BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Landasan Pustaka
2.1.3. Perbedaan Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional
Perbedaan-perbedaan yang t erdapat p ada asuransi s yariah j ika dibandingkan dengan asuransi konvensional adalah : (Huda, 2010; 178-181)
a) Visi dan Misi
Misi yang d iemban dalam a suransi s yariah a dalah mis i a kidah (membersihkan di ri da ri pr aktik m uamalah yang be rtentangan d engan syariah), m isi i badah, m isi m engangkat pe rekonomian um at, da n m isi
memberdayakan um at. T olong m enolong s esama pe serta de ngan ha nya berharap keridhaan Allah.
Adapun vi si da n m isi k onvensional s ecara ga ris be sar m isi ut ama da ru surplus underwriting, komisi r easuransi, d an h asil i nvestasi s eluruhnya adalah merupakan keuntungan perusahaan.
b) Konsep
Konsep a suransi Islam adalah s ekumpulan or ang yang s aling ba ntu menbantu, jamin menjamin, dan bekerja sama antara satu dengan lainnya dengan cara masing-masing mengeluarkan dana tabarru’.
Adapun konsep asuransi konvensional adalah perjanjian antara dua belah pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tetanggung
c) Sumber Hukum
Sumber hukum da ri asuransi Islam bersumber d ari w ahyu i lahi. s umber hukum dalam Islam adalah Al-Quran, Sunnah, atau kebiasaan rasul, ijma; fatwa sahabat, qiyas, istishan, urf, ‘tradisi’, dan maslahah mursalah. Sumber hukum asuransi konvensional bersumber dari pemikiran manusia dan ke budayaan. Berdasarkan hukum pos itif, hu kum a lami, da n c ontoh sebelumnya.
d) Dewan Pengawas Syariah
Adanya Dewan Pengawas Syariah dalam mekanisme berjalannya asuransi syariah m erupakan s uatu k eniscayaan s elain b ertugas m engawasi operasional da lam ha l pengeluaran pr oduk da n i nvestasi da ri a suransi
syariah agar dalam kegiatannya tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.
Pada asuransi konvensional tidak ada Dewan Pengawas Syariah sehingga dalam praktiknya dimungkinkan adanya hal-hal yang bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.
e) Bentuk Akad
Dalam as uransi s yariah ak ad yang d igunakan ad alah tabarru’, da n a kad tabarru’ (mudharabah, musyarakah, syirkah, dan sebagainya). Sedangkan dalam a kad a suransi konve nsional a dalah a kad j ual be li ( akad mu’awadhah, idz’aan, gharar, dan muzlim)
f) Objek Asuransi
Dilihat d ari s isi o bjek a suransi, a suransi s yariah terutama as uransi kerugian ha rus m embatasi di rinya pa da obj ek-objek a suransi yang mengandung uns ur ke haraman, k emaksiatan, da n m elanggar ke susilaan, tidak bol eh di terima ol eh a suransi s yariah. Berbeda de ngan a suransi konvensional ba hwa aspek-aspek t ersebut t idak t erlalu di perhatikan. Hal ini m enjadikan ke mungkinan a suransi konve nsional m elanggar pr insip-prinsip syariah.
g) Investasi
Dalam asuransi syariah unsur dari hasil investasi berdasarkan prinsip bagi hasil atau biasa juga disebut dengan prinsip mudharabah, musyarakah, al bai’ bi tsaman ajil, salam, istishna, dan pengembangan dari akad tijarah lainnya, d engan pe ngelolaan ke untungan i nvestasi di bagi m enjadi dua
antara p erusahaan d engan n asabah at au ( pemegang p olis) at au an tara perusahaan asuransi dengan pengusaha.
Adapun unt uk a suransi konve nsional, Y adi A nwari m engatakan, p ada umumnya b ank da na yang t erkumpul pa da a suransi konve nsional diinvestasikan ol eh pi hak pe rusahaan asuransi de ngan m enggunakan prinsip bunga (interest). Diinvestasikan itu bisa dalam bentuk deposito di bank konve nsional m aupun da lam be ntuk s untikan m odal ke pada pengusaha ( investor) de ngan p erhitungan s uku bunga t ertentu. ( janwari, 2005 dalam Huda, 2010: 181)
h) Kepemilikan Dana
Dalam pe rusahaan a suransi s yariah d ana yang t erkumpul da ri p eserta asuransi berupa pembayar premi dan kontribusinya merupakan hak milik peserta. P ihak p erusahaan as uransi s ebagai p engelola at au p emegang amanah dari peserta asuransi.
Adapun da lam a suransi konve nsional, i uran yang di bayarkan pe serta asuransi menjadi milik atau hak perusahaan, dan berwenang menentukan sendiri jenis dan bentuk dari investasi kemana saja.
i) Sumber pembayaran klaim dari asuransi syariah bersumber dari rekening tabarru’ yang diperoleh dari semua peserta asuransi dengan prinsip saling menanggung. A dapun u ntuk a suransi konve nsional m urni da ri r ekening perusahaan.
Perbedaan a suransi s yariah da n a suransi konve nsional da pat di tunjukan da lam table berikut ini:
Tabel 2.1
Perbedaan Asuransi Umum Syariah dan Konvensional
Asuransi Syariah Asuransi Konvensional Visi dan Misi misi akidah, misi ibadah, misi
mengangkat perekonomian umat, dan memberdayakan umat. Tolong menolong sesama peserta dengan hanya berharap keridhaan Allah
misi utama dari surplus underwriting, komisi reasuransi, dan investasi seluruhnya adalah untuk keuntungan perusahaan Konsep sekumpulan orang yang saling
bantu menbantu, jamin menjamin, dan bekerja sama antara satu dan lainnya dengan cara masing-masing mengeluarkan dana tabarru’
perjanjian antara dua belah pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung
mengikatkan diri kepada tetanggung
Sumber hukum Al-Quran, Sunnah, atau kebiasaan rasul, ijma; fatwa sahabat, qiyas, istishan, urf, ‘tradisi’, dan maslahah mursalah
dari pemikiran manusia dan kebudayaan. Berdasarkan hukum positif, hukum alam, dan contoh sebelumnya Dewan
Pengawas Syariah
Adanya Dewan Pengawas Syariah yang bertugas mengawasi
operasional dalam hal pengeluaran produk dan investasi dari asuransi syariah agar kegiatannya tidak bertentangan dengan prinsip syariah
tidak ada Dewan Pengawas Syariah sehingga dalam praktiknya dimungkinkan adanya hal-hal yang
bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah
Bentuk Akad akad tabarru’, dan akad tabarru’ (mudharabah, musyarakah, syirkah, dan sebagainya)
akad jual beli (akad
mu’awadhah, idz’aan, gharar, dan muzlim)
Objek Asuransi membatasi dirinya pada objek-objek asuransi yang mengandung unsur keharaman, kemaksiatan, dan melanggar kesusilaan, tidak boleh diterima oleh asuransi syariah
aspek asuransi syariah tidak terlalu diperhatikan. Hal ini memungkinan asuransi konvensional melanggar prinsip-prinsip syariah Investasi unsur dari hasil investasi adalah
prinsip bagi hasil dengan
keuntungan investasi dibagi dua antara perusahaan dengan nasabah atau atau antara perusahaan asuransi dengan pengusaha
dana yang terkumpul pada asuransi konvensional diinvestasikan oleh pihak perusahaan asuransi dengan menggunakan prinsip bunga (interest).
Kepemilikan
Dana dana yang terkumpul dari peserta asuransi berupa pembayar premi dan kontribusinya merupakan hak milik peserta. Pihak perusahaan asuransi sebagai pengelola atau pemegang amanah dari peserta
iuran yang dibayarkan peserta asuransi menjadi milik atau hak perusahaan, dan
berwenang menentukan sendiri jenis dan bentuk dari investasi kemana saja
pembayaran