Neraca perdagangan Indonesia dengan Japan dalam periode 2000-2010 selalu menunjukkan surplus. Namun surplus perdagangan ini disumbangkan oleh ekspor migas. Ekspor gas alam pada tahun 2000 menyumbang 29,03 persen dari total ekspor dan minyak mentah menyumbang 14,82 persen. Sementara itu untuk ekspor non migas selalu berfluktuatif namun cenderung defisit. Pada tahun 2000 surplus perdagangan Indonesia dengan Japan mencapai USD9,018 miliar dan pada tahun 2007 (sebelum diberlakukannya FTA) meningkat tajam menjadi USD17,103 miliar.
100
Sejak diberlakukannya FTA pada tahun 2008, surplus perdagangan Indonesia dengan Japan cenderung mengalami penurunan. Pada tahun 2008 surplus perdagangan masih tercatat sebesar USD 13,003 miliar dan pada tahun 2010 turun menjadi USD 8,816 miliar. Pada tahun 2010 ekspor Indonesia ke Japan mengalami perubahan, apabila sebelumnya gas alam dan minyak menjadi penyumbang terbesar, sumbangan eskpor kedua komoditi ini mengalami penurunan masing-masing menjadi 22,84 persen dan 9,91 persen. Sedangkan ekspor biji tembaga meningkat dari 4,30 persen (2000) menjadi 11,16 persen (2010). Berdasarkan data ini maka FTA cenderung merupakan trade creation untuk Japan.
Gambar 7.2 Perkembangan Komoditas Ekspor Utama Indonesia ke Japan
Sumber: BPS, CEIC, diolah
Sementara itu dari sisi ekspor, tahun 2000 Komoditas ekspor utama Indonesia Japan berupa Gas Alam sebesar 29.03% dan Minyak metah sebesar 14.82%. Tahun 2010 ekspor gas alam dan
Gas Alam 29.03% Biji tembaga 4.30% Minyak petroleum mentah 14.82% Batubara bahan bakar 2.27% Mate Nikel 1.84% Technically Specified Natural Rubber (TSNR): 0.61% tembaga dimurnikan 0.48% Kokas petroleum 0.00% Batubara lainnya 0.10% Kayu lapis 5.20% Lainnya 41.34%
Tahun 2000
Gas Alam 22.84% Biji tembaga 11.16% Minyak petroleum mentah 9.91% Batubara bahan bakar 8.07% Mate Nikel 5.55% Technically Specified Natural Rubber (TSNR): 3.71% tembaga dimurnikan 3.13% Kokas petroleum 3.02% Batubara lainnya 2.77% Kayu lapis 1.58% Lainnya 28.28%Tahun 2010
101
minyak mentah menurun masing-masing menjadi 22.84% dan 9.91%. Selain itu, ekspor Bijih tembaga meningkat dari 4.30% menjadi 11.16%
Sementara itu impor Indonesia dari Japan pada tahun 2000 didominasi mesin piston, karburator dan alat berat. Pada tahun 2010 komoditas impor utama didominasi oleh kendaraan barang dan mobil. Disamping itu impor alat berat dan karburator juga mengalami peningkatan, namun untuk mesin piston mengalami penurunan.
Gambar 7.3 Perkembangan Komoditas Impor Utama Indonesia dari Japan
Sumber: BPS, CEIC, diolah
Dalam perjanjian IJEPA, telah disepakati ketentuan User Specific Duty Free Scheme (USDFS) merupakan skema penetapan tarif bea masuk 0%. Hal ini mengakibatkan adanya potensi penerimaan yang hilang dari pungutan bea masuk dan pajak dalam rangka impor, sebagaiman dirinci pada tabel 7.1 dan 7.2 Kendaraan barang (damper) 0.06% Mobil 1000 cc - 1500 cc 0.01% Alat berat (buldoser dll) 1.04% tembaga dimurnikan (katoda) 0.32% Bagian dari mesin
piston 2.23%
karburator & parts 1.43% Bagian dari derek
kapal 1.19% Poros transmisi 0.82% Mobil 1500 cc -3000 cc 0.36% Lainnya 92.55%
Tahun 2000
Kendaraan barang 5.93% Kendaraan barang (damper) 2.87% Mobil 1000 cc - 1500 cc 2.49% Alat berat (buldoser dll) 2.46% tembaga dimurnikan (katoda) 2.01% Bagian dari mesinpiston 1.72% karburator & parts
1.65%
Bagian dari derek kapal 1.58% Poros transmisi 1.49% Mobil 1500 cc -3000 cc 1.42% Lainnya 76.38%
Tahun 2010
102
Tabel 7.1 Nilai Skep USDFS (dalam miliar)
SKEP 2008 2009 2010 2011 Total
US$ 0,577 0,440 0,672 0,490 2,179
Yen 7,292 6,570 6,642 1,651 22,155
Tabel 7.2 Potential Loss: USDFS (dalam triliun rupiah)
Tarif Normal - (BM MFN rata2 = 8,6%) Tarif USDFS
BEA MASUK 1,815 0
PPN 2,293 2,111
PPh 0,573 0,528
Total 4,681 2,639
Selisih (potential lost) Rp. 2,042
*) NDPBM (periode 18 Sept 2011): 1 USD = Rp8.554,00 dan 1 JPY = Rp111,4
Selain USDFS, IJEPA juga menyepakati program Manufacturing Industrial Development Center (MIDEC) yang merupakan program kompensasi atas dibukanya akses pasar melalui program USDFS yang berupa kerjasama teknis dalam rangka peningkatan daya saing industri nasional melalui training, training for trainers, pengiriman expert, kunjungan kerja ke industri-industri, basic study, dan workshop/seminar.
Ruang lingkup MIDEC meliputi : a) Cross sectoral: metal working, welding, mold & dies, energy conservation, export & investment promotion, dan small medium enterprise dan b) Specific sector untuk industri tertentu, meliputi automotive, electronics, steel, textile, non-ferrous, chemicals, dan food & beverages.
Fakta-fakta yang ada terkait dengan program MIDEC:
– Pihak Japan mendanai kegiatan terkait MIDEC yang dilaksanakan di Japan maupun Indonesia, namun kenyataannya Indonesia juga turut berpartisipasi dalam pendanaan kegiatan.
– Sampai dengan tahun ketiga implementasi IJEPA (2008-2011), kedua pihak telah melaksanakan kegiatan-kegiatan untuk 12 (dua belas) sektor MIDEC.
– Sesuai dengan kesepakatan, Indonesia dan Japan akan melakukan evaluasi terhadap seluruh implementasi isu-isu IJEPA termasuk MIDEC pada tahun 2013
– Program MIDEC sebagai kompensasi atas potential loss dari USDFS tidak jelas dan tidak terukur.
Komparasi Tarif ASEAN-India Menurut Data GTAP8 (2007)
Data GTAP8 merupakan database yang paling lengkap yang mampu menggambarkan keterkaitan hubungan perdagangan antarnegara. Data GTAP8 menghimpun aktivitas transaksi perdagangan dari 129 negara di dunia dan 57 jenis komoditas. Walaupun demikian data GTAP8 memiliki tahun
103
benchmark 2007 (publikasi paling mutakhir pada 5 Maret 2012), relatif tertinggal namun ini data terlengkap termutakhir yang ada. Data GTAP8 juga mengklasifikasi hanya ke dalam 57 jenis komoditas, terlalu aggregate dibandingkan dengan klasifikasi HS yang biasa ditemukan dalam data ekspor-impor suatu negara. Namun dengan berbagai keterbatasan kondisi tersebut data GTAP8 masih sangat mumpuni untuk landasan analisis yang sifatnya lebih makro yang mampu memberikan gambaran awal untuk eksplorasi lanjutan yang lebih detail dan terinci.
Eksplorasi data GTAP8 menunjukkan bahwa struktur tarif eksisting pada tahun 2007 untuk Japan dari berbagai Negara ASEAN dan sebaliknya yang dipresentasikan dalam Tabel 7.3 dan Tabel 7.4. Namun untuk membuat tabel ini lebih mudah terlihat dan terakomodasi oleh ruang yang terbatas, presentasi hanya dilakukan untuk komoditas-komoditas dalam data GTAP8 yang memiliki tariff efektif 10% ke atas.
Dengan membandingkan Tabel 6.8 dan Tabel 6.9 maka dapat dilihat bahwa Japan cenderung lebih terbuka dibandingkan dengan negara ASEAN, hanya beberapa komoditas dari negara-negara ASEAN yang masih dikenakan tarif impor. Pengenaan tarif tersebut benar-benar untuk melindungi komoditas domestik Japan, yang tercermin walau pun hanya sedikit jenis komoditasnya tetapi dikenakan tariff yang cukup tinggi. Misalnya, Japan sangat melindungi komoditas domestic paddy rice dan processed paddy dengan mengenakan tariff impor di ats 500% untuk impor komoditas sejenis dari Thailand.
Dengan Indonesia, Japan telah relatif terbuka. Hal ini karena antara Japan dan Indonesia telah terjalin hubungan dagang yang erat secara bilateral. Tinggal beberapa komoditas yang dikenakan tariff impor di atas 10%, yaitu: dairy products, cattle, sheep, goats and horses, sugar, vegetables, fruit and nuts, dan leather products. Sebaliknya, Indonesia pun telah relative terbuka terhadap komoditas impor dari Japan. Beberapa komoditas impor dari Japan yang dikenai tariff di atas 10% adalah: beverages and tobacco products, motor vehicles and parts, wearing apparels, transport equipment nec, dan wood products.
Tabel 7.3 Struktur tarif ke Japan dari Negara ASEAN menurut Data GTAP8 (2007)
Commodity INDO MAL PHIL SING THAI CAMB LAO VIET RSEA
Paddy rice 0.0 0.0 0.0 0.0 589.3 0.0 0.0 0.0 529.7 Vegetables, fruit, nuts 22.9 7.9 13.9 0.7 14.8 0.0 0.0 9.0 0.0 Cattle,sheep,goats,horses 35.2 0.0 0.0 0.0 20.7 0.0 0.0 0.0 0.0 Dairy products 136.0 0.0 73.9 0.0 143.5 0.0 0.0 0.0 0.0 Processed rice 0.0 0.0 0.0 0.0 586.0 0.0 0.0 402.9 722.7
Sugar 31.1 0.0 30.9 42.3 45.1 0.0 0.0 51.0 53.1
Food products nec 4.3 15.4 6.9 1.6 16.7 1.6 0.0 4.8 0.2 Beverages and tobacco products 9.3 2.7 6.0 0.0 14.8 0.0 0.0 8.8 0.3 Leather products 14.3 5.8 9.8 2.0 11.1 0.2 0.7 14.6 0.1
104
Tabel 7.4 Struktur tarif ke Negara ASEAN dari Japan menurut Data GTAP8 (2007)
Commodity INDO MAL PHIL SING THAI CAMB LAO VIET RSEA
Paddy rice 0.0 0.0 0.0 0.0 16.3 0.0 0.0 20.0 1.6 Cereal grains nec 0.0 0.0 28.5 0.0 0.0 0.0 0.0 7.6 5.0 Vegetables, fruit, nuts 5.2 2.4 11.6 0.0 27.2 0.0 0.0 30.0 13.3 Oil seeds 0.0 0.2 10.9 0.0 30.0 0.0 0.0 9.3 19.4 Crops nec 2.3 1.2 1.6 0.0 11.1 0.0 8.1 13.6 12.5 Animal products nec 4.2 0.6 3.3 0.0 3.8 0.0 0.0 3.8 13.5
Forestry 3.6 0.1 0.2 0.0 7.3 0.0 0.0 1.1 20.0
Fishing 4.3 0.0 6.9 0.0 7.1 0.0 0.0 16.4 4.1
Meat: cattle,sheep,goats,horse 7.0 0.0 4.6 0.0 8.7 0.0 0.0 19.9 16.1 Meat products nec 5.2 13.0 17.5 0.0 26.0 0.0 0.0 30.1 26.5 Vegetable oils and fats 3.2 1.0 5.1 0.0 20.1 0.0 0.0 22.7 9.4 Dairy products 5.1 0.8 2.3 0.0 26.6 0.0 0.0 19.4 7.7 Processed rice 6.6 40.0 0.0 0.0 9.4 7.0 5.0 0.0 2.2
Sugar 6.1 0.0 0.0 0.0 20.1 0.0 0.0 22.0 10.0
Food products nec 9.0 2.6 12.9 0.0 7.9 7.6 29.7 27.8 14.2 Beverages and tobacco products 98.8 76.4 8.4 0.0 59.5 0.0 0.0 42.9 42.6
Textiles 5.7 8.5 7.1 0.0 6.1 7.3 9.6 35.3 12.2
Wearing apparel 14.3 15.9 14.6 0.0 50.4 32.7 0.0 49.4 11.6 Leather products 5.6 7.8 6.0 0.0 10.3 15.5 0.0 10.6 10.3 Wood products 10.2 1.5 12.2 0.0 11.1 32.5 16.4 29.5 14.7 Paper products, publishing 4.6 10.2 4.1 0.0 5.0 6.2 5.5 17.7 2.1 Petroleum, coal products 0.7 0.5 1.9 0.0 10.5 0.0 0.0 18.5 5.9 Chemical,rubber,plastic prods 5.8 8.5 4.9 0.0 8.8 8.8 10.9 11.6 5.1 Mineral products nec 6.1 9.5 3.9 0.0 11.1 11.4 5.0 13.7 1.8 Ferrous metals 6.9 33.7 3.2 0.0 5.5 7.2 5.0 3.2 0.1 Metal products 8.9 10.7 7.8 0.0 10.8 13.0 5.5 13.4 2.1 Motor vehicles and parts 18.7 21.1 15.2 0.0 21.8 26.5 32.0 27.4 14.3 Transport equipment nec 10.5 4.3 4.4 0.0 21.1 14.2 14.4 29.7 7.7 Electronic equipment 1.2 0.1 0.1 0.0 0.7 18.0 6.4 3.5 6.0 Machinery and equipment nec 4.3 2.9 2.4 0.0 4.6 14.1 6.4 5.6 2.0 Manufactures nec 6.0 8.3 6.2 0.0 53.0 19.3 11.4 24.9 3.7
Hasil Simulasi CGE GTAP8
Untuk melihat dampak liberalisasi perdagangan dalam skema AFTA dilakukan dua simulasi:
1. Liberalisasi penuh terjadi di negara-negara ASEAN5 (Indonesia, Malaysia, Philippines, Singapore dan Thailand) dan Japan; dan
2. Liberalisasi penuh terjadi di seluruh negara ASEAN dan Japan.
Hasil dua simulasi tersebut dengan Model CGE GTAP disajikan dalam beberapa tabel yang merepresentasikan berbagai aspek, yaitu:
105
1. Dampak terhadap arus perdagangan agregat (nasional), yang terdiri atas persentase perubahan nilai ekspor dan impor, nominal perubahan neraca perdagangan (trade balance), dan persentase perubahan term of trade.
2. Dampak terhadap PDB dan investasi, yang terdiri atas persentase perubahan GDP baik dalam besaran nominal atau pun harga, nominal perubahan pada equivalent variation, dan persentase perubahan investasi.
3. Dampak terhadap kesejahteraan rumah tangga yang direpresentasikan oleh persentase perubahan pendapatan faktor, persentase perubahan pendapatan rumah tangga dan persentase perubahan tingkat harga konsumsi.
4. Dampak terhadap rasio pendapatan faktor terhadap inflasi yang didetailkan ke dalam persentase perubahan tanah, tenaga kerja tidak terampil (unskill labour), tenaga kerja terampil (skill labour), modal, dan sumber daya alam (natural resources).
5. Dampak terhadap ekspor dan impor sektoral dalam persentase perubahan.
Tabel 7.5 mengenai hasil simulasi dampak liberalisasi penuh di ASEAN5 dan di keseluruhan ASEAN terhadap arus perdagangan menunjukkan bahwa FTA ASEAN-Japan berpotensi meningkatkan volume arus perdagangan baik ekspor maupun impor. Hasil simulasi menunjukkan bahwa dampak ke peningkatan volume ekspor dan impor Indonesia cukup besar, terbesar kedua setelah Thailand untuk liberalisasi di level ASEAN5-Japan. Ketika level liberalisasi diperluas di keseluruhan negara ASEAN dan Japan, prosentasi kenaikan sedikit mengalami kenaikan.
Tabel 7.5 Dampak Liberalisasi Penuh ASEAN-Japan terhadap Arus Perdagangan
Value of exports Value of imports at
world price Trade balance X-M Term of Trade
(%-change) (%-change) (US$ mill-change) (%-change)
ASEAN5JPN ASEANJPN ASEAN5JPN ASEANJPN ASEAN5JPN ASEANJPN ASEAN5JPN ASEANJPN
Indonesia 1.327 1.407 2.031 2.137 -468.6 -480.2 -0.054 -0.065 Malaysia 0.861 0.932 1.885 1.981 -1079.8 -1080.8 0.015 0.021 Philippines 0.888 0.911 1.594 1.602 -407.6 -395.3 0.032 0.017 Singapore 0.931 1.077 0.966 1.134 407.5 441.8 0.730 0.775 Thailand 1.470 1.761 3.148 3.527 -2062.0 -2105.6 -0.024 0.036 Cambodia -0.085 1.579 -0.101 3.882 1.3 -146.6 -0.054 -0.369 LaoPDR -0.516 1.102 -0.636 3.043 2.8 -34.0 -0.156 0.262 Vietnam -0.073 2.076 -0.162 3.201 64.2 -928.4 -0.181 0.118 SEAsia -0.098 0.496 -0.185 1.340 2.5 -46.4 -0.086 -0.096 India -0.097 -0.107 -0.130 -0.151 151.1 189.6 -0.079 -0.098 Japan 0.452 0.589 0.711 0.878 -1452.8 -1553.4 0.266 0.315 EU_25 -0.025 -0.025 -0.056 -0.065 1848.0 2406.5 -0.016 -0.020 Oceania -0.120 -0.125 -0.191 -0.217 163.7 209.2 -0.073 -0.088 EastAsia -0.102 -0.150 -0.124 -0.179 -4.2 -77.5 -0.080 -0.108 SouthAsia -0.019 -0.018 -0.068 -0.099 46.2 71.6 -0.041 -0.070 NAmerica -0.006 0.002 -0.073 -0.084 1983.1 2465.1 -0.032 -0.038 LatinAmer -0.018 -0.016 -0.070 -0.083 261.2 337.7 -0.015 -0.018 MENA -0.019 -0.014 -0.043 -0.045 50.5 70.2 0.005 0.018 SSA -0.047 -0.042 -0.093 -0.097 134.0 160.6 -0.025 -0.017 RestofWorld -0.032 -0.028 -0.058 -0.063 358.7 495.9 0.002 0.014
106
Jika ditilik dari dampaknya ke neraca perdagangan (trade balance) Indonesia maka didapati dampaknya negatif. Hal ini karena prosentasi kenaikan impor jauh lebih tinggi dari prosentasi kenaikan ekspor, sehingga secara nominal dampak ke neraca perdagangan menjadi negatif. Secara umum memang dampak skema FTA ini ke negara-negara ASEAN akan mengakibatkan penurunan neraca perdagangan. Singapore ialah satu-satunya negara ASEAN yang memperoleh dampak positif di neraca perdagangannya, baik untuk simulasi di level ASEAN5-Japan maupun di level keseluruhan ASEAN-Japan.
Hal lain yang perlu dicatat ialah bahwa Indonesia menjadi satu-satunya negara anggota ASEAN5 yang mengalami penurunan term of trade (TOT) untuk kedua simulasi baik simulasi liberalisasi di level ASEAN5-Japan maupun liberalisasi di level ASEAN-Japan. Sementara Japan mengalami kenaikan term of trade (TOT) yang cukup signifikan. Secara keseluruhan Singapore mengalami dampak kenaikan term of trade (TOT) yang tertinggi.
Tabel 7.6 menyajikan dampak liberalisasi penuh terhadap PDB dan investasi. Dari tabel tersebut terlihat bahwa liberalisasi membawa efek penurunan nilai PDB Indonesia walaupun indek harga PDB juga menurun. Penurunan nilai PDB antara lain disebabkan komponen kenaikan impor yang prosentasinya jauh lebih besar dari kenaikan ekspor. Dari sisi dampak terhadap investasi mengalami kenaikan, walupun secara besaran relatif kecil jika dibandingkan dengan dampak yang dialami oleh negara-negara ASEAN lainnya.
Tabel 7.6 Dampak Liberalisasi Penuh ASEAN-Japan terhadap PDB dan Investasi
Change in value of
GDP
Change in GDP price
index Equivalent Variation
Investment levels to endowment stock (%-change) (%-change) (US$ mill-change) (%-change)
ASEAN5JPN ASEANJPN ASEAN5JPN ASEANJPN ASEAN5JPN ASEANJPN ASEAN5JPN ASEANJPN
Indonesia -0.031 -0.031 -0.126 -0.129 413.6 413.0 0.641 0.647 Malaysia 0.267 0.288 -0.243 -0.233 1478.1 1508.5 4.180 4.234 Philippines 0.129 0.154 0.049 0.079 167.4 149.2 2.162 2.107 Singapore 1.584 1.688 1.570 1.673 1391.5 1479.4 1.638 1.725 Thailand 0.486 0.631 0.072 0.174 1261.6 1466.0 4.386 4.594 Cambodia -0.090 -1.719 -0.068 -2.092 -5.1 2.8 -0.081 9.078 LaoPDR -0.350 0.198 -0.335 0.049 -3.2 9.7 -0.192 2.659 Vietnam -0.404 0.817 -0.378 0.076 -127.8 529.2 -0.305 3.998 SEAsia -0.079 -0.388 -0.077 -0.636 -7.5 93.9 -0.183 1.071 India -0.100 -0.124 -0.088 -0.110 -374.3 -451.3 -0.053 -0.067 Japan 0.335 0.401 0.303 0.361 3246.7 3977.7 0.209 0.231 EU_25 -0.046 -0.057 -0.045 -0.055 -1170.0 -1472.5 -0.054 -0.070 Oceania -0.149 -0.165 -0.140 -0.155 -260.7 -301.8 -0.077 -0.097 EastAsia -0.092 -0.131 -0.082 -0.116 -2003.4 -2703.8 -0.059 -0.079 SouthAsia -0.061 -0.097 -0.057 -0.091 -44.5 -70.3 -0.048 -0.078 NAmerica -0.045 -0.054 -0.045 -0.054 -1027.8 -1177.2 -0.057 -0.070 LatinAmer -0.053 -0.063 -0.051 -0.061 -125.1 -148.0 -0.056 -0.071 MENA -0.027 -0.023 -0.025 -0.020 2.9 36.2 -0.035 -0.043 SSA -0.064 -0.065 -0.061 -0.061 -108.9 -85.7 -0.090 -0.104 RestofWorld -0.036 -0.035 -0.034 -0.033 -57.9 157.6 -0.039 -0.047
107
Sementara itu, hasil simulasi dampak terhadap kesejahteraan sebagaimana dalam tabel 7.7 menunjukkan hasil yang positif untuk pendapatan faktor (tenaga kerja dan modal). Namun pendapatan rumah tangga mengalami penurunan tipis. Satu hal yang bisa dikatakan sebagai keuntungan ialah bahwa harga-harga barang ditingkat konsumen mengalami penurunan. Hal yang kurang baik juga dialami oleh Japan sebagai mitra dagang utama ASEAN dalam skema FTA ini yang hanya potensi mendapatkan keuntungan harga komoditas yang lebih murah secara agregat. Sementara Malaysia, Singapore, dan Thailand relatif mendapatkan keuntungan yang lebih baik dalam aspek ini.
Tabel 7.7 Dampak Liberalisasi Penuh ASEAN-Japan terhadap Kesejahteraan
factor inc at market prices
net of depr. household income
price index for private consumption exp
(%-change) (%-change) (%-change)
ASEAN5JPN ASEANJPN ASEAN5JPN ASEANJPN ASEAN5JPN ASEANJPN
Indonesia 0.323 0.331 -0.006 -0.008 -0.085 -0.095 Malaysia 1.316 1.358 0.419 0.441 -0.380 -0.397 Philippines 0.672 0.700 0.190 0.216 0.072 0.119 Singapore 1.775 1.891 1.704 1.816 0.860 0.919 Thailand 2.129 2.298 0.699 0.858 0.395 0.448 Cambodia -0.081 3.231 -0.094 -1.694 -0.021 -1.862 LaoPDR -0.315 2.451 -0.354 0.280 -0.260 0.255 Vietnam -0.498 3.137 -0.437 0.957 -0.253 0.098 SEAsia -0.084 0.126 -0.082 -0.363 -0.049 -0.817 India -0.100 -0.127 -0.103 -0.128 -0.071 -0.090 Japan 0.360 0.428 0.347 0.416 0.241 0.285 EU_25 -0.049 -0.061 -0.047 -0.058 -0.038 -0.046 Oceania -0.149 -0.167 -0.153 -0.169 -0.122 -0.133 EastAsia -0.095 -0.134 -0.097 -0.138 -0.060 -0.086 SouthAsia -0.060 -0.099 -0.062 -0.099 -0.042 -0.068 NAmerica -0.047 -0.056 -0.046 -0.056 -0.039 -0.047 LatinAmer -0.053 -0.063 -0.054 -0.064 -0.048 -0.057 MENA -0.023 -0.018 -0.026 -0.021 -0.024 -0.025 SSA -0.066 -0.066 -0.066 -0.067 -0.051 -0.053 RestofWorld -0.035 -0.033 -0.036 -0.035 -0.035 -0.037
Lebih detail terkait pendapatan faktor (factor income) dirinci dalam komponen tanah (Land), tenaga kerja tidak terdidik (UnSkLab), tenaga kerja terdidik (SkLab), modal (Capital), dan sumber daya alam (NatRes) disajikan dalam tabel 7.8. Dari tabel terlihat hanya satu komponen yang dampaknya negatif bagi Indonesia, yaitu sumber daya alam (NatRes) untuk liberalisasi di level ASEAN5-Japan. Namun ketika liberalisasi diperluas ke level keseluruhan ASEAN-Japan komponen tanah (Land) juga mengalami dampak negative. Hal ini mengindikasikan bahwa liberalisasi perdagangan menurunkan return pendapatan dari sumber daya alam. Kemungkinannya ialah untuk barang-barang komoditas Indonesia yang dominan sumber daya alamnya mengalami penurunan daya saing sehingga kalah bersaing dengan komoditas sejenis dari negara-negara mitra dagang Indonesia.
108
Tabel 7.8 Dampak Liberalisasi Penuh ASEAN-Japan terhadap Rasio Pendapatan Faktor/Inflasi
Land UnSkLab SkLab Capital NatRes
(%-change) (%-change) (%-change) (%-change) (%-change) ASEAN5JPN ASEANJPN ASEAN5JPN ASEANJPN ASEAN5JPN ASEANJPN ASEAN5JPN ASEANJPN ASEAN5JPN ASEANJPN
Indonesia 0.025 -0.223 0.455 0.483 0.345 0.379 0.363 0.401 -0.147 -0.120 Malaysia 0.149 -0.003 1.617 1.670 1.450 1.501 1.568 1.638 -1.051 -1.006 Philippines -0.305 0.190 0.567 0.544 0.416 0.372 0.515 0.468 0.036 -0.036 Singapore 3.289 9.108 0.804 0.857 0.654 0.695 0.791 0.836 -0.883 -0.463 Thailand 8.180 7.655 1.163 1.269 0.780 0.884 1.103 1.219 1.250 1.688 Cambodia -0.033 4.307 -0.063 4.617 -0.075 4.606 -0.055 5.010 -0.027 -5.275 LaoPDR 0.429 2.807 -0.088 1.697 -0.015 1.869 -0.209 1.582 -0.376 2.375 Vietnam -1.482 0.108 -0.186 3.094 -0.138 2.700 -0.130 3.215 0.848 -2.302 SEAsia 0.185 1.062 -0.066 0.853 -0.074 0.887 -0.089 0.803 0.185 1.118 India -0.023 -0.058 -0.027 -0.034 -0.019 -0.022 -0.029 -0.034 0.101 0.171 Japan -3.858 -4.982 0.106 0.131 0.119 0.145 0.112 0.133 -0.571 -0.524 EU_25 0.028 0.062 -0.013 -0.017 -0.009 -0.012 -0.008 -0.012 0.034 0.092 Oceania 0.264 0.257 -0.037 -0.046 -0.032 -0.040 -0.027 -0.033 0.378 0.507 EastAsia -0.099 -0.175 -0.031 -0.043 -0.028 -0.038 -0.023 -0.029 -0.096 -0.056 SouthAsia 0.051 0.053 -0.021 -0.033 -0.024 -0.035 -0.023 -0.036 -0.077 -0.052 NAmerica -0.101 -0.094 -0.008 -0.011 -0.004 -0.006 -0.006 -0.007 0.077 0.145 LatinAmer -0.021 -0.009 -0.009 -0.013 -0.005 -0.008 -0.006 -0.008 0.162 0.242 MENA 0.033 0.031 -0.011 -0.017 -0.007 -0.008 -0.007 -0.008 0.075 0.151 SSA -0.074 -0.057 -0.028 -0.031 -0.020 -0.022 -0.020 -0.022 0.179 0.250 RestofWorld -0.027 -0.016 -0.012 -0.017 -0.007 -0.009 -0.008 -0.009 0.140 0.238
Tabel 7.9 dan 7.10 akan merinci dampak ekspor dan impor sektoral untuk industri/komoditas dalam perekonomian Indonesia sebagai akibat liberalisasi di level ASEAN5-Japan. Sementara Tabel 7.11 dan 7.12 akan menyajikan hasil simulasi dampak jika liberalisasi diperluas ke level keseluruhan ASEAN-Japan. Namun karena keterbatasan tempat penyajian dan untuk mempermudah analisis hanya akan disajikan untuk industri/komoditas untuk urutan 10 sektor yang mengalami dampak positif terbesar dan 10 sektor yang mengalami dampak negatif terbesar bagi Indonesia baik di sisi ekspor maupun impor.
Dari Tabel 7.9 dapat kita lihat bahwa liberalisasi perdagangan di ASEAN5-Japan mengakibatkan ekspor Indonesia untuk komoditas paddy rice, dairy products, beverages and tobacco products, dan sugar cane, sugar beet meningkat signifikan – dengan angka kenaikan di atas 10%. Hal ini diikuti oleh peringkat berikutnya dengan nilai kenaikan di bawah 10% untuk komoditas cereal grains nec., sugar, metal products, leather products, cattle, sheep, goats, horse dan food products nec. Dari tabel tersebut terlihat bahwa Indonesia mendapat manfaat dengan kenaikan ekspor beberapa komoditas yang cukup tinggi. Namun juga terlihat adanya komoditas yang mengalami penurunan ekspor dengan angka persentasi yang relative kecil, hanya di bawah 1.5%.
109
Tabel 7.9 Dampak Liberalisasi Penuh ASEAN5-Japan terhadap Ekspor Sektoral
INA MAL PHI SIN THA CAM LAO VIE SEA JPN
Paddy rice 30.21 21.17 10.53 -15.66 -24.78 -45.04 2.82 15.01 0.98 6.26 Dairy products 19.47 1.89 5.11 -1.01 -2.08 -2.03 2.13 3.41 -0.24 2.78 Beverages and tobacco products 11.12 10.69 40.00 20.40 3.46 -0.77 0.19 -1.67 -2.32 0.43 Sugar cane, sugar beet 10.65 -11.70 1.04 -9.00 -32.30 -4.10 1.05 4.42 -0.41 0.80 Cereal grains nec 6.56 -0.15 1.39 -2.69 -5.53 5.68 4.03 2.62 1.25 0.50 Sugar 5.62 16.32 13.38 63.88 21.34 -3.82 -1.74 -10.17 -2.68 26.00 Metal products 5.34 15.28 2.69 28.99 0.65 -0.11 -9.19 -0.27 -6.88 4.56 Leather products 5.19 6.64 5.43 7.39 2.25 -1.00 0.90 0.42 -2.13 2.46 Cattle,sheep,goats,horses 4.89 -1.71 -1.53 -0.29 -12.01 0.28 4.72 2.88 6.21 1.08 Food products nec 4.40 9.89 2.85 2.52 6.67 -0.38 0.54 0.32 -1.13 2.54 Recreation and other services -0.77 -2.16 -1.17 -2.99 -2.31 0.06 2.74 1.01 0.27 -1.33 Communication -1.00 -3.68 -1.43 -5.89 -4.91 0.21 1.40 1.05 0.39 -1.29 Insurance -1.01 -3.38 -1.84 -3.63 -4.99 0.14 1.60 0.80 0.35 -1.27 Financial services nec -1.05 -3.83 -1.71 -3.32 -4.90 0.14 1.61 1.13 0.35 -1.33 Wheat -1.06 0.32 -0.04 -7.34 -9.19 0.11 -0.24 0.61 -0.41 0.25 Forestry -1.11 -3.26 -1.61 -0.60 -2.25 -0.08 2.77 0.43 0.05 2.43 Raw milk -1.15 -2.33 -0.26 -9.32 -28.27 -0.42 -2.21 1.98 -0.64 1.14 Plant-based fibers -1.19 -1.59 0.05 -3.86 -7.40 -0.01 0.08 1.23 -0.24 -0.77 Gas manufacture, distribution -1.21 -4.60 -2.05 -0.96 -6.44 -0.14 2.63 1.54 0.48 -1.89 Meat: cattle,sheep,goats,horse -1.38 -1.57 1.03 1.08 -22.31 0.21 0.82 1.59 -0.29 -1.01
Tabel 7.10 Dampak Liberalisasi Penuh ASEAN5-Japan terhadap Impor Sektoral
INA MAL PHI SIN THA CAM LAO VIE SEA JPN
Motor vehicles and parts 12.48 7.67 8.30 2.94 16.10 0.92 -0.07 -0.36 0.36 1.39 Beverages and tobacco products 9.09 9.33 0.89 0.92 12.96 0.00 -0.66 -0.31 -0.02 0.54 Metal products 8.67 5.77 5.35 4.08 12.11 -0.29 -0.31 -0.13 -0.18 1.17 Sugar 8.12 0.89 33.44 9.54 28.70 -1.92 -0.40 -3.61 -4.37 3.94 Processed rice 5.94 17.83 14.10 0.36 9.08 -6.64 -4.32 -6.07 -5.69 30.91 Chemical,rubber,plastic prods 4.78 5.04 1.55 4.47 5.23 -0.04 -0.10 -0.19 -0.12 0.80 Mineral products nec 4.25 4.82 4.49 2.02 10.91 -0.38 -0.82 -0.78 -0.64 0.79 Manufactures nec 4.10 5.27 2.50 1.01 7.89 -0.22 -0.75 -0.20 -0.55 1.12 Wood products 3.90 3.67 4.45 2.47 6.24 -0.64 -1.28 -0.19 -1.30 1.56 Food products nec 3.89 1.74 2.29 1.94 5.81 -0.58 -1.69 -0.45 -0.70 2.96 Sea transport 0.08 0.99 0.25 -0.34 -0.08 -0.14 -0.61 -0.09 -0.15 0.00 Dwellings 0.00 -0.07 0.06 0.77 -0.08 -0.07 -0.02 0.04 -0.01 0.04 Oil seeds 0.00 0.12 0.32 0.97 0.63 -3.00 -1.72 0.17 -0.19 -0.10 Gas -0.03 0.25 1.78 0.39 -0.33 -0.03 31.91 1.24 -0.21 0.18 Electricity -0.09 2.23 0.86 2.04 1.86 0.16 -2.25 -0.80 -0.29 0.78 Air transport -0.12 0.19 -0.12 0.34 0.54 -0.14 -0.57 -0.08 -0.11 0.40 Cereal grains nec -0.34 1.12 1.18 0.91 7.19 -2.91 -2.41 -0.64 -1.08 -0.27 Coal -0.54 0.18 0.05 0.77 0.30 -0.18 -0.08 -0.65 -2.25 0.21 Oil -0.73 1.59 0.15 2.27 -0.37 0.06 1.43 -0.01 -0.35 0.20 Sugar cane, sugar beet -10.90 5.68 -0.55 1.57 7.68 2.03 -0.59 -2.25 -1.60 -0.43
110
Berikutnya, Tabel 7.10 menyajikan hasil simulasi dampak liberalisasi perdagangan di ASEAN5-Japan terhadap impor sektoral/komoditas. Terlihat bahwa Indonesia mengalami kenaikan di atas 10% untuk impor komoditas motor vehicles and parts. Selain itu, ada beberapa komoditas lain yang mengalami kenaikan cukup signifikan walaupun masih di bawah 10%, yaitu: beverages and tobacco products, metal products, dan sugar. Satu hal lagi yang menonjol dan perlu dicatat ialah penurunan impor untuk komoditas sugar cane, sugar beet yang turun sebesar 10,90%.
Dengan membandingkan Tabel 7.9 dengan Tabel 7.10 dapat diketahui bahwa: (1) liberalisasi perdagangan di level ASEAN5-Japan memberikan dampak yang sangat baik bagi komoditas sugar cane, sugar beet yang tidak hanya mengalami kenaikan ekspor tetapi juga mengalami penurunan impor yang sangat signifikan. Kondisi ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa komoditas ini memiliki keunggulan daya saing dibandingkan dengan negara lain dan sangat siap untuk diliberalisasi. (2) Beberapa komoditas mengalami kenaikan baik dari sisi ekspor maupun impor, yaitu: beverages and tobacco products, sugar, dan metal products.
Tabel 7.11 dan Tabel 7.12 menyajikan hasil simulasi dampak liberalisasi perdagangan secara penuh di level keseluruhan ASEAN-Japan. Hasilnya bagi Indonesia menunjukkan pola yang hampir sama dengan hasil simulasi dampak liberalisasi perdagangan di level ASEAN5-Japan sebagaimana disajikan dalam Tabel 7.9 dan Tabel 7.10 di atas dengan magnitude yang hampir sama pula. Satu perbedaan yang cukup menonjol ialah adanya perubahan peningkatan persentasi impor komoditas processed rice.
Tabel 7.11 Dampak Liberalisasi Penuh ASEAN-Japan terhadap Ekspor Sektoral
INA MAL PHI SIN THA CAM LAO VIE SEA JPN
Paddy rice 25.71 32.17 7.22 -22.70 -23.96 49.72 -21.45 -11.01 27.46 8.29 Dairy products 19.90 3.57 5.95 3.52 1.49 32.93 -11.57 -0.84 7.22 2.67 Beverages and tobacco products 11.77 24.72 42.11 37.27 5.60 3.14 -4.44 5.79 15.96 0.48 Sugar cane, sugar beet 11.02 -11.88 0.22 -13.66 -32.82 8.05 -5.74 -4.38 3.14 1.06 Cereal grains nec 6.61 -0.55 -0.56 -4.56 -4.76 32.84 16.91 -1.63 2.60 2.32 Motor vehicles and parts 5.80 13.51 16.99 38.19 12.73 21.92 178.32 5.82 6.54 0.11 Sugar 5.70 16.09 12.93 63.63 22.06 1.95 -9.26 22.90 9.08 27.56 Metal products 5.22 15.26 2.70 29.31 1.06 22.42 30.15 2.36 13.67 5.31 Cattle,sheep,goats,horses 5.12 -0.51 -2.14 -2.68 -10.63 -9.11 3.71 -5.39 17.83 1.12 Leather products 4.97 7.12 5.32 8.46 3.42 4.53 -1.27 5.44 1.48 4.60 PubAdmin/Defence/Health/Educat -0.79 -2.82 -1.61 -4.90 -4.64 -0.72 -0.27 -5.72 0.75 -1.58 Water -0.83 -3.42 -2.13 -7.43 -7.08 11.06 -2.28 -11.59 0.61 -2.26 Recreation and other services -0.84 -2.28 -1.22 -3.20 -2.73 -2.85 19.80 -6.80 1.36 -1.60 Meat: cattle,sheep,goats,horse -0.92 -0.40 0.61 2.56 -21.92 -14.37 -18.39 -2.66 -0.98 -0.52 Forestry -1.07 -3.40 -1.68 -0.26 -2.72 -7.11 -3.87 -3.36 -0.47 2.22 Communication -1.09 -3.83 -1.44 -6.25 -5.49 -9.17 -3.61 -7.79 0.17 -1.53 Insurance -1.10 -3.53 -1.87 -3.88 -5.60 -1.51 -5.42 -5.09 0.33 -1.53 Financial services nec -1.16 -4.00 -1.74 -3.54 -5.50 -3.18 -6.06 -8.74 0.20 -1.59 Wheat -1.26 -0.08 0.93 -0.85 -9.06 -0.37 -0.35 2.78 2.62 7.78 Gas manufacture, distribution -1.30 -4.79 -2.08 -1.10 -7.26 -0.08 -3.98 -12.35 0.28 -2.20
111
Tabel 7.12 Dampak Liberalisasi Penuh ASEAN-Japan terhadap Impor Sektoral
INA MAL PHI SIN THA CAM LAO VIE SEA JPN
Processed rice 14.90 27.47 11.50 0.55 10.94 11.48 13.08 9.54 -5.44 42.66 Motor vehicles and parts 12.49 7.71 8.30 3.19 16.50 7.85 4.47 3.57 12.82 1.58 Beverages and tobacco products 9.33 9.47 0.95 1.05 13.56 3.45 9.09 10.49 19.93 0.62 Metal products 8.80 6.07 5.34 4.32 12.60 6.32 2.85 3.22 -1.10 1.36 Sugar 8.18 0.93 33.50 9.87 29.15 2.02 0.68 23.92 -5.39 3.97 Coal 7.56 0.20 0.05 0.85 0.58 1.76 8.46 0.57 -0.40 0.24 Chemical,rubber,plastic prods 4.79 5.07 1.57 4.49 5.38 3.43 1.14 2.31 0.67 1.02 Mineral products nec 4.31 4.95 4.45 2.14 11.69 9.21 2.88 9.20 0.93 0.90 Manufactures nec 4.15 5.38 2.54 1.15 8.65 3.29 5.26 8.20 5.12 1.34 Wood products 3.94 3.70 4.47 2.76 7.54 32.80 5.53 2.52 9.26 1.65 Animal products nec 0.09 3.47 0.67 0.58 2.32 4.30 7.23 1.19 0.25 0.20 Vegetables, fruit, nuts 0.02 0.75 2.46 1.66 12.72 7.17 24.79 2.68 3.94 2.24 Electricity 0.00 2.38 0.89 2.27 2.59 -26.20 6.49 5.15 -0.27 0.94 Dwellings 0.00 -0.06 0.03 0.78 -0.02 -0.67 -0.44 3.13 0.30 0.05 Oil seeds -0.02 0.34 0.41 1.63 1.95 10.60 12.18 1.17 -0.15 -0.05 Air transport -0.08 0.20 -0.10 0.37 0.72 -3.71 0.03 -2.19 -0.26 0.50 Cereal grains nec -0.36 1.03 1.35 1.53 20.19 -1.06 1.99 0.39 -1.51 -0.29 Oil -0.76 4.26 0.17 2.81 1.17 -10.47 -0.86 0.57 -0.61 0.26 Paddy rice -1.34 88.45 0.98 1.61 25.06 17.53 20.10 9.30 6.52 -0.70 Sugar cane, sugar beet -11.14 5.47 -0.16 2.54 7.68 -4.56 2.48 0.38 -4.09 -0.47
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI KEBIJAKAN
Dari berbagai uraian tersebut di atas, baik yang berupa analisis deskriptif terhadap data perkembangan ekspor-impor Indonesia, komposisi dan struktur tarif impor negara-negara di ASEAN, dan simulasi dampak liberalisasi perdagangan maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. ASEAN-Japan Comprehensive Economic Partnership (AJCEP) mulai berlaku efektif pada 1 Desember 2008 merupakan suatu persetujuan ekonomi antara ASEAN dan Japan yang bersifat komprehensif serta mencakup bidang perdagangan barang, jasa, investasi, SPS, TBT dan kerjasama ekonomi. Indonesia sebetulnya telah memiliki hubungan dengan Japan sebelumnya secara bilateral melalui skema Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement yang dimulai sejak tahun 2007.
2. Penggalian data GTAP8 dapat ditemukan beberapa fakta terkait komparasi tarif antara negara ASEAN dan Japan sebagai berikut: (1) Japan cenderung lebih terbuka dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, hanya beberapa komoditas dari negara-negara ASEAN yang masih dikenakan tarif impor. Pengenaan tarif tersebut benar-benar untuk melindungi komoditas domestik Japan, yang tercermin walau pun hanya sedikit jenis komoditasnya tetapi dikenakan tariff yang cukup tinggi. Misalnya, Japan sangat melindungi komoditas domestic paddy rice dan processed paddy dengan mengenakan tariff impor di ats 500% untuk impor komoditas sejenis
112
dari Thailand. (2) Dengan Indonesia, Japan telah relatif terbuka. Hal ini karena antara Japan dan Indonesia telah terjalin hubungan dagang yang erat secara bilateral. Tinggal beberapa komoditas yang dikenakan tariff impor di atas 10%, yaitu: dairy products, cattle, sheep, goats and horses, sugar, vegetables, fruit and nuts, dan leather products. Sebaliknya, Indonesia pun telah relative terbuka terhadap komoditas impor dari Japan. Beberapa komoditas impor dari Japan yang dikenai tariff di atas 10% adalah: beverages and tobacco products, motor vehicles and parts, wearing apparels, transport equipment nec, dan wood products.
3. Hasil simulasi dampak liberalisasi perdagangan di level ASEAN5-Japan dan keseluruhan ASEAN-Japan menunjukkan beberapa hal sebagai berikut:
i) Liberalisasi penuh di ASEAN5-Japan atau pun keseluruhan ASEAN-Japan menunjukkan bahwa berpotensi meningkatkan volume arus perdagangan baik ekspor maupun impor. Hasil simulasi menunjukkan bahwa dampak ke peningkatan volume ekspor dan impor Indonesia cukup besar, terbesar kedua setelah Thailand untuk liberalisasi di level ASEAN5-Japan. Ketika level liberalisasi diperluas di keseluruhan negara ASEAN dan Japan, prosentasi kenaikan sedikit mengalami kenaikan. Jika ditilik dari dampaknya ke neraca perdagangan (trade balance) Indonesia maka didapati dampaknya negatif. Hal ini karena prosentasi kenaikan impor jauh lebih tinggi dari prosentasi kenaikan ekspor, sehingga secara nominal dampak ke neraca perdagangan menjadi negatif. Secara umum memang dampak skema FTA ini ke negara-negara ASEAN akan mengakibatkan penurunan neraca perdagangan. Singapore ialah satu-satunya negara ASEAN yang memperoleh dampak positif di neraca perdagangannya, baik untuk simulasi di level ASEAN5-Japan maupun di level keseluruhan ASEAN-Japan. Hal lain yang perlu dicatat ialah bahwa Indonesia menjadi satu-satunya negara anggota ASEAN5 yang mengalami penurunan term of trade (TOT) untuk kedua simulasi baik simulasi liberalisasi di level ASEAN5-Japan maupun liberalisasi di level ASEAN-Japan. Sementara Japan mengalami kenaikan term of trade