• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komisaris Utama A. Tugas :

Dalam dokumen – PTPN II (Halaman 41-60)

B. Hak/Wewenang Komisaris

1) Komisaris Utama A. Tugas :

1) Sebagai koordinator dari anggota Dewan Komisaris untuk melakukan pengawasan atas pelaksanaan dari rencana yang telah dirumuskan dalam RKAP, RJPP maupun RKO dan rencana pengembangan bisnis dan diversifikasi usaha. 2) Menyelenggarakan rapat internal Dewan Komisaris atau

rapat dengan Komite Audit secara berkala untuk merumuskan simpulan hasil pengawasan dan hasil rekomendasi yang akan disampaikan kepada Pemegang Saham dan Direksi.

3) Sebagai koordinator dari anggota Dewan Komisaris untuk melakukan evaluasi secara berkala terhadap pencapaian

target indikator kinerja kunci (IKK)/Key Performance Indicators (KPI) yang telah disepakati bersama antara Direksi dengan Komisaris dan Pemegang Saham.

4) Sebagai koordinator dari anggota Dewan Komisaris dalam melakukan analisa maupun pengkajian berkaitan dengan usul/permohonan yang disampaikan Direksi, dalam rangka pemberian persetujuan dan atau rekomendasi kepada Pemegang Saham.

5) Sebagai koordinator dari anggota Dewan Komisaris dalam melakukan evaluasi dan penilaian Indikator Pencapaian Kinerja (Key Performance Indicators) Direksi

6) Sebagai koordinator dari anggota Dewan Komisaris dalam memantau dan memastikan bahwa GCG telah diterapkan secara efektif dan berkelanjutan.

7) Sebagai koordinator dari anggota Dewan Komisaris dalam Menganalisa dan mengkaji berkaitan dengan Studi Kelayakan (Feasibility Study) tentang rencana pengem-bangan usaha BUMN, pembentukan anak perusahaan, dan pelaksanaan KSO dengan pihak ketiga untuk dibahas kembali dalam rapat Dewan Komisaris dalam rangka untuk menentukan layak atau tidaknya pemberian persetujuan Dewan Komisaris dan bila layak kajian tersebut, selanjutnya rekomendasi Kepada Pemegang Saham.

8) Sebagai koordinator dari anggota Dewan Komisaris dalam melakukan evaluasi dan penilaian usulan Daftar Calon (Long List) anggota Direksi yang akan diusulkan oleh Direksi yang berasal dari pejabat internal BUMN bersangkutan satu tingkat dibawah Direksi termasuk Direksi anak perusahaan/

perusahaan patungan, sebelum diusulkan kepada Deputy dan Sesmen.

B. Hak

1) Berhak setiap waktu memasuki bangunan–bangunan, halaman-halaman atau tempat lain yang dipergunakan atau yang dikuasai perseroan dan berhak memeriksa buku-buku, surat-surat bukti, persediaan barang–barang, memeriksa dan mencocokkan keadaan keuangan kas untuk keperluan verifikasi dan lain-lain surat berharga serta mengetahui segala tindakan yang telah dijalankan oleh Direksi.

2) Berhak meminta penjelasan dan informasi tentang keadaan BUMN secara tepat waktu, terukur dan lengkap dan Direksi wajib memberikan penjelasan.

3) Berhak mengundurkan diri dari jabatannya dengan memberitahukan secara tertulis mengenai maksud tersebut kepada Pemegang Saham dengan tembusan kepada anggota Dewan Komisaris lainnya dan Direksi Perseroan. 4) Berhak membela diri dihadapan RUPS bila diberhentikan

sewaktu-waktu sebelum selesai masa jabatannya.

5) Berhak menerima honorarium dan tunjangan lain, termasuk santunan purna jabatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang jumlahnya ditetapkan oleh RUPS.

C. Kewajiban

1. Mengkoordinir dan mengadakan Rapat Dewan Komisaris sekurang-kurangnya sekali dalam setiap bulan dan mengikuti rapat-rapat Direksi jika diundang dan memanggil RUPS sesuai ketentuan.

2. Bersama-sama dengan anggota Dewan Komisaris lainnya menyusun rencana kerja dan anggaran tahunan Dewan Komisaris yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari RKAP.

3. Melaporkan kepada Perseroan mengenai kepemilikan sahamnya dan /atau keluarganya pada perseroan yang bersangkutan dan perusahaan lain, termasuk setiap perubahannya.

4. Menjalankan tugas dan kewajiban sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan/atau Anggaran Dasar perusahaan.

5. Menyampaikan laporan tentang tugas pengawasan yang telah dilakukan selama tahun buku yang baru lampau kepada RUPS/ Menteri.

6. Mengkoordinir anggota Dewan Komisaris dalam rangka pemberian masukan kepada Direksi dalam penyusunan RJPP, RKAP dan RKO.

7. Memberikan segala keterangan yang diperlukan untuk pelaksanaan pemeriksaan dalam hal perseroan melakukan perbuatan melawan hukum yang merugikan pemegang saham atau pihak ketiga atau dalam hal anggota Dewan Komisaris melakukan perbuatan hukum yang merugikan perseroan atau pihak ketiga.

8. Wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugas untuk kepentingan dan usaha perseroan.

2) Komisaris Bidang Akuntansi & Keuangan A. Tugas

1) Melakukan pengawasan atas pelaksanaan dari rencana yang telah dirumuskan dalam RKAP, RJPP maupun RKO terutama bidang akuntansi dan keuangan serta rencana pengembangan bisnis dan diversifikasi usaha.

2) Menganalisa/mereviu dan mengidentifikasi atas permasala-han dalam Laporan Manajemen Triwulanan, Semesteran, Tahunan dibandingkan RKAP yang berkaitan dengan Biaya Produksi Kebun, Harga Pokok, Laporan Keuangan dan Rasio Keuangan, Pengelolaan PIR dan Plasma, Pajak, Dana Pensiun dan lain-lain. Hasil analisa/reviu dipaparkan dalam rapat Dewan Komisaris untuk disimpulkan kembali secara bersama-sama berikut rekomendasi yang diperlukan untuk selanjutnya dilaporkan kepada Pemegang Saham. 3) Melakukan evaluasi terhadap pencapaian target Indikator

Kinerja Kunci (IKK)/ Key Performance Indicators (KPI) terutama yang berkaitan dengan aspek keuangan dan hasilnya dibahas kembali secara bersama-sama dalam rapat Dewan Komisaris dalam rangka memberikan rekomendasi perbaikan yang diperlukan.

4) Menganalisa dan mengkaji apabila ada usulan Direksi tentang pengajuan permohonan pinjaman jangka pendek dan pinjaman jangka menengah/ panjang dari Bank/ Lembaga Keuangan lain, dan hasilnya dibahas kembali secara bersama-sama dalam rapat Dewan Komisaris dalam rangka pemberian persetujuan Dewan Komisaris dan atau rekomendasi kepada Pemegang Saham.

5) Menganalisa/mengkaji apabila ada usul permohonan Direksi tentang pemberian pinjaman jangka pendek yang tidak bersifat operasional dan atau pinjaman jangka menengah/ panjang untuk dibahas kembali dalam rapat Dewan Komisaris dalam rangka menetapkan pemberian persetu-juan Dewan Komisaris dan atau rekomendasi kepada Pemegang Saham.

6) Menganalisa/ Mengkaji atas usulan Direksi perihal pelepasan dan penghapusan aktiva tetap bergerak maupun aktiva tetap tidak bergerak, dan hasil kajian dibahas kembali secara bersama-sama dalam rapat Dewan Komisaris untuk menentukan layak atau tidaknya pemberian persetujuan Dewan Komisaris dan bila layak kajian tersebut, selanjutnya rekomendasi Kepada Pemegang Saham.

7) Mengkaji dan menganalisa atas usulan Direksi tentang penghapusan piutang macet, persediaan barang yang rusak (scrapts) dan hasil kajian dibahas kembali dalam rapat Dewan Komisaris untuk menentukan layak atau tidaknya pemberian persetujuan Dewan Komisaris dan bila layak kajian tersebut, selanjutnya rekomendasi Kepada Pemegang Saham.

8) Menganalisa dan mengkaji berkaitan dengan usulan Direksi tentang pengambilan sebagian atau seluruhnya atau ikut serta dalam perseroan lain, badan lain atau mendirikan perusahaan baru dan hasilnya dibahas kembali dalam rapat Dewan Komisaris untuk menentukan layak atau tidaknya pemberian persetujuan Dewan Komisaris dan bila layak kajian tersebut, selanjutnya rekomendasi Kepada Pemegang Saham.

9) Menganalisa dan mengkaji berkaitan dengan usulan Direksi tentang pelepasan sebagian atau nilai tertentu atau seluruhnya penyertaan Perseroan dalam Perseroan atau badan lain yang akan dibahas kembali dalam rapat Dewan Komisaris dalam rangka untuk menentukan layak atau tidaknya pemberian persetujuan Dewan Komisaris dan bila layak kajian tersebut, selanjutnya rekomendasi Kepada Pemegang Saham.

10) Menganalisa dan mengkaji berkaitan dengan usulan Direksi tentang yang mengikat Perseroan sebagai penjamin yang mempunyai akibat keuangan melebihi jumlah tertentu untuk dibahas kembali dalam rapat Dewan Komisaris dalam rangka untuk menentukan layak atau tidaknya pemberian persetujuan Dewan Komisaris dan bila layak kajian tersebut, selanjutnya rekomendasi Kepada Pemegang Saham.

11) Menganalisa dan mengkaji berkaitan dengan usul-usul Direksi tentang perjanjian–perjanjian lain yang mempunyai dampak keuangan bagi perseroan untuk dibahas kembali dalam rapat Dewan Komisaris dalam rangka untuk menentukan layak atau tidaknya pemberian persetujuan Dewan Komisaris dan bila layak kajian tersebut, selanjutnya rekomendasi Kepada Pemegang Saham.

12) Menganalisa dan mengkaji berkaitan dengan Studi Kelayakan (Feasibility Study) tentang rencana pengem-bangan usaha BUMN, pembentukan anak perusahaan, dan pelaksanaan KSO dengan pihak ketiga terutama dari aspek bisnis dan keuangan, untuk dibahas kembali dalam rapat Dewan Komisaris dalam rangka untuk menentukan layak atau tidaknya pemberian persetujuan Dewan Komisaris dan

bila layak kajian tersebut, selanjutnya rekomendasi Kepada Pemegang Saham.

13) Mengawasi, memantau dan memastikan bahwa GCG, Manajemen Risiko dan Internal Control telah diterapkan secara efektif dan berkelanjutan

14) Bersama-sama anggota Dewan Komisaris lainnya Melakukan evaluasi dan penilaian usulan Daftar Calon (Long List) anggota Direksi yang akan diusulkan oleh Direksi yang berasal dari pejabat internal BUMN bersangkutan satu tingkat dibawah Direksi termasuk Direksi anak perusahaan/ perusahaan patungan, sebelum diusulkan kepada Deputy dan Sesmen.

B. Hak

1) Berhak memperoleh akses atas informasi dibidang akuntansi dan keuangan secara tepat waktu dan lengkap. 2) Berhak menanyakan dan meminta penjelasan tentang

segala hal berkaitan dengan akuntansi dan keuangan kepada Direksi dan Direksi wajib menjawabnya.

3) Berhak memperoleh data dan informasi tentang Studi Kela-yakan (Feasibility Study) rencana pengembangan usaha BUMN, pembentukan anak perusahaan, dan pelaksanaan KSO dengan pihak ketiga secara lengkap dan tepat waktu. 4) Berhak setiap waktu memasuki bangunan–bangunan,

hala-man-halaman atau tempat-tempat lain yang dipergunakan atau yang dikuasai perseroan dan berhak memeriksa buku-buku, surat-surat bukti, persediaan barang–barang, memeriksa dan mencocokkan keadaan keuangan kas untuk keperluan verifikasi dan lain-lain surat berharaga serta

mengetahui segala tindakan yang telah dijalankan oleh Direksi.

5) Berhak mengundurkan diri dari jabatan Dewan Komisaris dengan tetap memberitahukan secara tertulis mengenai maksudnya tersebut kepada Pemegang Saham dengan tembusan kepada anggota Komisaris lainnya dan Direksi Perseroan.

6) Berhak membela diri dihadapan RUPS bila diberhentikan sewaktu-waktu sebelum selesai masa jabatannya.

7) Berhak menerima honorarium dan tunjangan lain termasuk santunan purna jabatan sesuai ketentuan yang berlaku yang jumlahnya ditetapkan RUPS.

C. Kewajiban

1) Memberi masukan dan saran melalui Rapat Dewan Komisaris kepada Direksi dalam penyusunan Rencana Jangka Panjang, Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan terutama dalam bidang keuangan.

2) Bersama-sama dengan anggota Dewan Komisaris lainnya menyusun rencana kerja dan anggaran tahunan Dewan Komisaris yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari RKAP.

3) Memberi masukan dan saran melalui Rapat Dewan Komisaris kepada Direksi terhadap Studi Kelayakan (Feasibility Study) rencana pengembangan usaha BUMN, pembentukan anak perusahaan, dan pelaksanaan KSO dengan pihak ketiga.

4) Menjalankan tugas dan kewajiban sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan/atau Anggaran Dasar perusahaan.

5) Menyampaikan laporan tentang tugas pengawasan yang telah dilakukan selama tahun buku yang baru lampau kepada RUPS/ Menteri.

6) Melaporkan kepada RUPS mengenai kepemilikan sahamnya atau keluarganya pada perseroan yang bersangkutan dan perusahaan lain, termasuk setiap perubahannya. .

7) Mengikuti rapat-rapat internal Komisaris dan rapat dengan Direksi dan RUPS sesuai ketentuan.

8) Memberikan segala keterangan yang diperlukan untuk pelaksanaan pemeriksaan dalam hal perseroan melakukan perbuatan melawan hukum yang merugikan pemegang saham atau pihak ketiga atau dalam hal anggota Komisaris melakukan perbuatan hukum yang merugikan perseroan atau pihak ketiga.

9) Wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugas untuk kepentingan dan usaha perseroan. 3) Komisaris Bidang Umum dan SDM

A. Tugas

1) Memberi masukan dan saran melalui Rapat Dewan Komisaris kepada Direksi mengenai penyusunan Rencana Jangka Panjang, Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan terutama di bidang SDM dan umum.

2) Melakukan pengawasan atas pelaksanaan dari rencana yang telah dirumuskan dalam RKAP, RJPP maupun RKO terutama bidang SDM dan umum serta rencana pengembangan bisnis dan diversifikasi usaha.

3) Melakukan analisa dan evaluasi permasalahan atas Laporan Manajemen Triwulanan, Semesteran, dan Tahunan dibandingkan dengan RKAP yang berkaitan dengan SDM, Umum meliputi pelaksanaan Comunity Social Responsibility dan Pelaksanaan Kemitraan dan Bina Lingkungan. Hasil evaluasi dipaparkan dalam rapat Dewan Komisaris untuk disimpulkan kembali/ secara bersama-sama yang akan dilaporkan kepada Pemegang Saham.

4) Melakukan evaluasi atas usulan Direksi tentang struktur organisasi perusahaan serta uraian tugas (job description)

dan/atau perubahannya dari masing-masing Direksi, Kepala Bagian, Manajer dan pejabat-pejabat bawahannya dan hasilnya dijadikan bahan pembahasan dalam rapat Dewan Komisaris untuk menetapkan persetujuan.

5) Melakukan evaluasi atas permasalahan dari aspek hukum apabila ada usulan Direksi tentang Kontrak Manajemen, Kerja Sama Operasi yang bukan bidang usaha perusahaan, Kerjasama Lisensi, dan hasil evaluasi menjadi bahan dalam rapat Dewan Komisaris dalam rangka memberi persetujuan Dewan Komisaris dan atau memberi rekomendasi kepada Pemegang Saham.

6) Melakukan evaluasi penilaian atas usulan Direksi tentang Penetapan Dafter Calon (Long List) Direksi dan atau Komisaris yang mewakili perseroan pada perusahaan

patungan dan atau anak perusahaan dan hasil penilaian dijadikan bahan pembahasan dalam rapat Dewan Komisaris untuk menentukan dapat tidaknya diberikan rekomendasi kepada Rapat Umum Pemegang Saham.

7) Melakukan evaluasi terhadap pencapaian target indikator kinerja kunci (IKK)/ Key Performance Indicators (KPI) Direksi terutama dilihat dari aspek efek dinamis, dan hasilnya dibahas bersama-sama dalam rapat Dewan Komisaris dalam rangka penilaian dan memberikan rekomendasi tindakan perbaikan yang diperlukan.

8) Melakukan evaluasi atas permasalahan apabila ada usul Direksi tentang pelepasan dan penghapusan aktiva tidak bergerak dan hasil analisa dijadikan bahan Komisaris dalam rangka memberikan rekomendasi kepada Pemegang Saham.

9) Menganalisa dan mengkaji berkaitan dengan Studi Kelayakan (Feasibility Study) tentang rencana pengem-bangan usaha BUMN, pembentukan anak perusahaan, dan pelaksanaan KSO dengan pihak ketiga terutama dari aspek hukum dan sumber daya manusia, untuk dibahas kembali dalam rapat Dewan Komisaris dalam rangka untuk menentukan layak atau tidaknya pemberian persetujuan Dewan Komisaris dan bila layak kajian tersebut, selanjutnya rekomendasi Kepada Pemegang Saham.

10) Mengawasi, memantau dan memastikan bahwa GCG telah diterapkan secara efektif dan berkelanjutan.

11) Bersama-sama anggota Dewan Komisaris lainnya Melakukan evaluasi dan penilaian usulan Daftar Calon (Long List) anggota Direksi yang akan diusulkan oleh Direksi

yang berasal dari pejabat internal BUMN bersangkutan satu tingkat dibawah Direksi termasuk Direksi anak perusahaan/ perusahaan patungan, sebelum diusulkan kepada Deputy dan Sesmen.

B. Hak

1) Berhak setiap waktu memasuki bangunan–bangunan halaman-halaman atau tempat-tempat lain yang dipergunakan atau yang dikuasai perseroan dan berhak memeriksa buku-buku, surat-surat bukti, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan legal aspek dan sumber daya manusia, serta mengetahui segala tindakan yang telah dijalankan oleh Direksi.

2) Berhak meperoleh akses atas informasi dibidang SDM dan umum yang meliputi pelaksanaan Community Social Responsibility (CSR) dan Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) secara lengkap dan tepat waktu.

3) Berhak menanyakan dan meminta penjelasan tentang segala hal berkaitan dengan organisasi dan sumber Daya Manusia kepada Direksi dan Direksi wajib menjawabnya. 4) Berhak memperoleh data dan informasi tentang Studi

Kelayakan (Feasibility Study) rencana pengembangan usaha BUMN, pembentukan anak perusahaan, dan pelaksanaan KSO dengan pihak ketiga secara lengkap dan tepat waktu.

5) Berhak mengundurkan diri dari jabatan Dewan Komisaris dengan tetap memberitahukan secara tertulis mengenai maksudnya tersebut kepada Pemegang Saham dengan tembusan kepada anggota Dewan Komisaris lainnya dan Direksi Perseroan.

6) Berhak membela diri dihadapan RUPS bila diberhentikan sewaktu-waktu sebelum selesai masa jabatannya.

7) Berhak menerima honorarium dan tunjangan lain termasuk santunan purna jabatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang jumlahnya ditentukan RUPS.

C. Kewajiban

1) Memberi masukan dan saran melalui Rapat Dewan Komisaris kepada Direksi mengenai penyusunan Rencana Jangka Panjang, Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan terutama di bidang umum dan Sumber Daya Manusia meliputi pelaksanaan Comunity Social Responsibility serta Program Kemitraan dan Bina Lingkungan.

2) Bersama-sama dengan anggota Dewan Komisaris lainnya menyusun rencana kerja dan anggaran tahunan Dewan Komisaris yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari RKAP.

3) Memberikan masukan dan saran terhadap pencapaian target indikator atas kinerja kunci (IKK)/ Key Performance Indicators (KPI) terutama dilihat dari aspek SDM dan umum 4) Menjalankan tugas dan kewajiban sesuai ketentuan

peraturan perundang-undangan dan/atau Anggaran Dasar perusahaan.

5) Menyampaikan laporan tentang tugas pengawasan yang telah dilakukan selama tahun buku yang baru lampau kepada RUPS/ Menteri.

6) Melaporkan kepada perseroan mengenai kepemilikan sahamnya atau keluarganya pada perseroan yang

bersangkutan dan perusahaan lain, termasuk setiap perubahannya. .

7) Mengikuti rapat-rapat internal Dewan Komisaris dan rapat dengan Direksi dan RUPS sesuai ketentuan.

8) Menjalankan kewajiban-kewajiban lainnya sesuai Anggaran Dasar Perusahaan.

9) Memberikan segala keterangan yang diperlukan untuk pelaksanaan pemeriksaan dalam hal perseroan melakukan perbuatan melawan hukum yang merugikan pemegang saham atau pihak ketiga atau dalam hal anggota Dewan Komisaris melakukan perbuatan hukum yang merugikan perseroan atau pihak ketiga.

10) Wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugas untuk kepentingan dan usaha perseroan. 4) Komisaris Bidang Produksi .

A. Tugas

1) Memberi masukan dan saran melalui Rapat Dewan Komisaris kepada Direksi mengenai penyusunan Rencana Jangka Panjang, Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan terutama di bidang produksi.

2) Melakukan pengawasan atas pelaksanaan dari rencana yang telah dirumuskan dalam RKAP, RJPP maupun RKO terutama bidang produksi.

3) Melakukan evaluasi atas permasalahan dari Laporan Manajemen Triwulanan, Semesteran, Tahunan dibanding-kan dengan RKAP yang berkaitan dengan Areal Tanaman,

Produksi hasil kebun meliputi realisasi dari tanaman ulang, tanaman konversi dan pemupukan, Rendemen, Produkti-vitas, dan Pengolahan. Hasil analisa dan reviu dipaparkan dalam rapat Dewan Komisaris untuk disimpulkan kembali secara bersama-sama permasalahannya berikut rekomen-dasinya yang akan dilaporkan kepada Pemegang Saham. 4) Melakukan evaluasi atas Menganalisa, mengkaji terhadap

usulan Direksi tentang penghapusan persediaan barang bekas atau kadaluarsa dan slow moving mati untuk dijadikan bahan pembahasan dalam Rapat Dewan Komisaris, dalam menentukan dapat tidaknya diberikan persetujuan.

5) Melakukan evaluasi atas permasalahan dari usulan Direksi tentang Kontrak Manajemen, Kerjasama Operasi yang bukan bidang usaha perusahaan, untuk dibahas kembali dalam rapat Dewan Komisaris dalam rangka persetujuan Dewan Komisaris dan atau pemberian rekomendasi kepada Pemegang Saham.

6) Melakukan evaluasi atas permasalahan terhadap usulan Direksi tentang konversi tanaman dan hasilnya dijadikan bahan dalam Rapat Dewan Komisaris dalam melakukan persetujuan.

7) Melakukan evaluasi terhadap pencapaian target Indikator Kinerja Kunci (IKK)/Key Performance Indicators (KPI) Direksi terutama dari aspek operasional dan hasilnya dibahas bersama-sama dalam rapat Dewan Komisaris dalam rangka memberikan rekomendasi tindakan perbaikan yang diperlukan .

8) Menganalisa dan mengkaji berkaitan dengan Studi Kelayakan (Feasibility Study) tentang rencana pengem-bangan usaha BUMN, pembentukan anak perusahaan, dan pelaksanaan KSO dengan pihak ketiga terutama dari aspek produktivitas, untuk dibahas kembali dalam rapat Dewan Komisaris dalam rangka untuk menentukan layak atau tidaknya pemberian persetujuan Dewan Komisaris dan bila layak kajian tersebut, selanjutnya rekomendasi Kepada Pemegang Saham.

9) Mengawasi, memantau dan memastikan bahwa GCG telah diterapkan secara efektif dan berkelanjutan.

10) Bersama-sama anggota Dewan Komisaris lainnya melakukan evaluasi dan penilaian usulan Daftar Calon (Long List) anggota Direksi yang akan diusulkan oleh Direksi yang berasal dari pejabat internal BUMN bersangkutan satu tingkat dibawah Direksi termasuk Direksi anak perusahaan/ perusahaan patungan, sebelum diusulkan kepada Deputy dan Sesmen.

B. Hak

1) Berhak setiap waktu memasuki bangunan–bangunan, halaman-halaman atau tempat lain yang dipergunakan atau yang dikuasai perseroan dan berhak memeriksa buku-buku, surat-surat bukti persediaan barang-barang yang berkaitan dengan kebutuhan produksi baik tanaman maupun pengolahan dan mengetahui segala tindakan yang telah dijalankan Direksi.

2) Berhak meperoleh akses atas data dan informasi dibidang produksi secara lengkap dan tepat waktu.

3) Berhak meminta penjelasan tentang keadaan perusahaan terutama bidang produksi kepada Direksi, dan Direksi wajib memberikan penjelasan.

4) Berhak memperoleh data dan informasi tentang Studi Kelayakan (Feasibility Study) rencana pengembangan usaha BUMN, pembentukan anak perusahaan, dan pelaksanaan KSO dengan pihak ketiga secara lengkap dan tepat waktu.

5) Berhak mengundurkan diri dari jabatan Dewan Komisaris dengan memberitahukan secara tertulis mengenai maksud-nya tersebut kepada Pemegang Saham dengan tembusan kepada anggota Dewan Komisaris lainnya dan Direksi. 6) Berhak membela diri dihadapan RUPS bila diberhen-tikan

sewaktu-waktu sebelum selesai masa jabatannya.

7) Berhak menerima honorarium dan tunjangan lain termasuk santunan purna jabatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang jumlahnya ditetapkan oleh RUPS.

C. Kewajiban

1) Memberikan saran dan nasihat melalui rapat Dewan Komisaris kepada Direksi dalam rangka penyusunan Rencana jangka Panjang, Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan, terutama berkaitan dengan bidang produksi. 2) Bersama-sama dengan anggota Dewan Komisaris lainnya

menyusun rencana kerja dan anggaran tahunan Dewan Komisaris yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari RKAP.

3) Memberikan masukan dan saran terhadap pencapaian target indikator atas kinerja kunci (IKK)/ Key Performance Indicators (KPI) terutama dilihat dari aspek Produktivitas. 4) Menjalankan tugas dan kewajiban sesuai ketentuan

peraturan perundang-undangan dan/atau Anggaran Dasar perusahaan.

5) Menyampaikan laporan tentang tugas pengawasan yang telah dilakukan selama tahun buku yang baru lampau kepada RUPS/ Menteri.

6) Melaporkan kepada perseroan mengenai kepemilikan sahamnya atau keluarganya pada perseroan yang bersangkutan dan perusahaan lain, termasuk setiap perubahannya.

7) Mengikuti rapat-rapat internal Komisaris dan rapat dengan Direksi dan RUPS sesuai ketentuan.

8) Menjalankan kewajiban-kewajiban lainnya sesuai Anggaran Dasar Perusahaan.

9) Memberikan segala keterangan yang diperlukan untuk pelaksanaan pemeriksaan dalam hal perseroan melakukan perbuatan melawan hukum yang merugikan pemegang saham atau pihak ketiga atau dalam hal anggota Komisaris melakukan perbuatan hukum yang merugikan perseroan atau pihak ketiga.

10) Wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab

Dalam dokumen – PTPN II (Halaman 41-60)

Dokumen terkait