• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN

4.2. Keterbatasan Penelitian

Setelah melakukan analisis hasil penelitian, diketahui bahwa penelitian ini memiliki keterbatasan sebagai berikut :

1. Hanya beberapa Instansi di Kabupaten Aceh Tengah yang telah mengerti manfaat

Penggunaan Balanced Scorecard sebagai alat pengukuran kinerja maupun sistem

perencanaan yang terintegrasi, namun itupun belum menerapkannya. Hal ini banyak mempengaruhi dalam pengumpulan data primer

2. Anggaran berbasis Kinerja berdasarkan Kepmendagri 29 Tahun 2002 baru

diterapkan mulai tahun 2004, oleh karena itu saat ini masih dalam masa transisi yang cukup berpengaruh terhadap pengetahuan dan kemampuan responden menjawab pertanyaan.

3. Indikator yang digunakan pada masing-masing variabel masih terbatas, sehingga

masih ada beberapa hal yang belum dicakup dalam pembahasan dan masih perlu dikembangkan lebih lanjut.

5. Kuisioner dalam penelitian ini hanya terbatas pada Pegawai Negeri Sipil di

jajaran Pemerintah Daerah Kabupauen Aceh Tengah dan masyarakat yang membayar pajak pada Dinas Pendapatan Daerah. Dan tidak menyertakan anggota DPRD.

5.1. Saran

Berdasarkan analisis hasil penelitian, temuan dan keterbatasan dari penelitian ini, maka selanjutnya dirumuskan beberapa rekomendasi yang ditujukan baik kepada para peneliti lanjutan, khususnya yang berkaitan dengan manajemen publik, para praktisi di bidang fiskal, Kepala Badan/Dinas/Kantor di Kabupaten/Kota, Pemerintah Daerah, DPRD, serta Pemerintah Pusat sebagai berikut :

1. Kepada Peneliti, khususnya yang berminat meneliti Dampak Desentralisasi Fiskal terhadap Kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan lebih mengembangkan indikator-indikator selain yang digunakan dalam penelitian ini.

2. Mengingat Pendekatan balanced scorecard relatif baru dan belum banyak

digunakan di kalangan organisasi pemerintah, maka perlu adanya inseminasi konsep dan aplikasinya pada tataran praktis sehingga instrumen yang dikembangkan dari konsep ini akan lebih sesuai dengan karakteristik organisasi publik secara riil.

3. Kepada Praktisi di bidang kebijakan fiskal perlu terus mengkaji lebih dalam lagi esensi desentralisasi fiskal yang sudah dikembangkan dan diterapkan selama ini apakah sudah menyentuh pada substansi pokok yaitu pelimpahan kewenangan dalam penetapan basis dan jenis Pajak & Retribusi bagi Pemerintah Daerah, serta bagaimana bentuk desentralisasi fiskal yang ideal di Indonesia.

4. Kepada Kepala Badan/Dinas/Kantor pada Pemerintah Kabupaten/Kota pada umumnya, khususnya di lokasi penelitian untuk lebih meningkatkan orientasi terhadap palayanan publik dan lebih lanjut adalah untuk menstimuli pertumbuhan ekonomi daerah sehingga dalam jangka panjang daerah akan semakin kompetitif dan kondisi perekonomian berbasis kompetensi lokal akan semakin maju.

5. Perlunya peningkatan kapasitas kelembagaan, aparatur dan administrasi dalam

implementasi desentralisasi fiskal sehingga pengelolaan sumber-sumber keuangan daerah lebih efisien dan efektif, alokasi dan distribusi sumber daya dan dana lebih proporsional antara anggaran rutin dan pembangunan serta mulai menerapkan

sistem anggaran berbasis kinerja dan mulai meninggalkan pendekanan line-item

Daerah dalam Manajemen Otonomi Daerah: Birokrasi Ekonomi Sosial. Editor: Luthfi Pattimura. Cetakan Pertama. Lembaga Studi Komunikasi Pembangunan Indonesia (LKSPI). Jakarta.

Abimanyu, A. 2003. “Exit Strategy” dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2004. http://www.kompas.com/kompas-cetak/0305/10/ekonomi/304476.htm. Sabtu, 10 Mei 2003.

Anderson, Erin. 1990. Two firms, one frontier: on assessing joint venture performance. Sloan magement Review: 31/2.

Andersen, H.V., and G. Lawrie. 2002. Examining Opportunities for Improving Public Sector Governance Through Better Strategic Management. 2GC Working Paper. 2GC Limited. http://www.2gc.co.uk.

---.2004. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten / Kota Di Indonesia 2000-2003, Badan Pusat Statistik, Jakarta-Indonesia.

---.Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 Tentang Pajak dan Retribusi Daerah. Sinar Grafika. Jakarta.

---.Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah. Sinar Grafika. Jakarta.

---. Undang-Undang Nomor 25 tahun 1999 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Sinar Grafika. Jakarta.

---.Undang Nomor 34 Tahun 2000 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak dan Retribusi Daerah. Sinar Grafika. Jakarta.

---.Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. Sinar Grafika. Jakarta.

---. Undang-Undang Nomor 33 tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Sinar Grafika. Jakarta.

Astuti.S.J.W. 2005. Peluang dan tantangan penerapan E-governance dalam konteks otonomi daerah. Jurnal Masyarakat dan Kebudayaan Politik. Vol.XVIII.No.2.April.

Bahl, R. 2001. China:Evaluating the Impact of Intergovernmental Fiscal Reform in Fiscal Desentralization in Developing Countries. Cambridge University Press. United Kingdom.

Banker, R.D., H. Chang, S. N. Janakiraman and C. Konstans. 2000. A Balanced Scorecard Analysis of Performance Metrics. School of Management Tne University of Texas at Dallas. Working Paper.

Bird, R. 2003. Asymmetric Fiscal Decentralization: Glue or Solvent?. International Studies Programme. Georgia State University. Working Paper.

Boediono. 2002. Kebijakan Pengelolaan Keuangan Negara Dalam Rangka Pelaksanaan Azaz Desentralisasi Fiskal. Paper disampaikan pada Rapat Koordinasi Pendayagunaan Aparatur Negara Tingkat Nasional Tahun 2002, 11 Pebruari 2002. Jakarta.

Bryant.C. dan L.G.White. 1987. Managing Development in the third world. Westview Press Inc.Boulder.Colorado.

Business Week, Can Traditional Batik Service, Nopember 7, 1994 hal. 140-141 Cobbold, I., and G. Lawrie. 2002. Classification of Balanced Scorecards based on

their intended use. 2GC Conference Paper. 2GC Limited. http://www.2gc.co.uk.

Davis, J. G. 2004. Capabilities: A Different Perspective. Australian Journal of Management. 29 (1): 39-44.

Denhardt,J.V. and Denhardt.R.B. 2003. The New Public service: Serving not Steering. New York.M.E. Sharpe.Inc.

Dwiyanto, Agus. Dkk. 2002. Reformasi Birokrasi Publik di Indonesia. Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan UGM. Yogjakarta.

Ekholm, B-G. and J.Wallin. 2003. Shareholder/Stakeholder Value Management, Company Growth and Financial Performance: An Exploratory Study. Working Paper. Swedish School of Economics and Business Administration. Faguet, J-P. 2002. Does Decentralization Increase Government Responsiveness to

Garrison, R.H., and E.W. Noreen. 2000. Managerial Accounting. 9th Edition. Irwin McGraw Hill.

Gaspersz, V. 2003. Sistem Manajemen Kinerja Terintegrasi Balance Scorecard dengan Six Sigma untuk Organisasi Bisnis dan Pemerintah. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Halim, A. 2001. Anggaran Daerah dan “Fiscal Stress” (Sebuah Studi Kasus pada Anggaran Daerah Provinsi di Indonesia). Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Oktober 2001. 16 (4):346-357.

Handoko, T. Hani., 1997. Manajemen Personalia Dan Sumber Daya Manusia,Edisi kedua cetakan keempat. Penerbit Yogyakarta: BPFE UGM.

Hansen, D.R., and M.M. Mowen. 2000. Management Accounting. 5th Edition. South-Western College Publishing.

Haris, Samsuddin, dkk. 1999. Indonesia Di Ambang Perpecahan, Penerbit Erlangga, Jakarta

Horngren, C.T., G.L. Sundem and W.O. Stratton. 1999. Introduction to Management Accounting. 11th Edition. Prentice Hall.

Idrus, M. S. 2001. Modul Analisis Data dengan Program SPSS for Window Ver. 10.05 untuk mata kuliah Marketing Research dan Multivariate Data Analisys, Fekon, Universitas Brawijaya, Malang.

Indriantono, N dan Supomo. 1999. Metode Penelitian Bisnis : Untuk Akuntansi dan Manajemen, BPFE, Yogjakarta.

Islam, I. 1999. Regional Decentralization in Indonesia: Towards Social Accord. United Nation Support for Indonesia Recovery. Working Paper.

Kadjatmiko. 2002. Dinamika Sumber Keuangan bagi Daerah dalam Rangka Otonomi Daerah. Makalah Disampaikan dalam Matching National Policy Agenda with Local Fiscal Practices: International Workshop on Fiscal Desentralization. Bandung: 4-5 September 2002.

Kaplan, R. S., and D. P. Norton. 1992. The Balanced Scorecard-Measures that Drive Performance. Harvard Business Review. 1:71-79.

Keban, Jeremias T. 2000. Pengantar Administrasi Publik. Modul untuk Matrikulasi Program Magister Manajemen.UGM.

Kotler,P. 1994. Marketing Management: Analysis, Planning, Implementation, and Control. Englewood Cliffts.N .J: Prentice-Hall International.Inc.

Krome, D. 2001. Balanced Scorecard in the Public Sector. BDO Kendalls Article. 1 (June):1-2.

Kuntjoro, Mudrajad. 2004. Otonomi dan Pembangunan daerah: Reformasi, Perencanaan, strategi dan Peluang, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Lawrie, G., I. Cobbold and J. Marshall. 2003. Design of A Corporate Performance Management System in A Devolved Governmental Organisation. 2GC Research Paper. 2GC Limited. http://www.2gc.co.uk.

Lembaga Penelitian Smeru. 2002. Dampak Desentralisasi dan Otonomi Daerah Atas Kinerja Pelayanan Publik: Kasus Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Lembaga penelitian Smeru. http://www.gtzsfdm.or.id.

Lipe, M. G., and S. E. Salterio. 2000. The Balanced Scorecard: Judgmental Effects of Common and Unique Performance Measures. The Accounting Review. 28 (5): 283-298.

Ludigdo, U. 2001. Strategi Cost Management: Suatu Perspektif Perkembangan Akuntansi Manajemen. Jurnal Lintasan Ekonomi. 13 (1): 11-19.

Mahi, R. 2002. Strategi Pembiayaan Pelayanan Publik Era Otonomi Daerah: Pengalaman Internasional dan Indonesia. Analisis CSIS. 31 (4): 422-435. Manila, I.GK., 1996, Praktek Manajemen Pemerintahan Dalam Negeri, Penerbit PT.

Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Mardiasmo.2002a. Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah. Andi. Yogjakarta. Martoyo, Susilo. 1996. Manajemen Sumber Daya Manusia, BPFE, Yogyakarta.. McTigue, M., J. Ellig, and S. Richardson. 2001. 2nd Annual Performance Report

Scorecard: Which Federal Agencies Inform the Public?. Mercatus Center George Mason University Press. Working Paper.

Monash Internasional, Tasman Economics dan Center of Economic & Public Policy Studies-UGM]. 2002. Fiscal Desentralization. Laporan Penelitian Asian Development Bank.

Moore, M. 2003. The Public Value Scorecard: A Rejoinder and an Alternative to “Strategic Performance Measurement and Management in Non-Profit

Organizations” by Robert Kaplan. The Hauser Center for Non-Profit Organizations. The Kennedy School of Government. Harvard University. Working Paper.

Morse, W.J., J.R. Davis and A.L. Hargreaves. 2000. Managerial Accounting: A Strategic Approach. 2nd Edition. South-Western College Publishing.

Nitisemito, Alex S. 1996, Manajemen Personalia, Balai Aksara, Jakarta

Niven, P. R. 2001. Maintaining the Balanced Scorecard. Journal Perform. 2(2): 13-19.

Nurkholis. 2001. Perencanaan Strategik Organisasi Pemerintahan dengan Pendekatan Balance Scorecard. Jurnal Lintasan Ekonomi. XVIII (1):31-39

Prasojo, E. 2001. Perimbangan Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah: Indonesia dan Jerman dalam Perbandingan. Analisis CSIS. 31 (4): 436-450.

Pramusinto, A. 2002. Paradoks-Paradoks Pelaksanaan Otonomi Daerah: Beberapa Catatan dari Lapangan. Analisis CSIS. 31 (4): 462-478.

Rab, Tabrani. 1999. Menuju Riau Berdaulat : Penjarah Minyak Riau, Riau Cultural Institute, Pekan Baru.

Sabirin, S. 2003. Prinsip-Prinsip Pengendalian Hutang Pemerintah Daerah dalam Mendorong Pembangunan Daerah yang Berkesinambungan Sekaligus Mendukung Kestabilan Ekonomi-Moneter. Makalah disampaikan dalam Seminar “Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Melalui Penerbitan Obligasi Daerah dan Menyongsong Pembentukan DPD. Jakarta: 31 Januari 2003.

Santoso Budi,. 1998. Pengambilan Keputusan Stratejik untuk Organisasi Publik dan Organisasi Non Profit, Petunjuk Teknis untuk Staf Manajemen, PT. Grasindo /Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta.

Saragih, J.P. 2003. Desentralisasi Fiskal dan Keuangan Daerah dalam Otonomi. Penerbit Ghalia Indonesia. Jakarta.

Sarundajang, S.H. 2001. Arus Balik Kekuasaan Pusat ke Daerah.Pusataka Sinar Harapan. Jakarta.

Sedarmayanti, 2003, Good Governance dalam rangka Otonomi Daerah, Mandar Maju, Bandung.

Sidik, M. 2002. Format Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah yang Mengacu pada Pencapaian Tujuan Nasional. Paper disampaikan pada Seminar Nasional Public Sector Scorecard, Jakarta 17-18 April 2002. Jakarta.

Simamora, Henry. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: STIE YKPN.

Simbolon. A.2003. Laporan akuntabilitas instansi pemerintah (LAKIP). Dispendad.Jakarta.

Solimun. 2002. Multivariate Analysis Structural Equation Modelling (SEM) Lisrel dan Amos, Universitas Negeri Malang.

Subramaniam, N., and N. M. Ashkanasy. 2001. The Effect of Organizational Culture Perceptions on the Relationship Between Budgetary Participation and Managerial Job-Related Outcomes. Australian Journal of Management. 26 (1): 35-59.

Sulitiyani, A.T dan Rosidah. 2003. Manajemen SDM : Konsep, Teori dan Pe-ngembangan dalam kontek Organisasi Publik. Graha Ilmu. Yogjakarta.

Suparmoko.M. 2001. Ekonomi Politik: Untuk Keuangan dan Pembangunan daerah. Andi.Yogjakarta.

Suryana, A. 2001. Dinamika Kebijakan Perberasan Nasional. Bunga Rampai Ekonomi Beras. Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta.

Suyono. 2003. Tinjauan tentang Fungsi Ekonomi Pemerintah. http://www.kimpraswil.go.id/itjen/buletin/2324fung.htm.

Syaukani, HR. 2000. Pengalaman Pahit Otonomi Setengah Hati, Harian Suara Kaltim, 10-08-2000.

Tajoeddin. 2001 Aspirasi terhadap ke tidak merataan, Disparitas Regional dan konflik vertikal di Indonesia, Working Paper :01/01 Unsfir, Jakarta.

Tangkilisan, Hessel Nogi S. 2003. Manajemen Modern untuk Sektor Publik: Strategic management, Total quality management, Balanced scorecard, scenario planning. Balairung & Co. Yogjakarta.

Tim FE UAD dan BPK Perwakilan III Jogajakarta, 2002, dalam Prosiding Workshop Internasional : Implementasi Desentralisasi Fiskal sebagai upaya member-dayakan daerah dalam membiayai Pembangunan Daerah, Fisip Unpar, Bandung TIM Peneliti ILD. 2004 Kompilasi Undang undang Otonomi Daerah dan sekilas

Proses Kelahiranya (1903-2004), Institute for Local Development dan Yayasan TIFA, Jakarta.

Timofeev, A. 2001. Fiscal Decentralization and Soft Budget Constraints. Economic Education and Research Consortium. Working Paper Series.

Tjiptono,F. 1996. Manajemen Jasa. Penerbit Andi.Yogjakarta.

Tunggal, A. W. 2003. Pengukuran Kinerja dengan Balanced Scorecard. Penerbit Harvarindo.

Wuryanto, L.E. 1996. Fiscal Decentralization and Economic Performance in Indonesia:An Interregional Computable General Equilibrium Approach. A Dissertation of Doctor of Philosophy at Cornell University. Unpublished. Zheitaml, V.A. and Bittner, M.J., 1996, Service Marketing, McGraw-Hill

Dokumen terkait