• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN

B. Saran

1. Pentingnya manajemen stres dalam kehidupan, termasuk melatih diri untuk selalu berpikir positif agar dapat terhindar dari depresi dan kecemasan berlebih. Selain itu, perlunya deteksi sedini mungkin dengan melakukan skrining depresi dan kecemasan di fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya pada pasien DM Tipe 2. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat dan pasien DM Tipe yang mengalami depresi dan kecemasan dapat diberikan tindakan perawatan dan pengobatan yang tepat sehingga dapat mempertahankan kualitas hidup pasien.

2. Pentingnya peran keluarga dan orang-orang terdekat untuk saling memberikan dukungan dalam berperilaku hidup sehat, mengontrol diet untuk pasien DM Tipe 2, membantu dalam proses pengobatan ke pelayanan kesehatan dan memberikan dukungan sosial serta motivasi kepada pasien DM Tipe 2 agar selalu dapat berfikir positif selama menderita DM Tipe 2

3. Peran semua pihak terutama petugas kesehatan sangat diperlukan untuk mendorong masyarakat, khususnya pasien DM Tipe 2 agar dapat menerapkan pola hidup sehat serta dapat berbagi pengalaman selama menderita DM Tipe 2. Peran pemerintah dan pejabat yang berwenang juga sangat dibutuhkan terutama dalam bidang konseling terhadap pasien DM Tipe 2.

4. Pedoman praktek klinis merekomendasikan pasien DM Tipe 2 untuk rutin melakukan aktivitas fisik/olahraga intensitas sedang selama ± 30 menit pada sebagian besar hari dalam seminggu.

5. Menerapkan pola makan sehat dengan banyak mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran, mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak, makanan cepat saji/jajanan, serta makanan yang mengandung banyak pemanis (gula) agar dapat mengurangi risiko penyakit degeneratf.

6. Penelitian lanjutan secara prospektif diperlukan untuk melihat seberapa besar faktor risiko yang telah diteliti di atas dengan beberapa faktor risko lain terhadap kualitas hidup pasien DM Tipe 2 7. Pentingnya perhatian khusus baik pada petugas kesehatan maupun pasien sendiri tentang komplikasi penyakit yang dialami pasien DM Tipe 2. Penyakit penyerta (komplikasi) yang dialami oleh pasien kemungkinan dapat mempengaruhi pelaksanan pengobatan.

American Diabetes Association/ADA. 2011. Diagnosis and Clasification of Diabetes Mellitus. Diabetes Care, 27, 55-60.

Amidah, Y. 2002. Gangguan Kecemasan Pada Pasien Diabetes Mellitus.

Universitas Muhammadiyah Malang.

Anas, Y., Rahayu, W. A. & Andayani, T. M. 2008. Kualitas Hidup Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Tidar Magelang. Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik 5, 10-13.

Anderson, R. J., Freedland, K. E., Clouse, R. E. & Lustman, P. J. 2001. The Prevalence of Comorbid Depression in Adults With Diabetes Diabetes Care, 24, 1069-1078.

Apriyanti, M. 2012. Meracik Sendiri Obat dan Menu Sehat Bagi Penderita Diabetes Melitus, Yogyakarta, Pustaka Baru Press.

Ashadi 2009. Gangguan Campuran Anxietas dan Depresi.

Awadalla, A. W., Ohaeri, J. U., Awadi, S. A. A. & Tawfiq, A. M. 2005. Diabetes Mellitus Patients' Family Caregivers' Subjective Quality of Life. Journal Of The National Medical Association, 98, 727-736.

Basuki, E. 2007. Tehnik Penyuluhan Diabetes Melitus, Jakarta, Balai Penerbit FK UI.

Borrott, N. & Bush, R. 2008. Measuring Quality of Life Among Those With Type 2 Diabetes in Primary Care. Health Communities Research Centre The University of Queensland.

Bustan, M. N. 2007. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular, Jakarta, Rineke Cipta.

Carmody, T. J., Rush, A. J., Berinstein, I., Warden, D., Brannan, S. & Burnham, D. 2005. The Montgomery Asberg and The Hamilton Ratings of Depression : A Comparison of Measure. Euro Neuropsycopharmacol, 16, 601-611.

Collins, M. M., Corcorant, P. & Perry, I. J. 2008. Anxiety and Depression Symptoms in Patients With Diabetes. Psychology Article.

D'Adamo, P. J. & Whiteney, C. 2007. Diabetes, Penemuan Baru Memerangi Diabetes Melalui Diet Golongan Darah, Yogyakarta, B-First.

Dalimartha, S. & Felix, A. 2012. Makanan dan Herbal Untuk Penderita Diabetes Mellitus, Jakarta, Penebar Swadaya.

Davison, G. C., Neale, J. M. & Kring, A. M. 2006. Psikologi Abnormal Jakarta, PT Raja Grafindo Persada.

Depkes 2011. Pedoman Teknis dan Tatalaksana Penyakit Diabetes Melitus, Jakarta, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes RI.

Depkes (ed.) 2014. Tahun 2030 Prevalensi Diabetes Melitus di Indonesia Mencapai 21,3 Juta Orang Jakarta: Depkes.

Dinas Kesehatan Kota Makassar. 2012. Profil Data Kesehatan Kota Makassar, Makassar, Dinas Kesehatan Kota Makassar.

Donald, M., Dower, J., Coll, J. R., Baker, P., Mukandi, B. & Doi, S. A. 2013.

Mental health issues decrease diabetes-specific quality of life independent of glycaemic controland complications: findings from Australia’s living with diabetes cohort study. BioMed Central, 11, 1-8.

Dwi Wahyu Ningtyas, Wahyudi, P. & Prasetyowati, I. 2013. Analisis Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe II di RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan. Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Mahasiswa Universitas Jember.

Egede, L. E. & Ellis, C. 2010. Diabetes and depression: Global perspectives.

Diabetes Research and Clinical Practice, 87, 302-312.

Elizabeth H.B. Lin, Wayne Katon, Michael Von Korff, Carolyn Rutter, Simon, G. E., Oliver, M., Paul Ciechanowski, Ludman, E. J., Bush, T. & Young,

Adults With Type 2 Diabetes. Diabetes UK Medicine, 26, 153-161.

Friedman, M. M., Bowden, V. R. & Jones, E. G. 2010. Buku Ajar Keperawatan Keluarga, Riset, Teori dan Praktek, Jakarta, FK UI.

Hensarling, J. 2009. Development and Psycometric Testing of Hensarling's Diabetes Family Support Scale. Journal for Nursing Practitioner, 5, 523-535.

Herdianti. 2013. Determinan Kualitas Hidup Penderita DM Tipe 2 di RSUD Ajjappange Kabupaten Soppeng Tahun 2013. Program Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin.

Hilliard, M. E. 2009. Pedictors of Diabetes Related Quality of Life After Transitioning to The Insulin Pump. Journal of Pediatric Psychology, 34, 137-146.

Hoeksema & Nolen, S. 2001. Gender Differences in Depression. American Psychological Society Journal, 10, 173-176.

Hutagalung, E. A. Tatalaksana Diagnosis dan Terapi Gangguan Anxietas.

Simposium Sehari Kesehatan Jiwa dalam Rangka Menyambut Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, 2007 Jakarta. IDI

IDF (International Diabetes Federation). 2005. Panduan Global untuk Diabetes Tipe 2.

Ilyas, E. I. 2007. Olahraga Bagi Diabetesi Jakarta, Balai Penerbit FK UI.

Isa, B. A. & Baiyewu, O. 2006. Quality of Life Patient With Diabetes Mellitus In A Nigerian Teaching Hospital. Hongkong Journal Psychiatry, 16, 27-33.

Islam, M. R., Karim, M. R., Habib, S. H. & Yesmin, K. 2013. Diabetes distress among type 2 diabetic patients. International Journal of Medicine and Biomedical Research, 2, 113-124.

diabetes in Iranian patients: a comparative study. International Journal of Psychiatri Med, 37, 81-86.

Kosana Stanetićet al. 2011 The Quality Of Life Of Patients With Type 2 Diabetes Mellitus, Општа медицина 2012;18(3-4):70-77

Kuncoro, W. 2002. Pendekatan Dukungan Sosial Keluarga. Diakses dari : http://www.e-psikologi.com/index.php. Pada tanggal 18 Januari 2015 Kurnia, S. T. & Setyogoro, S. 2012. Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus

Tipe II di Puskesmas Kecamatan Cengkareng Jakarta barat Tahun 2012. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5, 6-11.

Kurniawan, H. M. 2008. Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus di RSUD Daerah Cianjur Jawa Barat. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 10, 76.

Laniawaty, E. 2001. Diabetes Melitus, Yogyakarta, Kansius.

Lemeshow 1997. Besar Sampel Dalam Penelitian Kesehatan, Yogyakarta, Gajah Mada University Press.

Li, C. 2008. Diabetes and Anxiety in U.S Adults : Findings From 2006 Behavioral Risk Factor Surveilance System. Atalanta Diabetic Mediicine, 25, 878-881.

Lindsay, G., Kathryn Inverarity & McDowell, J. S. 2011. Quality of Life in People with Type 2 Diabetes in Relation to Deprivation, Gender, and Age in a New Community-Based Model of Care. Hindawi Publishing Corporation Nursing Research and Practice, 1-6.

Lloyd, C. E., Hermanns, N., Nouwen, A., Pouwer, F., Underwood, L. & Winkley, K. 2010. The Epidemiology ofDepression and Diabetes. Depression and Diabetes, John Wiley & Sons, Ltd.

Lovibond, S. H. & Lovibond, P. F. 1995. Manual for the Depression Anxiety Stress Scales (2nd. Ed.). , Sydney, Psychology Foundation.

Kota Surabaya Universitas Airlangga.

Maulana, M. 2008. Mengenak Diabetes Melitus, Yogyakarta, Kelompok Penerbit Ar Ruzz.

Mazlina, M., S, A. S. & Jefferey 2011. Health-related Quality of Life in Patients with Diabetic Foot Problems in Malaysia. Malaysia Medical Journal, 66.

Mier, N., Alonso, A. B., D, Z., Zuninga, M. A. & Acosta, R. I. 2008. Health-Related Quality of Life in A Binational Population With Diabetes at The Texas-Mexico Borders. Rev Panam Salud Publica, 23, 154-163.

Mills, L. 2008. Diabetes : Self-esteem and Family Support [Online]. Available:

http://www.americanchronicle.com2014].

Murti, B. 1997. Prinsip dan Metode Riset Epidemilogi, Yogyakarta, Gajah Mada University Press.

Nikibakht, A., Moayedi, F., Zahre, S., Mahboohi, H., Banaei, S., Khorgoei, T. &

Jahanshahi, K. 2009. Anxiety and depression among Diabetic patients in Bandarababbas, Southern Iran. Australasian Medical Journal, 10, 25-28.

Ningtyas, D.W, dkk 2013. Analisis Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Mahasiswa 2013 Universitas Jember.

Notoatmodjo, S. 2002. Metode Penelitian Kesehatan, Jakarta, Rineke Cipta.

Nurrahmani, U. 2011. Stop Diabetes, Yogyakarta, Familia.

Olsen, M., Anderbro, T., Amsberg, S., Leksell, J., Moberg, E., Lisspers, J., Gudbjörnsdottir, S. & Johansson, U.-B. 2013. Psychometric Properties of the Swedish Version of the Fear of Complications Questionnaire.

Open Journal of Endocrine and Metabolic Disease, 4, 69-76.

PERKENI 2011. Konsensus Pengendalian dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia tahun 2011.

Post, M. W., Witte, L. P. & Schrijvers, A. J. 1999. Quality of life And The ICIDH : Towards An Integrated Conceptual Model For Rehabilitation Outcome Research. Pubmed, 13, 5-15.

Preston, S. J. & Bredow, T. S. 2004. Middle Range Theory, Aplication to Nursing Research, Philadelpia, Lippincot Williams & Willkins.

Rahmaningtyas, A. 2013. Jumlah penderita diabates di Indonesia masuk 7 dunia. Artikel Sindonews Diperoleh pada tanggal 4 Februari 2015 dari http://international.sindonews.com.

Rahmat, W. P. 2010. Pengaruh konseling terhadap kecemasan dan kualitas hidup pasien Diabetes Mellitus di Kecamatan Kebakkramat. Universitas Diponegoro.

Ramaiah, S. 2007. Cara Mengetahui Gejala Diabetes dan Mendeteksinya Sejak Dini, Jakarta, PT Buana Ilmu Populer.

Raudatussalamah & Fitri, A. R. 2012. Psikologi Kesehatan, Pekanbaru, Al Mujtahadah Press.

Reinhardt, J. P. 2001. Effects of positive and negative social support received and provided on adaptation to chronic visual impairment. Applied Developmental Science, 5.

Rihmer, Zoltan & Angst, J. 2009. Mood Disorder: Epidemiology., Lippincott Williams & Wilkins

Riskesdas 2013. Riset Kesehatan Dasar. Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Rochmayanti. 2011. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Pasien Penyakit Jantung Koroner Di Rumah Sakit PELNI Jakarta.

. Universitas Indonesia.

Rubin, R. R. & Peyrot, M. 1999. Quality of Life and Diabetes.

Diabetes/Metabolism Research And Reviews, 15, 205-218.

Ruby, W. B. 2002. Bimbingan Dokter Pada Diabetes, Jakarta, Dian Rakyat.

Sacco, P. & Yanover, T. 2006. Diabetes and Depression: Tha Role of Social Support and Medical Symtoms. Journal of Behavioral Medicine, 26.

Sarafino, E. P. 2004. Health Psychology: Biopsychosocial Interaction (2nd ed).

, New York, John Wilky and Sons Inc.

Sari, M. R., Thobari, J. A. & Andayani, T. M. 2011. Evaluasi Kualitas Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Yang Diterapi Rawat Jalan Dengan Anti Diabetik Oral Di Rsud Dr. Sardjito. Jurnal managemen dan pelayanan farmasi 1.

Setiadi 2008. Konsep & Proses Keperawatan Keluarga., Yogyakarta, Graha Ilmu.

Silitonga, R. 2007. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup penderita penyakit Parkinson di Poliklinik Saraf dr Kariadi. Universitas Diponegoro.

Skarbek, E. A. 2006. Psycososial Predictors of Self Care Behavior in Type 2 Diabetes Mellitus Patient : Analysis of Social Suport, Self-Efficacy and Depression.http://citeseerx.ist.psu.edu/wiewdos/download.pdf.

Smeltzer, S. C. & Bare, B. G. 2002. Buku ajar keperawatan medikal bedah (ed 8) Jakarta, EGC.

Sotiropoulos, A., Papazafiropoulou, A., Apostolou, O., Kokolaki, A., Gikas, A.

& Pappas, S. 2008. Prevalence of depressive symptoms among non insulin treated Greek type 2 diabetic subjects. BMC Res. Notes 1 101.

Southwick, S. M., Vythilingam, M. & Charney, D. S. 2005. The psychobiology of depression and resilience to stress: Implications for prevention and treatment. . Annual Review of Clinical Psychology, 1, 255-291.

Taloyan, M., Saleh-Stattin, N., Johansson, S.-E., Agréus, L. & Wändell, P.

2013. Health-Related Quality of Life in Assyrian/Syrian and Swedish-Born Patients with Type 2 Diabetes. British Journal of Medicine &

Medical Research 3, 1847-1857.

Tamara, E., Bayhakki & Nauli, F. A. 2013. Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus Tipe Ii Di Rsud Arifin Achmad Provinsi Riau. JOM PSIK, 1.

Tandra, H. 2008. Segala Sesuatu yang Harus Anda Ketahui Tentang Diabetes, PT. Gramedia Pustaka Umum, Jakarta, PT. Gramedia Pustaka Umum.

Tang, T. S. 2008. Social Support, Quality of Live, and Self-Care Behavior Among African Americans With Type 2 Diabetes. Diabetes Educations.

Thommasen, H. V. & Zhang, W. 2006. Health-related quality of life and type 2 diabetes: A study of people living in the Bella Coola Valley. MEDICAL JOURNAL 48.

Triyanisya 2013. Jumlah penyandang Diabetes di Indonesia terbanyak ketujuh di Dunia. Metrotvnews. Diperoleh tanggal 3 Januari 2014 dari http://www.metrotvnews.com.

Vamos, R., Richard, M. & Barbara, L. 2009. Comorbid Depression Is Associated With Increased Healthcare Utilization and Lost Productivity in Persons With Diabetes: A Large Nationally Representative Hungarian Population Survey. Psychosomatic Medicine, 71, 501-507.

WHO 1994. WHO QOL-BREF Introduction, Administration, Scoring And Generic Version of the Assesment rev.1. December 1994., Programme

on Mental Health.

http://www.who.int/entity/mental_health/media/en/76.pdf. World Health Organization Geneva.

WHO 2004. WHOQOL Instrument Users Manual.

http://apps.who.int/iris/bitstream/10665/77776/1/WHO_MSD_MER_Re v.2012.03_eng.pdf?ua=.

pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di poliklinik penyakit dalam rumah sakit umum pusat Fatmawati Jakarta. Universitas Indonesia.

LAMPIRAN

Analisis Kualitas Hidup Pasien DM Tipe 2 di RSUD Labuang Baji dan RS Ibnu Sina Kota Makassar Tahun 2015

____ / ___ / 2015 Kode Responden :

A. Karakteristik responden

Nama : ……….

Alamat/ no. telp : ……….

……….

……….

………..

Umur : ……….. tahun

Jenis kelamin : Laki-laki Perempuan Pendidikan : 1. Tidak sekolah

2. SD 3. SMP 4. SMA 5. PT Pekerjaan : 1. PNS

: 2. Pegawai Swasta : 3. TNI/Polri : 4. Wiraswasta

: 5. Lainnya, Sebutkan Kadar Glukosa : ………..mg/dl

Komplikasi DM : ……….

Lama Menderita DM : ……… tahun …………...bulan Keluarga yang merawat : Suami/isteri

: Anak : Ayah/ibu

: Lainya, sebutkan ………

Kuesioner ini terdiri dari berbagai pernyataan yang mungkin sesuai dengan pengalaman Bapak/Ibu/Saudara dalam menghadapi situasi hidup sehari-hari. Terdapat empat pilihan jawaban yang disediakan untuk setiap pernyataan yaitu:

0 : Tidak sesuai dengan saya sama sekali, atau tidak pernah.

1 : Sesuai dengan saya sampai tingkat tertentu, atau kadang-kadang.

2 : Sesuai dengan saya sampai batas yang dapat dipertimbangkan, atau lumayan sering.

3 : Sangat sesuai dengan saya, atau sering sekali.

Selanjutnya, Bapak/Ibu/Saudara diminta untuk menjawab dengan cara memberi tanda silang (X) pada salah satu kolom yang paling sesuai dengan pengalaman Bapak/Ibu/Saudara selama satu minggu belakangan ini. Tidak ada jawaban yang benar ataupun salah, karena itu isilah sesuai dengan keadaan diri Bapak/Ibu/Saudara yang sesungguhnya, yaitu berdasarkan jawaban pertama yang terlintas dalam pikiran Bapak/Ibu/ Saudara.

Tingkat Depresi Kecemasan

Normal 0 – 9 0 - 7

Ringan 10 – 13 8 – 9

Sedang 14 – 20 10 – 14

Parah 21 – 27 15 – 19

Sangat parah > 28 > 20

kegiatan.

3 Saya merasa sedih dan tertekan.

4 Saya merasa saya kehilangan minat akan segala hal.

5 Saya merasa bahwa saya tidak berharga sebagai seorang manusia.

6 Saya merasa bahwa hidup tidak bermanfaat.

7 Saya tidak dapat merasakan kenikmatan dari berbagai hal yang saya lakukan.

8 Saya merasa putus asa dan sedih.

9 Saya tidak merasa antusias dalam hal apapun.

10 Saya merasa bahwa saya tidak berharga.

11 Saya melihat tidak ada harapan untuk masa depan.

12 Saya merasa bahwa hidup tidak berarti.

13 Saya merasa sulit untuk meningkatkan inisiatif dalam melakukan sesuatu.

No PERNYATAAN (KECEMASAN) Tidak

Pernah

Jarang Sering Selalu 1 Saya merasa bibir saya sering kering.

2 Saya mengalami kesulitan bernafas (misalnya:

seringkali terengah-engah atau tidak dapat bernafas padahal tidak melakukan aktivitas fisik sebelumnya).

3 Saya merasa goyah (misalnya, kaki terasa mau ’copot’).

4 Saya menemukan diri saya berada dalam situasi yang membuat saya merasa sangat cemas dan saya akan merasa sangat lega jika semua ini berakhir.

5 Saya merasa lemas seperti mau pingsan.

6 Saya berkeringat secara berlebihan (misalnya: tangan berkeringat), padahal temperatur tidak panas atau tidak melakukan aktivitas fisik sebelumnya.

7 Saya merasa takut tanpa alasan yang jelas.

8 Saya mengalami kesulitan dalam menelan.

9 Saya menyadari kegiatan jantung, walaupun saya tidak sehabis melakukan aktivitas fisik (misalnya: merasa detak jantung meningkat atau melemah).

10 Saya merasa saya hampir panik

11 Saya takut bahwa saya akan ‘terhambat’ oleh tugas-tugas sepele yang tidak biasa saya lakukan.

12 Saya merasa sangat ketakutan.

13 Saya merasa khawatir dengan situasi dimana saya mungkin menjadi panik dan mempermalukan diri sendiri.

14 Saya merasa gemetar (misalnya: pada tangan).

Conteng salah satu dari 4 pilihan tersebut !!!

No Pertanyaan Tidak

pernah

Jarang Sering Selalu

1 Keluarga memberi saran agar saya kontrol ke dokter

2 Keluarga memberi saran agar saya mengikuti edukasi tentang diabetes 3 Keluarga memberi informasi baru

tentang diabetes kepada saya

4 Keluarga mengerti saat saya mengalami masalah yang berhubungan dengan diabetes 5 Keluarga mendengarkan jika saya

bercerita tentang diabetes

6 Keluarga mau mengerti tentang bagaimana saya merasakan diabetes 7 Saya merasakan kemudahan mendapatkan informasi dari keluarga tentang diabetes

8 Keluarga mengingatkan saya untuk mengontrol gula darah jika saya 9 lupaKeluarga mendukung usaha saya

untuk berolahraga

10 Keluarga mendukung saya untuk mengikuti rencana diet/makan 11 Keluarga membantu saya untuk

menghindari makanan manis

12 Keluarga makan makanan pantangan saya di dekat saya

13 Diabetes yang saya alami membuat keluarga merasa susah

15 Saya merasakan kemudahan minta bantuan kepada keluarga dalam mengatasi masalah diabetes

16 Keluarga mengingatkan saya tentang keteraturan waktu diet 17 Keluarga merasa terganggu dengan

diabetes saya

18 Keluarga mendorong saya untuk memeriksakan mata saya ke dokter 19 Keluarga mendorong saya untuk memeriksakan kaki saya ke dokter 20 Keluarga mendorong saya untuk

periksa gigi ke dokter

21 Saya merasakan kemudahan minta bantuan keluarga untuk mendukung perawatan diabetes 22 sayaKeluarga menyediakan makanan

yang sesuai dengan diet saya 23 Keluarga mendukung usaha diet

saya

24 Keluarga tidak menerima bahwa saya menderita diabetes

25 Keluarga mendorong saya untuk memeriksaan kesehatan saya ke dokter

26 Keluarga membantu ketika saya cemas dengan diabetes

27 Keluarga memahami jika saya sedih dengan diabetes

28 Keluarga mengerti bagaimana cara membantu sayadalam mengatasi diabetes saya

29 Keluarga membantu saya membayar pengobatan diabetes

Pertanyaan berikut ini menyangkut perasaan anda terhadap kualitas hidup, kesehatan dan hal-hal lain dalam hidup anda. Saya akan membacakan setiap pertanyaan kepada anda, bersamaan dengan pilihan jawaban. Pilihlah jawaban yang menurut anda paling sesuai. Jika anda tidak yakin tentang jawaban yang akan anda berikan terhadap pertanyaan yang diberikan, pikiran pertama yang muncul pada benak anda seringkali merupakan jawaban yang terbaik.

Camkanlah dalam pikiran anda segala standar hidup, harapan, kesenangan dan perhatian anda.

Kami akan bertanya apa yang anda pikirkan tentang kehidupan anda pada empat minggu terakhir.

Sangat buruk Buruk Biasa-biasa saja Baik Sangat baik

1. Bagaimana menurut anda kualitas

hidup anda? 1 2 3 4 5

Sangat tdk memuaskan

Tdk

memuaskan Biasa-biasa saja Memuas-kan

Sangat

memuas-kan

2. Seberapa puas anda terhadap kesehatan

anda? 1 2 3 4 5

Pertanyaan berikut adalah tentang seberapa sering anda telah mengalami hal-hal berikut ini dalam empat minggu terakhir.

Tdk sama

sekali Sedikit Dlm jumlah sedang

Sangat sering

Dlm jumlah berlebihan

3. Seberapa jauh rasa sakit fisik anda mencegah anda dalam beraktivitas sesuai kebutuhan anda?

5 4 3 2 1 4. Seberapa sering anda membutuhkan terapi

medis untuk dpt berfungsi dlm kehidupan sehari-hari anda?

5 4 3 2 1 5. Seberapa jauh anda menikmati hidup anda? 1 2 3 4 5 6. Seberapa jauh anda merasa hidup anda

berarti? 1 2 3 4 5

7. Seberapa jauh anda mampu berkonsentrasi? 1 2 3 4 5 8. Secara umum, seberapa aman anda rasakan

dlm kehidupan anda sehari-hari? 1 2 3 4 5

9. Seberapa sehat lingkungan dimana anda

tinggal (berkaitan dgn sarana dan prasarana) 1 2 3 4 5 Pertanyaan berikut ini adalah tentang seberapa penuh anda alami hal-hal berikut ini dalam 4

minggu terakhir?

Tdk sama

sekali Sedikit Sedang Seringkali Sepenuhnya dialami 10. Apakah anda memiliki vitalitas yg

cukup untuk beraktivitas sehari2? 1 2 3 4 5

11. Apakah anda dapat menerima

penampilan tubuh anda? 1 2 3 4 5

14. Seberapa sering anda memiliki kesempatan untuk bersenang-senang /rekreasi?

1 2 3 4 5

Sangat buruk Buruk Biasa-biasa

saja Baik Sangat baik

15. Seberapa baik kemampuan anda

dalam bergaul? 1 2 3 4 5

Sangat tdk memuaskan

Tdk memuaskan

Biasa-biasa

saja Memuaskan Sangat memuaskan 16. Seberapa puaskah anda dg tidur

anda? 1 2 3 4 5

17. Seberapa puaskah anda dg kemampuan anda untuk

menampilkan aktivitas kehidupan anda sehari-hari?

1 2 3 4 5

18. Seberapa puaskah anda dengan

kemampuan anda untuk bekerja? 1 2 3 4 5

19. Seberapa puaskah anda terhadap

diri anda? 1 2 3 4 5

20. Seberapa puaskah anda dengan

hubungan personal / sosial anda? 1 2 3 4 5

21. Seberapa puaskah anda dengan

kehidupan seksual anda? 1 2 3 4 5

22. Seberapa puaskah anda dengan dukungan yg anda peroleh dr teman anda?

1 2 3 4 5

23. Seberapa puaskah anda dengan kondisi tempat anda tinggal saat ini?

1 2 3 4 5

24. Seberapa puaskah anda dgn akses

anda pd layanan kesehatan? 1 2 3 4 5

25. Seberapa puaskah anda dengan

transportasi yg hrs anda jalani? 1 2 3 4 5

Pertanyaan berikut merujuk pada seberapa sering anda merasakan atau mengalami hal-hal berikut dalam empat minggu terakhir.

Tdk pernah Jarang Cukup sering Sangat sering Selalu 26. Seberapa sering anda memiliki

perasaan negatif seperti ‘feeling blue’ (kesepian), putus asa, cemas dan depresi?

5 4 3 2 1

Raw Score

Trasnformed scores

Raw score

Trasnformed scores

Raw score

Transformed scores

Raw score

Transformed scores

4-20 0-100 4-20 0-100 4-20 0-100 4-20 0-100

7 4 0 6 4 0 3 4 0 8 4 0

8 5 6 7 5 6 4 5 6 9 5 6

9 5 6 8 5 6 5 7 19 10 5 6

10 6 13 9 6 13 6 8 25 11 6 13

11 6 13 10 7 19 7 9 31 12 6 13

12 7 19 11 7 19 8 11 44 13 7 19

13 7 19 12 8 25 9 12 50 14 7 19

14 8 25 13 9 31 10 13 56 15 8 25

15 9 31 14 9 31 11 15 69 16 8 25

16 9 31 15 10 38 12 16 75 17 9 31

17 10 38 16 11 44 13 17 81 18 9 31

18 10 38 17 11 44 14 19 94 19 10 38

19 11 44 18 12 50 15 20 100 20 10 38

20 11 44 19 13 56 21 11 44

21 12 50 20 13 56 22 11 44

22 13 56 21 14 63 23 12 50

23 13 56 22 15 69 24 12 50

24 14 63 23 15 69 25 13 56

25 14 63 24 16 75 26 13 56

26 15 69 25 17 81 27 14 63

27 15 69 26 17 81 28 14 63

28 16 75 27 18 88 29 15 69

29 17 81 28 19 94 30 15 69

30 17 81 29 19 94 31 16 75

31 18 88 30 20 100 32 16 75

32 18 88 33 17 81

33 19 94 34 17 81

34 19 94 35 18 88

35 20 100 36 18 88

37 19 94

38 19 94

39 20 100

40 20 100

References

Bergner, M., Bobbitt, R.A., Carter, W.B. et al. (1981). The Sickness Impact Profile: Development and final revision of a health status measure. Medical Care, 19, 787-805.

WHOQOL-BREF

PROGRAMME ON MENTAL HEALTH WORLD HEALTH ORGANIZATION

GENEVA

For office use only For office use only For office use only For office use only

Equations for computing domain scores Equations for computing domain scores Equations for computing domain scores

Equations for computing domain scores Raw scoreRaw scoreRaw scoreRaw score Transformed scores*Transformed scores*Transformed scores*Transformed scores*

4-20 0-100 Domain 1 (6-Q3) + (6-Q4) + Q10 + Q15 + Q16 + Q17 + Q18

d + d + d + d + d + d + d =

Domain 2 Q5 + Q6 + Q7 + Q11 + Q19 + (6-Q26)

d + d + d + d + d + d =

Domain 3 Q20 + Q21 + Q22

d + d + d =

Domain 4 Q8 + Q9 + Q12 + Q13 + Q14 + Q23 + Q24 + Q25

d + d + d + d + d + d + d + d =

* Please see Table 4 on page 10 of the manual, for converting raw scores to transformed scores.

This document is not issued to the general public, and all rights are reserved by the World Health Organization (WHO). The document may not be reviewed, abstracted, quoted, reproduced or translated, in part or in whole, without the prior written permission of WHO. No part of this document may be stored in a retrieval system or transmitted in any form or by any means

-electronic, mechanical or other - without the prior written permission of WHO.

Valid Perempuan 49 67.1 67.1 100.0

Total 73 100.0 100.0

Kategori Usia

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

35-45 2 2.7 2.7 2.7

46-55 22 30.1 30.1 32.9

56-65 26 35.6 35.6 68.5

> 65 23 31.5 31.5 100.0

Total 73 100.0 100.0

Pendidikan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

Tidak Sekolah 10 13.7 13.7 13.7

SD 12 16.4 16.4 30.1

SMP 18 24.7 24.7 54.8

SMA 20 27.4 27.4 82.2

Perguruan Tinggi 13 17.8 17.8 100.0

Total 73 100.0 100.0

Pekerjaan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

PNS 3 4.1 4.1 4.1

Karyawan Swasta 1 1.4 1.4 5.5

Wiraswasta 15 20.5 20.5 26.0

IRT 39 53.4 53.4 79.5

Pensiunan PNS/Swasta 13 17.8 17.8 97.3

Purnawirawan 2 2.7 2.7 100.0

Total 73 100.0 100.0

Kategori Depresi

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

Berat 13 17.8 17.8 17.8

Ringan 60 82.2 82.2 100.0

Total 73 100.0 100.0

Kategori Kecemasan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

Berat 33 45.2 45.2 45.2

Ringan 40 54.8 54.8 100.0

Total 73 100.0 100.0

Dokumen terkait