• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI PENUTUP

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, ada beberapa saran yang dapat disampaikan yaitu :

1. Bagi peserta yang masih mempunya kemampuan kelincahan yang kurang, agar dapat meningkatkannya dengan cara latihan yang rutin dengan menggunakan latihan zig-zag run atau plyometric

2. Bagi pelatih untuk tetap memberikan program latihan zig-zag run atau latihan plyometric kepada seluruh anggota ekstrakurikuler bulutangkis

sebagai upaya agar pemain mempunyai kemampuan kelincahan yang baik

3. Bagi fisioterapis hasil dari penelitian ini dapat menjadi data dasar bagi pengembangan pelayanan fisioterapi khususnya fisioterapis olahraga dalam memberikan jenis latihan untuk meningkatkan kelincahan

4. Bagi peneliti selanjutnya penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan dan bahan referensi untuk penelitian terkait peningkatan kelincahan dan hendaknya melakukan penelitian dengan sampel dan populasi yang lebih luas, melakukan pemeriksaan vital sign sebelum memulai latihan, dan memperhatikan dosis yang akan diberikan serta dengan variabel yang berbeda sehingga latihan yang berpengaruh terhadap peningkatan kelincahan dapat teridentifikasi lebih luas.

DAFTAR PUSTAKA

Alhusin, S. (2007). Gemar Bermain Bulutangkis . Surakarta: CV Seti-Aji.

Alim, A. M. (2009, 07 14). Plyometric. Retrieved 03 7, 2018, from Sport Science:

https://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:qLjbHuMf9t4J:h ttps://endhine9685.wordpress.com/2009/07/14/plyometric/+&cd=1&hl=id

&ct=clnk&gl=id

Amalia, H. R. (Bandung). Latihan Shadow Badminton dan Latihan Ladder dalam Meningkatkan Kelincahan Atlet Bulutangkis . 2015: Universitas Pendidikan Indonesia .

Anggita, M. Y. (2015). Kombinasi Latihan Eksentrik M.Gastrocnemius dan Latihan Plyometric Lebih Baik Dari Pada Latihan Eksentrik M.Quadriceps dan Latihan Plyometric Terhadap Peningkatan Agility Pada Mahasiswa di Universitas esa Unggul Jakarta. Bali: Prodi Fisiologi Olahraga Universitas Udayana.

Astrawan I Putu, N Adiputra, I Made Jawi. (2016). Pelatihan Footwork Bulutangkis 10 Repetisi 2 Set Lebih Baik Dibandingkan 5 Repetisi 4 Set Untuk Meningkatkan Kekuatan Otot Tungkai Dan Kelincahan. Sport and Fitness Journal Vol. 4 No. 2, 18-29.

AUlia, L. A. (2016). Pengaruh Zig-Zag Running Terhadap Peningkatan Kelincahan Pada Pemain Sepak Bola Usia 15-18 Tahun di Salatiga Training Center Kota Salatiga . Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Baresti, S. W. (2016). Perbandingan Nilai Kapasitas Vital Paru, Forced Expired Volume In One Second dan Mean Arterial Blood Pressure Pada Atlet Basket dan Atlet Lari Sprin. Lampung: Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.

Cara Melakukan Tes Kelincahan Pada Seorang Atlet. (2017). Retrieved 03 12, 2018, from www.vovo.co.id: http://www.vovo.co.id/2016/03/cara-melakukan-tes-kelincahan-pada.html

Chrisly M Palar, Djon Wongkar, Shane H.R Ticoalu. (2015). Manfaat Latihan Olahraga Aerobik Terhadap Kebugaran Fisik Manusia. Journal e-Biomedik, Volume 3, Nomor 1 , 318.

Fitriani. (2016). Pengaruh Pemberian Zig Zag Run Exercise Terhadap Peningkatan Kelincahan Pada Pemain Persis Makassar Usia 9-12 Tahun . Makassar: Fakultas Kedokteran UNHAS.

Gerry Risangdiptya, Endang Ambarwati. (2016). Perbedaan Antara Keseimbangan Tubuh Sebelum dan Sesudah Senam Pilates Pada Usia Muda. Jurnal Kedokteran Diponegoro, Volume 5, Nomor 4, 911-916.

Ghaffar, A. (2014). Pengaruh Latihan Push Up Terhadap Peningkatan Kekuatan dan Daya Ledak Otot Lengan Pada Cabor Buliutangkis Bagi Siswa Putra Kelas VIII SMP Negeri 21 Bandar Lampung . Bandar Lampung:

Universitas Lampung.

Gutomo, B. S. (2016). Perbandingan Efektifitas Latihan ZIg-Zag Run dengan Carioca Exercise Untuk Meningkatkan Agility pada Pemain Bulutangkis Pemula. Jakarta: Fakultas Fisioterapi Universitas Esa Unggul .

Hakim, A. H. (2011). Arena Badminton di Yogyakarta. Yogyakarta: UAJY.

Halim, N. I. (2011). Tes dan Pengukuran Kesegaran Jasmani. Makassar:

Universitas Negeri Makassar.

Hardiyanti, N. (2012). Efektifitas LAtihan Hexagon Drill dan Zig Zag Run Terhadap Kelincahan Atlet Bulutangkis Putri Usia 10-12 Tahun di PB.

PWS dan PB. Pancing Sleman . Yogyakarta: FIK UNY.

Hartanto, H. (2017). Berlatih Main Bulutangkis. Bandung: Dharma Karya CIpta.

Hartini, M. P. (2012). Landasan Konseptual Perencanaan dan Perancangan Gedung Olah Raga Bulutangkis Yogyakarta. Yogyakarta: Fakultas Teknik UAY.

Heang Lim Joe, Wee Eng Hoe, Chan Kai Quin & Ler Hui Yin. (2012). Effect of Plyometric Training on The Agility of Students Enrolled in Required College Badminton Programme. International Journal of Applied Sports Sciences Vol. 24 No. 1, 18-24.

Indrayanti, F. (2012). Perbedaan Efek Pemberian Latihan Plyometrik Skipping dan Knee Tuck Jump Terhadap Peningkatan Vertical Jump Pada Pemain Basket. Jakarta: Fakultas Fisioterapi Universitas Esa Unggul.

Irsad, R. M. (2016). Perbedaan Pengaruh Latihan Menggunakan Metode Konvensional dengan Audio visual Terhadap Smash Putra Usia 10-13

Tahun Pada Persatuan Bulutangkis Sari Bumi Solo. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Ismayarti. (2008). Peningkatan Kelincahan Atlet Melalui Penggunaan Metode Kombinasi Latihan Sirkuit-Pliometrik dan Berat Badan . Paedagogia. Jilid 11.Nomor 1.Februari 2008, 74-89.

Karyono, T. (2016). Pengaruh Metode Latihan dan Power Otot Tungkai Terhadap Kelincahan Bulutangkis. Jurnal Olahraga Prestasi, 50,52.

Karyono, T. H. (2011). Pengaruh Metode Latihan dan Power Otot Tungkai Terhadap Kelincahan . Yogyakarta: Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY.

Kinanti, N. F. (2016). Pengaruh Latihan Zig-Zag Run Untuk Meningkatkan Kelincahan Pada Pemain Sepakbola Usia 13-15 Tahun Di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Kisner L.A, Carolyn . (2012). Therapeutic Exercise Foundations and Techniques Sixth Edition. Philadelphia: F.A Davis Company.

Kusumawati, K. D. (2017). Pengaruh Permainan Lempar Shuttlechock Terhadap Peningkatan Kemampuan Pukulan Lob Siswa Usia 10-12 Tahun di Sekolah Bulutangkis Jaya Raya Satria Yogyakarta . Yogyakarta: FIK UNY.

Kuswendi, U. (2012). Hubungan Kelincahan dan Power Otot Tungkai dengan Kemampuan Dribbling Siswa Sekolah Sepakbola (SSB) Tunas Melati Kecamatan Imogiri KU 14-16 Tahun. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta.

Mylsidayu, Apta & Kurniawan, Febi. (2015). Ilmu Kepelatihan Dasar. Bandung:

CV Alfabeta.

Naufal, M. H. (2016). Pengaruh Latihan Dodging Run dan Ladder Drill Terhadap Kelincahan Kaki Atlet Bulutangkis Putra Usia 12-13 Tahun PB.

Harapan Jaya Kabupaten Magelang. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY.

Nenggala, A. (2007). Pendidikan Kesegaran Jasmani . Bandung: Grafindo Utama.

Nugroho, T. (2017). Penambahan Latihan Kombinasi Core Stability Pada Latihan Footwork Meningkatkan Kelincahan Pemain Bulutangkis Putri

PB. Puma Mas Madiun. Denpasar: Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

Official Badminton. (2008). Retrieved 02 03, 2012, from Rules, Strategies and Techniques [Countries in which Badminton is Played]:

http://www.officialbadminton.com/countries_badminton_is_played_in.php Pradana, R. A. (2017). Pengaruh Pemberian Latihan Ladder Drill Terhadap

Tingkat Kelincahan pada Anggota Esktrakurikuler Bola Basket SMP Bosowa International School Makassar. Makassar: Program Studi Fisioterapi UNHAS.

Putra, G. R. (2013). Pengaruh Pemberian Plyometric Exercise Terhadap Peningkatan Kelincahan Pada Pemain Bola di SSB Krida di Boyolali.

Surakarta: Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Ramadhani, Y. (2008). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi MInat Olahraga Dalam Perencanaan Sport Center di Semarang. Semarang:

Universitas Diponegoro.

Referee Fitness Testing Protocol. (2014). Toronto: Federation of International Lacrosse.

Restu, Y. (2012). Pengaruh latihan Shuttle Run yang Disisipkan dalam Bermain Terhadap Peningkatan Kelincahan dan Daya Tahan Aerobik Atlet Bola Voli Yuso Sleman Yunior. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Satriya. (2008). Kepelatihan Permainan Bulutangkis. Bandung: FPOK UPI.

Shah, S. (2012). Plyometrics Exercise. International Journal of Health Science and Research, 116.

Subarjah dan Hidayat . (2007). Bahan Ajar Permainan Bulutangkis. Bandung:

FPOK UPI.

Sukadiyanto. (2002). Teori dan Metodologi Melatih Fisik Petenis . Yogyakarta:

Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY.

Sukma. (2015). Perbedaan Efektifitas Latihan Hexagon Drill dan Zig-Zag Run Terhadap Peningkatan Kelincahan pada Pemain Sepakbola Sekolah Sepak Bola Guntur Denpasar . Denpasar: Program Studi Fisioterapi Universitas Udayana.

Wang Ying Chun, Na Zhang. (2016). Effects of Plyometric Training on Soccer Players. Experimental and Therapeutic Medicine 12, 550-554.

Watson, R. (2002). Anatomi dan Fisiologi Untuk Perawat. Jakarta: EGC Kedokteran.

Wedana I. M Agus, I K Sudiana, Ni Putu Dewi Sri Wahyuni. (2014). Pengaruh Pelatihan Zig-Zag Run dan Lari 60 M Terhadap Volume Oksigen Maksimal (VO2Maks). e-Journal IKOR Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Ilmu Keolahragaan Volume 1.

Wicaksono, F. (2014). Pengaruh Latihan Shuttle Run dan Lari Zig Zag Terhadapa Peningkatan Kelincahan Gerak Shadow 6 Titik Atlet Bulutangkis Usia 11-13 Tahun. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY.

Zhannisa, U. H. (2016, Maret 1). Bulutangkis. Retrieved Maret 7, 2018, from utvihindazhann.wordpress.com:

https://utvihindazhann.wordpress.com/2016/03/01/bulutangkis-2/

82

LAMPIRAN

Lampiran 1 Surat Izin Penelitian

Lampiran 2 Surat Telah melakukan Penelitian

Lampiran 3 Informed Consent

LEMBAR PERSETUJUAN RESPONDEN

Yang bertanda tangan di bawah ini Nama :

Umur : Alamat :

Menyatakan bahwa saya bersedia sebagai responden dalam penelitian yang dilakukan oleh SURIANI MEISI P.S tentang “Perbandingan Pengaruh antara Latihan Zig-Zag Run dan Plyometric Terhadap Tingkat Kelincahan pada Anggota Ekstrakurikuler Bulutangkis SMA Negeri 2 Mamasa, Sulawesi Barat”, selama 12 kali perlakuan (seminggu 3 kali)

Demikian surat pernyataan kesediaan saya buat dengan penuh rasa kesadaran dan sukarela.

Mamasa,………2018 Yang membuat pernyataan

Lampiran 4 Formulir Penelitian

FORMULIR PENELITIAN

1. Kode Responden :

2. Nama :

3. Status Kelompok : Zig-Zag Run Exercise Plyometric Exercise

4. Umur :

5. Alamat :

6. Nomor Telepon :

7. Indeks Massa Tubuh : Tinggi Badan = cm Berat Badan = kg 8. Apakah anda mengalami gangguan penglihatan?

Ya Tidak

9. Apakah anda mengalami gangguan keseimbangan (vestibular)?

Ya Tidak

10. Apakah anda memiliki riwayat atau sedang mengalami cedera ekstremitas inferior?

Ya Tidak

Jika ya, sebukan ……….

Sejak kapan ………

11. Apakah anda saat ini sedang menggeluti olahraga lain?

Ya Tidak

Lampiran 5 Program Latihan

Minggu Ke

Pertemuan ke

Metode Latihan

Zig-Zag Run Plyometric

I 1,2,3

1. Pendahuluan

 Penjelasan

mengenai latihan

 Stretching

 Jogging 10 menit 2. Latihan Inti

 2 repetisi x 1 set 3. Penutup

 Pendinginan

1. Pendahuluan

 Penjelasan mengenai latihan

 Stretching

 Jogging 10 menit 2. Latihan Inti

 10 repetisi x 2 set, dengan istirahat 2 menit antar set

3. Penutup

 Pendinginan

II 4,5,6

1. Pendahuluan

 Penjelasan

mengenai latihan

 Stretching

 Jogging 10 menit 2. Latihan Inti

 3 repetisi x 1 set 3. Penutup

 Pendinginan

1. Pendahuluan

 Penjelasan mengenai latihan

 Stretching

 Jogging 10 menit 2. Latihan Inti

 10 repetisi x 3 set, dengan istirahat 2 menit antar set

3. Penutup

 Pendinginan

III 7,8,9

1. Pendahuluan

 Penjelasan

mengenai latihan

 Stretching

 Jogging 10 menit 2. Latihan Inti

 2 repetisi x 2 set, dengan istirahat 2 menit antar set 3. Penutup

 Pendinginan

1. Pendahuluan

 Penjelasan mengenai latihan

 Stretching

 Jogging 10 menit 2. Latihan Inti

 10 repetisi x 4 set, dengan istirahat 2 menit antar set

3. Penutup

 Pendinginan

IV 10,11,12

1. Pendahuluan

 Penjelasan

mengenai latihan

 Stretching

 Jogging 10 menit 2. Latihan Inti

 3 repetisi x 2 set, dengan istirahat 2 menit antar set 3. Penutup

 Pendinginan

1. Pendahuluan

 Penjelasan mengenai latihan

 Stretching

 Jogging 10 menit 2. Latihan Inti

 10 repetisi x 5 set, dengan istirahat 2 menit antar set

3. Penutup

 Pendinginan

Lampiran 6 Hasil Analisis Data

 Distribusi Sampel Berdasarkan Usia

 Hasil Pre-Test dan Post Test Kelompok Latihan Zig-Zag Run

 Hasil Pre-Test dan Post Test Kelompok Latihan Plyometric

 Statistik Data Penelitian

Statistics Pretest_Zig_Zag_

Run

Postes t_Zig_Zag _Run

N Valid 12 12

Missing 0 0

Mean 18.9000 17.3333

Median 18.9000 17.4000

Mode 18.60 17.40

Std. Deviation 1.43717 1.20025

Minimum 15.70 14.30

Maximum 21.40 19.00

Sum 226.80 208.00

Statistics

Pretest_Plyometric Posttest_Plyometric

N Valid 12 12

Missing 0 0

Mean 19.0083 17.6667

Median 18.6000 17.4500

Mode 17.80 17.40a

Std. Deviation 1.42028 1.17963

Minimum 17.10 15.80

Maximum 21.30 19.60

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

 Hasil Uji Normalitas

 Hasil Uji Homogenesis

 Hasil Uji Paired Sample T-Test

 Hasil Uji Independent Sample T-Test

Lampiran 7 Dokumentasi

Pre-test

Post-test

Plyometric Exercise

ZIg-Zag Run Exercise

Dalam dokumen SKRIPSI SURIANI MEISI P.S C131 14 312 (Halaman 91-112)

Dokumen terkait