• Tidak ada hasil yang ditemukan

Orang Bunian, Makhluk Halus Yang Dikabarkan

Dalam dokumen Dari Redaksi ISSN : (Halaman 37-40)

Suka Menculik Manusia

lain seperti manusia dan berbagai binatang lain seperti kucing, ular dan sebagainya. Salah satu kegemaran makhluk ini adalah melakukan penculikan. Jenny Randles dalam bukunya

“ A b d u c t i o n s ” mengemuka-kan sebuah kasus yang terjadi pada seorang anak perempuan bernama Maswati Pilus yang diculik oleh orang bunian.

Dalam “Pheno-menon: 40 Years of UFO Research” mengulas sebuah buku yang memuatkan tulisan-Gambaran benda terbang aneh di pedesaan.

bedanya dengan tebing-tebing yang lain. Namun, konon bila melihat dengan mata batin dan konsentrasi yang penuh mungkin akan menemukan sisi lain dari tempat ini. Kabarnya inilah pintu masuk menuju Negeri Bunian.

Cerita seram, ngeri dan menakutkan sering terdengar dari tempat ini. Para pedagang di kecamatan Baso sering mengeluh, dagangannya terjual ludes dibeli oleh orang-orang tak dikenal.

Tapi, ketika mereka melihat ke tempat uang sebagian uangnya telah berubah menjadi daun kayu. Kabarnya, daun kayu itu adalah uang yang dipakai belanja oleh para makhluk halus.

Anehnya, pedagang tidak tahu bila yang diterimanya adalah selembar daun. Mereka tetap melihatnya sebagai uang.

Kisah misterius lain adalah lenyapnya korban kecelakaan sepeda motor. Seorang saksi melihat motor itu melaju kencang di jalan aspal, tiba-tiba saja menghantam rumpun bambu yang ada di tempat itu. Anehnya, motor tersebut tak mengalami kerusakan apa pun, termasuk goresan-goresan pada catnya. Tetapi ketika penduduk mencari pengendaranya, tak satu pun yang berhasil menemukan.

Usaha pencarian selama sehari penuh tak membawa hasil. Bahkan hari berikutnya, pengendara itu tetap menghilang. Baru pada hari ketiga, mayatnya ditemukan mengapung di sungai beberapa kilometer dari tebing tersebut. Selain jauh dari lokasi kecelakaan, pada hari sebelumnya di tempat itu sudah dilakukan pencarian.

Masih banyak cerita-cerita misteri yang berasal dari tempat ini. Ada sopir yang menabrak domba kemudian didatangi oleh orang yang mengaku domba itu sebagai anak kandungnya dan meminta kepada sopir tersebut untuk datang ke rumahnya. Setelah sopir tadi mendatangi denah yang diberikan oleh orang itu, ternyata denah tersebut menuju ke tebing tadi, tepatnya di bawah pohon beringin yang besar.

Kejadian-kejadian misterius itu menyebabkan sebagain besar orang makin mempercayai bila tempat ini adalah pintu masuk ke Negeri Bunian.

Meski demikian, tidak setiap orang bisa melihat pintu tersebut dan memasuki

negeri para lelembut. Hanya mereka yang memiliki kekuatan supranatural saja yang mampu menembusnya.

Negeri Bunian yang berada di Gunung Sibayak, Sumatra memang dikenal sebagai negeri mahkluk gaib.

Seorang perempuan mantan mahasiswi Universitas Sumatra Utara mengaku menjadi permaisuri Pangeran Bunian.

Dia diajak menikah ketika bertamasya ke Brastagi bersama teman-teman sekampusnya.

Tatkala bertamasya itulah Sinta mengalami keajaiban. Bila teman-temannya hanya melihat barisan pohon di sekitar gunung maka ia melihat sebuah kerajaan yang amat megah. Tak pernah terlintas dalam pikiran Sinta bilamana kerajaan itu adalah Negeri Bunian yang sering didengar dari cerita nenek moyang.

Di tengah-tengah keheranan itu, munculah seorang pemuda yang sangat santun dan ganteng. Ia mengaku bernama Tengku Suradi, anak Raja Bunian. Pandangan pertama Sinta terhadap Tengku Suradi menimbulkan benih-benih cinta. Rupanya Tengku Suradi pun menaruh perasaan yang

sama. Buktinya, hanya Sinta yang dapat melihat alam gaib itu, sementara teman-teman yang lain tak ada yang mengetahuinya.

Setelah berbasa-basi sejenak, Sinta dan Tengku Suradi berjalan menuju ke istana yang amat megah. Mereka ingin menemui Baginda Raja untuk mengajukan permohonan untuk meminang Sinta. Meski berbeda alam, tetapi Sinta dan Tengku Suradi sudah membulatkan tekadnya. Rupanya Raja Bunian cukup bijak dalam menghadapi dilema itu. Beliau mengabulkan permohonan anaknya untuk menikah bersama Sinta. Saat itu Sinta seperti berada dalam alam bawah sadar. Ia tak pernah tahu lagi bersama siapa ia pergi dan untuk tujuan apa kepergian itu. Ia tak tahu lagi bila sanak keluarga dan teman-teman sekampusnya kebi-ngungan karena kehilangan dirinya.

Cahaya aneh, UFO atau Bunian?

Cahaya terang benderang di atas Ngalau Indah, Payakumbuh, Sumatra menjadi bahan pembicaraan yang hangat. Sejumlah orang mengatakan Muncul cahaya aneh di atas pohon, berkaitan dengan orang bunian?

benda itu sebagai UFO. Sementara paranormal menduga sinar lampu dari Negeri Bunian, negeri para lelembut.

Mana yang benar?

Ngalau Indah adalah kawasan perbukitan di kota Payakumbuh yang dijadikan obyek wisata. Pemandangan di daerah ini sangat indah dengan pepohanan yang amat rimbun. Belum lama berselang kawasan ini menjadi bahan pembicaraan masyarakat setempat. Pasalnya ada cahaya aneh yang menggelantung di atas bukit.

Cahaya terang benderang itu berada di atas pohon. Semula masyarakat yang melihat menganggap-nya sebagai cahaya dari tiang listrik atau lampu pesawat terbang. Tetapi, ketika cahaya itu perlahan-lahan meredup dan menghilang maka masyarakat menjadi gempar.

Beberapa orang yang melihat cahaya itu mengungkap beberapa keanehan. Pertama, cahaya itu terang benderang sehingga tidak mungkin berasal dari tiang listrik. Kedua, cahaya itu menggantung di langit. Dengan demikian mematahkan asumsi yang mengatakan cahaya tiang listrik.

Ketiga, cahaya terang benderang tersebut tidak bergerak sama sekali dan tidak bersuara. Hal ini menggugurkan anggapan yang mengatakan cahaya itu berasal dari lampu pesawat terbang.

Akhirnya, beberapa orang yang melihat menghubung-hubungkan cahaya tersebut dengan pesawat luar angkasa alias UFO.

Namun demikian, beberapa paranormal yang tingal di dekat Ngalau Indah mempunyai pendapat yang berbeda. Mereka menduga cahaya tersebut berasal dari lelembut Negeri Bunian yang tinggal di kawasan Puncak Marajo. Disinyalir, bangsa mahkluk halus itu sedang menyelenggarakan pernikahan. Bagi bangsa lelembut, lampu itu sama halnya dengan janur yang dipakai oleh manusia untuk memberi tanda dilangsungkannya sebuah pernikahan. Tanda itu dimaksudkan untuk mempermudah tamu undangan yang akan menghadiri pernikahan. Jadi, di mata paranormal sinar tersebut tak ada kaitannya dengan mahkluk luar angkasa.

Dua pendapat yang berbeda berkembang dengan sendirinya

sehingga cerita yang ada di masyarakat makin marak. Mereka mengabarkan sinar terang itu dengan bumbu-bumbu yang meyakinkan. Padahal, siapa yang tahu pasti misteri di balik cahaya itu?

Suka Menculik Manusia

Bunian dikabar sering menculik manusia. Dua kakak beradik asal Jerman, Christina Erichhorn, 30 tahun, dan Hans Jorg Erichhorn, 27 tahun, yang hilang di Gunung Sibayak sejak 31 Maret 1997. Merry dan sekitar 50 dukun lain berusaha menemukan mereka dalam keadaan hidup atau mati.

Dukun Merry Silaban duduk bersila di kaki puncak Gunung Sibayak. Ia mengenakan jubah hitam plus ikat kepala merah. Mulutnya berkomat-komit membaca mantra. Dan perhatiannya terpusat pada sebuah kendi di depannya yang berisi bara api.

Bau kemenyan menyebar ke mana-mana. Sesekali dukun asal Simalungun itu berteriak-teriak memanggil nama Christina Erichhorn dan Jorg Erichhorn.

Dengan “mata” batin, Merry mengatakan, dua turis Jerman itu masih hidup. Mereka tengah terjerat makhluk halus bunian atau umang sehingga tak mampu menemukan jalan keluar. Agar kembali sadar pada fitrahnya, kedua orang itu harus diteriaki. Mereka tersesat karena pipis sembarangan tanpa permisi. Padahal di hutan pun

perlu aturan, misalnya dengan meludah atau batuk. Begitu adat sopan santunnya -bagi yang percaya.

Ihwal bunian itu, dalam legenda Batak Karo, adalah makhluk halus penghuni Sibayak. Puncak Gunung Sibayak diibaratkan rumah gedung bertingkat, yang dijaga beberapa satpam. “Kita tak bisa masuk sembarangan,” kata Raja Dath Surbekti, seorang pamong desa yang tinggal di kaki Gunung Sibayak, kepada Bambang Sukma Wijaja dari Gatra.

Pada tahun 1996, Tony, bukan nama sebenarnya, pernah hilang di Sibayak.

Pemuda kelas II SMA Brastagi ini dicari ke mana-mana tak ketemu. Pencarian secara mistis, yaitu membunyikan gendang untuk membangunkan para roh, juga dilakukan. Toh hasilnya nihil.

Setelah tiga bulan tanpa hasil, keluarga Tony pun pasrah.

Tahu-tahu Tony muncul. Warga pun heboh. Legenda umang kembali diyakini kebenarannya. Kepada Surbekti, Tony bercerita bahwa ia diajak seseorang melihat sebuah “kota”

bergemerlapan emas di Gunung Sibayak. Dari cerita itu Tony diduga tersesat di Sipiangsa, yang diyakini warga sebagai wilayah maut. Konon, burung melintas pun mati oleh pengaruh asap belerangnya. Sipiangsa sudah “menelan” tiga pesawat terbang dan lima helikopter. Kejadian ini mengingatkan pada kisah Segitiga Bermuda di Amerika. e

Pengalaman diculik bunian mirip dengan kasus penculikan oleh alien.

Z

echaria Sitchin dilahirkan di Rusia, tumbuh dan dibesarkan di Palestina, dan mendapatkan pendidikannya di London. Dia berhasil menyelesaikan pendidikannya di Universitas of London dalam bidang economic history. Sitchin pernah menjadi seorang jurnalis dan editor di Israel selama bertahun-tahun, untuk mengejar penyelidikannya tentang bahasa Timur Tengah dan arkeologi selama dia berada di Israel. Pada saat ini ia bertempat tinggal di New York dan menjadi penulis di sana.

Sitchin adalah penulis dari enam buku dalam serial Earth Chronicles, ditambah dengan sebuah buku panduan:

• The 12th Planet.

• The Stairway to Heaven.

• The Wars of Gods and Men.

• The Lost Realms.

• When Time Began.

• The Cosmic Code.

• Genesis Revisited (Panduan) Apakah sebenarnya isi dari teori Sitchin? Pada dasarnya adalah: Selain dari sebelas planet yang kita kenal, masih ada satu planet lagi dalam sistem tata surya kita, planet ini dinamakan Nibiru. Planet ini mempunyai orbit yang aneh, sehingga diperlukan waktu 3600 tahun untuk mengelilingi sabuk asteroid-nya. Kehidupan berkembang di planet ini.

Sebenarnya, diantara Mars dan Venus tidak hanya ada Bumi dan Bulan.

Namun dulu ada satu planet yang mengorbit di tempat yang kita kenal sekarang dengan sabuk asteroid.

Sitchin menyebut planet ini sebagai Tiamat (ada yang menyebutnya sebagai planet Maldek).

Ada satu orbit yang sangat penting yang disebut Nibiru, planet ini bergerak terlalu dekat dengan Tiamat, dan bulan planet Nibiru bertabrakan dengan planet Tiamat, sehingga membuat

keretakan di planet Tiamat. Pada perputaran orbit selanjutnya, planet Nibiru atau mungkin bulannya bertabrakan dengan planet Tiamat lagi, sehingga planet Nibiru tersebut terpecah menjadi banyak bagian-bagian yang kecil dan juga dua bagian-bagian yang besar. Bagian yang kecil-kecil menjadi sabuk asteroid, dan dua bagian besar lainnya menjadi bumi dan bulan.

Dan pada titik ini benih kehidupan dari planet Nibiru terdapat di bumi.

450.000 tahun yang lalu, atmosfir dari planet Nibiru mulai terkikis.

Seorang yang bernama Enki, anak dari penguasa Nibirian yang bernama Anu, datang ke bumi untuk menambang emas, yang dapat digunakan untuk menyelamatkan atmosfir Nibiru yang menghilang.

380.000 tahun yang lalu, terjadi perang antara dua golongan Nibirian di bumi yang saling bermusuhan.

Kelompok yang dipimpin oleh anak dari Anu yang bernama Enlil yang memenangkan perang tersebut.

300.000 tahun yang lalu, Nibirian yang juga disebut “Annunaki” merasa lelah karena bekerja di pertambangan dan mulai memberontak. Pemimpin dari Annunaki yang bernama Enki dan Ninhursag kemudian membawa kera primitif wanita asli ke bumi dan dengan manipulasi genetika mereka menciptakan manusia untuk mengambil alih tugas dari pekerja pertambangan.

Kemudian manusia mulai berkembang biak di bumi.

100.000 tahun yang lalu, beberapa dari orang Annunaki mulai menikah dengan wanita bumi. Beberapa orang Annunaki tersebut adalah Nefilim yang disebutkan di Alkitab.

Pertentangan terjadi dalam Annunaki menyangkut masalah masa

Anunnaki dari Planet Nibiru

Dalam dokumen Dari Redaksi ISSN : (Halaman 37-40)

Dokumen terkait