan adanya kegiatan
sekolah berbasis digital seperti UTS, UAS, UN dsb. 35. Penyajian informasi sekolah berbasis digital seperti
dapodik, rapor-e, profil sekolah memudahkan guru untuk selalu meng update informasi terbaru kapanpun
36. Kebijakan sekolah tentang penggunaan teknologi informasi di lingkungan sekolah bagi guru memudahkan guru memperoleh informasi dengan cepat
1. Guru adalah salah satu penjamin mutu pendidikan lebih baik
2. Pembelajaran yang bermutu akan menghasilkan kualitas pendidikan yang baik
3. Salah satu faktor pendukung pembelajaran yang baik karena lingkungan belajar yang kondusif
4. Pembelajaran yang bermutu adalah pembelajaran yang membuat siswa aktif, kreatif, inovatif, serta menyenangkan 5. Dalam mengambil referensi tambahan dalam mengajar pemanfaatan sumber belajar tidak hanya berbentuk buku
fisik tapi juga dengan buku elektronik, jurnal yang terhubung ke jaringan internet
6. Sekolah memfasilitasi dan menginspirasi belajar dan kreatifitas peserta didik sesuai karakter yang diperlukan dalam penggunaan teknologi
7. Guru secara aktif membangun komunikasi dengan teman sejawat mengenai proses pembelajaran agar menghasilkan pembelajaran yang berkualitas
8. Evaluasi pembelajaran melalui penelitian tindak kelas menjadi bahan untuk memperbaiki proses pembelajaran 9. Literasi digital memudahkan guru dalam merancang dan
mengembangkan pembelajaran dan penilaian secara digital 10. Kemampuan guru merencanakan pembelajaran, proses
pembelajaran, serta evaluasi pembelajaran yang baik menghasilkan lulusan yang baik pula
11. Keberhasilan dalam pembelajaran dapat diukur melalui hasil belajar
12. Pembelajaran yang bermutu adalah pembelajaran yang efektif
13. Pembelajaran yang bermutu juga harus mempunyai daya tarik yang kuat
14. Mutu pembelajaran dianggap bermutu bila berhasil mengubah sikap, perilaku dan keterampilan peserta didik 15. Keberhasilan mutu pembelajaran sangat tergantung pada:
guru, siswa, sarana pembelajaran, lingkungan kelas, dan budaya kelas
DOKUMENTASI
Visi, Misi dan Tujuan MTs Negeri 1 Kota Cirebon Visi:
“UNGGUL DALAM PRESTASI, TERAMPIL UNTUK MANDIRI DAN BERPRILAKU ISLAMI”
Misi:
1. Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif kepada seluruh warga madrasah.
2. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendorong siswa berprestasi, disiplin, kreatif dan berakhlakul karimah.
3. Memberikan tuntunan dan bimbingan yang insentif untuk berprilaku Islami dalam keseharian bagi warga madrasah.
4. Membimbing dan mengarahkan siswa untuk mengenali potensi bakat dan minat dirinya sehingga dapat berkembang secara optimal.
5. Menjalin hubungan kerja sama yang lebih baik dengan masyarakat lingkungan, instansi dan lembaga lainnya yang peduli terhadap madrasah.
Tujuan:
1. Mewujudkan lembaga pendidikan yang unggul, bermutu dalam berbagai kegiatan akademik dan non akademik yang bernuansa Islami.
2. Menghasilkan lulusan yang berkualitas dan kompetitif untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi ke sekolah/ madrasah yang terkenal.
3. Membekali lulusan dengan berbagai ketrampilan yang dapat dijadikan sebagai modal awal dalam memilih pendidikan yang sesuai dengan minat dan bakatnya.
4. Menggali, mengembangkan dan melestarikan berbagai kesenian daerah, kebudayaan dan ketrampilan yang menjadi ciri khas kota wali.
5. Menjadikan para lulusan terbiasa menjalankan ajaran agama dan syariat Islam serta amanah dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
Ruang Guru
Observasi di MTs Negeri 1 Kota Cirebon
Peneliti : Ibu ngajar apa ya punten?
Narasumber : Ngajar Al-Qur’an Hadits kelas 8 aja, kelas 8a sampai 8i
Peneliti : Sebelumnya saya mau nanya nih bu mau ngobrol-ngobrol aja sama ibu hehe kalau di Mts ini kan beda ya bu dengan yang di SMP kalau di SMP kan PAI itu semuanya atau menyeluruh yaa, kalau yang MTs ini kan lebih rinci lagi ya bu di bagi-bagi lagi, kebetulan ibu mengampu Qurdis atau Qur’an Hadits, nah kalau Qur’an Hadits itu dalam pengambilan sumber belajar untuk anak itu apakah hanya melalui buku paket atau sekarang ibu sudah menggunakan di internet digital, ebook begitu bu?
Narasumber : Kalau sementara ini saya tuh belum pernah mengambil dari itu sih, eemm apa namanya dari seperti itu paling dari buku aja sih mba, buku paket dari perpus, buku pegangan guru itu ya buku ajar untu anak-anak ya gitu aja sih, saat ini baru itu aja belum pakai yang digital-digital begitu sih (tertawa).
Peneliti : Masih bingung ya bu?
Narasumber : Iya masih bingung, ya kalau misalnya mau latihan ya insyaAllah bisa ya, cuman apa yaa, karena engga ada keniatan gitu mba satu itu, ini nya kayak udah malas gitu tuh pusing (memegang kepala) ya paling sekitar tiga tahun lagi lah udah mau pensiun juga, hehe iya istirahat lah jadi kalau untuk mikir yang terlalu ini kayak nya apa yaa udah males gitu hehe jadi ya masih pakai yang manual-manual aja.
Peneliti : Berarti buku nya masih yang dari pemerintah aja ya bu yang masih berbentuk fisik ya? Hehe
Narasumber : Iya iya yang masih fisik.
Peneliti : Kalau selain dari buku paket itu biasanya ibu ngambil sumbernya darimana lagi untuk tambahan materi biasanya?
Narasumber : Paling dari Al-Qur’an gitu tuh yang masih kaitan dengan materi itu, di buku nya itu engga ada ya ya saya ambil mungkin dari yang kaitannya dengan materi itu ada ya saya ambil dari Al-Qur’an.
Peneliti : Bu punten kalau siswa di MTs ini diperbolehkan bawa hp engga sih bu?
Peneliti : Ohh engga boleh ya, berarti dikelas juga dan di lingkungan sekolah juga engga di ijinkan juga ya bu, tapi kalau di sekolah ini untuk pemasangan kayak wifi gitu ada ya?
Narasumber : Iya ada, penggunaan nya hanya untuk bapak ibu guru, karyawan-karyawan juga ada.
Peneliti : kalau untuk anak-anak menggunakan digital nya?
Narasumber : paling ya kalau ada pelajaran tertentu ya disuruh bawa notebook atau laptop gitu, ya ada guru yang sebagian yang udah pakai infocus, ada yang punya laptop ya di bawa gitu, kalau gitu ya paling liatin guru yang ini aja yang nyampein dengan pakai infocus gitu, anak-anak paling nyimak gitu.
Peneliti : Kalau disini berarti disediakan ya bu untuk notebook itu?
Narasumber : Udah, kalau ujian itu udah berbasis komputer, baik ujian sekolah, ujian negara juga. Mulai tahun ini nih sudah pakai komputer.
Peneliti : berarti sekolah juga sudah menunjang ya bu untuk penggunaan digital itu?
Narasumber : iya sudah mulai rada peningkatan lebih ke IT ya, tahun depan sih mungkin sudah tidak ada yang pakai kertas pensil untuk ujian, udah pakai komputer semua, kalau ini kan masih ada kemaren tuh saya ngawas tuh ujian sekolah masih pakai kertas pensil, kalau ujian madrasah nya sudah pakai komputer, nah mungkin tahun depan semuanya sudah pakai komputer semua kayak ujian sekolah, madrasah nya negara juga.
Peneiti : Biasanya kan ibu ngasih tugas pr ke anak ya bu, kira-kira apakah pr yang diberikan itu terpaku nya sama di buku paket aja atau misalkan ibu nyuruh misalkan coba cari gambar ini atau bacaan ini di internet terus di print gitu?
Narasumber : Iya pake, cari misalnya gambar dengan kaitan dengan surat apa nanti gambar nya cari internet seperti itu, terus ada tugas lain misalnya dakwah Rasulullah atau apa gitu di suruh ngeprint jadi anak bisa melek IT nya, walaupun guru nya beum bisa tapi saya berusaha mengenalkan anak mencarii bahan materi itu diluar materi yang ada di sekolah.
Peneliti : kalau guru-guru disini itu dalam menggunakan digitalisasi pembelajaran di kelas baik itu menggunakan infocus atau maupun di luar kelas menggunakan sistem digital itu sering apa gimana bu, kebanyakan guru yang mengampu PAI khususnya.
RIWAYAT HIDUP PENULIS
Nama lengkap penulis adalah Siti Aliyah, lahir di Cirebon pada tanggal 18 Februari 1997 dari pasangan ayah dan ibu yang bernama bapak Subandi dan ibu Darkini. Penulis merupakan anak pertama dari 2 bersaudara. Penulis menyelesaikan pendidikan dasar di SD Negeri 1 Pilangsari Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon pada tahun 2009, kemudian melanjutkan pendidikan menengah pertama di SMP Negeri 1 Kedawung Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon dan tamat pada tahun 2012, penulis melanjutkan pendidikan menengah atas di SMA Negeri 5 Kota Cirebon dan tamat pada tahun 2015.
Penulis bertempat tinggal di Jalan Pilang Raya Ds. Pilangsari blok Pilangsari No. 122 Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon sampai saat ini.