P ERBUATAN -P ERBUATAN Z ALIM
B. Bentuk Perbuatan Zalim
1. Kezaliman Personal/Langsung
Kezaliman langsung dan spontan ini mungkin paling mencengangkan dalam catatan sejarah peradaban manusia. Sejarah perang misalnya, pembunuhan dan penyiksaan cukup memakan banyak korban bahkan sampai pada wanita dan anak-anak. Dalam masa yang terdahulu, kekalahan perang hampir tak terbayangkan: kaum pria dikebiri, wanita dihilangkan rahimnya, tawanan disalib atau bahkan dilemparkan ke kandang-kandang macan. Dari sini, perang lebih berkesan sebagai pesta penghancuran yang mempersetankan faktor-faktor moral, baik yang konvensional maupun yang murni. Inilah mungkin apa yang diisyaratkan oleh malaikat ketika pengangkatan manusia sebagai khalifah dengan perkataannya “saling menumpahkan darah”:
ُلَ َْتََأ اوُلاَق ًةَفيِلَخ ِضْرَْلْا ِفِ ٌلِعاَج ِّنِّإ ِةَكِئ َلََمْلِل َكُّبَر َلاَق ْذِإَو
ُسِّدَقُ نَو َكِدْمَِبِ ُحِّبَسُن ُنَْنََو َءاَمِّدلا ُكِفْسَيَو اَهيِف ُدِسْفُ ي ْنَم اَهيِف
َنوُمَلْ َ ت َلَ اَم ُمَلْعَأ ِّنِّإ َلاَق َكَل
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami35Mukhtar Lubis, Menggapai Dunia Damai, Yayasan Obor Indonesia, Jakarta, 1998, hal. 44,
senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". (QS. Al-Baqarah/2: 30).
Kezaliman spontan dan langsung terkadang merupakan reaksi terhadap siksaan dan tindakan sewenang-wenang yang dialami oleh seseorang atau kelompok. Kezaliman seperti ini, dapat dikatakan sebagai kezaliman kesumat dalam bentuk dendam berdarah. Jelas sekali bahwa kezaliman ini adalah kezaliman yang terpengaruh oleh memperturutkan hawa nafsu yang tiada habisnya. Sehingga dengan demikian, kezaliman seperti ini bahkan intensitasnya lebih tinggi dari kezaliman yang pernah dialami. Dalam teori—sebagaimana yang dikatakan Erich Fromm36— merupakan mata rantai yang tak berujung, dan pada kenyataannya hal ini menyebabkan punahnya suatu keluarga atau kelompok. Dalam sejarah peradaban manusia, kezaliman seperti ini pernah berkembang di beberapa kalangan penduduk. Pembunuhan oleh salah anggota klan terhadap klan lain telah menimbulkan peperangan yang berkepanjangan di antara kabilah-kabilah Arab hingga Muhammad pun sempat terlibat dalam perang Fijar menemani paman-pamannya.37 Demikian juga di belahan dunia lain seperti Afrika Timur dan Timur Laut, Dataran Tinggi Kongo Afrika Barat, suku-suku di tapal batas India Timur Laut, Bengali, New Guinea, Politnesia, Korsika (di sini masih berlangsung) di samping juga terbesar di kalangan penduduk asli Amerika Utara.38
36Erich Fromm, Akar Kekerasan: Analisis Sosio-Psikologis Atas
Watak Manusia, Jakarta: Pustaka Pelajar, 2001, hal. 391.
37Muhammad Husein Haikal, Sejarah Hidup Muhammad, Jakarta: Litera Antar Nusa, 1995, hal. 58-59.
38Erich Fromm seperti yang dikutipnya dari M.R. Davie, op. cit, hal. 391
Dari sini tentunya kezaliman personal bersifat dinamis, mudah diamati, sebab pelakunya (manusia kongkrit) dapat dilacak; dan memperlihatkan fluktuasi yang hebat yang dapat menimbulkan perubahan. Al-Qur’an sangat banyak mengungkapkan kezaliman personal atau kezaliman langsung ini. Namrut, Fir’aun mewakili elite politik-militer, Qarun dari kalangan konglomerat, dan Haman dari teknokrat, adalah beberapa nama yang sering diangkat al-Qur’an untuk menunjukkan kezaliman mereka. Betapa kezaliman yang mereka lakukan langsung menyentuh badan.
جوُرُ بْلا ِتاَذ ِءاَمَّسلاَو
ِ دوُعْوَمْلا ِمْوَ يْلاَو
-دوُهْشَمَو ٍدِىاَشَو
َلِتُق
ِدوُدْخُْلْا ُباَ ْ َأ
-دوُقَوْلا ِتاَذ ِراَّنلا
دوُ ُ ق اَهْ يَلَع ْمُى ْذِإ
ْمُىَو
ٌدوُهُش َ ِنِمْؤُمْلِبً َنوُلَ ْفَ ي اَم ىَلَع
اوُنِمْؤُ ي ْنَأ َّلَِإ ْمُهْ نِم اوُمَقَ ن اَمَو
ِديِمَْلْا ِ يِ َ ْلا َِّللَِّبً
.Demi langit yang mempuyai gugusan bintang-bintang, dan hari yang dijanjikan, dan yang menyaksikan. Telah dibinasakan orang-orang yang membuat parit yang berapi (dinyalakan dengan) dengan kayu bakar, ketika duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang mukmin. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu selain karena orang-orang yang beriman itu beriman kepada Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. (QS. Al-Buruj/85: 1-8). Jelas sekali ayat ini menceritakan kezaliman yang dilakukan oleh ashab al-ukhdud, sekelompok orang yang memiliki kekuasaan politik-militer terhadap orang-orang yang mempertahankan hak kebebasan beragamanya. Mereka diperlakukan dengan kejam, dilempar ke dalam parit yang berisi api, sedangkan ashab al-ukhdud duduk di sekitar parit menyaksikan kematian yang mengerikan dari orang-orang yang mempertahankan haknya.
Dari ayat ini terlihat bahwa kekerasan personal bersifat fisik dan langsung. Dalam banyak hal, maka kekerasan peronal pada umumnya mengambil bentuk fisik, yakni kekerasan bersifat langsung mengenai tubuh korban, disakiti secara jasmani bahkan sampai pada pembunuhan. Tetapi terkadang juga dapat mengambil bentuk mental dan psikis. Apa yang dipraktekkan Stalin dalam menangkap para isteri dan terkadang anak-anak dari beberapa petinggi Soviet atau para fungsionaris partai untuk dijebloskan ke kamp kerja paksa merupakan salah satu fakta yang tak dapat dibantah sebagai kekerasan yang menyiksa psikis meraka. Mereka harus tetap menjalankan tugas seperti biasa, merunduk-runduk di hadapan Stalin tanpa berani menanyakan kapan isteri mereka akan dibebaskan.39
Kezaliman personal ini mulai dari individu sampai dengan gerombolan massa hingga organisasasi-organisasi semisal gang dan teroris. Gerombolan massa (crowd) dalam banyak teori yang dikemukakan, ketika melakukan kekerasan lebih irasionalias, emosionalitas dan peniruan individu sehingga saling memperkuat dan memperbesar emosionalitas dan irasionalitas sesamanya. Tetapi, kekerasan yang dilakukan oleh organisasi-organisasi semisal gang dan teroris lebih terencana secara rapi dan akan lebih berdampak buruk. Jika kezaliman yang dilakukan oleh individu yang berdiri sendiri hanya melukai atau membunuh beberapa orang, tetapi kezaliman yang dilakukan oleh organisasi yang biasa disebut teroris akan lebih banyak memakan korban dengan penderitaan yang lebih dahsyat dan sulit dibayangkan. Di samping itu, efektivitasnya dalam menimbulkan situasi ketakutan menjadi lebih kuat, karena ancaman yang sama atau bahkan lebih dahsyat dilakukan secara acak dalam kaitannya dengan waktu dan tempat
terjadinya; tak dapat diramalkan kepada siapa, di mana atau kapan serangan kekerasan itu terjadi.