• Tidak ada hasil yang ditemukan

KETIJA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

Dalam dokumen 47.03S ct HIMPUNAN. -f AGUNG RI (Halaman 148-170)

Mahl:am3.h bgung RJ'�

KETIJA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

Jakarta, 17 Pebruari 1988.

No. KMA/057 /11/1988 Lampiran

Perihal Pelaksanaan eksekusi selama berlangsungnya sidang umum MPR.

Kepada:

Yth. Para Ketua Pengadilan Negeri

di Seluruh Indonesia.

Sebagaimana dimaklumi dalam bulan Maret 1988 akan diselenggarakan Si­

dang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat yang amat diharapkan akan dapat berlangsung dengan lancar, aman, tertib dan sukses.

Sehubungan dengan hal tersebut perlu dilakukan langkah-langkah sebagai preventie umum yang bertujuan menceg;i.h timbulnya ketegangan sosial yang kemungkinan dapat mengganggu kelancaran Sidang Umum MPR, dan karena­

nya diperin tahkan agar para Ketua Pengadilan Negeri selama bulan Maret 1988 tidak melaksanakan eksekusi perkara perdata dan tindakan-tindakan lain yang dapa t memancing keresahan.

Demikian untuk dimaklurni dan dilaksanakan.

Ket ua Mahkamah Agung - RI, cap/ttd.

Tembusan:

1. Yth. Sclr. Wakil Ketua Mahkamah Agung- RI.

2. Yth. Para Koordinator Wilayah,

3. Yth. Para Hakim Agung Pengawas Daerah, 4. Yth. Para Hakim Agung,

5. Yth. Para Ketua Pengadilan Tinggi, 6. A r s i p .

ALI SAID, SH.

MAHKAMAH AGUNG

Keten tuan Pidana dalam UUWDP.

Jakarta, 27 April 1988.

Kepada

Menjawab surat Saudara tanggal 28 Maret 1988 No. 231/Binus-5/111/-1988 perihal di a tas, bersama ini disampaikan pendapat Mahkamah Agung sebagai ber­

ikut:

Perkara-perkara yang diancam dengan pidana berdasarkan pasal 32, pasal 33 dan pasal 34 Undang-Undang No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan ter­

masuk perkara yang diperiksa menurut acara pemeriksaan tindak pidana ringan, karena meskipun ancaman pidana dendanya setinggi-tingginya sampai Rp. 3.000.000,-, namun perkara-perkara demikian penyidangannya tidak me­

merlukan acara yang berbelit-belit, di samping pelaksanaan dari Undang-Undang No. 3 tahun 1982 itu sendiri membutuhkan penanganan yang cepat agar efek­

nya mengena.

Demikian agar maklum.

Tembusan:

Ketua Muda Mahkamah Agung-RI Bidang Hukum Pidana Umum,

cap/ttd.

H. ADI ANDOJO SOETJIPTO, SH

1. Yth. Bapak Ketua Mahkamah Agung-RI (sebagai laporan)

2. Bapak Menteri Kehakirnan-RI.

3. Bapak Jaksa Agung-RI.

4. Bapak KAPOLRI.

5. Sdr. Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Depdag.

6. Sdr. Kepala Biro Hukum Depdag.

132

MAHKAMAH AGUNG

REPUBLIK lNDONESIA Jakarta, 7 Juli 1988.

Nomor l.ampiran

MA/Kumdil/3429/VII/1988. Kepada Perihal Mohon penjelasan tentang

ijin Pengacara Praktek di wilayah hukum Pengadilan Tinggi Medan.

Yth. Sdr. Ngajah Peranginangin.

Jln. Veteran Tigabaru.

(Terminal Bus, a tas) No. K. 39 & 52.

di

Sumatera Utara.

Sehubungan dengan diterirnanya oleh Mahkarnah Agung surat Saudara tanggal 8 April 1988 No. 129/Y HGAN/BBH/IV/1988, perihal tersebut di atas, maka dengan ini diberitahukan pada Saudara sebagai berikut:

1. Tiap usaha penertiban itu memang selalu dirasakan tidak enak seolah-olah sebagai pengekangan kebebasan bergerak terutama bagi _mereka yang selalu merasa be bas tanpa pengawasan.

2. Dalam rangka perpanjangan ijin praktek oleh Ketua Pengadilan Tinggi Sumatera Utara ditentukan syarat-syarat seperti yang disebutkan dalam surat Saudara terse but adalah memang benar, bahwa:

1. butir 1, 2 dan 7 merupakan hal-hal yang hams ditaati dan dipenuhi oleh Pengacara Praktek.

2. butir 3 dan 5 perlu ditaati agar bagi para Pengacara Praktek itu dalam waktu dekat sudah dapat dihimpun dalam suatu organisasi yang merupa­

kan wadah tunggal bagi seluruh Pengacara Praktek.

3. butir 4, syarat ini bersifat suka rela.

4. sedangkan bu tir 6 yaitu kartu ijin praktek pada dasamya sebagai tugas dinas diberikan secara cuma-cuma.

Ketua Mahkamah Agung -RI u.b.

Ketua Muda Mahkamah Agung-RI Urusan Lingkungan Peradilan

Tata Usaha Negara, cap/ttd.

INDROHARTO, S.H.

Tembusan Kepada Yth.:

1. Bapak Ketua Mahkamah Agung-RI.

2. Bapak Wakil Ketua Mahkamah Agung-RI.

(1 dan 2 sebagai laporan).

3. Sdr. HAWASDA Pengadilan Tinggi Sumatera Utara.

Mahkamah Agung-RI.

4. Sdr. Ketua Pengadilan Tinggi Sumatera Utara.

5. Pertinggal.

134

MAHKAMAH AGUNG

Mahon fatwa tentang apakah penyidik Perwira A.L. dalam perkara ZEE Indonesia perlu diambil sumpah jabatan se­

laku penyidik.

Jakarta, 7 Juli 1988.

Kepada:

Yth. Bapak Jaksa Agung R.I.

di Jakarta

Membalas surat Bapak tanggal 28 April 1988 No.: R-055/A.6/4/1988 peri­

hal di atas bersama ini diberitahukan bahwa menurut pendapat Mahkamah Agung Perwir'a TNI-A.L. yang ditunjuk oleh PANGAB sebagai aparatur penegak hukum di bidang penyidikan di Zona Ekonomi Eksklusif sebelum melakukan tugasnya sebagai penyidik wajib diambil sumpahnya terlebih dahulu.

Demikian untuk dapat dijadikan pegangan dalam mempersiapkan pelimpah­

an perkara-perkara tindak pidana di ZEE Indonesia, dan agar tidak menimbulkan ketidak pastian hukum perlu kiranya ditegaskan bahwa fatwa ini mulai berlaku sejak tanggal 7 Juli 1988.

Ketua Mahkamah Agung R.I.

U.b.

Ketua Muda Mahkamah Agung R.I.

Bidang Hukum Pidana Umum, Cap/ttd.

H. ADI ANDOJO SOETJIPTO, SH Tembusan:

1. Yth. Bapak Ketua Mahkamah Agung R.I.

2.

3.

4.

5. ,,

(sebagai laporan)

Bapak Menteri Kehakiman R.I.

Bapak Panglima Angkatan Bersenjata R.I.

Sdr. Ketua Pengadilan Tinggi di seluruh Indonesia.

Sdr. Ketua Pengadilan Negeri di seluruh Indonesia.

MAHKAMAH AGUNG

1 (satu) bundel surat.

Moh on petunjuk ten tang Pegawai Negeri yang ber­

praktek sebagai penga-cara.

Jakarta, 25 Juli 1988.

Kepada Yth

Bapak Men teri Kehakiman Republik Indonesia, Jln. Rasuna Said Kav. 4-5.

Kuningan.

di-Jakarta Sela tan.

Sehubungan dengan surat Saudara Ko Thian Tjo alias Kocowibowo tanggal 30 Juni 1988 yang ditujukan kepada Bapak Ketua Mahkamah Agung perihal se­

bagaimana dalam pokok surat ini, perkenankanlah kiranya kami kemukakan hal sebagai berikut:

1. Pada dasarnya adalah tidak dibenarkan seorang Pegawai Negeri/anggauta ABRI. merangkap berprofesi sebagai penasehat hukum (pengacara praktek a tau advokat).

2. Apabila laporan Kho Thian Tjo alias Kocowibowo mengenai Eman Ra­

melan, SH. dan Reinhard Rahaningmas, SH. tersebut benar, maka sesuai yang pemah dilakukan dalam kasus Mulya Lubis, SH., bersama ini kami usulkan agar mereka itu disarankan untuk memilih salah satu diantara dua kedudukan yang tidak dapat dirangkap tersebut.

Ketua Mahkamah Agung-R.I.

u.b.

Ketua Muda Mahkamah Agung-R.I.

Tembusan Kepada Yth.:

1. Bapak Ketua Mahkamah Agung-RI.

2. Bapak Wakil Ketua Mahkamah Agung-RI.

(1 dan 2 sebagai laporan).

3. Pertinggal.

Urusan Lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara,

Cap/ttd.

INDROHARTO, S.H.

MAHKAMAH AGUNG

Jakarta, 13 Agustus 1988.

Kepada,

Yth. Saudara Artini.

Jln. Yos Sudarso No. 40, di

Samarinda.

Sehubungan dengan surat Saudara tanggal 26 Mei 1988. No. 101/OBA/88 yang ditujukan kepada Bapak Ketua Mahkamah Agung dan Bapak Menteri Kehakirnan RI. perihal terse but diatas, maka bersama ini diberitahukan pada Saudara:

I. Maksud surat Ketua Pengadilan Tinggi Kalirnantan Timur tanggal 11 Mei 1988 No. W.B. Da. HT-04. 10.63 pada Saudara sudah jelas bahwa pendaf­

taran terse but dirnaksudkan untuk ketertiban administrasi (statistik) Penga­

dilan. Tidak ada kaitannya dengan Hukum Acara, karena itu tidak perlu Saudara tanyakan ten tang dasar hukumnya.

2. Apabila administrasi Pengadilan itu baik, tertib dan rapi data-datanya me­

ngenai segala aspek jalannya perkara-perkara maka hal itu juga jelas baik dan bermanfaat bagi masyarakat.

3. Saudara sebagai pengacara praktek yang baik rasanya justru akan membantu usaha-usaha yang demikian itu. Mahkamah Agung tidak melihat dimana letak beratnya mencatatkan surat kuasa saja.

Kalau setiap surat kuasa sudah didaftarkan, maka pada tiap akhir tahun da­

pat diketahui seorang peng;icara praktek seperti Saudara telah berapa kali menjadi kuasa.

Data-data tersebut merupakan salah satu bentuk dari data-data kegiatan seorang Pengacara (praktek) dalam menjalankan profesinya.

4. Kalau beberapa tahun berturut-turut tidak pernah ada data kegiatannya beracara yang tercatat dalam administrasi Pengadilan, maka pada saat­

nya pendaftaran ulang ada dasarnya bagi Pengadilan Tinggi untuk menolak a tau mengabulkan daftar ulang seorang peng;icara praktek.

Jadi penjelasan yang diberikan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Kalirnantan Timur terse but sudah cukup untuk diketahui dan dituru ti oleh Saudara.

Demikian untuk dimaklumi.

Ketua Mahkamah Agung-R.I.

u.b.

Ketua Muda Mahkamah Agung-R.I.

Tembusan Kepada Yth.:

1. Bapak Ketua Mahkamah Agung-R.I.

2. Bapak Menteri Kehakiman -R.I.

Up. Kepala Biro Kepegawaian­

Depart emen Kehakiman RI. sebagai­

jawaban surat tanggal 6 Juli 1988 No . A2-KP-04. l 3-944.

3. Bapak Wakil Ketua Mahkamah Agung-R.I.

(1 dan 3 sebagai laporan).

Urusan Lingkungan Peradilan Usaha Negara,

Cap/ttd INDROHARTO, S.H.

4. Sdr. TU ADA/Korwil Kalimantan Mahkamah Agung-R.I.

5. Sdr. HAWASDA Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur . 6. Sdr . Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur.

7. Pertinggal.

138

MAHKAMAH AGUNG penjelasan ten tang kuasa subsitusi sebahagian dari Pengacara Praktek.

Jakarta, 8 September 1988.

Kepada Yth.

PH-PP/VIII-1988 perihal tersebut diatas, Saudara dipersilahkan membaca Surat Edaran Mahkamah Agung RI No. 8 tahun 1987 halaman 10 dan 11 ten tang pen­

jelasan dan petunjuk pelaksanaan Keputusan Bersama Ketua Mahkamah Agung dan Menteri Kehakirnan tanggal 6 Juli 1987 No. KMA/005/SKB/Vll/1987.

M. 03. PR. 08-05 Tahun 1987 yang dapat Saudara baca dikepaniteraan Pengadilan Negeri di Kerawang.

Ketua Mahkamah Agung-R.I.

u.b.

Ketua Muda Mahkamah Agung-R.1.

Urusan Lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara,

Tembusan Kepada Yth.:

1. Bapak Ketua Mahkamah Agung-R.I.

2. Bapak Wakil Ketua Mahkamah Agung-R.I.

(1 dan 2 sebagai laporan).

3. Sdr. HAWASDA Pengadilan Tinggi Bandung Mahkamah Agung-R.I.

4. Sdr. Ketua Pengadilan Tinggi Bandung.

5. Sdr. Ketua Pengadilan Negeri Karawang.

up. Panitera Pengadilan Negeri Karawang.

6. Pertinggal.

Cap/ttd.

Cap/ttd.

INDR01IARTO, S.H.

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

No. MA/Kumdil/ 6261/X/1988 l.ampiran :

Perihal Asisten Advokat.

Jakarta, 12 Oktober 1988.

Kepada

Yth. Sdr. Moegono, SH.

Advokat

Jln. Dr. Rajiman No. 60 di

S o l o.

Sehubungan dengan surat Saudara No. 025/K/Vl/1988 tertanggal 25 Juni 1988 sebagaimana tersebut dalam pokok surat, bersama ini diberitahukan hal­

hal sebagai berikut:

1. Untuk dapat mewakili para pencari keadilan di Pengadilan Negeri adalah para Sarjana Hukum yang telah mempunyai Ijin Beracara, baik dengan Surat Keputusan Menteri Kehakirnan - RI. a tau Ijin Praktek yang dikeluarkan oleh

Ketua Pengadilan Tinggi setempat.

2. Untuk Asisten Pengacara yang berpendidikan Sarjana Hukum yang syah yang tidak mempunyai Ijin Praktek dari Pengadilan Tinggi setempat, di­

berikan kesempatan untuk mewakili para pencari keadilan di Pengadilan Negeri tempat didaftarkannya suatu perkara dengan cara: Pemilik SK.

Menteri Kehakiman membuat suatu surat permohonan tertulis yang dituju­

kan kepada Ketua Pengadilan Negeri dalam Daerah hukum Pengadilan Ting­

gi setempat di mana perkara tersebut didaftarkan untuk memberi Ijin lnsi­

dentil kepada Asisten yang akan mewakili perkara tersebut dengan menye­

butkan nama yang Saudara tunjuk untuk mewakilinya dan menyebutkan Nomor Register Perkaranya.

3. Tetapi hendaknya diingat, bahwa kesempatan untuk menjadi kuasa Insi­

dentil itu tidak dapat dilakukan terus-menerus yang akhirnya akan sama dengan yang menjalankan profesi tetap sebagai Penasehat Hukum yang telah memperoleh Ijin untuk berpraktek hukum di muka Pengadilan.

140

Karena itu usahakan agar asisten Saudara yang dernikian itu segera men­

daftarkan diri pada Ketua Pengadilan Tinggi setempat agar pada kesem­

patan pertama dibolehkan mengikuti ujian pengacara praktek.

Menetapkan

---3. Keputusan Presiden Nomor 29 Tahun 1984 tentang Pelak­

sanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara jo Kepu­

tusan Presiden Nomor 6 Tahun 1988 jo Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1988.

MEMUTUSKAN

Menunjuk Sdr. Prof. Z. ASIKIN KUSUMAH A TM ADJ A, SH Ketua Muda Urusan Llngkungan Peradilan Umum Bidang Hukum Perdata Tertulis sebagai penanggung jawab pelaksana­

an penataran singkat.

Memerin1ahkan untuk membentuk Panitia penataran singkat dengan susunan dan personalia sesuai dengan kebutuhannya.

Melaksanakan Keputusan ini dengan penuh tanggung jawab dan melaporkan hasilnya kepada Ketua Mahkamah Agung.

Biaya yang berkaitan dengan kepanitiaan dibebankan kepada anggaran Mahkamah Agung.

Keputusan ini berlaku pada tanggal ditetapkan dengan keten­

tuan segala sesuatu akan diubah dan diperbaiki sebagaimana mestinya apabila dikemudian hari temyata terdapat kekeliru­

an.

SALINAN Keputusan ini disampaikan kepada 1. Sdr. Wakil Ketua Mahkamah Agung- RI, 2. Sdr. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan,

3. Sdr. Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, 4. Sdr. Ketua Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangun-5. Sdr. Direktur Jenderal Anggaran Departemen Keuangan,an, 6. Sdr. Panitera/Sekretaris Jenderal Mahkamah Agung - RI, 7. Sdr. Pimpinan Proyek Peningkatan Tertib Hukum dan

Pembinaan Hukum Mahkamah Agung - RI.

PETIKAN Keputusan ini dikirimkan kepada yang berkepen­

tingan untuk diketahui dan dijalankan sebagai­

mana mestinya.

Ditetapkan di Jakarta.

Pada tanggal 27 Juni 1988.

KE1UA MAHKAMAH AGUNG - RI.

cap/ttd.

4. Sambil menunggu terbukanya kesempatan untuk memperoleh Ijin Praktek bagi Asisten Advokat dimaksud, maka ada baiknya Saudara menempuh ja­

lan seperti tersebut di atas.

Demikian untuk dapat dimaklumi.

Ketua Mahkamah Agung - RI.

u.b.

Ketua Muda Mahkamah Agung - RI Urusan Lingkungan Peradilan

Tata Usaha Negara, cap/ttd.

INDROHARTO, SH.

Tembusan Kepada Yth.

I. Bapak Ketua Mahkamah Agung - RI.

2. Bapak Wakil Ketua Mahkamah Agung · RI.

(1 dan 2 sebagai laporan).

3. Sdr. TU ADA Korwil Jawa Mahkamah Agung · RI.

4. Sdr. HAWASDA Pengadilan Tinggi Jawa Tengah.

5. Sdr. Direktur Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung - RI.

6. Sdr. Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Tengah.

7. Sdr. Ketua Pengadilan Negeri Solo.

8. Pertinggal.

MAHKAMAH AGUNG

Sdr. Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Timur

Jln. Sumatera No. 42 Surabaya. di

Sehubungan dengan surat Saudara kepada Mahkamah Agung RI tertanggal 25 Agustus 1988 No. Wl O Da.179 Um.02.02.7 62.88 perihal sebagaimana dalam pokok sura t, dengan ini diberikan petunjuk sebagai beriku t

1. Sumpah Jabatan Notaris telah diatur dalam P.J .N. Stb. 1860 No. 3 dalam pasal I 7 dan pasal terse but telah diru bah dengan Stb. 07-485, 09-172 yang lafaznya sebagaimana dipakai oleh Pemerintah Daerah Tk. I Jawa Timur, hanya ada sedikit yang tidak cocok dengan aslinya yaitu kata-kata sumpah diucapkan dua kali, kalau pada aslinya hanya sekali.

2. Merubah prosedure sumpah itu tidak akan semudah Saudara gambarkan ka­

rena sekarang ini harus dilakukan dengan Pera tu ran Pemerintah.

3. Sumpah Jabatan Notaris sebagaimana diatur dalam pasal 17 P.J.N. Stb.

1860 No. 3 itu masih memadai, masih cukup relevant.

Tembusan Kepada Yth.:

1. Bapak Ketua Mahkamah Agung - RI.

2. Bapak Wakil Ketua Mahkamah Agung - RI.

(1 dan 2 sebagai laporan).

3. Sdr. HAWASDAPengadilan Tinggi Jakarta.

4. Pertinggal.

142

Ketua Mahkamah Agung - RI.

Urusan Lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara,

cap/ttd.

INDROHARTO, SH.

MAHKAMAH AGUNG Residen Jakarta No. 8/Agr/54 tanggal 22 Maret tahun 1954.

Jakarta, 1 November 1988.

Kepada Yth.

Sdr. Advokat Suratidjo, SH.

Jin. Mela ti No. 158 Komplek Kodam Jaya KebonJeruk

di

Jakarta Barat.

Sehubungan dengan surat Saudara tanggal 22 September 1988 No. 045/SR/

IX/1988 perihal tersebut di atas, bersama ini disampaikan kepada Saudara seba­

gai berikut:

Mengenai keabsahan dan kekuatan pembuktian dari suatu surat yang diajukan sebagai barang bukti dalam suatu proses Peradilan adalah merupakan wewenang sepenuhnya Badan Pengadilan yang mengadili perkara yang bersangkutan untuk menentukannya. Karena itu Mahkamah Agung dengan menyesal pertanyaan Saudara tidak dapat dipertimbangkan.

Ketua Muda Mahkamah Agung - RI.

Urusan Lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara,

Tembusan Kepada Yth.

1. Bapak Ke tua Mahkamah Agung - RI.

2. Bapak Menteri Kehakiman - RI.

cap/ttd.

INDROHARTO, SH.

u.p. Direktur Jendral Hukum dan Perundang-undangan.

3. Bapak Wakil Ketua Mahkamah Agung -RI.

(1 dan 3 sebagai laporan).

4. Sdr. TU ADA MA-RI / Korwil Jawa.

5. Sdr. HAW ASDA Pengadilan Tinggi Jawa Bara t.

6. Sdr. Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat.

7. Sdr. Ketua Pengadilan Negeri Bekasi.

8. Pertinggal.

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

No. MA/Kumdil/6877 /XI/88 Lampiran

Perihal Mohon petunjuk.

Jakarta, 14 November 1988. I

Kepada Yth.

Sdr. Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Timur.

Jln. Sumatera No. 42 di Surabaya.

Sehu bungan dengan sura t Saudara tertanggal 23 Agustus 1988 No. Wl O­

Da.177 Um.02.02.7 58.1988 IP. periha1 sebagaimana terurai dalam pokok surat dengan ini diberitahukan petunjuk-petunjuk singkat sebagai berikut

Mengingat bahwa di dalam prakteknya para pensiunan baik bekas Jaksa maupun bekas Polisi sewaktu masih bertugas tidaklah menangani masalah-masalah yang berkaitan dengan perkara perdata, oleh karena itu dipandang perlu terhadap mereka untuk diangkat menjadi pengacara praktek haruslah diuji terlebih dahulu dalam mata pelajaran Hukum yaitu

a. hukum perdata dan hukum dagang.

b. hukum Adat.

c. hukum acara perdata.

Sedangkan para pensiunan Hakim dan Panitera Kepala yang berijazah Sarjana Hukum dibebaskan dari ujian tehnis sebagai terse but di atas.

Atas dasar hal-hal sebagairnana tersebut di atas, maka ex Jaksa Saudara Moch. Amien, SH. yang bermaksud menjadi pengacara praktek, haruslah lulus dalam ujian tehnis hukum dalam mata pelajaran-pelajaran tersebut.

144

Demikianlah penjelasan karni, harap menjadikan maklum.

Ketua Muda Mahkamah Agung - RI Urusan Lingkungan Peradilan

Tata Usaha Negara, cap/ttd.

INDROHARTO, SH.

Tembusan Kepada Yth.

1. Bapak Ketua Mahkamah Agung - RI.

2. Bapak Menteri Kehakiman - RI.

3. Bapak Wakil Ketua Mahkamah Agung - RI.

(1 dan 3 sebagai laporan).

4. &Ir. para Ketua Muda Mahkamah Agung RI./Korwil.

5. Sdr. para HA WAS DA Mahkamah Agung - RI.

6. Sdr. Ketua Pengadilan Tinggi seluruh Indonesia.

7. Pertinggal.

MAHKAMAH AGUNG Petunjuk tugas Biro Bantuan Hukum dan Dosen Pegawai Negeri yang menjalankan profesi Advokat Pengacara.

Jakarta, 18 November 1988.

Kepada Yth.

Sdr. Ketua DPC. IKADIN Jln. Embong Sawo 16 di

Surabaya.

Sehubungan dengan surat Saudara tanggal 3 Oktober 1988 No. 179/E/Sby/

88. yang ditujukan kepada Bapak Ketua Mahkamah Agung - RI. perihal seperti tersebut di atas diberitahukan, bahwa Mahkamah Agung telah mengeluarkan sura t-sura t

I. Surat Edaran Mahkamah Agung RI. No. 02/97 l-MA/Pemb/272/197 I.

2. Surat Ketua Muda Urusan Lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara No.

MA/Kumdil/3889 /Vll/1988.

3. Surat Ketua Muda Urusan Lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara No.

MA/Kumdil/881 0/IX/1987.

yang kesemuanya dapat dijadikan petunjuk dan pedoman tentang masalah yang Saudara mohonkan petunjuk dari Mahkamah Agung.

Apabila Saudara menemukan kasus di mana seorang Pegawai Negeri menja­

lankan profesi sebagai Penasehat Hukum dirninta Saudara melaporkan ha! itu kepada Ketua Pengadilan Negeri setempat dengan mengingatkan akan adanya ketiga surat Mahkamah Agung tersebut.

Tembusan Kepada Yth.:

I. Bapak Ketua Mahkamah Agung- RI.

Ketua Muda Mahkamah Agung - RI Urusan Lingkungan Peradilan

Tata Usaha Negara, cap/ttd.

INDROHARTO, SH.

2. Bapak Wakil Ketua Mahkamah Agung- RI.

(I dan 2 sebagai laporan).

3. Pertinggal.

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

No. Lampiran Perihal

MA/Kumdil/7292/XI/ 1988 Moh on penjelasan ten tang syarat-syarat mengikuti

ujian tehnis Calon Pengacara Praktek.

Jakarta, 30 November 1988.

Kepada Yth.

Sdr. Aulia Kemalsjah, SH.

Summitmas Tower, Lt. 17 Jin. Jend. Sudirman Kav. 61-62 di Jakarta Selatan.

Sehubungan dengan pertanyaan-pertanyaan dalam surat Saudara tanggal 19 November 1988 yang lalu dengan ini disarnpaikan penjelasan-penjelasan kepada Saudara sebagai berikut:

1. Terhadap pertanyaan No. 1 :

Syarat untuk dapat mengikuti ujian tehnis (hukum) bagi seorang Calon Pengacara Praktek adalah :

a. ia seorang Sarjana Hukum yang syah, bukan Pegawai Negeri atau ang­

gauta ABRI.

b. sedang magang pada salah satu kantor Penasehat Hukum selama 3 tahun c. dari kantor tersebut diperoleh keterangan (bukan dari Ketua Pengadilandan Negeri), bahwa ia telah bekerja di situ selama 3 tahun dan di kantor itu telah diberi tugas menangani perkara Pidana 10 buah dan perkara Per­

data 5 buah.

Di sini Mahkamah Agung secara umurn percaya, bahwa kantor Pengacara yang bersangkutan tidak akan menyalahgunakan kepercayaan yang telah diberikan Mahkamah Agung terse but.

2. Persyaratan yang berupa pemyataan diri bahwa telah berumur 25 tahun tetap diperlukan sebagai bahan pengecekan ulang.

3. NPWP tetap diperlukan sebagai satu syarat, karena itu merupakan keharusan yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan No. 7 ta­

hun 1983.

4. Sekalipun seorang Calon Pengacara Praktek itu belum dapat membuka kan­

tor pengacara, ha! itu tidak menutup kernungkinan ia mempunyai

sumber-sumber penghasilan lain yang sudah harus dikenakan pajak karena syarat NPWP masih tetap diperlukan.

S. Rekomendasi dari suatu Ketua Pengadilan Negeri dalam wilayah Pengadilan Tinggi A umpamanya baru dapat digunakan dalam wilayah Pengadilan Ting­

gi B apabila yang bersangkutan benar-benar telah berpindah domisili ke wilayah hukum Pengadilan Tinggi B.

Perlu dicegah, bahwa seorang pemohon berdomisili di Jakarta dengan meng­

gunakan rekomendasi dari salah satu Pengadilan Negeri di Jakarta menga­

jukan permohonan untuk jadi Advokat lewat Ketua Pengadilan Tinggi Bandung dan ia tidak berminat berdomisili dan berpraktek di wilayah Jawa Barat.

Tembusan Kepada Yth.

1. Bapak Ketua Mahkamah Agung - RI.

2. Bapak Menteri Kehakiman - RI.

Ketua Mahkamah Agung - RI u.b.

Ketua Muda Mahkamah Agung - RI Urusan Lingkungan Peradilan

Tata Usaha Negara, cap/ttd.

INDROHARTO, SH.

3. Bapak Wakil Ketua Mahkamah Agung - RI.

(1 dan 3 sebagai laporan).

4. Sdr. Para TU ADA MA-RI.

S. Sdr. Para HAWASDA MA-RI.

6. Sdr. Para Ketua Pengadilan Tinggi seluruh Indonesia.

7. Pertinggal.

148

MAHKAMAH AGUNG Ujian tehnis Calon Pengacara Praktek.

Jakarta, 3 Desember 1988.

Kepada Yth.

Sdr. Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh

Jin. lskandarmuda No. 14 di

Banda Aceh.

Sehubungan dengan surat Saudara Pengacara Praktek M. Bakri Musa, SH.

di Banda Aceh tanggal 2 November 1988 yang ditujukan kepada Bapak Ketua Mahkamah Agung perihal tersebut di atas, dengan ini disampaikan penjelasan­

penjelasan kepada Saudara sebagai berikut:

I. Surat Mahkarnah Agung - RI tanggal 16 September 1988 No. 095/TUN/

IX/1988 tentang ujian tehnis Ca/on Pengacara Praktek yang tembusannya diedarkan ke seluruh Ketua Pengadilan Tinggi di Indonesia hanyalah di­

maksudkan untuk para Calon Pengacara Praktek yang be/um pernah mem­

peroleh ijin praktek.

2. Ujian tehnis terse but harus ditempuh bagi mereka yang sedang magang pada suatu kantor Penasehat Hukum selama 3 tahun.

Dan dari kantor tersebut (bukan dari Pengadilan Negeri) diperoleh kete­

rangan, bahwa ia telah menangani perkara Pidana 10 buah dan perkara Perdata 5 buah.

3. Bagi Pengacara Praktek yang telah memperoleh ijin praktek dari Ketua Pengadilan Tinggi - Ketua Pengadilan Tinggi terdahulu, maka surat ter­

sebut tidak berlaku.

Bagi mereka hanya diwajibkan untuk mendaftar ulang setiap 2 tahun se­

Bagi mereka hanya diwajibkan untuk mendaftar ulang setiap 2 tahun se­

Dalam dokumen 47.03S ct HIMPUNAN. -f AGUNG RI (Halaman 148-170)