• Tidak ada hasil yang ditemukan

Knowledge Management 1. Knowledge

2.3.1.1. Pengertian Knowledge

Knowledge menurut Tobing (2007, p8) adalah informasi yang mengubah sesuatu atau seseorang., hal itu terjadi ketika informasi tersebut menjadi dasar untuk bertindak, atau ketika informasi tersebut memampukan seseorang atau institusi untuk

mengambil tindakan yang berbeda atau tindakan yang lebih efektif.

Knowledge menurut Probst et al (2000, p24) adalah seluruh kesadaran jiwa dan keahlian-keahlian dari setiap individu – individu yang ditujukan untuk menyelesaikan permasalahan. Itu termasuk kedua teori – teori dan pelaksanaan (practical), setiap hari aturan-aturan dan instruksi-instruksi untuk tindakan (action). Knowledge berdasarkan pada data dan informasi, tetapi tidak serupa (unlike) ini selalu membatasi kepada orang lain.

Kesimpulan dari pengertian Knowledge adalaha informasi yang dapat mengubah sesuatu dan keahlian dari setiap individu yang ditujukan untuk menyelesaikan semua rutinitas dan masalah yang dihadapi.

2.3.1.2. Tipe-Tipe Knowledge

Knowledge memiliki dua macam tipe yaitu Knowledge Tacit dan Knowledge Explicit.

2.3.1.2.1. Knowledge Tacit

Knowledge Tacit menurut Widayana (2005, p14) adalah knowledge yang sebagian besar berada dalam organisasi. Tacit knowledge sesuatu yang kita ketahui dan alami, namun sulit untuk diungkapkan secara jelas dan lengkap.

Knowledge Tacit menurut Tobing (2007, p9) adalah knowledge yang terletak di pikiran atau otak atau melekat di dalam diri seseorang yang diperolehnya melalui pengalaman, gagasan, ide, persepsi, serta keahlian dalam pekerjaannya.

Kesimpulan dari pengertian knowledge tacit adalah knowledge yang ada di dalam otak seseorang dan cara memperolehnya melalui pengalaman, gagasan, dan ide dalam pekerjaannya.

2.3.1.2.2. Knowledge Explicit

Knowledge Explicit menurut Tobing (2007, p9) adalah knowledge yang sudah direkam, dan didokumentasikan sehingga lebih mudah didistribusikan dan dikelola.

Knowledge Explicit menurut Widayana (2005, p14) adalah pengetahuan dan pengalaman tentang ‘bagaimana untuk’, yang diuraikan secara lugas dan sistematis. Contoh konkritnya adalah buku petunjuk pengoperasian sebuah mesin atau penjelasan yang diberikan oleh instruktur dalam sebuah program pelatihan.

Kesimpulan dari pengertian knowledge explicit adalah knowledge yang sudah didokumentasikan,

diuraikan secara sistematis sehingga lebih mudah untuk didistribusikan dan dikelola.

2.3.2. Pengertian Management

Management menurut Robbins and Coulter (1999, p41) adalah proses yang mencakup suatu rangkaian universal fungsi-fungsi yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pemberian komando, pengkoordinasian, dan pengendalian.

Management menurut Robbins dan Coulter (1999, p8) adalah proses yang mengacu pada pengkoordinasian dan pengintegrasian kegiatan-kegiatan kerja agar diselesaikan secara efisien dan efektif dengan dan melalui orang lain.

Kesimpulan dari pengertian management adalah proses yang meliputi pengaturan, pengendalian, pengkoordinasian dan kegiatan-kegiatan kerja agar dapat diselesaikan secara efektif dan efisien.

2.3.3. Pengertian Knowledge Management

Knowledge Management menurut Tiwana (2000, p5) adalah proses menangkap (capture), menyimpan (stay), dan mendistribusikan (distribute) seluruh knowledge yang ada di organisasi guna menciptakan nilai bisnis dan membentuk keunggulan atau keuntungan yang kompetitif. Knowledge Management menurut Tobing (2007, p8) adalah mekanisme dan proses yang terpadu dalam penyimpanan, pemeliharaan, pengorganisasian informasi bisnis dan pekerjaan yang berhubungan

dengan penciptaan berbagai informasi menjadi asset intelektual organisasi yang permanen.

Knowledge Management menurut Widayana (2005, p9) merupakan system yang dibuat untuk menciptakan, mendokumentasikan, menggolongkan, dan menebarkan knowledge dalam organisasi. Sehingga, knowledge mudah digunakan kapanpun diperlukan, oleh siapa saja sesuai dengan tingkat otoritas dan kompetensinya.

Knowledge Management menurut Bateman dan Snell (2005, p8) adalah sesuatu kegiatan yang bertujuan untuk menemukan dan memanfaatkan sumber daya intelektual di dalam organisasi. Benar-benar memanfaatkan intelektual tersebut kepada semua orang di dalam organisasi. Knowledge Management bertujuan untuk menemukan, menyimpan, dan membagikan secara luas sumber daya yang sangat penting yang dimiliki oleh suatu organisasi. Seperti keahlian karyawan, keterampilan, jaringan hubungan dan kebijakan-kebijakan yang ada.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa knowledge management adalah suatu proses untuk mencari, menemukan, menyimpan dan membagikan knowledge (berupa keahlian, keterampilan, pengalaman dan jaringan) yang dimiliki oleh tiap individu-individu lainnya di dalam organisasi tersebut.

2.3.4. Pengertian Information / Knowledge Sharing

Information Sharing menurut Ward and Peppard (2002, p490) dapat didefinisikan dimana ada sebuah salinan informasi (copy of a

pieces of information) yang dipegang oleh seseorang yang mempunyai otoritas tertentu untuk mengaksesnya, dan information sharing biasanya dilakukan melalui satu unit bisnis tertentu, satu divisi atau diluar divisi di dalam sebuah perusahaan maupun dengan eksternal perusahaan.

Menurut Probst et al (2000, p169) terdapat beberapa keuntungan dari knowledge sharing antara lain:

• Waktu dan kualitas

Dengan knowledge sharing akan membuat organisasi untuk menjaga kualitas yang tetap bagus dan membuat penggunaan waktu lebih efisien.

• Distributing knowledge

Mempermudah dalam menyebarkan knowledge sehingga dapat membantu organisasi dalam mendapatkan profit.

• Direct benefit

Knowledge sharing memberikan keuntungan kepuasaan pada pelanggan atas kualitas yang bagus.

2.3.5. Manfaat Knowledge Management dalam Sebuah Organisasi

Menurut Widayana (2005, p21) ada beberapa manfaat knowledge management dalam perusahaan, dianataranya adalah:

• Meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan.

Artinya dengan jelas bahwa setiap keputusan diambil atas dasar informasi dan pengalaman yang ditinjau dari berbagai aspek. Misal:

knowledge sharing dan pengalaman yang selalu membahas dinamika pasar dan tuntutan kebutuhan pelanggan, membuat perusahaan selalu berorientasi untuk menjual apa yang benar-benar disukai oleh pasar. • Meningkatkan respon terhadap pelanggan.

Selanjutnya, orientasi dan respon terhadap pelanggan tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab pemasaran dan customer service, namun menjadi napas seluruh organisasi.

• Meningkatkan efisiensi cara kerja dan proses.

Efisiensi cara kerja dan proses yang selalu dievaluasi akan membuat organisasi dapat bekerja lebih cerdas dalam memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada dari waktu ke waktu.

• Meningkatkan jumlah produk atau jasa dan meningkatkan kemampuan dalam berinovasi.

Selain itu, produk dan jasa yang melebihi harapan pelanggan dapat lebih mudah dan cepat untuk diciptakan. Maka dari itulah timbul sebuah inovasi. Inovasi tidak lagi hanya tanggung jawab bagian penelitian dan pengembangan, melainkan semua orang atau kelompok dalam organisasi.

Dokumen terkait