• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOMITMEN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan)

Dalam dokumen LKTT KRAS 30 Juni 2013 Limited Review (Halaman 164-182)

2013 (Tidak diaudit/

34. KOMITMEN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan)

34. SIGNIFICANT COMMITMENTS AND

AGREEMENTS (continued)

KOMITMEN SIGNIFIKAN (lanjutan) SIGNIFICANT COMMITMENTS (continued)

a. Fasilitas Letter of Credit (L/C) yang telah dibuka dan belum digunakan: (lanjutan)

a. Opened but not yet used Letters of Credit (L/C) facilities: (continued)

30 Juni 2013/ 31 Des. 2012/

June 30, 2013 Dec. 31, 2012

(Tidak diaudit/ (Diaudit/

Unaudited) Audited)

Perusahaan (lanjutan) The Company (continued)

Deutsche Bank AG Deutsche Bank AG

EUR 918.666 623.937 EUR

PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk

US$ - 93.463 US$

Entitas Anak The Subsidiaries

PT Krakatau Wajatama PT Krakatau Wajatama

PT ANZ Panin Bank - US$ 8.906 10.000 PT ANZ Panin Bank - US$

PT Bank Negara Indonesia (Persero) PT Bank Negara Indonesia (Persero)

Tbk - US$ 5.618 10.951 Tbk - US$

PT Bank Permata Tbk - US$ 27.208 32.873 PT Bank Permata Tbk - US$

PT Bank Danamon Indonesia Tbk - US$ 4.135 18.873 PT Bank Danamon Indonesia Tbk - US$

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Rupiah 226.576 - Rupiah

PT Krakatau Engineering PT Krakatau Engineering

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

US$ 12.732 20.030 US$

EUR 2.225 6.450.000 EUR

Rupiah 16.222 - Rupiah

AUD - 186.000 AUD

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - US$ 6.037 5.642 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - US$

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)Tbk

34. KOMITMEN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan)

34. SIGNIFICANT COMMITMENTS AND

AGREEMENTS (continued)

KOMITMEN SIGNIFIKAN (lanjutan) SIGNIFICANT COMMITMENTS (continued)

Perusahaan The Company

b. Perusahaan memperoleh fasilitas bank garansi dari Bank Mandiri dengan jumlah maksimum sebesar US$25.000. Fasilitas kredit ini akan berakhir pada tanggal 27 September 2013. Pada tanggal 30 Juni 2013, fasilitas kredit ini belum digunakan.

b. The Company obtained a bank guarantee facility from Mandiri Bank with a maximum amount of US$25,000. This credit facility will expire on September 27, 2013. As of June 30, 2013, the credit facility has not yet been used.

c. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja dari SCB dengan jumlah maksimum sebesar US$40.000. Fasilitas ini dapat digunakan sebagai fasilitas L/C, UPAS dan

export bill purchase. Fasilitas ini akan berakhir pada tanggal 31 Juli 2014 dan dapat diperpanjang secara otomatis selama 12 bulan ke depan keculai jika ditentukan lain oleh bank. Pada tanggal 30 Juni 2013, fasilitas kredit ini belum digunakan.

c. The Company obtained a working capital credit facility from SCB with a maximum amount of US$40,000. This facility can be used as LC, UPAS and export bill purchase. This facility will expire on July 31, 2014 and can be automatically extended for another 12 months unless otherwise determined by the bank. As of June 30, 2013, the credit facility has not yet been used.

d. Perusahaan memperoleh fasilitas perbankan dari Deutsche Bank dengan jumlah maksimum sebesar EUR9.000.000. Fasilitas kredit ini dapat digunakan sebagai fasilitas Non Cash Loan dan switchable dengan fasilitas Overdraft. Fasilitas kredit ini akan berakhir pada tanggal 30 April 2014 dan dan dapat diperpanjang secara otomatis selama 12 bulan ke depan apabila kondisi-kondisi tertentu terpenuhi.

d. The Company obtained a banking facility from Deutsche Bank with a maximum amount of EUR9,000,000. This credit facility can be used as Non Cash Loan facility and is switchable to Overdraft facility. The credit facility will expire on April 30, 2014 and can be automatically extended for another 12 months upon fulfillment of certain conditions.

e. Berdasarkan perjanjian pinjaman tanggal 27 April 2012 dan amandemen perjanjian tanggal 26 Juli 2012, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit investasi dari KfW, Bank of Austria dan HSBC (“Pemberi Pinjaman”) dengan jumlah maksimum sebesar EUR49.479.000 (porsi pinjaman KfW, Bank of Austria dan HSBC masing-masing sebesar EUR16.493.000). Pinjaman ini digunakan untuk membiayai proyek revitalisasi Slab Steel Plant

(“SSP”) dan dilunasi dalam 15 kali angsuran setengah tahunan yang sama dimulai bulan Juni 2013. Sebesar 20% dari total pinjaman terhutang dikenakan bunga sebesar tingkat bunga variabel OeKB ditambah marjin 0,5% per tahun, sedangkan 80% sisa pinjaman terhutang dikenakan bunga sebesar tingkat bunga tetap

OeKB ditambah marjin 0,5% per tahun, yang akan dibayarkan secara tiga bulanan.

e. Based on the loan agreement dated April 27, 2012 and the amendment agreement dated July 26, 2012, the Company obtained an investment credit facility from KfW, Bank of Austria and HSBC (the “Lenders”) with a maximum amount of EUR49,479,000 (loan portion for each KfW, Bank of Austria and HSBC is EUR16,493,000). This loan is granted to finance the revitalization project of Slab Steel Plant (“SSP”) and is repayable in 15 equal semi-annual installments starting from June 2013. 20% of total outstanding loan will be charged with OeKB variable rate plus 0.5% margin per annum and 80% remaining outstanding loan will be charged with OeKB fixed rate plus 0.5% margin per annum, which will be paid quarterly.

34. KOMITMEN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan)

34. SIGNIFICANT COMMITMENTS AND

AGREEMENTS (continued)

KOMITMEN SIGNIFIKAN (lanjutan) SIGNIFICANT COMMITMENTS (continued)

Pinjaman ini dijamin secara pari passu dengan jaminan untuk fasilitas kredit yang diperoleh dari Bank Mandiri (Catatan 15), KfW dan UCB (”Pemberi Pinjaman Proyek Revitalisasi HSM”) dan KfW IPEX-Bank GmbH (“Pemberi Pinjaman Proyek Revitalisasi HSM RF-RS & DRP-ZR”), kecuali untuk aset-aset yang dibiayai oleh fasilitas kredit yang diperoleh dari Bank Mandiri, BNI dan BRI (Catatan 34.g) dan CDB, ICBC dan HSBC (Catatan 34.h) serta deposito berjangka cadangan pembayaran pinjaman (Debt Service Reserve Time Deposit) di HSBC dengan saldo minimum sebesar dua kali cicilan pokok pinjaman beserta bunganya.

The loan is secured on proportionate basis with the collateral pledged for the credit facilities obtained from Bank Mandiri (Note 15), KfW and UCB (the “Lenders of Revitalization Project of HSM”) and KfW IPEX-Bank GmbH (the “Lender of Revitalization Project of HSM RF-RS & DRP-ZR”), except for assets financed by credit facilities obtained from Bank Mandiri, BNI and BRI (Note 34.g) and CDB, ICBC and HSBC (Note 34.h) and Debt Service Reserve Time Deposit in HSBC with the balance is not less than two times of principal installments with interest payable thereon.

Perjanjian pinjaman mencakup pembatasan-pembatasan antara lain, tanpa persetujuan tertulis dari Para Pemberi Pinjaman, Perusahaan tidak diperbolehkan menjaminkan kekayaan dan bertindak sebagai penjamin kepada pihak lain, melepaskan sebagian atau seluruh asetnya, menerima pinjaman kecuali dalam kegiatan usaha normal, memberikan pinjaman kepada pihak lain kecuali terkait langsung dengan usaha, mengubah bentuk usaha, melakukan merger dan akuisisi dan menurunkan atau menerbitkan modal saham.

The loan agreements include restrictions, among others, that without prior written consent from the Lenders, the Company is not permitted to pledge its assets and give any guarantee or indemnity to other parties, dispose of all or any part ot its assets, incur any financial indebtedness except in the ordinary course of business, provide loan to other parties except trade credit in the ordinary course of business, change the business, enter into merger, make any acquisition and reduce or issue share capital.

Atas pinjaman di atas, Perusahaan juga diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan sebagai berikut:

i. Rasio Pinjaman terhadap Ekuitas tidak boleh lebih dari 2,33 : 1;

ii. Rasio kecukupan pembayaran bunga (EBITDA/Interest) tidak boleh kurang dari 2,0 : 1;

iii. Rasio kecukupan laba untuk pembayaran utang (Net Revenue Income to Total Debt Service Payments) tidak boleh kurang dari 1,30 : 1;

iv. Rasio Lancar tidak boleh kurang dari

Related to the loan as stated above, the Company is also required to maintain the following financial ratios:

i. The ratio of Total Debt to Tangible Net Worth shall not exceed 2.33 : 1;

ii. The ratio of EBITDA to Interest Expenses shall not be less than 2.0 : 1;

iii. The ratio of Net Revenue Income to Total Debt Service Payments shall not be less than 1.30 : 1;

34. KOMITMEN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan)

34. SIGNIFICANT COMMITMENTS AND

AGREEMENTS (continued)

KOMITMEN SIGNIFIKAN (lanjutan) SIGNIFICANT COMMITMENTS (continued)

Perusahaan (lanjutan) The Company (continued)

f. Berdasarkan perjanjian pinjaman tanggal 19 September 2012, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit investasi dari KfW IPEX-Bank GmbH dengan jumlah maksimum sebesar EUR8.534.850 (“Porsi EURO”) dan US$14.636 (“Porsi USD”). Pinjaman Porsi EURO digunakan untuk membiayai proyek revitalisasi

HSM Reheating Furnace dan HSM Roll Shop

dan pinjaman Porsi USD digunakan untuk membiayai proyek revitalisasi Direct Reduction Plant Zero Reformer. Pinjaman ini akan dilunasi dalam 12 kali angsuran setengah tahunan yang sama, selambat-lambatnya dimulai sejak Juni 2013 (untuk Porsi EURO) dan Desember 2013 (untuk Porsi USD). Pinjaman Porsi EURO dan Porsi USD dikenakan bunga masing-masing sebesar EURIBOR 6-bulanan plus marjin 3,3% per tahun dan LIBOR 6-bulanan plus marjin 3,85% per tahun, yang akan dibayarkan secara enam bulanan.

f. Based on the loan agreement dated September 19, 2012, the Company obtained an investment credit facility from KfW IPEX-Bank

GmbH with a maximum amount of

EUR8,534,850 (“EURO Portion”) and US$14,636 (USD Portion). The EURO Portion loan is granted to finance revitalization project of HSM Reheating Furnace and HSM Roll Shop and the USD Portion loan is granted to finance revitalization project of Direct Reduction Plant Zero Reformer. This loan is repayable in 15 equal semi-annual installments starting from, at the latest, June 2013 (for EURO Portion) and December 2013 (for USD Portion). Each EURO Portion and USD Portion loan will be charged interest at 6-month EURIBOR plus margin 3.3% per annum and 6-month LIBOR plus margin 3.85% per annum, which will be paid semi-annually.

Pinjaman ini dijamin secara pari passu dengan jaminan untuk fasilitas kredit yang diperoleh dari Bank Mandiri (Catatan 15), KfW dan UCB (”Pemberi Pinjaman Proyek Revitalisasi HSM”) dan KfW, Bank of Austria dan HSBC (“Pemberi Pinjaman proyek revitalisasi SSP”), kecuali untuk aset-aset yang dibiayai oleh fasilitas kredit yang diperoleh dari Bank Mandiri, BNI dan BRI (Catatan 34.g) dan CDB, ICBC dan HSBC (Catatan 34.h) serta deposito berjangka cadangan pembayaran pinjaman (Debt Service Reserve Time Deposit) di HSBC dengan saldo minimum sebesar dua kali cicilan pokok pinjaman beserta bunganya.

The loan is secured on proportionate basis with the collateral pledged for the credit facilities obtained from Bank Mandiri (Note 15), KfW and UCB (the “Lenders of Revitalization Project of HSM”) and KfW, Bank of Austria and HSBC (“the Lenders of revitalization project of SSP”), except for assets financed by credit facilities obtained from Bank Mandiri, BNI and BRI (Note 34.g) and CDB, ICBC and HSBC

(Note 34.h) and Debt Service Reserve Time Deposit in HSBC with the balance is not less than two times of principal installments with interest payable thereon.

Perjanjian pinjaman mencakup pembatasan-pembatasan antara lain, tanpa persetujuan tertulis dari Para Pemberi Pinjaman, Perusahaan tidak diperbolehkan menjaminkan kekayaan dan bertindak sebagai penjamin kepada pihak lain, melepaskan sebagian atau seluruh asetnya, menerima pinjaman kecuali dalam kegiatan usaha normal, memberikan pinjaman kepada pihak lain kecuali terkait langsung dengan usaha, mengubah bentuk usaha, melakukan merger dan akuisisi dan menurunkan atau menerbitkan modal saham.

The loan agreements include restrictions, among others, that without prior written consent from the Lenders, the Company is not permitted to pledge its assets and give any guarantee or indemnity to other parties, dispose of all or any part ot its assets, incur any financial indebtedness except in the ordinary course of business, provide loan to other parties except trade credit in the ordinary course of business, change the business, enter into merger, make any acquisition and reduce or issue share capital.

34. KOMITMEN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan)

34. SIGNIFICANT COMMITMENTS AND

AGREEMENTS (continued)

KOMITMEN SIGNIFIKAN (lanjutan) SIGNIFICANT COMMITMENTS (continued)

Perusahaan (lanjutan) The Company (continued)

Atas pinjaman di atas, Perusahaan juga diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan sebagai berikut:

i. Rasio Pinjaman terhadap Ekuitas tidak boleh lebih dari 2,33 : 1;

ii. Rasio kecukupan pembayaran bunga (EBITDA/Interest) tidak boleh kurang dari 2,0 : 1;

iii. Rasio kecukupan laba untuk pembayaran utang (Net Revenue Income to Total Debt Service Payments) tidak boleh kurang dari 1,30 : 1;

iv. Rasio Lancar tidak boleh kurang dari 1,20 : 1 dan

v. Rasio kecukupan pinjaman neto terhadap EBITDA (Net Borrowings/EBITDA) tidak boleh melebihi 6,0 : 1.

Related to the loan as stated above, the Company is also required to maintain the following financial ratios:

i. The ratio of Total Debt to Tangible Net Worth shall not exceed 2.33 : 1;

ii. The ratio of EBITDA to Interest Expenses shall not be less than 2.0 : 1;

iii. The ratio of Net Revenue Income to Total Debt Service Payments shall not be less than 1.30 : 1;

iv. The Current Ratio shall not be less than 1.20 : 1 and

v. The ratio of Net Borrowings/EBITDA shall not exceed 6.0 : 1.

Terkait dengan fasilitas kredit investasi tersebut, Perusahaan telah membayar biaya transaksi sebesar US$281, yang disajikan dalam akun “Beban lain-lain”. Pada tanggal 30 Juni 2013, fasilitas kredit ini belum digunakan.

In relation with the above investment credit facility, the Company has paid transaction costs of US$281, which were presented as “Other expenses”. As of June 30, 2013, the credit facility has not yet been used.

g. Berdasarkan Akta Notaris No. 28 tanggal 15 Mei 2012 dari Fathiah Helmi, S.H., Perusahaan memperoleh fasilitas kredit investasi dari Bank Mandiri, BNI dan BRI dengan jumlah maksimum sebesar Rp2.275.000 atau setara dengan US$250.000 untuk pembiayaan proyek Kompleks Blast Furnace (“Commercial Facility”). Pinjaman ini dilunasi dalam 12 kali angsuran setengah tahunan yang sama, selambat-lambatnya dimulai sejak Mei 2015 dan dibebani bunga tahunan sebesar 9% yang dapat disesuaikan serta dibayarkan secara enam bulanan.

g. Based on the Notarial Deed No. 28 dated May 15, 2012 of Fathiah Helmi, S.H., the Company obtained an investment credit facility from Bank Mandiri, BNI and BRI with a maximum amount of Rp2,275,000 or equivalent to US$250,000 to finance Blast Furnace Complex project (“Commercial Facility”). This loan is repayable in 12 equal semi-annual installments starting from, at the latest, May 2015 and bears annual interest at 9% reviewable, which will be paid semi-annually.

34. KOMITMEN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan)

34. SIGNIFICANT COMMITMENTS AND

AGREEMENTS (continued)

KOMITMEN SIGNIFIKAN (lanjutan) SIGNIFICANT COMMITMENTS (continued)

Perusahaan (lanjutan) The Company (continued)

Perjanjian pinjaman mencakup pembatasan-pembatasan antara lain, tanpa persetujuan tertulis dari Para Pemberi Pinjaman, Perusahaan tidak diperbolehkan menjaminkan kekayaan dan bertindak sebagai penjamin kepada pihak lain, melepaskan sebagian atau seluruh asetnya, menerima pinjaman kecuali dalam kegiatan usaha normal, memberikan pinjaman kepada pihak lain kecuali terkait langsung dengan usaha, mengubah bentuk usaha, melakukan merger dan akuisisi dan menurunkan atau menerbitkan modal saham.

The loan agreements include restrictions, among others, that without prior written consent from the Lenders, the Company is not permitted to pledge its assets and give any guarantee or indemnity to other parties, dispose of all or any part ot its assets, incur any financial indebtedness except in the ordinary course of business, provide loan to other parties except trade credit in the ordinary course of business, change the business, enter into merger, make any acquisition and reduce or issue share capital.

Atas pinjaman di atas, Perusahaan juga diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan sebagai berikut:

i. Rasio Pinjaman terhadap Ekuitas tidak boleh lebih dari 2,33 : 1;

ii. Rasio kecukupan pembayaran bunga (EBITDA/Interest) tidak boleh kurang dari 2,0 : 1;

iii. Rasio kecukupan laba untuk pembayaran utang (Net Revenue Income to Total Debt Service Payments) tidak boleh kurang dari 1,30 : 1;

iv. Rasio Lancar tidak boleh kurang dari 1,20 : 1 dan

v. Rasio kecukupan pinjaman neto terhadap EBITDA (Net Borrowings/EBITDA) tidak boleh melebihi 6,0 : 1.

Related to the loan as stated above, the Company is also required to maintain the following financial ratios:

i. The ratio of Total Debt to Tangible Net Worth shall not exceed 2.33 : 1;

ii. The ratio of EBITDA to Interest Expenses shall not be less than 2.0 : 1;

iii. The ratio of Net Revenue Income to Total Debt Service Payments shall not be less than 1.30 : 1;

iv. The Current Ratio shall not be less than 1.20 : 1 and

v. The ratio of Net Borrowings/EBITDA shall not exceed 6.0 : 1.

Terkait dengan fasilitas kredit investasi tersebut, Perusahaan telah membayar biaya transaksi sebesar US$4.007, yang dicatat dalam akun “Aset Lain-lain”. Pada tanggal 30 Juni 2013, fasilitas kredit ini belum digunakan.

In relation with the above investment credit facility, the Company has paid transaction costs of US$4,007, which were recorded in the “Other Assets” account. As of June 30, 2013, the credit facility has not yet been used.

h. Berdasarkan perjanjian pinjaman tanggal 15 Agustus 2012, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit investasi dari China Development Bank Corporation (“CDB”), PT Bank ICBC Indonesia (“ICBC”) dan HSBC dengan jumlah maksimum sebesar US$200.000 untuk pembiayaan proyek Kompleks Blast Furnace (“Sinosure Facility”). Pinjaman ini dilunasi dalam 16 kali angsuran setengah tahunan yang sama, selambat-lambatnya dimulai sejak Februari 2016 dan dibebani bunga tahunan sebesar LIBOR 6-bulanan plus marjin 3,8%, yang akan dibayarkan secara enam bulanan.

h. Based on the loan agreement dated August 15, 2012, the Company obtained an investment credit facility from China Development Bank Corporation (“CDB”), PT Bank ICBC Indonesia (“ICBC”) and HSBC in with a maximum amount of US$200,000 to finance Blast Furnace Complex project (“Sinosure Facility”). This loan is repayable in 16 equal semi-annual installments starting from, at the latest, February 2016 and bears annual interest at 6-month LIBOR plus margin 3.8%, which will be paid semi-annualy.

34. KOMITMEN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan)

34. SIGNIFICANT COMMITMENTS AND

AGREEMENTS (continued)

KOMITMEN SIGNIFIKAN (lanjutan) SIGNIFICANT COMMITMENTS (continued)

Perusahaan (lanjutan) The Company (continued)

Pinjaman ini dijamin secara pari passu dengan jaminan untuk fasilitas kredit yang diperoleh dari Bank Mandiri, BNI dan BRI (Catatan 34.g) dan deposito berjangka cadangan pembayaran pinjaman (Debt Service Reserve Time Deposit)

di HSBC dengan saldo minimum sebesar satu kali cicilan pokok pinjaman beserta bunganya.

The loan is secured on proportionate basis with the collateral pledged for the credit facilities obtained from Bank Mandiri, BNI and BRI (Note 34.g) and Debt Service Reserve Time Deposit in HSBC with the balance is not less than one time of principal installment with interest payable thereon.

Perjanjian pinjaman mencakup pembatasan-pembatasan antara lain, tanpa persetujuan tertulis dari Para Pemberi Pinjaman, Perusahaan tidak diperbolehkan menjaminkan kekayaan dan bertindak sebagai penjamin kepada pihak lain, melepaskan sebagian atau seluruh asetnya, menerima pinjaman kecuali dalam kegiatan usaha normal, memberikan pinjaman kepada pihak lain kecuali terkait langsung dengan usaha, mengubah bentuk usaha, melakukan merger dan akuisisi dan menurunkan atau menerbitkan modal saham.

The loan agreements include restrictions, among others, that without prior written consent from the Lenders, the Company is not permitted to pledge its assets and give any guarantee or indemnity to other parties, dispose of all or any part ot its assets, incur any financial indebtedness except in the ordinary course of business, provide loan to other parties except trade credit in the ordinary course of business, change the business, enter into merger, make any acquisition and reduce or issue share capital.

Atas pinjaman di atas, Perusahaan juga diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan sebagai berikut:

i. Rasio Pinjaman terhadap Ekuitas tidak boleh lebih dari 2,33 : 1;

ii. Rasio kecukupan pembayaran bunga (EBITDA/Interest) tidak boleh kurang dari 2,0 : 1;

iii. Rasio kecukupan laba untuk pembayaran utang (Net Revenue Income to Total Debt Service Payments) tidak boleh kurang dari 1,30 : 1;

iv. Rasio Lancar tidak boleh kurang dari 1,20 : 1 dan

v. Rasio kecukupan pinjaman neto terhadap EBITDA (Net Borrowings/EBITDA) tidak boleh melebihi 6,0 : 1.

Related to the loan as stated above, the Company is also required to maintain the following financial ratios:

i. The ratio of Total Debt to Tangible Net Worth shall not exceed 2.33 : 1;

ii. The ratio of EBITDA to Interest Expenses shall not be less than 2.0 : 1;

iii. The ratio of Net Revenue Income to Total Debt Service Payments shall not be less than 1.30 : 1;

iv. The Current Ratio shall not be less than 1.20 : 1 and

v. The ratio of Net Borrowings/EBITDA shall not exceed 6.0 : 1.

34. KOMITMEN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan)

34. SIGNIFICANT COMMITMENTS AND

AGREEMENTS (continued)

KOMITMEN SIGNIFIKAN (lanjutan) SIGNIFICANT COMMITMENTS (continued)

Perusahaan (lanjutan) The Company (continued)

i. Berdasarkan Senior Facilities Agreement

antara PT Krakatau Posco dengan The Export-Import Bank of Korea, Australia and New Zealand Banking Group Limited, PT Bank ANZ Indonesia, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd., Seoul Branch, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd., Jakarta Branch, Credit Suisse AG, HSBC BANK PLC, Mizuho Corporate Bank Ltd., Seoul Branch, PT Bank Mizuho Indonesia, Standard Chartered Bank, Standard Chartered Bank Korea Limited, Sumitomo Mitsui Banking Corporation dan Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (bersama-sama disebut sebagai "Pemberi Pinjaman") yang telah ditandatangani pada tanggal 14 Februari 2012, disetujui bahwa dalam rangka memenuhi persyaratan penarikan pinjaman yang diperlukan dalam pembiayaan pembangunan pabrik baja terpadu di Cilegon oleh PT Krakatau Posco dan menjamin kepastian pembayaran kembali kewajiban PT Krakatau Posco kepada Pemberi Pinjaman; Perusahaan diwajibkan untuk turut memberikan jaminan berupa jaminan perusahaan (Sponsor Guarantee) sebesar 30% (sesuai persentase kepemilikan Perusahaan pada PT Krakatu Posco) dari total kewajiban PT Krakatau Posco kepada Pemberi Pinjaman.

i. Based on Senior Facilities Agreement between PT Krakatau Posco and The Export-Import

Dalam dokumen LKTT KRAS 30 Juni 2013 Limited Review (Halaman 164-182)