• Tidak ada hasil yang ditemukan

1.3.6 Ditjen Imigrasi

5.4.1.6 Koki Villa dan Penjaga Villa

Koki dan penjaga villa berperan sebagai aktor yang meyediakan villa untuk tempat tinggal selama melakukan kawin kontrak. mereka akan menghubungi calo jika villa tempat kerja mereka tidak ada yang menyewa. Selain itu proses ijab kabul juga dilakukan di villa. Mereka akan menyiapkan segala sesuatu untuk mendukung jalannya proses ijab kabul agar terlihat asli.

“kita kan nikahinnya di villa, nanti kita koordinasi sama koki sam penjaga villa. Mereka siapin semuanya. Meja lain-lain pokoknya sama kayak nikahan biasa aja. Urusan villa mereka yang atur. Nanti kita kasih duit. Ya palingan abis kawin kontrak juga di villa itu juga”62

. 5.4.1.7 Tukang Ojek

Tukang ojek merupakan salah satu aktor yang berperan menyuburkan praktik kawin kontrak di Desa Tugu Selatan. Para wisatawan yang tidak memiliki kendaraan saat melakukan wisata biasanya diantar oleh tukang ojek untuk jarak yang dekat. Selain itu

61 Ibid.,-62

87 tukang ojek juga mengantarkan para wisatawan untuk bertemu dengan calo. Meski tidak semua tukang ojek di Desa Tugu Selatan mau melakukan hal ini, tapi tidak sedikit juga yang mau berjejaring dengan calo untuk mendapatkan materi yang lebih. Pasalnya tukang ojek yang berhasil mengantarkan wisatawan ke calo akan diberikan sejumlah uang yang cukup besar.

“kami minta bantuan tukang ojek juga, kalo ada yang nanya nikah mut’ah ya nanti anter kesini-kesini. Ojeknya juga udah tau. Emang gak semua mau tapi banyak juga yang mau. Duitnya lumayan lah banyakan yang kita kasih gitu daripada ngojek seharian”63

Aktor yang telah peneliti paparkan di atas merupakan aktor yang berjejaring untuk meyuburkan kawin kontrak. pada pemaparan di bawah ini peneliti akan memaparkan aktor- aktor yang berjejaring dalam praktik kawin kontrak.

5.4.1.8 Polisi

Polisi merukapan aktor yang bertugas dalam mengawasi masyarakat. Di Tugu Selatan pengawasan harus dilakukan secara khusus karena banyaknya WNA yang tinggal berdampingan dengan masyarakat.

“kepolisian Desa Tugu Selatan. Selalu meninjau dan melakukan pengawasan jika musim arab telah tiba. Karena kalo bukan musim Arab disini Arabnya sedikit. Tapi bukan karena sedikit kami lantas mengabaikannya. Kami tetap mengawasi. Kami juga sering mendengar laporan-lporan warga terkait dengan dengan kawin kontrak yang ada di RW berapa. Kami harus memutus jaringannya dahulu untuk menghentikan semakin banyaknya kawin

63

Ibid.,-88 kontrak. ya dengan dibentuk Tim Pora kami

optimis akan mengutangi sampai benar-benar menuntaskannya”64

5.4.1.9 Perangkat Desa

Perangkat desa juga merupakan aktor penting dalam memutus sebuah jaringan yang mendukung adanya praktik kawin kontrak di Desa Tugu Selatan.

“adanya Tim Pora diharapkan dapat mengatasi praktik ini ya. Jika dilihat keblakang sudah banyak hasil yang positif dengan adanya Tim Pora. Banyak WNA yang terjaring dalam operasi yang dilakukan Polisi. Terutama dalam praktik kawin kontrak. Semoga kedepannya semakin baik dan dapat memberantas kawin kontrak sampai keakarnya”65

5.4.1.10 Ketua RW

Ketua RW berperan sebagai aktor dalam mengawasi kawin kontrak yang berjejaring dengan aktor lain. Ketua RW juga harus menghimbau agar masyarakat aktif dalam memberikan informasi terkait kawin kontrak yang berada di RW yang mereka tinggali. Koordinasi yang baik antara ketua RW dengan warga bisa menjadi kemudahan dalam mengawasi WNA.

”kami juga menghimbau pada warga jika memang ada WNA yang masuk dalam villa bersama dengan wanita harus dilaporkan. Karena mereka pasti melakukan kawin kontrak. itu sangat ilegal dan sangat meresahkan. Jika memang mau diatasi. Semua harus bekerja sama termasuk masyarakat”66

64

Hasil wawancara dengan Bp. Dadan selaku Bhabinkamtibmas Polres Cisarua pada tanggal 2 Maret 2017

65

Hasil wawancara dengan Perangkat Desa pada tanggal 15 Maret 2017 66

89

5.4.1.11 Masyarakat

Masyarakat Desa Tugu Selatan secara keseluruhan merupakan aktor penting dalam memberikan informasi mengenai praktik kawin kontrak.

“karena yang melakukan kawin kontrak bukan warga sini. Tentunya kami menginginkan kalo kawin kontrak akan hilang selama-lamanya. Karena kami juga kesal kalo dikitkan dengan kawin kontrak secara terus menerus. Karena memang bukan warga kami yan melakukan”67

5.4.2 Jaringan.

Teori ANT menyatakan bahwa jaringan berkaitan dengan faktor-faktor yang terhubung, sehingga dalam melakukan aksi banyak dorongan yang menyebabkan kita dalam bertindak. Sama seperti dengan teori di atas bahwa adanya faktor yang bisa menggerakan sebuah aksi. Dalam kawin kontrak, faktor yang mempengaruhi sehingga terdorongnya praktek kawin kontrak adalah:

5.4.2.1 Uang

Alasan utama semua aktor yang berjejaring dalam praktik kawin kontrak adalah uang. Dalam satu kali melakukan kawin kontrak para jaringan mengaku bisa memenuhi kebutuhan dan berbelanja sesuai dengan keinginan mereka. Tidak jarang bahwa kawin kontrak dianggap sebagai mata pencaharian oleh para jejaring. Desakan ekonomi menjadikan para jejaring memutuskan untuk terlibat dalam praktik kawin kontrak.

“lingkungan keluarga yang sulit menjadikan banyak sekali perempuan-perempuan mau kawin kontrak dengan Arab. Faktor pendidikan

67

90 juga sangat mempengaruhi. Mereka hanya

lulusan SD atau SMP jadi peluang untuk mendapatkan kerja bagus sangat sedikit. Jadi dengan kawin kontrak mereka bisa mendapatkan uang yang besar dengan cara yang instan”68

Data lapangan di atas menyatakan bahwa alasan utama pelaku perempuan terlibat dalam kawin kontrak didasari oleh faktor ekonomi. Hal tersebut juga didukung dari hasil wawancara peneliti dengan pelaku perempuan yang sudah melakukan kawin kontrak sebanyak dua kali.

“saya mah Cuma lulusan SMP. Jadi susah kalo mau kerja, kalo di pabrik kan capek terus gajinya dikit. Mana semakin hari kebutuhan makin mahal jadi ya saya mutusin buat kawin kontrak deh”69

.

Hal ini tidak hanya berlaku untuk pelaku kawin kontrak saja, aktor lainnya juga demikian. Misalnya calo, penghulu, saksi palsu, penjaga villa, koki villa hingga tukang ojek. Mereka terlibat dalam kawin kontrak karena mengharapkan mendapatkan uang dengan cara yang mudah dan tidak memerlukan waktu yang banyak. Para aktor ini bekerja sama mencarikan perempuan sesuai kriteria orang Arab dan aktor lain berperan untuk menyiapkan semua kebutuhan kawin kontrak seperti surat nikah yang dipalsukan.

“ya siapa sih yang gamau uang yang gede. Kan kita juga pengan beli barang-barang, kebutuhan keluarga. Belanja keperluan sendiri banyak kebutuhan soalnya. Sama aja kayak penghulu saksi yang jaga villa, kokinya sama yang ngojek. Mereka kan kerjaannya dikit dapetnya yaudah kawinin aja cewe yang mau sama Arab

68

Hasil Hasil wawancara dengan Perangkat Desa pada tanggal 15 Maret 2017 69

91 nanti kita dapet komisi. Pokoknya semua

gara-gara pengen dapet duit”70

Dari pernyataan narasumber di atas, dapat dinyatakan bahwa praktik kawin kontrak yang berada di Desa Tugu Selatan terjadi karna faktor ekonomi. Keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga menjadi alasan para aktor dalam melakukan praktik ini. karena untuk mengandalkan keuntungan yang didapat dari bekerja saja para aktor merasa tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan.

Dokumen terkait