saya alami ini – dengan membaca pengalaman-pengalaman orang lain.
Sekarang saya merasa lega saya melakukannya. Saya akhirnya akan mengungkapkan beberapa dari banyak hubungan antara ketiga kasus kami dengan harapan bahwa orang lain akan datang dengan informasi yang lebih banyak.
“Pengalaman saya terjadi di bulan Juli 1987. Saya “menghilang” selama sekitar tiga jam yang kemudian, dengan bantuan hipnosis, saya mengungkapkan malam yang paling tidak biasa di dalam hidup saya … saya tidak naik ke pesawat luar angkasa itu dengan suka rela. Dua mahkluk luar angkasa kecil menyeret saya ke pesawat luar angkasa dengan tangan terikat di punggung setelah sebelumnya mereka membuat saya tidak sadar. Hal berikutnya yang saya ingat adalah terbangun di atas sebuah meja di dalam semacam pesawat luar angkasa kecil.
Seorang ‘pemandu’ menyapa saya dan memberikan sesuatu untuk diminum
kepada saya. Sekarang saya yakin bahwa minuman itu adalah semacam obat perangsang karena saya tidak merasa mengantuk setelah saya meminum cairan tersebut. Saya dibawa keluar pesawat luar angkasa dan ketika saya melihat sekeliling saya menyadari bahwa saya berdiri di puncak sebuah bukit. Keadaan gelap, tetapi saya melihat cahaya yang lemah di dekat sebuah gua. Kami berjalan menuju tempat ini dan pada waktu itulah saya melihat seorang pria, memakai pakaian merah semacam baju penerjun militer (seperti yang biasa dipakai seorang pilot). Pemandu saya kelihatannya mengenal pria ini dan dia menyapanya sewaktu kami mendekat. Saya juga memperhatikan bahwa dia memakai semacam bet dan membawa sebuah senjata otomatis. Sewaktu kami berjalan ke dalam lorong, saya sadar bahwa kami berjalan tepat menuju sisi sebuah bukit besar atau gunung. Di sana kami dipertemukan dengan penjaga lain yang berpakaian merah dan
Sketsa ruangan bawah tanah tempat Christa Tilton dibawa oleh alien.
kemudian saya melihat sebuah titik pemeriksaan yang terkomputerisasi dengan dua kamera pada setiap sisinya.
Di sisi kiri saya adalah sebuah celah yang lebar di mana sebuah kendaraaan pengangkut kecil membawa orang lebih jauh ke dalam. Di sebelah kanan saya kelihatannya adalah sebuah lorong yang panjang di mana terdapat banyak kantor. Kami menaiki kendaraan pengangkut dan setelah waktu yang rasanya lama sekali sampai di daerah yang diamankan lainnya. Pada waktu itulah saya diperintahkan untuk melangkah ke atas semacam alat yang seperti timbangan yang menghadap ke layar komputer. Saya melihat sinar dan angka-angka dan kemudian sebuah kartu dengan lubang-lubang dikeluarkan. Kemudian saya sadar bahwa kartu itu digunakan sebagai pengenalan di dalam komputer. Saya bertanya kepada pemandu saya ke mana kami akan pergi dan mengapa.
Sepanjang pengalaman itu dia tidak berkata terlalu banyak kecuali ketika dia harus memperlihatkan beberapa hal yang saya perlu ketahui sebagai petunjuk di masa yang akan datang.
Dia mengatakan kepada saya bahwa kami baru saja memasuki ‘fasilitas’
Tingkat Satu. Saya bertanya fasilitas macam apakah itu dan dia tidak menjawab.
“Cerita ini sangat panjang dan terperinci dan saya berharap bisa menulis lebih banyak mengenainya sehingga saya (hanya) akan menekankan beberapa hal yang saya lihat … saya dibawa ke semacam lift besar yang tidak mempunyai pintu. Lift itu kelihatan seperti sebuah nampan bodoh yang sangat besar. Lift itu membawa kami turun ke Tingkat Dua di mana ada dua penjaga yang memakai baju penerjun yang berbeda warna dan saya harus turun ke sebuah lorong yang luas dan melihat banyak kantor yang mempunyai komputer yang berjejer di dinding. Sewaktu kami berjalan melewatinya, saya memperhatikan bahwa penerangan di sana aneh karena saya tidak dapat melihat sumber cahayanya. Orang-orang lain lewat dan tidak pernah sekalipun bereaksi seolah saya adalah seorang asing. Saya merasa saya
berada di dalam sebuah gedung berkantoran yang sangat di mana ada banyak karyawan dengan banyak kantor dan ruangan-ruangan kecil. Lalu saya melihat suatu daerah yang sangat besar yang terlihat seperti sebuah pabrik raksasa.
Di sana pesawat-pesawat luar angkasa makhluk luar angkasa kecil diparkir di sisi-sisinya. Beberapa sedang dikerjakan di bagian bawahnya dan pada waktu itulah untuk pertama kalinya saya melihat jenis makhluk luar angkasa yang berwarna abu-abu.
Mereka kelihatannya sedang mengerjakan pekerjaan kasar dan tidak pernah sekalipun menengok ke atas
ketika kami lewat. Di sana ada kamera yang ditempatkan di mana-mana.
“Setelah itu kami tiba di lift lain dan turun ke Tingkat Lima. Pada waktu itulah saya merasakan ketakutan yang amat sangat dan berhenti berjalan dengan tiba-tiba. Pemandu saya menjelaskan bahwa sepanjang saya bersama-sama dengannya saya tidak akan dilukai. Maka kami berangkat dan saya melihat penjaga-penjaga ditempatkan di sana di titik pemeriksaan. Kali ini mereka tidak ramah dan memberikan perintah terus menerus. Saya perhatikan dua dari penjaga-penjaga itu kelihatannya sedang memperdebatkan sesuatu dan
Sebelum di bumi, alien pada masa lalu memiliki pangkalan di planet Venus.
Ada berbagai jenis alien yang telah mengunjungi dunia kita.
terus memperhatikan saya. Saya ingin mencari jalan keluar terdekat dari tempat ini, tetapi saya tahu bahwa saya telah berjalan terlalu jauh untuk itu. Kali ini saya diperintahkan untuk mengganti pakaian. Saya diperintahkan untuk memakai pakaian yang seperti baju di rumah sakit, hanya saja terima kasih Tuhan tidak dengan punggung terbuka! Saya melakukan seperti apa yang diperintahkan karena saya tidak ingin menimbulkan masalah apapun.
Saya naik ke suatu alat yang seperti timbangan dan tiba-tiba layarnya menyala dan saya mendengar nada-nada dan frekuensi yang aneh yang membuat telinga saya sakit. Yang saya rasa sangat aneh adalah bahwa penjaga-penjaga ini memberi hormat kepada pemandu yang bersama-sama dengan saya meskipun dia tidak mengenakan pakaian militer apapun.
Dia mengenakan pakaian penerjun yang berwarna hijau gelap, tetapi tidak ada lambing atau lencana yang saya kenali. Dia menyuruh saya untuk mengikutinya sepanjang lorong. Ketika saya melewati pos penjaga, saya memperhatikan dengungan kamera-kamera itu sewaktu mereka mengamati
setiap gerakan saya. Saya dibawa ke ruangan besar lainnya dan pada waktu itulah saya mencium baru yang mengerikan ini. Berlawanan dengan cerita Judy dan Myrna, saya tahu bau apa yang sedang saya cium atau paling tidak saya kira saya tahu. Saya mencium bau seperti formalin. Karena latar belakang medis saya saya mungkin merasa lebih nyaman dengan kondisi ini karena sebelumnya saya telah mengalaminya berkali-kali.
“Kami sampai ke sebuah ruangan besar dan saya berhenti untuk melihat ke dalam. Saya melihat tanki-tanki yang sangat besar dengan peralatan terkomputerisasi yang ditempelkan pada tanki-tanki tersebut dan sebuah alat seperti tangan raksasa yang terbentang dari atas beberapa tabung ke dalam tanki. Tanki-tanki tersebut berdiri sekitar 4 kaki sehingga saya tidak dapat melihat ke dalamnya. Saya memperhatikan bunyi mendengung dan kelihatannya ada sesuatu yang sedang diaduk di dalam tanki-tanki tersebut.
Saya mulai berjalan mendekat ketika pemandu saya menangkap tangan saya dan menarik saya dengan kasar keluar dari ruangan itu ke lorong. Dia Foto ruang laboratorium pengujian darah di instalasi bawah tanah Dulce.
mengatakan kepada saya bahwa tidaklah perlu untuk melihat isi dari tanki-tanki tersebut; karena hal itu hanya akan memperumit masalah. Maka kami terus berjalan menyusuri lorong tersebut lalu dia membimbing tangan saya ke dalam sebuah laboratorium besar.
“Saya merasa sangat heran karena saya pernah bekerja di (sebuah laboratorium) sebelumnya dan saya sedang melihat mesin-mesin yang tidak pernah saya lihat sebelumnya. Pada waktu itu saya membalikkan badan dan melihat sebuah makhluk abu-abu yang memunggungi saya sedang melakukan sesuatu di sebuah meja panjang.
Saya mendengar dentingan logam yang beradu dengan logam. Saya hanya mendengar suara ini pada waktu saya menyiapkan alat-alat operasi saya untuk dokter saya dalam suatu pembedahan. Lalu pemandu saya menyuruh saya pergi dan duduk di atas meja di tengah-tengah ruangan. Saya mengatakan kepadanya bahwa saya tidak akan melakukannya dan dia berkata akan jauh lebih mudah bila saya mau patuh. Dia tidak sedang tersenyum dan saya merasa takut. Saya tidak mau ditinggal di dalam ruangan ini bersama makhluk luar angkasa berwarna abu-abu ini!
“Sewaktu saya memikirkan hal ini seorang pria masuk. Dia berpakaian seperti seorang dokter, dengan jas laboratorium putih dan memakai tanda pengenal yang semacam seperti yang diberikan kepada saya. Pemandu saya pergi untuk menyapanya dan mereka saling bersalaman. Saya mulai gemetar dan saya merasa kedinginan. Suhu udara sepertinya sangat dingin.
Pemandu saya tersenyum kepada saya dan mengatakan kepada saya bahwa dia akan menunggu di luar dan saya hanya akan berada di sana untuk beberapa menit. Saya mulai menangis.
Saya menangis bila saya merasa takut.
Makhluk asing abu-abu itu melihat saya dan berbalik kembali untuk melanjutkan apa yang sedang dikerjakannya.
Dokter itu memanggil bantuan lebih banyak lagi dan pada waktu itu seorang makhluk asing abu-abu lainnya masuk.
Hal berikutnya yang saya ketahui adalah saya merasa sangat mengantuk.
Saya tahu bagian dalam tubuh saya sedang diperiksa dan ketika saya mengangkat kepala saya, saya melihat makhluk asing abu-abu yang mengerikan ini menatap saya dengan mata hitamnya yang besar. Pada waktu itu saya merasakan sakit yang menusuk. Saya berteriak dan kemudian dokter yang manusia itu berdiri di sebelah saya dan mengoleskan sesuatu ke seluruh perut saya. Olesan itu dingin. Rasa sakit itu hilang dengan segera. Saya tidak dapat percaya hal ini terjadi lagi kepadaku. Saya memohon mereka untuk melepaskan saya, tetapi mereka tetap terus bekerja dengan sangat cepat. Setelah mereka selesai, saya diperintahkan untuk berdiri dan masuk ke dalam ruangan kecil untuk mengenakan kembali pakaian saya yang lain.
Saya melihat darah, seperti apabila saya mendapatkan haid. Tetapi saya terus berpakaian dan ketika saya keluar saya melihat pemandu saya sedang berbicara kepada dokter tersebut di sudut ruangan. Saya hanya berdiri di sana… tidak berdaya. Pada waktu itu saya merasa lebih sendirian daripada kapanpun selama hidupku. Saya merasa seperti seekor kelinci percobaan.
Setelah kami meninggalkan laboratorium itu saya terdiam. Saya merasa marah kepadanya karena membiarkan hal ini terjadi ‘lagi’ kepada saya. Tetapi dia berkata bahwa hal ini perlu. Mengatakan kepada saya untuk melupakannya.
“Saya melihat lebih banyak lagi makhluk asing yang melewati kami di dalam ruangan tersebut. Lagi-lagi, seperti saya ini seorang hantu. Saya meminta pemandu saya untuk menjelaskan tempat ini kepada saya.
Dia mengatakan kepada saya bahwa tempat itu adalah tempat yang sangat berbahaya dan saya akan dibawa kembali dalam beberapa tahun yang akan datang. Sekali lagi saya menanyakan di mana saya berada dan dia mengatakan kepada saya bahwa saya tidak dapat diberi tahu untuk keselamatan saya sendiri. Kemudian kami menaiki sebuah kendaraan pengangkut kecil yang membawa kami ke bagian lainnya. Di sana saya melihat hal yang paling mengganggu di antara semua hal-hal lainnya. Tidak seperti
dua wanita lainnya (Myrna Hansen dari New Mexico yang diculik ke pangkalan Dulce pada bulan Mei 1980, dan Judy Doraty dari Texas yang mempunyai pengalaman yang serupa di bulan Mei 1973 yang diselidiki oleh APRO dan Paul Bennewitz – Branton) yang melihat sapi-sapi yang
dipotong-potong, saya melihat apa yang terlihat bagi saya seperti orang-orang dari berbagai bangsa berdiri menghadap tembok di dalam sebuah kamar yang seperti kotak tembus pandang. Saya berjalan mendekat dan kelihatannya ‘seolah-olah’
mereka adalah patung-patung lilin. Saya tidak dapat
mengerti apa yang sedang saya lihat.
Saya juga melihat binatang-binatang di dalam kandang-kandang. Binatang-binatang itu hidup…”
Pada waktu inilah ‘pemandu’
mengawal Christa ke lift dan naik beberapa tingkat, selanjutnya mobil pengangkut membawanya ke pesawat luar angkasa yang menunggunya, pada saat itulah dia dikembalikan ke rumahnya tiga jam setelah pegalaman penculikannya dimulai.
Secara sambil lalu, Christa mengaku telah mengalami kontak dengan makhluk-makhluk seperti manusia yang berasal dari dunia-dunia lain.
Satu makhluk asing yang bernama
‘Maijan’ yang telah berhubungan dengan Christa sepanjang hidupnya selalu memakai sebuah lambang seekor ular berbulu, yang kemungkinan adalah symbol dewa suku Maya kuno Quetzalcoatl (mirip yang menculik Herbert Schirmer). Dia juga mengaku mempunyai leluhur dari suku Aztec dan Maya, seperti juga beberapa suku ‘Telosia’
yang menghuni perkambungan di bawah Gunung Shasta, California.
Christa Tilton mengaku bahwa pertemuannya dengan bangsa Pleiades dan Lyra yang menyerupai manusia (di samping pertemuannya dengan Grey yang pendek dan tinggi) berkisar dari golongan yang murni bebas dari campur tangan sampai sistem pemerintahan yang percaya bahwa menguasai planet bumi dibenarkan sebagai suata cara untuk mengalahkan musuh-musuh yang mereka ketahui berada di atas atau di bawah permukaan planet ini. Hal ini menyatakan secara tidak langsung bahwa orang-orang
‘Draconia’ telah, seperti yang dikatakan oleh banyak sumber, membuat pusat komando rahasia di bawah permukaan planet bumi – dari mana mereka mengendalikan banyak campur tangan mereka atas aktivitas campur tangan di antara bintang-bintang. e
Quetzalcoatl