• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Perusahaan

6. Keunggulan Perusahaan

Kami percaya bahwa Perseroan mempunyai peluang yang baik untuk memanfaatkan pertumbuhan industri kelapa sawit, dan kualitas kami akan senantiasa membedakan kami dari pesaing kami. Kami bermaksud meningkatkan keunggulan bersaing kami untuk memperluas area perkebunan kelapa sawit, meningkatkan kapasitas pabrik dan meningkatkan efisiensi operasi kami secara keseluruhan guna meningkatkan produksi CPO dan PK. Kami juga percaya bahwa proses diversifikasi dan perluasan kegiatan usaha selain perkebunan kelapa sawit yang sedang dilakukan, seperti produksi tepung sagu, edamame dan pembangkit listrik tenaga biogas, telah sesuai dengan kompetensi kami dan akan mendukung pengembangan kegiatan usaha jangka panjang kami secara berkelanjutan. Keunggulan daya saing kami antara lain adalah sebagai berikut:

a. Posisi yang tepat untuk memanfaatkan pertumbuhan industri sektor kelapa sawit. Minyak kelapa sawit merupakan minyak nabati yang paling banyak dikonsumsi karena harganya yang kompetitif dan kegunaannya yang beraneka ragam. Konsumsi minyak kelapa sawit diperkirakan akan terus meningkat pesat, sejalan dengan peningkatan konsumsi minyak makan dunia. Pertumbuhan penduduk dan pembangunan ekonomi di negara-negara Asia seperti Tiongkok, India, Indonesia dan Malaysia, yang merupakan pasar utama minyak kelapa sawit, akan berperan besar bagi pertumbuhan industri ini.

b. Prosedur manajemen biaya operasi yang mapan. Kami telah menerapkan praktik manajemen terbaik dengan tujuan untuk meminimalkan biaya-biaya terkait kegiatan penanaman, pemupukan, pemanenan dan pengolahan. Contoh-contoh penerapan praktik tersebut antara lain:

1) Letak perkebunan dan pabrik CPO yang strategis sehingga pengiriman produk Perseroan dapat dilaksanakan secara efisien; peningkatan otomatisasi, termasuk penggunaan alat pemanen

bermotor, sistem pemuatan TBS secara mekanis dan pabrik kelapa sawit terotomatisasi;

2) Praktik-praktik agronomi dan pertanian, seperti prosedur pengetesan (sampling) daun dan tanah untuk menyesuaikan penggunaan pupuk, penggunaan tanaman legume untuk mengurangi tanaman gulma, penggunaan tandan buah kosong dan limbah cair pabrik sebagai nutrisi, pemangkasan progresif untuk meningkatkan produktivitas serta penggunaan pupuk impor berkualitas tinggi;

3) Peningkatan kinerja proses pemanenan, seperti penerapan sistem pemanenan per blok untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan mengurangi biaya transportasi, serta pelatihan pemanen untuk memahami dengan baik standar kematangan panen TBS dan memastikan bahwa semua buah brondolan sawit yang terjatuh dari tanaman juga dikumpulkan;

4) Peningkatan kinerja sistem administrasi dan pendukung seperti sistem perencanaan perkebunan, akuntansi, manajemen dan komunikasi terkomputerisasi yang terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi; serta investasi dalam sistem keamanan untuk menghindari pencurian, kebakaran dan rusaknya perkebunan akibat masuknya pendudukan liar atau ternak.

c. Tim manajemen yang berpengalaman dan berkomitmen terhadap tata kelola perusahaan yang baik. Tim manajemen Perseroan mempunyai kemampuan yang telah teruji dalam pengelolaan aspek-aspek komersial, keuangan dan operasional bisnis Perseroan. Anggota tim manajemen senior Perseroan rata-rata memiliki lebih dari 25 tahun pengalaman dalam bidang industri terkait dan memiliki pengetahuan luas serta memiliki hubungan yang baik dan sudah terjalin lama dengan pelanggan, pemasok dan pemain pasar lainnya. Kami menyadari pentingnya tata kelola perusahaan yang baik melalui sistem pelaporan manajemen yang terinci, standar etika yang tinggi dan

transparansi, baik secara internal maupun dalam kaitannya dengan pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya.

d. Profil umur tanaman kelapa sawit yang baik dan cadangan lahan yang signifikan. Usia komersial tanaman kelapa sawit pada umumnya adalah 25 tahun hingga 30 tahun. Sekitar 36,5% dari tanaman kelapa sawit Perseroan tergolong sebagai usia komersial prima, yaitu antara 8 sampai dengan 20 tahun dan 35,6% tanaman kelapa sawit Perseroan tergolong muda atau belum menghasilkan, yaitu dengan usia tujuh tahun atau kurang. Selain itu, Perseroan memiliki sekitar 50.000 hektar cadangan lahan yang tersedia untuk ditanami di masa mendatang. Dengan kedua faktor tersebut, ditambah dengan rencana penanaman kembali yang strategis guna memastikan profil usia tanaman kelapa sawit yang sehat, kami berkeyakinan bahwa Perseroan berada dalam posisi yang tepat untuk mendukung pertumbuhan pesat dan berkelanjutan di masa mendatang.

e. Biaya produksi yang rendah dan posisi keuangan yang kuat Pertumbuhan bisnis dan efisiensi biaya untuk jangka panjang membantu kami mengurangi biaya kas untuk produksi CPO. Hal ini membantu kami mempertahankan pendapatan dalam tingkat yang sehat di tengah situasi yang menantang akibat rendahnya harga CPO dunia dan cuaca buruk. Kami juga didukung oleh posisi keuangan dan likuiditas Perseroan yang kuat, dengan total aset lancar sejumlah USD 64,4 juta dan total liabilitas jangka pendek sebesar USD 45,0 juta per tanggal 31 Desember 2016, yang memungkinkan kami untuk berkonsentrasi pada perencanaan, pengembangan dan penerapan strategi pertumbuhan jangka panjang Perseroan.

f. Praktik-praktik keberlanjutan, standar lingkungan dan tanggung jawab sosial yang mapan. Kami menyadari pentingnya tanggung jawab sosial perusahaan dan senantiasa mendukung kebijakan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat dan meminimalkan dampak negatif yang mungkin timbul akibat

keberadaan perkebunan kami serta proses produksi yang dijalankan oleh Perseroan. Kebijakan yang dilaksanakan oleh Perseroan antara lain:

1) Mengembangkan masyarakat sekitar perkebunan dan mengutamakan kesejahteraan karyawan beserta keluarganya, termasuk melalui penyediaan berbagai fasilitas, terutama terdiri dari fasilitas sekolah, fasilitas kesehatan, dan bantuan pengembangan ekonomi, serta kegiatan kebudayaan dan tempat ibadah bagi komunitas sekitar.

2) Beroperasi dengan mengutamakan kelestarian lingkungan, termasuk menerapkan kebijakan tanpa pembakaran hutan dalam kegiatan pembukaan lahan baru; meminimalkan penggunaan pestisida; pemanfaatan kembali limbah produksi kelapa sawit, penggunaan pupuk organik semaksimal mungkin serta pengembangan area konservasi dalam perkebunan Perseroan. 3) Kami berkomitmen untuk mewujudkan kegiatan usaha yang

berkelanjutan, dan menerapkan praktik-praktik terbaik serta standar kelas dunia dalam kegiatan operasional kami. Dengan demikian, sebagai anggota Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), kami telah meraih sertifikat RSPO untuk tiga dari empat perkebunan kami dan saat ini sedang dalam tahap pengajuan sertifikasi untuk Perkebunan kami Kalimantan Barat yang mulai menghasilkan pada tahun ini.

Dokumen terkait