• Tidak ada hasil yang ditemukan

RAPAT DEWAN KOMISARIS 1). Jadwal dan Permintaan Rapat

Dalam dokumen – PTPN II (Halaman 70-75)

B. Hak/Wewenang Komisaris

III.4. RAPAT DEWAN KOMISARIS 1). Jadwal dan Permintaan Rapat

Penyelenggaraan rapat oleh Dewan Komisaris dilakukan sebagai berikut:

A. Mengadakan rapat secara berkala sesuai dengan jadual rapat yang telah disusun, disepakati dan disahkan dalam rencana kegiatan tahunan, dan menurut ketentuan paling sedikit sebulan sekali, dalam rapat tersebut Dewan Komisaris dapat mengundang Direksi.

B. Dewan Komisaris dapat mengadakan rapat sewaktu-waktu atas permintaan 1 (satu) atau beberapa anggota Dewan Komisaris, da permintaan Direksi, atau atas permintaan tertulis dari 1 (satu) atau beberapa Pemegang Saham yang mewakili sekurang-kurangnya 1/10 (satu per sepuluh) dari jumlah saham dengan hak suara, dengan menyebutkan hal-hal yang akan dibicarakan.

C. Panggilan Rapat Dewan Komisaris disampaikan secara tertulis oleh Komisaris Utama atau oleh anggota Dewan Komisaris yang ditunjuk oleh Komisaris Utama dan disampaikan dalam jangka waktu paling lambat 3 (tiga) hari sebelum rapat diadakan atau dalam waktu yang lebih singkat jika dalam keadaan mendesak, dengan tidak memperhitungkan tanggal panggilan dan tanggal rapat.

Undangan Rapat harus mencantumkan : a) Acara atau agenda rapat

b) Materi Rapat c) Tanggal d) Waktu e) Tempat

D. Rapat Dewan Komisaris dianggap sah apabila diadakan di tempat kedudukan Perseroan atau di tempat kegiatan usahanya yang utama di dalam wilayah Republik Indonesia E. Panggilan rapat tersebut tidak disyaratkan apabila semua

anggota Dewan Komisaris hadir dalam rapat.

F. Jumlah rapat Dewan Komisaris dan jumlah kehadiran masing-masing anggota Dewan Komisaris harus dimuat dalam Laporan Tahunan BUMN.

2). Ketua Rapat dan Peserta Rapat.

A. Ketua rapat adalah Komisaris Utama dan jika berhalangan dapat dipimpin oleh anggota lainnya yang ditunjuk Komisaris Utama.

B. Semua rapat Dewan Komisaris dipimpin oleh Komisaris Utama. C. Dalam hal Komisaris Utama tidak melakukan penunjukan,

sebagai anggota Dewan Komisaris bertindak sebagai pimpinan rapat Dewan Komisaris

D. Ketua rapat adalah Komisaris tertua dalam jabatan Komisaris, jika Komisaris Utama berhalangan atau tidak dilakukan penunjukan dan jika tidak ada Komisaris yang tertua dalam jabatan maka dipimpin oleh Komisaris yang tertua dalam usia. E. Peserta rapat adalah seluruh anggota Komisaris dan dapat

mengundang Direksi.

F. Seorang anggota Komisaris dapat diwakili oleh anggota Komisaris lainnya berdasarkan surat kuasa tertulis yang diberikan untuk keperluan itu dan seorang anggota Komisaris hanya dapat mewakili seorang anggota Komisaris lainnya. 3). Hak suara dan Pengambilan Keputusan

A. Pengambilan keputusan mengikat dan sah jika dihadiri atau diwakili oleh ½ (satu per dua) jumlah anggota Komisaris.

B. Keputusan rapat diambil dengan musyawarah untuk mufakat dan jika melalui musyawarah tidak tercapai kesepakatan, maka keputusan diambil suara terbanyak.

C. Pengambilan Keputusan Dewan Komisaris dilakukan sesuai dengan standar waktu yang ditetapkan sejak usulan tindakan disampaikan dalam Rapat Dewan Komisaris – Direksi atau secara tertulis untuk keputusan sirkuler,

Tingkat kesegeraan berkisar 7 hari (baik) dan sampai dengan 14 hari (cukup)

Keputusan Dewan Komisaris harus sudah dikomunikasikan kepada Direksi maksimal 7 hari sejak disahkan/ ditandatangani. D. Dalam mata acara lain-lain, rapat Dewan Komisaris tidak berhak

atau wakilnya yang sah, hadir dan menyetujui penambahan mata acara rapat.

E. Apabila jumlah suara yang setuju dan tidak setuju dalam rapat sama banyaknya, maka usul yang bersangkutan dianggap ditolak, kecuali mengenai diri orang akan ditentukan dengan undian secara tertutup.

F. Apabila jumlah suara yang setuju dan tidak setuju sama banyaknya, maka pimpinan Rapat memutuskan hasil rapat, dengan tetap memperhatikan ketentuan mengenai pertanggung jawaban sebagaimana dimaksud pada Pasal 15 ayat 3 (cek), kecuali mengenai diri orang, pengambilan keputusan rapat dilakukan dengan pemilihan secara tertutup.

G. Seorang anggota Dewan Komisaris hanya dapat mewakili seorang anggota Dewan Komisaris lainnya.

H. Suara blanko (abstain) dianggap menyetujui usul yang diajukan dalam rapat.

I. Suara yang tidak sah dianggap tidak ada dan tidak dihitung dalam menentukan jumlah suara yang dikeluarkan dalam rapat. 4). Risalah Rapat

Risalah rapat merupakan bukti yang sah mengenai segala sesuatu yang dibicarakan dan yang diputuskan dalam rapat, maka hal yang perlu dalam setiap kali rapat Dewan Komisaris adalah:

1. Menunjuk Sekretaris Dewan Komisaris atau salah seorang yang hadir untuk membuat daftar hadir dan notulen rapat.

2. Membuat risalah rapat berdasarkan notulen rapat atas segala sesuatu yang dibicarakan dan diputuskan dalam rapat dan risalah rapat ditanda tangani oleh Ketua rapat dan oleh salah

seorang anggota Dewan Komisaris yang ditunjuk oleh dan dari antara anggota yang hadir.

3. Risalah rapat harus mencantumkan pendapat-pendapat yang berkembang dalam rapat, baik pendapat yang mendukung maupun yang tidak mendukung atau berbeda pendapat (dissenting opinion), keputusan/ kesimpulan rapat, serta alasan ketidakhadiran anggota Dewan Komisaris, apabila ada.

4. Risalah rapat juga mencantumkan dengan jelas tata tertib rapat.

5. Setiap anggota Dewan Komisaris berhak menerima salinan risalah rapat Dewan Komisaris, baik yang bersangkutan hadir atau tidak hadir dalam Rapat Dewan Komisaris dan persetujuan, keberatan atau usul perbaikan harus disampaikan dalam waktu 14 (empat belas) hari setelah tanggal pengiriman dan jika lewat 14 (empat belas) hari, disimpulkan bahwa tidak ada keberatan atau perbaikan.

6. Risalah rapat asli dari setiap Rapat Dewan Komisaris harus dijilid dan disimpan dalam kumpulan dokumen tahunan pada BUMN yang bersangkutan, dan harus tersedia setiap diminta oleh anggota Dewan Komisaris atau Direksi.

5). Pengambilan Keputusan diluar Rapat

Dalam hal Dewan Komisaris mengambil keputusan yang sah dan mengikat, diluar Rapat Dewan Komisaris secara fisik (melalui sirkuler, dll), maka Keputusan tersebut harus disetujui secara tertulis oleh semua anggota Dewan Komisaris. Keputusan Dewan Komisaris tersebut mempunyai daya mengikat dengan kekuatan hukum yang sama dengan keputusan Dewan Komisaris yang dihasilkan Rapat Dewan Komisaris secara fisik.

III.5. PENUTUP BAGI PEDOMAN PELAKSANAAN DEWAN KOMISARIS

Dalam dokumen – PTPN II (Halaman 70-75)

Dokumen terkait