THERAPEUTIC COMMUNITY
B. Temuan Penelitian
2) Keunggulan dan Kelemahan TC
Hampir setiap sebuah metode memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Begitu pun dengan metode therapeutic community yang ada di Unit Terapi dan Rehabilitasi ini. Terungkap keunggulan serta kelemahan dari metode ini. Peneliti melakukakan wawancara kepada residen dan terapis, diantaranya:
a. Menurut Dwinanda Ananta tentang keunggulan TC: “therapeutic
community ini sadar atau tidak sangat membantu para residen dalam
memperbaiki hubungan dengan keluarga, serta mendapatkan kembali kepercayaan yang pernah hilang dari keluarga juga meningkatkan
terletak pada pasca program TC yang kurang kuat dan networking
yang kurang maksimal”.8
Dari segi keunggulan ini metode TC ini dalam penerapannya di tempat rehabilitasi sangat menekankan pada perilaku dan tingkah laku para residen. ini sesuai dengan empat struktur program dalam metode TC yakni behavior management shaping dan emotional and
psyhological yaitu pembentukan dan pemangkasan tingkah laku
sehingga terbentuk perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai, norma-norma kehidupan masyarakat dan perubahan tingkah laku yang diarahkan pada peningkatan kemampuan penyesuain diri secara emosional dan psikologis. Baik dari kesopanan kepada diri sendiri sampai dengan bagaimana kesopanan kepada orang lain, sangat di ubah untuk mengembalikan kepercayaan orang tua dan lingkungan sekitar ia tinggal. Dan mengubah pandangan ia menjadi orang yang lebih baik. Selain ditempat rehabilitasi mereka sehat secara jasmani mereka pun di ajarkan bagaimana menjaga hubungan baik terhadap orang lain.
Sedangkan dari segi kelemahan dari sistem networking yang kurang bagi para residen. Networking di sini yakni apabila para residen sudah keluar dari tempat rehabilitasi pada tahap discharge/ re-entry, jadi dapat memastikan para residen dalam keadaan baik dan tidak kembali menggunakan narkotika.
b. Menurut Wilis Wulandari tentang keunggulan TC: “therapeutic
community ini yang menguatkan adalah terletak pada role modeling
8
(ketauladan) dari seorang residen yang dapat dicontoh oleh residen yang lain dan peer pressure (tekanan rekan sebaya) yang bisa
mengubah diri sendiri”. Sedangkan kelemahan dari TC “menurut
pandangan sebagian orang TC ini terlalu keras perlakuanya terhadap
masing-masing residen”.9
Dari segi keunggulan ini sesuai dengan lima tonggak dalam program
(5 pillars) pada bagian role modelling yakni proses pembelajaran
dimana seorang residen belajar dan mengajar mengikuti ketauladanan mereka (contoh positif). Ini dapat terlihat pula terhadap OJT-OJT (on
job traning) residen ini pada tahap discharge yakni mereka yang sudah
menyelesaikan program dan sudah dinyatakan pulih dari narkotika dan sekarang menjadi konselor di rehabilitasi. Untuk peer pressure yakni tekanan rekan sebaya ini merupakan proses dimana kelompok menekankan contoh seorang residen dengan menggunakan teknik yang ada dalam TC (therapeutic community).
Sedangkan dari sisi kelemahan metode tersebut dalam program metode TC ada sesi intropeksi diri. Diantaranya ada dealt with, hair cut, dan general meeting. Ini merupakan sesi teguran kepada para residen yang melakukan kesalahan di setiap harinya selama di tempat rehabilitasi. Karena apabila residen mendapatkan hair cut atau teguran keras maka akan benar-benar di tegur dengan secara keras dan sedikit menekan mental kepada setiap residen. Agar kesalahan itu tidak
9
terulang. Dan ini mungkin di lihat oleh setiap residen menganggapnya keras dalam perlakuannya.
c. Menurut residen male Frengky metode TC dilihat dari keunggulan:
“semua kegiatan dalam TC sangat unggul dan baik karena merubah
tingkah laku kita menjadi sedikit demi sedikit menjadi lebih baik dan
menambah kepercayaan diri”. Sedangkan kelemahan dari metode TC
tidak ada “hanya saja pandangan diri terhadap kedudukan mayor
yang membawakan program terlalu kaku, ngebuat cekam suasana.”10
Keunggulan ini karena melihat perubahan yang baik dalam diri dan ia pun memang merasakan rehabilitasi ini untuk yang pertama kalinya. Dan di tempat rehabilitasi ini tidak menggunakan kekerasan fisik tetapi lebih kepada mental para residen. ini dapat diketahui pada
session tools. Sisi kelemahan residen ini mengutarakan pendapat
awalnya tidak ada, tetapi hanya dari kedudukan mayor atau konselor yang membawakan program serta kegiatan TC terlalu kaku, dan membuat suasana mencekam. Karena di residen male ini lebih sedikit penekananya dibanding di tempat residen female.
d. Menurut residen male septa tentang pendapatnya metode dan program
TC keunggulannya yaitu: “ mengubah pribadi sendiri dan cara hidup
menjadi sehat”. Sedangkan dari kelemahanya “tidak ada, hanya saja
10
Wawancara pribadi dengan Residen Frengky Sky Chandra Christianto, asrama re-entry male, 18 Mei 2011.
bagi kita yang sudah re-entry kalau mau keluar jauh di tempat ini jalan kedepannya jauh (kurang transportasi) gitu”.11
Keunggulan dari metode TC ini sangat dirasakan perubahannya pada residen male ini. Ia merasakan perubahan dalam diri merasa jauh lebih sehat. Karena disini pola hidup dan bersosialisasi dengan lingkungan yang sehat. Berbeda saat waktu ia dengan teman-teman dan lingkungan yang buruk. Ini sesuai dengan tata tertib residen di Unitra BNN Lido. Dari sisi kelemahan program TC ada kekeliruan komunikasi, jadi peneliti hanya mendapatkan sisi kelemahan dari TC
yakni “transportasi yang jauh apabila akan keluar dari tempat
rehabilitasi ini”. Ungkapnya.
e. Menurut nabil residen male pendapatnya tentang keunggulan TC yaitu:
“mengubah kelakuan diri kita”. Sedangkan pendapatnya mengenai
kelemahan TC yakni: “program terlalu lama, bosan, primary 4 bulan re-entry 3 bulan”.12
Keunggulan dari metode TC ini menurutnya banyak mengubah kepribadian dan tingkah lakunya dan itu sangat dirasakan oleh residen ini. Dengan mengikuti semua kegiatan, peraturan dan pertemuan dalam TC dapat mengubah tingkah laku dari yang buruk menjadi lebih baik. Sedangkan dari sisi kelemahan yakni ia merasakan waktu untuk program TC terlalu lama, dan ia merasakan bosan dengan lingkungan
11
Wawancara pribadi dengan Residen Septa Budi Kurniawan, asrama re-entry male, 18 Mei 2011.
12
sekitar. Sekitar 7 bulan yang harus ia lalui di tempat rehabilitasi ini. Ini dikarenakan sesuai dengan progress yang residen capai.
f. Sedangkan menurut caterine salah satu residen re-entry female
keunggulan TC: “ mendidik banget, dari pribadi keras menjadi lembut (maksud saya sering emosi sekarang jadi lebih terkontrol dan
lembut)”. Sedangkan kelemahannya “ dalam TC komunikasi kita
terbatas”.13
Keunggulan dari metode TC ini salah satunya mengubah sifat dari residen ini. Yakni ia menjadi lebih dapat menghargai orang lain, dan menjadikannya lebih mudah mengontrol emosi yang terkadang tak dapat terkendali. Karena di dalam metode TC ada sesi untuk meluapkan perasaan yakni pada sesi CRG ( conflict resolution group) yakni semua residen berkumpul dan mengutarakan perasaan baik kesal, marah, dan sebagainya kepada residen yang lain. Sesi ini memperlihatkan bahwa perasaan itu harus dikeluarkan agar cepat membaik dalam menjalin hubungan social tetapi pada temaptnya dan waktu yang tepat. Sedangkan kelemahan TC ia mengungkapkan sulit dalam komunikasi. Sebenarnya untuk komunikasi dalam TC ini ada pada tahap re-entry yang baru ia rasakan sekarang tetapi saat ia tahap
primary sangat sulit karena ia belum bisa mendapatkan hak nya
tersebut.
13
Wawancara Pribadi dengan Residen Chaterine, ruang Perpustakaan Female, 20 Mei 2011.
g. Sedangkan menurut icha residen re-entry female keunggulan TC “
beda dengan rehab lain, paling unggul menggunakan TC” sedangkan
kelemahan TC “ dalam program tidak ada hanya saja dari diri pribadi kuat/tidaknya dengan pembentukan mental, makanya kadang ada yang
kabur ketika mendapatkan izin pulang dan ga balik lagi”.14
Residen yang ini mengutarakan keunggulan dari metode dan program TC, hampir semua program yang ia lalui terasa baik. Sedangkan dari kelemahanya terletak pada diri sendiri, mampu melewati proses dalam metode TC atau tidak. Apabila memang sangat ingin berubah pasti bisa dan membuat perubahan dalam diri tetapi apabila masih enggan dan tidak menerima kegiatan serta metode TC pasti akan kalah dengan diri sendiri. Dalam tempat rehabilitasi ini, seorang residen dapat kembali pulang ke rumah untuk beberapa waktu saja. Ini dilakukan agar orangtua dapat percaya kepada anaknya bahwa ia telah membuktikan sudah tidak memakai narkotika kembali, ini biasanya terlihat dari luar tubuh residen seperti terlihat sedikit gemuk, dan segar. Tetapi terkadang residen juga apabila sudah pulang, ada yang kembali menggunakan narkotika. Dan ia tidak kembali lagi ke tempat rehabilitasi ini.
Keunggulan serta kelemahan dalam metode therapeutic community dapat dilihat dari pendapat konselor dan residen bahwa keunggulan lebih mendominasi Karena perubahan-perubahan yang residen rasakan
14
Wawancara Pribadi dengan Residen Icha, ruang Perpustakaan Female, 20 Mei 2011.
langsung selama mengikuti program therapeutic community. Dari segi kelemahan mereka tidak menganggapnya sebagai kendala yang besar