BAB III METODOLOGI PENELITIAN
E. Pedoman Penulisan
Adapun pedoman penulisan dalam penyelesaian skripsi ini, penulis berpedoman pada buku Panduan Penulisan Proposal dan Skripsi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh Tahun 2020.
___________
20Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2008), hal. 99.
59 BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
1. Letak Geografis SMA Negeri 2 Simeulue Barat
SMA Negeri 2 Simeulue Barat merupakan salah satu bangunan sekolah negeri yang terletak di sebelah barat Desa Sigulai Kecamatan Simeulue Barat, Kabupaten Simeulue. Yang beralamat di Jl. Nusantara No. 02 Desa Sigulai Kecamatan Simeulue Barat Kabupaten Simeulue.
SMA Negeri 2 Simeulue Barat didirikan di areal tanah seluas lebih kurang 5,950 M2, dan letak sekolah ini sangat strategis karena berada di tengah Kecamatan Simeulue Barat. Letak geografisnya di sebelah Barat terdapat pegunungan dan persawahan, di sebelah Utara terdapat perkebunan warga dan di sebelah Selatan dan Timur terdapat perumahan warga Desa Sigulai. Lokasih SMA Negeri 2 Simeulue Barat memiliki suasana alam yang tenang dan berada di dekat pengunungan, sehingga sekolah ini sangat nyamandigunakan untuk tempat belajar.
Sekolah ini didirikan karena adanya keinginan masyarakat yang begitu besar terhadap pendidikan untuk mengembangkan potensi anak-anak mereka yang ada di daerah tersebut, dulunya hanya ada satu sekolah yang berada di Desa Sibigo bagian ujung Kecamatan Simeulue Barat, karena sekolah tersebut terlalu jauh untuk dijangkau oleh peserta didik dari desa yang lain. Oleh karena itu didirikanlah SMA Negari 2 Simeulue Barat ini untuk memudahkan bagi masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka karena sekolah tersebut berada di tengah wilayah Kecamatan Simeulue Barat Kabupaten Simeulue.
Dengan didirikanya lembaga sekolah SMA Negeri 2 Simeulue Barat ini, telah memberikan manfaatnya bagi masyarakat, terutama dalam meningkatan kualitas peserta didik dalam menuntut ilmu dan mengembangkan ilmu pengetahuan agama dan umum sebagai modal dalam kehidupan, hal tersebut terlihat dari Visi dan Misi dari SMA Negeri 2 Simeulue Barat tersebut yakni Visinya membentuk peserta didik menjadi insan yang cerdas, terampil, sehat jasmani dan rohani, berbudaya dan bertakwa. Sedangkan Misi dari SMA Negeri 2 Simeulue Barat tersebut adalah sebagai berikut:
1. Melaksanakan kegiatan pembelajaran secara efektif, untuk meningkatkan daya fikir hati, jiwa dan raga secara optimal.
2. Mewujudkan sumber daya manusia yang cerdas, terampil, sehat jasmani dan rohani dengan berlandaskan iman dan taqwa.
3. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada alla swt melalui kegiatan keagamaan dan pembentukan karakter peserta didik.
4. Meningkatkan mutu pendidikan secara akademik maupun non akademik, melului proses pembelajaran yang inovatif dan kreatif.
5. Menigkatkan kualitas kesehatan peserta didik dengan mengintegrasikan nilai karakter dan budaya kearifan lokal.
6. Meningkatkan kreatifitas peserta didik melalui kegiatan sosial, keagamaan dan olahraga.
7. Mengembangkan seluruh potensi peserta didik melalui kegiatan akademik maupun non akademik.
8. Meningkatkan layanan inovasi pendidikan berbasis sains teknologi informasi dan komunikasi.
9. Mendorong peserta didik untuk berkreatifitas, mencintai budaya lokal serta memiliki sikap yang santun.
10. Menjalin hubungan yang harmonis antara sekolah dengan wali peserta didik (komite) dan lembaga terkait dalam rangka penguatan visi dan misi sekolah secara optimal.
SMA Negeri 2 Simeulue Barat sebagai suatu lembaga pendidikan, tumbuh dan berkembang ditengah-tengah masyarakat serta tidak dapat dipisahkan dengan pembinaan masyarakat itu sendiri.
Karena sekolah merupakan suatu lembaga yang berorientasi (melihat atau meninjau) kepada kebutuhan masyarakat dan berusaha untuk menciptakan suatu keadaan yang harmonis dengan masyarakat serta berpartisipasi dalam setiap kegiatan sosial kemasyarakatan, sehingga terciptanya hubungan yang erat antara pihak sekolah dengan lembaga masyarakat.
Berikut ini identitas sekolah SMA Negeri 2 Simeulue Barat.
Tabel 1.1 Profil Sekolah
Nama Sekolah SMA Negeri 2 Simeulue Barat Nomor Pokok Sekolah
Nasional 10110903
Jenjang Pendidikan SMA
Status Sekolah Negeri
Alamat Sekolah Jl. Nusantara No. 02 Desa Sigulai Kec. Simeulue Barat
RT/RW 0/0
Kode pos 23892
Kelurahan Sigulai
Kecamatan Kec. Simeulue Barat
Kabupaten/kota Kab. Simeulue
Sumber: Dokumen profil SMA Negeri 2 Simeulue Barat 2020
1. Visi dan Misi Sekolah
SMA Negeri 2 Simeulue memiliki visi dan misi sebagai berikut:
Visi:
Membentuk peserta didik menjadi insan yang cerdas, terampil, sehat jasmani dan rohani, berbudaya dan bertakwa.
Misi:
11. Melaksanakan kegiatan pembelajaran secara efektif, untuk meningkatkan daya fikir hati, jiwa dan raga secara optimal.
12. Mewujudkan sumber daya manusia yang cerdas, terampil, sehat jasmani dan rohani dengan berlandaskan iman dan taqwa.
13. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada alla swt melalui kegiatan keagamaan dan pembentukan karakter peserta didik.
Provinsi Prov. Aceh
Kabupaten/Provinsi Aceh Besar/Aceh
Negara Indonesia
SK Pendirian sekolah 421.5/006/2006 Tanggal SK pendirian 2006-06-01 Status kepemilikan Pemerintah Daerah SK Izin Oprasional 421.5/006/2006 Tanggal SK Oprasional 2006-01-16 Luas tanah miliki (m2) 5950 Luas tanah bukan milik 0
Nomor telpon 081377103039
Email [email protected]
Website http://sman2simbar.wordpress.com
14. Meningkatkan mutu pendidikan secara akademik maupun non akademik, melului proses pembelajaran yang inovatif dan kreatif.
15. Menigkatkan kualitas kesehatan peserta didik dengan mengintegrasikan nilai karakter dan budaya kearifan lokal.
16. Meningkatkan kreatifitas peserta didik melalui kegiatan sosial, keagamaan dan olahraga.
17. Mengembangkan seluruh potensi peserta didik melalui kegiatan akademik maupun non akademik.
18. Meningkatkan layanan inovasi pendidikan berbasis sains teknologi informasi dan komunikasi.
19. Mendorong peserta didik untuk berkreatifitas, mencintai budaya lokal serta memiliki sikap yang santun.
20. Menjalin hubungan yang harmonis antara sekolah dengan wali peserta didik (komite) dan lembaga terkait dalam rangka penguatan visi dan misi sekolah secara optimal.
2. Fasilitas Sekolah
Selanjutnya dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan pendidikan yang telah disepakati dalam visi dan misi SMA Negeri 2 Simeulue Barat. Sarana dan prasarana sekolah turut mepengaruhi lancarnya kegiatan belajar dan mengajar serta dampak kepada minat belajar siswa, sebaliknya kegiatan belajar mengajar akan terganggu atau tidak memadai jika tidak didukung oleh sarana dan prasarana yang diperlukan. Gedung sekolah dapat berfungsi sebagai sarana untuk keberhasilan belajar dan mengajar. Untuk belajar dengan tenang, sudah tentu memerlukan tempat belajar yang baik dan nyaman, sehingga dapat menimbulkan minat belajar yang tinggi pada peserta didik. Oleh sebab
itu maka pihak sekolah bekerja sama dengan pemerintah dalam rangka meningkatkan berbagai infrastruktur sekolah sehingga saat ini infrastruktur di SMA Negeri 2 Simeulue Barat hampir telah mencapai tahap kesempurnaan terutama ruang belajar, perpustakaan, WC, dan lain sebagainya.
Adapun beberapa sarana dan prasaran yang telah dimiliki oleh SMA Negeri 2 Simeulue Barat.
Tabel 1.2 Sarana dan Prasaran
No Nama Jumlah Kondisi
1 Ruang Kepala Sekolah 1 Baik
2 Ruang Guru 1 Baik
3 Ruang Kelas 5 Baik
4 Ruang Pustaka 1 Baik
5 Laboraturium 2 Baik
6 Ruang BK 1 Baik
7 Ruang Ibadah 1 Baik
8 Ruang Osis 1 Baik
9 Ruang TU 1 Baik
10 Lapangan Voli 1 Baik
11 Parkiran 1 Baik
12 WC Guru 2 Baik
13 WC Siswa 2 Baik
14 Tong sampah 7 Baik
Sumber: Kantor TU SMA Negeri 2 Simeulue Barat 2020 3. Jumlah Guru dan Pegawai
Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksanakannya. Indikator yang amat penting dalam pembelajaran di SMA Negeri 2 Simeulue Barat adalah tenaga pengajar atau guru, baik guru PNS, guru Honor, sebagaimana terdapat pada tabel 1.3 berikut ini:
Tabel 1.3 Data jumlah guru dan pegawai di SMA Negeri 2 Simeulue
Sumber: Dokumen profil SMA Negeri 2 Simeulue Barat 2020
Nama-nama guru dan pegawai di SMA Negeri 2 Simeulue Barat.
Tabel 1.4 Data nama-nama guru dan pegawai di SMA Negeri 2 3 Muthmainnah, S.Pd.I L Pendidikan
Agama Islam -
15 Neni Susianti, S.Pd P Bahasa Inggris - 16 Rahmat Hidayat,
S.Pd L Olahraga Pembina OSIS
17 Salmidani Mifra,
S.Pd P Biologi -
18 Samsir Amin, S.Pd L Sejarah -
19 Adi Naswan, S.Pd P Tenaga ADM -
20 Arfanudin, S.Pd P Tenaga ADM -
Sumber: Dokumen profil SMA Negeri 2 Simeulue Barat 2020
Berdasarkan tabel jumlah guru dan pegawai di atas, dapat diketahui bahwa keseluruhan jumlah guru dan pegawai 20 orang. Guru dan pegawai laki-laki berjumlah 9 orang dan perempuan 11 orang.
Keseluruhan jumlah guru dan pegawai di SMA Negeri 2 masih termasuk kurang jika disesuaikan dengan jumlah siswa di SMA Negeri 2 Simeulue Barat.
4. Jumlah Peserta didik
Jumlah siswa SMA Negeri 2 Simeulue Barat dari kelas X, XI, XII.
Tabel 1.5 Jumlah peserta didik di SMA Negeri 2 Simeulue Barat
Kelas Jumlah
Kelas Laki-Laki Perempuan Jumlah
X1 1 9 12 21
X2 1 8 12 20
XI1 1 5 10 15
XI2 1 6 8 14
XII1 1 11 10 21
XII2 1 13 8 21
Total 6 52 60 112
Sumber: Dokumen profil SMA Negeri 2 Simeulue Barat
B. Kompetensi profesional guru dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada kelas XI1 dan XI2 di SMA Negeri 2 Simeulue Barat
Pendidik atau guru merupakan unsur yang paling penting dalam proses belajar mengajar sehingga dapat berjalan dengan baik, karena itu tersedianya tenaga pengajar yang cukup suatu keharusan yang dimiliki oleh atau lembaga pendidikan. Guruh adalah orang yang menciptakan peserta didik agar berakhlak terpuji sesuai dengan nilai-nilai ajaran islam dalam segala kegiatannya. Oleh karena itu dibutuhkan kesiapan guru dalam membentuk peserta didik tersebut yaitu melalui pendekatan dengan berbagai metode yang tepat dalam mengajarkan peserta didiknya.
“Kompetensi guru merupakan suatu hal yang sangat penting dalam upaya mendidik peserta didik agar trampil dalam belajar dan prestasinya dapat meningkat dengan baik, oleh karena itu seorang guru mesti harus berusaha untuk menjadikan peserta didik menjadi peserta didik lebih aktif, kreatif, inovatif dan termotivasi dalam belajar”1
Kompetensi itu sendiri merupakan seperangkat pengetahuan ketrampilan yang harus dimiliki oleh seorang guru, pentingnya seorang guru dalam menguasai pengetahuan yang mendalam terkait bidang studinya masing-masing, bahkan pengetahuan lainnya yang berkolerasi dengan bidang studinya tersebut. Supaya seorang guru bisa memberikan pengetahuan yang luas kepada peserta didiknya. Setelah itu semua dimiliki oleh seorang guru tentu harus dihayati, dikuasai, dan diwujudkan dalam melaksanakan tugas keprofesionalan di dalam kelas yang disebut sebagai pengajaran.
___________
1Wawancara dengan Mutmainnah, guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 2 Simuelue Barat, pada tanggal 22 Januari 2020.
“Guru yang ada di SMA Negeri 2 Simeulue Barat, semuanya sudah memiliki kualifikasi sarjana dan kesemuanya mengajar mata pelajaran yang linier dengan keilmuanya. Alhamdulillah guru Pendidikan Agama Islam yang ada di SMA Negeri 2 Simeulue Barat ini sudah mendapatkan sertifikat pendidik”.2 Kompetensi seorang guru diperoleh melalui proses pendidikan, penelitian, dan belajar secara mandiri dengan pemanfaatan sumber belajar, sehingga menjadi guru yang profesional dalam mengajar di dalam ruang kelas tentu harus memiliki kompetensi yang diperoleh melalui proses pendidikan.
“Guru Pendidikan Agama Islam yang ada di SMA Negeri 2 Simeulue Barat ini salah satunya merupakan alumni dari Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh Fakultas Tarbiyah prodi Pendidikan Agama Islam, dan guru tersebut sudah berkopetensi sesuai dengan kompetensi yang ditentukan. Karena Universitas tersebut merupakan Universitas negeri,tentu memiliki keunggulan tersendiri untuk melahirkan sarjana-sarjana yang berkompetensi di bidangnya.”3
Seorang guru harus memiliki sekumpulan ilmu pengetahuan dan keterampilan sehingga dapat mewujudkan sesuai dengan tugas yang diberikan, sehingga guru dapat mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan yang diharapkan. Dengan demikian dengan kemampuan yang dimiliki, seorang guru dapat menjalankan tugasnya dengan baik berdasarkan kemampuan yang dimilikinya, dan juga merupakan suatu bentuk unjuk kerja yang dapat dipertanggung jawabkan. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, ___________
2Wawancara dengan Yadi Darman, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Simeulue Barat, pada tanggal 21 Januari 2020.
3Wawancara dengan Yadi Darman, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Simeulue Barat, padatanggal 21 Januari 2020.
sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.4
Sejak pertama kali saya datang dan melakukan penelitian di SMA Negeri 2 Simeulue Barat, saya melihat guru Pendidikan Agama Islam guru yang paling disenangi oleh peserta didik yang ada di SMA Negeri 2 Simeulue Barat. Kerena yang selalu duduk bersama peserta didik disaat jam istirahat yaitu guru Pendidikan Agama Islam. Sehingga dengan cara tersebut guru tersebut dapat memberikan nasehat atau ilmu.
Dan kata peserta didik,guru Pendidikan Agama Islam gurunya baik-baik, selalu mau duduk bersama dengan peserta didk disaat jam istirahat.
Guru Pendidikan Agama Islam yang ada di SMA Negeri 2 Simeulue Barat memiliki sikap keteladanan yang baik, bukan hanya sekedar ucapan namun langsung dicontohkan dalam aktivitas sehari-hari disekolah. Sebagai contoh ketika guru Pendidikan Agama Islam memerintahkan agar jangan datang terlambat, sehingga guru Pendidikan Agama Islam berusaha untuk datang tepat waktu sehingga memberikan contoh yang baik yang dapat di contoh oleh peserta didik yang ada di SMA Negeri 2 Simeulue Barat, karena bagi peserta didik lebih mereka hargai dan patuhi perkataan yang dicontohkan dengan sikap dalam aktivitas sehari-hari oleh guru yang menyampaikan.5
Guru yang berkompetensi tinggi adalah guru yang mempunyai kemampuan lebih dibandingkan dengan guru yang lain, sehingga keberadaannya selalu dibutuhkan oleh peserta didik. Guru yang berkopetensi tinggi masalah pendidikan dapat terselesaikan dengan ___________
4Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.
5Hasil Observasi di SMA Negeri 2 Simeulue Barat pada tanggal 20 Januari 2020.
sebaik-baiknya. Guru merupakan seorang insan yang mulia dan berjasa, mereka yang diberi amanah atau tanggung jawab untuk mengajar.
Supaya melahirkan generasi yang beriman dan berakhlak mulia yang sesuai dengan norma-norma agama.
Seorang guru yang akan melaksanakan pembelajaran harus memiliki pemahaman yang baik tentang karakteristik dan kondisi peserta didik, agar dapat melaksanakan pembelajaran secara efektif.
“Dalam hal ini pandai-pandai guru dalam melihat kondisi peserta didiknya, ada anak-anak yang dia cuma mendengar sudah paham ada pula anak-anak dengan melihat dan mendengar baru paham, dan ada juga anak-anak yang model belajar santai atau model permainan dan itu semua dalammetode penerapannya harus di tukar-tukar sesuai dengan kondisi peserta didik”.6
Imam Al Ghazali berkata bahwa pendidik yang sukses adalah yang mampu membaca karakter, kemampuan peserta didiknya baik kelebihan ataupun kekurangannya. Kemudian ketika memberikan pelajaran, pendidik harus mampu membaca situasi dan kondisi serta kebutuhan peserta didiknya setelah itu semua dikuasai baru memberikan pelajaran. Dapat disimpulkan bahwa dalam memberikan pembelajaran kepada peserta didik, seorang pendidik harus mampu membaca kemampuan anak didiknya yang berbeda-beda dan kemampuan intelektualnya.
Seorang guru dapat dikatakan profesional dapat dilihat dari tiga perspektif. Pertama, dilihat dari tingkat pendidikan minimal dari latar belakang pendidikan untuk jenjang sekolah dimana dia menjadi guru.
kedua, penguasaan materi bahan ajar, mengelolah proses pembelajaran,
___________
6Wawancara dengan Ismihardi, guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 2 Simuelue Barat, pada tanggal 24 Januari 2020.
mengelolah siswa, dan melakukan tugas-tugas bimbingan. Ketiga, memiliki sertifikat pendidik.
“Alhamdulillah saya merupakan alumni dari Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh. Pada saat itu masuk di Fakulkatas Tarbiyah Ilmu Pendidikan dan mengambil jurusan Pendidikan Agama Islam. Seorang guru harus memiliki latar belakang pendidikan dan itu sangat penting, apalagi aturan di negara kita terutama peraturan di lembaga pendidikan, bahwa seorang bisa menjadi pengajar di sekolah itu harus lulusan sarjana (S1)”.7 Untuk menjadi seorang guru yang profesional tentu tidaklah mudah, tentu harus menempuh pendidikan terlebih dahulu serta memiliki syarat-syarat untuk menjadi guru profesional diantaranya harus memiliki bakat, minat dan motivasi menjadi guru, memiliki keahlian menjadi guru, memiliki kepribadian yang baik dan terintegrasi, memiliki mental yang sehat, berbadan sehat, memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas dan seorang warga negara yang baik. Seseorang yang akan menjadi pendidik harus memiliki ilmu pengetahuan dibidang yang diajarkan sesuai kualifikasi dimana dia mengajar, memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang keguruan serta harus memiliki moral akademik yang baik.
“Alhamdulillah kita tetap menjunjung tinggi kekompakan dan kerja sama, apabila ada kekurangan-kekurangan kita saling mengingatkan dan saling melengkapi satu sama lain dan Alhamdulillah kita tidak membeda-bedakan satu sama lain”.8 Kerja sama dengan teman sejawat antar sekolah, kerja sama komunitas lingkungannya, serta memiliki jiwa yang baik untuk membangun kerja sama antara sesama guru hal tersebut dapat ___________
7Wawancara dengan Ismihardi, guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 2 Simuelue Barat, pada tanggal 24 Januari 2020.
8Wawancara dengan Mutmainnah, guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 2 Simuelue Barat, pada tanggal 22 Januari 2020.
memberikan dampak positif dalam meningkatkan kompetensi profesionalisme guru. Sehingga satu sama lain saling saling mendukung dan mengigatkan kekurangan-kekurangan satu sama lain.
Pada dasarnya seorang guru yang profesional dalam proses pembelajaran, harus diiringi dengan keahlian, keterampilan, profesionalisme dan tanggung jawab. Dalam proses pembelajaran guru harus menggunakan strategi pengelolaan pembelajaran, ini merupakan hal yang terpenting dalam proses pembelajaran di dalam kelas.
Bagaimana baiknya perencanaan, namun jika strategi pengelolaan pembelajaran tidak diperhatikan maka efektivitas pembelajaran tidak bisa maksimal. Dalam pelaksanaan pembelajaran, banyak variabel yang harus dimiliki oleh seorang guru untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik, diantarnya bagaimana guru dalam memulai atau membuka pembelajaran.
“Sebelum kita masuk kedalam kelas, tentu sebelumnya kita sudah mempersiapkan RPP pada awal-awal semester dan RPP tersebut diketahui oleh kepala sekolah, tentu jarang guru yang membawa RPP kedalam kelas. Namun walaupun saya tidak membawa RPP kedalam kelas, akan tetapi setiap langkah-langkah yang saya gunakan dalam proses pembelajaran tetap mengacu dan tidak keluar dari RPP yang telah saya buat, seperti sejak dari memulai pembelajaran hingga menutup pelajaran.”9
Pada awal proses pembelajaran, ketika seorang guru memasuki ruang kelas sudah layaknya seorang guru memberikan salam kepada semua peserta didiknya. Setelah guru meberikan salam salanjutnya guru menyuruh salah seorang peserta didik untuk memimpin doa bersama sebelum proses belajar mengajar dilaksanakan. Selanjutnya guru ___________
9Wawancara dengan Ismihardi, guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 2 Simuelue Barat, pada tanggal 24 Januari 2020.
mengabsen peserta didik, setelah itu seorang guru menjelaskan tujuan kompetensi yang ingin dicapai dari pembelajaran tersebut.
“Bisanya saya sebelum masuk kedalam kelas, yang pertama kita harus melihat jadwal mengajar. Setelah itu kita harus mengetahui materi apa yang akan kita ajarkan, oleh sebab itu seorang guru harus mempelajari terlebih dahulumateri yang akandiajarkan dan itu merupakan hal yang sangat penting tentang menguasai materi pembelajaran sebelum masuk ke dalam ruang kelas. Setelah itu, seorang guru masuk ke dalam ruang kelas harus tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah di tetapkan. Sebelum memulai pembelajaran seoarang guru harus memberi salam kepada semua peserta didik, setelah itu guru biasanya menyuruh ketua kelas untuk memimpin doa sebelum belajar. Selanjutnya seorang guru jangan lupa bertanya tentang bagaimana kabar peserta didik, guru berikan perhatian contohnya menanyakan bagaimana kabar dan apakah sudah sarapan dan lain-lain. Selanjutnya guru memeriksa kehadiran peserta didik, dan setelah itu guru menyampaikan tentang tujuan materi yang akan dipelajari dan menyampaikan kepada peserta didik tentang manfaat mempelajari materi tersebut. Kerena dengan peserta didik mengetahui tujuan dan manfaat yang diperoleh peserta didik, maka akan memudahkan peserta didik dalam memahami dan menguasai materi yang akandiajarkan.”10
Pada saat itu saya berada di belakang semua peserta didik di dalam ruang kelas, guru Pendidikan Agama Islam pada saat itu sedang melaksanakan pembelajaran, saya melihat pertama-tama ia memberikan salam kepada seluruh peserta didik, setelah itu ia menyuruh salah seorang peserta didik untuk memimpin doa belajar, dan setelah itu memeriksa kehadiran peserta didik dan guru tersebut menanyakan tentang kabar peserta didik dengan memberikan perhatian kepada peserta didik dan guru tersebut menyampaikan tujuan dan manfaat yang ___________
10Wawancara dengan Ismihardi, guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 2 Simuelue Barat, pada tanggal 24 Januari 2020.
didapatkan oleh peserta didik pada saat mempelajari materi pembelajaran yang akan dipelajari.11
Kegiatan yang paling berpengaruh adalah kegiatan inti pembelajaran, dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Baik dan buruknya keterampilan guru dapat dilihat dalam kegiatan inti pembelajaran, dalam kegiatan inti biasanya meliputi bagaimana kemampuan guru dalam menerapkan strategi pembelajaran, bagaimana ketepatan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran, bagaimana guru menguasai kompetensi yang diajarkan dan bagaimana guru melakukan penilaiaan pembelajaran. Oleh karena itu guru dalam kegiatan inti pemebelajaran harusterlebih dahulu menguasai meteri pembelajaran, agar supaya guru mudah menyampaikan materi pembelajan dan peserta didik mudah dalam memahami materi pembelajaran.
“Sebelum saya memasukiruang kelas, biasanya saya sudah mempersiapkan segala yang saya butuhkan dalam proses pembelajaran di dalam kelas, contohnya saya persiapkan media, dan itu semua tergantung terhadap materi apa yang akan saya ajarkan. Media yang saya gunakan,saya sesuaikan dengan metode dan materi pembelajaran. Yang paling terpenting adalah
“Sebelum saya memasukiruang kelas, biasanya saya sudah mempersiapkan segala yang saya butuhkan dalam proses pembelajaran di dalam kelas, contohnya saya persiapkan media, dan itu semua tergantung terhadap materi apa yang akan saya ajarkan. Media yang saya gunakan,saya sesuaikan dengan metode dan materi pembelajaran. Yang paling terpenting adalah