BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Keterbatasan Penelitian
Keterbatasan penelitian disini adalah pada pengukuran intensitas nyeri tidak sama pada setiap responden, ini disebabkan kedatangan pasien yang berbeda, dimana pasien datang pembukaannya tidak semua sama antara responden yang satu dan responden yang lainnya.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil penelitian dan pembahasan tentang penggunaan
abdominal breathing dalam pengurangan nyeri persalinan kala I fase
aktif di Bidan Praktek Mandiri (BPM) G” Padang Tahun 2014 dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Distibusi frekuensi teknik abdominal breathing pada ibu inpartu kala I fase aktif pada persalinan fisiologis yaitu sebanyak 10 responden melakukan teknik abdominal breathing dengan benar dengan persentase 76,9 % sedangkan yang tidak melakuakn teknik abdominal breathing dengan benar sebanyak 3 responden dengan persentase 23,1 %. Sedangkan untuk kelompok kontrol memang tidak dilakukan perlakuan apapun sebanyak 13 responden
2. Distribusi frekuensi intensitas nyeri pada ibu inpartu kala I fase aktif pada persalinan fisiologis yaitu sebelum tindakan diperoleh intensitas nyeri sedang 5 responden dengan persentase 38,4 % dan berat 8 responden dengan persentase 61,6 % sedangkan
responden dengan persentase 23,2 % nyeri sedang sebanyak 5 responden dengan persentase 38,4 % dan nyeri berat sebanyak 5 responden dengan persentase 38,4 %.
3. Pengaruh teknik abdominal breathing terhadap penurunan nyeri pada ibu inpartu kala I fase aktif pada persalinan fisiologis yaitu nyeri setelah dilakukan teknik abdominal breathing pada kelompok intervensi yaitu sebanyak 13 orang diperoleh rata-rata nyeri = 5,85, SD =1.625 dan skala nyeri setelah tidak dilakukan teknik abdominal breathing pada kelompok kontrol yaitu sebanyak 13 orang diperoleh rata-rata nyeri = 7,85, SD = 0,927 dengan perbedaan mean adalah 7.846 . Hasil uji statistik
(t-independen) diperoleh nilai P = (0,000), sehingga dapat
disimpulkan bahwa pelaksanaan teknik abdominal breathing efektif secara signifikan terhadap penurunan intensitas nyeri selama persalinan kala I fase aktif.
B. SARAN
1. Bagi instansi terkait
Dapat memberikan informasi kepada instansi kesehatan khususnya Bidan Praktek Mandiri “G” dalam menangani nyeri persalinan dengan menggunakan teknik abdominal
persalinan, karena teknik ini tidak memerlukan biaya dan alat hanya melibatkan ibu sepenuhnya
2. Bagi peneliti
Penelitian ini dapat menambah wawasan peneliti dalam pengembangan metode pengurangan nyeri persalinan terutama dalam pengembangan metode pengurangan nyeri persalinan terutama dalam metode nonfarmakologi salah satunya adalah metode abdominal breathing sehingga nyeri persalinan yang semula fisiologis tidak jatuh dalam keadaan yang patologis dengan penanganan yang tepat dari tenaga kesehatan.
3. Bagi peneliti lain
Banyaknya metode penanggulangan nyeri persalinan seperti teknik pijat, akupresure dan lain-lain. Penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam pengambilan penelitian lain seperti pengaruh teknik pijat terhadap pengaruh nyeri persalinan.
Arifin, Laily. (2008). Teknik Akupresur Pada Persalinan. Diambil tanggal 02 Mei 2013 dari http://keperawatanmaternitas.com
Bobak, I, lowdermilk,D, Jehsen, M. (2004). Buku Ajar Keperawatan Maternitas,
Edisi 4. Alih bahasa: Wijayarini, M.A.Jakarta:EGC
Bobak & Lawdermilk. (2005). Keperawatan Maternitas. Jakarta: EGC
Burroughs, Arlene., Gloria Ceifer., (2001). Maternity Nursing : An Introductory
Text, 8 ed. Phyladelphia : WB Saunders Company
Conectique. (2009). Metode Penghilang Rasa Nyeri Melahirkan. Diambil tanggal 02 mei 2013 dari http://www.conectique.com/tips_
Danuatmaja, Bonny & Mila Meiliasari. (2008). Persalinan Normal tanpa Rasa
Sakit. Jakarta: Puspa Swara
Dewi Budiarti. (2011). Hubungan Akupresur dengan Tingkat Nyeri dal Lama
Persalinan Kala I Pada Ibu Primipara di Garut. Universitas Indonesia
Hutajulu, Pinda (2010). Pemberian Valetamat Bromida Dibandingkan Hyoscine n
Butil Bromida Untuk Mengurangi Nyeri Persalinan. Diambil tanggal 02
Mei2013darihttp://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/6482/1/obstet ri-pinda.pdf
Hanifa, W. (2002). Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
Hariati, S. (2010). Efektifitas terapi musik terhadap peningkatan berat badan dan
suhu tubuh bayi prematur di makasarTesis tidak dipublikasikan).
Universitas Indonesia, diambil dari Digilib UI.
Hidayat, A.A.A., 2006, Metode Penelitian Keperawatan Dan Teknik Analisis
Data, salemba medika, Jakarta
Kampono, Nugroho. (2008). Fisiologi Proses Persalinan Normal. Diambil tanggal 02 mei 2013 dari http:// www.geocities.com
Mander, Rosemary. (2004). Nyeri Persalinan. Jakarta: EGC
Notoatmodjo, S. (2010). Metode penelitian kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta. Nursalam.(2003).Konsep&Penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan.
Saryono. (2011). Metode penelitian keperawatan. Purwokerto : UPT. Percetakan dan Penerbitan Universitas Jenderal Soedirman
Schott, J., Priest, J. (2008). Kelas Antenatal, Jakarta : EGC
Setiadi. (2007). Konsep dan Penulisan Riset Keperawatan. Yogyakarta : Graha Ilmu
Setiawan, Rusmini (2010). Manajemen Nyeri Persalinan. Diambil tanggal 02 mei 2013 dari http://webcache.googleusercontent.com.
Smeltzer, S. C. (2002). Buku Azar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGC Simkin, Penny & Ruth Ancheta. (2005). Buku Saku Persalinan. Jakarta: EGC Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta, CV
Susilawati. (2009). Partus. Diambil tanggal 02 mei 2013 dari http://kmii kansai.net/new/?p=129
Sumapraja, Sudraji. (2003). Persalinan Normal. Jakarta : Gaya Baru Suheimi. (2008). Persalinan Tanpa Nyeri. Diambil tanggal 5 Oktober 2009 Theresia Yuliati, (2010). Efektivitas Metode Relaksasi Pernafasan Pada Nyeri
Persalinan Kala I Fase Aktif Di Medan. Universitas Sumatera Utara
World Health Organisation (2010) Perawatan dalam Kelahiran Normal.Pedoman
Praktis.EGC.Jakarta
Zulkarnain, Adil,. (2003). Pengaruh Pemberian Ketorolac Untuk Mengurangi
Nyeri Pada Persalinan Kala I Fase Aktif ; Tesis. Bagian/SMF Obsgyn FK
PENGARUH TEKNIK ABDOMINAL BREATHING TERHADAP PENURUNAN NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF
PADA PERSALINAN FISIOLOGIS DI BIDAN PRAKTEK MANDIRI
(BPM) “G” PADANG 2014
VARIABEL SUB VARIABEL /ASPEK YANG DI NILAI NO.ITEM PERTANYA AN JUMLAH Teknik Abdominal Breathing Dilakukan teknik abdominal breathing atau tidak I 1
Nyeri Persalinan Tingkat nyeri yang dirasakan ibu
PENGARUH TEKNIK ABDOMINAL BREATHING TERHADAP PENURUNAN NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA
PERSALINAN FISIOLOGIS I. DATA DEMOGRAFI
Petunjuk:jawabanakandiisiolehpenelitianberdasarkanhasilwawancarad enganibudanditulispadatempat yang disediakan.
1. Tanggal/waktupenelitian : 2. Kode responden : 3. Usia : 4. Dilatasiserviks : 5. Sukubangsa : ( ) Minang ( ) Jawa ( ) Melayu ( ) Lainnya, Sebutkan….. 6. Agama : ( ) Islam ( ) Kristen ( ) Hindu ( ) Budha ( ) Lainnya, sebutkan 7. Selamapersalinandidampingi : ( ) Ya, Siapa: ( ) Tidak Intensitasnyeri yang dirasakanolehibupadasetiapkontraksi Kontraksi Sebelumintervensi Setelahintervensi I ( ) ( )
II ( ) ( )
III ( ) ( )
1. Jawabanakandiisiolehpenelitiberdasarkanhasilwawancaradenganibudandit ulispadatyempat yang disediakan
2. Padaskalaini, angka 0 = tidaknyeri, 1-3 = nyeriringan , 4-6 = nyerisedang, 7-9 = nyeriberatterkontrol, danangka 10 = nyeriberattidakterkontrol. Tanyakankepadarespondenpadaangkaberapanyeri yang
dirasakannyadanpenelitiakanmenuliskanpadatempat yang sudahdisediakanuntuk lima kali kontraksi yang terjadi yang dilihatpadasetiap kali kontraksi.
preinterv
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid nyeri sedang 5 38.5 38.5 38.5
nyeri berat 3 23.1 23.1 61.5
nyeri berat 3 23.1 23.1 84.6
nyeri berat 2 15.4 15.4 100.0
Total 13 100.0 100.0
postinterv
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid nyeri ringan 3 23.1 23.1 23.1
nyeri sedang 4 30.8 30.8 53.8 nyeri sedang 1 7.7 7.7 61.5 nyeri berat 3 23.1 23.1 84.6 nyeri berat 1 7.7 7.7 92.3 nyeri berat 1 7.7 7.7 100.0 Total 13 100.0 100.0 prekontr
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid nyeri sedang 3 23.1 23.1 23.1
nyeri berat 5 38.5 38.5 61.5
preinterv postinterv prekontr postkont
N Valid 13 13 13 13
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid nyeri sedang 1 7.7 7.7 7.7
nyeri berat 4 30.8 30.8 38.5
nyeri berat 4 30.8 30.8 69.2
nyeri berat 4 30.8 30.8 100.0
Statistics totalabdo
N Valid 13
Valid 1-4 tidak dilakukan 3 11.5 23.1 23.1 5-12 dilakukan 10 38.5 76.9 100.0 Total 13 50.0 100.0 Missing System 13 50.0 Total 26 100.0 T-Test
Paired Samples Statistics
Mean N Std. Deviation Std. Error Mean
Pair 1 pretest 7.15 13 1.144 .317
posttest 5.85 13 1.625 .451
Paired Samples Correlations
N Correlation Sig.
T-Test
Paired Samples Statistics
Mean N Std. Deviation Std. Error Mean
Pair 1 kontrol 7.23 13 .927 .257
kontrol 7.85 13 .987 .274
Paired Samples Correlations
N Correlation Sig.
Pair 1 kontrol&kontrol 13 .680 .011
Case Processing Summary Cases
Included Excluded Total
N Percent N Percent N Percent
pretest * posttest 13 50.0% 13 50.0% 26 100.0%
Frequencies
Statistics
pretest posttest kontrol kontrol
N Valid 13 13 13 13
Frequency Percent Valid Percent Percent Valid sedang 5 19.2 38.5 38.5 sedang 3 11.5 23.1 61.5 sedang 3 11.5 23.1 84.6 berat 2 7.7 15.4 100.0 Total 13 50.0 100.0 Missing System 13 50.0 Total 26 100.0 posttest
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid ringan 3 11.5 23.1 23.1 ringan 4 15.4 30.8 53.8 sedang 1 3.8 7.7 61.5 sedang 3 11.5 23.1 84.6 sedang 1 3.8 7.7 92.3 berat 1 3.8 7.7 100.0 Total 13 50.0 100.0 Missing System 13 50.0 Total 26 100.0 kontrol Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid sedang 1 3.8 7.7 7.7 sedang 4 15.4 30.8 38.5 sedang 4 15.4 30.8 69.2 berat 4 15.4 30.8 100.0 Total 13 50.0 100.0 Missing System 13 50.0 Total 26 100.0
One-Sample Statistics
N Mean Std. Deviation Std. Error Mean
Control 13 7.85 .987 .274
One-Sample Test
Test Value = 0
T df Sig. (2-tailed) Mean Difference
95% Confidence Interval of the Difference
Lower Upper
Control 28.660 12 .000 7.846 7.25 8.44
T-Test
One-Sample Statistics
N Mean Std. Deviation Std. Error Mean
kontrol 13 7.23 .927 .257
One-Sample Test
Test Value = 0
t df Sig. (2-tailed) Mean Difference
95% Confidence Interval of the Difference
Lower Upper