Ketidaknyamanan Ibu Hamil Trimester III
No Ketidaknyamanan Fisiologis Intervensi 1 Sesak napas Diafragma terdorong
keatas
Posisi bantal bila tidur extra bantal. Hentikan merokok, konsultasi 2 Insomnia (pada
minggu terakhir)
Gerakan janin, kram otot dan sering buang air kecil
Sering berkomunikasi dengan suami atau kerabat
3 Rasa khawatir dan cemas
Gangguan hormonal, penyesuaian
hormonal
Relaksasi, masase perut, minum susu hangat, tidur pakai ganjal bagian tubuh 4 Rasa tidak nyaman dan tertekan pada perineum Pembesaran uterus terutama waktu berdiri dan jalan serta akibat gemeli
Istirahat, relaksasi, siapkan tubuh. Lapor petugas kesehatan 5 Kontraksi Braxton hick Kontraksi uterus mempersiapkan persalinan Istrahat, teknik relaksasi dan atur napas
6 Kram betis Karena penekanan pada saraf yang terkait dengan uterus yang membesar. Perubahan kadar kalsium, fosfor, keadaan ini diperparah oleh kelelahan sirkulasi darah tepi yang buruk
Cek apakah ada tanda human, ila tidak ada lakukan masase dan kompres hangat pada botot yang terkena
7 Edema kaki-tungkai
Karena berdiri dan duduk lama, postur tubuh jelek, tidak latihan fisik, baju ketat dan cuaca panas
Asupan cairan dibatasi hingga berkemih secukupnya saja. Istirahat posisi kaki leih tinggi dari kepala 8 Keputihan Hiperplasia mukosa Meningkatkan
23 vagina akibat peningkatan hormon estrogen personal hygiene, memakai pakaian dalam yang terbuat dari katun dan menghindari pencucian vagina
9 Nocturia Tekanan uterus pada
kandung kemih serta aksresi sodium yang meningkat
bersamaan dengan terjadinya
pengeluaran air
Memberikan konseling pada ibu, perbanyak minum pada siang hari namun jangan mengurangi minum pada malam hari serta batasi minuman berbahan alamiah
10 Striae gravidarum Perubahan hormon atau gabungan antara perubahan hormon dan peregangan Menggunakan BH yang menopang payudara dan abdomen
11 Haemoroid Konstipasi dan
tekanan yang meningkat dari uterus gravid terhadap vena hemoroida Menghindari makanan berserat
12 Konstipasi Peningkatan kadar progesteron
sehingga peristaltik usus jadi lambat, penurunan motalitas akibat dari relaksasi otot-otot halus dan penyerapan air dari kolon meningkat
Meningkatkan intake cairan. Membiasakan BAB secara teratur dan segera setala ada dorongan
24 6) Tanda Bahaya Kehamilan Trimester III
Menurut (Siti Tyastuti,2016 ), tanda bahaya kehamilan adalah tanda-tanda yang mengindikasikan adanya bahaya yang dapat terjadi selama kehamilan/periode antenatal, yang apabila tidak dilaporkan atau tidak terdeteksi bisa menyebabkan kematian ibu.
Ada enam tanda bahaya kehamilan selama periode antenatal menurut Pusdiknakes, yaitu:
(a) Perdarahan pervaginam (b) Sakit kepala yang hebat (c) Masalah penglihatan
(d) Bengkak pada muka atau tangan (e) Nyeri abdomen yang hebat
(f) Bayi kurang bergerak seperti biasa
Sedangkan tanda bahaya yang perlu dirujuk untuk mendapat pertolongan adalah :
(1) Keluar darah dari jalan lahir
Perdarahan vagina dalam kehamilan jarang yang normal. Pada awal kehamilan ibu mungkin mengalami perdarahan yang sedikit atau spotting disekitar waktu pertama haidnya. Perdarahan ini implantasi dan normal terjadi. Pada awal kehamilan, perdarahan yang tidak normal adalah warna merah, perdarahan banyak, atau perdarahan dengan nyeri. Perdarahan ini dapat berarti abortus., kehamilan mola atau kehamilan ektopik.
Pada kehamilan lanjut, perdarahan yang tidak normal adalah merah, banyak, dan kadang-kadang tetapi tidak selalu disertai rasa nyeri. Perdarahan ini bisa berarti plasenta previa atau abrupsio plasenta.
(2) Ketuban pecah dini
Terjadi sebelum persalinan berlangsung yang disebabkan karena berkurangnya kekuatan membran atau meningkatnya tekanan intra uteri atau oleh kedua faktor tersebut, juga karena adanya infeksi yang dapat berasal dari vagina dan servik dan penilaiannya ditentukan dengan adanya cairan ketuban
25
di vagina.penentuan cairan ketuban dapat dilakukan dengan tes lakmus (merah menjadi biru).
(3) Kejang
Pada umunya kejang didahului oleh makin memburuknya keadaan dan terjadinya gejala-gejala sakit kepala, mual, nyeri ulu hati sehingga muntah. Bila semakin berat, penglihatan semakin kabur, kesadaran menurun sehingga kejang. Kejang dari kehamilan dapat merupakan gejala dari eklampsia.
(4) Gerakan janin tidak ada atau kurang
Ibu mulai merasakan gerakan bayi selama bulan ke-5 atau 6. Beberapa ibu dapat merasakan gerakan bayinya lebih awal. Jika bayi tidur gerakannya akan menjadi lemah. Bayi harus bergerak paling sedikit 3 kali dalam 1 jam jika ibu berbaring atau beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik.
(5) Demam tinggi
Ibu menderita demam dengan suhu tubuh >380c dalam keamilan merupakan suatu masalah. Demam tinggi dapat merupakan gejala infeksi dalam kehamilan.infeksi dapat terjadi selama kehamilan, persalinan, dan masa nifas.
(6) Nyeri perut yang hebat
Nyeri abdomen yang tidak berhubungan dengan persalinan normal adalah tidak normal. Nyeri abdomen yang mungkin menunjukan masala yang mengancam keselamatan jiwa adalah yang hebat, menetap, dan tidak hilang setelah istirahat.
(7) Sakit kepala yang hebat
Sakit kepala bisa terjadi selama kehamilan, dan seringkali merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. Sakit kepala yang menunjukan suatu masalah yang serius adalah sakit kepala hebat yang menetap, dan tidak hilang dengan beristirahat. Kadang-kadang dengan sakit kepala yang hebat tersebut, ibu mungkin menemukan bahwa penglihatannya menjadi kabur atau berbayang. Sakit kepala yang hebat dalam kehamilan adalah gejala preeklampsia.
26
(8) Mual muntah dan tidak bisa makan pada kehamilan muda
Mual dan muntah adalah gejala yang sering ditemukan pada kehamilan trimester 1. Mual biasanya terjadi pada pagi hari, gejala ini biasa terjadi 6 minggu setelah HPHT dan berlangsung selama 10 minggu. perasaan mual ini karena meningkatnya kadar hormon estrogen dan HCG alam serum. Mual muntah yang berlebihan dinamakan Hiperemesis gravidarum.
(9) Selaput kelopak mata pucat
Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan keadaan haemoglobin dibawah 11 gr% pada trimester II.
Nilai tersebut dan perbedaannya dengan wanita tidak hamil terjadi hemodilusi, terutama pada timester II. Anemia dalam kehamilan disebabkan oleh defisisensi besi dan perdarahan akut bahkan tak jarang keduanya saling berinteraksi.
7. Deteksi Dini Faktor Resiko Kehamilan Trimester III