BAB I PENDAHULUAN
2.3. Komunikasi Kelompok
2.3.1. Klasifikasi Kelompok dan Karakteristik Kelompok
Telah banyak klasifikasi kelompok yang dilahirkan oleh para ilmuwan sosiologi, namun dalam kesempatan ini yang sampaikan hanya tiga klasifikasi kelompok. Charles Horton Cooley (dalam Rakhmat)29 mengatakan bahwa kelompok primer adalah suatu kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan akrab, personal, dan menyentuh hati dalam asosiasi dan kerjasama.
28
Arni Muhhamad. 2011. Komunikasi Organisasi. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
29
Sedangkan kelompok sekunder adalah kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan tidak akrab, tidak personal, dan tidak menyentuh hati kita.
Rakhmat30 membedakan kelompok ini berdasarkan karakteristik komunikasinya, sebagai berikut:
1) Kelompok Primer dan Sekunder Kualitas komunikasi pada kelompok primer bersifat dalam dan meluas. Dalam, artinya menembus kepribadian kita yang paling tersembunyi, menyingkap unsur-unsur backstage (perilaku yang kita tampakkan dalam suasana private saja). Meluas, artinya sedikit sekali kendala yang menentukan rentangandancara berkomunikasi. Pada kelompok primer diungkapkan hal-hal yang bersifat pribadi.
Komunikasi pada kelompok primer bersifat personal. Dalam kelompok primer, yang terpenting ialah siapa dia, bukan apakah dia, sehingga mengkomunikasikan seluruh pribadi.
Hubungan antar anggota kelompok primer bersifat unik dan tidak dapat dipisahkan (non-transferable) contoh ketika ibu meninggal ayah kawin lagi, hubungan kita dengan ibu tidak dapat dipindahkan begitu saja kepada ibu tiri. Tetapi hubungan kita dengan rekan lama dengan mudah dapat dipindahkan kepada rekan baru (bersifat impersonal).
30
Komunikasi kelompok primer lebih menekankan aspek hubungan daripada aspek isi. Komunikasi dilakukan untuk memelihara hubungan baik dan isi komunikasi bukan merupakan hal yang sangat penting. Contoh: suami di luar negeri yang mengirim surat tiga kali dalam seminggu bisa jadi bukan karena ada informasi penting melainkan hanya untuk memenuhi kerinduannya. Isi tidak penting. Lain dengan isi surat yang disampaikan dalam lingkungan kantor. Komunikasi kelompok primer cenderung ekspresif. Komunikasi kelompok primer cenderung informal.
Pada kelompok sekunder komunikasi bersifat dangkal dan terbatas, nonpersonal, menekankan aspek isi dan cenderung instrumental, dan formal.
2) Tahap Pengembangan Kelompok
Seperti manusia, setiap kelompok memiliki siklus: Kelahiran, masa awal, masa dewasa dan akhirnya lenyap. Sejumlah teori telah dikemukakan mengenai pengembangan suatu kelompok.Teoritis sepakat bahwa pertumbuhan dan pengembangan dalam kelompok merupakan hasil kebutuhan anggota perorangan dan tekanan sosial yang diciptakan dalam kelompok itu sendiri.
Tekanan yang muncul dalam cara yang dapat diperkirakan, bersamaan dengan berubahnya kelompok melalui tingkatan dan tahapan.31
Schutz (1958); Bales dan Strodbeck (1951) dalam buku Tubbs dan Sylvia Moss,32 menyatakan bahwa semua tahap kelompok terjadi dalam setiap pertemuan dan terus terjadi lagi sepanjang usia kelompok tersebut. Teori ini paling mungkin terjadi dan dianggap paling berharga dalam memberikan wawasan mengenai pengembangan kelompok.
3) Faktor-faktor yang mempengaruhi keefektifan kelompok Anggota-anggota kelompok bekerja sama untuk mencapai dua tujuan, yaitu melaksanakan tugas kelompok dan memelihara moral setiap anggotanya. Tujuan pertama diukur dari hasil kerja kelompok, disebut prestasi (performance) tujuan kedua diketahui dari tingkat kepuasan (satisfacation).Sehingga, bila kelompok yang dimaksudkan untuk saling berbagi informasi (misalnya kelompok belajar), maka keefektifannya dapat dilihat dari beberapa banyak informasi yang diperoleh anggota kelompok dan sejauh mana anggota dapat memuaskan kebutuhannya dalam kegiatan kelompok.
31
Stewart L. Tubbs dan Sylvia Moss. 1996. Human Communication. Bandung: Remaja Rosdakarya.
32
Rakhmat33 meyakini bahwa faktor-faktor keefektifan kelompok dapat dilacak pada karakteristik kelompok, yaitu faktor situasional karakteristik kelompok dan faktor personal kerakteristik anggota kelompok:
a) Faktor situasional karakteristik kelompok 1) Ukuran kelompok
Hubungan antara ukuran kelompok dengan prestasi kerja kelompok bergantung pada jenis tugas yang harus diselesaikan oleh kelompok. Tugas kelompok dapat dibedakan dua macam, yaitu tugas koaktif dan interaktif. Pada tugas koaktif, masing-masing anggota bekerja sejajar dengan yang lain, tetapi tidak berinteraksi. Pada tugas interaktif, setiap anggota kelompok berinteraksi secara teroganisasi untuk menghasilkan suatu produk, keputusan, atau penilaian tunggal. Pada kelompok tugas koatif, jumlah anggota berkorelasi positif dengan pelaksanaan tugas. Semakin banyak anggota maka semakin besar jumlah pekerjaan yang diselesaikan.
Faktor lain yang mempengaruhi hubungan antara prestasi dan ukuran kelompok adalah tujuan kelompok. Bila tujuan kelompok memerlukan kegiatan konvergen (mencapai suatu pemecahan yang benar), hanya diperlukan kelompok kecil supaya produktif, terutama bila tugas yang dilakukan hanya membutuhkan sumber, keterampilan, dan kemampuan yang terbatas.
33
Bila tugas memerlukan kegiatan yang divergen (seperti menghasilkan gagasan berbagai gagasan kreatif), diperlukan jumlah anggota kelompok yang lebih besar.
Tubbs & Moss34 berpendapat bahwa ukuran kelompok mempengaruhi kinerja dan kepuasan, misalnya kelompok yang lebih besar memerlukan lebih banyak waktu untuk mencapai keputusan, terutama bila memerlukan kebulatan suara. Bila ukuran kelompok bertambah besar akan terbentuk beberapa sub kelompok yang cenderung mempertentangkan dan mengalihkan para anggota dari persoallan yang sedang dihadapi.
Senanda dengan Tubbs & Moss dalam hubungan dengan kepuasan, Hare dan Slater (dalam Rakmat)35 menunjukkan bahwa semakin besar ukuran kelompok maka semakin berkurang kepuasan setiap anggotanya.
2) Jaringan komunikasi
Terdapat beberapa tipe jaringan komunikasi, diantaranya adalah sebagai berikut: roda, rantai, Y, lingkaran, dan bintang. Pada jaringan komunikasi bintang, jaringan ini disebut juga jaringan komunikasi semua saluran atau all channel sehingga setiap anggota dapat berkomunikasi dan melakukan timbal balik dengan semua anggota kelompok yang lain. Hampir sama dengan skema lingkaran dalam artian semua anggota adalah sama dan
34
Stewart L. Tubbs, dan Sylvia Moss. 1996. Human Communication. Bandung: Remaja Rosdakarya.
35
semuanya juga memiliki kekuatan yang sama untuk mempengaruhi anggota lainnya. Pola ini memungkinkan adanya partisipasi anggota secara umum.
3) Kohesi kelompok
Kohesi kelompok didefinisikan sebagai kekuatan yang mendorong anggota kelompok untuk tetap tinggal dalam kelompok, dan mencegahnya meninggalkan kelompok. McDavid dan Harari (dalam Rakhmat)36 menyarankam bahwa kohesi diukur dari beberapa faktor sebagai berikut: ketertarikan anggota secara interpersonal pada satu sama lain; ketertarikan anggota pada kegiatan dan fungsi kelompok; sejauh mana anggota tertarik pada kelompok sebagai alat untuk memuaskan kebutuhanpersonal.
Kohesi kelompok erat hubungannya dengan kepuasan anggota kelompok, makin kohesif kelompok makin besar tingkat kepuasan anggota kelompok.Dalam kelompok yang kohesif, anggota merasa aman dan terlindungi, sehingga komunikasi menjadi bebas, lebih terbuka, dan lebih sering.Pada kelompok yang kohesifitasnya tinggi, para anggota terikat kuat dengan kelompoknya, maka mereka semakin mudah melakukan konformitas. Makin kohesif kelompok, makin mudah anggota-anggotanya tunduk pada norma kelompok, dan makin tidak toleran pada anggota yang devian.
36
b) Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah komunikasi yang secara positif mempengaruhi kelompok untuk bergerak ke arah tujuan kelompok. Kepemimpinan adalah faktor yang paling menentukan keefektifan komunikasi kelompok. White dan Lippit (dalam Rakhmat)37 mengklasifikasikan tiga gaya kepemimpinan: otoriter; demokratis; dan lMilanisti Sezione Tangerangsez faire. Kepemimpinan otoriter ditandai dengan keputusan dan kebijakan yang seluruhnya ditentukan oleh pemimpin. Kepemimpinan demokratis menampilkan pemimpin yang mendorong dan membantu anggota kelompok untuk membicarakan dan memutuskan semua kebijakan. Kepemimpinan lMilanisti Sezione Tangerangsez faire memberikan kebebasan penuh bagi kelompok untuk mengambil keputusan individual dengan partisipasi pemimpin yangminimal.