TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Teori
2. Kinerja Pegawai
Secara etimologi, kinerja berasal dari kata performance.
Performance berasal dari kata to perform yang mempunyai beberapa
masukan (entries), yakni (1) melakukan, (2) memenuhi atau menjalankan
33 yang diharapkan oleh seseorang. Dari masukan tersebut dapat diartikan,
kinerja adalah melakukan suatu kegiatan dan menyempurnakan pekerjaan
tersebut sesuai dengan tanggung jawabnya sehingga dapat mencapai
hasil sesuai dengan yang diharapkan.
Murphy dan Cleveland (1995:113) mengatakan bahwa kinerja
adalah kualitas perilaku yang berorientasi pada tugas atau pekerjaan.
Ndraha (1997:112) mengatakan bahwa kinerja adalah manifestasi dari
hubungan kerakyatan antara masyarakat dengan pemerintah. Widodo
(2006:78) mengatakan bahwa kinerja adalah melakukan suatu kegiatan
dan menyempurnakannya sesuai dengan tanggung jawabnya dengan
hasil seperti yang diharapkan.
Selanjutnya Gibson (1990:40) mengatakan bahwa kinerja
seseorang ditentukan oleh kemampuan dan motivasinya untuk
melaksanakan pekerjaan. Dikatakan juga bahwa pelaksanaan pekerjaan
itu ditentukan oleh interaksi antara kemampuan dan motivasi. Keban
(1995:1) kinerja adalah merupakan tingkat pencapaian tujuan. Sedangkan
Timpe (1998:9) kinerja adalah prestasi kerja, yang ditentukan oleh faktor
lingkungan dan perilaku manajemen. Hasil penelitian Timpe menunjukkan
bahwa lingkungan kerja yang menyenangkan begitu penting untuk
mendorong tingkat kinerja pegawai yang paling efektif dan produktif dalam
interaksi sosial organisasi akan senantiasa terjadi adanya harapan
34 Mangkunegara (2005:9) mengatakan bahwa:
Kinerja adalah merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan fungsinya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Dwiyanto (1995:24), mengatakan bahwa kemampuan untuk
menghasilkan berupa jasa dan materi disebut kinerja, dimana kemampuan
tersebut dapat dipengaruhi oleh motivasi, pendidikan, dan pengalaman
kerja, sehingga dapat dikatakan kinerja sama dengan hasil kerja yang
dihasilkan dari kemampuan untuk menghasilkan jasa dan materi.
Menurut Simanjuntak (2005:103) Kinerja Individu adalah tingkat
pencapaian atau hasil kerja seseorang dari sasaran yang harus dicapai
atau tugas yang harus dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu. Rivai
dan Basri (2005:14) berpendapat bahwa:
Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu didalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan hasil kemungkinan, seperti standar kerja, target atau sasaran atau kriteria yang ditentukan terlebih dahulu dan disepakati bersama.
Beberapa pengertian tentang kinerja dalam Rivai dan Basri
(2005:14) berikut ini dapat memperkaya wawasan adalah:
1. Kinerja merupakan seperangkat hasil yang dicapai dan merujuk pada
tindakan pencapaian serta pelaksanaan sesuatu pekerjaan yang
diminta, Stolovitch and Keeps: 1992 (dalam Rivai dan Basri 2005:14).
2. Kinerja merupakan salah satu kumpulan total dari kerja yang ada pada
35 3. Kinerja dipengaruhi oleh tujuan, Mondy and Premeaux: 1993 (dalam
Rivai dan Basri 2005:14).
4. Kinerja merupakan suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan. Untuk
menyelesaikan tugas atau pekerjaan, seseorang harus memiliki derajat
kesediaan dan tingkat kemampuan tertentu. Kesediaan dan
keterampilan seseorang tidaklah cukup efektif untuk mengerjakan
sesuatu tanpa pemahaman yang jelas tentang apa yang akan
dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya, Hersey and Blanchard:
1993 (dalam Rivai dan Basri 2005:14).
5. Kinerja merujuk kepada pencapaian tujuan karyawan atas tugas yang
diberikan, Casio: 1992 (dalam Rivai dan Basri 2005:14).
6. Kinerja merujuk kepada tingkat keberhasilan dalam melaksanakan
tugas serta kemampuan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Kinerja dinyatakan baik dan sukses jika tujuan yang diinginkan dapat
tercapai dengan baik, Donelly, Gibson and Ivancevich: 1994 (dalam
Rivai dan Basri 2005:14).
7. Pencapaian tujuan yang telah ditetapkan merupakan salah satu tolok
ukur kinerja individu. Ada tiga kriteria dalam melakukan penilaian
kinerja indivudu, yakni: (a) tugas individu; (b) perilaku individu; dan (c)
ciri individu, Robbin: 1996 (dalam Rivai dan Basri 2005:14).
8. Kinerja sebagai kualitas dan kuantitas pencapaian tugas-tugas, baik
yang dilakukan oleh individu, kelompok maupun perusahaan,
Schermerhorn, Hunt and Osborn: 1991 (dalam Rivai dan Basri
36 Prawirosentono (1990:2), mengatakan bahwa:
Kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh pegawai atau sekelompok pegawai dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral dan etika.
Sinambela, dkk (2007:136) mendefinisikan kinerja pegawai sebagai
kemampuan pegawai dalam melakukan sesuatu dengan keahlian tertentu.
Simamora (2003:416) mengemukakan bahwa:
Kinerja adalah aktivitas yang berkaitan dengan unsur-unsur yang terlibat dalam proses untuk menghasilkan sesuatu output. Dalam pengertian kinerja tersebut di atas ada 3 aspek yang salingg berkaitan perlu dipahami setiap pegawai atau pimpinan suatu unit kerja atau organisasi yaitu; 1) tugas atau pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya jelas, 2) hasil yang diharapkan dari suatu pekerjaan atau fungsi menjadi jelas, 3) waktu yang diperlukan menyelesaikan suatu pekerjaan tepat agar hasil yang diharapkan dapat terwujud.
Ruky (2004:12) mengemukakan beberapa pendapat bahwa kinerja
ialah suatu penilaian priodik atas nilai seseorang yang berada dalam
posisi untuk mengamati atau menilai prestasi kerjanya, sedangkan Dale S.
Beach (dalam Ruky, 2004:12) mengemukakan bahwa performance adalah
sebuah penilaian sistematis atas individu karyawan mengenai prestasi
dalam pekerjaannya dan potensinya untuk pengembangan, selanjutnya
Cascio (dalam Ruky, 2004:12) berpendapat bahwa perfomance adalah
sebuah gambaran atau deskripsi sistematis tentang kekuatan dan
kelemahan yang terkait dengan pekerjaan seseorang atau suatu
37 Mitchell dalam Sedarmayanti (2001:51), mengemukakan bahwa
kinerja meliputi lima aspek, yaitu: (1) quality of work, (2) promptness, (3)
initiative, (4) capability, (5) communication. Kelima aspek tersebut dapat
dijadikan ukuran dalam mengadakan pengkajian tingkat kinerja
seseorang, dan untuk mengadakan pengukuran terhadap kinerja,
ditetapkan:
“Performance = ability x motivation”. (Mitchell dikutip dari Sedarmayanti, 2001:51)
Mencermati berbagai uraian tentang kinerja pegawai di atas, maka
dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya kinerja selalu mengarah pada
potensi kerja yang diperoleh dari fungsi-fungsi pekerjaan tertentu atau
kegiatan tertentu selama kurun waktu tertentu. Kinerja mempunyai elemen
yaitu ; (1) hasil kerja dicapai secara individual atau secara institusi, yang
berarti kinerja tersebut adalah hasil akhir yang diperoleh secara
sendiri-sendiri atau kelompok, (2) dalam melaksanakan tugas, orang atau
lembaga diberikan wewenang dan tanggung jawab, yang berarti orang
atau lembaga diberikan hak dan kekuasaan untuk ditindak, sehingga
pekerjaannya dapat dilakukan dengan baik, (3) pekerjaan harus dilakukan
secara legal, yang berarti dalam melaksanakan tugas individu atau
lembaga tentu saja harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan, dan (4)
pekerjaan tidaklah bertentangan dengan moral dan etika, artinya selain
mengikuti aturan yang telah ditetapkan, tentu saja pekerjaan tersebut
38