Menurut Sihombing pada bukunya yang berjudul tipografi dalam desain grafis edisi kedua, klasifikasi huruf dibuat sesuai dengan situasi dan pada momen-momen penting dalam perjalanan sejarah kelahiran huruf Latin dan diakhiri dengan kelahiran huruf-huruf Sans Serif.
1. Old Style
Old style atau yang dikenal dengan tipografi berjenis serif humanis yang populer dan berkembang pada abad 15 sampai 16.
Karakteristik pada huruf old style merupakan huruf serif yang cenderung memiliki ukuran yang kecil dengan sudut lengkung yang besar, huruf ‘O’ memiliki sumbu kemiringan, dan kontras dengan garis yang rendah.
Gambar 2.20. Kemiringan Font
Gambar 2.21. Old Style Font
2. Modern
Serif modern merupakan tipografi yang dikembangkan pada akhir abad ke-18. Pada masa ini tipografi terjadi perubahan yang signifikan dari tipografi tradisional pada masa itu. Ciri-ciri dari tipografi modern adalah serif yang berukuran kecil tanpa sudut lengkung, huruf ‘O’ memiliki sumbu tegak vertikal, dan memiliki garis kontras yang ekstrem.
3. Sans Serif
Sans serif merupakan huruf yang mulai bermunculan pada abad ke-19. Huruf ini berbeda dengan huruf tradisional yang sebelum-sebelumnya yaitu tidak memiliki serif. Ciri-ciri huruf sans serif yaitu memilki sumbu ‘O’ yang tegak vertikal dan kontras garis yang sangat rendah atau tidak memiliki kontras pada garis.
Gambar 2.22. Modern Font
2.5. Grid
Grid menurut Landa (2014) yang ditulis pada buku yang berjudul Graphic Design Solution 5th edition merupakan penempatan elemen desain, tulisan, dan visual (ilustrasi, grafis, dan foto) didalam sebuah halaman yang digunakan untuk buku, majalah, dan koran. Grid adalah arahan untuk stuktur komposisi yang dibuat dengan horizontal dan vertikal yang membagi menjadi kolom dan margin. Terdapat beberapa jenis dari sistem grid yaitu Single Column Grid, Multicolumn Grids, dan Modular Grids. Penggunaan grid pada penelitian ini merupakan
1. Manuscript Grid
Grid manuscript merupakan grid yang termasuk pada single column grid. Penggunaan manuscript grid adalah grid yang sederhana yang digunakan dalam media cetak seperti buku. Grid ini digunakan pada isi buku yang konsisten agar mudah dibaca.
Gambar 2.23. Sans Serif Font
2.6. Layout
Menurut buku yang ditulis oleh Ambrose & Harris (2011) yang memiliki judul Basic Design: Layout (2nd edition) layout merupakan hal dalam desain yang memiliki fungsi mengontrol dan mengurutkan informasi yang berada di dalam desain visual. Layout didalamnya terdiri dari grid system, sturuktur, hirarki, dan elemen yang digunakan pada desain lainnya.
1. Imposition
Imposition merupakan pengaturan urutan dan posisi sebuah halaman disaat sebuah desain visual dicetak, sebelum dipotong, dilipar, dan ditrim sesuai dengan hasil akhir sesuai perancangan. Hal yang penting dalam publikasi merupakan fisik dari sebuah desain visual yang digabungkan sebelum awal dari halaman layout yang dimiliki oleh desain visual.
Gambar 2.24. Manuscript Grid
2. The Golden Section
Golden section merupakan tujuan dalam sebuah halaman layout yang mewakili gambar dan tulisan. Desainer melakukan konsiderasi terhadap halaman ini dengan tujuan publikasi sesuai dengan audiens.
Halaman golden section memiliki karakteristik format seperti metode printing dan penyelesaian printing akhir yang memiliki spesifikasi tertentu adalah salah satu kunci konsiderasi audiens untuk tertarik ke suatu desain. Hal-hal yang mempengaruhi dalam layout ini merupakan alur membaca dan karatkter sebuah media publikasi tersampaikan sesuai dengan tujuan seorang desainer. Layout hanya membantu dengan panduan yang tidak nyata tetapi akan terlihat secara psikis tanpa ada garis panduan pada urutan baca suatu halaman.
Gambar 2.25. Imposition Layout
3. Sustainability
Sustainability merupakan konsep yang menitik beratkan kepada kehidupan yang berkelanjutan antara aspirasi manusia untuk membangun kehidupan yang lebih baik dari sekarang dengan limitasi yang dimiliki oleh keadaan lingkungan yang ada. Arti kata sustainability berasal dari kata “sustain” yang berarti berkelanjutan dan “ability” yaitu kemampuan, maka ketika digabungkan menjadi kemampuan dalam menjalani kehidupan yang berkelanjutan. Menurut jurnal yang ditulis oleh Ben-Eli, Michael Uri, definisi sustainability merupakan keseimbangan dinamis dalam proses interaksi antara populasi dan daya dukung lingkungannya sehingga populasi berkembang untuk mengekspresikan potensi penuhnya tanpa menimbulkan efek merugikan yang tidak dapat diubah pada daya dukung lingkungan tempat ketergantungan. Konsep sustainability menjadi kebijakan pada tahun 1987 yang berasal dari Brutland Report.
3.1. Pilar Ekonomi
Keberlangsungan ekonomi merupakan konsep keberlangsungan yang dijalankan pada bidang ekonomi dalam mengimbangkan dalam penggunaan sumber daya yang digunakan dengan situasi yang lingkungan dan sosial alami.
Pilar ekonomi digunakan untuk keberlangsungan dan menjaga sumber daya, meningkatkan pendapatan perkapita dan kelayakan hidup manusia agar dapat terus berjalan dengan jangka waktu yang panjang.
Gambar 2.26. The Golden Section
3.2. Pilar Sosial
Keberlangsungan dalam pilar sosial ditujukan kepada manusia dalam menghadapi situasi dan kondisi dalam kehidupannya. Kehidupan manusia diperlukan yang dinamakan “basic needs” dalam kehidupanya untuk bertahan hidup yang berkelanjutan, kebutuhan dasar manusia wajib dipenuhi untuk menciptakan keberlangsungan sosial dan mengurangi kemiskinan, poin lain dari kebutuhan dasar hidup manusia terdapat peningkatan ekuitas, meningkatkan produk dan jasa yang bermanfaat, menjaga keragaman budaya, keadilan sosial, dan partisipasi masyarakat terhadap keberlangsungan hidup sosial.
3.3. Pilar Lingkungan
Pilar lingkungan merupakan keberlangsungan yang memiliki fokus dalam sumber daya alam yang merupakan hal telah disediakan dalam muka bumi ini.
Keberlangsungan lingkungan memepengaruhi pilar sosial dan ekonomi karena 3 pilar keberlangsungan ini diciptakan dalam bentuk diagram Venn maka saling ketergantungan satu dengan lainnya. Namun, lingkungan memiliki tanggung jawab dalam menimbangkan ekosistem dalam kehidupan agar tetap terus berlangsung sampai waktu yang tidak ditentukan.