BAB V: PENUTUP
C. Keterbatasan Penelitian
Peneliti menyadari bahwa dalam penelitian ini penggunaan skala
Adversity Quotient yang dibuat oleh peneliti masih dirasa kurang memadai. Hal ini dikarenakan masih banyak hal yang belum dimasukkan dalam aitem-aitem
skala, sehingga perlu diperhatikan kembali untuk hasil yang lebih baik dalam
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, H. dan Supriyono, W. 1991. Psikologi Belajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Ali, M. dan Asrori, M. 2005. Psikologi Remaja.Perkembangan Peserta Didik.
Jakarta: Bumi Aksara.
Azwar, S. 2002. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. Azwar, S. 2005. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.
Abdilah, S. 2006. Cerdas dan Cermat Kelola Hidup. http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/112006/10/00jumat.htm
Andi. 1997. Metode Statistika. Jakarta : Gramedia. Brouwer, M. 1981. Pergaulan. Jakarta: PT Gramedia.
Djuwarijah. 2002. Hubungan antara Kecerdasan Emosi Dengan Agresivitas Remaja. Psikologika. No 13, Tahun VII, 69-77
Gunarsa, S dan Gunarsa. 1981. Psikologi Remaja. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.
Gunarsa, S dan Gunarsa. 1991. Psikologi Untuk Muda Mudi. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.
Hadi, S.1979. Metodologi Research. Yogyakarta : Andi Offset
Hurlock, E. 1997. Psikologi Perkembangan. Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Kristiyani, T. 2005. Adversity Quotient pada Siswa Siswi Kelas 3 SMUK Xaverius I Jambi. Manasa,Vol 1, No 1, 7-11.
Mappiare, A. 1982. Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional.
Nggermanto, A. 2002. Quantum Quotient. Kecerdasan Quantum. Bandung: Nuansa.
Prabowo S. dan Setyorini, D. 2005. Pengaruh Adversity Quotient, Emotional Intelligence dan Intelligence Quotient Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pelaksana. Manasa. Vol 1, No 1, 12-16
Stoltz, P. 2000. Adversity Quotient: Mengubah Hambatan Menjadi Peluang.
Jakarta: Grasindo.
Suryanto dan Hisyam, D. 2000. Refleksi Dan Reformasi.Pendidikan Di Indonesia Memasuki Milenium III. Yogyakarta: Adicita.
Soesilowindradini. 2006. Psikologi Perkembangan Masa Remaja. Surabaya : Usaha Nasional.
Staf Yayasan Cipta Loka Caraka. 1982. Pahamilah Remajamu. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka.
Soejanto, A. 1990. Bimbingan Kearah Belajar Yang Sukses. Jakarta: Aksara Baru Syafitri, A. 2004. Gambaran aspek-aspek yang mempengaruhi Prestasi Belajar
pada siswa SMUN 106 Jakarta yang berprestasi rendah. Jurnal Psikodinamik I, Vol 6, No 2, 39-57
Soedarsono, S. 2006. Mengubah Diri untuk Sukses.
LAMPIRAN I : Skala Penelitian
C.Skala Uji Coba
D.Skala Penelitian
a. Skala Uji Coba
IDENTITAS RESPONDEN Kelas : ……… Umur : ……… Jenis Kelamin : ………. PETUNJUK PENGISIANBacalah setiap pernyataan dan pilihlah salah satu dari empat pilihan jawaban yang paling sesuai dengan keadaan, perasaan dan pikiran anda dengan memberi tanda silang (X), pada:
SS : Bila pernyataan sangat sesuai dengan keadaan anda
S : Bila pernyataan sesuai dengan keadaan anda
TS : Bila pernyataan tidak sesuai dengan keadaan anda
STS : Bila pernyataan sangat tidak sesuai dengan keadaan anda
Setiap orang mempunyai jawaban yang berbeda dan tidak ada jawaban yang dianggap salah,
semua pilihan jawaban adalah benar. Oleh karena itu, pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan diri anda
Selamat Mengerjakan.
No Pernyataan SS S TS STS
1 Saya yakin dapat mengatasi masalah yang menimpa saya seberapapun besarnya masalah tersebut
SS S TS STS
2 Saya selalu berusaha memusatkan perhatian secara penuh untuk menyelesaikan tugas sekolah
SS S TS STS
3 Hubungan dengan teman-teman yang memburuk, merupakan tanggung jawab saya untuk memperbaikinya
SS S TS STS
4 Saya merasa akan gagal dalam suatu mata pelajaran bila tidak memiliki buku panduan yang dibutuhkan
SS S TS STS
5 Kegagalan ujian semester akan menghancurkan impian saya untuk melanjutkan pendidikan di Universitas
SS S TS STS
6 Ketika hubungan dengan sahabat memburuk, saya merasa kesalahpahaman adalah penyebabnya
SS S TS STS
berlangsung sebentar
8 Saya merasa saya sangat bodoh dihadapan teman-teman jika hasil tugas saya dikritik di depan kelas
SS S TS STS
9 Saya merasa masalah saya tidak akan pernah berakhir SS S TS STS 10 Saya merasa nasib sial selalu berpihak pada saya SS S TS STS 11 Saya yakin akan ada jalan keluar untuk setiap masalah
yang saya hadapi
SS S TS STS
12 Setiap kali ada masalah, saya akan mencoba menyelesaikannya segera mungkin
SS S TS STS
13 Saya menganggap gagalnya ujian karena kurangnya konsentrasi belajar
SS S TS STS
14 Jika nilai rapor saya menjadi lebih buruk itu adalah tanggung jawab saya sepenuhnya
SS S TS STS
15 Komputer yang mengalami kerusakan saat harus menyelesaikan tugas sekolah, merupakan situasi yang tidak bisa saya kendalikan
SS S TS STS
16 Saya menganggap konflik dengan sahabat tidak akan mengganggu hubungan persahabatan yang sudah terjalin selama ini
SS S TS STS
17 Saya tidak diundang ke acara ulang tahun sahabat, saya merasa alasan saya tidak diundang berkaitan dengan diri saya sepenuhnya
SS S TS STS
18 Jika saya terlambat ke sekolah, maka itu akan mengacaukan seluruh hari saya
SS S TS STS
19 Saya merasa setiap hari ada hal-hal yang dapat menyebabkan saya terlambat ke sekolah
SS S TS STS
20 Penyebab saya sering terlambat ke sekolah adalah sesuatu yang tidak bisa saya kendalikan
SS S TS STS
21 Setiap kali ada masalah, saya berhati-hati untuk melihat siapa yang menyebabkan masalah tersebut
SS S TS STS
22 Ketika tim kami gagal meraih juara pada Lomba Antar Sekolah, saya merasa saya bukan satu-satunya penyebab kegagalan itu
SS S TS STS
23 Untuk mata pelajaran yang saya anggap sulit, saya merasa nilai yang saya dapat tidak akan pernah bisa memenuhi standar ketuntasan di kelas
SS S TS STS
24 Ketika kelompok presentasi kami gagal mendapat nilai terbaik di kelas, saya merasa sayalah yang menjadi penyebab utamanya
25 Sulitnya suatu mata pelajaran tidak menghalangi saya untuk mencapai nilai terbaik di kelas
SS S TS STS
26 Saya yakin bisa menyelesaikan tugas yang diberikan guru meskipun waktu yang tersedia terbatas
SS S TS STS
27 Kegagalan melaksanakan tugas yang diberikan guru oleh kelompok kami, bukanlah tanggung jawab saya sama sekali
SS S TS STS
28 Saya merasa bukan tanggung jawab saya bila kelompok tugas saya gagal dalam mendapatkan nilai terbaik di kelas
SS S TS STS
29 Saya dapat mengendalikan situasi ketika mendapat tanggapan negatif dari teman-teman terhadap ide yang saya sampaikan
SS S TS STS
30 Saya akan mencari cara untuk mempelajari mata pelajaran yang sulit saya pahami sampai bisa menguasainya
SS S TS STS
31 Saya mudah menyerah bila menghadapi jalan buntu dalam menyelesaikan masalah
SS S TS STS
32 Saya percaya semua yang terjadi pada diri saya sudah ditentukan oleh takdir
SS S TS STS
33 Kritik dari teman atas hasil tugas yang saya buat, saya anggap penting untuk perbaikian diri saya
SS S TS STS
34 Saya merasa kesehatan tubuh saya merupakan tanggung jawab saya seutuhnya
SS S TS STS
35 Saya merasa sudah nasib saya ketika gagal membina hubungan dengan lawan jenis
SS S TS STS
36 Saya merasa sia-sia merubah nilai-nilai saya yang jelek. SS S TS STS 37 Saya adalah penyebab dari semua masalah yang selama
ini menimpa saya
SS S TS STS
38 Saya menyadari bahwa kesulitan adalah suatu proses pendewasaan dalam hidup
SS S TS STS
39 Ketika bertengkar hebat dengan sahabat, saya merasa penyebab pertengkaran tersebut sebenarnya adalah sesuatu yang bisa saya kendalikan
SS S TS STS
40 Saya merasa penyebab gagalnya ujian adalah sesuatu yang sebenarnya bisa saya kendalikan seutuhnya
SS S TS STS
41 Meskipun sedang sakit saat ujian berlangsung, saya yakin tetap bisa mengerjakan soal-soal ujian
SS S TS STS
42 Saya adalah orang yang suka menunda-nunda pekerjaan SS S TS STS 43 Saya merasa ada saja alasan yang dapat membuat saya SS S TS STS
bertengkar dengan teman-teman
44 Saya yakin konflik dengan sahabat akan merusak hubungan persahabatan yang sudah terjalin
SS S TS STS
45 Saya merasa hidup saya tidak berarti, ketika gagal dalam menjalin hubungan dengan lawan jenis
SS S TS STS
46 Kegagalan yang terjadi memacu saya untuk berbuat lebih baik lagi
SS S TS STS
47 Saya merasa bukan tanggung jawab saya, bila gagal dalam satu mata pelajaran yang saya anggap sulit
SS S TS STS
48 Saya merasa tidak berdaya ketika gagal memenuhi standar ketuntasan di kelas
SS S TS STS
49 Saya merasa hidup saya hancur bila tidak lulus ujian akhir nasional
SS S TS STS
50 Pertengkaran saya dengan teman dekat tidak akan mempengaruhi seluruh kehidupan saya
SS S TS STS
51 Saya kurang bisa mengoperasikan komputer, tapi saya yakin suatu saat akan dapat menguasai program komputer yang saya anggap sulit
SS S TS STS
52 Saya yakin bisa menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru seberapapun sulitnya tugas itu
SS S TS STS
53 Saya merasa tidak berdaya ketika saya sedang sakit SS S TS STS
54 Saya merasa hidup saya hancur SS S TS STS
55 Setiap kali saya akan presentasi, pasti akan ada faktor yang membuat presentasi saya gagal
SS S TS STS
56 Menurut saya penyebab gagalnya kelompok kami dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru berkaitan dengan kesalahan kelompok
SS S TS STS
57 Saya menganggap kegagalan ujian sebagai suatu pengalaman untuk berusaha lebih baik lagi
SS S TS STS
58 Setiap kali bertengkar dengan sahabat, saya yakin itu dikarenakan kesalahpahaman diantara kami yang dapat diatasi
SS S TS STS
59 Setiap kali ada kesulitan, saya merasa sayalah yang menjadi penyebab atas semua kesulitan itu
SS S TS STS
60 Saya merasa bertanggung jawab atas gagalnya tim yang saya ketuai meraih juara pertama dalam Lomba Antar Sekolah
SS S TS STS
bertengkar dengan sahabat
62 Saya merasa gagal total ketika nilai ujian saya tidak memenuhi standar ketuntasan di kelas
SS S TS STS
63 Saya tetap memiliki keyakinan untuk sukses, meskipun gagal dalam mata pelajaran tertentu
SS S TS STS
64 Kegagalan memenuhi standar ketuntasan di kelas merupakan pemicu untuk lebih baik dalam ujian susulan
SS S TS STS
Periksalah kembali pekerjaan anda, Pastikan tidak ada pernyataan yang terlewat