• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUJUAN DAN SASARAN JANGKA MENENGAH

Tujuan dalam bahasa Inggris disebut goal atau objektif. Tujuan adalah hasil yang diinginkan untuk jangka waktu tertentu. Bedanya dengan misi adalah, jika misi berbicara tentang tujuan keberadaan organisasi atau individu, maka tujuan memiliki cakupan lebih kecil dan merupakan bagian dari misi. Apabila misi disebut tugas, maka tujuan adalah tugas-tugas kecil yang merupakan bagian dari misi.

Dari definisi tersebut, maka tujuan yang ingin dicapai dalam lima tahun ke depan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor pada sektor pendidikan yang tertuang dalam renstra Dinas Pendidikan

adalah berpijak pada rumusan visi dan misi yang sudah ditetapkan untuk lima tahun mendatang, juga berdasarkan pada hasil pengkajian pada isu-isu dan analisis lingkungan strategis. Dengan kata lain, tujuan dinas pendidikan mengarahkan pada perumusan strategi, program, dan kegiatan dalam rangka merumuskan tujuan makro yang dikemas dalam rumusan visi dan misi di atas.

Berdasarkan tujuan yang sudah ditetapkan, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pendidikan akan mengetahui hal-hal yang harus dicapai dalam kurun waktu lima tahun ke depan dengan salah satu pertimbangannya antara lain adalah sumber daya yang di miliki serta faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi tercapainya tujuan tersebut.

Rumusan tujuan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor periode tahun 2013-2018 yang sesuai dengan rumusan visi dan misi di atas adalah:

Misi Pertama : Menyediakan Layanan Pendidikan yang Merata dan terjangkau, yang tujuannya adalah sebagai berikut:

1. Tersedia dan terjangkaunya layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD);

2. Terjaminnya kepastian memperoleh layanan pendidikan dasar yang merata dan berkualitas dalam rangka penuntasan wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun;

3. Tersedian dan terjangkaunya pendidikan menengah yang merata dan bermutu dalam rangka percepatan wajib belajar pendidikan dua belas tahun;

4. Tersedianya layanan pendidikan non-formal melalui pendidikan kesetaraan dan keaksaraan fungsional bagi warga yang tidak terjaring pendidikan formal.

Misi Kedua : Meningkatkan Profesionalitas dan Akuntabilitas Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan, yang tujuannya adalah sebagai berikut:

1. Meningkatnya kapabilitas dan profesionalitas sumber daya manusia (SDM) kependidikan;

2. Meningkatnya kapasitas kelembagaan dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi administrasi dan manajemen organisasi kependidikan.

Sasaran Dinas Pendidikan dirumuskan berdasarkan tujuan dari masing-masing misi yang sudah dirumuskan. Adapun definisi sasaran itu sendiri adalah hal yang ingin dicapai oleh individu, kelompok, atau seluruh organisasi. Sasaran memandu manajemen membuat keputusan dan membuat kriteria untuk mengukur suatu pekerjaan. Ada dua pendekatan utama yang dapat digunakan lembaga untuk mencapai sasarannya. Pendekatan pertama disebut pendekatan tradisional. Pada pendekatan ini, pimpinan tertinggi memberikan sasaran-sasaran umum, yang kemudian diturunkan oleh bawahannya menjadi sub-tujuan (subgoals) yang lebih terperinci. Bawahannya itu kemudian menurunkannya lagi kepada anak buahnya, dan terus hingga mencapai tingkat paling bawah.

Pendekatan kedua disebut dengan management by objective atau MBO. Pada pendekatan ini, sasaran dan tujuan organisasi tidak ditentukan oleh pimpinan puncak saja, tetapi juga oleh bawahan. Pimpinan dan bawahan bersama-sama membuat sasaran-sasaran yang ingin mereka capai. Dengan begini, seluruh karyawan akan merasa dihargai sehingga produktivitas mereka akan meningkat.

Terkait dengan hal tersebut, kalau kita tarik benang merah dari dua pola pendekatan dalam penentuan sasaran di atas, yang dilakukan di Dinas Pendidikan untuk menentukan sasaran-sasaran yang ada dalam mencapai visi misi yang sudah dirumuskan, Dinas Pendidikan cenderung lebih menggunakan pola yang kedua, yaitu dalam penentuan sasaran-sasaran pendidikan, tidak hanya dilakukan oleh pucuk pimpinan, tapi juga ada peran aktif pejabat di bawahnya. Dan rumusan sasaran-sasaran yang ingin dicapai atau dihasilkan oleh lembaga dalam jangka waktu tahunan, semesteran, triwulanan atau bulanan dengan tetap berpijak pada RPJMD periode 2013-2018 adalah: (a) Meningkatnya perluasan akses dan

pemerataan PAUD yang berkualitas; (b) Meningkatnya perluasan akses dan pemerataan pendidikan dasar yang berkualitas; (c) Meningkatnya perluasan akses dan pemerataan pendidikan menengah yang berkualitas; (d) Meningkatnya literasi angka penduduk usia 15 tahun ke atas; (e) Terpenuhinya jumlah, kualifikasi, dan kompetensi guru sesuai SPM dalam rangka memenuhi standar nasional pendidikan pada semua jenjang pendidikan; (f) Tata kelola kelembagaan yang efektif dan akuntabel dalam rangka optimalisasi fungsi layanan publik dinas pendidikan.

Keterkaitan rumusan tujuan, sasaran, dan target indikator kinerja masing-masing sasaran adalah sebagaimana tertuang dalam tabel berikut:

Tabel:

Rumusan tujuan, sasaran, dan target indikator kinerja masing-masing sasaran

NO. TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN

TARGET KINERJA SASARAN PADA TAHUN KE-

1 2 3 4 5

1

Menyediakan layanan Pendidikan Usia Dini NonFormal dan

Informal yang bermutu

meningkatnya akses PAUD yang bermutu dan terjangkau

APK Pendidikan Anak Usia

Dini (PAUD) 33,60 36,10 38,60 41,10 43,60

2

Menjamin ketersediaan layanan Pendidikan Dasar yang bermutu dan berkeadilan

meningkatnya pemerataan dan perluasan akses pendidikan dasar yang bermutu dan berkeadilan

Angka Partisipasi Murni

(APM) SD-MI-Paket A 99,20 99,40 99,60 99,80 100,00

1. Angka Partisipasi Murni

(APM) SMP-MTs-Paket B 88,42 91,31 94,21 97,10 100,00 2. Angka Partisipasi Kasar

(APK) SD-MI-Paket A 108,91 109,11 109,31 109,51 109,71 3. Angka Partisipasi

Sekolah (APS) Penduduk

Usia 7-12 Tahun 1.022 1.022 1.023 1.023 1.023 4. Angka Partisipasi

Sekolah (APS) Penduduk Usia 13-15 Tahun

890 891 892 893 894

5. Rasio Ketersedianan

SD-MI terhadap Penduduk 39 38 37 36 35

NO. TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN

TARGET KINERJA SASARAN PADA TAHUN KE-

1 2 3 4 5

Usia 7-12 Tahun 6. Rasio Ketersedianan

SMP-MTs terhadap Penduduk Usia 13-15 Tahun

31 30 30 30 30

7. Rasio Guru SD-MI

terhadap Murid SD-MI 382 383 384 385 387 8. Rasio Guru SMP-MTs

terhadap Murid SMP-MTs/Murid SMP-MTs

374 376 378 380 381

9. Rasio Rombel/Guru

SD-MI 0,88 0,91 0,94 0,97 1,00

10. Sekolah Pendidikan SD

Kondisi Bangunan Baik 59,03 61,05 63,04 65,05 67,05 11. Sekolah Pendidikan

SMP Kondisi Bangunan Baik

65,98 67,98 69,98 71,98 73,98 12. Angka Putus Sekolah

(DO) SD-MI 0,313 0,247 0,182 0,116 0,050 13. Angka Putus Sekolah

(DO) SMP-MTs 0,863 0,773 0,682 0,591 0,500 14. Angka Lulusan (AL)

SD-MI 99,85 99,89 99,92 99,96 100,00

15. Angka Lulusan (AL)

SMP-MTs 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

NO. TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN

TARGET KINERJA SASARAN PADA TAHUN KE-

1 2 3 4 5

16. Angka Melanjutkan (AM)

dari SD-MI ke SMP-MTs 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 17. % SD yang semua

rombelnya tidak

melebihi 32 siswa 63,49 68,66 73,82 78,99 84,16 18. % SMP yang semua

rombelnya tidak melebihi 36 siswa

66,03 69,17 72,17 75,04 77,78 19. % SD yang telah

memenuhi kebutuhan ruang kelas dan meja dan kursi serta papan tulis untuk setiap rombel

38,63 43,80 48,97 54,13 59,30

20. % SMP yang telah memenuhi kebutuhan ruang kelas dan meja dan kursi serta papan tulis untuk setiap rombel

71,96 77,31 82,42 87,29 91,96

21. % SD yang memiliki

Ruang Guru Lengkap 88,17 91,16 94,14 97,13 100,00 22. % SMP yang memiliki

ruang guru dan meja + kursi untuk setiap orang

88,30 91,39 94,34 97,16 100,00

NO. TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN

TARGET KINERJA SASARAN PADA TAHUN KE-

1 2 3 4 5

23. % SMP yang memiliki ruang Kepala Sekolah dan dilengkapi meja kursi

85,42 89,36 93,12 96,71 100,00

24. % SD yang memiliki satu orang guru untuk setiap 32 peserta didik

83,35 87,49 91,62 95,75 100,00 25. % SD yang memiliki 6

orang guru 98,28 98,74 99,20 99,66 100,00 26. % SMP yang memiliki

guru untuk setiap mata

pelajaran 77,40 83,41 89,14 94,62 100,00 27. % SD yang memiliki 2

orang guru dengan kualifikasi S1/D4

98,05 98,56 99,08 99,60 100,00 28. % SD yang memiliki 2

orang guru yang telah memiliki sertifikat pendidik

85,99 89,49 93,00 96,50 100,00

29. % SMP yang memiliki guru berkualifikasi S1/D4 ≥ 70%

75,48 82,00 88,23 94,17 100,00 30. % guru SMP yang

memiliki guru dengan kualifikasi S1/D4 dan telah memiliki sertifikat

25,80 28,17 30,43 32,59 34,65

NO. TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN

TARGET KINERJA SASARAN PADA TAHUN KE-

1 2 3 4 5

pendidik ≥ 35%

31. % Kepala SD yang berkualifikasi S1/D4 dan bersertifikat pendidik

92,88 94,66 96,44 98,22 100,00

32. % Kepala SMP yang berkualifikasi S1/D4 dan bersertifikat pendidik

59,46 68,08 76,30 84,16 91,67

3

Menyediakan layanan Pendidikan Menengah yang bermutu dan berkeadilan

meningkatnya akses pendidikan menengah yang mermutu dan berkeadilan

1. Angka Partisipasi Murni (APM) SMA-SMK-MA-Paket C

51,60 54,28 56,96 59,63 62,31

2. Angka Partisipasi Kasar (APK)

SMA-SMK-MA-Paket C 56,83 59,51 62,19 64,87 67,55

3. Angka Partisipasi

Sekolah (APS) Penduduk Usia 16-18 Tahun

521 524 527 529 532

4. Rasio Ketersediaan SMA-SMK-MA terhadap Penduduk Usia 16-18 Tahun

20 20 21 21 22

5. Rasio Guru MA/Murid SMA-SMK-MA

373 375 376 375 373

NO. TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN

TARGET KINERJA SASARAN PADA TAHUN KE-

1 2 3 4 5

6. Sekolah Pendidikan SMA-SMK Kondisi

Bangunan Baik 73,18 75,18 77,09 79,10 81,12 7. Angka Putus Sekolah

(DO) SMA-SMK-MA 0,665 0,561 0,457 0,353 0,250 8. Angka Lulusan (AL)

SMA-SMK-MA 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 9. Angka Melanjutkan (AM)

dari SMP-MTs ke SMA-SMK-MA

81,44 83,44 85,44 87,44 89,44

4

Tersedianya layanan pendidikan non formal dalam bentuk

pendidikan kesetaraan dan keaksaraan fungsional bagi warga yang tidak terjaring pendidikan formal dan masih buta aksara.

Meningkatnya angka literasi penduduk usia 15 tahun ke atas

1. Angka Melek Huruf

(AMH) 95,47 96,46 96,51 96,59 97,15

2. Rata-Rata Lama Sekolah

(RLS) 8,24 8,50 8,80 9,02 9,07

5

Meningkatnya kapasitas dan

profesionalitas sumber daya manusia

Meningkatnya kapasitas dan profesionalitas

sumber daya manusia

Guru yang Memenuhi

Kualifikasi S1/D-IV 72,92 77,48 81,73 85,95 90,12

6 Meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas

Terwujudnya tata kelola kelembagaan yang efektif dan

Ketersediaan Dokumen Data

dan Informasi 5 5 5 5 5

NO. TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN

TARGET KINERJA SASARAN PADA TAHUN KE-

1 2 3 4 5

pelaksanaan fungsi manajerial pada institusi kependidikan

akuntabel dalam rangka optimalisasi fungsi layanan publik Dinas Pendidikan

Dokumen terkait