• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

F. Keterbatasan Penelitian

1. Tidak semua teman dekat anak berkesulitan belajar mengetahui secara mendalam tentang proses imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati subjek yang bersangkutan sehingga peneliti menemukan beberapa teman subjek kurang memberikan data secara lengkap.

2. Peneliti menjumpai kendala bahasa yaitu sebagian subjek dan teman dekat subjektidak lancar menggunakan Bahasa Indonesia sehingga ketika mewawancarai narasumbermenggunakan Bahasa Jawa dan terkadang mengurangi esensi dari pertanyaan.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yaitu mendeskripsikan faktor- faktor interaksi sosial dan pengaruhnya terhadap interaksi sosial anak berkesulitan belajar di SDN Banyusoco II, dapat disimpulkan sebagai berikut. 1. Imitasi anak berkesulitan belajar dipengaruhi oleh proses melihat seseorang di

lingkungan tinggalnya dan publik figur di televisi. Proses mengimitasi berpengaruh pula dalam perilaku yaitu sikap baik maupun buruk.

2. Sugesti yang dialami anak berkesulitan belajar yaitu sugesti eksternal berupa nasihat, perintah, atau saran yang disampaikan orangtua, guru, bujukan teman dan sugesti berupa bentuk motivasi diri seperti mengajak bermain, menekuni hobi tertentu, dan belajar. Proses sugesti eksternal agar mudah dipahami harus disampaikan dengan bahasa halus dan perlahan.

3. Identifikasi pada anak berkesulitan belajar berupa ketertarikan dan keinginan menjadi seperti orang tertentu berdasarkan sifat, keahlian, dan profesi. Proses identifikasi baru sebatas tahu tetapi belum ada keinginan menjadi sama .

4. Simpati pada anak berkesulitan belajar terbagi menjadi simpati bersifat intelektual yaitu perasaan sedih atau senang sesuai peristiwa yang dihadapinya dan simpati respon reflek berbentuk peristiwa yang membuat anak trauma karena sebelumnya pernah mengalami keadaan tidak senang dengan suatu peristiwa.

5. Proses komunikasi anak berkesulitan belajar dalam aktivitas di sekolah normal, dijumpai hambatan komunikasi terjadi saat penyampaian materi pelajaran yaitu anak berkesulitan belajar tidak lancar berpendapat.

6. Faktor-faktor yang sangat kuat mempengaruhi terjadinya interaksi sosial adalah sugesti verbal yang diberikan langsung oleh guru, orangtua dan teman. Pengaruh berupa munculnya dialog dan tindakan.

7. Upaya sekolah untuk mengatasi keterbatasan interaksi sosial yaitu dengan kegiatan ekstrakurikuler sesuai bidang yang diminati dan fasilitas pendampingan khusus sehingga anak terdorong untuk aktif.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan yang telah peneliti paparkan, maka peneliti akan mencoba memberikan saran pada beberapa pihak terkait, yaitu:

1. guru perlu membuat modifikasi kegiatan belajar yang lebih banyak memberikan kesempatan berbicara dan berpendapat kepada anak berkesulitan belajar,

2. kepala sekolah diharapkan lebih mengutamakan program di luar akademik bagi anak berkesulitan belajar, karena pembinaan bakat bisa menumbukan motivasi memiliki peran yang berdampak pada kecerdasan sosialnya karena semakin luas jangkauan interaksinya dengan orang lain, 3. baik guru, kepala sekolah, guru pendamping khusus, maupun siswa

diharapkan saling membantu dalam bentuk komunikasi lebih intensif dalam rangka pembentukan SD Negeri Banyusoco II sebagai sekolah

inklusif yang benar-benar memberi kenyamanan pada anak berkesulitan belajar serta anak berkebutuhan khusus lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Hadis. (2006). Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus-Autistik. Bandung: Alfabeta

Abdulsyani. (2007). Sosiologi Skematika Teori dan Terapan. Jakarta PT Bumi Aksara

Abu Ahmadi. (2002).Psikologi Sosial. Jakarta. Rineka Cipta Abu Ahmadi. (2004).Sosiologi Pendidikan. Jakarta. Rineka Cipta Abu Ahmadi. (2005).Psikologi Perkembangan. Jakarta: Rineka Cipta

Arif Rohman. (2009). Memahami Pendidikan dan Ilmu Pendidikan. Yogyakarta: LaksBang Mediatama

Suharsimi Arikunto. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta

Bandi Delphie. (2007). Pembelajaran Untuk Anak Dengan Kebutuhan Khusus. Jakarta: Depdiknas

Bimo Walgito. (2003). Psikologi Sosial (Suatu Pengantar). Yogyakarta: Andi Offset

Bouman, P.J. (1976). Sosiologi: Pengertian dan Masalah-Masalah.Yogyakarta: Yayasan Kanisius

Brown, Etta. (2008). Learning Disabilities: Understanding The Problem and Managing The Challenges. Minneapolis: Langdon Street Press

Deddy Mulyana. (2004). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

D. Mercer, Cecil. (1992). Students with Learning Disabilities. New York: Macmillan Publishing Company

H.A.R. Tilaar. (2000). Pendidikan, Kebudayaan, dan Masyarakat Madani Indonesia. Bandung: Remaja Rosdakarya

Herimanto & Winarno. (2011).Ilmu sosial dan Budaya. Jakarta : Bumi Aksara Indar Mery Handayani. (2013). Interaksi Sosial Anak Berkebutuhan Khusus di

Joppy Liando & Aldjo Dapa. (2007). Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Dalam Prespektif Sistem Sosial. Jakarta: Depdiknas

Lexy J. Moleong. (2000).Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosda Karya

M. Harwell, Joan. (2001). Compelete Learning Disabilities Handbook. California: Jossey Bass

Miles, Matthew B. & A. Michael Huberman.(2009).Analisis Data Kualitatif(Penerjemah: Tjejep Rohendi Rohidi). Jakarta: UI Press

Mulyadi. (2010).Diagnosis Kesulitan Belajar dan Bimbingan terhadap Kesulitan Belajar Khusus.Malang : Nuha Litera.

Mulyono Abdurrahman. (2010). Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta

Mumpuniarti. (2007). Pendekatan Pembelajaran Bagi Anak Hambatan Mental. Yogyakarta: Kanwa Publisher

Munawir Yusuf. (2005). Pendidikan Bagi Anak Dengan Problema Belajar. Jakarta: Depdiknas

Nurani Soyomukti. (2013). Pengantar Sosiologi: Dasar Analisis, Teori dan Pendekatan Menuju Analisis Masalah-Masalah Sosial, Perubahan Sosial, dan Kajian-Kajian Strategis.Yogyakarta: Ar-Ruzz Media

Ritzer, George. (2012). Teori Sosiologi Dari Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Terakhir PostmodernYogyakarta: Pustaka Pelajar

Sari Rudiati. (2011). Potret Sekolah Inklusif di Indonesia. Makalah Seminar Umum AKESWARI. Yogyakarta: PLB FIP UNY

Soerjono Soekanto. (2010).Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta:Raja Grafindo Persada

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta

Suharsimi Arikunto. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta

Smith, J. David. 2009. InklusiSekolah Ramah Untuk Semua (Editor Mohammad Sugiarmin, MIF Baihaqi). Bandung: Nuansa

Syahrial Syarbaini & Rusdiyanta. (2009). Dasar-Dasar Sosiologi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Tarmansyah. (2007).Inklusi Pendidikan Untuk Semua. Jakarta: Depdiknas

Tin Suharmini. (2009). Psikologi Anak Berkebutuhan Khusus. Yogyakarta: Kanwa Publisher

Zaenal Alimin. (2004).Anak Berkebutuhan Khusus. Diakses dari http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/195903241 984031-ZAENAL_ALIMIN/MODUL_1_UNIT_2.pdf pada tanggal 16 April 2014, Jam 23.00 WIB

Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul Nomor: 420/109/KPTS/2011 Tentang Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif

Permendiknas 70 Tahun 2009 Pasal 1 TentangPengertian Pendidikan Inklusi UU No. 20 Tahun 2003 TentangSistem Pendidikan Nasional

Dokumen terkait