• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II GAMBARAN PELAYANAN OPD

2.3 Kinerja Pelayanan OPD

2.2.2 Sarana dan Prasarana

Untuk mendukung kegiatan sehari-hari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo mempunyai :

1. Gedung di Jalan Raya Jati Nomor 4 dengan luas tanah 1.607 M² dengan luas bangunan lantai 1.785 M² dan lantai II 254 M².

2. Sedangkan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo tersedia sarana dan Prasarana sebagai berikut

a. a. a.

a. Kendaraan roda 4 : 7 buah b.

b. b.

b. Kendaraan roda 2 : 19 buah

2.3 Kinerja Pelayanan OPD

Bagian ini menunjukkan tingkat capaian kinerja OPD berdasarkan sasaran/target Renstra OPD periode sebelumnya, menurut SPM untuk urusan wajib, dan/atau indikator kinerja pelayanan OPD dan/atau indikator lainnya seperti MDGs atau indikator yang telah diratifikasi oleh pemerintah.

A. A. A.

A. Urusan Ketenagakerjaan Urusan Ketenagakerjaan Urusan Ketenagakerjaan Urusan Ketenagakerjaan 1.

1. 1.

1. Tingkat Pengangguran TerbukaTingkat Pengangguran TerbukaTingkat Pengangguran Terbuka Tingkat Pengangguran Terbuka

Untuk mengukur tingkat ketersediaan kesempatan kerja oleh pemerintah kabupaten maka tingkat pengangguran terbuka merupakan salah satu ukurannya.

Berikut grafik perkembangan tingkat pengangguran terbuka selama lima tahun.

22

Sumber Data : Badan Pusat Statistik

Dari grafik di atas terlihat bahwa tingkat pengangguran terbuka menunjukkan tren menurun dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2014 namun meningkat kembali pada tahun 2015. Realisasi tingkat pengangguran Terbuka tahun 2015 berdasarkan data BPS meningkat cukup signifikan sebesar 6,30% apabila dibandingkan dengan tahun 2014 sebesar 3,88%.Hal ini disebabkan pertumbuhan angkatan kerja yang tinggi belum disertai dengan pertumbuhan kesempatan kerja yang memadai.

Perkembangan penduduk usia kerja per kelompok umur sampai dengan tahun 2015 dapat dilihat pada grafik berikut:

8,35% 4,75% 5,21% 4,13% 3,88% 6,30% 2010 2011 2012 2013 2014 2015

Gambar 6. Pengangguran Terbuka Kabupaten Sidoarjo Tahun 2010-2015

23

Dalam grafik di atas, pada tahun 2015 terjadi peningkatan pertumbuhan angkatan kerja yang cukup signifikan pada angkatan kerja yang berusia 35-39 tahun yaitu meningkat 34.222 orang, peningkatan angkatan kerja juga meningkat pada golongan umur usia 20-24 tahun dan usia 25-29 tahun sehingga mengindikasikan bahwa meningkat angkatan kerja usia tersebut bukan dari dampak pertumbuhan penduduk karena kelahiran melainkan dari dampak urbanisasi karena UMK di Kabupaten Sidoarjo cukup tinggi serta merupakan kabupaten penyangga dan berbatasan langsung dengan Kota Surabaya dan menjadi gerbang memasuki kota Surabaya.

Sedangkan pertumbuhan pengangguran terbuka per kelompok umur dapat dilihat pada grafik berikut:

- 20.000 40.000 60.000 80.000 100.000 120.000 140.000 160.000 180.000 200.000 2011 2012 2013 2014 2015

Gambar 7. Penduduk Usia Kerja Kabupaten Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo Tahun 2011-2015

65+ 60-64 55-59 50-54 45-49 40-44 35-39 30-34 25-29 20–24 15–19

24

Dari tabel di atas dapat dijelaskan dengan pertumbuhan angkatan kerja yang tinggi dan pertumbuhan kesempatan kerja yang lesu karena dampak kenaikan upah minimum kabupaten yang selalu meningkat setiap tahunnya serta penduduk urban yang berpindah ke Kabupaten Sidoarjo tidak dibarengi dengan kualitas keterampilan yang dibutuhkan oleh pemberi kerja sehingga banyak penduduk urban yang tidak mendapat pekerjaan. Pertumbuhan angkatan kerja yang tinggi tidak mampu terserap pada lapangan kerja yang tersedia sehingga terjadi peningkatan pengangguran yang cukup signifikan pada kelompok usia yang mengindikasikan penduduk urban yaitu 20-24 tahun, 25-29 tahun dan 35-39 tahun pada tahun 2015.

Perkembangan jumlah angkatan kerja yang tidak bekerja dibanding angkatan kerja seperti terlihat pada grafik dibawah ini :

Gambar 9. Angkatan Kerja Kabupaten Sidoarjo Tahun 2010-2015

- 5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 30.000 2011 2012 2013 2014 2015

Gambar 8. Pengangguran Terbuka Kabupaten Sidoarjo Tahun 2011-2015

25

Sumber Data : Badan Pusat Statistik a.

a. a.

a. Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Tenaga Kerja Yang DitempatkanTenaga Kerja Yang DitempatkanTenaga Kerja Yang DitempatkanTenaga Kerja Yang Ditempatkan

Perkembangan jumlah tenaga kerja yang ditempatkan dapat dilihat pada grafik berikut ini :

Sumber Data : Dinas Tenaga Kerja

Pada tahun 2015, jumlah tenaga kerja yang berhasil ditempatkan sebanyak 4.233 orang. Apabila dibandingkan dengan target RPJMD tahun 2015 sebanyak 4.600 orang, maka capaian kinerja tahun 2015 sebesar 92% dari target yang telah ditetapkan. Apabila dibandingkan dengan realisasi tahun 2014, maka tenaga kerja yang ditempatkan tahun 2015 mengalami peningkatan 24 orang. 1 .0 0 1 .2 2 5 1 .0 1 9 .0 3 5 1 .0 6 0 .7 9 0 1 .0 1 7 .6 6 2 1 .0 6 9 .7 0 8 1 .0 8 3 .5 1 9 8 3 .6 0 3 4 8 .4 4 4 5 0 .8 1 6 4 2 .4 1 6 4 1 .4 6 5 6 8 .3 1 1 2 0 1 0 2 0 1 1 2 0 1 2 2 0 1 3 2 0 1 4 2 0 1 5

Angkatan kerja tidak bekerja

2010 2011 2012 2013 2014 2015 Ditempatkan 9.437 854 1.072 3.276 4.209 4.233 -2.000 4.000 6.000 8.000 10.000

Gambar 10. Tenaga Kerja yang Ditempatkan Kabupaten Sidoarjo Tahun 2010-2015

26

Upaya untuk meningkatkan jumlah tenaga kerja yang ditempatkan dengan tetap melaksanakan bursa kerja terbuka, bursa kerja khusus, bursa kerja online dan melaksanakan pembinaan ke perusahaan untuk melaporkan penempatan ke dinas terkait.

b. b. b.

b. Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Perselisihan Perselisihan Perselisihan Hubungan Perselisihan Hubungan Hubungan Hubungan Industrial Dan Industrial Dan Industrial Dan Mogok KerjaIndustrial Dan Mogok KerjaMogok KerjaMogok Kerja

Kasus-kasus yang dapat menimbulkan Perselisihan Hubungan Industrial antara pekerja/buruh, serikat pekerja/serikat buruh dengan pengusaha menyangkut perselisihan hak, perselisihan kepentingan, perselisihan PHK dan peselisihan serikat pekerja/serikat buruh dalam satu perusahaan.

Berikut ini adalah perkembangan jumlah perselisihan hubungan industrial dan mogok kerja dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 11. Jumlah Perselisihan Kerja Kabupaten Sidoarjo Tahun 2010-2015

Sumber Data : Dinas Tenaga Kerja

Pada 2015 keseluruhan perselisihan sebanyak 96 kasus, dibandingkan dengan tahun 2014 sebanyak 112 kasus, terjadi penurunan sejumlah 16 kasus. Apabila dibandingkan dengan target RPJMD tahun

2010 2011 2012 2013 2014 2015 HAK 13 15 12 8 11 24 PHK 45 80 59 52 61 63 Kepentingan 12 3 7 3 10 8 Mogok Kerja 4 0 16 31 30 11 1 3 15 1 2 8 1 1 2 4 4 5 8 0 5 9 5 2 6 1 63 1 2 3 7 3 1 0 8 4 0 1 6 3 1 3 0 1 1

27

2015 sebanyak 130 kasus, maka capaian kinerja tahun 2015 mencapai 73,85%. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara pekerja/buruh atau antara serikat pekerja/serikat buruh dengan perusahaan semakin kondusif. Kasus perselisihan hubungan industrial tersebut dapat tertangani atau diselesaikan dengan anjuran tertulis oleh Mediator Hubungan Industrial dan selesai secara kekeluargaan (bipartit).

c. c. c.

c. Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Perusahaan Yang MenePerusahaan Yang MenePerusahaan Yang Menerapkan Norma Perusahaan Yang Menerapkan Norma rapkan Norma BPJS Ketenagakerjaanrapkan Norma BPJS KetenagakerjaanBPJS Ketenagakerjaan BPJS Ketenagakerjaan

Bahwa sistem jaminan nasional merupakan program Negara yang bertujuan memberikan kepastian perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak.

Pembinaan dan pengawasan mekanisme norma BPJS Ketenagakerjaan di perusahaan merupakan komitmen tegas dan lugas dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam melindungi hak-hak pekerja/buruh. Berikut ini adalah grafik pekembangan jumlah perusahaan yang menerapkan norma BPJS Ketenagakerjaan.

Sumber Data: Dinas Tenaga Kerja

Jumlah perusahaan yang menerapkan norma BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan kecenderungan peningkatan. Pada tahun

1.383 1.531 1.877 2.138 2.532 2.778 500 1.000 1.500 2.000 2.500 3.000 2010 2011 2012 2013 2014 2015

Gambar 12. Penerapan Norma BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Sidoarjo Tahun 2010-2015

28

2015, jumlah perusahaan yang menerapkan norma BPJS sebanyak 2.778 perusahaan. Apabila dibandingkan dengan target RPJMD tahun 2015 sebanyak 1.483 perusahaan, maka capaian kinerja tahun 2015 sebesar 187,32%. Apabila dibandingkan dengan realisasi tahun 2014 sebanyak 2.532 perusahaan, terdapat peningkatan 246 perusahaan yang menerapkan norma BPJS Ketenagakerjaan.

Peningkatan jumlah perusahaan yang menerapkan norma BPJS Ketenagakerjaan merupakan suatu upaya intensifikasi dan ekstensifikasi bersama-sama stakeholder dalam pembinaan dan pengawasan norma BPJS Ketenagakerjaan pada perusahaan.

d. d. d.

d. Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah PeruPeruPeruPerusahaan Yang Menerapkan Norma sahaan Yang Menerapkan Norma Keselamatan sahaan Yang Menerapkan Norma sahaan Yang Menerapkan Norma Keselamatan Keselamatan Keselamatan Dan Dan Dan Dan Kesehatan Kerja Kesehatan Kerja Kesehatan Kerja Kesehatan Kerja ((((K3K3K3)))) K3

Norma keselamatan kerja merupakan sarana atau alat untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang tidak diduga yang disebabkan oleh kelalaian kerja, lingkungan kerja yang tidak kondusif/aman, perilaku kerja yang tidak baik serta peralatan yang dipergunakan tidak aman.

Pada tahun 2015, jumlah perusahaan yang menerapkan norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebanyak 2.505 perusahaan atau 122,25% dari target RPJMD tahun 2015 sebanyak 2.049 perusahaan. Jika dibandingkan dengan tahun 2014, jumlah perusahaan yang menerapkan norma K3 tahun 2015 naik sebesar 154 perusahaan atau 6,55%.

Perkembangan jumlah perusahaan yang menerapkan norma K3 dapat dilihat pada grafik berikut ini :

29

Sumber Data: Dinas Tenaga Kerja

Penerapan norma K3 ditinjau dari penggunaan alat-alat produksi perusahaan yang mempunyai legalitas serta dapat dijaminnya alat tersebut layak dipakai.

Upaya meningkatkan perusahaan yang menerapkan Norma K3 adalah sebagai berikut:

1. Pembinaan terhadap perusahaan untuk zero accident.

2. Pembinaan terhadap perusahaan dalam penerapan SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan dan kesehatan kerja).

3. Melaksanakan pemeriksaan pertama dan atau berkala terhadap penggunaan alat K3.

4. Penerbitan pengesahan pemakaian alat-alat K3/alat produksi.

Terhadap perusahaan yang belum melaksanakan norma K3 akan dilakukan upaya sinergis bersama-sama stakeholder dalam meningkatkan pembinaan dan pengawasan tentang K3 di perusahaan, serta membangun brand image positif dengan pelaksanaan K3 di perusahaan oleh pengawas ketenagakerjaan.

e. e. e.

e. Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Perusahaan Yang AdaPerusahaan Yang AdaPerusahaan Yang AdaPerusahaan Yang Ada

Keberadaan perusahaan atas dasar ketentuan wajib lapor ketenagakerjaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 07

888 1.894 2.049 2.210 2.351 2.505 -250 500 750 1.000 1.250 1.500 1.750 2.000 2.250 2.500 2.750 2010 2011 2012 2013 2014 2015

Gambar 13 Perusahaan Menerapkan Norma K3 Kabupaten Sidoarjo Tahun 2010-2015

30

Tahun 1981. Realisasi jumlah perusahaan yang ada pada tahun 2015 sebanyak 2.846 perusahaan atau mencapai 138,90% dari target RPJMD tahun 2015 sebanyak 2.049 perusahaan. Apabila dibandingkan dengan realisasi tahun 2014 sebanyak 2.635 perusahaan, maka tahun 2015 jumlah perusahaan yang ada naik sebanyak 211 perusahaan atau 6,55%.

Perkembangan jumlah perusahaan yang ada di dapat dilihat dalam grafik berikut:

Sumber Data : Dinas Tenaga Kerja

Upaya yang akan terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran perusahaan untuk melaporkan ketenagakerjaannya adalah dengan memberikan pembinaan tentang pentingnya laporan ketenagakerjaan sebagai bahan bagi pemerintah dalam memetakan dan menyusun kebijakan pemerintah di bidang ketenagakerjaan.

f. f. f.

f. Angka Angka Angka Angka Kecelakaan KerjaKecelakaan KerjaKecelakaan Kerja Kecelakaan Kerja

Realisasi kecelakaan kerja tahun 2015 sebanyak 3.575 kejadian. Apabila dibandingkan dengan target RPJMD tahun 2015 sebanyak 3.800 kejadian, maka capain kinerja tahun 2015 mencapai 94,08% dari target yang telah ditetapkan. Sedangkan jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2014, maka realisasi tahun 2015 mengalami penurunan sebanyak 38 kejadian atau 1,05%. 2 .0 4 9 2 .1 8 8 2 .4 0 6 2 .5 6 0 2 .6 3 5 2 .8 4 6 2 0 1 0 2 0 1 1 2 0 1 2 2 0 1 3 2 0 1 4 2 0 1 5 G a m b a r 1 3 . Pe r ke m b a n ga n Pe r u s a h a a n y a n g A d a Ka b u p at e n S i d o a r j o

31

Adapun perkembangan angka kecelakaan kerja disajikan dalam grafik berikut ini.

Sumber Data : Dinas Tenaga Kerja

Menurunnya angka kecelakaan kerja berkat upaya pembinaan dan pengawasan oleh pihak yang terkait yaitu oleh PT Jamsostek yang sekarang menjadi BPJS Ketenagakerjaan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan kesadaran dari para pengusaha dan pekerja untuk selalu tertib dalam pelaksaan K3 pada upaya arah penciptaan zero accident .

g. g. g.

g. Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Penindakan Kasus PelPenindakan Kasus PelPenindakan Kasus Pelanggaran KetenagakerjaanPenindakan Kasus Pelanggaran Ketenagakerjaananggaran Ketenagakerjaananggaran Ketenagakerjaan

Penindakan atas kasus pelanggaran ketenagakerjaan diambil setelah kepada perusahaan yang melanggar diberikan pembinaan non pro justisia berupa nota pemeriksaan. Jika rekomendasi hasil pemeriksaan tidak dilaksanakan, atas pelanggaran tersebut ditindaklanjuti dengan tindakan pro justisia.

Realisasi jumlah penindakan kasus pelanggaran ketenagakerjaan pada tahun 2015 sebanyak 122 kasus. Apabila dibandingkan dengan target RPJMD tahun 2015 sebanyak 30 kasus, maka capaian kinerja tahun 2015 sebesar 406,67% dari target yang telah ditetapkan. Sedangkan jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2014 sebanyak 96 kasus maka realisasi tahun 2015 mengalami peningkatan sebanyak 26 kasus atau naik 27,08%. 4.148 4.277 3.551 3.902 3.613 3.575 -1.000 2.000 3.000 4.000 5.000 2010 2011 2012 2013 2014 2015

Gambar 14. Perkembangan Angka Kecelakaan Kerja Kabupaten Sidoarjo

32

Perkembangan jumlah penindakan kasus pelanggaran ketenagakerjaan terlihat pada grafik berikut ini :

Sumber Data: Dinas Tenaga Kerja

Tahun 2015 telah dilakukan pemeriksaan dan pembinaan oleh pengawas ketenagakerjaan terhadap 567 perusahaan, sebagian besar perusahaan-perusahaan tersebut telah menjalankan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sesuai dengan nota pemeriksaan pengawas ketenagakerjaan. Namun demikian, untuk perusahaan yang tidak menindaklanjuti dan menjalankan ketentuan, telah dilakukan penindakan yaitu sejumlah 122 perusahaan. Peningkatan penindakan kasus pelanggaran ini, menunjukkan adanya ketegasan kinerja pembinaan yang berdampak pada peningkatan kesadaran perusahaan untuk memenuhi ketentuan perundang-undangan.

h. h. h.

h. Jumlah Peusahaan yang membentukJumlah Peusahaan yang membentukJumlah Peusahaan yang membentukJumlah Peusahaan yang membentuk //// memmemmemmembuat sarana Hubungan Industrial (HI)buat sarana Hubungan Industrial (HI)buat sarana Hubungan Industrial (HI) buat sarana Hubungan Industrial (HI) Berikut adalah tabel perkembangan jumlah perusahaan yang telah membuat/membentuk sarana hubungan industrial.

5 9 1 8 9 1 93 96 1 2 2 2 0 1 0 2 0 1 1 2 0 1 2 2 0 1 3 2 0 1 4 2 0 1 5 G a m b a r 1 5 . J u m l a h P e n i n d a ka n Pe l a n g ga ra n Ket e n a ga ke r j a a n

33

Tabel 3. Tabel 3. Tabel 3.

Tabel 3. Perkembangan jumlah perusahaan yang telah membentuk Perkembangan jumlah perusahaan yang telah membentuk Perkembangan jumlah perusahaan yang telah membentuk Perkembangan jumlah perusahaan yang telah membentuk sarana Hubungan Industrial

sarana Hubungan Industrialsarana Hubungan Industrial sarana Hubungan Industrial

No NoNo

No Jenis Sarana HIJenis Sarana HIJenis Sarana HIJenis Sarana HI 2010201020102010 2011201120112011 2012 201220122012 2013201320132013 2014201420142014 2015201520152015 1 11 1 Peraturan Perusahaan 962 1076 1120 1227 1438 1680 2 22 2 Perjanjian Kerja Bersama (PKB) 202 204 204 215 259 283 3 33 3 LKS Bipartit 66 85 107 124 138 155

Sarana hubungan industrial sangat penting dalam medukung terciptanya hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan bekeadilan di dalam perusahaan. Hal ini karena dalam peraturan perusahaan dan perjanjian kerja bersama tercantum dengan jelas akan hak dan kewajiban masing-masing pihak, baik pengusaha maupun pekerja/buruh.

Sedangkan keberadaan LKS (Lembaga Kerja Sama) Bipartit yang merupakan fórum komunikasi, konsultasi untuk musyawarah antara wakil serikat pekerja/serikat buruh atau pekerja/buruh sangat diperlukan pada tingkat perusahaan guna membahas masalah hubungan industrial dalam rangka peningkatan produktivitas kerja dan kesejahteraan pekerja yang menjamin kelangsungan usaha dan terciptanya kesempatan kerja.

Sehingga di Kabupaten Sidoarjo tercipta hubungan industrial yang harmonis, dinamis, berkeadilan dan bermartabat, dan para calon investor asing akan menanamkan investasinya di Kabupaten Sidoarjo dengan rasa aman dan nyaman.

34

Tabel

Tabel Tabel

Tabel 444. 4. . Capaian Indikator Kinerja . Capaian Indikator Kinerja Capaian Indikator Kinerja Dinas Tenaga Kerja Capaian Indikator Kinerja Dinas Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo Tahun 2011 s.d 2014Kabupaten Sidoarjo Tahun 2011 s.d 2014Kabupaten Sidoarjo Tahun 2011 s.d 2014 Kabupaten Sidoarjo Tahun 2011 s.d 2014

NO NONO

NO Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi Dinas SosFungsi Dinas Sosial dan TenagaFungsi Dinas SosFungsi Dinas Sosial dan Tenagaial dan Tenaga ial dan Tenaga

Target Target Target Target SPM SPMSPM

SPM Target IKKTarget IKKTarget IKKTarget IKK

Target Target Target Target Indikator Indikator Indikator Indikator Lainnya LainnyaLainnya Lainnya Target Renstra Target Renstra Target Renstra

Target Renstra OPDOPDOPDOPD Tahun keTahun keTahun ke---- Tahun ke Realisasi Capaian Tahun keRealisasi Capaian Tahun keRealisasi Capaian Tahun keRealisasi Capaian Tahun ke---- Rasio Capaian pada Tahun keRasio Capaian pada Tahun ke---- Rasio Capaian pada Tahun keRasio Capaian pada Tahun ke

2011 20112011 2011 20122012 20122012 2013201320132013 2014 201420142014 2011201120112011 2012201220122012 2013 201320132013 20142014 20142014 2011201120112011 2012 201220122012 2013201320132013 20142014 20142014 ----1111 -2 -3 -4 -5 -6 -7 -8 -9 -11 -12 -13 -14 -16 -17 -18 -19 4 4 4

4 Persentase penempatan tenaga kerja 10 10 10 15 39.5 16.19 77 78 100 61.7665225 12.987013 19.230769

5 5 5

5 Persentase perusahaan yang

memperoleh rekomendasi IMTA

100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

6 6 6

6 Jumlah calon wirausaha baru 270 312 312 340 320 363 502 340 86.538462 85.9504132 62.151394 100

7 7 7

7 Prosentase angkatan kerja yang

mendapatkan pelatihan 11 15.44 16 20 19.75 18.55 61.11 100 71.243523 83.2345013 26.182294 20

8 8 8

8 Prosentase lembaga pelatihan kerja

yang mendapatkan ijin/tanda daftar 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

9 9 9

9 Prosentase balai latihan kerja luar

negeri yang memperoleh rekomendasi 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

10 1010

10 Ketepatan waktu legaisasi sertifikat

pelatihan tenaga kerja 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

11 1111

11 Jumlah transmigran yang

diberangkatkan ke daerah tujuan 15 30 10 5 24 16 10 - 50 187.5 100 #VALUE!

12 1212

12 Persentase kejadian mogok kerja yang berkaitan dengan masalah

ketenagakerjaan

0.7 0.2 0.3 1 0.03 0.7 1.2 1.13 350 28.5714286 25 88.495575

13 1313

13 jumlah kejadian perselisihan

hubungan industrial 128 70 65 82 #DIV/0! 196.92308 85.365854

14 1414

14 Ketepatan waktu penyelesaian permohonan pengesahan peraturan perusahaan

100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

15 1515

15 Jumlah perusahaan yang telah

mempunya peraturan perusahaan 91 486 1.024 1242 48.6 4655 1217 211 18.72428 10.4403867 0.0841413 588.62559

16 1616

16 Jumlah perusahaan yang telah

mempunyai pendaftaran PKB 512 220 215 259 238.13953 84.942085

17 1717

17 Ketepatan waktu pengesahan wajib

35

NO

NONO

NO Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi Dinas SosFungsi Dinas Sosial dan TenagaFungsi Dinas SosFungsi Dinas Sosial dan Tenagaial dan Tenaga ial dan Tenaga

Target Target Target Target SPM SPMSPM

SPM Target IKKTarget IKKTarget IKKTarget IKK

Target Target Target Target Indikator Indikator Indikator Indikator Lainnya LainnyaLainnya Lainnya Target Renstra Target Renstra Target Renstra

Target Renstra OPDOPDOPDOPD Tahun keTahun keTahun ke---- Tahun ke Realisasi Capaian Tahun keRealisasi Capaian Tahun keRealisasi Capaian Tahun keRealisasi Capaian Tahun ke---- Rasio Capaian pada Tahun keRasio Capaian pada Tahun ke---- Rasio Capaian pada Tahun keRasio Capaian pada Tahun ke

2011 20112011

2011 20122012 20122012 2013201320132013 2014 201420142014 2011201120112011 2012201220122012 2013 201320132013 20142014 20142014 2011201120112011 2012 201220122012 2013201320132013 20142014 20142014 18

1818

18 Presentase ketepatan waktu penyelesaian pengesahan ijin alat-alat K3

40 45 100 100 40 45 100 100 88.888889 100 100 100

19 1919

19 Persentase perusahaan yang

mengajukan SK P2K3 10 13.92 15 55 13.92 50.36 60 71.83908 29.785544 91.666667

20 2020

20 Persentase perusahaan yang telah dilakukan pembinaan dan pengawasan ketenagakerjaan

49.5 30 20 30 18 16.79 35.28 40 165 178.677784 56.689342 75

21 2121

21 Persentase perusahaan yang

menerapkan norma jamsostek 50 85 83.81 77 59.658752 110.38961

22 2222

22 Persentase penyelesaian kasus norma

ketenagakerjaan 100 100 90 90 66 82.42 60 80 100 121.329774 150 112.5

23 2323

23 Persentase jumlah perusahaan yang

mencapai zero accident 3 3 2 15 6.79 1.87 12.84 15 100 160.427807 15.576324 100

24 2424

24 Persentase perusahaan pengerah tenaga kerja swasta yang telah memenuhi ketentuan normatif

36

2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan OPD

Dokumen terkait