KERANGKA TEORI
C. Kompetensi Pedagogik Guru
C. Kompetensi Pedagogik Guru
Kompetensi guru merupakan kemampuan seseorang guru dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban secara bertanggung jawab dan layak. Kompetensi yang dimilki oleh setiap guru akan menunjukkan kualitas guru dalam mengajar. Kompetensi tersebut akan terwujud dalam penguasaan pengetahuan dan profesional dalam menjalankan fungsinya sebagai guru. Artinya guru bukan saja harus pintar, tetapi juga harus pandai mentransfer ilmunya kepada peserta didik.27
Istilah pedagogik diterjemahkan dengan kata ilmu mendidik, dan yang dibahas adalah kemampuan dalam mengasuh dan membesarkan seorang anak. Kompetensi pedagogik digunakan untuk merujuk pada keseluruhan konteks pembelajaran, belajar, dan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan hal tersebut. Kompetensi pedagogik bertumpu pada kemungkinan pengembangan potensi dasar yang ada dalam tiap diri manusia sebagai makhluk individual, sosial dan moral.
Secara lebih sederhana terkait dengan guru, kompetensi pedagogik berarti kemampuan guru dalam mengelola kelas sedemikian rupa agar tujuan pendidikan dapat tercapai, yang didalamnya terdapat banyak hal cakupannya. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27
27
Nanang Hanifah dan Cucu Suhana, Konsep Strategi Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta, 2009, 103.
Tahun 2008 dijelaskan tentang kompetensi pedagogik, meliputi: Menguasai ilmu pendidikan dan landasan keilmuannya, Mengimplementasikan prinsip-prinsip pendidikan dan proses pembelajaran, dan Menguasai landasan budaya dalam praksis pendidikan.28
Guru memiliki pengaruh luas dalam dunia pendidikan. Di sekolah ia adalah pelaksana administrasi pendidikan yaitu bertanggung jawab agar pendidikan dapat berlangsung dengan baik. Oleh karena itu, guru harus memiliki kompetensi dalam mengajar. Kompetensi pedagogik merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap guru dalam jenjang pendidikan apapun.
Istilah kompetensi memiliki banyak makna, ada beberapa definisi tentang pengertian kompetensi yaitu:29
1. Dalam UU RI No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen ditulis: Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, ketrampilan dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.30
2. Dalam bukunya Dr. H. Syaiful Sagala, M. Pd. yang berjudul Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan di jelaskan: Kompetensi adalah perpaduan dari penguasaan, pengetahuan,
28 Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian RI, 2010, “Lomba Fun Science 2010”, http://pendis.kemenag.go.id/index.php?a=detilberita&id=6001, di Unduh tanggal 06 Agustus2016, pukul: 17:23.
29
Depdiknas, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS, Jakarta: CV. Mini Jaya Abadi, 2003, 9.
30
Depdiknas, UU RI No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Jakarta: CV. Mini Jaya Abadi, 2005, 7.
keterampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak dalam melaksanakan tugas/pekerjaannya.31
3. Menurut W. Robert Houston memberikan pengertian adalah sebagai berikut : “Competence” ordinarily is difined as “adequacy
for a task” or as “possession of require knowledge, skill and abilities”.32
Dari uraian diatas nampak bahwa kompetensi mengacu pada kemampuan melaksanakan sesuatu yang diperoleh melalui pendidikan. Kompetensi guru menunjuk kepada performance dan perbuatan yang rasional untuk memenuhi spesifikasi tertentu dalam melaksanakan tugas-tugas kependidikan. Dikatakan rasional karena mempunyai arah dan tujuan, sedangkan performance adalah perilaku nyata dalam arti tidak hanya diamati tetapi mencakup sesuatu yang tidak kasat mata.
Pedagogik adalah teori mendidik yang mempersoalkan apa dan bagaimana mendidik itu sebaik-baiknya.33 Oleh sebab itu pedagogik dipandang sebagai suatu proses atau aktifitas yang bertujuan agar tingkah laku manusia mengalami perubahan.34
Adapun pengertian kompetensi pedagogik adalah kemampuan dalam pengelolaan peserta didik, meliputi:35
31
Sagala, Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 2009, 23.
32
Roestiyah N.K “Masalah-Masalah Ilmu Keguruan” Jakarta: Bina Aksara, 1982, 4.
33
Edi Suardi, Pedagogik, Bandung: Angkasa OFFSET, 1979, 113.
34
Dewi Gusti, Kompetensi Pedagogik,http://dewigusti.blogspot.com. Diakses pada tanggal 7 Agustus 2017, Pukul: 16.36 WIB.
35
1. Pemahaman wawasan guru akan landasan dan filsafat pendidikan.
2. Guru memahami potensi dan keberagaman peserta didik, sehingga dapat didesain strategi pelayanan belajar sesuai keunikan masing-masing peserta didik.
3. Guru mampu mengembangkan kurikulum/silabus baik dalam bentuk dokumen maupun implementasi dalam bentuk pengalaman belajar. 4. Guru mampu menyusun rencana dan strategi pembelajaran
berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar.
5. Mampu melaksanakan pembelajaran yang mendidik dengan suasana dialogis dan interaktif.
6. Mampu memanfaatkan tegnologi pembelajaran
7. Mampu melakukan evaluasi hasil belajar dengan memenuhi prosedur dan standar yang dipersyaratkan.
8. Mampu mengembangkan bakat dan minat peserta didik melalui kegiatan intrakulikuler dan ekstrakulikuler untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.36
Sedangkan pengertian guru dalam kamus besar Bahasa Indonesia adalah orang yang pekerjaannya mengajar.37 Dan menurut Roestiyah N.K. bahwa guru adalah sebagai pembimbing, untuk membawa anak didik kearah kedewasaan, pendidik tidak maha kuasa, tidak dapat membentuk anak menurut sekehendaknya.38
36
Sagala, Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan…, 32.
37
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia,
Jakarta: Balai Pustaka, 1989, 288.
38
Dalam perspektif Islam, pendidik adalah orang-orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan peserta didik dengan mengupayakan perkembangan seluruh potensi peserta didik, baik potensi afektif, koqnitif maupun psikomotorik sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.39
Perlu diketahui bahwasannya pendidikan agama Islam sendiri adalah bimbingan jasmani, rohani berdasarkan hokum-hukum agama Islam menuju kepada terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam.
Jadi, dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa kompetensi pedagogik guru PAI adalah seperangkat pengetahuan, ketrampilan dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai oleh guru PAI dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik sehingga dapat meningkatkan perkembangan jasmani dan rohani mencapai tingkat kedewasaan sehingga mampu menunaikan tugas-tugas kemanusiaannya sebagai (kholifah fil ardh) sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.
Adapun kompetensi pedagogik yang harus dimiliki oleh guru khususnya guru PAI, meliputi:
1. Pemahaman terhadap peserta didik, sedikitnya ada empat hal yang harus dipahami guru dari peserta didiknya, yaitu: a) tingkat kecerdasan; b) kreativitas; c) cacat fisik; d) perkembangan kognitif.
39
Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam, Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2004, 74.
2. Perancangan pembelajaran, dalam pembelajaran terdapat kegiatan memilih, menetapkan dan mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. hal ini mencakup tiga kegiatan yaitu: a) identifikasi kebutuhan; b) identifikasi kompetensi; c) penyusunan program pembelajaran.40
3. Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, dalam peraturan pemerintah tentang guru dijelaskan bahwa guru harus memiliki kompetensi untuk melaksanakan pembelajaran yang mendidik dan dialogis. Hal ini berarti bahwa, pelaksanaan pembelajaran harus berangkat dari proses dialogis antar sesama subjek pembelajaran sehingga melahirkan pemikiran kritis dan komunikatif.
4. Pemanfaatan teknologi pembelajaran, teknologi pembelajaran merupakan sarana pendukung untuk memudahkan pencapaian tujuan pembelajaran dan pembentukan kompetensi, memudahkan penyajian data, informasi, materi pembelajaran dan variasi budaya. Oleh karena itu, memasuki abad 21, sumber belajar dengan mudah dapat diakses melalui teknologi informasi, khususnya internet yang didukung oleh komputer.
5. Evaluasi hasil belajar, evaluasi atau penilaian memegang peranan penting dalam segala bentuk pengajaran yang efektif. Berhasil tidaknya suatu pendidikan dalam mencapai tujuannya dapat dilihat dari hasil evaluasinya. Evaluasi dapat dilakukan untuk mengetahui perubahan
40
perilaku dan pembentukan kompetensi peserta didik yang dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu: a) penilaian kelas; b) tes kemampuan dasar; c) penilaian akhir satuan pendidikan dan sertifikasi; d) benchmarking (mengukur kinerja yang sedang berjalan); e) penilaian program. 41
6. Pengembangan peserta didik, Pengembangan peserta didik dapat dilakukan oleh guru melalui berbagai cara antara lain:42 a) kegiatan ekstra kurikuler; b) pengayaan dan remedial; c) bimbingan dan konseling;
41
E. Mulyasa, Profesionalisme Guru, Yogyakarta: Lentera Ilmu, 2009, 110.
42