BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Landasan Pustaka
2.1.8. Klaim
Klaim merupakan pengajuan hak yang dilakukan oleh tertanggung kepada penanggung unt uk m endapatkan ha knya b erupa pe rtanggungan atas k erugian berdasarkan pe rjanjian a tau a kad yang t elah di buat. D engan ka ta l ain, kl aim asuransi adalah proses pengajuan oleh peserta asuransi untuk mendapatkan uang pertanggungan s etelah p eserta m elakukan s eluruh k ewajibannya k epada perusahaan a suransi be rupa pe nyelasaian pe mbayaran pr emi s esuai de ngan kesepakatan sebelumnya (Huda dan Mustafa, 2009:349).
Menurut Sula ( 2004:259) kl aim a dalah a plikasi ol eh pe serta unt uk memperoleh pe rtanggungan atas k erugian yang tersedia b erdasarkan p erjanjian. Sedangkan, k laim ad alah p roses yang m ana p eserta d apat m emperoleh hak-hak berdasar p erjanjian t ersebut. S emua u saha yang d iberikan yang di berikan unt uk menjamin hak-hak tersebut dihormati sepenuhnya sebagaimana yang seharusnya.
Oleh karena i tu, penting bagi pengelola asuransi s yariah unt uk m engatasi kl aim secara efisien.
Dalam Fatwa N o. 21/ DSN-MUI/X/2001 juga m enjelaskan bahwa klaim merupakan hak pe serta asuransi yang w ajib di berikan ol eh pe rusahaan asuransi sesuai d engan k esepakatan d alam akad. P embayaran k laim o leh p erusahaan asuransi sesuai dengan akad yang telah disepakati pada awal p erjanjian. J umlah klaim te rsebut d apat berbeda s esuai d engan p remi yang t elah d ibayarkan o leh peserta asuransi.
Menurut S oemitra ( 2009:284) ke tentuan kl aim da lam a suransi s yariah adalah:
1. Klaim dibayarkan berdasarkan akad yang disepakati pada awal perjanjian 2. Klaim dapat berbeda dalam jumlah, sesuai dengan premi yang dibayarkan 3. Klaim atas akad tijarah sepenuhnya merupakan hak peserta, dan merupakan
kewajiban perusahaan untuk memenuhinya.
4. Klaim at as ak ad tabarru’ merupakan h ak p eserta d an m erupakan k ewajiban perusahaan, sebatas yang disepakati dalam akad.
Sumber pe mbayaran kl aim di peroleh da ri r ekening da na tabarru’. y aitu rekening da na t olong-menolong d ari s eluruh p eserta, yang s ejak aw al s udah diakadkan dengan ikhlas oleh peserta untuk keperluan saudara-saudaranya apabila ada yang di takdirkan Allah m eninggal duni a atau m endapat m usibah k erugian materi, kecelakaan, dan sebagainya (Sula, 2004:315).
Pembayaran klaim pada asuransi merupakan salah satu risiko perusahaan asuransi yang harus dikelola dengan baik. Perusahaan asuransi sebagai pengelola
wajib menyelesaikan proses klaim secara cepat, tepat, dan efisien sesuai dengan amanah yang d iterimanya, s ebagaimana f irman A llah SWT. da lam Q S. Al-An-Faal(8) ayat 27
َﻥﻮُﻤَﻠ ۡﻌَﺗ ۡﻢُﺘﻧَﺃَﻭ ۡﻢُﻜِﺘَٰﻨ َٰﻣَﺃ ْﺍٓﻮُﻧﻮُﺨَﺗَﻭ َﻝﻮُﺳﱠﺮﻟٱَﻭ َ ﱠﻟ ٱ ْﺍﻮُﻧﻮُﺨَﺗ َ ْﺍﻮُﻨَﻣﺍَﺍ َ َ ِﻳﱠﻟٱ ٱَﺎ ََ َﻳََٰٓ
٢
Yaa ai -yuhaal-ladziina aamanuu l aa t akhuunuullaha w arrasuula w atakhuunuu amaanaatikum wa-antum ta'lamuun(a)
Artinya : "Hai o rang-orang be riman, j anganlah ka mu, m enghianati A llah da n Rasul (Muhammad), dan juga janganlah kamu menghianati, amanat-amanat yang dipercayakan k epadamu, s edang ka mu m engetahui." – (Departemen A gama R I, 2005:350)
Ayat i ni m enerangkan b ahwa amanat-amanat yang d ipercaya j anganlah dikhianati, karena amanat tersebut merupakan p erbuatan wajib. Oleh k arena itu, setiap amanah wajib dilaksanakan dengan sebaik-baiknya (Ar-Rivai 2000 dalam Huda 2009:349)
Pembayaran klaim pada asuransi syariah diambil dari dana tabarru’ semua peserta. P erusahaan s ebagai m udharib w ajib m enyelesaikan p roses k laim s ecara cepat, t epat, d an efisien sesuai d engan am anah yang d iterimanya. Secara u mum jenis ke rugian da pat di golongkan m enjadi t iga, yaitu k erugian s eluruhnya (total loss), k erugian sebagian ( partial l oss) dan kerugian p ihak k etiga (Sula, 2004:260).
Dalam menyelesaikan klaim berupa kerusakan atau kerugian, perusahaan asuransi syariah mengacu pada akad kondisi dan kesepakatan yang tertulis dalam polis, yaitu dengan dua pilihan; pertama, akan mengganti dengan uang tunai dan kedua, m emperbaiki a tau m embangun ul ang o byek yang m engalami k erusakan.
hampir s ama, k ecuali d alam h al k ecepatan d an kejujuran d alam me nilai k laim. Menurut Sula (2004: 261), prosedur klaim yang harus dipenuhi oleh tertanggung antara lain:
a. Pemberitahuan klaim
Setelah te rjadi p eristiwa yang me mbuat te rtanggug me ngalami k erugian, tertanggung at au p ihak yang m ewakilinya s egera m elapor k epada penanggung. Laporan l isan ha rus di pertegas dengan m embuat l aporan tertulis. K ondisi ini memungkinkan pe ngelola mengambil t indakan yang diperlukan m engenai k laim yang m uncul. P eserta m enyerahkan k laim b aik secara p ersonal m aupun m elalui o toritas at as n amanya s eperti p engacara, broker, atau agen.
b. Bukti klaim kerugian
Peserta yang mendapat musibah diminta menyediakan fakta-fakta yang utuh dan bukt i-bukti ke rugian t ertulis de ngan m elengkapi “ lembaran kl aim” standar yang di rancang untuk m asing-masing Class Of B usiness. Selain itu peserta j uga h arus melengkapi d okumen-dokumen yang di ajukan sebagaimana yang d ipersyaratkan s ecara s tandart d alam i ndustri asuransi syariah di Indonesia.
c. Penyelidikan
Setelah l aporan yang di lampiri de ngan dokum en pe ndukung diterima o leh penanggung, dilakukan analisa administrasi. Apabila tahap ini telah dilalui, penganggung akan memutuskan untuk segera melakukan survey ke lapangan atau m embujuk independent adj uster, jika h al i ni di perlukan. P ihak ke tiga
yang t erakhir i ni, a kan m enentukan pe nyebab ke rugian, s erta m enilai besarnya kerugian yang terjadi. Laporan survey atau adjuster akan dijadikan dasar apakah klaim dijamin oleh polis atau tidak.
Jika k laim d itolak, p enanggung ak an s egera m enyampaikan s urat penolakan atas klaim yang diajukan oleh tertanggung. Sebaliknya, jika klaim dijamin polis, penanggung akan segera menghubungi tertanggung mengenai kesepakatan be ntuk d an ni lai yang a kan di berikan k epada t ertanggung. Semua korespondensi ak an dilakukan secara tertulis antara tertanggung dan penanggung.
d. Penyelesaian klaim
Setelah t erjadi k esepakatan m engenai j umlah p enggantian s esuai p eraturan perundangan yang be rlaku, di isyaratkan ba hwa pe mbayaran kl aim t idak boleh l ebih da ri 30 ha ri s ejak t erjadi ke sepakatan t ersebut. D alam h al in i, penanggung setuju menyerahkan perbaikan kepada tertanggung.