BAB IV. Proses dan hasil pengembangan
7. Ketrampilan Sumber Daya Manusia
Untuk mendukung supaya beliau mengetahui cara-cara mengelola jasa salon yang terampil dan mendapatkan hasil yang bagus, beliau mengikuti kursus salon di LPK Aditya selama satu tahun dan Alex Salon selama dua tahun. Setelah beliau mengikuti kursus, beliau juga memiliki pengalaman kerja di Cheasa Salon selama satu tahun dan Marischo Salon selama dua tahun.
Ketrampilan yang harus dimiliki yaitu mencuci rambut, cara memijat kepala pada saat melakukan keramas, creambath, ketrampilan cara memotong rambut, tonik, catok, hair spa, cat rambut, smooting, rebonding, keriting rambut dan lain-lain sesuai dengan keinginan konsumen. Ketrampilan dan ketelatenan pada saat memake-up dan menyanggul konsumen. Memberikan pendapat kepada konsumen apabila konsumen membutuhkan bantuan dalam menentukan perawatan kecantikan atau gaya rambut yang sedang trend ataupun yang sesuia dengan bentuk wajah. Setiap penggelola salon ataupun pegawai salon juga harus memiliki sikap yang ramah kepada konsumen, sabar dalam menghadapi konsumen yang banyak maunya.
9
B. ANALISIS PASAR
1. Kondisi Pasar
a. Konsumen aktual jasa
Konsumen aktual jasa dari usaha Wiwin Salon ini adalah konsumen atau pelanggan yang sudah menggunakan jasa salon seperti potong rambut, tonik, catok, creambath, hair mask, hair spa, extention, melentikan bulu mata, keriting, toning, mewarnai rambut, highlight, smooting, rebonding, bleacing,
make-up. Pelanggan dari Wiwin Salon ini adalah wanita yang memiliki
karakteristik mengikuti perkembangan mode khususnya perkembangan mode perawatan kecantikan, mempunyai pekerjaan yang menuntut untuk selalu tampil cantik dan menarik, dan wanita yang menyukai perawatan-perawatan di salon.
b. Konsumen potensial jasa
Konsumen potensial jasa dari usaha Wiwin Salon ini adalah konsumen yang belum mengetahui tempat dan pelayanan jasa-jasa yang ditawarkan oleh Wiwin Salon serta yang mempunyai keinginan untuk melakukan perawatan kecantikan yang ditawarkan oleh Wiwin Salon.
2. Profil Pasar Sasaran Jasa Wiwin Salon
Yang menjadi sasaran dari Wiwin Salon adalah pria dan wanita. Terutama wanita yang berumur 10 tahun ke atas yang mengikuti mode dan yang memperhatikan penampilan mereka supaya terlihat cantik dan modis.
Profil pasar sasaran Wiwin Salon sebagai berikut: Jenis kelamin : Laki-laki dan perempuan
Usia : 10 tahun ke atas
Pendapatan : Rp 50.000 ke atas Pendidikan : SD, SMP, SMA, S1 dll Pekerjaan : Semua pekerjaan
Agama : Semua agama
3. Perilaku pasar
Wanita sangat memperhatikan setiap penampilannya. Dengan adanya salon dapat membantu wanita untuk mempercantik penampilannya. Perilaku pasar terhadap adanya Wiwin Salon ini, masyarakat atau konsumen sangat merespon dengan adanya Wiwin Salon ini. Ini terlihat dari adanya pelanggan-pelanggan tetap dari Wiwin Salon dan semakin lama semakin banyak konsumen yang menggunakan jasa dari Wiwin Salon. Wiwin Salon menginginkan konsumen atau pelanggan puas dengan hasil pelayanan jasa salon yang ditawarkan sehingga nantinya konsumen tersebut dapat menjadi pelanggan tetap mereka. Walaupun harga yang ditawarkan
11
sangat ekonomis tetapi Wiwin Salon tetap memperhatikan hasil jasa salon sehingga dapat memuaskan konsumen atau pelanggannya.
Pihak-pihak yang terlibat dalam pasar sasaran dalam pengambilan keputusan pembelian produk yaitu:
1. Pencetus ( Inisiator)
Pencetus ( Inisiator)adalah mereka yang meminta untuk membeli sesuatu. Yang menjadi pencetus dari Wiwin Salon adalah semua orang khususnya wanita yang membutuhkan perawatan kecantikan mereka dari ujung rambut sampai ujung kaki.
2. Pemakai ( User)
Pemakai ( User) adalah mereka yang menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan pemilik. Pemakai dari jasa Wiwin Salon adalah pelanggan dan konsumen yang menggunakan jasa Wiwin Salon.
3. Pemberi pengaruh ( Influences)
Pemberi pengaruh ( Influences) adalah orang-orang yang mempengaruhi keputusan pembelian. Pihak yang memberi pengaruh supaya konsumen menggunakan jasa salon ini adalah pemilik salon dan juga konsumen yang sudah menggunakan jasa pelayanan Wiwin Salon.
4. Pengambil keputusan ( Deciders)
Pengambil keputusan ( Deciders) adalah orang yang memutuskan persyaratan untuk mengunakan suatu produk atau jasa. Yang menjadi pengambil keputusan dari Wiwin Salon adalah orang atau konsumen yang akan menggunakan jasa Wiwin Salon.
C. ANALISIS INDUSTRI DAN PERSAINGAN 1. Usaha-usaha sejenis
Setiap mendirikan suatu pasti ada persaingan. Terlebih usaha salon sangat banyak persaingan dalam usaha ini. Usaha jasa salon terdapat dimana-mana, baik itu usaha jasa salon yang masih kecil atau yang sudah sangat terkenal dan mempunyai karyawan yang sangat profesional dibidangnya. Orang tertarik membuka usaha jasa salon ini karena usaha ini akan terus ada dan berkembang seiring dengan perkembangan mode dan tehnologi alat-alat kecantikan yang ada. Mereka akan terus bersaing untuk menarik konsumen supaya menggunakan jasa salon mereka. Strategi yang mereka gunakan untuk menarik konsumen misalnya dengan memberikan diskon khusus dihari-hari tertentu misalnya pada saat hari raya, harga yang lebih ekonomis dan melalui selembaran brosur supaya konsumen mengetahui apa saja jasa-jasa salon yang mereka tawarkan.
13
2. Profil Pesaing
Wiwin Salon ini mempunyai banyak pesaing, karena di Candi Gebang Karangasem Condongcatur Depok Sleman Yogyakarta banyak terdapat salon yang menawarkan jasa salon yang sama dengan yang dilayani jasa salon Wiwin Salon.
Pesaing yang paling dekat adalah Ina Salon. Didekat Wiwin Salon dengan jarak sekitar 5 meter terdapat Salon Lina.
1. Keunggulan Ina Salon:
a. Letak salon strategis berada dipinggir jalan raya yang ramai
2. Kelemahan Ina Salon:
a. Salon ini masih tergolong lebih kecil dibandingkan dengan Wiwin Salon
b. Dilihat dari segi konsumen atau pelanggan jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan Wiwin Salon
c. Dari segi tempat, lebih kecil dibandingkan dengan Wiwin Salon dan jasa-jasa salon yang ditawarkan lebih lengkap Wiwin Salon.
Antara jarak 500 meter terdapat tempat perawatan kecantikan yang lebih besar dari Wiwin Salon. Yang merupakan pesaing yang paling kuat Wiwin Salon adalah Griya Cantik Putri Kedaton Spa dan Herbal Lounge.
1. Kekuatan Griya Cantik Putri Kedaton Spa dan Herbal Lounge :
a. Tentunya jasa-jasa salon yang ditawarkan oleh mereka lebih lengkap seperti spa
b. Tempatnya lebih besar dibandingkan Wiwin Salon dan lebih nyaman dengan ruangan ber-AC, terdapat Lounge, fasilitas lainnya juga lebih lengkap
c. Jumlah konsumen atau pelanggan lebih banyak dari pada Wiwin Salon d. Konsumen dari Griya Cantik Putri Kedaton Spa dan Herbal Lounge
adalah kalangan menengah keatas
2. Kelemahan Griya Cantik Putri Kedaton Spa dan Herbal Lounge :
a. Dilihat konsumen kalangan menengah ke bawah dari segi harga jasa salon ini tentunya lebih mahal dibandingkan Wiwin Salon
15
3. Analisis keketatan dalam persaingan
Dari segi persaingan, Wiwin Salon memiliki banyak pesaing dalam mendirikan usaha jasa salon ini. Karena terdapat banyak usaha yang sejenis yang berada disekitar Jln. Karangasem Condongcatur dan wilayah Yogyakarta sudah banyak usaha jasa salon.
Walaupun banyak pesaing, Wiwin Salon tetap mempunyai banyak konsumen dan pelanggan yang tetap menggunakan jasa salon ini. Strategi yang digunakan Wiwin Salon dalam menarik konsumen adalah harga yang lebih terjangkau, pelayanan yang ramah kepada konsumen atau pelanggan.
4. Analisis posisi usaha dalam peta persaingan
Dalam mendirikan usaha apapun pasti banyak persaingan usaha yang terjadi. Terutama persaingan usaha yang sejenis. Untuk usaha salon ini banyak persaingan. Wiwin salon ini juga banyak pesaingnya. Wiwin salon ini masih digolongkan sebagai
Market Follower. Mengapa? Karena walaupun salon ini sudah banyak pelanggan dan
konsumen yang menggunakan jasa salon ini tetapi dari segi pelayanan salon ini belum lengkap menawarkan jasa kecantikan lainnya, alat-alat yang digunakan juga belum lengkap dan masih perlu melengkapi fasilitas-fasilitas lainnya sehingga mampu bersaing dengan salon yang lebih besar dari Wiwin Salon. Wiwin Salon ini juga belum mampu bersaing dengan salon-salon yang lebih besar.
D. RENCANA OPERASI DAN SUMBER DAYA MANUSIA 1. Deskripsi Jasa Wiwin Salon
1. Ide jasa salon yang akan dikembangkan
Pengembangan jasa salon yang akan dilakukan untuk diimplementasikan 1. Membuat laporan keuangan
Pada awal mendirikan usaha jasa salon pemilik sudah membuat laporan keungan per bulan. Tetapi beberapa tahun terakhir ini pemilik salon tidak membuat laporan keuangan lagi. Dikarenakan kesibukannya sebagai seorang ibu rumah tangga sekaligus sebagai pengelola salon. Disini saya akan membantu pemilik salon untuk membuat laporan keuangan bulanan supaya pemilik salon apat mengetahui berapa pemasukan dan pengeluaran salon.
2. Menambah jumlah tenaga kerja
Dari hasil survei saya melihat Wiwin Salon ini membutuhkan tenaga kerja yang baru. Dengan semakin bertambahnya konsumen dan pelanggan yang berdatangan, pemilik salon sangat kerepotan mengelola salon. Karena tenaga kerja yang lama yang sedang cuti tidak dapat membantu mengelola salon. Untuk itu saya menyarankan kepada pemilik untuk mencari tenaga kerja yang baru supaya konsumen dan pelanggan tidak antri lama untuk menggunakan jasa salon.
17
3. Menambah alat-alat kecantikan dan fasilitas jasa pelayanan salon Setiap salon perlu menambah alat-alat salonnya. Misalnya menambah alat keriting rambut. Apabila ada dua atau lebih konsumen yang ingin keriting rambut tidak perlu antri untuk keriting rambut. Dengan adanya alat yang lebih dapat membuat suatu proses pelayanan jasa salon menjadi lebih cepat dan tidak membuat konsumen terlalu lama menunggu.
Sedangkan untuk menambah fasilitas jasa salon yang akan dikembangkan seperti keriting bulu mata, tanam bulu mata dll. Saya memberi masukan kepada pemilik salon untuk menambah jasa spa. Mengapa? Karena dengan menambah jasa spa dengan harga yang relatif dengan harga yang lebih terjangkau dapat semakin menambah jumlah konsumen dan pelanggan menggunakan jasa salon ini.
2. Desain jasa salon
Untuk strategi desain jasa memfokuskan pada pelayanan yang ramah dan cekatan kepada konsumen dan pelanggan. Serta menambah alat-alat kecantikan yang lebih canggih dan menambah produk yang lebih bermerk dan aman bagi konsumen.
3. Penjualan dalam jumlah kecil
Pemilik menargetkan minimal pengguna jasa salon untuk satu hari mencapai 10 sampai 15 konsumen dengan harga yang ditawarkan lebih terjangkau.
b. Siklus hidup jasa salon
Dalam usaha salon ini Wiwin Salon sedang mengalami fase pertumbuhan. Dengan melihat hasil jasa salon, konsumen dapat menilai apakah salon ini merupakan salon yang bagus apa tidak. Fase pertumbuhan ini dapat dilihat dari banyaknya konsumen dan pelanggan yang menggunakan jasa salon.
2. Rencana Distribusi a. Lokasi usaha
Rencana pengembangan jasa salon ini untuk jangka pendek akan dikembangkan di wilayah Condongcatur dan untuk jangka panjang akan dikembangkan di wilayah Yogyakarta dengan membuka cabang salon yang baru.
b. Supplier
Supplier dari alat-alat yang digunakan salon ini adalah dengan membeli peralatan di toko kosmetik Mutiara dan sebagian membeli alat-alat second yang sekiranya alat tersebut masih bagus seperti membeli dari alat dari teman ke teman. 3. Rencana Promosi
Promosi adalah pengenalan produk atau jasa kepada konsumen. Banyak cara yang digunakan untuk melakukan promosi. Cara awal yang digunakan pemilik Wiwin Salon ini untuk memperkenalkan jasa salonnya adalah dari mulut ke mulut maksudnya adalah dengan memberitahu dari teman ke teman, semakin lama mulai berdatangan para konsumen. Selain promosi dari mulut ke mulut, cara lain yang
19
digunakan adalah dengan membuat selembaran brosur yang dibagikan kepada konsumen yang menggunakan jasa salon supaya konsumen tersebut dapat merekomendasikan Wiwin Salon kepada orang lain supaya menggunakan jasa Wiwin Salon. Karena letak Wiwin Salon berada dilokasi yang strategis, berada dipinggir jalan raya yang ramai, dekat dengan kampus dan tempat belanja secara tidak langsung orang-orang atau konsumen dapat mengetahui keberadaan Wiwin Salon. Orang-orang secara langsung akan mencoba menggunakan jasa salon apabila ada salon baru yang menawarkan jasa salon dengan harga yang terjangkau. Apabila konsumen puas dengan hasil jasa salon maka mereka akan terus berlangganan di salon tersebut.
4. Teknik pemasaran
Cara yang yang dilakukan Wiwin Salon untuk melakukan teknik pemasaran supaya usaha salonnya dapat dikenal orang adalah dengan teknik harga yang ditawarkan. Harga yang ditawarkan oleh jasa salon ini sangat terjangkau bagi mereka yang ingin tampil cantik tetapi tidak mempunyai uang lebih untuk melakukan perawatan. Sangat terjangkau bagi uang saku mahasiswa. Selain harga, lokasi usaha juga mempengaruhi volume penjualan. Dengan lokasi yang strategis konsumen lebih mudah mencari lokasi. Wiwin Salon ini terletak disekitar kost-kostan kampus Amikom, dekat dengan Pamella, dan suasana disekitar salon ini sangat ramai.
D.RENCANA OPERASI DAN SUMBER DAYA MANUSIA 1.Deskripsi produk dan jasa yang akan dihasilkan
Rencana operasi dan SDM dari jasa salon Wiwin Salon ini dengan menawarkan jasa pelayanan jasa salon dengan harga yang terjangkau kepada konsumen dengan memberikan kualitas pelayanan yang ramah dan terbaik kepada konsumen.
Alat-alat yang digunakan untuk jasa pelayanan disalon antara lain kaca, sisir, catok rambut, keriting rambut, cream-cream perawatan seperti Macarizo, Wella, NR dll, gunting, handuk kecil, masker wajah dan rambut, sampo, cat rambut, alat-alat
make-up, sanggul, baju kebaya, hair dryer, jepit rambut. Proses jasa salon yang ditawarkan Wiwin Salon:
Gambar II.1 Proses Jasa Salon Wiwin Salon Konsumen Datang Bagian kasir Pelayanan jasa salon Memberitahu
pegawai jasa salon apa yang akan
21
Keterangan: 1. Konsumen datang
Konsumen yang datang untuk menggunakan jasa salon 2. Memberitahu pegawai jasa salon apa yang akan digunakan
Ditahap ini konsumen memberitahu kepada pegawai salon pelayanan jasa salon apa yang akan digunakan seperti potong rambut, tonik, catok,
creambath, hair mask, hair spa, extention, melentikan bulu mata, keriting,
toning, mewarnai rambut, highlight, smooting, rebonding, bleacing, make-up
dan lain-lain.
3. Pelayanan jasa salon
Pegawai salon melayani konsumen sesuai dengan jasa salon yang diinginkan oleh konsumen seperti permintaan tahap ke dua
4. Bagian kasir
Setelah selesai pelayanan jasa salon, konsumen ke bagian kasir untuk melakukan transaksi pembayar.
Dari proses produksi di atas, penulis memberikan satu contoh untuk jasa salon potong rambut di Wiwin Salon.
Gambar II.2 Proses Potong Rambut Keterangan:
Dalam memotong rambut alat yang digunakan adalah sisir, gunting, handuk, jepit rambut, blow atau catok dan kain.
Konsumen datang
Rambut dikeringkan ( blow atau catok)
Keramas Potong
rambut
Proses potong rambut
Rambut dipotong
Keramas
Bayar di bagian kasir
23
Gambar III.3 Proses Potong rambut
1. Rambut dikeramas 2. Rambut dipotong 3. Rambut dikeramas
4. Rambut dikeringkan (catok)
2. Ketrampilan Sumber Daya Manusia
Ketrampilan yang dimiliki oleh pemilik salon setelah lulus SMA, beliau mengikuti kursus salon kecantikan di LPK Aditya selama satu tahun dan Alex Salon selama dua tahun. Disamping beliau kursus untuk menambah pengalamannya, beliau bekerja di Cheasa Salon selama satu tahun dan Marischo Salon selama dua tahun.
Dalam merekrut tenaga kerja pemilik salon juga selektif yaitu harus mempunyai ketrampilan dan pengetahuan bagaimana cara melakukan perawatan kecantikan kepada konsumen salon.
Ketrampilan yang harus dimiliki yaitu mencuci rambut, cara memijat kepala pada saat melakukan keramas, creambath, ketrampilan cara memotong rambut, tonik, catok, hair spa, cat rambut, smooting, rebonding, keriting rambut dan lain-lain sesuai dengan keinginan konsumen. Ketrampilan dan ketelatenan pada saat memake-up dan menyanggul konsumen. Memberikan pendapat kepada konsumen apabila konsumen membutuhkan bantuan dalam menentukan perawatan kecantikan atau gaya rambut yang sedang trend ataupun yang sesuia dengan bentuk wajah. Setiap penggelola salon ataupun pegawai salon juga harus memiliki sikap yang ramah kepada konsumen, sabar dalam menghadapi konsumen yang banyak maunya.
25
F. RENCANA FINANSIAL 1. Kebutuhan Pendanaan
Setiap orang dalam membuka suatu usaha perlu mempertimbangkan dana yang akan digunakan untuk membeli segala peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk membuka usaha. Modal awal yang digunakan pemilik untuk membuka usaha salon ini sebesar Rp 10.000.000,00 untuk membeli alat-alat salon dan perlengkapan lainnya. Modal berasal dari pinjaman pada sebuah bank.
2. Penggunaan Pendanaan
Kebutuhan pendanaan sebesar Rp 10.000.000,00 pada saat pendirian usaha. Perinciaan pengalokasian dana untuk membeli peralatan dan perlengkapan seperti yang tercantum dalam tabel dibawah ini.
Peralatan dan perlengkapan yang digunakan Wiwin Salon Tabel II.1 Kebutuhan Pendanaan
Peralatan dan perlengkapan yang digunakan Wiwin Salon
No Nama item
Jumlah
item Harga Jumlah
1 Kursi 3 Rp 500.000 Rp 1.500.000 2 Kaca 2 Rp 150.000 Rp 300.000 3 Gunting potong 6 Rp 50.000 Rp 300.000 4 Catok rambut 2 Rp 500.000 Rp 1.000.000 5 Keriting rambut 1 Rp 500.000 Rp 500.000 6 Sisir 6 Rp 10.000 Rp 60.000 7 Rak 1 Rp 100.000 Rp 100.000 8 Meja rias 2 Rp 200.000 Rp 400.000 9 Lemari 2 Rp 1.000.000 Rp 2.000.000 10 Kipas Angin 1 Rp 250.000 Rp 250.000
12 Hair Dryer 2 Rp 250.000 Rp 500.000 13 Handuk kecil 1lusin Rp 75.000 Rp 75.000 14 Gunting trap 1 Rp 50.000 Rp 50.000 15 Rool 1lusin Rp 25.000 Rp 25.000 16 Cream creambath 8 Rp 70.000 Rp 560.000 17 Cream tonik 6 Rp 60.000 Rp 360.000 18 Cream toning 6 Rp 60.000 Rp 360.000 19 Chiper 1 Rp 250.000 Rp 250.000 20 Stymer 1 Rp 800.000 Rp 800.000 21 Lain-lain Rp 610.000 Jumlah Rp 10.000.000
2. Posisi keuangan 3 tahun terakhir
Rata-rata pendapatan per bulan Wiwin Salon Rp 2,7500,000 X 12 = Rp 33,000,000 Rata-rata biaya yang dikeluarkan dalam usaha Wiwin Salon
Tabel II.2 Biaya-biaya
Biaya-biaya Total Tenaga kerja Rp 350.000,00 Pembelian produk Rp 600.000,00 Listrik Rp 100.000,00 Lain-lain Rp 500.000,00 Total Rp 1.550.000,00 Jumlah Rp 18.600.000,00
27
3. Depresiasi Peralatan Salon Tabel II.3 Depresiasi Peralatan
Nama Alat
Jumlah
Unit Harga Total
Persentase Depresiasi Jumlah Gunting Rambut 4 Rp 50.000,00 Rp 200.000,00 25% Rp 50.000,00 Catok 2 Rp500.000,00 Rp1.000.000,00 50% Rp 500.000,00 Keriting 1 Rp500.000,00 Rp 500.000,00 50% Rp 250.000,00 Hairdyer 2 Rp250.000,00 Rp 500.000,00 50% Rp 250.000,00 Gunting trap 3 Rp 50.000,00 Rp 150.000,00 25% Rp 37.500,00 Chiper 1 Rp200.000,00 Rp 200.000,00 25% Rp 50.000,00 Stymer 1 Rp800.000,00 Rp 800.000,00 50% Rp 400.000,00 Jumlah Total Rp1.537.500,00
4. Laporan Laba/Rugi dan Laporan Cash Flow Wiwin Salon pada tahun 2007, tahun 2008, dan tahun 2009.
Pendapatan tiap tahun mengalami kenaikan sebesar 10%
Pendapatan tahun 2007 = Rp.2.750.000,00 X 12 = Rp 33.000.000,00 Pendapatan tahun 2008 = Rp 3.025.000,00 X 12 = Rp 36.300.000,00 Pendapatan tahun 2009 = Rp 3.300.000,00 X 12 = Rp 39.300.000,00
Tabel II.4 Laporan Laba Rugi dan Cash Flow tahun 2007, 2008,2009 Wiwin Salon
Keterangan tahun 2007 tahun 2008 tahun 2009
Pendapatan Rp 33.000.000,00 Rp36.300.000,00 Rp 39.600.000,00 Biaya-biaya Tenaga kerja Rp 4.200.000,00 Rp 4.200.000,00 Rp 4.200.000,00 Pembelian produk Rp 7.200.000,00 Rp 7.272.000,00 Rp 7.344.000,00 Listrik Rp 1.120.000,00 Rp 1.120.000,00 Rp 1.120.000,00 Lain-lain Rp 6.000.000,00 Rp 6.000.000,00 Rp 6.000.000,00 Laba bersih Rp 14.480.000,00 Rp17.708.000,00 Rp 20.936.000,00 Cash Flow Rp 14.480.000,00 Rp17.708.000,00 Rp 20.936.000,00 Keterangan :
1. Pendapatan pada tahun 2007 dapat dilihat pada halaman 27 2. Biaya tenaga kerja : Rp 350.000 x 12 bulan
3. Pembelian produk : Rp 600.000 x 12 bulan 4. Biaya listrik : Rp 100.000 x 12 bulan 5. Biaya lain-lain : Rp 500.000 x 12
29
6. PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN TAHUN 2010
1. Laporan Laba/Rugi dan Laporan Cash Flow Wiwin Salon pada tahun 2010 Pada tahun 2010 diasumsikan pendapatan tiap mengalami kenaikan sebesar 5% dari pendapatan pada tahun 2009.
Rp 3.300.000,00 x 5% = Rp 165.000,00
Tabel II.5 Pendapatan Wiwin Salon pada tahun 2010 No Nama Bulan Jumlah pendapatan
1 Januari Rp 3.465.000,00 2 Februari Rp 3.630000,00 3 Maret Rp 3.795.000,00 4 April Rp 3.960.000,00 5 Mei Rp 4.125.000,00 6 Juni Rp 4.290.000,00
Tabel II.6 Laporan Laba Rugi dan Cash Flow Wiwin Salon bulan Januari sampai Juni
Keterangan Januari Februari Maret
Pendapatan Rp 3.465.000,00 Rp 3.630.000,00 Rp 3.795.000,00 Biaya-biaya Tenaga kerja Rp 350.000,00 Rp 350.000,00 Rp 350.000,00 Pembelian produk Rp 600.000,00 Rp 600.000,00 Rp 600.000,00 Listrik Rp 100.000,00 Rp 100.000,00 Rp 100.000,00 Lain-lain Rp 500.000,00 Rp 600.000,00 Rp 650.000,00 Pemasaran Rp 50.000,00 Rp 100.000,00 Laba bersih Rp 1.865.000,00 Rp 1.880.000,00 Rp 2.095.000,00 Cash Flow Rp 1.865.000,00 Rp 1.880.000,00 Rp 2.095.000,00
Keterangan April Mei Juni
Pendapatan Rp 3.960.000,00 Rp 4.125.000,00 Rp 4.290.000,00 Biaya-biaya Tenaga kerja Rp 350.000,00 Rp 350.000,00 Rp 350.000,00 Pembelian produk Rp 600.000,00 Rp 600.000,00 Rp 600.000,00 Listrik Rp 100.000,00 Rp 100.000,00 Rp 100.000,00 Lain-lain Rp 700.000,00 Rp 650.000,00 Rp 550.000,00 Laba bersih Rp 2.210.000,00 Rp 2.425.000,00 Rp 2.690.000,00 Cash Flow Rp 2.210.000,00 Rp 2.425.000,00 Rp 2.690.000,00 Penjelasan :
1. pendapatan dapat dilihat pada tabel II.5 2. biaya tenaga kerja dapat dilihat pada tabel II.2 3. biaya listrik dapat dilihat pada tabel II.2
4. biaya pemasaran berasal dari biaya program pengembangan yang akan dilakukan pada bulan Januari dengan total biaya Rp 50.000
5. biaya lain-lain dapat dilihat pada tabel II.2 6. laba bersih : pendapatan – biaya-biaya
31
3. Proyeksi laporan neraca Wiwin Salon 2010
Tabel II.7 Proyeksi laporan necara Wiwin Salon Januari sampai Juni
Keterangan Januari Februari Maret
Aktiva Kas Rp 2.470.000,00 Rp 2.477.500,00 Rp 2.585.000,00 Peralatan Rp 10.000.000,00 Rp10.000.000,00 Rp 10.000.000,00 Akm. Depresiasi Peralatan Rp (1.537.500,00) Rp(1.537.500,00) Rp (1.537.500,00) Total Aktiva Rp 10.932.500,00 Rp10.940.000,00 Rp 11.047.500,00 Pasiva Modal Sendiri Rp 10.000.000,00 Rp10.000.000,00 Rp 10.000.000,00 Laba ditahan Rp 932.500,00 Rp 940.000,00 Rp 1.047.500,00 Total pasiva Rp 10.932.500,00 Rp10.940.000,00 Rp 11.047.500,00
Keterangan April Mei Juni
Aktiva Kas Rp 2.642.500,00 Rp 2.750.000,00 Rp 2.882.500,00 Peralatan Rp 10.000.000,00 Rp10.000.000,00 Rp 10.000.000,00 Akm. Depresiasi Peralatan Rp (1.537.500,00) Rp(1.537.500,00) Rp (1.537.500,00) Total Aktiva Rp 11.105.000,00 Rp11.212.500,00 Rp 11.345.000,00 Pasiva Modal Sendiri Rp 10.000.000,00 Rp10.000.000,00 Rp 10.000.000,00 Laba ditahan Rp 1.105.000,00 Rp 1.212.500,00 Rp 1.345.000,00 Total pasiva Rp 11.105.000,00 Rp11.212.500,00 Rp 11.345.000,00 Penjelasan:
1. Peralatan dapat dilihat pada tabel II.1
2. Akm. Depresiasi Peralatan dapat dilihat pada table II.3 3. Modal sendiri berasal dari modal usaha
32 BAB III
RENCANA IMPLEMENTASI
Rencana implementasi untuk usaha Wiwin Salon ini akan diuraikan secara jelas dalam bab ini. Untuk mengembangkan suatu usaha perlu perencanaan program yang matang dan terorganisir supaya program-program yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai dengan rencana. Tidak menutup kemungkinan rencana program-program yang telah dibuat dan direncanakan mengalami suatu kegagalan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor. Baik itu faktor dari dalam usaha yang akan dikembangkan juga faktor dari luar misalnya faktor dari para konsumen ataupun