• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.10 Metode Intepretasi Data

3.10.3 Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi (R2) berfungsi sebagai alat ukur seberapa kuat pengaruh yang diberikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat. Jika koefisien determinasi mendekati nol, dapat dikatakan variabel independen berpengaruh lemah terhadap dependen, namun jika mendekati satu maka berpengaruh kuat (Ghozali, 2012). Rumus menghitung koefisien determinasi, yaitu :

Kd = r2 x 100%

Keterangan :

Kd = Koefisien Determinasi r = r square (r kuadrat)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Uji Kualitas Data

4.1.1 Uji Validitas

Berikut hasil uji validitas yang dilakukan sebagai bentuk pengukuran valid atau tidaknya pernyataan/pertanyaan pada kuesioner penelitian. Butir penyataan atau pertanyaan dikatakan valid apabila memenuhi kriteria lebih dari 0,50.

Tabel 4.1 Hasil Uji Validitas dengan Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy

Berdasarkan hasil tabel di atas nilai KMO MSA pada variabel X1 sebesar 0.655 artinya lebih besar dari 0.50 dan nilai Bartlett’s Test of Sphericity (Sig) 0.000 < 0.05. Maka kuesioner dinyatakan layak/valid untuk digunakan.

Berdasarkan hasil tabel di atas nilai KMO MSA pada variabel X2 sebesar 0.753 artinya lebih besar dari 0.50 dan nilai Bartlett’s Test of Sphericity (Sig) 0.000 < 0.05. Maka kuesioner dinyatakan layak/valid untuk digunakan.

Berdasarkan hasil tabel di atas nilai KMO MSA pada variabel Y sebesar 0.793 artinya lebih besar dari 0.50 dan nilai Bartlett’s Test of Sphericity (Sig) 0.000 < 0.05. Maka kuesioner dinyatakan layak/valid untuk digunakan.

Tabel 4.2 Uji Validitas dengan Anti-Image Matrices

Variabel Butir Anti-Image Correlation

Sig Keterangan

Terpaan 1 0.660 0.50 Valid

2 0.738 0.50 Valid

3 0.711 0.50 Valid

4 0.507 0.50 Valid

5 0.543 0.50 Valid

6 0.660 0.50 Valid

7 0.567 0.50 Valid

8 0.561 0.50 Valid

9 0.689 0.50 Valid

10 0.759 0.50 Valid

11 0.592 0.50 Valid

Self Concept 1 0.828 0.50 Valid

2 0.637 0.50 Valid

3 0.644 0.50 Valid

4 0.858 0.50 Valid

5 0.776 0.50 Valid

6 0.761 0.50 Valid

7 0.733 0.50 Valid

8 0.868 0.50 Valid

9 0.678 0.50 Valid

10 0.659 0.50 Valid

11 0.735 0.50 Valid

12 0.818 0.50 Valid

Perilaku Konsumtif

1 0.822 0.50 Valid

2 0.926 0.50 Valid

3 0.894 0.50 Valid

4 0.768 0.50 Valid

5 0.726 0.50 Valid

6 0.846 0.50 Valid

7 0.920 0.50 Valid

8 0.732 0.50 Valid

9 0.728 0.50 Valid

10 0.769 0.50 Valid

11 0.863 0.50 Valid

12 0.751 0.50 Valid

13 0.865 0.50 Valid

14 0.493 0.50 Valid

15 0.619 0.50 Valid

16 0.761 0.50 Valid

Sumber: Data primer yang diolah peneliti (2021)

Hasil pengujian menggunakan metode uji validitas terhadap 39 butir pertanyaan dinyatakan valid karena memiliki nilai lebih dari 0.50.

4.1.2 Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur kuesioner reliabel atau tidak, dengan melihat jawaban dari responden konsisten atau tidak. Butir kuesioner dikatakan reliabel apabila nilai cronbach’s alpha > 0.06 dan tidak reliabel apabila nilai cronbach’s alpha < 0.06.

Tabel 4.3 Hasil Uji Reliabilitas

Berdasarkan tabel 4.3 hasil pengujian dari masing-masing variabel Terpaan Promosi (X1), Self Concept (X2), dan Perilaku Konsumtif (Y) memiliki cronbach’s alpha > 0.06, sehingga disimpulkan bahwa kuesioner reliabel untuk dijadikan alat ukur penelitian.

4.2 Gambaran Umum Responden 4.2.1 Angkatan

Reliability Statistics Y Cronbach's

Alpha N of Items

.922 16

Reliability Statistics X2 Cronbach's

Alpha N of Items

.853 12

Reliability Statistics X1 Cronbach's

Alpha N of Items

.781 12

Gambar 4.1 Diagram Angkatan Tabel 4.4 Gambaran Umum Responden (Angkatan)

No Angkatan Jumlah Presentase

1 2017 30 38%

2 2018 18 22,8%

3 2019 31 39,2%

Total 79 100%

Sumber: Data primer yang diolah peneliti (2021)

Menurut diagram 4.1 dan tabel 4.4 menjelaskan total keseluruhan responden dengan jumlah 79 orang berdasarkan angkatan 2017, 2018, dan 2019 pada program studi Komunikasi Universitas Pertamina. Responden angkatan 2017 sebanyak 30 orang dengan presentase 38%, angkatan 2018 sebanyak 18 orang dengan presentase 22,8%, dan angkatan 2019 sebanyak 31 orang dengan presentase terbesar yaitu 39,2%.

4.2.2 Usia

Gambar 4.2 Diagram Usia Tabel 4.5 Tabel Gambaran Umum Responden (Usia)

No Umur Jumlah Presentase

1 17-19 tahun 13 16,5%

2 20-22 tahun 65 82,3%

3 23-25 tahun 1 1,3%

Total 79 100%

Sumber: Data primer yang diolah peneliti (2021)

Menurut diagram 4.2 dan tabel 4.5 responden terbanyak dengan rentang usia 20-22 tahun sebesar 65 orang dengan presentase 82,3%. Selanjutnya jumlah responden usia 17-19 tahun sebesar 13 orang dengan presentase 16,5% dan responden usia 23-25 tahun hanya 1 orang dengan presentase 1,3%.

4.3 Analisis Deskriptif

Pada bagian analisis deskriptif berisi deskripsi yang menjelaskan hasil data berdasarkan tanggapan responden terhadap kuesioner berupa dimensi-dimensi dari setiap variabel, sebagai berikut:

4.3.1 Deskripsi Variabel Terpaan Promosi

Variabel terpaan promosi (X1) memiliki 3 dimensi yaitu frekuensi, durasi, dan intensitas, setiap dimensi terdapat 4 butir penyataan turunan. Variabel terpaan promosi memiliki 12 pernyataan, namun terdapat 1 pernyataan yang tidak valid sehingga harus dihapuskan menjadi 11 pernyataan. Di bawah ini terdapat tabel rincian dari hasil tanggapan responden terhadap variabel terpaan promosi (X1):

Tabel 4.6 Deskripsi Dimensi Frekuensi “Terpaan Promosi E-Commerce Shopee”

N Pernyataan Skor Total Nilai Rata-rata

1 2 3 4

79 X1.1 5 15 33 26 238 3,01

79 X1.2 1 9 37 32 258 3,27

79 X1.3 3 14 18 44 261 3,30

79 TOTAL 9 38 88 102 757 3,19

Sumber: Hasil olah data peneliti (2021)

Menurut tabel di atas dimensi frekuensi dalam terpaan promosi e-commerce Shopee butir pernyataan X1.3 yaitu “Saya sering berbelanja produk kecantikan di Shopee ketika ada promosi” dengan skor sebesar 44 sebagai pernyataan yang paling banyak disetujui dan memiliki rata-rata tertinggi yaitu 3,30 dari total rata-rata keseluruhan pada dimensi frekuensi yaitu 3,19.

Tabel 4.7 Deskripsi Dimensi Durasi “Terpaan Promosi E-Commerce Shopee”

N Pernyataan Skor Total Nilai Rata-rata

1 2 3 4

79 X1.1 0 3 27 49 283 3,58

79 X1.2 1 15 36 27 247 3,13

79 X1.3 36 26 13 4 143 1,81

79 X1.4 2 7 24 46 272 3,44

79 TOTAL 39 51 100 126 945 2,99

Sumber: Hasil olah data peneliti (2021)

Menurut tabel dimensi durasi dalam terpaan promosi e-commerce Shopee memiliki butir pernyataan yang paling banyak disetujui yaitu X1.1 “Saya membuka aplikasi Shopee untuk melakukan pencarian barang selama 5-10 menit” dengan skor 49. Butir pernyataan X1.1 juga menjadi penyataan dengan rata-rata tertinggi yaitu 3,58 dari total rata-rata keseluruhan pada dimensi durasi yaitu 2,99.

Tabel 4.8 Deskripsi Dimensi Intensitas “Terpaan Promosi E-Commerce Shopee”

N Pernyataan Skor Total Nilai Rata-rata

1 2 3 4

79 X1.1 0 7 40 32 262 3,32

79 X1.2 7 20 27 25 228 2,89

79 X1.3 3 15 32 29 245 3,10

79 X1.4 0 5 24 50 282 3,57

79 TOTAL 10 47 123 136 927 3,22

Sumber: Hasil olah data peneliti (2021)

Menurut tabel dimensi intensitas dalam terpaan promosi e-commerce Shopee memiliki butir pernyataan yang paling banyak disetujui yaitu X1.4 “Setelah melihat informasi dan ulasan tentang suatu produk, saya semakin yakin untuk membeli” dengan skor 50. Butir pernyataan X1.4 juga menjadi penyataan dengan rata-rata tertinggi yaitu 3,57 dari total rata-rata keseluruhan pada dimensi intensitas yaitu 3,22.

4.3.2 Deskripsi Variabel Self Concept

Variabel Self Concept (X2) mempunyai 3 dimensi yaitu harapan, penilaian, pengetahuan. Setiap dimensi menggunakan 4 butir pernyataan turunan dengan total pernyataan sebanyak 12 butir. Di bawah terdapat tabel rincian penjelasan dari tanggapan responden untuk variabel Self Concept (X2):

Tabel 4.9 Deskripsi Dimensi Harapan “Self Concept”

N Pernyataan Skor Total Nilai Rata-rata

1 2 3 4

79 X2.1 5 7 29 38 258 3,27

79 X2.2 0 6 30 43 274 3,47

79 X2.3 0 2 27 50 285 3,61

79 X2.4 0 2 32 45 280 3,54

79 TOTAL 11 41 131 212 1097 3,47 Sumber: Hasil olah data peneliti (2021)

Menurut tabel dimensi harapan dalam self concept memiliki butir pernyataan yang paling banyak disetujui yaitu X2.3 “Saya membeli produk kecantikan sesuai keinginan saya”

dengan skor 50. Butir pernyataan X2.3 juga menjadi penyataan dengan rata-rata tertinggi yaitu 3,61 dari total rata-rata keseluruhan pada dimensi harapan yaitu 3,47.

Tabel 4.10 Deskripsi Dimensi Penilaian “Self Concept”

N Pernyataan Skor Total Nilai Rata-rata

1 2 3 4

79 X2.1 0 16 31 32 253 3,20

79 X2.2 3 25 29 22 228 2,89

79 X2.3 0 1 27 51 287 3,63

79 X2.4 1 3 33 42 274 3,47

79 TOTAL 4 45 120 147 1042 3,29

Sumber: Hasil olah data peneliti (2021)

Menurut tabel dimensi penilaian dalam self concept memiliki butir pernyataan yang paling banyak disetujui yaitu X2.3 “Saya menggunakan produk kecantikan untuk mempertahankan kondisi kulit yang baik” dengan skor 51. Butir pernyataan X2.3 juga menjadi penyataan dengan rata-rata tertinggi yaitu 3,63 dari total rata-rata keseluruhan pada dimensi penilaian yaitu 3,29.

Tabel 4.11 Deskripsi Dimensi Pengetahuan “Self Concept”

N Pernyataan Skor Total Nilai Rata-rata

1 2 3 4

79 X2.1 3 10 35 31 252 3,19

79 X2.2 6 11 32 30 244 3,09

79 X2.3 7 16 20 36 243 3,08

79 X2.4 6 15 34 24 234 2,96

79 TOTAL 22 52 121 121 973 3,08

Sumber: Hasil olah data peneliti (2021)

Menurut tabel dimensi pengetahuan dalam self concept memiliki butir pernyataan yang paling banyak disetujui yaitu X2.3 “Berbagai merk produk kecantikan membuat saya ingin membeli semuanya” dengan skor 36. Selanjutnya butir pernyataan X2.1 “Adanya promosi mempengaruhi keputusan saya dalam membeli produk kecantikan” menjadi penyataan dengan rata-rata tertinggi yaitu 3,19. Total rata-rata keseluruhan pada dimensi pengetahuan yaitu 3,08.

4.3.3 Deskripsi Variabel Perilaku Konsumtif

Dalam variabel perilaku konsumtif (Y) terdapat 4 dimensi yaitu pemenuhan keinginan, barang diluar jangkauan, barang tidak produktif, dan status. Turunan dari tiap-tiap dimensinya di turunkan lagi kedalam 4 buah pernyataan yang kemudian terdapat 16 butir pernyataan perilaku konsumtif. Berikut rincian hasil tanggapan responden untuk variabel perilaku konsumtif (Y):

Tabel 4.12 Deskripsi Dimensi Pemenuhan Keinginan “Perilaku Konsumtif”

N Pernyataan Skor Total Nilai Rata-rata

1 2 3 4

79 Y.1 1 16 29 33 252 3,19

79 Y.2 12 28 22 17 202 2,56

79 Y.3 14 27 20 18 200 2,53

79 Y.4 12 25 24 18 206 2,61

79 TOTAL 39 96 95 86 860 2,72

Sumber: Hasil olah data peneliti (2021)

Menurut tabel dimensi pemenuhan keinginan dalam perilaku konsumtif memiliki butir pernyataan yang paling banyak disetujui yaitu Y.1 “Dengan membeli produk kecantikan yang banyak saya merasa bahagia” dengan skor 33. Butir pernyataan Y.1 juga menjadi penyataan dengan rata-rata tertinggi yaitu 3,19 dari total rata-rata keseluruhan pada dimensi pemenuhan keinginan yaitu 2,72.

Tabel 4.13 Deskripsi Dimensi Barang Diluar Jangkauan “Perilaku Konsumtif”

N Pernyataan Skor Total Nilai Rata-rata

1 2 3 4

79 Y.1 18 19 21 21 203 2,57

79 Y.2 22 31 10 16 178 2,25

79 Y.3 7 16 31 25 232 2,94

79 Y.4 20 28 23 8 177 2,24

79 TOTAL 67 94 85 70 790 2,50

Sumber: Hasil olah data peneliti (2021)

Menurut tabel dimensi barang diluar jangkauan dalam perilaku konsumtif memiliki butir pernyataan yang paling banyak disetujui yaitu Y.3 “Saya membeli produk kecantikan karena banyak digunakan oleh orang lain” dengan skor 31. Butir pernyataan Y.3 menjadi penyataan dengan rata-rata tertinggi yaitu 2,94. Total rata-rata keseluruhan pada dimensi barang diluar jangkauan yaitu 2,50.

Tabel 4.14 Deskripsi Dimensi Barang Tidak Produktif “Perilaku Konsumtif”

N Pernyataan Skor Total Nilai Rata-rata

1 2 3 4

79 Y.1 11 29 19 20 206 2,61

79 Y.2 17 25 22 15 193 2,44

79 Y.3 25 20 24 10 177 2,24

79 Y.4 26 28 4 21 178 2,25

79 TOTAL 79 102 69 66 754 2,38

Sumber: Hasil olah data peneliti (2021)

Menurut tabel dimensi barang tidak produktif dalam perilaku konsumtif memiliki butir pernyataan yang paling banyak disetujui yaitu Y.3 “Saya sering membeli produk kecantikan yang menarik walaupun sebenarnya kurang berguna” dengan skor 24. Butir pernyataan Y.1 menjadi penyataan dengan rata-rata tertinggi yaitu 2,61 dari total rata-rata keseluruhan pada dimensi barang tidak produktif yaitu 2,38.

Tabel 4.15 Deskripsi Dimensi Status “Perilaku Konsumtif”

N Pernyataan Skor Total Nilai Rata-rata

1 2 3 4

79 Y.1 17 31 16 15 187 2,37

79 Y.2 0 5 29 45 277 3,51

79 Y.3 11 25 21 22 212 2,68

79 Y.4 21 26 15 17 186 2,35

79 TOTAL 49 87 81 99 862 2,72

Sumber: Hasil olah data peneliti (2021)

Menurut tabel dimensi status dalam perilaku konsumtif memiliki butir pernyataan yang paling banyak disetujui yaitu Y.2 “Saya memakai produk kecantikan untuk menjaga penampilan” dengan skor 45. Butir pernyataan Y.2 juga menjadi penyataan dengan rata-rata tertinggi yaitu 3,51 dari total rata-rata keseluruhan pada dimensi status yaitu 2,72.

4.4 Pengujian Hipotesis 4.4.1 Uji Asumsi Klasik

4.4.1.1 Uji Normalitas

Penelitian ini melakukan pengujian normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov dengan tingkat signifikansi 0.05 yang bertujuan agar mengetahui apakah data dari sampel terdistribusi normal atau tidak. Dikatakan normal apabila data memiliki signifikansinya lebih besar dari 0.05.

Tabel 4.16 Hasil Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 79

Normal Parametersa,b Mean .0000000

Std. Deviation 8.34654710 Most Extreme Differences Absolute .130

Positive .065

Negative -.130

Kolmogorov-Smirnov Z 1.158

Asymp. Sig. (2-tailed) .137

Sumber: Data primer yang diolah peneliti (2021)

Berdasarkan tabel 4.16 dapat dilihat bahwa nilai signifikansi adalah 0.137 yang artinya nilai signifikansi lebih besar dari 0.05. Maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal.

4.4.1.2 Uji Multikolinearitas

Tujuan dilakukan pengujian ini untuk melihat pada model regresi ada atau tidak korelasi antar variabel bebas. Tidak adanya kolerasi atau gejala multikolinearitas antar variabel bebas menandakan bahwa model regresi baik. Dasar pengambilan keputusan dalam uji multikolinearitas yaitu:

1. Dengan melihat nilai Tolerance, jika nilai Tolerance > 0.10 maka tidak terjadi multikolinearitas.

2. Dengan melihat nilai VIF, jika nilai VIF < 10.00 maka tidak terjadi multikolinearitas.

Tabel 4.17 Hasil Uji Multikolinearitas

Sumber: Data primer yang diolah peneliti (2021)

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa nilai Tolerance variabel terpaan promosi (X1) dan self concept (X2) adalah 0.617 yang artinya nilai Tolerance > 0.10.

Hasil dari nilai VIF variabel terpaan promosi (X1) dan self concept (X2) adalah 1.620 yang artinya nilai VIF < 10.00. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi baik dan tidak terjadi gejala multikolinearitas.

4.4.1.3 Uji Heteroskedastisitas

Pada penelitian ini dilakukan uji heteroskedastisitas dengan menggunakan uji glejser, apabila nilai signifikansi lebih dari > 0.05 maka dapat dikatakan tidak mengalami heteroskedastisitas. Model regresi yang baik yaitu tidak terdapat gejala heteroskedastisitas.

Tabel 4.18 Hasil Uji Heteroskedastisitas

Coefficientsa

a. Dependent Variable: Perilaku Konsumtif

Coefficientsa

Sumber: Data primer yang diolah peneliti (2021)

Nilai signifikansi variabel terpaan promosi (X1) adalah 0.826 > 0.05 dan nilai signifikansi untuk variabel self concept (X2) adalah 0.169 > 0.05. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pada model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas. Hal ini dikarenakan nilai dari masing-masing variabel independen mempunyai nilai signifikansi lebih besar dari 0.05.

4.4.2 Uji Regresi Linear Berganda

Uji regresi linear berganda digunakan untuk melihat seberapa besar pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Berikut hasil uji regresi linear berganda:

Tabel 4.19 Hasil Uji Regresi Linear Berganda

Coefficientsa a. Dependent Variable: Perilaku Konsumtif

Sumber: Data primer yang diolah peneliti (2021)

Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 4.19, maka model persamaan regresi linear berganda adalah sebagai berikut:

Y = 0.222 X1 + 0.531 X2

Dari persamaan tersebut dapat dijelaskan bahwa:

a) Koefisien regresi terpaan promosi e-commerce Shopee (X1) mempunyai nilai sebesar 0.222 yang merupakan nilai positif. Hal ini menunjukkan jika semakin besar terpaan promosi maka semakin meningkat perilaku konsumtif. Pengaruh yang ditimbulkan cenderung kuat karena hasil nilai lebih dari 0.05. Setiap terjadi peningkatan 1 satuan pada variabel X1 maka akan memengaruhi perilaku konsumtif sebesar 0.222.

b) Koefisien regresi self concept (X2) mempunyai nilai sebesar 0.531 yang merupakan nilai positif. Hal ini menunjukkan jika variabel self concept semakin besar maka semakin meningkat pula perilaku konsumtif. Pengaruh yang ditimbulkan cenderung kuat karena hasil nilai lebih dari 0.05. Setiap terjadi peningkatan 1 satuan pada variabel X2 maka akan memengaruhi perilaku konsumtif sebesar 0.531.

4.4.3 Uji T

Uji T dilakukan untuk melihat pengaruh dari masing-masing variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y). Dasar pengambilan keputusan dapat dilihat sebagai berikut:

1. Apabila nilai signifikansi < 0.05 atau t hitung > t tabel maka terdapat pengaruh antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y).

2. Apabila nilai signifikansi > 0.05 atau t hitung < t tabel maka tidak ada pengaruh antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y).

T tabel = (𝜶/2 : n - k - 1) a. Dependent Variable: Perilaku Konsumtif

Sumber: Data primer yang diolah peneliti (2021)

Berdasarkan tabel 4.20 diketahui nilai signifikansi variabel terpaan promosi (X1) terhadap variabel perilaku konsumtif (Y) adalah 0.039 < 0.05 dan nilai t hitung yaitu 2.105 >

1.99167, sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel terpaan promosi (X1) terhadap variabel perilaku konsumtif (Y).

Kemudian diketahui nilai signifikansi variabel self concept (X2) terhadap variabel perilaku konsumtif (Y) yaitu 0.000 < 0.05 dan nilai t hitung adalah 5.028 > 1.99167, sehingga

dapat disimpulkan bahwa H2 yang artinya variabel self concept (X2) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel perilaku konsumtif (Y).

4.4.4 Uji F

Uji F atau koefisien regresi dilakukan agar dapat mengetahui bagaimana pengaruh variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Dasar pengambilan keputusan uji F yaitu dengan melihat nilai signifikansi < 0.05 atau f hitung > f tabel maka dapat disimpulkan bahwa variabel X secara simultan berpengaruh terhadap variabel Y.

F tabel = f (k : n - k)

= f (2 : 79 - 2)

= f (2 : 77)

= 3.12

Tabel 4.21 Hasil Uji F

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 4957.914 2 2478.957 34.672 .000a

Residual 5433.858 76 71.498

Total 10391.772 78

a. Predictors: (Constant), Self Concept, Terpaan Promosi b. Dependent Variable: Perilaku Konsumtif

Sumber: Data primer yang diolah peneliti (2021)

Berdasarkan hasil uji F diketahui nilai signifikansi variabel terpaan promosi (X1) dan self concept (X2) terhadap variabel perilaku konsumtif (Y) sebesar 0.000, yang artinya 0.000

< 0.05 dan nilai f hitung 34.672 > f tabel 3.12. Maka dikatakan bahwa hipotesis ketiga diterima yaitu variabel independen (X) berpengaruh secara simultan terhadap variabel dependen (Y).

4.4.5 Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi digunakan untuk melihat seberapa besar presentase pengaruh dari semua variabel bebas (X) secara bersama-sama terhadap variabel terikat (Y). Koefisien determinasi dapat dilihat melalui R Square.

Tabel 4.22 Hasil Koefisien Determinasi

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .691a .477 .463 8.456

a. Predictors: (Constant), Self Concept, Terpaan Promosi b. Dependent Variable: Perilaku Konsumtif

Sumber: Data primer yang diolah peneliti (2021)

Dilihat dari hasil tabel di atas nilai R Square yaitu 0.477 bila diubah dalam bentuk presentase menjadi 47,7% yang artinya variabel terpaan promosi (X1) dan self concept (X2) secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel perilaku konsumtif (Y) sebesar 47,7%

sedangkan sisanya 52,3% dipengaruhi oleh faktor lain diluar bahasan penelitian ini.

4.4.6 Penjelasan Hipotesis

H1 : Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari terpaan promosi e-commerce Shopee terhadap perilaku konsumtif.

Hal ini diketahui dari hasil uji t dengan nilai signifikansi 0.039 < 0.05 dan nilai t hitung yaitu 2.105 > 1.99167, sehingga H1 diterima artinya terdapat pengaruh yang positif dan

signifikan antara variabel terpaan promosi (X1) terhadap variabel perilaku konsumtif (Y).

H2 : Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari self concept terhadap perilaku konsumtif.

Hal ini diketahui dari hasil uji t dengan nilai signifikansi 0.000 < 0.05 dan nilai t hitung adalah 5.028 > 1.99167, sehingga H2 diterima yang artinya variabel self concept (X2) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap variabel perilaku konsumtif (Y).

H3 : Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari terpaan promosi e-commerce Shopee dan self concept terhadap perilaku konsumtif.

Hasil tersebut diketahui berdasarkan uji f dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05 dan nilai f hitung 34.672 > f tabel 3.12. Maka H3 diterima yang artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan dari terpaan promosi e-commerce Shopee dan self concept terhadap perilaku konsumtif.

4.5 Diskusi Penelitian

4.5.1 Pengaruh Terpaan Promosi E-Commerce Shopee terhadap Perilaku Konsumtif

Terpaan promosi e-commerce Shopee memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif terbukti dari uji t yang menunjukkan nilai signifikansi 0.039 <

0.05 dan nilai t hitung 2.105 > t tabel 1.99167. Semakin besar terpaan promosi maka semakin meningkat perilaku konsumtif. Dari hasil tersebut membuktikan bahwa terpaan promosi e-commerce Shopee berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif.

Hasil pengujian yang telah dilaksanakan menunjukkan terdapat pengaruh dari terpaan promosi pada laman aplikasi e-commerce Shopee terhadap perilaku konsumtif yang diturunkan

berdasarkan dimensi-dimensi. Pola konsumtif individu terbentuk dimulai dari serangkaian proses sebagaimana disebutkan oleh Bandura melalui Teori Pembelajaran Sosial. Teori ini menjelaskan bahwa tingkah laku manusia terjadi karena adanya aspek yang terlibat yaitu personal, lingkungan, dan perilaku yang saling memengaruhi (Bandura, 1986). Dalam hal ini, pola konsumtif individu dipengaruhi oleh terpaan promosi e-commerce Shopee yang masuk ke dalam aspek lingkungan. Setiap pembelian yang akan dilakukan berdasarkan tuntutan atau keadaan lingkungan seperti keluarga, teman, sekolah, pekerjaan dan lainnya yang memengaruhi seseorang untuk membeli suatu produk (Fatmawati, 2020).

Terpaan adalah kegiatan melihat, mendengar, dan membaca pesan dari media ataupun pemasar, sehingga individu memberikan perhatian terhadap pesan tersebut (Ardianto, 2005).

Hal ini sesuai dengan tahapan pada Teori Pembelajaran Sosial yaitu attention, ketika seseorang akan membentuk perilaku ada proses mangamati terlebih dahulu. Mengamati disini dapat dilakukan dengan melihat, mendengar, dan membaca pesan dari paparan promosi yang dibuat oleh Shopee pada laman aplikasi. Jika dihubungkan dengan konsep terpaan, proses ini termasuk ke dalam dimensi frekuensi, tingkat frekuensi yang tinggi membuat paparan melekat dalam pikiran (Shimp, 2000). Hal ini dibuktikan dengan tanggapan responden yang setuju pada pernyataan sering melihat banner promosi pada laman aplikasi Shopee.

Selanjutnya, dalam penelitian ini berdasarkan dimensi durasi para konsumen Shopee telah memberikan atensi saat melihat promosi dengan melakukan pencarian barang selama 5-10 menit. Dengan begitu seseorang akan langsung tertuju pada promosi tersebut dan mendapat dorongan untuk membeli suatu produk. Hal ini dibuktikan dari tanggapan responden sebanyak 48,1% setuju dengan pernyataan “Setelah melihat adanya promosi saya memiliki ketertarikan terhadap suatu produk”. Proses ini termasuk ke dalam tahapan retention dimana setelah

menaruh perhatian, seseorang mulai memiliki ketertarikan dan mengingat kembali produk yang harus dikonsumsi dan produk apa saja yang termasuk ke dalam produk promosi.

Tahapan berikutnya yaitu production dimana seseorang mulai mengambil tindakan untuk membeli produk. Pada tahap ini sebanyak 58,2% responden sangat setuju dengan pernyataan “Saya sering berbelanja produk kecantikan di Shopee ketika ada promosi”.

Keputusan seseorang dalam pembelian dipengaruhi oleh faktor lingkungan sebagai bentuk dari motivation. Adanya pengaruh dari lingkungan membuat seseorang termotivasi untuk melakukan sebuah perilaku (Kotler dan Amstrong, 2008). Jika dihubungkan dengan konsep terpaan tahap ini masuk ke dimensi intensitas yang mana setelah melihat informasi dan ulasan tentang produk (review) dari orang lain, seseorang semakin yakin untuk membeli.

Paparan secara terus menerus dan perbandingan produk dari harga berdampak signifikan terhadap perilaku konsumen dalam membeli produk (Kaur dan Hundal, 2017).

Semakin besar intensitas promosi dapat menimbulkan pengaruh yang sangat kuat terhadap perilaku konsumtif di kalangan mahasiswa dalam belanja online (Fadillah, et al, 2020). Setelah diterpa promosi, timbul ketertarikan dan akhirnya seseorang memutuskan untuk membeli produk. Ketika orang tertarik pada promosi, ia akan berlama-lama mencari produk yang diinginkan melalui Shopee. Hal ini sebagai dorongan seseorang untuk membeli produk secara berlebih. Dengan adanya promosi banyak keuntungan yang didapat, mulai dari diskon, gratis ongkos kirim, dan lainnya. Dari situ konsumen akan berbelanja lebih banyak yang menyebabkan seseorang berperilaku konsumtif. Semakin sering seseorang berbelanja menimbulkan perilaku konsumtif dari konsumsi terhadap produk kecantikan yang terus-menerus. Dilihat dari dimensi perilaku konsumtif yaitu pemenuhan keinginan, barang tidak produktif, barang diluar jangkauan, dan status. Tanggapan responden sebesar 27,8% setuju pada pernyataan sering membeli produk kecantikan hingga akhirnya tidak terpakai. Hal ini

merupakan perilaku konsumtif karena penggunaan produk diluar kebutuhan/jangkauan. Hasil analisa tersebut diperkuat dengan penelitian sebelumnya dengan judul pengaruh promosi penjualan Shopee terhadap perilaku konsumtif yang menjelaskan adanya pengaruh yang positif serta signifikan antara promosi penjualan Shopee terhadap perilaku konsumtif (Rifomawati, 2020).

Seluruh penjabaran di atas menekankan bahwa variabel terpaan promosi e-commerce Shopee (X1) dan perilaku konsumtif (Y) memiliki pengaruh yang didukung oleh analisa menggunakan Teori Pembelajaran Sosial yang menjelaskan proses pembentukan perilaku konsumen ketika membeli suatu produk secara konsumtif akibat adanya terpaan promosi.

4.5.2 Pengaruh Self Concept terhadap Perilaku Konsumtif

Berdasarkan pengujian hipotesis dengan uji t nilai signifikansi variabel self concept (X2) terhadap variabel perilaku konsumtif (Y) yaitu 0.000 < 0.05 dan nilai t hitung adalah 5.028 > 1.99167 ditemukan hasil bahwa self concept berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif. Semakin tinggi self concept maka semakin meningkat perilaku konsumtif. Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dari self concept terhadap perilaku konsumtif yang diturunkan berdasarkan dimensi-dimensi.

Self concept diturunkan menjadi dimensi harapan, penilaian, dan pengetahuan (Calhoun dan Acocella, 1995) yang akan dianalisis menggunakan Teori dari Albert Bandura yaitu Social Learning Theory atau Teori Pembelajaran Sosial. Dijelaskan bahwa tingkah laku manusia terjadi karena adanya aspek yang terlibat yaitu personal, lingkungan, dan perilaku yang saling memengaruhi (Bandura, 1977). Dalam hal ini self concept termasuk ke dalam aspek personal atau kognitif karena berasal dari dalam diri individu. Dalam buku Social Cognitive Theory

Dokumen terkait