D SARANA PENUNJANG LAINNYA
2.3. KINERJA PELAYANAN DINAS PENDIDIKAN
Capaian kinerja hasil pelayanan dalam 5 (lima) tahun terakhir dengan agenda perluasan dan pemerataan pendidikan, peningkatan mutu, dan relevansi serta daya saing pendidikan dapat dilihat dari capaian indikator kinerja sebagaimana tertera dalam tabel berikut:
TABEL
PENCAPAIAN KINERJA PELAYANAN DINAS PENDIDIKAN
NO
INDIKATOR KINERJA SESUAI TUGAS DAN
FUNGSI DINAS PENDIDIKAN
TARGET RENSTRA DISDIK TAHUN REALISASI CAPAIAN TAHUN RASIO CAPAIAN TAHUN KE
2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 1 2 3 4 5
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
A STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) A.1 SD
1
% SD yang semua rombelnya tidak melebihi 32 siswa
- - - 83,46 83,43 - - - 53,44 58,32 - - - 64,03 69,90
2
% SD yang telah memenuhi kebutuhan ruang kelas dan meja dan kursi serta papan tulis untuk setiap rombel
- - - 91,90 91,86 - - - 48,01 33,47 - - - 52,24 36,44
3 % SD yang memiliki Ruang
Guru Lengkap - - - 94,85 94,98 - - - 80,70 85,19 - - - 85,08 89,69
4
% SD yang memiliki satu orang guru untuk setiap 32 peserta didik
- - - 77,91 78,23 - - - 76,60 79,22 - - - 98,32 101,27
5 % SD yang memiliki 6
orang guru - - - 94,74 94,98 - - - 97,40 97,82 - - - 102,81 102,99
6
% SD yang memiliki 2 orang guru dengan kualifikasi S1/D4
- - - 96,53 96,71 - - - 95,26 97,53 - - - 98,68 100,85
7
% SD yang memiliki 2 orang guru yang telah memiliki sertifikat pendidik
- - - 75,13 71,30 - - - 80,82 82,49 - - - 107,57 115,69
8
% Kepala SD yang berkualifikasi S1/D4 dan bersertifikat pendidik
- - - 74,15 74,48 - - - 71,69 91,10 - - - 96,68 122,31
A.2 SMP 1
% SMP yang semua rombelnya tidak melebihi 36 siswa
- - - 76,06 76,15 - - - 61,34 62,56 - - - 80,65 82,15
NO
INDIKATOR KINERJA SESUAI TUGAS DAN
FUNGSI DINAS PENDIDIKAN
TARGET RENSTRA DISDIK TAHUN REALISASI CAPAIAN TAHUN RASIO CAPAIAN TAHUN KE
2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 1 2 3 4 5
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
2
% SMP yang telah memenuhi kebutuhan ruang kelas dan meja dan kursi serta papan tulis untuk setiap rombel
- - - 61,88 62,72 - - - 67,51 66,34 - - - 109,10 105,77
3
% SMP yang memiliki ruang guru dan meja + kursi untuk setiap orang
- - - 80,14 81,27 - - - 83,67 85,06 - - - 104,40 104,66
4
% SMP yang memiliki ruang Kepala Sekolah dan dilengkapi meja kursi
- - - 85,99 86,57 - - - 81,49 81,28 - - - 94,77 93,89
% guru SMP yang memiliki guru dengan kualifikasi S1/D4 dan telah memiliki sertifikat pendidik ≥ 35%
- - - 75,35 75,97 - - - 25,05 23,32 - - - 33,24 30,70
8
% Kepala SMP yang berkualifikasi S1/D4 dan bersertifikat pendidik
- - - 67,20 68,02 - - - 46,82 50,41 - - - 69,67 74,11
B TARGET IKK B.1 FOKUS
KESEJAHTERAAN
1 Angka Melek Huruf (AMH) 97,75 97,80 97,81 97,84 97,90 94,29 95,00 95,09 95,27 95,35 96,46 97,14 97,22 97,37 97,40
2 Rata-Rata Lama Sekolah
(RRLS) 7,26 7,63 7,64 7,76 7,85 7,54 7,98 7,99 8.00 8,04 103,86 104,59 104,58 103,09 102,42
3 Angka Partisipasi Kasar
(APK) SD/MI/PA 127,37 129,29 121,77 120,23 116,23 127,37 129,29 122,15 116,84 108,71 100,00 100,00 100,31 97,18 93,53
4 Angka Partisipasi Kasar
(APK) SMP/MTs/PB 93,29 99,55 99,60 99,65 99,70 93,29 99,55 95,03 95,95 95,43 100,00 100,00 95,41 96,29 95,72
5 Angka Partisipasi Kasar
(APK) SMA/SMK/MA/PC 41,47 45,25 47,59 50,71 53,68 41,47 45,25 48,58 49,98 54,15 100,00 100,00 102,08 98,56 100,88
6 Angka Partisipasi Murni
(APM) SD/MI/Paket A 108,51 110,12 109,00 108,35 108,15 108,51 110,12 115,61 108,09 99,02 100,00 100,00 106,06 99,76 91,56
NO
INDIKATOR KINERJA SESUAI TUGAS DAN
FUNGSI DINAS PENDIDIKAN
TARGET SPM
TARGET IKK
TARGET INDIKATOR
TARGET RENSTRA DISDIK TAHUN REALISASI CAPAIAN TAHUN RASIO CAPAIAN TAHUN KE
2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 1 2 3 4 5
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
7 Angka Partisipasi Murni
(APM) SMP/MTs/Paket B 79,29 82,83 83,25 83,32 83,92 79,29 82,83 88,77 84,74 85,53 100,00 100,00 106,63 101,70 101,92
8
Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/SMK/MA/
Paket C
34,22 36,08 36,50 37,25 37,75 34,22 36,08 39,76 40,24 48,92 100,00 100,00 108,93 108,03 129,59
B.2 ASPEK PELAYANAN UMUM
B.2.1 PENDIDIKAN DASAR 1
Angka Partisipasi Sekolah terhadap penduduk usia 7-12 tahun
1.103,46 1.119,61 1.108,47 1.101,97 1.099,98 1.103,46 1.119,61 1.185,03 1.085,86 1.026,19 100,00 100,00 106,95 98,64 93,36
2
Angka Partisipasi Sekolah terhadap penduduk usia 13 - 15 tahun
855,57 890,97 894,95 895,41 901,51 855,57 890,97 903,77 877,06 938,84 100,00 100,00 100,99 97,95 104,14
3
Rasio ketersediaan SD-MI terhadap penduduk usia 7-12 tahun
44,14 44,79 44,79 44,79 44,79 44,14 44,79 42,33 41,94 39,86 100,00 100,00 94,51 93,64 88,99
4
Rasio ketersediaan SMP-MTs terhadap penduduk usia 13 - 15 tahun
30,71 32,65 32,96 33,25 33,67 30,71 32,65 32,96 30,73 31,04 100,00 100,00 100,00 92,42 92,19
5 Rasio Guru SD-MI / Murid 256,61 253,18 268,85 271,27 272,35 256,61 253,18 257,31 314,95 380,61 100,00 100,00 95,71 116,10 139,75
6 Rasio Guru SMP-MTs /
Murid 231,29 218,70 213,24 209,28 200,65 231,29 218,70 292,98 268,79 370,54 100,00 100,00 137,39 128,44 184,67
7 Rasio rombel/guru SD-MI 1,14 1,14 1,10 1,09 1,09 1,14 1,14 1,15 1,14 0,85 100,00 100,00 104,55 104,59 77,98
8 Sekolah pendidikan SD
kondisi bangunan baik 76,78 81,90 86,08 87,97 89,85 76,78 81,90 97,23 57,49 57,05 100,00 100,00 112,95 65,35 63,49
9 Sekolah pendidikan SMP
kondisi bangunan baik 89,02 92,05 93,43 94,09 95,09 89,02 92,05 86,83 68,78 63,98 100,00 100,00 92,94 73,10 67,28
10 Angka Putus Sekolah
SD-MI 0,702 0,273 0,260 0,250 0,240 0,702 0,273 0,264 0,254 0,379 100,00 100,00 101,54 101,60 157,92
11 Angka Putus Sekolah
SMP-MTs 0,457 0,900 0,890 0,880 0,870 0,457 0,900 0,885 0,550 0,954 100,00 100,00 99,44 62,50 109,66
12 Angka Kelulusan (AL)
SD/MI 99,15 98,88 99,07 99,19 99,21 99,15 98,88 99,42 99,46 99,81 100,00 100,00 100,35 100,27 100,60
NO
INDIKATOR KINERJA SESUAI TUGAS DAN
FUNGSI DINAS PENDIDIKAN
TARGET SPM
TARGET IKK
TARGET INDIKATOR
TARGET RENSTRA DISDIK TAHUN REALISASI CAPAIAN TAHUN RASIO CAPAIAN TAHUN KE
2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 1 2 3 4 5
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
13 Angka Kelulusan (AL)
SMP/MTs 95,61 96,60 96,70 96,80 96,90 95,61 96,60 99,89 98,74 99,99 100,00 100,00 103,30 102,00 103,19
14 Angka Melanjutkan (AM)
dari SD/MI ke SMP/MTs 115,19 91,23 92,25 92,50 92,75 115,19 91,23 92,65 97,91 99,38 100,00 100,00 100,43 105,85 107,15
B.2.2 PENDIDIKAN MANENGAH 1
Angka Partisipasi Sekolah terhadap penduduk usia 16 - 18 tahun
364,06 383,48 385,18 388,09 389,71 364,06 383,48 417,48 409,87 518,29 100,00 100,00 108,39 105,61 132,99
2
Rasio ketersediaan SMA/SMK/MA terhadap penduduk usia 16-18 tahun
15,36 17,07 17,43 17,79 18,15 15,36 17,07 17,24 16,04 19,24 100,00 100,00 98,91 90,16 106,01
3 Rasio Guru SMA-SMK-MA
/ Murid 296,42 282,76 279,43 276,32 270,54 296,42 282,76 628,30 234,16 369,49 100,00 100,00 224,85 84,74 136,57
4 Sekolah pendidikan
SMA-SMK kondisi bangunan baik 89,47 92,21 93,27 94,29 95,28 89,47 92,21 93,27 80,25 71,18 100,00 100,00 100,00 85,11 74,71
5 Angka Putus Sekolah
SMA/SMK/MA 0,310 0,553 0,540 0,530 0,520 0,310 0,553 0,544 0,751 0,769 100,00 100,00 100,74 141,70 147,88
6 Angka Kelulusan (AL)
SMA/SMK/MA 98,31 96,40 96,70 97,10 97,99 98,31 96,40 99,96 99,52 99,97 100,00 100,00 103,37 102,49 102,02
7
Angka Melanjutkan (AM) dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA
70,67 69,18 69,31 69,52 69,67 70,67 69,18 71,14 72,36 79,44 100,00 100,00 102,64 104,09 114,02
B.2.3
PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 1 Guru yg memenuhi
kualifikasi S1 / D-IV 33,84 46,79 49,80 52,98 55,94 33,84 46,79 57,71 59,60 68,86 100,00 100,00 115,88 112,50 123,10
B.2.4 PENDIDIKAN ANAK USIA DINI 1 Angka Partisipasi Kasar
Pendidikan Anak Usia Dini 21,74 24,22 25,46 27,45 30,41 21,74 24,22 25,49 27,57 31,10 100,00 100,00 100,12 100,44 102,27
Jika kita perhatikan tabel di atas, capaian indikator outcome pada tahun pertama dan tahun kedua (2009-2010) hampir seluruhnya mencapai 100% atau sesuai dengan target renstra, kecuali dua indikator yaitu angka melek huruf (AMH) dan rata-rata lama sekolah (RRLS), yang masing-masing 96,46%, 97,14% dan 103,86%, 104,59%. Hal ini dikarenakan sumber penghitungan dua indikator tersebut dari instansi lain (BPS dan Bappeda). Adapun untuk indikator yang lainnya, realisasi yang sesuai target atau yang mencapai 100%, dikarenakan pada tahun III renstra periode 2008-2013 ada momentum perubahan dokumen renstra dan konsekuensinya ada penyesuaian target dengan realisasi.
Sementara pada pada tahun-tahun selanjutnya, realisasi renstra terbagi dalam dua kategori, yaitu yang melebihi target dan yang tidak sesuai target, dan untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di atas.
Selanjutnya untuk indikator pelayanan pemerataan dan perluasan akses pendidikan dasar pada aspek indikator standar pelayanan minimal (SPM) yang berdasarkan pada peraturan menteri pendidikan nasional nomor 15 tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar yang kemudian dirubah dengan Permendikbud Nomor 23 tahun 2013 target-targetnya baru dimasukkan pada tahun 2012 dan 2013. Pada jenjang SD ada 8 (delapan) indikator, yaitu:
(1) % SD yang semua rombelnya tidak melebihi 32 siswa, dengan capaian pada tahun 2012 dan 2013 masing-masing adalah 64,03% dan 69,90%; (2) % SD yang telah memenuhi kebutuhan ruang kelas dan meja dan kursi serta papan tulis untuk setiap rombel, dengan capaian pada tahun 2012 dan
2013 masing-masing adalah 52,24% dan 36,44%; (3) % SD yang memiliki Ruang Guru Lengkap, dengan capaian pada tahun 2012 dan 2013 masing-masing adalah 85,08% dan 89,69%; (4) % SD yang memiliki satu orang guru untuk setiap 32 peserta didik, dengan capaian pada tahun 2012 dan 2013 masing-masing adalah 98,32% dan 101,27%; (5) % SD yang memiliki 6 orang guru, dengan capaian pada tahun 2012 dan 2013 masing-masing adalah 102,81% dan 102,99%; (6) % SD yang memiliki 2 orang guru dengan kualifikasi S1/D4, dengan capaian pada tahun 2012 dan 2013 masing-masing adalah 98,68% dan 100,85%; (7) % SD yang memiliki 2 orang guru yang telah memiliki sertifikat pendidik, dengan capaian pada tahun 2012 dan 2013 masing-masing adalah 107,57%
dan 115,69%; (8) % Kepala SD yang berkualifikasi S1/D4 dan bersertifikat pendidik, dengan capaian pada tahun 2012 dan 2013 masing-masing adalah 96,68% dan 122,31%.
Pada jenjang SMP, ada 8 (indikator) SPM, yaitu: (1) % SMP yang semua rombelnya tidak melebihi 36 siswa, dengan capaian pada tahun 2012 dan 2013 masing-masing adalah 80,65% dan 82,15%; (2) % SMP yang telah memenuhi kebutuhan ruang kelas dan meja dan kursi serta papan tulis untuk setiap rombel, dengan capaian pada tahun 2012 dan 2013 masing-masing adalah 109,10% dan 105,77%; (3) % SMP yang memiliki ruang guru dan meja + kursi untuk setiap orang, dengan capaian pada tahun 2012 dan 2013 masing-masing adalah 104,40% dan 104,66%; (4) % SMP yang memiliki ruang Kepala Sekolah dan dilengkapi meja kursi, dengan capaian pada tahun 2012 dan 2013 masing-masing adalah 94,77% dan 93,89%; (5) % SMP yang memiliki guru
untuk setiap mata pelajaran, dengan capaian pada tahun 2012 dan 2013 masing-masing adalah 95,88% dan 75,93%;
(6) % SMP yang memiliki guru berkualifikasi S1/D4 ≥ 70%, dengan capaian pada tahun 2012 dan 2013 masing-masing adalah 72,56% dan 73,30%; (7) % guru SMP yang memiliki guru dengan kualifikasi S1/D4 dan telah memiliki sertifikat pendidik ≥ 35%, dengan capaian pada tahun 2012 dan 2013 masing-masing adalah 33,24% dan 30,70%; (8) % Kepala SMP yang berkualifikasi S1/D4 dan bersertifikat pendidik, dengan capaian pada tahun 2012 dan 2013 masing-masing adalah 69,67% dan 74,11%.
Dari penjabaran capaian SPM di atas, dapat kita lihat bahwa dari 16 (enam belas) indikator banyak yang realisasinya tidak mencapai target, hal ini disebabkan antara lain: indikator tersebut relatif masih baru dan sebelumnya belum dilakukan telaahan; terlalu tingginya penetapan angka-angka dalam target indikator-indikator tersebut. Untuk indikator yang realisasinya melebihi target, terdapat pada indikator yang berkaitan dengan guru, hal ini kemungkinan disebabkan adanya kebijakan pemerintah yaitu pemberian tunjangan sertifikasi terhadap guru yang secara langsung maupun tidak langsung guru berupaya untuk memenuhi persyaratan untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi.
Untuk indikator pelayanan pemerataan dan perluasan akses pendidikan pada fokus kesejahteraan, terdapat delapan indikator sebagai alat ukurnya, yaitu: (1) Angka Melek Huruf (AMH); (2) Rata-Rata Lama Sekolah (RRLS); (3) Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI/PA; (4) Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/MTs/PB; (5) Angka Partisipasi Kasar (APK)
SMA/SMK/MA/PC; (6) Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI/Paket A; (7) Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs/Paket B; (8) Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/SMK/MA/ Paket C. Dari 8 (delapan) indikator tersebut ada beberapa indikator yang realisasinya terus mengikat dari tahun 2009-2013, APM SMA/SMA/MA/PC misalnya, dari target 34,22%; 36,08%; 36,50%; 37,25%; 37,75% teralisasi 34,22%; 36,08%; 39,76%; 40,24%; 48,92%. Dengan demikian dalam kurun lima tahun, indikator tersebut ada peningkatan yang sangat singnifikan, yaitu sekitar 14,70%. Peningkatan ini kemungkinan besar disebabkan adanya kebijakan pemerintah pusat tentang implementasi pendidikan menengah universal (PMU) atau wajib belajar 12 tahun, yang dibarengi dengan adanya pemberian bos untuk jenjang dikmen.
Pada indikator yang kenaikannya belum mencapai target, terlihat pada APK SMP/MTs/PB contohnya, yang selama lima tahun terakhir kenaikannya hanya 2,14% atau rata-rata hanya 0,43% pertahunnya. Hal ini disebabkan antara lain oleh faktor peningkatan jumlah penduduk usia 13-15 tahun lebih besar dibandingkan dengan penduduk usia tersebut yang masuk ke jenjang SMP/sederajat.
Pada aspek pelayanan umum untuk jenjang pendidikan dasar, capaian indikator outcome terbagi dalam dua kategori, kategori pertama adalah yang realisasinya terus meningkat atau melebihi target yang sudah ditetapkan; kedua adalah indikator yang realisasinya tidak mencapai target. Indikator yang realisasinya melebihi target dan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya (2009-2013) antara lain dapat
kita lihat pada indikator rasio guru SD-MI/murid atau angka melanjutkan dari SD/MI ke SMP/MTs. Kedua indikator ini target dan realisasinya masing-masing adalah : rasio guru SD-MI/murid, target : 256,61; 253,18; 268,85; 271,27;
272,35, realisasi : 256,61; 253,18; 257,31; 314,95, dan 380,61. Untuk indikator angka melanjutkan dari SD/MI ke SMP/MTs, target : 115,19; 91,23; 92,25; 92,50, 92,75, realisasi 115,19,19; 91,23; 92,65; 97,91; dan 99,38.
Pada pendidikan menengah untuk aspek pelayanan umum, pada tahun terakhir periode renstra 2008-2013 dari tujuh indikator yang ada, 6 (enam) diantaranya melampau target yang ditetapkan, contohnya adalah angka partisipasi sekolah terhadap penduduk usia 16-18 tahun, target dan realaisasi dari tahun pertama sampai tahun ketiga masing-masing adalah; terget: 364,06; 383,48; 385,18; 388,09;
389,71, realisasi: 364,06; 383,48; 417,48; 409,87; 518,29.
Sementara satu inddikator lainnya, realisasi selama 5 (lima) tidak mencapai target, indikator tersebut adalah sekolah pendidikan SMA-SMK kondisi bangunan baik. Masing-masing target dan realisasi selama lima tahun terkahir adalah: terget;
89,47; 92,21; 93,27; 94,29; 95,28. Realisasinya adalah:
89,47; 92,21; 93,27; 80,25; 71,18.
Faktor penyebab pada indikator yang melebihi target yang ditetapkan antara lain adalah: adanya kebijakan pemerintah pusat tentang implemantasi pendidikan menengah universal yang diimbangi dengan kebijakan pemberian bantuan operasional sekolah pada jenjang pendidikan menengah; faktor penyebab yang lain adalah banyak didirikannya unit-unit sekolah baru dan
sekolah-sekolah alternatif pada jenjang dikmen, baik yang dikelola oleh pemerintah daerah maupun oleh masyarakat. Kedua faktor tersebut mendorong penduduk usia 16-18 tahun yang sudah lulus pada jenjang SMP/sederajat melanjutkan ke SMA/sederajat. Sementara faktor penyebab pada indikator yang tidak mencapai target antara lain adalah: jumlah kerusakan ruang kelas pada jenjang SMA/SMK lebih besar dibandingkan dengan jumlah kegiatan rehab; usia teknis bangunan relatif lebih pendek.
Untuk aspek pelayanan umum pada pendidikan anak usia dini dan peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan, masing-masing hanya ada 1 (satu) indikator, yaitu: angka partisipasi pendidikan anak usia dini dan guru yang memenuhi kualifikasi S1/D4 dan kedua melebihi terget yang sudah ditetapkan pada tiap tahunnya. Faktor yang menyebabkan terlampuainya target untuk dua indikator tersebut masing-masing adalah: pada angka partisipasi kasar pendidikan anak usia dini antara: meningkatnya pendirian lembaga pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal menyebabakan semakin dekatnya lembaga pendidikan dengan masyarakat; banyaknya masyarakat yang memasukkan anaknya yang berusia 4-6 tahun ke lembaga pendidikan anak usia dini, baik jalur formal maupun nonformal.
Kondisi yang hampir sama dalam realisasi selama lima tahunpun terjadi pada realisasi keuangan, baik pada aspek pemerataan dan perluasan akses maupun pada aspek pelayanan mutu dan relevansi pendidikan juga aspek yang lainnya. Capaian selama lima tahun terakhir terjadi secara
fluktuatif, contohnya terjadi pada program pendidikan dasar sembilan tahun, capaian pada lima tahun terakhir (2009 s.d.
2013) masing-masing adalah: 88,95%; 63,93%; 75,31%;
58,32%; dan 90,61%. Hal yang sama terjadi juga pada program PMPTK, yaitu: 96,69%; 97,27%; 76,89%; 79,68%;
99,00%. Sementara untuk program yang lainnya dalam pencapaian lima tahun terakhir relatif stabil, contohnya terjadi pada program pendidikan anak usia dini, yaitu:
97,42%; 98,35%; 97,67%; 94,44%; dan 96,57%.
Untuk perkembangan capaian keuangan secara lebih detail dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
TABEL