BAB IV HASIL PENELITIAB DAN PEMBAHASAN
4.2 Pembahasan
4.2.3 Kinerja Guru
Selama proses penelitian dilakukan, hasil penilaian kinerja guru pada siklus I tidak terlalu mengalami kesulitan dalam menerapkan model pembelajaran
think pair share. Kinerja guru pada siklus I mencapai 72,91% hal ini menunjukan
bahwa proses pembelajaran yang berlangsung yang dilakukan guru sudah masuk dalam kriteria baik. Masalah yang dialami guru dalam proses pembelajaran yaitu ketika penyampaian indikator dan tujuan pembelajaran, sedangkan pada kegiatan
Kemudian pada siklus II terlihat kinerja guru mengalami perubahan yang positif, kinerja guru mengalami peningkatan sebanyak 14,59% yaitu pada siklus I sebanyak 72,91% menjadi 87,5%, dikarenakan kinerja guru pada siklus II ini sudah berupa perbaikan kinerja guru pada siklus I.
4.2.4 Hasil Belajar
Pada siklus I pelaksanaan model pembelajara think pair share belum dapat berlangsung secara optimal. Hal ini disebabkan model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran baru di SMK Muhammadiyah 1 Weleri. Dikarenakan siswa belum terbiasa dengan model pembelajaran ini, sehingga siswa kurang berani dalam menyampaikan pendapatnya, kerjasama dalam kelompok masih kurang dan ketepatan waktu mengerjakan soal diskusi terdapat beberapa siswa yang belum memanfaatkan waktu dengan baik pada penerapan model pembelajaran think pair share ini. Pada siklus II siswa sudah mengetahui model pembelajaran yang digunakan sehingga siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaraan mengalami peningkatan, terlihat bahwa siswa sudah berani mengemukakan pendapatnya, kerjasama kelompok meningkat dengan kekompakan dalam berdiskusi dengan mempresentasikan hasil diskusi didepan kelas dengan baik dan sesuai dengan harapan guru dan peneliti. Faktor lain yang mempengaruhi peningkatan hasil belajar pada siswa yaitu aktivitas siswa dan kinerja guru, aktivitas siswa dan kinerja guru yang baik maka akan menghasilkan penilaian keterampilan maupun hasil belajar menjadi baik dan meningkat.
Peningkatan hasil belajar pada siswa dapat diketahui melalui hasil tes evaluasi yang diberikan pada siswa disiklus I, hasil nilai rata-rata siswa sebesar 73,63 dan persentase ketuntasan klasikalnya adalah 57,5% dengan nilai tertinggi 94,5 dan nilai terendah 54, serta sebanyak 23 siswa yang tuntas dan sisanya sebanyak 17 siswa yang tidak tuntas, dengan KKM 75. Belum tercapainya indikator keberhasilan yakni 75% dikarenakan siswa masih bingung serta belum mengerti secara menyeluruh dengan model pembelajaran think pair share
sehingga proses pembelajaran pada siklus I kurang optimal. Sedangkan analisis hasil evaluasi pada siklus II, terdapat peningkatan yang cukup baik terlihat hasil rata-rata kelas siswa meningkat menjadi 79,54 dan presentase ketuntasan klasikal 80% dengan nilai tertinggi 95,45 dan nilai terendah 63,63, serta sebanyak 32 siswa yang tuntas dan 8 siswa yang tidak tuntas. Keberhasilan pada siklus II dikarenakan siswa tampak bersemangat dan mulai paham dengan jalannya pembelajaran dengan model pembelajaran think pair share sehingga siswa terlihat sangat antusias dan giat dalam proses pembelajaran yang berlangsung. Indikator penelitian ini sebesar 75% dan sudah tercapai pada siklus II sebesar 80%. Hasil belajar pada siklus II mencapai indikator keberhasil melebihi target yaitu sebesar 80% sehingga dapat diartikan bahwa penelitian dengan penerapan model pembelajran think pair share dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam berkomunikasi yang bedampak baik pada hasil belajar siswa.
Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa model pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran think pair share dapat dikatakan efektif digunakan sebagai salah satu strategi pembelajaran dalam
meningkatkan keterampilan komunikasi, aktivitas siswa, dan kinerja guru yang berdampak positif terhadap hasil belajar siswa.
125
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dalam penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukan adanya peningkatan kemampuan dan keterampilan berkomunikasi setelah dilakukan penelitian keterampilan komunikasi dengan menggunakan model pembelajaran think
pair share pada siswa kelas X AP SMK Muhammadiyah 1 Weleri
Kabupaten Kendal. Peningkatan kemampuan komunikasi dapat diketahui dari hasil siklus I dan siklus II. Skor rata-rata kumulatif komunikasi pada siklus I adalah 66,91% termasuk dalam kategori mampu, kemudian untuk rata-rata kelas hasil belajar mencapai 73,63 yang ketuntasan klasikalnya adalah 57,5%. Sedangkan pada siklus II terlihat ada peningkatan, dapat diketahui pada skor rata-rata kumulatif komunikasi mengalami peningkatan sebesar 12,09 sehingga menjadi 79%, untuk rata-rata kelas hasil belajar pada siklus II juga ada peningkatan menjadi 79,54 dengan ketuntasan klasikal sebesar 80%.
2. Hasil penelitian kelas menunjukan adanya perubahan aktivitas siswa dan kinerja guru dalam proses pembelajaran menggunanakan model pembelajaran think pair share. Perubahan ini disebabkan oleh sikap dan perilaku siswa serta kinerja guru pada proses pembelajaran yang semakin baik. Perubahan positif ini dibuktikan oleh hasil observasi pada lembar
observasi aktivitas siswa siklus I, kemudian lembar observasi siklus II dengan menggunakan model pembelajaran think pair share, serta lembar kinerja guru pada siklus I dan siklus II.
5.2 Saran
Berdasarkan simpulan hasil tindakan kelas, peneliti menyampaikan saran sebagai berikut :
1. Bagi siswa, siswa diharapkan lebih tertib dan tenang dalam mengikuti pembelajaran pada kompetensi dasar menerima dan menyampaikan informasi agar dapat lebih fokus pada materi yang diajarkan.
2. Bagi guru dapat memberikan variasi model pembelajaran lain pada mata pelajaran komunikasi di kompetensi dasar berikutnya, sehingga guru diharapkan memahami model pembelajaran lain yang lebih variatif.
3. Bagi sekolah dapat mengembangkan model pembelajaran think pair share
untuk digunakan pada kompetensi dasar lainnya yang dapat diterapkan pada mata pelajaran yang sesuai, seperti mata pelajaran berbahasa atau mata pelajaran yang berkaitan dengan komunikasi.
4. Bagi peneliti hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam melakukan penelitian selanjutnya serta bisa menambah variasi dalam penggunakan model pembelajaran serta pada penelitian selanjutnya bisa menambah alat atau media yang lebih bervariasi agar pembelajaran menggunakan model think pair share dapat lebih variatif dan menarik bagi siswa yang akan membuat siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Ali, Muhammad, 1987. Penelitian Kependidikan Prosedur dan Strategi. Bandung: Angkasa.
Anni, Catharina Tri. 2006. Psikoligi Pendidikan. Semarang: Unnes Press. Arsyad, Azhar. 2010. Model Pembelajaran. Jakarta: Raya Grafindo Persada. Endang, Sri R, dkk. 2011. Mengaplikasikan Keterampilan Dasar Komunkasi.
Jakarta: Penerbit Erlangga.
Helmiati. 2012. Model Pembelajaran. Yogyakarta: Aswaja Presindo.
Honiatri, Euis. 2004. Mengaplikasikan Keterampilan Dasar Komunikasi SMK. Bandung: Armico.
Ibrahim, Muslimin, dkk. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surapaya: UNESA Press.
Mudjiono, Dimyati. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Rineka. Mulyasa, E. 2006. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.
---. 2009. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rodakarya.
Purwanto. 2013. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rafa’I A, dan Catharina Tri. 2011. Psikologi Pendidikan. Semarang: UNNES Press.
Suharsimi, Arikunto. 2009. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
--- 2009. Dasar-dasar Evalusi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. --- 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cempaka.
Sudaryono. 2013. Pengembangan Instrumen Penelitian Pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sudjana, Nana dan Ahmad Ravai. 2010. Media Pembelajaran. Bandung: Sinar Biru Algensindo.
--- 2010. Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Biru Algensindo.
Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suprijono, Agus. 2012. Cooperatif Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif. Jakarta: Pustaka Grafika
Undang-undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional. 2009. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Uno, Hamzah B. 2009. Model Pembelajaran. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Winkel, W. S. 2007. Psikologi Pembelajaran. Yogyakarta: Media Abadi. Yoni, Acep. 2012. Menyusun Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Familia. Zainal, Aqib. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Penerbit Yrama Widya.