• Tidak ada hasil yang ditemukan

THERAPEUTIC COMMUNITY

B. Temuan Penelitian

1) Penerapan therapeutic community ( TC)

Program therapeutic communit (TC), yang dilaksanakan di Unit Terapi dan Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Lido, ini mengacu pada pedoman milik Badan Narkotika Nasional tentang konsep therapeutic

community yang ada pada walking paper untuk para residen. Dan

penerapan dalam program TC ini tidak jauh berbeda dengan TC pada umumnya pada tempat rehabilitasi yang menggunakan program yang sama.

Peraturan Utama (cardinal rules)

1. No drugs (tidak dibenarkan memakai narkotika, alcohol, dan zat adiktif lainnya)

2. No sex (tidak ada sex)

3. No violence (tidak melakukan kekerasan)

4. No stealing (tidak boleh mengambil barang orang lain)

5. No vandalism (tidak boleh melakukan pengerusakan barang/property fasilitas)

Tata Tertib Residen Unit Terapi dan Rehabilitasi BNN Lido

a. Selalu menggunakan kemeja putih/celana hitam pada saat konsultasi, konseling keluar facility.

b. Jangan bercerita tentang pengalaman sewaktu menagih

d. Membenarkan pemeriksaan diri oleh petugas jika sewaktu-waktu diperlukan

e. Menghormati dan menghargai segala arahan Pembina/ petugas sesame residen

f. Dilarang menggunakan atau menyimpan barang-barang berupa: vikcs/ inhaler ataupun barang-barang elektronik (radio, tape, DVD, walkman, dan sebagainya) yang dapat membuat ketergantungan fisik dan mental

g. Dilarang pinjam-meminjam barang milik sendiri diantara sesama residen h. Dilarang mengambil milik orang lain tanpa seijin pemilik (mencuri)

i. Dilarang menghasut residen lain untuk melakukan perbuatan yang direncanakan (kabur dan lain-lain)

j. Dilarang berkelahi dan membuat keributan, memukul. Menganiaya residen yang lain dengan cara apapun

k. Dilarang merusak harta benda/ barang milik lembaga (hukuman/ sanksi untuk menggantinya barang yang rusak)

l. Dilarang melakukan kegiatan pada jam-jam istirahat

m.Dilarang keluar dari lingkungan Unit T&R tanpa sepengetahuan petugas/izin yang berwenang

n. Dilarang menerima dan menyimpan uang, makanan dalam dorm o. Setiap residen rambutnya dicukur sesuai ketentuan ukuran 1-2-3 p. Dilarang melakukan komunikasi melalui telepone dan handphone q. Dilarang dikunjungi di luar jadual yang sudah ditentukan

s. Dilarang membawa jenis narkoba apapun kedalam Unitra t. Dilarang duduk sendirian dan mengasingkan diri

u. Dilarang memperlihatkan tingkah laku yang negatif seperti sex, mengancam berkelahi dan sebagainya

v. Dilarang membawa serta mengamalkan budaya dan nilai-nilai yang negatif w.Dilarang memasuki kawasan seperti griya pembina tanpa seijin staff dan

petugas staff yang bertugas

x. Dilarang keras membuat hubungan dengan masyarakat luar atau teman-tema yang negative pada saat kegiatan di luar panti

y. Setiap residnen harus segera melaporkan kepada staff apabila ada perkelahian atau hal-hal yang dilarang dalam Unitra

z. Residen hendaklah mematuhi norma-norma dan peraturan dalam Unitra Kesehatan dalam tempat rehabilitasi Unitra, yaitu;

1. Kesehatan menjadi tanggung jawab piket perawat 2. Pembagian obat akan diatur oleh staff kesehatan

3. Tidak ada obat yang dibeli di apotik atau took tanpa seijin staff 4. Tidak ada obat-obatan yang dipegang oleh residen

Test urine dalam tempat Rehabilitasi Unitra;

1. Test urine akan diadakan sewaktu-waktu apabila dianggap perlu

2. Residen tidak bisa menuntut staff atau lembaga apabila ternyata hasil test dinyatakan positif.

Kewajiban Residen Masa Orientasi 1. Menggunakan papan nama

2. Senantiasa membawa walking paper 3. Tidak boleh jalan sendirian

4. Selalu bertanya kepada rekan sebayanya 5. Senantiasa menggunakan hirarki yang benar 6. Senantiasa menepati waktu

7. Hadir pada semua sesi kelompok yang diadakan di dalam panti 8. Senantiasa menggunakan tegur sapa

9. Dilarang menggunakan kata-kata kotor

10.Dilarang menggunakan kekerasan atau mengasari orang lain 11.Jangan bercerita tentang pengalaman sewaktu menagih 12.Senantiasa selalu bersama buddy

13.Selalu membawakan pull up dalam morning meeting 14.Selalu mengisi drop slip encounter group

Hak Residen Unit Terapi dan Rehabilitasi BNN Lido, diantaranya: 1) Lingkungan yang bebas narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya

2) Treatment tanpa membedakan ras, sosial, kriminal dan status

3) Harga diri, keamanan dan kesehatan harus selalu diperhatikan 4) Perlindungan secara utuh

5) Kunjungan dari keluarga/ orangtua disesuaikan dengan jadwal kecuali ada ketentuan lain.

Untuk pembagian hak sesuai pada fasenya terbagi tiga: 1. Residen fase orientasi (younger member) (0-1 bulan)

a) senantiasa menggunakan papan nama

b) belum mendapatkan kunjungan/ visit keluarga c) selalu didampingi oleh seorang buddy

d) mendapatkan status sebagai crew departemen e) mendapatkan orientasi group

2. Residen fase intensif dan resosialisasi (middle member) (2-4 bulan)

a) Senantiasa menggunakan papan nama (jika mempunyai status tidak menggunakan)

b) Sudah boleh mendapatkan kunjungan/ visit keluarga c) Sudah boleh mendampingi buddy (younger member)

d) Mendapatkan status sebagai crew/ senior crew/ head of department (HOD)

e) Mendapatkan telepon dari keluarga yang didampingi oleh konselor f) Mendapat outing kelompok (static)

g) Mendapat family dialogue yang fasilitator oleh konselornya h) Dapat mengajukan permohonan individual konseling 3. Residen fase pemantapan (older member) (5-6 bulan)

a) Mendapatkan status sebagai coordinator of department (COD)/ residen coordinator (RCO)/ special function (SF)

c) Mendapat kepercayaan untuk memimpin sebuah sesi, group, dan screening tools

d) Diperbolehkan untuk mengenakan pakaian bebas yang sopan e) Mendapat outing/ home leave perorangan dan kelompok

f) Mendapat telepon dari keluarga yang didampingi oleh konselor

g) Diperbolehkan memiliki jam tangan, radio, dan mengenakan aksesoris yang sopan

h) Mendapat family dialogue yang fasilitator oleh konselornya i) Dapat mengajukan permohonan individual konseling j) Mendapat kepercayaan untuk menjadi escort/ shoot gun.

Hirarki berdasarkan masa rawat 1. Masa orientasi (younger member) 0-1 bulan

2. Masa intensif dan resosialisasi (middle member) 2-4 bula 3. Masa pemantapan/ pre re-entry (older member) 5-6 bulan

Hirarki berdasarkan status a. RCO (residen coordinator)

b. COD (Coordinator of departemen) c. Chief

d. Shingle/ HOD e. Ramrod

Pembagian kelompok fungsi kerja (departemen) 1. Departemen ibadah

2. Departemen gastronomy/ kitchen; departemen yang mempunyai tanggung jawab menyediakan, menyiapkan makanan untuk semua anggota keluarga dan bertanggung jawab dengan semua yang berhubungan dengan dapur

3. Departemen lingkungan/ landscape

4. Departemen laundry: departemen yang mempunyai fungsi tugasnya mencuci semua pakaian, sprei dan perlengkapan lainnya

5. Departemen rumah tangga/house keeping: departemen yang area job function-nya membersihkan semua fasilitas yang ada di rumah

6. Expeditor team: team yang bertugas sebagai mata dan telinga rumah serta

mengawasi setiap pergerakan anggota keluarga

7. Business officer

Untuk residen yang baru masuk treatment akan ditempatkan pada departemen yang sudah ditentukan oleh staff

Buddy system: yaitu residen yang diberikan tanggung jawab oleh

staff untuk mendampingi residen baru selama residen tersebut dalam masa orientasi. Maksud buddy adalah agar residen tersebut mempunyai tempat untuk bertanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan program

Peneliti disini hanya mendapatkan izin untuk meneliti dan mengamati kegiatan program TC yang berada di residen female:

Announcemet (pengumuman) di female:

1) Tidak boleh ada kekerasan/ ancaman kekerasan fisik dan menakut-nakuti orang lain

2) Tidak boleh ada tindakan sexual atau romantic 3) Mendengar dan jangan berprasangka buruk

4) Punctuality (tepat waktu)

5) No war stories

6) Jam berobat ke dokter umum dan gigi setiap hari kerja 7) Jam berobat ke dokter psikiater setiap hari rabu dan kamis 8) Jadual ke laundry besar hari selasa dan kamis

9) Baju yang diperbolehkan di troly laundry selama 2 hari ( satu pasang baju tidur, satu pasang baju function, satu jaket, satu levis dan satu kemeja dan celana bahan)

10)Saat curfew (jam tidur) cuntang boleh dibawa ke dorm ( dan dikembalikan ke dinning room saat feet on the floor

11)Senin-rabu (kemeja bebas dan celana bahan), selasa-kamis (kemeja putih dan celana bahan), jumat (kaos honesty), dan sabtu-minggu (kaos berkerah)

12)Pembuatan accountability untuk individual konseling dengan konselor

13)No emotional contract

14)Always communicate all activity

Adapun kegiatan-kegiatan atau program therapeutic community (TC) yang dilaksanakan di Unit Terapi dan Rehabilitasi, Lido adalah:

A.Function

Kegiatan function merupakan kegiatan yang dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekitar. Kegiatan ini dijadualkan setiap hari tetapi berbeda waktu, untuk senin-kamis dimulai pukul 07.45-08.20 WIB, untuk

hari jum’at pukul 06.15 WIB, dan untuk hari sabtu-minggu dimulai pukul 08.15-09.00 WIB. Dalam kegiatan ini peneliti tidak berpartisipasi, hanya melihat setelah semua sudah selesai.

B.Open house

Yaitu kegiatan pemeriksaan dan penggeledahan kamar hunian residen TC untuk melihat kondisi kamar baik dari sisi kebersihan, kerapihan, maupun adanya pelanggaran yang dilakukan residen. Kegiatan ini wajib dilakukan setiap hari dilakukan oleh para residen tahap primary. Dilaksanakan pada pukul yang berbeda, hari senin-kamis mulai pukul 08.20-08.30 WIB, hari jum’at mulai pukul 07.45-07.55 WIB dan untuk hari sabtu-minggu mulai pukul 09.00-09.15 WIB. Dalam kegiatan ini peneliti tidak berpartisipasi, tetapi peneliti pernah diantar salah satu residen untuk melihat keadaan kamar mereka dan semua kamar tertata rapih.

C. Morning Meeting

Morning meeting merupakan kegiatan yang wajib dilakukan oleh

seluruh residen pada tahap primary. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari senin-jum’at tepatnya pada pukul 09.00-10.00 WIB. Sebelum kegiatan ini dilaksanakan seluruh residen sudah selesai merapihkan tempat tidur dan kamar masing-masing, wash up (mandi) dan breakfast (sarapan). Dan adapula sebelum morning meeting dilaksanakan yakni ada pre morning

meeting (persiapan sebelum melaksanakan morning meeting) tetapi

berbeda waktu. Untuk senin-kamis mulai pukul 08.30-09.00 WIB, hari

jum’at mulai pukul 07.55-08.05 WIB. Dalam kegiatan ini, peneliti berpartisipasi dalam kelompok. Sebelumnya seorang konselor yang membawakan kegiatan ini izin dulu terhadap seluruh family dan diizinkan. Dan peneliti mengamati semua bagian dalam morning meeting.

Tata cara pelaksanaan morning meeting adalah: 1. Seluruh family berkumpul di suatu tempat/ ruangan

2. Family berdiri membentuk lingkaran dan bergandengan tangan untuk

membaca serenity prayer yang dipimpin oleh salah satu residen yang diikuti oleh seluruh residen lainnya. Peneliti pun ikut bergandengan tangan dengan para family dan semua berdo’a secara khusu’ dan

seksama.

3. Family duduk melingkar dengan membentuk huruf U dengan susunan

4. Di bagian tengah ujung lingkaran disediakan dua kursi untuk seorang

conduct (mayor on duty) dan seorang C.O.D./ On Chair (C.O.D. (C.O.D.

yang bertugas hari itu)

5. Morning meeting dimulai dengan sesi announcement, dilanjutkan dengan

awareness, pull ups, interruption, issue, dan diakhiri dengan second half.

Second half terdiri dari ritual uplifter, games, weather forecast, news. Isi

bagian dari announcement (ada yang akan menyetrika, menggunting kuku, ada yang ingin pergi berobat dan lain-lain).

6. Morning meeting ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh

chief dengan seluruh residen berdiri dan saling bergandengan tangan

7. Sebelum meninggalkan tempat, residen saling bersalaman dan berpelukan (hugh each other).

Isi dari serenity prayer adalah:

God grant me the serenity. To accept the things I can not change.

Courage to change. The things I can and the wisdom. God, to know the difference”.

Sedangkan isi dari philosophy adalah:

THE CREEDI am here, because there si no refuge. Finaly from my

self. Until I confront my self. In the eyes and heart of the others. I am running. Until I suffer them. To share my secrets. I have no safety from them. Afraid to be known. I can know neither my self. Nor any other. I will be alone. Where else. But in our common ground. Can I find such a mirror. Here. Together. I can at last appear clearly to my self. Not as a giant of my dreams. Nor the dwarf of my fear. But as a person. Part of the whole. With my share in its purpose. In this ground. I can take root and grow. Not alone anymore. As in death. But a live. To my self and to

Istilah-istilah yang digunakan dalam morning meeting:

Announcement : pemberitahuan atau pengumuman yang tujuannya

memberi informasi baik dalam rumah maupun diri sendiri

Awareness : kewaspadaan yang menimbulkan suatu kesadaran

dalam diri

Pull ups :berfungsi sebagai alat bantu awareness terhadap

rumah dan sebagai mata dan telinga rumah. Untuk mencatat berbagai macam hal yang ada di dalam rumah yang dinilai tidak sesuai

Interruption :bentuk interupsi atau pemberitahuan yang dilakukan

anggota keluarga kepada anggota keluarga lainnya karena dinilai kurang benar atau tidak proper, saat dalam suatu group atau aktivitas

Issue : membicarakan pokok persoalan dalam rumah

Ritual up lifter

Games : permainan

Weather report : laporan cuaca

News : menyampaikan berita hari ini.

D. Vocational dan Seminar

Vocational merupakan bagian dari empat struktur program dalam

TC, ini merupakan kegiatan keterampilan bagi para residen. Ini bertujuan agar para residen dapat meningkatkan kemampuan dan untuk bekal hidup esok hari. Kegiatan vocational dan seminar ini dilaksanakan pada hari senin-kamis pada pukul 10.00-12.00 WIB. Vocational yang ada di Unitra diantaranya komputer, bahasa asing, multimedia (audio, video, radio), percetakan dan sablon, bengkel otomotif, salon kecantikan, kesenian (tari tradisional, musik tradisional, musik akustik dan band), tata boga dan

kerajinan tangan. Peneliti disini hanya melihat dan mengamati vocational salon, saat itu mereka diajarkan bagaimana make-up pengantin dan menyanggul pengantin.

Seminar yaitu merupakan kegiatan yang berupa pemberian materi yang berkaitan dengan TC, narkoba, maupun pengetahuan lain yang relevan. Tujuan kegiatan ini yaitu membuka wawasan dan menumbuhkan kesadaran terhadap bahaya narkoba. semua residen di unitra wajib mengikuti kegiatan seminar dan vocational, jadual mereka bergantian. Ada yang sebagian mengikuti seminar dan adapula yang vocational untuk jadual pagi tetapi untuk jadual seminar kedua di unitra di dilaksanakan pada waktu 20.00-21.00 malam. Seminar ini diikuti oleh family TC dengan pemberi materi PC (peer counselloor) dan seluruh staff di lingkungan Unitra. Peneliti ikut berpartisipasi dalam kelas, saat itu pembahasan mengenai EYD (ejaan yang disempurnakan) dan Self Confindence. Suasana dalam kelas sangat semangat dalam menyampaikan materi dan suasana para residen pun antusias dalam bertanya seputar EYD.

E. Religious Session

Yaitu kegiatan yang diarahkan pada pendalaman diri terhadap kehidupan spiritual dan keagamaan. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari senin-minggu dimulai pada pukul 05.00-19.45 WIB (untuk agama islam menjalankan shalat 5 waktu pada waktu shalat masing-masing dan untuk agama non islam di Unitra melakukan pujian-pujian/ menyanyikan lagu religi bagi agamanya) di serenity room. Ini untuk menambah rasa

keimanan mereka, kegiatan ini diikuti oleh seluruh residen dan konselor di Unitra. Peneliti ikut berjamaah dengan para family di mushalah female.

Suasana sangat khusu’, setelah berjama’ah sebagian dari residen ada yang

mengaji.

F. CRG (conflict resolution group)/ peer confrontation/ dynamic group/ encounter group

Merupakan suatu kegiatan kelompok penyelesaian masalah dalam bentuk kelompok-kelompok kecil dan difasilitasi oleh seorang konselor.kegiatan yang dirancang khusus untuk mengekspresikan perasaan kesal, kecewa, sedih, perhatian (concern). Kegiatan ini dilaksanakan pada waktu yang berbeda, untuk hari senin-kamis dimulai pukul 13.15-14.45

WIB, sedangkan hari jum’at dimulai pukul 10.00 WIB. Peneliti mengikuti

kegiatan ini. Kegiatan ini berlangsung di teras asrama residen female. Peneliti disini hanya mengamati dan mendengarkan masalah para residen pada saat CRG berlangsung. diantaranya ada yang merasa emotional (BT), Keras kepala, kasar dan lain-lain. Tata cara pelaksanaanya:

a. Residen duduk membentuk lingkaran

b. Di tengah barisan lingkaran diposisikan dua kursi yang saling berhadapan dengan jarak tertentu

c. Sebelum conduct (fasilitator/ salah satu mayor) memimpin doa sebelum memulai kegiatan

d. Family yang memasukkan drop slip/ memiliki feeling duduk di kursi

e. Family yang memiliki feeling tersebut melakukan running feeling/ menyalurkan kemarahannya kepada residen yang dimaksudkan/ di drop slip

f.Setelah semua family yang di drop slip melakukan running feeling, maka conduct memberikan feed back

g. Kegiatan ditutup dengan membaca doa yang dipimpin oleh conduct h. Setelah semuanya selesai maka diakhiri dengan saling bersalaman dan

berpelukan

Istilah-istilah yang digunakan dalam sesi ini:

Conduct : fasilitator/ salah satu mayor/ konselor

Drop slip : menulis nama anggota keluarga yang membuat kita kesal,

untuk kita ekspresikan di group encounter

Feed back : masukan yang diberikan atau memberi masukan kepada

atau dari anggota keluarga lainnya

Feeling : perasaan

G. Sport / Recreation hour

Kegiatan ini merupakan kegiatan untuk mereduksi tingkat stress yang dialami residen selama mengikuti kegiatan. Kegiatan sport berupa kegiatan senam massal, sepak bola, bola voli dan bola basket. Sementara kegiatan recreation berupa musik/band atau nonton film bersama. Kegiatan ini dilakukan berbeda waktu, untuk hari senin-kamis kegiatan ini dimulai pada pukul 16.00-17.15 WIB, dan untuk sport yang merupakan senam bersama seluruh residen Unitra dilaksanakan setiap

hari jum’at pukul 09.00-10.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan di depan gedung perkantoran Unitra. Peneliti disini mengamati kegiatan ini dari jauh, saat mereka semua senam serentak dan hal ini wajib diikuti oleh semua konselor dan para staff Unitra. Untuk instruktur senam didatangkan dari luar lembaga, ada 2 instruktur senam.

H. session tools

Merupakan kegiatan kelompok, yang di dalamnya juga dilakukan kegiatan pemberian sanksi. Sanksi diberikan kepada residen yang melakukan kesalahan atau melakukan hal-hal negative. Kegiatan ini dilakukan berjenjang sesuai dengan kesalahan yang dilakukan. Untuk mendapatkan sanksi tersebut, residen terlebih dahulu menjalani sesi teguran. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari sabtu dan minggu pukul 19.00-19.45 di class room untuk sesi hair cut sedangkan sesi spoken to

dan dealt with di ruang yang sedikit terbuka . Peneliti hanya mengamati

dari jauh pada saat sesi inni berlangsung. Sesi yang dilakukan adalah:

Spoken to: teguran halus dan nasihat secara lembut yang diberikan kepada

residen atas perilakunya telah keluar jalur biasanya diberikan oleh peer counselor

Dealth with:merupakan suatu peringatan keras terhadap anggota keluarga

yang perilakunya telah keluar jalur pemulihan

Hair cut: merupakan peringatan keras untuk pemangkasan perilaku

teguran secara verbal yang keras dan tegas digunakan untuk membangun insight

I. wrap up

Sebuah group yang diadakan setiap malam, yang berfungsi untuk menutup hari, dimana setiap anggotanya menceritakan tentang satu hari yang telah dijalaninya. Kegiatan ini dilaksanakan dari hari senin-jumat dimulai pada pukul 21.00-22.00, sabtu dan minggu pukul 20.15-21.15. kegiatan ini ditempatkan di serenity room. Wrap up ini difasilitasi oleh seorang konselor . Peneliti mengikuti kegiatan ini dan mengamati keadaan sekitar, dan mereka seperti biasa ditanyakan “bagaimana hari ini” oleh konselor dan mereka mengeluarkan semua pendapat.

Tata cara pelaksanaan;

a. Seluruh family berkumpul di suatu tempat/ ruangan

b. Family membentuk lingkaran dan satu konselor di ujung lingkaran

c. Semua family ditanya bagaimana keadaan hari ini dan satu per satu residen mengungkapkan cerita dari mereka.

J. status holder meeting

Kegiatan ini berfungsi untuk membentuk jiwa kepemimpinan dan meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan. Periode pergantian (job changes) ditentukan oleh para konselor dengan memperhatikan progress dari masing-masing residen. status holder yang ada di tempat rehabilitasi ini terdiri dari RCO,COD,Chief, Shingle/ HOD, Ramrod, Crew. Untuk pelaksanaan kegiatan ini pada hari senin-jumat

pukul 22.15-23.15 dan hari minggu pukul 21.00. Untuk kegiatan ini peneliti tidak mengikuti hanya mengetahui mereka akan rapat status

holder di ruang clinical room (ruang rapat para konselor).

Istilah-istilah yang digunakan dalam status holder, yaitu:

RCO (Resident Coordinator): bertanggung jawab dengan jalannya rumah setiap harinya dan mempertanggung jawabkan kepada mayor on duty (konselor)

COD (Coordinator of Departement): bertanggung jawab

mengkoordinir department dan membantu RCO menjalani program setiap harinya serta mempertanggung jawabkan kepada RCO

Chief: bertanggung jawab memimpin expeditor team dalam menjalankan tugasnya setiap harinya, mempertanggung jawabkan tugasnya kepada RCO dan COD

Shingle (Bastard of the House): merupakan bagian dari expeditor team, yang bertugas membantu chief untuk creat dan member stimulus kepada anggota keluarga di dalam rumah

HOD (Head of Departement): bertugas sebagai kepala departemen dan bertanggung jawab dengan rencana tugas departemen setiap harinya, dan mempertanggung jawabkan kepada COD, selain berfungsi sebagai ibu di dalam rumah yang selalu memberi motivasi positif

Ramrod: bertugas dibawah pengawasan dan mendapatkan delegasi

langsung dari HOD, mensupervisi pekerjaan anggota departemen Crew: anggota dari setiap departemen, dibawah pengawasan ramrod.

K. Static Group

Merupakan suatu kegiatan dalam bentuk kelompok-kelompok kecil yang membicarakan berbagai macam persoalan kehidupan keseharian dan kehidupan yang lalu. Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan jadual

status holder meeting pada Untuk pelaksanaan kegiatan ini pada hari

senin-jumat pukul 22.15-23.15 dan hari minggu pukul 21.00. Saat kegiatan ini peneliti tidak mendapatkan izin dari para residen karena sifatnya sangat personal antara konselor dengan mereka.

Dalam kegiatan static, setiap kelompok difasilitasi oleh seorang konselor yang membangun suasana nyaman dan rasa percaya sesama residen. Tujuan static:

a. Membangun kepercayaan antara sesama residen dan konselor

b. Image breaking (membuka diri dengan membangkitkan rasa percaya

pada lingkungan)

c. Menumbuhkan rasa tanggung jawab moril terhadap permasalahan temannya

d. Bersama mencari solusi pemecahan masalah yang tepat. Tata cara pelaksanaan static group:

1) Family dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang dipimpin

oleh seorang static (peer counselor) 2) Setiap kelompok duduk melingkar

3) Kegiatan yang dimulai dengan membaca doa yang dipimpin oleh counselor, dimana semua residen dalam setiap kelompok saling bergandeng tengan

4) Kelompok mulai melakukan sharing permasalahan pribadi mereka, dilanjutkan dengan confrontation (tanya jawab) dan pemberian feed back oleh masing-masing anggota kelompok/ counselor

Dokumen terkait