• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

C. Teknik Pengumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Observasi

Observasi adalah bagian dalam pengumpulan data, observasi berarti mengumpulkan data langsung dari lapangan. Proses observasi dimulai dengan mengidentifikasi tempat yang hendak diteliti, setelah tempat penelitian diidentifikasi dilanjutkan dengan membuat pemetaan sehingga diperoleh gambaran umum tentang sasaran penelitian, kemudian peneliti mengidentifikasi siapa yang akan diobservasi, kapan, berapa lama dan bagaimana.10 Observasi atau pengamatan adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui suatu pengamatan, 11 atau kegiatan keseharian manusia dengan menggukan penca indra mata sebagai alat bantu utamanya selain panca indra yang lainnya seperti telinga, penciuman, mulut dan kulit.12 Adapun obeservasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Non Participation Observer, yaitu suatu bentuk observasi yang dimana pengamat (peneliti) tidak terlibat langsung dalam kegiatan kelompok dalam proses pembelajaran, atau dapat dikatakan tidak ikut serta dalam kegiatan yang diamatinya.

___________

9Albi Anggito dan Johan Setiawan, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Jawa Barat:

Jejak, 2018), hal. 242-243.

10Conny R dan Semiawan, Metode Penelitian Kualitatif, (Jakarta: Grasindo, 2017), hal. 112.

11Abdurrahman Fathoni, Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi, (Jakarta: Renika Cipta, 2006), hal. 104.

12M. Burhan Bungin, Penelitian Kualitatif, Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik dan Ilmu Sosial lainnya, (Jakarta: Putra Grafika, 2007), hal. 115.

Sebagai Non Participation Observer, kegiatan yang dilakukan adalah mengamati dan mencatat segala proses yang berkaitan dengan kompetensi profesionalisme guru dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 2 Simeulue Barat.

2. Wawancara

Wawancara adalah merupakan percakapan yang dilakukan oleh antara dua pihak, yaitu yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancara memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.13 Dalam proses wawancara akan digunakan teknik wawancara terstruktur, yakni yang ditujukan kepada kepala sekolah dan guru bidang studi Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 2 Simeulue Barat. Hal ini bertujuan untuk memperoleh atau mendapatkan informasi serta keterangan-keterangan yang berkaitan dengan masalah penelitian, wawancara ini disusun dalam bentuk instrumen penelitian berupa pedoman wawancara.

Sebelum terjun dalam pengambilan data dengan wawancara, hal-hal yang perlu disiapkan dalam wawancara antara lain:

a. Pewawancara harus memiliki konsepsi yang jelas mengenai informasi yang dia butuhkan. Dia harus merinci urutan pertanyaan dengan sebaik-baiknya dan sejelas-jelasnya, sehingga responden terdorong untuk memberikan jawaban sesuai yang diinginkan.

b. Kerangka tertulis, daftar pertanyaan, atau daftar check harus tertuang dalam wawancara, yang mencegah kemungkinan pewawancara mengalami kegagalan memperoleh data yang penting dan dia butuhkan.

___________

13Maleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2002), hal. 135.

c. Dalam pelaksanaan wawancara:

1) Interviewer harus mengenalkan dirinya pada subjek interviewer baik langsung maupun tidak langsung serta menyampaikan maksud rised.

2) Interviewer harus menciptakan hubungan baik dengan subjek dengan cara saling menghormati, kerja sama, mempercayai, memberi dan menerima.

3) Menciptakan suasana yang mendukung serta tidak tergesa-gesa dalam mengajukan pertanyaan.

4) Berbicara dengan cara bersahabat mengenai hal-hal yang menarik responden akan menumbuhkan rasa hormat responden kepada pewawancara. Tanpa disadari responden akan serta-merta memberikan informasi yang diperlukan.

5) Hendaklah menjadi pendengar yang baik serta tidak memotong ataupun menggiring subjek interviewer kepada jawaban yang diharapkan.

6) Harus terampil dalam bertanya, didukung dengan gaya bicara yang tidak berbelit-belit. Nada suara membosankan, sikap bertanya jangan seperti menggurui atau menghakimi. Aturlah waktu bertanya dan buat catatan, jangan lupa buatlah pedoman pertanyaan.

d. Bila pewawancara tidak merekam menggunakan alat rekam, pewawancara perlu membuat catatan tertulis.

e. Merekam wawancara dengan tape recorder mudah dilakukan dengan tape recorder atau alat rekam lain mudah dilakukan dan tidak mahal.14

3. Field Research

Pada dasarnya Field Reasearch merupakan cara ilmiah yang digunakan untuk mendapatkan data dari hasil penelitian, dan merupakan suatu metode penelitian untuk pengumpulan data. Field Research (Penelitian lapangan) merupakan penelitian kualitatif dimana peneliti mengamati dan berpartisipasi secara langsung dalam penelitian.

Penelitian lapangan (field research) merupakan salah satu metode pengumpulan bahan-bahan yang langsung dari tutur kata orang-orang anggota kelompok yang kemudian diterbitkan dan diarsipkan dan kegiatan ini menggunakan metode penelitian di tempat (field research),15 penelitian lapangan berlangsung di masyarakat/lapangan.16 Pengertian biasa yang diberikan kepada field research ini ialah penelitian lapangan atau penelitian di lapangan, ada juga yang menamakan penelitian empiris (pengamatan atau penelitian yang bersifat menjelaskan secara deskriptif) atau penelitian induksi (proses pengambilan kesimpulan atau pembentukan hipotesis yang didasarkan pada fakta atau bukti-bukti).

Terjadinya penelitian lapangan ini ada dua sebab, yaitu pertama untuk membuktikan suatu teori benar atau tidak. Jadi, teori ini dites

___________

14Wagiran, Metodologi Penelitian Pendidikan Teori dan Implementasi, (Yogyakarta: Budi Utama, 2014), hal. 231-232.

15Lira Hayu Afdetis Mana dan Samsiarni, Buku Ajar Mata Kuliah Folklor, (Yogyakarta: Budi Utama, 2018), hal. 14.

16Timotius, Pengantar Metodologi Penelitian Pendekatan Manajemen Pengetahuan Untuk Perkembangan Pengetahuan, (Yogyakarta: Penerbit Andi, 2017), hal.

13.

kebenarannya di lapangan. Dalam hal ini testing itu dilakukan dengan mencari apakah ada data-data yang mendukung teori tersebut.17

Penelitian lapangan bertujuan untuk mempelajari secara intensif mengenai kelompok sosial tertentu, yang meliputi individu, kelompok, lembaga, dan masyarakat. Dalam penelitian lapangan akan dilakukan penggalian data secara mendalam dan menganalisis secara intensif interaksi faktor-faktor yang terlibat. Adapun tujuannya adalah untuk mempelajari secara intensif (sungguh-sungguh dan terus menerus dalam mengerjakan sesuatu hingga memperoleh hasil yang optimal) tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu kelompok sosial, individu, kelompok, lembaga, atau masyarakat.

Contoh:

a. Studi-studi yang dilakukan Piaget (salah satu teori yang menjelaskan bagaimana anak beradabtasi dan menginterpretasikan objek dan kejadian-kejadian disekitarnya) mengenai perkembangan kognitif pada anak-anak.

b. Studi secara mendalam mengenai seorang anak yang mengalami ketidakmampuan belajar yang dilakukan seseorang ahli psikologi.18

4. Dokumentasi

Metode dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data penelitian mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, ___________

17Bungaran Antonius Simanjuntak dan Soejidto Sosrodiharjo, Metode Penelitian Sosial, (Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2014), hal. 12.

18Wagiran, Metodologi Penelitian Pendidikan Teori dan Implementasi, (Yogyakarta: Budi Utama, 2014), hal. 139.

buku, surat, koran, majalah, prasasti, notulen rapat, leger nilai, agenda, dan lain-lain. Metode dokumentasi memiliki keunggulan dan kelemahan dibandingkan dengan metode yang lain. Suharsimi Arikunto, memberi penjelasan bahwa metode dokumentasi merupakan metode penelitian dengan mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan. Dokumentasi sebagai metode pengumpulan data-data penelitian pendidikan memiliki kebaikan diantaranya adalah efisien dari segi waktu, efisien dari segi tenaga, efisien dari segi biaya.19

Dokumentasi adalah teknik yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data dan catatan tentang siswa, para dewan guru, sarana dan prasarana, batas-batas wilaya geografis, keadaan sekolah dan kurikulum serta data-data yang berkaitan dengan penelitian ini. Data tersebut diambil dari kantor kepala Sekolah dan Tata Usaha SMA Negeri 2 Simeulue Barat. Untuk memperoleh data yang akurat dan objektif tentang data yang diperlukan dalam penelitian ini, maka diperlukan suatu teknik, karena sangat tergantung pada teknik penelitian itu sendiri.

D. Teknik Pengolahan Data

Adapun teknik pengolahan data dalam penelitian ini dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Reduksi data adalah merupakan proses berfikir sensitive yang memerlukan kecerdasan dan keluasan dan kedalaman wawasan tinggi yakni bentuk analisis yang menajamkan, membuang yang tidak perlu dan mengelompokan data sehingga dapat ditarik kesimpulan akhir dan melihat kembali kebenaran data.

___________

19Johni Dimyati, Metodologi Penelitian Pendidikan dan Aplikasinya Pada Pendidikan Anak Usia Dini, (Jakarta: Kencana, 2013), hal. 100-101.

2. Analisa data

Langka selanjutnya adalah analisis data menurut Miles and Huberman ialah penarikan kesimpulan dan verifikasi”.20 Jadi penarikan kesimpulan, merupakan bagian dari suatu kegiatan kunfigurasi yang utuh, kesimpulan dan verifikasi dilaksanakan selama penelitian. Kesimpulan awal bersifat longgar dan akhirnya semakin kokoh dan untuk mencapai hasil yang baik, apabila terjadi kesalahan data yang mengakibatkan kesimpulan tidak sesuai maka dapat dilakukan proses ulang dengan melalui tahapan yang sama.

3. Penyajian data atau display data

` Display data adalah proses penyusunan informasi yang kompleks kedalam bentuk sistematis, sehingga menjadi lebih sederhana dan selektif, serta dapat dipahami maknanya.

4. Mengambil kesimpulan dan Verifikasi

Adalah melakukan pengujian atau kesimpulan yang telah diambil dan membandinggkan dengan teori-teori yang relevan serta petunjuk pelaksanaan untuk mengelolah data tentang Kompetensi Profesional Guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 2 Simeulue Barat.

E. Pedoman Penulisan

Adapun pedoman penulisan dalam penyelesaian skripsi ini, penulis berpedoman pada buku Panduan Penulisan Proposal dan Skripsi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh Tahun 2020.

___________

20Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2008), hal. 99.

59 BAB IV HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

1. Letak Geografis SMA Negeri 2 Simeulue Barat

SMA Negeri 2 Simeulue Barat merupakan salah satu bangunan sekolah negeri yang terletak di sebelah barat Desa Sigulai Kecamatan Simeulue Barat, Kabupaten Simeulue. Yang beralamat di Jl. Nusantara No. 02 Desa Sigulai Kecamatan Simeulue Barat Kabupaten Simeulue.

SMA Negeri 2 Simeulue Barat didirikan di areal tanah seluas lebih kurang 5,950 M2, dan letak sekolah ini sangat strategis karena berada di tengah Kecamatan Simeulue Barat. Letak geografisnya di sebelah Barat terdapat pegunungan dan persawahan, di sebelah Utara terdapat perkebunan warga dan di sebelah Selatan dan Timur terdapat perumahan warga Desa Sigulai. Lokasih SMA Negeri 2 Simeulue Barat memiliki suasana alam yang tenang dan berada di dekat pengunungan, sehingga sekolah ini sangat nyamandigunakan untuk tempat belajar.

Sekolah ini didirikan karena adanya keinginan masyarakat yang begitu besar terhadap pendidikan untuk mengembangkan potensi anak-anak mereka yang ada di daerah tersebut, dulunya hanya ada satu sekolah yang berada di Desa Sibigo bagian ujung Kecamatan Simeulue Barat, karena sekolah tersebut terlalu jauh untuk dijangkau oleh peserta didik dari desa yang lain. Oleh karena itu didirikanlah SMA Negari 2 Simeulue Barat ini untuk memudahkan bagi masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka karena sekolah tersebut berada di tengah wilayah Kecamatan Simeulue Barat Kabupaten Simeulue.

Dengan didirikanya lembaga sekolah SMA Negeri 2 Simeulue Barat ini, telah memberikan manfaatnya bagi masyarakat, terutama dalam meningkatan kualitas peserta didik dalam menuntut ilmu dan mengembangkan ilmu pengetahuan agama dan umum sebagai modal dalam kehidupan, hal tersebut terlihat dari Visi dan Misi dari SMA Negeri 2 Simeulue Barat tersebut yakni Visinya membentuk peserta didik menjadi insan yang cerdas, terampil, sehat jasmani dan rohani, berbudaya dan bertakwa. Sedangkan Misi dari SMA Negeri 2 Simeulue Barat tersebut adalah sebagai berikut:

1. Melaksanakan kegiatan pembelajaran secara efektif, untuk meningkatkan daya fikir hati, jiwa dan raga secara optimal.

2. Mewujudkan sumber daya manusia yang cerdas, terampil, sehat jasmani dan rohani dengan berlandaskan iman dan taqwa.

3. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada alla swt melalui kegiatan keagamaan dan pembentukan karakter peserta didik.

4. Meningkatkan mutu pendidikan secara akademik maupun non akademik, melului proses pembelajaran yang inovatif dan kreatif.

5. Menigkatkan kualitas kesehatan peserta didik dengan mengintegrasikan nilai karakter dan budaya kearifan lokal.

6. Meningkatkan kreatifitas peserta didik melalui kegiatan sosial, keagamaan dan olahraga.

7. Mengembangkan seluruh potensi peserta didik melalui kegiatan akademik maupun non akademik.

8. Meningkatkan layanan inovasi pendidikan berbasis sains teknologi informasi dan komunikasi.

9. Mendorong peserta didik untuk berkreatifitas, mencintai budaya lokal serta memiliki sikap yang santun.

10. Menjalin hubungan yang harmonis antara sekolah dengan wali peserta didik (komite) dan lembaga terkait dalam rangka penguatan visi dan misi sekolah secara optimal.

SMA Negeri 2 Simeulue Barat sebagai suatu lembaga pendidikan, tumbuh dan berkembang ditengah-tengah masyarakat serta tidak dapat dipisahkan dengan pembinaan masyarakat itu sendiri.

Karena sekolah merupakan suatu lembaga yang berorientasi (melihat atau meninjau) kepada kebutuhan masyarakat dan berusaha untuk menciptakan suatu keadaan yang harmonis dengan masyarakat serta berpartisipasi dalam setiap kegiatan sosial kemasyarakatan, sehingga terciptanya hubungan yang erat antara pihak sekolah dengan lembaga masyarakat.

Berikut ini identitas sekolah SMA Negeri 2 Simeulue Barat.

Tabel 1.1 Profil Sekolah

Nama Sekolah SMA Negeri 2 Simeulue Barat Nomor Pokok Sekolah

Nasional 10110903

Jenjang Pendidikan SMA

Status Sekolah Negeri

Alamat Sekolah Jl. Nusantara No. 02 Desa Sigulai Kec. Simeulue Barat

RT/RW 0/0

Kode pos 23892

Kelurahan Sigulai

Kecamatan Kec. Simeulue Barat

Kabupaten/kota Kab. Simeulue

Sumber: Dokumen profil SMA Negeri 2 Simeulue Barat 2020

1. Visi dan Misi Sekolah

SMA Negeri 2 Simeulue memiliki visi dan misi sebagai berikut:

Visi:

Membentuk peserta didik menjadi insan yang cerdas, terampil, sehat jasmani dan rohani, berbudaya dan bertakwa.

Misi:

11. Melaksanakan kegiatan pembelajaran secara efektif, untuk meningkatkan daya fikir hati, jiwa dan raga secara optimal.

12. Mewujudkan sumber daya manusia yang cerdas, terampil, sehat jasmani dan rohani dengan berlandaskan iman dan taqwa.

13. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada alla swt melalui kegiatan keagamaan dan pembentukan karakter peserta didik.

Provinsi Prov. Aceh

Kabupaten/Provinsi Aceh Besar/Aceh

Negara Indonesia

SK Pendirian sekolah 421.5/006/2006 Tanggal SK pendirian 2006-06-01 Status kepemilikan Pemerintah Daerah SK Izin Oprasional 421.5/006/2006 Tanggal SK Oprasional 2006-01-16 Luas tanah miliki (m2) 5950 Luas tanah bukan milik 0

Nomor telpon 081377103039

Email [email protected]

Website http://sman2simbar.wordpress.com

14. Meningkatkan mutu pendidikan secara akademik maupun non akademik, melului proses pembelajaran yang inovatif dan kreatif.

15. Menigkatkan kualitas kesehatan peserta didik dengan mengintegrasikan nilai karakter dan budaya kearifan lokal.

16. Meningkatkan kreatifitas peserta didik melalui kegiatan sosial, keagamaan dan olahraga.

17. Mengembangkan seluruh potensi peserta didik melalui kegiatan akademik maupun non akademik.

18. Meningkatkan layanan inovasi pendidikan berbasis sains teknologi informasi dan komunikasi.

19. Mendorong peserta didik untuk berkreatifitas, mencintai budaya lokal serta memiliki sikap yang santun.

20. Menjalin hubungan yang harmonis antara sekolah dengan wali peserta didik (komite) dan lembaga terkait dalam rangka penguatan visi dan misi sekolah secara optimal.

2. Fasilitas Sekolah

Selanjutnya dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan pendidikan yang telah disepakati dalam visi dan misi SMA Negeri 2 Simeulue Barat. Sarana dan prasarana sekolah turut mepengaruhi lancarnya kegiatan belajar dan mengajar serta dampak kepada minat belajar siswa, sebaliknya kegiatan belajar mengajar akan terganggu atau tidak memadai jika tidak didukung oleh sarana dan prasarana yang diperlukan. Gedung sekolah dapat berfungsi sebagai sarana untuk keberhasilan belajar dan mengajar. Untuk belajar dengan tenang, sudah tentu memerlukan tempat belajar yang baik dan nyaman, sehingga dapat menimbulkan minat belajar yang tinggi pada peserta didik. Oleh sebab

itu maka pihak sekolah bekerja sama dengan pemerintah dalam rangka meningkatkan berbagai infrastruktur sekolah sehingga saat ini infrastruktur di SMA Negeri 2 Simeulue Barat hampir telah mencapai tahap kesempurnaan terutama ruang belajar, perpustakaan, WC, dan lain sebagainya.

Adapun beberapa sarana dan prasaran yang telah dimiliki oleh SMA Negeri 2 Simeulue Barat.

Tabel 1.2 Sarana dan Prasaran

No Nama Jumlah Kondisi

1 Ruang Kepala Sekolah 1 Baik

2 Ruang Guru 1 Baik

3 Ruang Kelas 5 Baik

4 Ruang Pustaka 1 Baik

5 Laboraturium 2 Baik

6 Ruang BK 1 Baik

7 Ruang Ibadah 1 Baik

8 Ruang Osis 1 Baik

9 Ruang TU 1 Baik

10 Lapangan Voli 1 Baik

11 Parkiran 1 Baik

12 WC Guru 2 Baik

13 WC Siswa 2 Baik

14 Tong sampah 7 Baik

Sumber: Kantor TU SMA Negeri 2 Simeulue Barat 2020 3. Jumlah Guru dan Pegawai

Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksanakannya. Indikator yang amat penting dalam pembelajaran di SMA Negeri 2 Simeulue Barat adalah tenaga pengajar atau guru, baik guru PNS, guru Honor, sebagaimana terdapat pada tabel 1.3 berikut ini:

Tabel 1.3 Data jumlah guru dan pegawai di SMA Negeri 2 Simeulue

Sumber: Dokumen profil SMA Negeri 2 Simeulue Barat 2020

Nama-nama guru dan pegawai di SMA Negeri 2 Simeulue Barat.

Tabel 1.4 Data nama-nama guru dan pegawai di SMA Negeri 2 3 Muthmainnah, S.Pd.I L Pendidikan

Agama Islam -

15 Neni Susianti, S.Pd P Bahasa Inggris - 16 Rahmat Hidayat,

S.Pd L Olahraga Pembina OSIS

17 Salmidani Mifra,

S.Pd P Biologi -

18 Samsir Amin, S.Pd L Sejarah -

19 Adi Naswan, S.Pd P Tenaga ADM -

20 Arfanudin, S.Pd P Tenaga ADM -

Sumber: Dokumen profil SMA Negeri 2 Simeulue Barat 2020

Berdasarkan tabel jumlah guru dan pegawai di atas, dapat diketahui bahwa keseluruhan jumlah guru dan pegawai 20 orang. Guru dan pegawai laki-laki berjumlah 9 orang dan perempuan 11 orang.

Keseluruhan jumlah guru dan pegawai di SMA Negeri 2 masih termasuk kurang jika disesuaikan dengan jumlah siswa di SMA Negeri 2 Simeulue Barat.

4. Jumlah Peserta didik

Jumlah siswa SMA Negeri 2 Simeulue Barat dari kelas X, XI, XII.

Tabel 1.5 Jumlah peserta didik di SMA Negeri 2 Simeulue Barat

Kelas Jumlah

Kelas Laki-Laki Perempuan Jumlah

X1 1 9 12 21

X2 1 8 12 20

XI1 1 5 10 15

XI2 1 6 8 14

XII1 1 11 10 21

XII2 1 13 8 21

Total 6 52 60 112

Sumber: Dokumen profil SMA Negeri 2 Simeulue Barat

B. Kompetensi profesional guru dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada kelas XI1 dan XI2 di SMA Negeri 2 Simeulue Barat

Pendidik atau guru merupakan unsur yang paling penting dalam proses belajar mengajar sehingga dapat berjalan dengan baik, karena itu tersedianya tenaga pengajar yang cukup suatu keharusan yang dimiliki oleh atau lembaga pendidikan. Guruh adalah orang yang menciptakan peserta didik agar berakhlak terpuji sesuai dengan nilai-nilai ajaran islam dalam segala kegiatannya. Oleh karena itu dibutuhkan kesiapan guru dalam membentuk peserta didik tersebut yaitu melalui pendekatan dengan berbagai metode yang tepat dalam mengajarkan peserta didiknya.

“Kompetensi guru merupakan suatu hal yang sangat penting dalam upaya mendidik peserta didik agar trampil dalam belajar dan prestasinya dapat meningkat dengan baik, oleh karena itu seorang guru mesti harus berusaha untuk menjadikan peserta didik menjadi peserta didik lebih aktif, kreatif, inovatif dan termotivasi dalam belajar”1

Kompetensi itu sendiri merupakan seperangkat pengetahuan ketrampilan yang harus dimiliki oleh seorang guru, pentingnya seorang guru dalam menguasai pengetahuan yang mendalam terkait bidang studinya masing-masing, bahkan pengetahuan lainnya yang berkolerasi dengan bidang studinya tersebut. Supaya seorang guru bisa memberikan pengetahuan yang luas kepada peserta didiknya. Setelah itu semua dimiliki oleh seorang guru tentu harus dihayati, dikuasai, dan diwujudkan dalam melaksanakan tugas keprofesionalan di dalam kelas yang disebut sebagai pengajaran.

___________

1Wawancara dengan Mutmainnah, guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 2 Simuelue Barat, pada tanggal 22 Januari 2020.

“Guru yang ada di SMA Negeri 2 Simeulue Barat, semuanya sudah memiliki kualifikasi sarjana dan kesemuanya mengajar mata pelajaran yang linier dengan keilmuanya. Alhamdulillah guru Pendidikan Agama Islam yang ada di SMA Negeri 2 Simeulue Barat ini sudah mendapatkan sertifikat pendidik”.2 Kompetensi seorang guru diperoleh melalui proses pendidikan, penelitian, dan belajar secara mandiri dengan pemanfaatan sumber belajar, sehingga menjadi guru yang profesional dalam mengajar di dalam ruang kelas tentu harus memiliki kompetensi yang diperoleh melalui proses pendidikan.

“Guru Pendidikan Agama Islam yang ada di SMA Negeri 2 Simeulue Barat ini salah satunya merupakan alumni dari Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh Fakultas Tarbiyah prodi Pendidikan Agama Islam, dan guru tersebut sudah berkopetensi sesuai dengan kompetensi yang ditentukan. Karena Universitas tersebut merupakan Universitas negeri,tentu memiliki keunggulan tersendiri untuk melahirkan sarjana-sarjana yang berkompetensi di bidangnya.”3

Seorang guru harus memiliki sekumpulan ilmu pengetahuan dan keterampilan sehingga dapat mewujudkan sesuai dengan tugas yang diberikan, sehingga guru dapat mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan yang diharapkan. Dengan demikian dengan kemampuan yang dimiliki, seorang guru dapat menjalankan tugasnya dengan baik berdasarkan kemampuan yang dimilikinya, dan juga merupakan suatu bentuk unjuk kerja yang dapat dipertanggung jawabkan. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, ___________

2Wawancara dengan Yadi Darman, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Simeulue Barat, pada tanggal 21 Januari 2020.

3Wawancara dengan Yadi Darman, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Simeulue Barat, padatanggal 21 Januari 2020.

sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.4

Sejak pertama kali saya datang dan melakukan penelitian di SMA Negeri 2 Simeulue Barat, saya melihat guru Pendidikan Agama Islam guru yang paling disenangi oleh peserta didik yang ada di SMA Negeri 2 Simeulue Barat. Kerena yang selalu duduk bersama peserta didik disaat jam istirahat yaitu guru Pendidikan Agama Islam. Sehingga dengan cara tersebut guru tersebut dapat memberikan nasehat atau ilmu.

Dan kata peserta didik,guru Pendidikan Agama Islam gurunya baik-baik, selalu mau duduk bersama dengan peserta didk disaat jam istirahat.

Guru Pendidikan Agama Islam yang ada di SMA Negeri 2 Simeulue Barat memiliki sikap keteladanan yang baik, bukan hanya sekedar ucapan namun langsung dicontohkan dalam aktivitas sehari-hari disekolah. Sebagai contoh ketika guru Pendidikan Agama Islam memerintahkan agar jangan datang terlambat, sehingga guru Pendidikan Agama Islam berusaha untuk datang tepat waktu sehingga memberikan contoh yang baik yang dapat di contoh oleh peserta didik yang ada di

Guru Pendidikan Agama Islam yang ada di SMA Negeri 2 Simeulue Barat memiliki sikap keteladanan yang baik, bukan hanya sekedar ucapan namun langsung dicontohkan dalam aktivitas sehari-hari disekolah. Sebagai contoh ketika guru Pendidikan Agama Islam memerintahkan agar jangan datang terlambat, sehingga guru Pendidikan Agama Islam berusaha untuk datang tepat waktu sehingga memberikan contoh yang baik yang dapat di contoh oleh peserta didik yang ada di

Dokumen terkait