2
Daftar Isi
KATA PENGANTAR ... 3
BAB I PENDAHULUAN ... 4
1.1 Latar Belakang ... 4
1.2 Maksud dan Tujuan ... 6
1.3 Landasan Hukum ... 7
1.3 Sistematika Penyusunan ... 9
BAB II GAMBARAN PELAYANAN OPD ... 11
2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi OPD ... 11
2.2 Sumber Daya OPD ... 18
2.2.1 Sumber Daya Manusia ... 18
2.2.2 Sarana dan Prasarana ... 21
2.3 Kinerja Pelayanan OPD... 21
2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan OPD ... 36
BAB III ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS ... 37
3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan OPD ... 37
3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih ... 38
3.3 Telaahan Renstra Provinsi ... 39
3.4 Telaah RTRW ... 41
3.5 Penentuan Isu-Isu Strategis ... 42
BAB IV TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN ... 43
4.1 Tujuan ... 43
4.2 Sasaran ... 44
4.3 Strategi dan Kebijakan ... 45
BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF ... 52
BAB VI INDIKATOR KINERJA OPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD ... 60
6.1 Indikator Kinerja OPD yang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD ... 60
3
KATA PENGANTAR
Puji Syukur, Kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo Tahun 2016-2021 dapat diselesaikan. Secara umum, RENSTRA DISNAKER Kabupaten Sidoarjo merupakan dokumen yang memuat Program dan Kegiatan yang akan dilaksanakan oleh DISNAKER Kabupaten Sidoarjo dalam kurun waktu 5 (lima) tahun mendatang. Sedangkan secara lebih spesifik, RENSTRA DISNAKER Kabupaten Sidoarjo memuat isu strategis khususnya dalam pembangunan bidang Tenaga kerja di Kabupaten Sidoarjo. Melalui dokumen RENSTRA ini, maka DISNAKER Kabupaten Sidoarjo dapat memperoleh pedoman dalam menentukan arah atau strategi dan sasaran strategi yang ingin di capai selama periode tahun 2016-2021.
Pada akhirnya, Kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penyelesaian RENSTRA DISNAKER Kabupaten Sidoarjo ini.
Sidoarjo, Desember 2017 Kepala Disnaker Kabupaten Sidoarjo
M. HUSNI THAMRIN, MM Pembina Utama Muda NIP. 19591124 198603 1 011
4
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kabupaten Sidoarjo yang berbatasan langsung dengan Ibu Kota Propinsi Jawa Timur yang banyak mengalami perkembangan, baik di bidang ekonomi, sosial budaya, hukum dan politik maupun lainnya. Permasalahan fundamental pada perkembangan kota yaitu masalah ketenagakerjaan. Kabupaten Sidoarjo merupakan daerah gerbangkertususilo yang menjadi salah satu lingkar industri di Provinsi Jawa Timur. Keberadaan Sidoarjo sebagai daerah industri menarik urbanisasi secara massive.
Mayoritas penduduk di Sidoarjo merupakan buruh. Sebagai daerah industri Ketenagakerjaan menjadi sorotan, terutama kesejahteraan tenaga kerja. Tercatat pada Kabupaten Sidoarjo masih banyak terjadi pelanggaran pada kesejahteraan tenga kerja. Misalnya perselisihan tenaga kerja dengan perusahaan, norma atau kaidah yang belum dipenuhi oleh perusahaan, serta masih banyak demo-demo yang terjadi untuk menuntut perusahaan.
Kabupaten Sidoarjo pertumbuhan perusahaan/industri tercatat meningkat ditahun 2015, meskipun meningkat, Kabupaten Sidoarjo angka pengangguran
5
masih dikategorikan tinggi. tingkat pengangguran terbuka menurun dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2014 namun meningkat kembali pada tahun 2015. Realisasi tingkat pengangguran Terbuka tahun 2015 berdasarkan data BPS meningkat cukup signifikan sebesar 6,30% apabila dibandingkan dengan tahun 2014 sebesar 3,88%. Hal ini disebabkan pertumbuhan angkatan kerja yang tinggi belum disertai dengan pertumbuhan kesempatan kerja yang memadai.
Permasalahan yang muncul merupakan konsekuensi dari proses pembangunan.
Dalam rangka pelaksanaaan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, Pemerintah,.Pemerintah Daerah wajib menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Pembangunan Daerah (RKPD). Rencana pembagunan jangka menengah (RPJMD) merupakan dokumen perencanaan lima tahunan yang disusun oleh kepala daerah. Pada unit kerja atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyusun Rencana Strategis yang merupakan dokumen perencanaan daerah lima tahunan dengan memperhatikan mandate dari RPJMD daerah yang terpilih. Gambar dibawah merupakan hubungan antar dokumen perencanaan di daerah.
6
Gambar1. Hubungan antar Dokumen Perencanaan di Daerah Gambar1. Hubungan antar Dokumen Perencanaan di Daerah Gambar1. Hubungan antar Dokumen Perencanaan di Daerah Gambar1. Hubungan antar Dokumen Perencanaan di Daerah
Rencana Strategis merupakan pedoman dalam penyelenggaraan pemerintahan, pengelolaan pembangunan dan pelayanan publik. Dalam hal ini adalah pelayanan publik urusan ketenagakerjaan, penyusunannya selain berpedoman kepada Peraturan Daerah Kabupaten Sidoarjo Nomor 12 tahun 2011, juga harus mengacu pada Peraturan Daerah nomor 7 tahun 2008 tentang RPJP Peraturan Daerah Jawa Timur Nomor 3 tahun 2014 tentang RPJMD Provinsi Jawa Timur 2014-2019, serta dengan pertimbangan potensi sumberdaya, memperhatikan faktor-faktor keberhasilan, hambatan, evaluasi kinerja, serta isu-isu strategis yang berkaitan dengan ketenagakerjaan yang sedang berkembang.
Oleh sebab itu Dinas Tenaga Kerja menyusun Dokumen Perencanaan Rencana Strategis (Renstra) OPD Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo Tahun 2016-2021 sebagai pedoman dalam menyusun Rencana Kerja OPD yang merujuk pada visi Bupati Sidoarjo yaitu Mewujudkan Kabupaten Sidoarjo Yang Inovatif, Mewujudkan Kabupaten Sidoarjo Yang Inovatif, Mewujudkan Kabupaten Sidoarjo Yang Inovatif, Mewujudkan Kabupaten Sidoarjo Yang Inovatif, Mandiri, Sejahtera dan Berkelanjutan
Mandiri, Sejahtera dan Berkelanjutan Mandiri, Sejahtera dan Berkelanjutan Mandiri, Sejahtera dan Berkelanjutan.
1.2 Maksud dan Tujuan
Maksud dari penyususnan Renstra Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo Tahun 2016 – 2021 ini adalah sebagi pedoman dalam menentukan arah tujuan
7
organisasi sesuai dengan sasaran yang diprioritaskan melalui kebijakan, program dan kegiatan pokok sehingga seluruh komponen yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam organisiasi dapat memahami secara utuh arah dan tujuan yang ingin dicapai. Selain itu juga sebagai kendali dalam menentukan kebijakan dan program prioritas sehingga pelaksanaan penyelenggara tugas-tugas dapat berjalan secara baik. Sedangkan tujuan dari penyusunan Renstra Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo Tahun 2016-2021 adalah sebagai berikut:
1. Menjamin konsistensi pembangunan Dinas Tenaga Kerja dengan dokumen perencanaan lainnya.
2. Memberikan arah dan acuan pembangunan yang ingin dicapai Dinas Tenaga Kerja dalam kurun waktu lima tahun ke depan, sekaligus indikator capaian yang harus dipenuhi.
3. Menjamin komitmen seluruh pelaksana untuk berperan sesuai dengan kewenangan.
4. Sebagai pedoman pelaksanaan program pembangunan Dinas Tenaga Kerja dalam mewujudkan pembangunan yang sinergis dengan pembangunan Kabupaten Sidoarjo.
5. Melaksanakan komitmen terhadap kesepakatan program yang sudah dibahas secara partisipatif, mulai dari penyusunan, implementasi dan pertanggungjawaban.
1.3 Landasan Hukum
Penyusunan Rencana Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo Tahun 2016 – 2021 ini menggunakan landasan hukum sebagai berikut :
1. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten dalam Lingkungan Provinsi Jawa Timur.
2. Undang-undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
8
4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perancanaan Pembangunan Nasional;
5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah dan Pemerintah Daerah
6. Undang-undang No 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah 7. Instruksi Presiden RI Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah
8. Peraturan Pemerintah nomor 6 tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
9. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah
10. Peraturan Presiden Nomor 2 tahun 2015 tetang RPJMN tahun 2015 – 2019;
11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008
12. Peraturan Daerah Jawa Timur Nomor 3 tahun 2014 tentang RPJMD Provinsi Jawa Timur 2014-2019
13. Peraturan Daerah Kabupaten Sidoarjo Nomor 8 tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2016-2021. 14. Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan
Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Sidoarjo.
15. Peraturan Bupati Sidoarjo Nomor 74 tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo.
9
1.3 Sistematika Penyusunan
Sistematika penyusunan Rencana Strategi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo Tahun 2016 – 2021 tersusun sebagaiman berikut :
KATA PENGANTARKATA PENGANTARKATA PENGANTAR KATA PENGANTAR DAFTAR ISIDAFTAR ISIDAFTAR ISI DAFTAR ISI
BAB I BAB I BAB I
BAB I PENDAHULUANPENDAHULUAN PENDAHULUANPENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Maksud dan Tujuan 1.3 Landasan Hukum
1.4 Sistematika Penyususnan BAB II
BAB II BAB II
BAB II GAMBARAN PELAYANAN GAMBARAN PELAYANAN GAMBARAN PELAYANAN GAMBARAN PELAYANAN DINAS SOSIAL TENAGA KERJADINAS SOSIAL TENAGA KERJADINAS SOSIAL TENAGA KERJADINAS SOSIAL TENAGA KERJA SIDOARJOSIDOARJOSIDOARJO SIDOARJO 2.1 Tugas Pokok,Fungsi dan Struktur Organisasi
2.2 Analisis Lingkungan Strategis Organisasi 2.3 Sumber Daya Dinas Tenaga Kerja
2.4 Kinerja Pelayanan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo 2.5 Tantangan dan peluang Pengembangan pelayanan Sekretariat
Daerah Kabupaten Sidoarjo 2.6 Faktor Kunci Keberhasilan BAB III
BAB III BAB III
BAB III ISUISUISUISU----ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSIISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSIISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSIISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
3.1 Identifikasi permasalahan berdasakan Tugas dan Fungsi Pelayanan di Kecamatan
3.2 Telaahan Visi dan Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih
3.3 Telaahan rencana Pembangunan Jangka Menengah
3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis
3.5 Penentuan Isu – Isu Strategis BAB IV
BAB IV BAB IV
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI DANVISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI DANVISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI DANVISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN ARAH KEBIJAKAN ARAH KEBIJAKAN ARAH KEBIJAKAN OPDOPDOPDOPD SEKRETARAT DAERAH SIDOARJO
SEKRETARAT DAERAH SIDOARJO SEKRETARAT DAERAH SIDOARJO SEKRETARAT DAERAH SIDOARJO
10
4.2 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah OPD 4.2 Strategi dan kebijakan OPD
BAB V BAB V BAB V
BAB V RENCANA RENCANA RENCANA RENCANA PROGRAM PROGRAM PROGRAM PROGRAM DAN DAN DAN DAN KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN INDIKATOR INDIKATOR INDIKATOR INDIKATOR KINERJA KINERJA KINERJA KINERJA KELOMPOK SASARAN DAN PENDA
KELOMPOK SASARAN DAN PENDA KELOMPOK SASARAN DAN PENDA
KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATORNAAN INDIKATORNAAN INDIKATOR NAAN INDIKATOR 5.1 Indikator Kinerja 5.2 Kelompok Sasaran 5.3 Pendanaan Indikator BAB VI BAB VI BAB VI
BAB VI INDIKATOR KINERJA KECAMATAN PORONG YANG MENGACU PADA INDIKATOR KINERJA KECAMATAN PORONG YANG MENGACU PADA INDIKATOR KINERJA KECAMATAN PORONG YANG MENGACU PADA INDIKATOR KINERJA KECAMATAN PORONG YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD
TUJUAN DAN SASARAN RPJMD TUJUAN DAN SASARAN RPJMD TUJUAN DAN SASARAN RPJMD 6.1 Tujuan
6.2 Sasaran BAB VII PENUTUP BAB VII PENUTUP BAB VII PENUTUP BAB VII PENUTUP
11
BAB II GAMBARAN PELAYANAN OPD
2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi OPD
A. A. A.
A. SSSSusunan Organisasi usunan Organisasi usunan Organisasi usunan Organisasi Dinas Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja terdiri dari :terdiri dari :terdiri dari :terdiri dari : a.
a. a.
a. Unsur Pimpinan : Kepala Dinas.Unsur Pimpinan : Kepala Dinas.Unsur Pimpinan : Kepala Dinas. Unsur Pimpinan : Kepala Dinas. b.
b. b.
b. Unsur Unsur Unsur Staf : Sekretariat,Unsur Staf : Sekretariat,Staf : Sekretariat,Staf : Sekretariat, tediri dari:tediri dari:tediri dari:tediri dari:
1) Sub. Bagian Umum dan Kepegawaian. 2) Sub. Bagian Perencanaan dan Keuangan. c.
c. c.
c. Unsur PelaksanUnsur PelaksanUnsur Pelaksana terdiri dari :Unsur Pelaksana terdiri dari :a terdiri dari : a terdiri dari :
1) Bidang Pelatihan kerja dan Produktifitas terdiri dari: a) Seksi Kelembagaan Pelatihan.
b) Seksi Penyelenggaraan dan Peningkatan Produktivitas.
2) Bidang Penempatan Kerja, Perluasan Kerja dan Transmigrasi terdiri dari:
a) Seksi Penempatan Tenaga Kerja .
b) Seksi Perlindungan dan Perluasan Kesempatan Kerja. c) Seksi Transmigrasi.
12
3) Bidang Hubungan Industrial dan Kesejahteraan Pekerja teridi dari : a) Seksi Persyaratan Kerja.
b) Seksi Kesejahteraan Pekerja.
c) Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. 4) Unit Pelaksana Teknis.
5) Kelompok Jabatan Fungsional. a) Mediator Hubungan Industrial. b) Pengantar Kerja.
B.
B. B.
B. Tugas Pokok Dan Fungsi.Tugas Pokok Dan Fungsi.Tugas Pokok Dan Fungsi.Tugas Pokok Dan Fungsi.
Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo, mempunyai tugas membantu Bupati melaksanakan urusan pemerintahan bidang tenaga kerja dan bidang transmigrasi serta tugas pembantuan yang diberikan kepada kabupaten. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan fungsi :
a. Perumusan kebijakan bidang tenaga kerja dan bidang transmigrasi; b. Pelaksanaan kebijakan bidang tenaga kerja dan bidang transmigrasi; c. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan bidang tenaga kerja dan bidang
transmigrasi;
d. Pelaksanaan administrasi Dinas Tenaga Kerja;
e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugasnya.
1) 1) 1)
1) Tugas dan Fungsi masingTugas dan Fungsi masingTugas dan Fungsi masingTugas dan Fungsi masing----masing bagian pada masing bagian pada masing bagian pada masing bagian pada Dinas Dinas Dinas Tenaga KerjaDinas Tenaga KerjaTenaga Kerja.... Unsur staf Tenaga Kerja Unsur staf Unsur staf Unsur staf ---- Sekretariat tediri dari:
Sekretariat tediri dari: Sekretariat tediri dari: Sekretariat tediri dari:
Melaksanakan penyusunan perencanaan, pelaporan, umum dan kepegawaian dan keuangan.
Fungsi :
13
2. Pelayanan administrasi umum dan kepegawaian;
3. Pengelolaan administrasi keuangan dan sarana prasarana;
4. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai tugasnya. a)
a) a)
a) Sub Bagian Sub Bagian Sub Bagian Sub Bagian Umum dan KepegawaianUmum dan KepegawaianUmum dan KepegawaianUmum dan Kepegawaian Mempunyai Tugas :Mempunyai Tugas :Mempunyai Tugas :Mempunyai Tugas :
1. Melaksanakan pelayanan surat menyurat, kearsipan, perpustakaan dan dokumentasi;
2. Melaksanakan pengelolaan barang;
3. Menerima dan mengkoordinasikan tindaklanjut pelayanan permohonan perizinan dan pengaduan masyarakat;
4. Melaksanakan pembinaan dan administrasi kepegawaian;
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh sekretaris sesuai dengan tugasnya.
b) b) b)
b) SSSSub Bagian ub Bagian ub Bagian Perencanaan dan Keuanganub Bagian Perencanaan dan KeuanganPerencanaan dan KeuanganPerencanaan dan Keuangan Mempunyai Tugas:Mempunyai Tugas:Mempunyai Tugas:Mempunyai Tugas:
1. Mengumpulkan dan mengolah data dalam rangka penyusunan dokumen perencanaan program;
2. Menyusun laporan dinas;
3. Menyusun rencana kebutuhan anggaran 4. Melaksanakan administrasi keuangan;
5. Melaksanakan laporan pengelolaan keuangan;
6. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai dengan tugasnya.
2) 2) 2)
2) Bidang PelatihanBidang PelatihanBidang PelatihanBidang Pelatihan Kerja dan Kerja dan Kerja dan Produktivitas Kerja dan Produktivitas Produktivitas Produktivitas mempunyaimempunyaimempunyaimempunyai ttttugas:ugas:ugas: ugas:
Melaksanakan sebagian tugas Dinas dalam Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas.
Fungsi: Fungsi: Fungsi: Fungsi:
1. Penyusunan kebijakan teknis pelatihan kerja dan produktivitas; 2. Pelaksanaan kegiatan pelatihan kerja dan produktivitas;
14
4. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugasnya.
a. SSSSeksi eksi eksi eksi Kelembagaan PelatihanKelembagaan PelatihanKelembagaan Pelatihan mempunyai tugas:Kelembagaan Pelatihanmempunyai tugas:mempunyai tugas:mempunyai tugas:
1. Menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis kelembagaan pelatihan;
2. Menyiapkan bahan pelaksanaan teknis Kelembagaan Pelatihan meliputi :
a. Program bidang kelembagaan pelatihan;
b. Pengaturan, penyuluhan dan pemrosesan rekomendasi perizinan lembaga pelatihan kerja, balai latihan kerja luar negeri dan perizinan penyelenggaraan pelatihan;
c. Pemberian tanda daftar lembaga pelatihan kerja;
d. Koordinasi sertifikasi kompetensi dan akreditasi lembaga pelatihan serta standarisasi;
e. Permohonan legalisasi sertifikat pelatihan oleh lembaga pelatihan; f. Memberikan rekomendasi permohonan bantuan pelatihan dan
peralatan kepada lembaga pelatihan;
g. Pelaksanaan sosialisasi regulasi bidang pelatihan kerja kepada lembaga pelatihan kerja swasta;
3. Menyiapkan bahan laporan pelaksanaan teknis kelembagaan pelatihan;
4. Melaksanakan tugas ketatausahaan bidang;
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan tugasnya.
b. Seksi Penyelenggaraan Pelatihan dan Peningkatan ProduktivitasSeksi Penyelenggaraan Pelatihan dan Peningkatan ProduktivitasSeksi Penyelenggaraan Pelatihan dan Peningkatan ProduktivitasSeksi Penyelenggaraan Pelatihan dan Peningkatan Produktivitas Mempunyai Tugas
Mempunyai Tugas Mempunyai Tugas Mempunyai Tugas::::
1. Menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan pelatihan dan peningkatan produktivitas;
15
2. Menyiapkan bahan pelaksanaan teknis penyelenggaraan pelatihan dan peningkatan produktivitas meliputi :
a. Pemagangan dalam negeri dan evaluasi perjanjian pemagangan dalam negeri;
b. Evaluasi terhadap fasilitasi uji kompetensi; c. Pendaftaran dan persiapan pemagangan.
3. Menyiapkan bahan laporan pelaksanaan teknis penyelenggaraan pelatihan dan peningkatan produktivitas;
4. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan tugasnya.
3) 3) 3)
3) Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kerja dan TransmigrasiBidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kerja dan TransmigrasiBidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kerja dan TransmigrasiBidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kerja dan Transmigrasi mempunyai t
mempunyai t mempunyai t mempunyai tugas:ugas:ugas:ugas:
melaksanakan sebagian tugas dinas dalam bidang penempatan tenaga kerja, perluasan kerja dan transmigrasi.
fungsi: fungsi: fungsi: fungsi:
1. Menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis penempatan tenaga kerja, perluasan kerja dan transmigrasi;
2. Menyiapkan bahan pelaksanaan teknis penempatan tenaga kerja, perluasan kerja dan transmigrasi;
3. Menyiapkan bahan laporan pelaksanaan teknis penempatan tenaga kerja, perluasan kerja dan transmigrasi;
4. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh kepala dinas sesuai dengan tugasnya.
a. a.a.
a. Seksi Penempatan Tenaga Kerja MempunyaSeksi Penempatan Tenaga Kerja MempunyaSeksi Penempatan Tenaga Kerja MempunyaSeksi Penempatan Tenaga Kerja Mempunyai Tugas:i Tugas:i Tugas:i Tugas:
1. Menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis penempatan tenaga kerja;
16
3. Menyiapkan bahan laporan pelaksanaan teknis penempatan tenaga kerja;
4. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan tugasnya
b. b.b.
b. SeksiSeksiSeksiSeksi Perlindungan danPerlindungan danPerlindungan danPerlindungan dan Perluasan Kesempatan Kerja Mempunyai Tugas :Perluasan Kesempatan Kerja Mempunyai Tugas :Perluasan Kesempatan Kerja Mempunyai Tugas :Perluasan Kesempatan Kerja Mempunyai Tugas : 1. Menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis perlindungan dan
perluasan kesempatan kerja;
2. Menyiapkan bahan pelaksanaan teknis perlindungan dan perluasan kesempatan kerja;
3. Menyiapkan bahan laporan pelaksanaan teknis perlindungan dan perluasan kesempatan kerja;
4. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan tugasnya.
c. c.c.
c. seksi transmigrasi mempunyai tugas :seksi transmigrasi mempunyai tugas :seksi transmigrasi mempunyai tugas :seksi transmigrasi mempunyai tugas :
1. Menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis transmigrasi; 2. Menyiapkan bahan pelaksanaan teknis transmigrasi;
3. Menyiapkan bahan laporan pelaksanaan teknis transmigrasi; 4. Melaksanakan tugas ketatauusahaan bidang;
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan bidang tugasnya.
4) 4) 4)
4) Bidang Hubungan Industrial dan Kesejahteraan PekerjaBidang Hubungan Industrial dan Kesejahteraan PekerjaBidang Hubungan Industrial dan Kesejahteraan PekerjaBidang Hubungan Industrial dan Kesejahteraan Pekerja mempunyai mempunyai mempunyai Tugas:mempunyai Tugas:Tugas:Tugas: melaksanakan sebagian tugas dinas dalam Bidang Hubungan Industrial dan Kesejahteraan Pekerja.
fungsi: fungsi: fungsi: fungsi:
1. Penyusunan kebijakan teknis bidang hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja;
17
2. Pelaksanaan kegiatan hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja;
3. Pelaporan pelaksanaan kegiatan hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja;
4. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugasnya.
a. a. a.
a. Seksi Seksi Seksi Persyaratan Kerja Mempunyai Tugas :Seksi Persyaratan Kerja Mempunyai Tugas :Persyaratan Kerja Mempunyai Tugas :Persyaratan Kerja Mempunyai Tugas :
1. Menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis persyaratan kerja; 2. Menyiapkan bahan pelaksanaan teknis persyaratan kerja, meliputi :
a. Pembentukan lembaga sarana hubungan industrial perusahaan melalui lembaga kerjasama bipartite, perjanjian kerja, peraturan perusahaan dan perjanjian kerja bersama;
b. Memberikan bukti pelaporan jenis pekerjaan penunjang bagi perusahaan pemberi pekerjaan;
c. Memberikan bukti pendaftaran perjanjian kerjasama dan perjanjian pemborongan pekerjaan antara perusahaan pemberi kerja dengan perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh dan perusahaan penerima pekerjaan;
d. Memberikan bukti pencatatan serikat pekerja/ serikat buruh dan perjanjian kerja waktu tertentu;
e. Memberikan pembinaan dan pengembangan sarana hubungan industrial.
3. Menyiapkan bahan laporan pelaksanaan teknis persyaratan kerja; 4. Melaksanakan tugas ketatausahaan bidang; e. melaksanakan tugas lain
yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan tugasnya.
b. b. b.
b. Seksi Seksi Seksi Seksi Kesejahteraan PekerjaKesejahteraan PekerjaKesejahteraan PekerjaKesejahteraan Pekerja MMMempunyai Tugas:Mempunyai Tugas:empunyai Tugas: empunyai Tugas:
1. Menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis kesejahteraan pekerja; 2. Menyiapkan bahan pelaksanaan teknis kesejahteraan pekerja;
18
3. Menyiapkan bahan laporan pelaksanaan teknis kesejahteraan pekerja; 4. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai
dengan tugasnya.
c. c. c.
c. Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Mempunyai Tugas :Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Mempunyai Tugas :Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Mempunyai Tugas :Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Mempunyai Tugas : 1. Menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis penyelesaian
perselisihan hubungan industrial;
2. Menyiapkan bahan pelaksanaan teknis penyelesaian perselisihan hubungan industrial, meliputi: pencegahan dan penyelesaian perselisihan hubungan industrial, mogok kerja dan penutupan perusahaan;
3. Menyiapkan bahan laporan pelaksanaan teknis penyelesaian perselisihan hubungan industrial;
4. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan tugasnya.
2.2 Sumber Daya
2.2 Sumber Daya
2.2 Sumber Daya
2.2 Sumber Daya OPD
OPD
OPD
OPD
2.2.1 Sumber Daya Manusia
a. a. a.
a. Data Berdasarkan Ekselonisasi Data Berdasarkan Ekselonisasi Data Berdasarkan Ekselonisasi Data Berdasarkan Ekselonisasi Eselonisasi Jabatan
Eselonisasi Jabatan Eselonisasi Jabatan Eselonisasi Jabatan
Eselonisasi jabatan yang ada di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo adalah sebagai berikut :
1. Kepala Dinas : Eselon II b. 2. Sekretaris Dinas : Eselon III a. 3. Kepala Bidang : Eselon III a. 4. Kepala Seksi : Eselon IV a. 5. Kepala Sub. Bagian : Eselon IV a.
19
b. b. b.
b. Data Berdasarkan Jabatan Struktural Data Berdasarkan Jabatan Struktural Data Berdasarkan Jabatan Struktural Data Berdasarkan Jabatan Struktural
Dinas tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo dipimpin oleh seorang Kepala Dinas dan dibantu oleh :
Tabel 1. Tabel 1. Tabel 1.
Tabel 1. Jumlah Jumlah Jumlah Jabatan StrukturalJumlah Jabatan StrukturalJabatan Struktural DisnakerJabatan StrukturalDisnakerDisnakerDisnaker Kabupaten SidoarjoKabupaten SidoarjoKabupaten SidoarjoKabupaten Sidoarjo
No Golongan Jumlah 1 1 1 1 Sekretaris. 1 2 2 2 2 Kepala Bidang 3 3 3 3
3 Kepala Sub. Bagian 2 4 4 4 4 Kepala Seksi 8 5 5 5 5 Staff 21 6 6 6 6 pegawai Fungsional 5 Jumlah 40
Sumber: LakiSumber: LakiSumber: Lakip Sumber: Lakip p Disnakerp DisnakerDisnakerDisnaker Kabupaten Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo
Seluruh pegawai Dinas Tenaga Kerja berjumlah 40 orang termasuk kepala dinas. Kondisi aparatur ditinjau dari jumlah, jenis kelamin, tingkat pendidikan formal dan pendidikan penjenjangan maupun pendidikan khusus, maka kondisinya dapat diketahui dan dilihat pada bagan sebagai berikut :
28 Orang 12 orang
Gambar 1. Jumlah Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin Disnaker Kabupaten Sidoarjo
20
Sumber: Lakip Sumber: Lakip Sumber: Lakip
Sumber: Lakip DisnakerDisnakerDisnaker Kabupaten SidoarjoDisnakerKabupaten SidoarjoKabupaten SidoarjoKabupaten Sidoarjo
Berdasarkan gambar diatas jumlah pegawai laki-laki lebih banyak dengan jumlah sebesar 28 orang, sedangkan perempuan sejumlah 12 orang.
c.
c. c.
c. Data BerdasarkanData BerdasarkanData Berdasarkan Pendidikkan Penjenjangan.Data BerdasarkanPendidikkan Penjenjangan.Pendidikkan Penjenjangan. Pendidikkan Penjenjangan.
Tabel 2. Berdasarkan Pendidikan Penjenjangan Tabel 2. Berdasarkan Pendidikan PenjenjanganTabel 2. Berdasarkan Pendidikan Penjenjangan Tabel 2. Berdasarkan Pendidikan Penjenjangan
No Eselon Jumlah 1 11 1 DIKLATPIM II 1 2 22 2 DIKLATPIM III 4 3 33 3 DIKLATPIM IV 10 Jumlah 15 Sumber: Lakip Sumber: Lakip Sumber: Lakip
Sumber: Lakip DisnakerDisnakerDisnakerDisnaker Kabupaten SidoarjoKabupaten SidoarjoKabupaten SidoarjoKabupaten Sidoarjo
Tabel 2 menunjukkan pendidikan penjenjangan sejumlah 15 orang, dengan DIKLATPIM II berjumlah 1 orang, DIKLATPIM III sejumlah 4 orang, DIKLATPIM IV sejumlah 10 orang.
d. d. d.
d. Pendidikkan khusus.Pendidikkan khusus. Pendidikkan khusus.Pendidikkan khusus.
Pendidikkan khusus ini diarahkan untuk mencetak tenaga-tenaga fungsional yang diselenggarakan oleh Balai Pendidikkan dan Pelatihan Kementerian Ketenagaekrjaan dengan jangka waktu yang telah ditentukan. Pendidikkan tersebut meliputi :
1. Pendidikkan bagi Pegawai Perantara/Mediator.
a. Bertugas apabila ada perselisihan antara pekerja dan pihak pengusaha di bidang ketenagakerjaan dan melaksanakan pembinaan Hubungan Industrial dan syarat kerja.
2. Pendidikkan bagi Pegawai Pengantar Kerja.
21
2.2.2 Sarana dan Prasarana
Untuk mendukung kegiatan sehari-hari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo mempunyai :
1. Gedung di Jalan Raya Jati Nomor 4 dengan luas tanah 1.607 M² dengan luas bangunan lantai 1.785 M² dan lantai II 254 M².
2. Sedangkan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo tersedia sarana dan Prasarana sebagai berikut
a. a. a.
a. Kendaraan roda 4 : 7 buah b.
b. b.
b. Kendaraan roda 2 : 19 buah
2.3 Kinerja Pelayanan OPD
Bagian ini menunjukkan tingkat capaian kinerja OPD berdasarkan sasaran/target Renstra OPD periode sebelumnya, menurut SPM untuk urusan wajib, dan/atau indikator kinerja pelayanan OPD dan/atau indikator lainnya seperti MDGs atau indikator yang telah diratifikasi oleh pemerintah.
A. A. A.
A. Urusan Ketenagakerjaan Urusan Ketenagakerjaan Urusan Ketenagakerjaan Urusan Ketenagakerjaan 1.
1. 1.
1. Tingkat Pengangguran TerbukaTingkat Pengangguran TerbukaTingkat Pengangguran Terbuka Tingkat Pengangguran Terbuka
Untuk mengukur tingkat ketersediaan kesempatan kerja oleh pemerintah kabupaten maka tingkat pengangguran terbuka merupakan salah satu ukurannya.
Berikut grafik perkembangan tingkat pengangguran terbuka selama lima tahun.
22
Sumber Data : Badan Pusat Statistik
Dari grafik di atas terlihat bahwa tingkat pengangguran terbuka menunjukkan tren menurun dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2014 namun meningkat kembali pada tahun 2015. Realisasi tingkat pengangguran Terbuka tahun 2015 berdasarkan data BPS meningkat cukup signifikan sebesar 6,30% apabila dibandingkan dengan tahun 2014 sebesar 3,88%.Hal ini disebabkan pertumbuhan angkatan kerja yang tinggi belum disertai dengan pertumbuhan kesempatan kerja yang memadai.
Perkembangan penduduk usia kerja per kelompok umur sampai dengan tahun 2015 dapat dilihat pada grafik berikut:
8,35% 4,75% 5,21% 4,13% 3,88% 6,30% 2010 2011 2012 2013 2014 2015
Gambar 6. Pengangguran Terbuka Kabupaten Sidoarjo Tahun 2010-2015
23
Dalam grafik di atas, pada tahun 2015 terjadi peningkatan pertumbuhan angkatan kerja yang cukup signifikan pada angkatan kerja yang berusia 35-39 tahun yaitu meningkat 34.222 orang, peningkatan angkatan kerja juga meningkat pada golongan umur usia 20-24 tahun dan usia 25-29 tahun sehingga mengindikasikan bahwa meningkat angkatan kerja usia tersebut bukan dari dampak pertumbuhan penduduk karena kelahiran melainkan dari dampak urbanisasi karena UMK di Kabupaten Sidoarjo cukup tinggi serta merupakan kabupaten penyangga dan berbatasan langsung dengan Kota Surabaya dan menjadi gerbang memasuki kota Surabaya.
Sedangkan pertumbuhan pengangguran terbuka per kelompok umur dapat dilihat pada grafik berikut:
- 20.000 40.000 60.000 80.000 100.000 120.000 140.000 160.000 180.000 200.000 2011 2012 2013 2014 2015
Gambar 7. Penduduk Usia Kerja Kabupaten Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo Tahun 2011-2015
65+ 60-64 55-59 50-54 45-49 40-44 35-39 30-34 25-29 20–24 15–19
24
Dari tabel di atas dapat dijelaskan dengan pertumbuhan angkatan kerja yang tinggi dan pertumbuhan kesempatan kerja yang lesu karena dampak kenaikan upah minimum kabupaten yang selalu meningkat setiap tahunnya serta penduduk urban yang berpindah ke Kabupaten Sidoarjo tidak dibarengi dengan kualitas keterampilan yang dibutuhkan oleh pemberi kerja sehingga banyak penduduk urban yang tidak mendapat pekerjaan. Pertumbuhan angkatan kerja yang tinggi tidak mampu terserap pada lapangan kerja yang tersedia sehingga terjadi peningkatan pengangguran yang cukup signifikan pada kelompok usia yang mengindikasikan penduduk urban yaitu 20-24 tahun, 25-29 tahun dan 35-39 tahun pada tahun 2015.
Perkembangan jumlah angkatan kerja yang tidak bekerja dibanding angkatan kerja seperti terlihat pada grafik dibawah ini :
Gambar 9. Angkatan Kerja Kabupaten Sidoarjo Tahun 2010-2015
- 5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 30.000 2011 2012 2013 2014 2015
Gambar 8. Pengangguran Terbuka Kabupaten Sidoarjo Tahun 2011-2015
25
Sumber Data : Badan Pusat Statistik a.
a. a.
a. Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Tenaga Kerja Yang DitempatkanTenaga Kerja Yang DitempatkanTenaga Kerja Yang DitempatkanTenaga Kerja Yang Ditempatkan
Perkembangan jumlah tenaga kerja yang ditempatkan dapat dilihat pada grafik berikut ini :
Sumber Data : Dinas Tenaga Kerja
Pada tahun 2015, jumlah tenaga kerja yang berhasil ditempatkan sebanyak 4.233 orang. Apabila dibandingkan dengan target RPJMD tahun 2015 sebanyak 4.600 orang, maka capaian kinerja tahun 2015 sebesar 92% dari target yang telah ditetapkan. Apabila dibandingkan dengan realisasi tahun 2014, maka tenaga kerja yang ditempatkan tahun 2015 mengalami peningkatan 24 orang. 1 .0 0 1 .2 2 5 1 .0 1 9 .0 3 5 1 .0 6 0 .7 9 0 1 .0 1 7 .6 6 2 1 .0 6 9 .7 0 8 1 .0 8 3 .5 1 9 8 3 .6 0 3 4 8 .4 4 4 5 0 .8 1 6 4 2 .4 1 6 4 1 .4 6 5 6 8 .3 1 1 2 0 1 0 2 0 1 1 2 0 1 2 2 0 1 3 2 0 1 4 2 0 1 5
Angkatan kerja tidak bekerja
2010 2011 2012 2013 2014 2015 Ditempatkan 9.437 854 1.072 3.276 4.209 4.233 -2.000 4.000 6.000 8.000 10.000
Gambar 10. Tenaga Kerja yang Ditempatkan Kabupaten Sidoarjo Tahun 2010-2015
26
Upaya untuk meningkatkan jumlah tenaga kerja yang ditempatkan dengan tetap melaksanakan bursa kerja terbuka, bursa kerja khusus, bursa kerja online dan melaksanakan pembinaan ke perusahaan untuk melaporkan penempatan ke dinas terkait.
b. b. b.
b. Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Perselisihan Perselisihan Perselisihan Hubungan Perselisihan Hubungan Hubungan Hubungan Industrial Dan Industrial Dan Industrial Dan Mogok KerjaIndustrial Dan Mogok KerjaMogok KerjaMogok Kerja
Kasus-kasus yang dapat menimbulkan Perselisihan Hubungan Industrial antara pekerja/buruh, serikat pekerja/serikat buruh dengan pengusaha menyangkut perselisihan hak, perselisihan kepentingan, perselisihan PHK dan peselisihan serikat pekerja/serikat buruh dalam satu perusahaan.
Berikut ini adalah perkembangan jumlah perselisihan hubungan industrial dan mogok kerja dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 11. Jumlah Perselisihan Kerja Kabupaten Sidoarjo Tahun 2010-2015
Sumber Data : Dinas Tenaga Kerja
Pada 2015 keseluruhan perselisihan sebanyak 96 kasus, dibandingkan dengan tahun 2014 sebanyak 112 kasus, terjadi penurunan sejumlah 16 kasus. Apabila dibandingkan dengan target RPJMD tahun
2010 2011 2012 2013 2014 2015 HAK 13 15 12 8 11 24 PHK 45 80 59 52 61 63 Kepentingan 12 3 7 3 10 8 Mogok Kerja 4 0 16 31 30 11 1 3 15 1 2 8 1 1 2 4 4 5 8 0 5 9 5 2 6 1 63 1 2 3 7 3 1 0 8 4 0 1 6 3 1 3 0 1 1
27
2015 sebanyak 130 kasus, maka capaian kinerja tahun 2015 mencapai 73,85%. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara pekerja/buruh atau antara serikat pekerja/serikat buruh dengan perusahaan semakin kondusif. Kasus perselisihan hubungan industrial tersebut dapat tertangani atau diselesaikan dengan anjuran tertulis oleh Mediator Hubungan Industrial dan selesai secara kekeluargaan (bipartit).
c. c. c.
c. Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Perusahaan Yang MenePerusahaan Yang MenePerusahaan Yang Menerapkan Norma Perusahaan Yang Menerapkan Norma rapkan Norma BPJS Ketenagakerjaanrapkan Norma BPJS KetenagakerjaanBPJS Ketenagakerjaan BPJS Ketenagakerjaan
Bahwa sistem jaminan nasional merupakan program Negara yang bertujuan memberikan kepastian perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak.
Pembinaan dan pengawasan mekanisme norma BPJS Ketenagakerjaan di perusahaan merupakan komitmen tegas dan lugas dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam melindungi hak-hak pekerja/buruh. Berikut ini adalah grafik pekembangan jumlah perusahaan yang menerapkan norma BPJS Ketenagakerjaan.
Sumber Data: Dinas Tenaga Kerja
Jumlah perusahaan yang menerapkan norma BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan kecenderungan peningkatan. Pada tahun
1.383 1.531 1.877 2.138 2.532 2.778 500 1.000 1.500 2.000 2.500 3.000 2010 2011 2012 2013 2014 2015
Gambar 12. Penerapan Norma BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Sidoarjo Tahun 2010-2015
28
2015, jumlah perusahaan yang menerapkan norma BPJS sebanyak 2.778 perusahaan. Apabila dibandingkan dengan target RPJMD tahun 2015 sebanyak 1.483 perusahaan, maka capaian kinerja tahun 2015 sebesar 187,32%. Apabila dibandingkan dengan realisasi tahun 2014 sebanyak 2.532 perusahaan, terdapat peningkatan 246 perusahaan yang menerapkan norma BPJS Ketenagakerjaan.
Peningkatan jumlah perusahaan yang menerapkan norma BPJS Ketenagakerjaan merupakan suatu upaya intensifikasi dan ekstensifikasi bersama-sama stakeholder dalam pembinaan dan pengawasan norma BPJS Ketenagakerjaan pada perusahaan.
d. d. d.
d. Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah PeruPeruPeruPerusahaan Yang Menerapkan Norma sahaan Yang Menerapkan Norma Keselamatan sahaan Yang Menerapkan Norma sahaan Yang Menerapkan Norma Keselamatan Keselamatan Keselamatan Dan Dan Dan Dan Kesehatan Kerja Kesehatan Kerja Kesehatan Kerja Kesehatan Kerja ((((K3K3K3)))) K3
Norma keselamatan kerja merupakan sarana atau alat untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang tidak diduga yang disebabkan oleh kelalaian kerja, lingkungan kerja yang tidak kondusif/aman, perilaku kerja yang tidak baik serta peralatan yang dipergunakan tidak aman.
Pada tahun 2015, jumlah perusahaan yang menerapkan norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebanyak 2.505 perusahaan atau 122,25% dari target RPJMD tahun 2015 sebanyak 2.049 perusahaan. Jika dibandingkan dengan tahun 2014, jumlah perusahaan yang menerapkan norma K3 tahun 2015 naik sebesar 154 perusahaan atau 6,55%.
Perkembangan jumlah perusahaan yang menerapkan norma K3 dapat dilihat pada grafik berikut ini :
29
Sumber Data: Dinas Tenaga Kerja
Penerapan norma K3 ditinjau dari penggunaan alat-alat produksi perusahaan yang mempunyai legalitas serta dapat dijaminnya alat tersebut layak dipakai.
Upaya meningkatkan perusahaan yang menerapkan Norma K3 adalah sebagai berikut:
1. Pembinaan terhadap perusahaan untuk zero accident.
2. Pembinaan terhadap perusahaan dalam penerapan SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan dan kesehatan kerja).
3. Melaksanakan pemeriksaan pertama dan atau berkala terhadap penggunaan alat K3.
4. Penerbitan pengesahan pemakaian alat-alat K3/alat produksi.
Terhadap perusahaan yang belum melaksanakan norma K3 akan dilakukan upaya sinergis bersama-sama stakeholder dalam meningkatkan pembinaan dan pengawasan tentang K3 di perusahaan, serta membangun brand image positif dengan pelaksanaan K3 di perusahaan oleh pengawas ketenagakerjaan.
e. e. e.
e. Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Perusahaan Yang AdaPerusahaan Yang AdaPerusahaan Yang AdaPerusahaan Yang Ada
Keberadaan perusahaan atas dasar ketentuan wajib lapor ketenagakerjaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 07
888 1.894 2.049 2.210 2.351 2.505 -250 500 750 1.000 1.250 1.500 1.750 2.000 2.250 2.500 2.750 2010 2011 2012 2013 2014 2015
Gambar 13 Perusahaan Menerapkan Norma K3 Kabupaten Sidoarjo Tahun 2010-2015
30
Tahun 1981. Realisasi jumlah perusahaan yang ada pada tahun 2015 sebanyak 2.846 perusahaan atau mencapai 138,90% dari target RPJMD tahun 2015 sebanyak 2.049 perusahaan. Apabila dibandingkan dengan realisasi tahun 2014 sebanyak 2.635 perusahaan, maka tahun 2015 jumlah perusahaan yang ada naik sebanyak 211 perusahaan atau 6,55%.
Perkembangan jumlah perusahaan yang ada di dapat dilihat dalam grafik berikut:
Sumber Data : Dinas Tenaga Kerja
Upaya yang akan terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran perusahaan untuk melaporkan ketenagakerjaannya adalah dengan memberikan pembinaan tentang pentingnya laporan ketenagakerjaan sebagai bahan bagi pemerintah dalam memetakan dan menyusun kebijakan pemerintah di bidang ketenagakerjaan.
f. f. f.
f. Angka Angka Angka Angka Kecelakaan KerjaKecelakaan KerjaKecelakaan Kerja Kecelakaan Kerja
Realisasi kecelakaan kerja tahun 2015 sebanyak 3.575 kejadian. Apabila dibandingkan dengan target RPJMD tahun 2015 sebanyak 3.800 kejadian, maka capain kinerja tahun 2015 mencapai 94,08% dari target yang telah ditetapkan. Sedangkan jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2014, maka realisasi tahun 2015 mengalami penurunan sebanyak 38 kejadian atau 1,05%. 2 .0 4 9 2 .1 8 8 2 .4 0 6 2 .5 6 0 2 .6 3 5 2 .8 4 6 2 0 1 0 2 0 1 1 2 0 1 2 2 0 1 3 2 0 1 4 2 0 1 5 G a m b a r 1 3 . Pe r ke m b a n ga n Pe r u s a h a a n y a n g A d a Ka b u p at e n S i d o a r j o
31
Adapun perkembangan angka kecelakaan kerja disajikan dalam grafik berikut ini.
Sumber Data : Dinas Tenaga Kerja
Menurunnya angka kecelakaan kerja berkat upaya pembinaan dan pengawasan oleh pihak yang terkait yaitu oleh PT Jamsostek yang sekarang menjadi BPJS Ketenagakerjaan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan kesadaran dari para pengusaha dan pekerja untuk selalu tertib dalam pelaksaan K3 pada upaya arah penciptaan zero accident .
g. g. g.
g. Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Penindakan Kasus PelPenindakan Kasus PelPenindakan Kasus Pelanggaran KetenagakerjaanPenindakan Kasus Pelanggaran Ketenagakerjaananggaran Ketenagakerjaananggaran Ketenagakerjaan
Penindakan atas kasus pelanggaran ketenagakerjaan diambil setelah kepada perusahaan yang melanggar diberikan pembinaan non pro justisia berupa nota pemeriksaan. Jika rekomendasi hasil pemeriksaan tidak dilaksanakan, atas pelanggaran tersebut ditindaklanjuti dengan tindakan pro justisia.
Realisasi jumlah penindakan kasus pelanggaran ketenagakerjaan pada tahun 2015 sebanyak 122 kasus. Apabila dibandingkan dengan target RPJMD tahun 2015 sebanyak 30 kasus, maka capaian kinerja tahun 2015 sebesar 406,67% dari target yang telah ditetapkan. Sedangkan jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2014 sebanyak 96 kasus maka realisasi tahun 2015 mengalami peningkatan sebanyak 26 kasus atau naik 27,08%. 4.148 4.277 3.551 3.902 3.613 3.575 -1.000 2.000 3.000 4.000 5.000 2010 2011 2012 2013 2014 2015
Gambar 14. Perkembangan Angka Kecelakaan Kerja Kabupaten Sidoarjo
32
Perkembangan jumlah penindakan kasus pelanggaran ketenagakerjaan terlihat pada grafik berikut ini :
Sumber Data: Dinas Tenaga Kerja
Tahun 2015 telah dilakukan pemeriksaan dan pembinaan oleh pengawas ketenagakerjaan terhadap 567 perusahaan, sebagian besar perusahaan-perusahaan tersebut telah menjalankan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sesuai dengan nota pemeriksaan pengawas ketenagakerjaan. Namun demikian, untuk perusahaan yang tidak menindaklanjuti dan menjalankan ketentuan, telah dilakukan penindakan yaitu sejumlah 122 perusahaan. Peningkatan penindakan kasus pelanggaran ini, menunjukkan adanya ketegasan kinerja pembinaan yang berdampak pada peningkatan kesadaran perusahaan untuk memenuhi ketentuan perundang-undangan.
h. h. h.
h. Jumlah Peusahaan yang membentukJumlah Peusahaan yang membentukJumlah Peusahaan yang membentukJumlah Peusahaan yang membentuk //// memmemmemmembuat sarana Hubungan Industrial (HI)buat sarana Hubungan Industrial (HI)buat sarana Hubungan Industrial (HI) buat sarana Hubungan Industrial (HI) Berikut adalah tabel perkembangan jumlah perusahaan yang telah membuat/membentuk sarana hubungan industrial.
5 9 1 8 9 1 93 96 1 2 2 2 0 1 0 2 0 1 1 2 0 1 2 2 0 1 3 2 0 1 4 2 0 1 5 G a m b a r 1 5 . J u m l a h P e n i n d a ka n Pe l a n g ga ra n Ket e n a ga ke r j a a n
33
Tabel 3. Tabel 3. Tabel 3.
Tabel 3. Perkembangan jumlah perusahaan yang telah membentuk Perkembangan jumlah perusahaan yang telah membentuk Perkembangan jumlah perusahaan yang telah membentuk Perkembangan jumlah perusahaan yang telah membentuk sarana Hubungan Industrial
sarana Hubungan Industrialsarana Hubungan Industrial sarana Hubungan Industrial
No NoNo
No Jenis Sarana HIJenis Sarana HIJenis Sarana HIJenis Sarana HI 2010201020102010 2011201120112011 2012 201220122012 2013201320132013 2014201420142014 2015201520152015 1 11 1 Peraturan Perusahaan 962 1076 1120 1227 1438 1680 2 22 2 Perjanjian Kerja Bersama (PKB) 202 204 204 215 259 283 3 33 3 LKS Bipartit 66 85 107 124 138 155
Sarana hubungan industrial sangat penting dalam medukung terciptanya hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan bekeadilan di dalam perusahaan. Hal ini karena dalam peraturan perusahaan dan perjanjian kerja bersama tercantum dengan jelas akan hak dan kewajiban masing-masing pihak, baik pengusaha maupun pekerja/buruh.
Sedangkan keberadaan LKS (Lembaga Kerja Sama) Bipartit yang merupakan fórum komunikasi, konsultasi untuk musyawarah antara wakil serikat pekerja/serikat buruh atau pekerja/buruh sangat diperlukan pada tingkat perusahaan guna membahas masalah hubungan industrial dalam rangka peningkatan produktivitas kerja dan kesejahteraan pekerja yang menjamin kelangsungan usaha dan terciptanya kesempatan kerja.
Sehingga di Kabupaten Sidoarjo tercipta hubungan industrial yang harmonis, dinamis, berkeadilan dan bermartabat, dan para calon investor asing akan menanamkan investasinya di Kabupaten Sidoarjo dengan rasa aman dan nyaman.
34
TabelTabel Tabel
Tabel 444. 4. . Capaian Indikator Kinerja . Capaian Indikator Kinerja Capaian Indikator Kinerja Dinas Tenaga Kerja Capaian Indikator Kinerja Dinas Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo Tahun 2011 s.d 2014Kabupaten Sidoarjo Tahun 2011 s.d 2014Kabupaten Sidoarjo Tahun 2011 s.d 2014 Kabupaten Sidoarjo Tahun 2011 s.d 2014
NO NONO
NO Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi Dinas SosFungsi Dinas Sosial dan TenagaFungsi Dinas SosFungsi Dinas Sosial dan Tenagaial dan Tenaga ial dan Tenaga
Target Target Target Target SPM SPMSPM
SPM Target IKKTarget IKKTarget IKKTarget IKK
Target Target Target Target Indikator Indikator Indikator Indikator Lainnya LainnyaLainnya Lainnya Target Renstra Target Renstra Target Renstra
Target Renstra OPDOPDOPDOPD Tahun keTahun keTahun ke---- Tahun ke Realisasi Capaian Tahun keRealisasi Capaian Tahun keRealisasi Capaian Tahun keRealisasi Capaian Tahun ke---- Rasio Capaian pada Tahun keRasio Capaian pada Tahun ke---- Rasio Capaian pada Tahun keRasio Capaian pada Tahun ke
2011 20112011 2011 20122012 20122012 2013201320132013 2014 201420142014 2011201120112011 2012201220122012 2013 201320132013 20142014 20142014 2011201120112011 2012 201220122012 2013201320132013 20142014 20142014 ----1111 -2 -3 -4 -5 -6 -7 -8 -9 -11 -12 -13 -14 -16 -17 -18 -19 4 4 4
4 Persentase penempatan tenaga kerja 10 10 10 15 39.5 16.19 77 78 100 61.7665225 12.987013 19.230769
5 5 5
5 Persentase perusahaan yang
memperoleh rekomendasi IMTA
100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
6 6 6
6 Jumlah calon wirausaha baru 270 312 312 340 320 363 502 340 86.538462 85.9504132 62.151394 100
7 7 7
7 Prosentase angkatan kerja yang
mendapatkan pelatihan
11 15.44 16 20 19.75 18.55 61.11 100 71.243523 83.2345013 26.182294 20
8 8 8
8 Prosentase lembaga pelatihan kerja
yang mendapatkan ijin/tanda daftar
100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
9 9 9
9 Prosentase balai latihan kerja luar
negeri yang memperoleh rekomendasi
100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
10 1010
10 Ketepatan waktu legaisasi sertifikat
pelatihan tenaga kerja
100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
11 1111
11 Jumlah transmigran yang
diberangkatkan ke daerah tujuan
15 30 10 5 24 16 10 - 50 187.5 100 #VALUE!
12 1212
12 Persentase kejadian mogok kerja yang berkaitan dengan masalah
ketenagakerjaan
0.7 0.2 0.3 1 0.03 0.7 1.2 1.13 350 28.5714286 25 88.495575
13 1313
13 jumlah kejadian perselisihan
hubungan industrial
128 70 65 82 #DIV/0! 196.92308 85.365854
14 1414
14 Ketepatan waktu penyelesaian permohonan pengesahan peraturan perusahaan
100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
15 1515
15 Jumlah perusahaan yang telah
mempunya peraturan perusahaan
91 486 1.024 1242 48.6 4655 1217 211 18.72428 10.4403867 0.0841413 588.62559
16 1616
16 Jumlah perusahaan yang telah
mempunyai pendaftaran PKB
512 220 215 259 238.13953 84.942085
17 1717
17 Ketepatan waktu pengesahan wajib
lapor ketenagakerjaan
35
NONONO
NO Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi Dinas SosFungsi Dinas Sosial dan TenagaFungsi Dinas SosFungsi Dinas Sosial dan Tenagaial dan Tenaga ial dan Tenaga
Target Target Target Target SPM SPMSPM
SPM Target IKKTarget IKKTarget IKKTarget IKK
Target Target Target Target Indikator Indikator Indikator Indikator Lainnya LainnyaLainnya Lainnya Target Renstra Target Renstra Target Renstra
Target Renstra OPDOPDOPDOPD Tahun keTahun keTahun ke---- Tahun ke Realisasi Capaian Tahun keRealisasi Capaian Tahun keRealisasi Capaian Tahun keRealisasi Capaian Tahun ke---- Rasio Capaian pada Tahun keRasio Capaian pada Tahun ke---- Rasio Capaian pada Tahun keRasio Capaian pada Tahun ke
2011 20112011
2011 20122012 20122012 2013201320132013 2014 201420142014 2011201120112011 2012201220122012 2013 201320132013 20142014 20142014 2011201120112011 2012 201220122012 2013201320132013 20142014 20142014 18
1818
18 Presentase ketepatan waktu penyelesaian pengesahan ijin alat-alat K3
40 45 100 100 40 45 100 100 88.888889 100 100 100
19 1919
19 Persentase perusahaan yang
mengajukan SK P2K3
10 13.92 15 55 13.92 50.36 60 71.83908 29.785544 91.666667
20 2020
20 Persentase perusahaan yang telah dilakukan pembinaan dan pengawasan ketenagakerjaan
49.5 30 20 30 18 16.79 35.28 40 165 178.677784 56.689342 75
21 2121
21 Persentase perusahaan yang
menerapkan norma jamsostek
50 85 83.81 77 59.658752 110.38961
22 2222
22 Persentase penyelesaian kasus norma
ketenagakerjaan
100 100 90 90 66 82.42 60 80 100 121.329774 150 112.5
23 2323
23 Persentase jumlah perusahaan yang
mencapai zero accident
3 3 2 15 6.79 1.87 12.84 15 100 160.427807 15.576324 100
24 2424
24 Persentase perusahaan pengerah tenaga kerja swasta yang telah memenuhi ketentuan normatif
36
2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan OPD A.
A.A.
A. TantanganTantanganTantanganTantangan
Tantangan-tantangan Dinas Tenaga Kerja yang berhasil teridentifikasi adalah sebagai berikut:
Pada urusan ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja masih dihadapkan pada masih tingginya angka pengangguran menjadi permasalahan ketenagakerjaan secara umum juga karena masih rendahnya kualitas dan produktivitas tenaga kerja yang menjadikan nilai tawar yang rendah. Isu-isu strategis di bidang ketenagakerjaan meliputi terbatasnya kesempatan kerja, sehingga angka penganggur di Kabupaten Sidoarjo meningkat. Masih rendahnya kualitas dan produktivitas sumber daya manusia sehingga tidak mampu bersaing dalam dunia kerja. Selain itu dampak dari krisis global juga memicu perselisihan hubungan industrial sampai terjadinya pemutusan hubungan kerja.
Peluang-peluang Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo yang berhasil teridentifikasi adalah sebagai berikut:
B. B. B.
B. Peluang Peluang Peluang Peluang
Urusan ketenagakerjaan, komitmen pemerintah pusat untuk memperhatikan hak-hak kesejahteraan ketenagakerja telah diupayakan. Salah satunya yaitu program BPJS. Meningkatnya pertumbuhan perusahaan merupakan peluang untuk menyerap pengangguran. Akses informasi perlu dibuka untuk meningkatkan akses pada masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Sidoarjo.
37
BAB III ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS
3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan OPD
Analis isu-isu strategis merupakan bagian penting dan sangat menentukan dalam proses penyusunan rencana pembangunan daerah untuk melengkapi tahapan-tahapan yang telah dilakukan sebelumnya. Identifikasi isu yang tepat dan bersifat strategis meningkatkan akseptabilitas prioritas pembangunan, dapat dioperasionalkan dan secara moral serta etika birokratis dapat dipertanggungjawabkan.
Perencanaan pembangunan antara lain dimaksudkan agar layanan OPD senantiasa mampu menyelaraskan diri dengan lingkungan dan aspirasi pengguna layanan. Oleh karena itu, perhatian kepada mandat dari masyarakat dan lingkungan eksternalnya merupakan perencanaan dari luar ke dalam yang tidak boleh diabaikan.
Isu-isu strategis berdasarkan tugas dan fungsi OPD adalah kondisi atau hal yang harus diperhatikan atau dikedepankan dalam perencanaan pembangunan karena dampaknya yang signifikan bagi Dinas Tenaga Kerja dimasa datang. Suatu kondisi/kejadian yang menjadi isu trategis adalah keadaan yang apabila tidak diantisipasi, akan menimbulkan kerugian yang lebih besar atau sebaliknya, dalam hal tidak dimanfaatkan, akan menghilangkan peluang untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat dalam jangka panjang.
38
Pada bagian ini dikemukakan permasalahan-permasalahan pelayanan OPD beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Identifikasi permasalahan didasarkan pada hasil pengisian kinerja pelayanan yang dirinci sebagai berikut:
1. masih rendahnya efisiensi terhadap operasionalitas teknis administrasi perkantoran
2. Masih rendahnya kinerja penyelesaian kasus norma ketenegakerjaan; 3. Pembukaan akses informasi yang belum optimal diserap oleh masyarakat.
3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih
Berdasarkan kondisi masyarakat dan lingkungan Kabupaten Sidoarjo saat ini , Bupati dan Wakil Bupati Terpilih memiliki visi sesuai dengan potensi Kabupaten Sidoarjo. Oleh karena itu, visi Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo Tahun 2016-2021 adalah:
“ Kabupaten Sidoarjo yang Inovatif, Mandiri, Sejahtera dan Berkelanjutan”. “ Kabupaten Sidoarjo yang Inovatif, Mandiri, Sejahtera dan Berkelanjutan”. “ Kabupaten Sidoarjo yang Inovatif, Mandiri, Sejahtera dan Berkelanjutan”. “ Kabupaten Sidoarjo yang Inovatif, Mandiri, Sejahtera dan Berkelanjutan”.
Misi yang merupakan perwujudan visi pembangunan Kabupaten Sidoarjo Tahun 2016– 2021 dijabarkan ke dalam misi sebagai berikut.
1. 1. 1.
1. Pemerintah yang Bersih dan Akuntabel Melalui Penyelenggaraan Pemerintahan yang Pemerintah yang Bersih dan Akuntabel Melalui Penyelenggaraan Pemerintahan yang Pemerintah yang Bersih dan Akuntabel Melalui Penyelenggaraan Pemerintahan yang Pemerintah yang Bersih dan Akuntabel Melalui Penyelenggaraan Pemerintahan yang Inovatif, Aspiratif, Partisipatif dan Transparan;
Inovatif, Aspiratif, Partisipatif dan Transparan;Inovatif, Aspiratif, Partisipatif dan Transparan; Inovatif, Aspiratif, Partisipatif dan Transparan; 2.
2. 2.
2. Meningkatnya Perekonomian Daerah Melalui Optimalisasi Potensi Basis Industri Meningkatnya Perekonomian Daerah Melalui Optimalisasi Potensi Basis Industri Meningkatnya Perekonomian Daerah Melalui Optimalisasi Potensi Basis Industri Meningkatnya Perekonomian Daerah Melalui Optimalisasi Potensi Basis Industri Pengolahan, Pe
Pengolahan, PePengolahan, Pe
Pengolahan, Pertanian, Perikanan, Pariwisata, UMKM dan Koperasi serta rtanian, Perikanan, Pariwisata, UMKM dan Koperasi serta rtanian, Perikanan, Pariwisata, UMKM dan Koperasi serta rtanian, Perikanan, Pariwisata, UMKM dan Koperasi serta Pemberdayaan Masyarakat;
Pemberdayaan Masyarakat;Pemberdayaan Masyarakat; Pemberdayaan Masyarakat; 3.
3. 3.
3. Meningkatnya Kualitas dan Standar Pelayanan Pendidikan dan Kesehatan;Meningkatnya Kualitas dan Standar Pelayanan Pendidikan dan Kesehatan;Meningkatnya Kualitas dan Standar Pelayanan Pendidikan dan Kesehatan; Meningkatnya Kualitas dan Standar Pelayanan Pendidikan dan Kesehatan; 4.
4. 4.
4. Meningkatnya Tatanan Kehidupan Masyarakat yang Berbudaya dan Berakhlak Karimah, Meningkatnya Tatanan Kehidupan Masyarakat yang Berbudaya dan Berakhlak Karimah, Meningkatnya Tatanan Kehidupan Masyarakat yang Berbudaya dan Berakhlak Karimah, Meningkatnya Tatanan Kehidupan Masyarakat yang Berbudaya dan Berakhlak Karimah, Berlandasan Keimanan Kepa
Berlandasan Keimanan KepaBerlandasan Keimanan Kepa
Berlandasan Keimanan Kepada Tuhan YME, serta dapat Memelihara Kerukunan, da Tuhan YME, serta dapat Memelihara Kerukunan, da Tuhan YME, serta dapat Memelihara Kerukunan, da Tuhan YME, serta dapat Memelihara Kerukunan, Ketentraman, dan Ketertiban;
Ketentraman, dan Ketertiban;Ketentraman, dan Ketertiban; Ketentraman, dan Ketertiban; 5.
5. 5.
5. Infrastruktur Publik yang Memadai dan Berkualitas Sebagai Penunjang Pertumbuhan Infrastruktur Publik yang Memadai dan Berkualitas Sebagai Penunjang Pertumbuhan Infrastruktur Publik yang Memadai dan Berkualitas Sebagai Penunjang Pertumbuhan Infrastruktur Publik yang Memadai dan Berkualitas Sebagai Penunjang Pertumbuhan Ekonomi dengan Memperhatikan Kelestarian Lingkungan.
Ekonomi dengan Memperhatikan Kelestarian Lingkungan.Ekonomi dengan Memperhatikan Kelestarian Lingkungan. Ekonomi dengan Memperhatikan Kelestarian Lingkungan.
39
Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan
Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan DDDinas Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja inas Tenaga Kerja Terhadap Pencapaian Visi, inas Tenaga Kerja Terhadap Pencapaian Visi, Terhadap Pencapaian Visi, Terhadap Pencapaian Visi, Misi dan Program
Misi dan Program Misi dan Program
Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala DaerahKepala Daerah dan Wakil Kepala DaerahKepala Daerah dan Wakil Kepala DaerahKepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
Visi: Visi: Visi:
Visi: Kabupaten Sidoarjo yang Inovatif, Mandiri, Sejahtera dan BerkelanjutanKabupaten Sidoarjo yang Inovatif, Mandiri, Sejahtera dan BerkelanjutanKabupaten Sidoarjo yang Inovatif, Mandiri, Sejahtera dan BerkelanjutanKabupaten Sidoarjo yang Inovatif, Mandiri, Sejahtera dan Berkelanjutan No
No No
No MisiMisi dan MisiMisidan dan dan ProgramProgramProgram Program KDH dan Wakil KDH terpilih KDH dan Wakil KDH terpilih KDH dan Wakil KDH terpilih KDH dan Wakil KDH terpilih
Permasalahan Permasalahan Permasalahan Permasalahan Pelayanan Pelayanan Pelayanan Pelayanan OPDOPDOPDOPD
Fa Fa Fa Faktorktorktorktor Penghambat PenghambatPenghambat
Penghambat PendorongPendorong PendorongPendorong
(1) (2) (3) (4) (5)
1 11
1 Meningkatnya Perekonomian Meningkatnya Perekonomian Meningkatnya Perekonomian Meningkatnya Perekonomian Daerah Melalui Optimalisasi Daerah Melalui Optimalisasi Daerah Melalui Optimalisasi Daerah Melalui Optimalisasi Potensi Basis Industri Potensi Basis Industri Potensi Basis Industri Potensi Basis Industri Pengolahan, Pertanian, Pengolahan, Pertanian, Pengolahan, Pertanian, Pengolahan, Pertanian, Perikanan, Pariwisata, Perikanan, Pariwisata, Perikanan, Pariwisata, Perikanan, Pariwisata, UMKM dan Koperasi serta UMKM dan Koperasi serta UMKM dan Koperasi serta UMKM dan Koperasi serta Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Masyarakat
Daya Saing Tenaga Kerja masyarakat Sidoarjo masih rendah Skill angaktan kerja yang kurang kompeten Jumlah perusahaan di Kabupaten Sidoarjo yang selalu meningkat
3.3 Telaahan Renstra Provinsi
A. A.A.
A. Urusan Urusan Urusan Urusan Ketenagakerjaan Ketenagakerjaan Ketenagakerjaan Ketenagakerjaan
1. Adapun Sasaran Strategis yang Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur Tahun 2014 – 2019 adalah sebagai berikut :
a. Meningkatnya keterampilan/ kompetensi tenaga kerja dan produktivitas kerja b. Meningkatnya penempatan tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja di
sektor informal
c. Meningkatnya kondisi hubungan industrial yang kondusif dan kesejahteraan pekerjaan
d. Meningkatnya pengawasan ketenagakerjaan, K3 serta perlindungan pekerja/ buruh
40
Permasalahan Pelayanan Dinas Tenaga Kerja Berdasarkan Sasaran Renstra Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur beserta Faktor Penghambat dan
Pendorong Keberhasilan Penanganannya No NoNo No Sas Sas Sas
Sasaran Jangka Menengah aran Jangka Menengah aran Jangka Menengah aran Jangka Menengah Renstra
Renstra Renstra
Renstra DisnakertransdukDisnakertransdukDisnakertransdukDisnakertransduk Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Permasalahan Permasalahan Permasalahan Permasalahan Pelayanan Pelayanan Pelayanan
Pelayanan Dinas Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo Sebagai Faktor Sebagai Faktor Sebagai Faktor Sebagai Faktor Penghamb Penghamb Penghamb
Penghambatatat at PendorongPendorong PendorongPendorong (1) (1) (1) (1) (2)(2)(2)(2) (3) (3)(3)(3) (4)(4) (4)(4) (5)(5) (5)(5) 1 Meningkatnya keterampilan/ kompetensi tenaga kerja dan produktivitas kerja
Keterampilan yang masih rendah Tidak dapat menampung pelatihan skala besar Upaya pemerintah untuk memberikan keterampilan 2 Meningkatnya penempatan tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja di sektor informal
Lesunya kesempatan kerja
3
Meningkatnya kondisi hubungan industrial yang kondusif dan kesejahteraan pekerjaan
Hubungan industrial yang cenderung fluktuaktif Meningkatnya kasus tindakan pelanggaran 4 Meningkatnya pengawasan ketenagakerjaan, K3 serta perlindungan pekerja/ buruh
Perselisihan kerja meningkat Ada kebijakan
yang mengatur urusan perlindungan
41
2. Secara subtantif kedua sasaran strategis ini telah direpresentasikan oleh sasaran Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo. Bahkan secara linear mampu terjawab dengan tegas. Untuk memudahkan pemahaman terhadap linearitas tersebut, berikut peta linearitas tersebut:
Linearitas Sasaran Strategis Disnaker Kabupaten Sidoarjo Terhadap Disnakertransduk Provinsi Jawa Timur
3.4 Telaah RTRW
Merujuk pada dokumen RTRW Kabupaten Sidoarjo, pada lima tahun kedua terdapat beberapa fokus yang berkaitan tentang ketanagakerjaan di Kabupaten Sidoarjo. Adapun fokus pembangunan tersebut adalah sebagai berikut:
a. Misi RTRW salah satu nya mengarahkan pada Mengembangkan perekonomian wilayah yang tangguh dan berkeadilan sesuai dengan daya dukung lingkungan untuk penciptaan lapangan pekerjaan dan peningkatan pendapatan masyarakat; b. Strategi Mendorong peningkatan investasi dan menciptakan peluang usaha dalam
rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan penyediaan lapangan pekerjaan;
RENSTRA DISNAKERTRANSDUK PROV JATIM RENSTRA DISNAKER KABSIDOARJO
Meningkatnya keterampilan/ kompetensi tenaga kerja dan produktivitas kerja
meningkatkan kompetensi/ keterampilan dan
produktivitas tenaga kerja;
Meningkatnya penempatan tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja di sektor informal
Meningkatnya kondisi hubungan industrial yang kondusif dan kesejahteraan pekerjaan
Meningkatkantnya penempatan dan Perluasan Kesempatan kerja
Meningkatnya kondisi hubungan industrial yang kondusif dan kesejahteraan pekerja;
42
3.5 Penentuan Isu-Isu Strategis
Penentuan isu-isu strategis pembangunan Dinas Tenaga Kerja di Kabupaten Sidoarjo tahun 2016-2021 didasarkan pada hasil telaah mengenai kondisi dan identifikasi permasalahan pembangunan Dinas Tenaga Kerja pada level provinsi dan permasalahan pelayanan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo seperti yang telah diuraikan pada bagian sebelumnya. Penentuan isu-isu strategis Kabupaten Sidoarjo disusun untuk pembenahan dan dipertahankan. Berdasarkan telaah analisis permasalahan, isu strategis Dinas Tenaga Kerja di Kabupaten Sidoarjo adalah:
1. Tingkat pengangguran terbuka yang meningkat, akibat lesunya pertumbuhan kesempatan kerja;
2. Tingkat keterampilan yang dimiliki oleh pencari kerja masih sangat rendah; 3. kestabilan hubungan industrial cenderung fluktuaktif;
43
BAB IV TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN
4.1 Tujuan
Rencana Strategis mengacu visi dan misi kepala daerah yang
terpilih, untuk
menyelaraskan maka perlu menerjemahkan sasaran RPJMD. Sasaran RPJMD merupakan hasil yang diharapkan kepala daerah. Maka sesuai dengan Tupoksi Dinas Tenaga Kerja berikut Sasaran Rencana
Pembangunan Jangka
Menengah Daerah
(RPJMD) yang diakomodir oleh Dinas Tenaga Kerja:
1. 1. 1.
1. Terwujudmnya iklim investasi yang kondusif yang mendukung penciptaan dan Terwujudmnya iklim investasi yang kondusif yang mendukung penciptaan dan Terwujudmnya iklim investasi yang kondusif yang mendukung penciptaan dan Terwujudmnya iklim investasi yang kondusif yang mendukung penciptaan dan perluasan lapangan kerja
perluasan lapangan kerja perluasan lapangan kerja perluasan lapangan kerja
Penyelenggaraan pelayanan tenaga kerja pemerintah Kabupaten Sidoarjo dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja yang berfungsi menfasilitasi kegiatan-kegiatan ketanagakerjaan. Dinas Tenaga Kerja memberikan pelayanan harus menetapkan suatu tujuan sebagai arahan Dinas Tenaga Kerja dimasa yang akan datang. Penentuan Tujuan merupakan langkah pertama dalam membuat perencanaan sehingga dalam pelaksanaanya terarah sesuai dengan tujuan dan hasil yang ingin dicapai. Tujuan adalah tahap perumusan yang menunjukkan tingkat prioritas tertinggi dalam perencanaan pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan arsitektur kinerja Dinas Tenaga Kerja selama lima tahun.
Adapun tujuan yang ditetapkan oleh Dinas Tenaga Kerja wajib mendukung visi dan misi Bupati Kabupaten Sidoarjo yang dijabarkan pada sasaran RPJMD Kabupaten Sidoarjo.