• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keterbatasan Penelitian

Dalam dokumen LAPORAN PENELITIAN DOSEN YAYASAN (Halaman 78-93)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Keterbatasan Penelitian

Keterbatasan penelitian disini adalah pada pengukuran intensitas nyeri tidak sama pada setiap responden, ini disebabkan kedatangan pasien yang berbeda, dimana pasien datang pembukaannya tidak semua sama antara responden yang satu dan responden yang lainnya.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hasil penelitian dan pembahasan tentang penggunaan

abdominal breathing dalam pengurangan nyeri persalinan kala I fase

aktif di Bidan Praktek Mandiri (BPM) G” Padang Tahun 2014 dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Distibusi frekuensi teknik abdominal breathing pada ibu inpartu kala I fase aktif pada persalinan fisiologis yaitu sebanyak 10 responden melakukan teknik abdominal breathing dengan benar dengan persentase 76,9 % sedangkan yang tidak melakuakn teknik abdominal breathing dengan benar sebanyak 3 responden dengan persentase 23,1 %. Sedangkan untuk kelompok kontrol memang tidak dilakukan perlakuan apapun sebanyak 13 responden

2. Distribusi frekuensi intensitas nyeri pada ibu inpartu kala I fase aktif pada persalinan fisiologis yaitu sebelum tindakan diperoleh intensitas nyeri sedang 5 responden dengan persentase 38,4 % dan berat 8 responden dengan persentase 61,6 % sedangkan

responden dengan persentase 23,2 % nyeri sedang sebanyak 5 responden dengan persentase 38,4 % dan nyeri berat sebanyak 5 responden dengan persentase 38,4 %.

3. Pengaruh teknik abdominal breathing terhadap penurunan nyeri pada ibu inpartu kala I fase aktif pada persalinan fisiologis yaitu nyeri setelah dilakukan teknik abdominal breathing pada kelompok intervensi yaitu sebanyak 13 orang diperoleh rata-rata nyeri = 5,85, SD =1.625 dan skala nyeri setelah tidak dilakukan teknik abdominal breathing pada kelompok kontrol yaitu sebanyak 13 orang diperoleh rata-rata nyeri = 7,85, SD = 0,927 dengan perbedaan mean adalah 7.846 . Hasil uji statistik

(t-independen) diperoleh nilai P = (0,000), sehingga dapat

disimpulkan bahwa pelaksanaan teknik abdominal breathing efektif secara signifikan terhadap penurunan intensitas nyeri selama persalinan kala I fase aktif.

B. SARAN

1. Bagi instansi terkait

Dapat memberikan informasi kepada instansi kesehatan khususnya Bidan Praktek Mandiri “G” dalam menangani nyeri persalinan dengan menggunakan teknik abdominal

persalinan, karena teknik ini tidak memerlukan biaya dan alat hanya melibatkan ibu sepenuhnya

2. Bagi peneliti

Penelitian ini dapat menambah wawasan peneliti dalam pengembangan metode pengurangan nyeri persalinan terutama dalam pengembangan metode pengurangan nyeri persalinan terutama dalam metode nonfarmakologi salah satunya adalah metode abdominal breathing sehingga nyeri persalinan yang semula fisiologis tidak jatuh dalam keadaan yang patologis dengan penanganan yang tepat dari tenaga kesehatan.

3. Bagi peneliti lain

Banyaknya metode penanggulangan nyeri persalinan seperti teknik pijat, akupresure dan lain-lain. Penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam pengambilan penelitian lain seperti pengaruh teknik pijat terhadap pengaruh nyeri persalinan.

Arifin, Laily. (2008). Teknik Akupresur Pada Persalinan. Diambil tanggal 02 Mei 2013 dari http://keperawatanmaternitas.com

Bobak, I, lowdermilk,D, Jehsen, M. (2004). Buku Ajar Keperawatan Maternitas,

Edisi 4. Alih bahasa: Wijayarini, M.A.Jakarta:EGC

Bobak & Lawdermilk. (2005). Keperawatan Maternitas. Jakarta: EGC

Burroughs, Arlene., Gloria Ceifer., (2001). Maternity Nursing : An Introductory

Text, 8 ed. Phyladelphia : WB Saunders Company

Conectique. (2009). Metode Penghilang Rasa Nyeri Melahirkan. Diambil tanggal 02 mei 2013 dari http://www.conectique.com/tips_

Danuatmaja, Bonny & Mila Meiliasari. (2008). Persalinan Normal tanpa Rasa

Sakit. Jakarta: Puspa Swara

Dewi Budiarti. (2011). Hubungan Akupresur dengan Tingkat Nyeri dal Lama

Persalinan Kala I Pada Ibu Primipara di Garut. Universitas Indonesia

Hutajulu, Pinda (2010). Pemberian Valetamat Bromida Dibandingkan Hyoscine n

Butil Bromida Untuk Mengurangi Nyeri Persalinan. Diambil tanggal 02

Mei2013darihttp://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/6482/1/obstet ri-pinda.pdf

Hanifa, W. (2002). Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

Hariati, S. (2010). Efektifitas terapi musik terhadap peningkatan berat badan dan

suhu tubuh bayi prematur di makasarTesis tidak dipublikasikan).

Universitas Indonesia, diambil dari Digilib UI.

Hidayat, A.A.A., 2006, Metode Penelitian Keperawatan Dan Teknik Analisis

Data, salemba medika, Jakarta

Kampono, Nugroho. (2008). Fisiologi Proses Persalinan Normal. Diambil tanggal 02 mei 2013 dari http:// www.geocities.com

Mander, Rosemary. (2004). Nyeri Persalinan. Jakarta: EGC

Notoatmodjo, S. (2010). Metode penelitian kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta. Nursalam.(2003).Konsep&Penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan.

Saryono. (2011). Metode penelitian keperawatan. Purwokerto : UPT. Percetakan dan Penerbitan Universitas Jenderal Soedirman

Schott, J., Priest, J. (2008). Kelas Antenatal, Jakarta : EGC

Setiadi. (2007). Konsep dan Penulisan Riset Keperawatan. Yogyakarta : Graha Ilmu

Setiawan, Rusmini (2010). Manajemen Nyeri Persalinan. Diambil tanggal 02 mei 2013 dari http://webcache.googleusercontent.com.

Smeltzer, S. C. (2002). Buku Azar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGC Simkin, Penny & Ruth Ancheta. (2005). Buku Saku Persalinan. Jakarta: EGC Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:

Alfabeta, CV

Susilawati. (2009). Partus. Diambil tanggal 02 mei 2013 dari http://kmii kansai.net/new/?p=129

Sumapraja, Sudraji. (2003). Persalinan Normal. Jakarta : Gaya Baru Suheimi. (2008). Persalinan Tanpa Nyeri. Diambil tanggal 5 Oktober 2009 Theresia Yuliati, (2010). Efektivitas Metode Relaksasi Pernafasan Pada Nyeri

Persalinan Kala I Fase Aktif Di Medan. Universitas Sumatera Utara

World Health Organisation (2010) Perawatan dalam Kelahiran Normal.Pedoman

Praktis.EGC.Jakarta

Zulkarnain, Adil,. (2003). Pengaruh Pemberian Ketorolac Untuk Mengurangi

Nyeri Pada Persalinan Kala I Fase Aktif ; Tesis. Bagian/SMF Obsgyn FK

PENGARUH TEKNIK ABDOMINAL BREATHING TERHADAP PENURUNAN NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF

PADA PERSALINAN FISIOLOGIS DI BIDAN PRAKTEK MANDIRI

(BPM) “G” PADANG 2014

VARIABEL SUB VARIABEL /ASPEK YANG DI NILAI NO.ITEM PERTANYA AN JUMLAH Teknik Abdominal Breathing Dilakukan teknik abdominal breathing atau tidak I 1

Nyeri Persalinan Tingkat nyeri yang dirasakan ibu

PENGARUH TEKNIK ABDOMINAL BREATHING TERHADAP PENURUNAN NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA

PERSALINAN FISIOLOGIS I. DATA DEMOGRAFI

Petunjuk:jawabanakandiisiolehpenelitianberdasarkanhasilwawancarad enganibudanditulispadatempat yang disediakan.

1. Tanggal/waktupenelitian : 2. Kode responden : 3. Usia : 4. Dilatasiserviks : 5. Sukubangsa : ( ) Minang ( ) Jawa ( ) Melayu ( ) Lainnya, Sebutkan….. 6. Agama : ( ) Islam ( ) Kristen ( ) Hindu ( ) Budha ( ) Lainnya, sebutkan 7. Selamapersalinandidampingi : ( ) Ya, Siapa: ( ) Tidak Intensitasnyeri yang dirasakanolehibupadasetiapkontraksi Kontraksi Sebelumintervensi Setelahintervensi I ( ) ( )

II ( ) ( )

III ( ) ( )

1. Jawabanakandiisiolehpenelitiberdasarkanhasilwawancaradenganibudandit ulispadatyempat yang disediakan

2. Padaskalaini, angka 0 = tidaknyeri, 1-3 = nyeriringan , 4-6 = nyerisedang, 7-9 = nyeriberatterkontrol, danangka 10 = nyeriberattidakterkontrol. Tanyakankepadarespondenpadaangkaberapanyeri yang

dirasakannyadanpenelitiakanmenuliskanpadatempat yang sudahdisediakanuntuk lima kali kontraksi yang terjadi yang dilihatpadasetiap kali kontraksi.

preinterv

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid nyeri sedang 5 38.5 38.5 38.5

nyeri berat 3 23.1 23.1 61.5

nyeri berat 3 23.1 23.1 84.6

nyeri berat 2 15.4 15.4 100.0

Total 13 100.0 100.0

postinterv

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid nyeri ringan 3 23.1 23.1 23.1

nyeri sedang 4 30.8 30.8 53.8 nyeri sedang 1 7.7 7.7 61.5 nyeri berat 3 23.1 23.1 84.6 nyeri berat 1 7.7 7.7 92.3 nyeri berat 1 7.7 7.7 100.0 Total 13 100.0 100.0 prekontr

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid nyeri sedang 3 23.1 23.1 23.1

nyeri berat 5 38.5 38.5 61.5

preinterv postinterv prekontr postkont

N Valid 13 13 13 13

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid nyeri sedang 1 7.7 7.7 7.7

nyeri berat 4 30.8 30.8 38.5

nyeri berat 4 30.8 30.8 69.2

nyeri berat 4 30.8 30.8 100.0

Statistics totalabdo

N Valid 13

Valid 1-4 tidak dilakukan 3 11.5 23.1 23.1 5-12 dilakukan 10 38.5 76.9 100.0 Total 13 50.0 100.0 Missing System 13 50.0 Total 26 100.0 T-Test

Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean

Pair 1 pretest 7.15 13 1.144 .317

posttest 5.85 13 1.625 .451

Paired Samples Correlations

N Correlation Sig.

T-Test

Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean

Pair 1 kontrol 7.23 13 .927 .257

kontrol 7.85 13 .987 .274

Paired Samples Correlations

N Correlation Sig.

Pair 1 kontrol&kontrol 13 .680 .011

Case Processing Summary Cases

Included Excluded Total

N Percent N Percent N Percent

pretest * posttest 13 50.0% 13 50.0% 26 100.0%

Frequencies

Statistics

pretest posttest kontrol kontrol

N Valid 13 13 13 13

Frequency Percent Valid Percent Percent Valid sedang 5 19.2 38.5 38.5 sedang 3 11.5 23.1 61.5 sedang 3 11.5 23.1 84.6 berat 2 7.7 15.4 100.0 Total 13 50.0 100.0 Missing System 13 50.0 Total 26 100.0 posttest

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid ringan 3 11.5 23.1 23.1 ringan 4 15.4 30.8 53.8 sedang 1 3.8 7.7 61.5 sedang 3 11.5 23.1 84.6 sedang 1 3.8 7.7 92.3 berat 1 3.8 7.7 100.0 Total 13 50.0 100.0 Missing System 13 50.0 Total 26 100.0 kontrol Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid sedang 1 3.8 7.7 7.7 sedang 4 15.4 30.8 38.5 sedang 4 15.4 30.8 69.2 berat 4 15.4 30.8 100.0 Total 13 50.0 100.0 Missing System 13 50.0 Total 26 100.0

One-Sample Statistics

N Mean Std. Deviation Std. Error Mean

Control 13 7.85 .987 .274

One-Sample Test

Test Value = 0

T df Sig. (2-tailed) Mean Difference

95% Confidence Interval of the Difference

Lower Upper

Control 28.660 12 .000 7.846 7.25 8.44

T-Test

One-Sample Statistics

N Mean Std. Deviation Std. Error Mean

kontrol 13 7.23 .927 .257

One-Sample Test

Test Value = 0

t df Sig. (2-tailed) Mean Difference

95% Confidence Interval of the Difference

Lower Upper

Dalam dokumen LAPORAN PENELITIAN DOSEN YAYASAN (Halaman 78-93)

Dokumen terkait