• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

3.1 Koleksi Audio Visual

Setiap perpustakaan memiliki latar belakang yang berbeda-beda dan memiliki kebutuhan yang berbeda-beda pula. Begitu juga dengan Perpustakaan Khusus PPKS ini. Perpustakaan ini menyediakan koleksi Audio-visual yang ada di perpustakaan tersebut. Berikut contoh gambar koleksi audiovisual yang terdapat di Perpustakaan Khusus PPKS:

Gambar 1 : Kumpulan Koleksi Audio Visual Perpustakaan Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan

Koleksi tersebut terletak di dalam ruangan dan disimpan di dalam tempat koleksi yang tertutup seperti gambar diatas. Koleksi audiovisual yang terdapat di Perpustakaan PPKS berupa kaset dan CD/DVD.

Gambar 2 : Koleksi Audio Visual (DVD)

Gambar 3: Koleksi Audio Visual (CD)

Fasilitas yang diberikan Perpustakaan PPKS ada ruang baca, computer dan televisi. Fasilitas ini berada diruangan depan tempat pengguna membaca bahan pustaka perpustakaan tersebut.

Gambar 4 : Fasilitas Komputer untuk Menggunakan Koleksi Audio Visual

Gambar 5 : Fasilitas Perpustakaan PPKS

3.2 Layanan Audio Visual

Perpustakaan PPKS menyediakan koleksi audio visual bagi pengguna perpustakaan. Koleksi audio visual yang dimiliki Perpustakaan PPKS Medan adalah berupa kaset, CD (Compact Disk) dan DVD. Tetapi pengguna kurang berminat dalam penggunaan koleksi audio visual ini. Hal ini disebabkan fasilitas yang mendukung dalam penggunaan audio visual belum ada, misalnya DVD.

3.3 Tingkat Keterpakaian Koleksi Audio Visual Perpustakaan Khusus PPKS Hasil dari wawancara penulis dengan petugas, tingkat keterpakaian audio visual sangat jarang digunakan atau dipinjam. Hanya jika pengguna membutuhkan baru mereka pergi ke perpustakaan dan meminjam koleksi audio visual tersebut.

Alat-alat Audio visual yang terdapat di Perpustakaan Khusus PPKS adalah komputer dan televisi. Komputer yang berada di ruangan audio visual PPKS dipergunakan untuk memutar kaset dan CD. Sedangkan televisi yang berada di ruangan audio visual hanya dipergunakan petugas perpustakaan untuk menonton karna alat VCD yang digunakan untuk memutar audio visual belum ada.

Tabel 1 : Daftar Koleksi Audiovisual No. Judul Koleksi Audio Visual Jenis

Koleksi Jumlah

1. Oil World monthly CD 20

2. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika CD 5

3. Toto 7Media DVD 11

4. Buletin/informasi CD 20

5. OFI (Oil&Fats International) Kaset 30

6. Contact Winter DVD 1

Tabel 2 : Daftar Penggunaan Koleksi Audiovisual Tahun 2016

No Judul Koleksi Audiovisual yang dipinjam

Jumlah Persentase Penggunaan

1

Oil World monthly

13 10%

2

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

1 1%

3

Toto 7Media

5 4%

4

Buletin/informasi

15 12%

5

OFI (Oil&Fats International)

11 11%

6

Contact Winter

- 0%

7

Info Sawit

17 13%

8

Better Crops with Plant Foods

7 6%

9

Cord Internasional on coconut R&D

7 6%

10

Trubua 572

8 6%

11

Media Perkebunan

14 11%

12

The Planter

3 2%

13. CD-RW 74MIN/650MB

2 2%

14. Indonesian Palm Oil

22 18%

JUMLAH 125 100%

Grafik 1 : Grafik Daftar Penggunaan Koleksi Audiovisual Tahun 2016

Grafik Daftar Penggunaan Koleksi Audiovisual Tahun 2016

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1.Kesimpulan

Berdasarkan uraian di atas, maka diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Koleksi Audio Visual yang dimiliki oleh Perpustakaan Khusus Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan (PPKS) merupakan koleksi yang hanya bisa digunakan di tempat dan dipinjam oleh member saja.

2. Keseluruhan koleksi Audio Visual yang dimiliki oleh Perpustakaan Khusus Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan (PPKS) rata-rata merupakan koleksi tentang perkebunan kelapa sawit.

3. Tingkat keterpakaian koleksi Audio Visual sudah tinggi yaitu 65% dari semua koleksi yang tersedia.

4. Tingkat keterpakaian koleksi yang paling rendah adalah tingkat keterpakaian DVD.

4.2.Saran

Dari kesimpulan di atas, penulis ingin memberikan beberapa saran sevagai berikut :

1. Perlu adanya penambahan koleksi Audio Visual khususnya pada DVD

2. Koleksi Audio Visual sebaiknya dapat dipinjamkan kepada pengguna supaya pengguna merasa puas untuk mempergunakan koleksi tersebut.

3. Berdasarkan pengamatan penulis, pengunjung Perpustakaan khusus Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan (PPKS) sangat jarang setiap hari, untuk itu

perlu adanya keterbukaan peminjaman koleksi Audio Visual ataupun koleksi yang lain pada perpustakaan khusus PPKS Medan.

DAFTAR PUSTAKA

Ade Kohar, 2003. Teknik Penyusunan Kebijakan Pengembangan Koleksi Perpustakaan:Suatu Implementasi Studi Retrospektif. Jakarta

Basuki, Silistyo, 1991, Pengantar Ilmu Perpustakaan : Jakarta : PT.Gramedia Pustaka Utamas

Diaz De Santos, S.A. 1983. ALA Glossary Library and Information Science. The American Library Association

Hasugian, Jonner. 2009. Dasar-dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Medan:

USU press.

http://eprints.rclis.org/8633/1/Manajemen_Perpustakaan_Khusus.pdf diakses 18-07-2017

Sutarno NS. 2006. Perpustakaan dan Masyarakat: Sagung Seto

Sutoyo, Agus dan Joko Santoso. 2001. Strategi dan Pemikiran Perpustakaan.

Jakarta: Sagung Seto.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan

Lampiran 1

Gambaran Umum Perpustakaan Penelitian Kelapa Sawit Medan

Keberadaan PPKS tidak lepas dari keberadaan PPKS itu sendiri, sejalan dengan sejarah PPKS maka sejalan pula dengan sejarah PPKS. Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) telah berdiri semenjak tahun 1916 dan dikenal dengan nama Algemeen Proefstation der A.V.R.O.S.

(A.P.A.) yang didirikan oleh Algemeene Vereeniging van Rubberplanters ter Oostkust van Sumatra (A.V.R.O.S.).

Bersamaan dengan berdirinya A.P.A. turut serta di sediakan satu ruangan khusus yang berfungsi sebagai perpustakaan yaitu Bibliotheek van het A.P.A.

Adapun untuk saat ini kedua ruangan Bibliotheek van het A.P.A. tetap masih dapat dilihat di keberadaannya.ruangan ini merupakan bagian dari ruangan yang terdapat di gedung induk di komplek perkantoran PPKS. Seiring dengan perkembangan, Bibliotheek van het A.P.A.juga mengalami perubahan baik dari segi nama maupun ruangan. ssaat ini dikenal dengan nama perpustakaan PPKS yang merupakan jenis perpustakaan khusus. Masuknya Perpustakaan PPKS sebagai perpustakaan khusus dikarenakan keberadaan perpus PPKS sebagai penunjang utama dalam memenuhi kebutuhan literatur dan informasi para peneliti, dan sesuai dengan keberadaan PPKS itu sendiri sebagai pusat penelitian di bidang perkebunan kelapa sawit. Tetapi dalam pelaksanaannya, perpustakaan PPKS tetap memberikan layanan kepada masyarakat umum yang memerlukan informasi tentang pertanian khususnya kelapa sawit.

Pada tanggal 26 Oktober 2010 Perpustakaan PPKS telah diresmikan untuk penempatan ruangan baru terdiri dari 2 lantai.pada lantai 1 akan di temui bagian sirkulasi dan koleksi yang dapat dipinjam, sedangkan pada lantai 2 diperuntukkan kepada koleksi-koleksi tua (langka) yang di antaranya terbitan abad 19. Koleksi-koleksi tua ini merupakan warisan tidak ternilai yang menjadikan Perpustakaan PPKS memiliki nilai lebih sebagai pemilik warisan dalam bentuk cetak. Bahkan melalui koleksi-koleksi tua ini dapat dijadikan sebagai sumber dalam penulisan sejarah Indonesia Khususnya perkebunan kelapa sawit di Pantai Timur Sumatera.

Sejalan dengan penempatan gedung baru maka Perpustakaan PPKS juga melakukan pembenahan manajemen koleksi yaang telah memanfaatkan perkembangan teknologi informasi.Secara perlahan Perpustakaan PPKS telah menyediakan layanan OPAC yang telah dapat diakses melalui internet, menyediakan akses koleksi terbitan sendiri berupa full-text secara

melakukan penyelamatan koleksi-koleksi tua dengan melakukan proses alih media. untuk tingkat Provinsi Sumatra Utara, Perpustakaan PPKS telah mendapat gelar sebagai Perpustakaan Khusus Terbaik pada tahun 2013.

Untuk memberikan arah dan tujuan maka Perpustakaan Khusus PPKS mempunyai visi dan misi sebagai berikut :

1. Visi : Mewujudkan visi PPKS untuk menjadi lembaga penelitian bertaraf internasional yang mampu menjadi acuan perkelapa sawitan Nasional

2. Misi : Mewujudkan misi PPKS dengan terus melakukan pembaharuan koleksi, informasi, sarana Prasarana, dan sumber daya manusia (SDM).

Perpustakaan PPKS merupakan bagian dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit atau dikenal dengan Indonesian Oil Palm Research Institute (IOPRI). Perpustakaan PPKS dikepalai oleh seorang Penanggung Jawab (Penjab)yaitu Penjab Pustaka. Penjab Pustaka berada di bawah Kepala Urusan Penelitian dan Kerjasama, yang merupakan bagian dari Bidang Penelitian.

Keberadaan Perpustakaan PPKS dapat dilihat dari gambar Struktur Organisasi Makro pada halaman berikut ini.

Dalam menjalankan tugas kesehariannya, Penjab Pustaka dibantu oleh 5 orang tenaga pengelola perpustakaan, dengan beragam latar belakang pendidikan.Tenaga pengelola perpustakaan melayani pengguna yang dapat menelusuri koleksi pada dua ruang koleksi di lantai I dan lantai II, pada halaman berikut dapat dilihat gambar struktur organisasi secara Mikro.

Gambar 1 : Struktur Organisasi Perpustakaan Khusus Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan pasal 1 ayat 8, “Pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan”.

Bukan hanya koleksi yang berperan dalam suatu perpustakaan, namun staf perpustakaan juga tak kalah pentingnya. Agar kegiatan perpustakaan berjalan dengan efekti dan efisien, diperlukan staf perpustakaan yang mengerti akan kebutuhan penggunanya.

Pustakawan yang bertugas di Perpustakaan Khusus Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) ada 2 orang, Endra Lesmana dan Friandi Saputra.

Jam layanan yang diberikan Perpustakaan PPKS adalah sebagai berikut : Tabel 2 : waktu pelayanan

Hari Waktu

Senin-Jumat 07.30-17.00 wib

Sabtu-Minggu Libur

Libur Nasional TUTUP

Lampiran 2

Gambar 1 : Ruang Layanan Sirkulasi (pengembalian, peminjaman dan informasi) di Perpustakaan Khusus PPKS

Gambar 2 : Ruang TV di Perpustakaan Khusus PPKS

Dokumen terkait